-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

AS-Israel Terus Lancarkan Serangan, Ratusan Warga Iran Mengungsi ke Pakistan

By On Selasa, Maret 03, 2026

Ilustrasi kepulan asap di Iran

TEHERAN, KabarViral79.Com - Amerika Serikat (AS) dan Israel terus melancarkan serangan ke Iran. Sebanyak 300 warga Iran memutuskan mengungsi ke Pakistan

Dilansir dari BBC, Selasa, 03 Maret 2026, sebanyak 300 warga Iran telah tiba di Pakistan, tepatnya di Provinsi Balochistan. Provinsi ini berbatasan dengan Iran. 

Balochistan merupakan salah satu wilayah yang bergejolak. Wilayah ini merupakan rumah bagi kelompok-kelompok separatis yang melakukan pemberontakan selama beberapa dekade. 

Diketahui, para pemimpin Pakistan saat ini tengah menyeimbangkan hubungan dengan AS. Tahun lalu, Pakistan menominasikan Presiden Trump untuk Nobel Perdamaian seiring meningkatnya hubungan baik dengan AS. 

Namun, meskipun mayoritas penduduknya adalah Sunni, terdapat komunitas Syiah di Pakistan yang sangat menentang perang di Iran. 

Terbaru, Israel melancarkan serangan ke Ibu Kota Iran, Teheran. Ledakan terdengar di langit-langit Teheran. 

Israel mengklaim serangan tersebut menargetkan komandan senior Republik Islam Iran di Teheran. Namun Israel tak merinci siapa yang ditargetkan. 

Bulan Sabit Merah Iran melaporkan, jumlah korban tewas akibat gelombang serangan AS dan Israel. Lebih dari 780 orang tewas di berbagai wilayah Iran sejak rentetan serangan dilancarkan pada Sabtu, 28 Februari 2026, waktu setempat. (*/red)

Ruslan Daud Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim di Simpang Mamplam Bireuen

By On Selasa, Maret 03, 2026

Ruslan Daud, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, menggelar buka puasa bersama sekaligus menyantuni anak yatim di kediaman orang tuanya di Desa Blang Panyang, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Ruslan Daud, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, menggelar buka puasa bersama sekaligus menyantuni anak yatim di kediaman orang tuanya di Desa Blang Panyang, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Senin, 2 Maret 2026 kemarin. 

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan agenda Reses untuk menyerap aspirasi masyarakat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh II. 

Dalam pertemuan itu, politisi yang akrab disapa HRD tersebut menampung beragam kebutuhan warga, mulai dari usulan pembangunan Jalan Inpres atau Inpres Jalan Daerah (IJD), program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), saluran irigasi pertanian, hingga program pemberdayaan masyarakat. 

HRD menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan seluruh aspirasi tersebut di tingkat pusat. 

Selain menyerap aspirasi, HRD turut menyoroti kondisi korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen yang hingga kini belum mendapatkan hak-hak dasar mereka sebagai penyintas bencana. 

Ia menilai, pemerintah harus segera menindaklanjuti kebutuhan hunian layak, bantuan pemberdayaan ekonomi, jatah hidup (jadup), hingga santunan kematian bagi korban meninggal. 

Ruslan Daud, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, menggelar buka puasa bersama sekaligus menyantuni anak yatim di kediaman orang tuanya di Desa Blang Panyang, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen. 

“Sangat kita sayangkan, saudara-saudara kita yang terdampak sudah hampir tiga bulan pasca bencana masih tinggal di bawah tenda dan belum menerima hak-hak mereka,” ungkapnya. 

Masyarakat terdampak bencana sebelumnya berharap dapat tinggal di hunian layak selama menjalani ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri tahun ini. 

HRD menegaskan, kegiatan buka puasa bersama yang digelar bukan hanya bentuk kepedulian di bulan suci, tetapi juga arahan dari Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar untuk memperkuat silaturahmi dan mendengarkan langsung keluhan warga desa. 

