-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

AKBP Condro Sasongko Akhiri Tugas, PERWAST: Banyak Kenangan yang Tak Bisa Dilupakan

By On Sabtu, Januari 10, 2026


SERANG, KabarViral79.Com Banyak kenangan yang tak dapat dilupakan. Mungkin kalimat itu yang pantas diungkapkan untuk AKBP Condro Sasongko

Pasalnya, eks Kapolres Serang, Banten, itu dikenal bukan hanya karena prestasinya dalam penegakan hukum, tetapi juga karena kepribadiannya yang kocak dan akrab dengan masyarakat.

Sosok Condro Sasongko juga dikenal karena ciri khasnya, kepala plontos, dan gaya kepemimpinan yang dekat dengan bawahannya. 

Ia selalu mengajak masyarakat untuk berinteraksi tanpa menjaga jarak, menjadikan dirinya figur pemimpin yang disukai banyak orang.

Ketua Perkumpulan Wartawan Serang Timur (PERWAST), Mansar menilai bahwa gaya kepemimpinan Condro memiliki pola yang unik, bisa merangkul semua kalangan.

“Beliau bukan hanya Kapolres, tapi juga sahabat masyarakat. Beliau selalu memberi ruang untuk berdialog dan berkontribusi positif,” ujarnya.

Menurut Mansar, sosok Condro Sasongko dikenal tidak hanya sebagai pemimpin yang tegas dan profesional, tetapi juga sosok yang humoris dan dekat dengan seluruh elemen masyarakat.

“Ya, melalui pendekatan yang santai namun tetap berwibawa, beliau mampu membangun hubungan yang harmonis dengan berbagai elemen masyarakat,” tuturnya.

Hal senada dikatakan Pembina PERWAST, Angga Apria Siswanto. Menurutnya, AKBP Condro Sasongko kerap turun langsung ke lapangan dan berinteraksi dengan warga menyampaikan pesan kamtibmas melalui program Ngariung Iman Ngariung Iman.

“Dengan gaya komunikasi yang hangat dan humoris, beliau mampu mencairkan suasana, membuat masyarakat merasa lebih nyaman dalam menyampaikan aspirasi dan permasalahan yang mereka hadapi,” ujarnya.

AKBP Condro Dimata Insan Pers

Penasehat PERWAST, Yusa Qorni mengatakan, bahwa AKBP Condro merupakan sosok pemimpin yang mampu menterjemahkan kondisi terkini dan tanpa tedeng aling-aling membahasnya bersama rekan-rekan media.

“Ya, secara ilmu komunikasi, kemampuan beliau di atas rata-rata, apa yang dia sampaikan sangat mengena dan mudah kita pahami,” ujar Yusa.

Seperti diketahui, AKBP Condro kerap ngopi bareng, dan berdiskusi dengan awak media. Dia selalu hadir secara spontan, menyapa para jurnalis, duduk santai, dan menikmati kopi serta gorengan bersama.

Momen tersebut menjadi ajang diskusi ringan terkait isu-isu di wilayah hukum Polres Serang. 

“Kita ngobrol santai aja. Kebetulan saya lewat sini, dan mampir di Polsek Cikande,” kata Condro kala itu di Mapolsek Cikande, Selasa, 02 Desember 2025.

Ia menilai, obrolan santai seperti ini bisa memunculkan ide-ide segar serta memperkuat komunikasi yang sehat antara Polri dan media.

AKBP Condro Sasongko kini mengemban amanah baru sebagai Kepala Bagian Pembinaan Karier (Kabagbinkar) Biro SDM Polda Jawa Barat (Jabar).

Jabatan baru yang diemban AKBP Condro Sasongko tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/2781 B/XII/KEP/2025.

Kini, jabatan Kapolres Serang diisi oleh AKBP Andri Kurniawan.

“Kami berharap kepada Kapolres yang baru, AKBP Andri, minimal capaiannya sama. Namun kami tidak bisa memaksakan Kapolres yang baru untuk copy paste gayanya Condro, karena setiap pemimpin memiliki gayanya sendiri,” tutur Yusa.


