SERANG, KabarViral79.Com - Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Serang mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar menguasai strategi konten kreatif, untuk dipublikasikan melalui media sosial (medsos).
Hal ini disampaikan Kepala Diskominfo Kabupaten Serang, Surtaman disela kegiatan Edukasi dan Sesi "Ngonten Bareng" yang mengusung tema "Strategi Kreatif dan Efektif dalam Pengelolaan Media Sosial Pemerintah" di Aula Diskominfo Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang, Kamis, 12 Maret 2026.
Ngonten bareng dengan menghadirkan narasumber konten kreator Adam Badru Janedra itu dihadiri Kabid KIP Ahmad Jajuli, Pranata Humas Ahli Muda Sugarda Bayu Ajie, dan Analis Kebijakan Muda Ulfahyanti dan para admin medsos OPD.
”Tadi kita ada acara ngonten bareng dengan seorang influencer, bertujuan agar pengelola medsos OPD bisa kreatif berdampak terhadap kebutuhan masyarakat serta dapat dilihat oleh seluruh masyarakat,” kata Surtaman.
Menurut Surtaman, jika menyajikan konten-konten yang menarik, baik dalam bentuk foto, flayer maupun video akan berdampak terhadap masyarakat interest terhadap konten-konten yang dibagikan OPD berkenaan dengan hasil kinerja atau informasi pembangunan di Kabupaten Serang.
"Makanya kita kumpulkan para admin medsos OPD, karena jujur, seluruh OPD belum punya basic semuanya, bagaimana cara ngonten yang baik. Itu yang disebut dengan cakap digital," terangnya.
Hingga saat ini, kata Surtaman, konten-konten yang dishare melalui medsos OPD masih terbilang kaku, dan tidak mendasar terhadap kebutuhan masyarakat lantaran yang disuguhkan hanya sifatnya seremonial.
"Sehingga, perlu diberikan sebuah edukasi oleh Kaka Adam. Alhamdulillah mereka semangat dan mudah-mudahan setelah ini konten-konten OPD lebih baik, lebih kepada berkebutuhan masyarakat," ujarnya.
Untuk itu, kata Surtaman, pentingnya mempunyai kemampuan literasi digital agar memahami bagaimana membuat konten yang baik di media sosial terkait dengan kinerja OPD melalui media sosial.
"Karena perlu diingat, seluruh kinerja OPD bisa terlihat jika ditampilkan di medis sosial,” pungkasnya.
Sementara itu, Content Creator, Adam Badru Janedra mengatakan, untuk konten-konten pemerintah banyak yang diskip karena dianggap tidak penting.
Namun demikian, kata Adam, konten pemerintah bisa bagus jika memahami tiga pilar, di antaranya hook atau elemn pem buka dengan durasi tiga detik.
"Di awal itu beberapa temen-temen juga tadi banyak bilang kalau dia lupa bikin hook, valuenya emang dapat, tapi hooknya sama, ajakan orangnya untuk bisa berbuat itu belum ada," ujarnya.
Menurut Adam, konten pemerintahan bisa menjadi minat warga untuk menonton kontennya asal memahami tiga pilar, yakni adanya hook, valuenya jelas dan funny atau bahasanya.
"Pakai bahasanya yang tidak berat, tapi pakai bahasa yang humanis dan bahasa yang netral," tuturnya. (*/red)