“Kami selalu menyerap berbagai aspirasi masyarakat dan Insya Allah akan terus berupaya memperjuangkannya di tingkat pusat,” ujar HRD. 

Pantauan di lapangan menunjukkan suasana akrab antara HRD—yang juga Ketua DPW PKB Aceh dengan masyarakat. Ia tampak berbaur dengan warga dari berbagai desa dan kecamatan yang hadir. 

Salah seorang warga Simpang Mamplam, Zulfahmi menyampaikan apresiasi atas kepedulian HRD selama ini. 

“Pak HRD selalu memperhatikan masyarakat bawah. Sejak menjadi Bupati Bireuen hingga kini duduk di DPR RI, beliau selalu cepat tanggap membantu warga,” ujarnya. (Joniful Bahri)

Menko PMK Pratikno Salurkan Rp 86,1 Miliar Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah untuk 4.347 KK di Bireuen

By On Selasa, Maret 03, 2026

Menko PMK Pratikno menyerahkan Bantuan Dana Stimulan Perbaikan Rumah Rusak Tahap II bagi korban bencana hidrometeorologi siklon senyar

BIREUEN, KabarViral79.Com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bireuen, Selasa, 03 Maret 2026. 

Kunjungan tersebut dalam rangka penyerahan Bantuan Dana Stimulan Perbaikan Rumah Rusak Tahap II bagi korban bencana hidrometeorologi siklon senyar. 

Dalam kesempatan itu, Menko PMK turut didampingi Sekretaris Utama BNPB Rustian, Dirjen Adwil Kemendagri Safrizal, serta Deputi Kemenko PMK Lilik Kurniawan

Mereka menyerahkan bantuan stimulan secara simbolis kepada masyarakat penerima manfaat. 

Selain itu, Menko PMK juga menyapa secara daring 13 Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang mengikuti penyerahan dana stimulan secara serentak yang dipusatkan di Kabupaten Bireuen. 

Total bantuan stimulan perbaikan rumah rusak yang disalurkan untuk Kabupaten Bireuen mencapai Rp 86.100.000.000 bagi 4.347 KK. 

Rinciannya sebagai berikut:

Rumah Rusak Ringan: 2.954 KK × Rp 15.000.000 = Rp 44.310.000.000 

Rumah Rusak Sedang: 1.393 KK × Rp 30.000.000 = Rp 41.790.000.000 

Dalam arahannya, Menko PMK menegaskan, bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan kehidupan warga. 

“Saya berharap dana stimulan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk perbaikan rumah yang rusak akibat banjir. Pemerintah Pusat akan terus melakukan verifikasi agar tidak ada warga terdampak yang terlewatkan,” ujarnya. 

Pada momentum kunjungan tersebut, Bupati Bireuen juga menyalurkan santunan bagi 200 anak yatim, yang bersumber dari gaji pribadinya sebagai bentuk kepedulian sosial. 

Santunan diserahkan langsung bersama Menko PMK, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, dan Bupati Bireuen. 

Acara ini turut dihadiri jajaran Forkopimda Bireuen, Tokoh Masyarakat, Ulama Karismatik, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan, Muspika, serta para Keuchik. 

Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama seluruh elemen masyarakat, menghadirkan suasana penuh kekeluargaan dan optimisme untuk bangkit dari dampak bencana. (Joniful Bahri)

Lautan Bendera Kuning “Kepung” Ekshumasi Gita Fitri, Kepahiang Bergetar Tuntut Keadilan!

By On Selasa, Maret 03, 2026

 


KEPAHIANG, KabarViral79.Com - Batu Bandung memanas. Ratusan warga tumpah ruah di sepanjang jalan menuju pemakaman, mengibarkan bendera kuning serentak sebagai simbol duka sekaligus perlawanan. Nama Gita Fitri (25) kini menggema di Kabupaten Kepahiang. Satu tuntutan mereka lantang: ungkap kebenaran, jangan ada yang ditutup-tutupi!