Diantar Lepas Ribuan Warga

Kegiatan lepas sambut Kapolres Serang dari AKBP Condro Sasongko kepada AKBP Andri Kurniawan yang digelar di lapangan Mapolres Serang, pada Jumat, 09 Januari 2026, dihadiri ribuan warga dari berbagai lapisan masyarakat.

Warga dari kalangan Buruh, Tokoh Agama, Organisasi Masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat, Komunitas Ojek Online, Kelompok Tani, hingga Ibu-ibu hadir memenuhi lapangan Mapolres Serang.

Kehadiran ribuan warga tersebut mencerminkan kedekatan emosional antara Kepolisian dan masyarakat selama kepemimpinan Condro Sasongko.

Momen paling menyentuh terjadi saat prosesi pelepasan. AKBP Condro Sasongko meninggalkan Mapolres Serang dengan berdiri di atas kendaraan komando yang biasa digunakan dalam aksi unjuk rasa.

Kendaraan tersebut secara khusus disiapkan oleh elemen buruh sebagai simbol penghormatan.

Lambaian tangan, sorak dukungan, dan suasana haru mengiringi kepergian Condro Sasongko.

Peristiwa itu menjadi gambaran kuatnya ikatan emosional antara Kepolisian dan masyarakat di Kabupaten Serang yang diharapkan terus terjaga di bawah kepemimpinan Kapolres yang baru.

AKBP Condro Sasongko menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan masyarakat selama dirinya bertugas hampir dua tahun di Kabupaten Serang.

“Saya merasa terhormat bisa menjadi bagian dari masyarakat Kabupaten Serang. Terima kasih atas penerimaan dan kebersamaan yang luar biasa,” ujar Condro.

Sementara itu, Kapolres Serang yang baru, AKBP Andri Kurniawan menegaskan, dirinya siap melanjutkan berbagai program positif yang telah dibangun pendahulunya.

Dia berharap dapat diterima dan didukung oleh seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Serang.

“Saya siap melanjutkan pengabdian dan mendampingi masyarakat. Mulai hari ini, saya berkomitmen hadir dan melayani warga Kabupaten Serang,” pungkasnya.

Profil AKBP Condro

Lahir di Trenggalek, Jawa Timur (Jatim), pada tahun 1979, Condro Sasongko mengawali karirnya sebagai Bintara Polisi sebelum kemudian berhasil lolos seleksi Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 2001. 

Prestasinya dalam bela diri Judo turut mengantarkannya menjadi bagian dari Akpol. Setelah menyelesaikan pendidikan selama empat tahun, ia dilantik dengan pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda) pada tahun 2005 dan ditempatkan di Polda Metro Jaya.

Perjalanan karir Condro berlanjut di Polda Jawa Barat (Jabar), di mana ia menjabat sebagai Kasatreskrim Polresta Bogor dari tahun 2014 hingga 2016. 

Pada tahun 2021, ia dipindahkan ke Polda Banten, dan karirnya semakin menanjak. Di sini, ia menjabat sebagai Kasubdit Indagsi dan Tipidter di Direktorat Reserse Kriminal Khusus. 

Selama menjabat, Condro berhasil mengungkap berbagai kasus besar yang menjadi perhatian publik dan atensi Kapolri serta Kapolda Banten.

Salah satu prestasi besar Condro adalah keberhasilannya membongkar industri shampoo dan minyak rambut palsu yang beroperasi di Kabupaten Tangerang pada Desember 2021.

Selain itu, ia juga berhasil mengungkap kecurangan penjualan BBM di SPBU Gorda, Kabupaten Serang, yang telah berlangsung sejak tahun 2016. Kasus ini menyebabkan kerugian negara hingga Rp 7 miliar.

Pada tahun 2023, Condro bersama timnya juga berhasil mengungkap penyelewengan distribusi beras Bulog bersubsidi untuk operasi pasar. 

Sebanyak 550 ton beras disita sebagai barang bukti, dan 12 orang ditetapkan sebagai tersangka.

Prestasi lainnya adalah keberhasilan Condro dalam mengungkap berbagai aktivitas penambangan ilegal di wilayah tugasnya.

Ia mengklaim bahwa penanganan kasus penambangan ilegal yang diungkapnya adalah yang tertinggi di Indonesia, dengan total 31 kasus. Penambangan emas, batu bara, dan pasir silika termasuk di antaranya.