Sejak pagi, suasana haru bercampur amarah. Bendera kuning berkibar bak gelombang, menyelimuti akses menuju makam. Warga berdiri berjejer, sebagian meneteskan air mata, sebagian lagi mengepalkan tangan—menanti kejelasan atas kematian yang kini menjadi sorotan publik.

Di tengah tekanan publik yang kian menguat, Tim Dokter Kepolisian (Dokpol) dari Polda Bengkulu turun langsung melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam untuk kepentingan autopsi forensik. Langkah ini dinilai sebagai fase krusial dalam membongkar penyebab pasti kematian korban.

Autopsi dilakukan untuk mendapatkan bukti ilmiah dan forensik yang sahih—menjawab spekulasi, mematahkan rumor, serta memastikan penyidikan berjalan sesuai prosedur hukum.

Kasat Reskrim setempat, Bintang Yudha Gama, sebelumnya telah memastikan tindakan tersebut.

“Iya, kita akan lakukan otopsi,” tegasnya.

Pernyataan itu kini menjadi pegangan publik. Hasil autopsi disebut-sebut sebagai kunci utama yang akan menentukan arah perkara: apakah ada unsur pidana, atau tidak.

Aksi ratusan bendera kuning bukan sekadar simbol duka. Ini adalah pesan keras kepada aparat: transparansi adalah harga mati. Warga meminta proses hukum dilakukan profesional, objektif, dan terbuka.

Secara hukum, hasil autopsi nantinya dapat menjadi alat bukti penting dalam penyidikan. Jika ditemukan indikasi tindak pidana, proses dapat meningkat ke tahap penyidikan lebih lanjut sesuai ketentuan KUHAP dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, proses hukum masih berjalan. Aparat belum menyimpulkan penyebab kematian dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak terpancing isu yang belum terverifikasi.

Namun satu hal tak terbantahkan: Kepahiang sedang menunggu jawaban.

Dan ratusan bendera kuning telah menjadi simbol bahwa publik tidak akan diam sampai kebenaran benar-benar terungkap.

Siswa Keracunan MBG di Bireuen Diduga Terima Uang Tunai Rp 200 Ribu Saat Dirawat, Pengelola Program Belum Beri Penjelasan

By On Senin, Maret 02, 2026

Siswa yang mengalami keracunan MGB hingga kini masih menjalani perawatan di Puskesmas Simpang Mamplam, Bireuen. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Puluhan siswa yang mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Aceh, dilaporkan menerima uang tunai saat menjalani perawatan medis. 

Informasi yang dihimpun menyebutkan, para siswa yang sempat dirawat di Puskesmas Simpang Mamplam masing-masing menerima uang sebesar Rp 200 ribu. 

Pemberian uang tersebut diduga berasal dari pihak pelaksana program MBG di tingkat kecamatan. 

Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya pembagian uang tersebut. 

Ia menyebut, uang diberikan ketika anaknya masih berada dalam proses pemeriksaan dan perawatan di Puskesmas. 

"Saat kami di Pukesmas memang benar ada diberikan uang Rp 200 ribu. Informasinya dari pengelola MBG kecamatan untuk anak-anak yang dirawat,” ujarnya kepada wartawan, Minggu, 01 Maret 2026. 

Meski menerima uang itu, para orang tua menegaskan bahwa fokus utama tetap pada pemulihan kesehatan anak-anak mereka. 

Sebelumnya, para siswa mengalami keluhan mual, muntah, dan pusing setelah menyantap menu MBG yang dibagikan pihak sekolah. 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi mengenai tujuan pemberian uang tersebut—apakah dimaksudkan sebagai bentuk bantuan selama perawatan atau sebagai bentuk kepedulian dari pelaksana program di lapangan. 

Pihak pengelola MBG Kecamatan Simpang Mamplam juga belum memberikan keterangan rinci terkait sumber dana maupun alasan pemberian uang tunai kepada siswa yang dirawat. 

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan siswa di salah satu sekolah di Simpang Mamplam harus mendapat penanganan medis akibat gejala yang diduga terkait keracunan makanan. 

Dinas Kesehatan setempat telah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.(Joniful Bahri)

IWO Indonesia Banten Berbagi Takjil di Kelapa Dua, Pererat Silaturahmi dan Isi Ramadan dengan Aksi Sosial

By On Senin, Maret 02, 2026

 


SERANG, KabarViral79.Com – Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) IWO Indonesia Provinsi Banten menggelar aksi sosial berbagi takjil di kawasan Kelapa Dua, Kota Serang, Senin (02/03/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Ramadan organisasi profesi wartawan online tersebut.

Aksi yang dikomandani Ketua DPW IWO Indonesia Banten, Mevi Amirullah, menyasar warga sekitar Kelapa Dua serta para pengendara roda dua yang melintas di Jalan H. Sulaeman, tepatnya di depan Saung Ririungan.

Mevi Amirullah mengatakan, kegiatan berbagi takjil merupakan bagian dari program kerja DPW IWO Indonesia Banten di bidang keagamaan, khususnya dalam mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Ya, hari ini kita berbagi takjil untuk warga masyarakat di sekitar Kelapa Dua, khususnya para pengendara kendaraan bermotor yang melintas di Jalan H. Sulaeman. Ini sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan di bulan penuh berkah,” Ucap Mevi di sela kegiatan.

Lebih lanjut Menurut ketua DPW Banten, Ramadan menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, tidak hanya di internal organisasi, tetapi juga dengan masyarakat luas. Ia berharap kegiatan tersebut dapat membawa keberkahan sekaligus memperkuat citra wartawan sebagai insan yang peduli terhadap lingkungan sosial,Ujarnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris DPW IWO Indonesia Banten, Roni Fahri, menambahkan bahwa kegiatan berbagi takjil tersebut juga bertepatan dengan agenda Rapat Koordinasi antara pengurus DPW IWO Indonesia Banten dan jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Rapat koordinasi tersebut dihadiri langsung Ketua Umum DPP IWO Indonesia, Icang Rahardian, beserta jajaran pengurus DPP lainnya, dengan mengusung tema “Breaking the Fast Together”.

“Kegiatan berbagi takjil ini bertepatan dengan kehadiran Ketua Umum IWO Indonesia, Pak Icang Rahardian, dalam rapat koordinasi bersama pengurus DPW Banten. Jadi selain rapat, kita juga melaksanakan aksi sosial sebagai wujud kebersamaan,” tandas Roni.

Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat serta para pengguna jalan yang melintas. DPW IWO Indonesia Banten berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program sosial yang bermanfaat, khususnya selama bulan Ramadan.

(Suprani IWO-I Kabser)

Eratkan Silaturahmi, Keluarga Besar Bediler Malingping Gelar Buka Bersama

By On Senin, Maret 02, 2026

 


LEBAK, KabarViral79.Com – Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Keluarga Besar Bediler Malingping Shooting Club (BMSC) menggelar acara buka puasa bersama di Kampung Cikeusik Timur, Desa Malingping Selatan, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Minggu (01/03/2026).

Acara yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di kediaman Pembina BMSC, H. Ucu Sukardi. Selain pengurus dan anggota, kegiatan ini juga diramaikan oleh kehadiran para istri dan anak-anak dari anggota klub menembak tersebut.

Ketua BMSC sekaligus Pengurus Perbakin Lebak, Iyan Puziana, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada seluruh anggota yang hadir memboyong keluarga mereka.

“Marhaban Ya Ramadhan. Hari ini kita berkumpul untuk mempererat persaudaraan. Terima kasih kepada rekan-rekan yang sudah meluangkan waktu, juga kepada Bapak H. Ucu yang telah memfasilitasi tempat. Semoga ke depan BMSC semakin kompak dan solid dalam bingkai kekeluargaan,” ujar Iyan.