Sebelum menjabat sebagai Kapolres Serang, Condro juga berhasil menggulung sindikat penyalahgunaan gas elpiji berskala besar di Kota Tangerang. Omzet dari bisnis ilegal ini mencapai lebih dari Rp 1 miliar per hari. (*/red)

Ini Sosok Irjen Pol Suyudi Ario Seto, Mantan Kapolda Banten yang Dilantik Prabowo Jadi Kepala BNN

By On Senin, Agustus 25, 2025

Irjen Pol Suyudi Ario Seto

JAKARTA, KabarViral79.Com Presiden Prabowo Subianto melantik Irjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin, 25 Agustus 2025.

Irjen Pol Suyudi diangkat sebagai Kepala BNN berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia (RI) Nomor 118/TPA Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dari dan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Utama di Lingkungan Badan Narkotika Nasional.

Suyudi sebelumnya pernah menjabat sebagai Kapolda Banten sejak 26 Juni 2024.

Per tanggal 5 Agustus 2025, ia dimutasi sebagai perwira tinggi Bareskrim Polri dalam rangka penugasan di luar struktur organisasi sesuai Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/1764/VIII/KEP./2025.

Setelah dilantik Prabowo hari ini, ia telah resmi menjadi Kepala BNN.

Karier

Suyudi lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Karirnya dimulai sejak ia menjadi Kapolsek Metro Pasar Minggu, lalu Kapolsek Metro Tanah Abang, dan Kapolsek Metro Penjaringan.

Suyudi juga berpengalaman atau spesialis di bidang reserse dengan pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan dan Kanit Jatanras Polda Metro Jaya.

Ia juga pernah menjabat Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, dan Kanit Resmob Bareskrim Polri.

Jenderal bintang dua ini juga pernah menduduki jabatan sebagai Kapolres Majalengka tahun 2014.

Setahun kemudian Suyudi menjabat Kapolres Bogor, lalu menjadi Wakapolres Metro Jakarta Barat.

Pada 2016, Suyudi kembali lagi ke Jawa Barat menjadi Kapolresta Bogor Kota. Tahun 2017, Suyudi menjadi Kapolres Metro Jakarta Pusat, dan lalu diangkat sebagai analis kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri.

Setelah dua tahun dipercaya menjabat Dirreskrimum Polda Metro Jaya, ia kemudian diangkat menjadi Wakapolda Metro Jaya.

Menjelang pelaksanaan Pilkada 2024, Suyudi dilantik menjadi Kapolda Banten menggantikan Irjen Pol Abdul Karim yang dimutasi sebagai Kadiv Propam.

Prestasi

Suyudi pernah mengungkap sejumlah perkara besar selama memimpin Polda Banten.

Salah satunya kasus pemerasan PT Chandra Asri Alkali yang menjerat petinggi Kadin Cilegon.

Ia juga melahirkan inisiatif dalam program-program inovatif yang membantu pemerintah di Provinsi Banten menekan angka pengangguran.

Program yang diinisiasi Suyudi untuk membantu masyarakat Banten adalah Polisi Peduli Pengangguran (Poliran).

Polda Banten sampai membangun balai untuk melatih pengangguran usia produktif, korban PHK, hingga mantan warga binaan pemasyarakatan agar menjadi warga negara yang mandiri dan produktif.

Program Poliran dinilai menyentuh akar masalah sosial di Banten melalui pendekatan tiga sektor, industri (pelatihan kerja dan soft skill), ketahanan pangan (pertanian, peternakan, perikanan), dan lingkungan hidup (pengelolaan sampah dan limbah).

Berkat inovasi tersebut, ia mendapatkan penghargaan dari Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI Yandri Susanto. (*/red)

Kompol Arief Nazaruddin Yusuf, Mantan Kasat Reskrim Polresta Tangerang ini Resmi Jabat Wakapolres Cilegon

By On Senin, Agustus 25, 2025

Kompol Arief Nazaruddin Yusuf (tengah) saat serah terima jabatan, di halaman Mapolres Cilegon, Jumat, 22 Agustus 2025.  

CILEGON, KabarViral79.Com Kompol Arief Nazaruddin Yusuf, mantan Kasat Reskrim Polresta Tangerang ini resmi menjabat Wakapolres Cilegon.

Kompol Arief diangkat jadi Wakapolres Cilegon sesuai dengan Surat Telegram Kapolda Banten Nomor: ST/870/VII/KEP/2025 tanggal 4 Agustus 2025 tentang mutasi jabatan perwira di lingkungan Polda Banten.

Kompol Arief resmi menjabat Wakapolres Cilegon menggantikan Kompol Rifki Seftirian Yusuf.

Serah terima jabatan (Sertijab) pun telah dilakukan pada Jumat, 22 Agustus 2025, di halaman Mapolres Cilegon.

“Mutasi jabatan dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja, assessment, serta pertimbangan profesionalitas, komitmen, dan integritas terhadap organisasi,” ujar Kapolres Cilegon, AKBP Martua Raja kepada wartawan, Senin, 25 Agustus 2025.

Martua menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian selama menjabat.

Kompol Rifki Seftirian Yusuf, yang hampir dua tahun bertugas sebagai Wakapolres Cilegon, dinilai telah memberikan kontribusi positif dalam pengawasan dan pengendalian pelaksanaan tugas kepolisian.

Martua berharap kepada pejabat baru agar segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, menjaga kekompakan dan menciptakan suasana kerja yang harmonis.

Dia juga berharap ada terobosan kreatif dalam menjawab tantangan ke depan.

“Kepada seluruh personel Polres Cilegon untuk selalu bekerja dengan keikhlasan, menjaga profesionalitas, dan bersama-sama mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Cilegon,” ujarnya. (*/red)

Ini Sosok Letjen Djon Afriandi, Peraih Adhi Makayasa yang Jadi Panglima Kopassus

By On Selasa, Agustus 19, 2025

Letjen Djon Afriandi yang kini dilantik jadi Panglima Kopassus

JAKARTA, KabarViral79.Com Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto mempromosikan Djon Afriandi menjadi Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus).

Pangkat dipundaknya bertambah menjadi tiga, alias Letnan Jenderal (Letjen) TNI.

Diketahui, Djon Afriandi sebelumnya berpangkat Mayjen TNI dan menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus).

Letjen Djon Afriandi bersama Pati TNI lainnya dikukuhkan pada upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer (Gepaopshormil) di Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung pada Minggu 10 Agustus 2025.

Profil Djon Afriandi

Djon Afriandi merupakan Abituren Akademi Militer (Akmil) 1995 yang meraih predikat lulusan terbaik Adhi Makayasa. Djon Afriandi berpengalaman di Infanteri dari kecabangan Kopassus.

Pria kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat pada 14 Juni 1972 ini malang melintang di Korps Baret Merah. Dia mengawali karier militernya dengan menjadi Danton 3/2 Yon 13 Grup 1 Kopassus (1997).

Dilanjutkan menjadi Danton 2/2 Yon 13 Grup 1 Kopassus (1997), Danton 2/1 Yon 11 Grup 1 Kopassus (1998), dan Danton 1/1 Yon 11 Grup 1 Kopassus (1998).

Alumnus SMAN 2 Bandung itu kemudian dimutasi menjadi Danki 3 Yon 11 Grup 1 Kopassus (2001). Pada 2022, putra Mayjen TNI (Purn) Afifudin Taif ini diberi tugas menjadi Pasilat Ops Grup 1 Kopassus.

Selanjutnya, Djon Afriandi ditunjuk menjadi Wadanyon 23 Grup 2 Kopassus (2007), Pabandya Ops Kopassus (2009), dan Danyon 13 Grup 1/Kopassus (2010-2011).

Hampir 14 tahun bertugas di Kopassus, Djon Afriandi mendapat tugas baru pada Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Master of Science in Defense Analysis from Naval Postgraduate School (NPS) USA ini mengemban amanat sebagai Danden 1 Grup A Paspampres (2011-2013).

Djon mendapat promosi menjadi Wadan Grup A Paspampres. Pemilik Brevet Kualifikasi Komando Kopassus itu kembali ke rumah lamanya dengan menjabat sebagai Asisten Operasi (Asops) Danjen Kopassus. Selanjutnya dia diplot sebagai Komandan Grup 1/Kopassus pada 2017.

Portofolionya semakin bertambah ketika dia dipercaya masuk ring 1 KSAD. Di era kepemimpinan Jenderal TNI Mulyono, Djon Afriandi dipromosikan menjabat Koorspri KSAD.

Tak lama dia kembali dipercaya memegang tongkat komando teritorial/kewilayahan dengan menjabat Komandan Korem 012/Teuku Umar dari tahun 2020 hingga 2022.

Kariernya makin moncer ketika ditunjuk menjadi Komandan Resimen Taruna (Danmentar) Akmil pada 2022. Sekaligus mengantarkannya pecah bintang menjadi jenderal bintang satu alias Brigadir Jenderal (Brigjen).

Dia juga pernah menduduki jabatan sebagai Staf Khusus KSAD dari tahun 2023 hingga 2024, promosi menjadi Danjen Kopassus dan yang terbaru dipromosikan menjadi Panglima Kopassus. (*/red)

Ini Sosok Komjen Dedi Prasetyo, Wakapolri Baru yang Ditunjuk Kapolri Sigit

By On Rabu, Agustus 06, 2025

Komjen Dedi Prasetyo. 

JAKARTA, KabarViral79.ComKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjuk Komjen Dedi Prasetyo menjadi Wakapolri. Ia menggantikan posisi Komjen Ahmad Dofiri yang telah pensiun.

“Secara keseluruhan terdapat 61 personel yang dimutasi, dengan rincian 34 personel promosi/flat, 4 personel penugasan khusus (Gassus), dan 23 personel pensiun,” ujar Kadiv Humas, Irjen Pol Sandi Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 05 Agustus 2025.

Mutasi itu tertuang dalam dua surat, yakni Nomor Kep/1186/VIII/2025 dan Nomor ST/1764/VIII/KEP./2025, yang diterbitkan pada 5 Agustus 2025.

Profil Komjen Dedi Prasetyo

Dilansir dari laman humas.polri.go.id, Komjen Dedi Prasetyo merupakan perwira tinggi kelahiran Magetan, Jawa Timur (Jatim), pada 26 Juli 1968.

Dedi Prasetyo kemudian menyelesaikan pendidikan sebagai perwira tinggi Polri pada Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) pada 1990.

Saat itu di masa Orde Baru, Akademi Kepolisian belum dipisah dan masih menjadi satu dengan Akabri.

Setelah lulus dari pendidikan, Dedi Prasetyo mengawali karier profesional sebagai Kaurbinopsnal Satreskrim Polres Lamongan pada Polda Jatim.

Kariernya terus menanjak dan berselang enam tahun kemudian, Dedi diberi jabatan sebagai Kapolsek Serpong pada Polresta Tangerang, di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Selanjutnya pada 2008, Dedi diberi tugas baru sebagai Kapolres Kediri Kota, Jatim.

Dedi kemudian menjabat sebagai Karo SDM Polda Jawa Tengah pada 2012 berpangkat Komisaris Besar.

Setelah itu, Dedi Prasetyo diangkat sebagai Wakapolda Kalimantan Tengah pada 2017 dan naik pangkat menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen).

Kemudian Dedi ditarik ke Mabes Polri untuk ditempatkan sebagai Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri pada 2018.

Pada 2019, Dedi Prasetyo diberi tugas sebagai Karobinkar SSDM Polri.

Setahun setelah itu Dedi kembali ditugaskan ke wilayah menjadi Kapolda Kalimantan Tengah.

Dedi lalu kembali ditarik ke Mabes Polri dan menjabat sebagai Kadiv Humas Polri sejak 2021.

Namanya juga pernah menempati Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia pada 26 Februari 2023-11 November 2024.

Setelah itu, Dedi Prasetyo ditunjuk menjadi Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri pada 11 November 2024.

Kini lewat Surat Telegram Nomor:ST/1764/VIII/KEP./2025 per tanggal 5 Agustus 2025, Komjen Dedy Prasetyo ditunjuk sebagai Wakapolri oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Ia menggantikan Ahmad Dofiri yang pensiun pada akhir Juni lalu. (*/red)

Tantangan Menuju Swasembada Energi di Era Presiden Prabowo Subianto

By On Jumat, November 22, 2024

Feby Priyatna Kusumah (Paling Kiri). 

JAKARTA, KabarViral79.Com – Presiden Prabowo Subianto menetapkan swasembada energi sebagai prioritas utama pemerintahannya, berupaya mengurangi ketergantungan impor energi sekaligus memaksimalkan potensi sumber daya energi lokal.

Visi ini, yang diutarakan dalam pidato perdananya di Gedung DPR/MPR RI, menyatakan pentingnya ketahanan energi di tengah situasi geopolitik yang tidak stabil.

Menurut Prabowo, ancaman geopolitik dan kemungkinan krisis energi global membuat Indonesia harus mandiri dalam pemenuhan energinya sendiri.

“Kalau terjadi hal yang tidak kita inginkan, sulit akan dapat sumber energi dari negara lain. Karena itu, kita harus swasembada energi, dan kita mampu untuk swasembada energi,” tegas Prabowo.

Namun, mewujudkan swasembada energi masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia, terutama dalam aspek infrastruktur, regulasi, dan sumber daya manusia (SDM). Hal ini disampaikan oleh Feby Priyatna Kusumah, praktisi sektor energi nasional.

Feby memberikan pandangannya tentang tantangan utama dalam mencapai swasembada energi. Feby, yang berpengalaman dalam proyek EPC (Engineering, Procurement, and Construction) di berbagai perusahaan energi, menyebut bahwa pembangunan infrastruktur dan investasi teknologi perlu dipercepat untuk menciptakan ketahanan energi yang berkelanjutan.

“Pembangunan infrastruktur energi kita masih belum optimal, terutama dalam hal distribusi dan penyimpanan energi di daerah terpencil. Dibutuhkan investasi besar-besaran untuk memastikan energi dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

Energi Terbarukan

Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya pengembangan energi terbarukan untuk mencapai swasembada energi. Indonesia memiliki potensi besar di sektor ini, mulai dari energi surya hingga panas bumi. Namun, realisasinya masih terganjal oleh minimnya teknologi penyimpanan energi yang memadai dan keterbatasan akses ke pembiayaan untuk energi hijau.

Feby yang memberi perhatian besar pada tantangan carbon dalam energi terbarukan menilai bahwa pemerintah perlu meningkatkan kerjasama riset dan pengembangan teknologi energi, baik dengan institusi dalam negeri maupun asing.

“Riset dan pengembangan lokal sangat penting untuk mempercepat adopsi teknologi yang relevan dengan kondisi geografis Indonesia. Jika teknologi penyimpanan energi bisa ditingkatkan, kapasitas energi terbarukan kita akan lebih bisa diandalkan,” katanya.

Pemerintah telah merencanakan percepatan pembangunan infrastruktur energi terbarukan untuk menambah porsi energi bersih dalam bauran energi nasional. Namun, menurut Feby, upaya ini tidak hanya memerlukan investasi finansial, tetapi juga penyiapan SDM berkualitas yang mampu mengelola dan memelihara teknologi energi terbarukan.

“Kualitas sumber daya manusia kita masih perlu ditingkatkan, terutama dalam teknologi terbarukan. Program pelatihan dan sertifikasi manajemen proyek perlu diperkuat, agar SDM lokal bisa mendukung kemandirian energi nasional,” jelasnya.

Feby juga menyoroti perlunya SDM yang berkualitas dalam mendukung implementasi teknologi energi terbarukan. Saat ini, program biodiesel yang terus meningkat menuntut teknologi uji coba yang handal, khususnya untuk memastikan keberhasilan campuran biodiesel lebih tinggi.

“Kualitas SDM kita perlu ditingkatkan melalui pelatihan manajemen proyek energi, terutama dalam teknologi baru seperti energi terbarukan,” tambah Feby.

Feby Priyatna Kusumah. 

Dari aspek sosial, Feby menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk mendukung visi swasembada energi.

“Perlu ada kampanye kesadaran agar masyarakat memahami pentingnya efisiensi energi dan transisi ke energi hijau. Dengan demikian, bukan hanya pemerintah yang bekerja keras, tetapi masyarakat juga ikut berkontribusi dalam mencapai kemandirian energi,” pungkasnya.

Regulasi yang Konsisten dan Dukungan Kebijakan

Di sisi lain, perubahan kebijakan yang sering terjadi dalam sektor energi menjadi salah satu kendala bagi swasembada energi. Feby menekankan pentingnya konsistensi regulasi untuk menjaga kepercayaan investor dalam proyek energi terbarukan.

“Konsistensi kebijakan sangat penting untuk menjaga kepercayaan investor. Jika regulasi terus berubah, sulit untuk menciptakan lingkungan investasi yang stabil dan jangka panjang di sektor ini,” ungkapnya.

Feby pun mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo untuk memperbaiki insentif dan revisi regulasi yang mendukung investasi dalam sektor energi terbarukan. Ini mencakup langkah-langkah untuk memperkuat investasi melalui Public-Private Partnership (PPP) dan memperbaiki tata aturan yang menghambat pengembangan energi baru dan terbarukan.

Dengan berbagai tantangan tersebut, perjalanan Indonesia menuju swasembada energi masih panjang. Namun, menurut Feby di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, komitmen untuk mengatasi tantangan ini semakin jelas, dengan dukungan dari para praktisi dan pemangku kepentingan yang memahami betul kompleksitas dan urgensinya.

Feby Priyatna Kusumah adalah seorang praktisi energi dengan pengalaman luas dalam pengelolaan proyek-proyek besar di sektor energi dan industri. Feby telah menduduki berbagai posisi strategis di sejumlah proyek energi, termasuk sebagai Advisor Director di PT Elnusa Fabrikasi Konstruksi (EFK), bagian dari Elnusa Tbk, anak usaha PT Pertamina Hulu Energy Subholding Pertamina (Persero). 

Sebelum di EFK, Feby telah banyak juga berkecimpung di bidang Man Power Supply (MPS) dan penyelenggara training sertifikasi keahlian engineer di cucu perusahaan Rekayasa Industri (Rekind) yaitu PT Rekayasa Cakrawala Resources (Recare) yang berada di bawah naungan holding BUMN, PT Pupuk Indonesia.

Pengalaman Feby lainnya mencakup manajemen proyek EPC (Engineering, Procurement, and Construction) dalam proyek-proyek penting seperti JTB Bojonegoro dan RDMP Balikpapan.

Kompetensi Feby dalam mengelola portofolio energi dan membangun strategi pemasaran di sektor energi membuatnya menjadi sosok yang memahami kebutuhan energi nasional yang kredibel dalam mendukung wacana swasembada energi Indonesia. (*/red)

Adam Mahardika, Purna Paskibraka Indonesia Perwakilan Lampung Utara Ini Jadi Protokoler Perbantuan HUT RI ke-79 di Istana Negara

By On Sabtu, Agustus 24, 2024


TANGERANG, KabarViral79.Com – Adam Mahardika menjadi perwakilan Lampung sebagai Protokoler Perbantuan di Istana Negara Jakarta.

Adam Mahardika yang kerap disapa Adam menjadi bagian untuk mempersiapkan pelaksanaan HUT RI ke-79.

Adam juga merupakan mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan Kotabumi Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang Periode 2023/2024 juga menjadi Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Lampung Utara. 

Proses penyeleksian oleh Pengurus Pusat Purna Paskibraka Indonesia (PP PPI) dilakukan secara berkala dimulai di tingkat daerah masing-masing kemudian hingga di tingkat pusat. Sampai diputuskan satu nama sebagai perwakilan PPI Provinsi Lampung, yaitu Adam Mahardika (Lampung Utara). 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pengurus Provinsi Lampung dan Pengurus Pusat Purna Paskibraka Indonesia atas dukungannya, dan terima kasih kepada masyarakat Indonesia atas doa sehingga perayaan HUT RI ke-79 sukses dilaksanakan,” ujarnya.

Adam sangat mengharapkan perhatian dari Pemerintah Lampung untuk mendukung prestasi anak muda dan juga memberikan peluang kepada anak muda untuk bisa mengimplementasikan pelajaran/ilmunya di daerah. 

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu perihal persiapan hingga keberangkatan ke Ibu Kota Jakarta sampai nanti kepulangan ke Lampung,” tutupnya. (Reno)