Di tempat yang sama, Pembina BMSC yang juga merupakan purnawirawan TNI AD dan Pengurus Perbakin Lebak, Muhammad Hadi, menambahkan bahwa pertemuan ini juga diisi dengan kegiatan arisan ibu-ibu anggota BMSC.

“Selain buka bersama, hari ini juga ada agenda rutin arisan ibu-ibu BMSC. Tujuannya jelas, agar antar keluarga saling mengenal lebih dekat sehingga hubungan kekeluargaan kita semakin kuat, tidak hanya antar anggota hobi menembak saja,” jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin tahunan untuk menjaga komunikasi dan harmoni di dalam organisasi Bediler Malingping Shooting Club.

(Angga/Uday)

PKB Kutuk Keras Israel-AS Bunuh Khamenei: Hari Ini Iran Jadi Target, Besok Bisa Jadi Negara Lain

By On Senin, Maret 02, 2026

Ketua Deplu dan Kerja Sama Internasional DPP PKB, Luluk Nur Hamidah (tengah). 

JAKARTA, KabarViral79.Com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan militer di Teheran

PKB menilai, peristiwa tersebut bukan hanya tragedi bagi Iran, tetapi juga ancaman serius bagi tatanan hukum internasional dan stabilitas global. 

Ketua Departemen Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional DPP PKB, Luluk Nur Hamidah mengatakan, berdasarkan berbagai laporan internasional, serangan tersebut dilakukan oleh Israel dengan dukungan Amerika Serikat (AS). 

“Peristiwa ini bukan hanya tragedi bagi Iran, tetapi juga pukulan serius bagi hukum internasional dan tatanan global yang selama ini dijunjung bersama,” ujar Luluk saat Konferensi Pers di kantor DPP PKB, Minggu, 01 Maret 2026. 

PKB mengutuk keras praktik pembunuhan politik melalui operasi militer terhadap pemimpin negara berdaulat. 

Menurut Luluk, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam hukum internasional maupun norma kemanusiaan. 

“Serangan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat ini tidak dapat dibenarkan dalam hukum internasional, tidak dapat diterima dalam norma kemanusiaan, dan berpotensi menciptakan preseden berbahaya bagi stabilitas dunia,” ujarnya. 

Luluk mengingatkan, jika praktik semacam ini dibiarkan, dunia akan bergerak menuju sistem internasional yang diatur oleh kekuatan militer, bukan oleh hukum. 

“Hari ini Iran menjadi target. Besok, negara mana pun dapat mengalami hal yang sama. Ketika pembunuhan terhadap pemimpin negara dianggap sah, maka tidak ada lagi jaminan keamanan bagi bangsa mana pun,” pungkasnya. 

PKB juga menyoroti ketiadaan sanksi tegas terhadap berbagai pelanggaran kemanusiaan sebelumnya, khususnya yang melibatkan Israel dalam tragedi kemanusiaan di Palestina. 

Menurut Luluk, standar ganda dalam penegakan hukum internasional telah membuka ruang bagi eskalasi kekerasan yang semakin luas. 

"Ketika standar ganda dipelihara, agresi akan terus berulang. Ketika keadilan tidak ditegakkan secara konsisten, konflik akan semakin meluas,” ujarnya. 

PKB menegaskan, kemanusiaan tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan geopolitik maupun dominasi kekuatan militer. 

“Dunia membutuhkan keadilan yang universal, bukan hukum yang hanya berlaku bagi yang lemah,” ujarnya. 

Dalam pernyataannya, PKB juga menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional untuk melakukan penyelidikan independen dan transparan atas serangan tersebut. 

Selain itu juga menjatuhkan sanksi tegas tanpa standar ganda, mendorong de-eskalasi konflik serta jalur diplomasi, dan melindungi warga sipil dari dampak konflik di kawasan Timur Tengah. 

"Ketidakadilan global hari ini adalah ancaman bagi perdamaian dunia esok. Jika dunia terus diam, maka yang akan tumbuh bukan stabilitas, tetapi spiral konflik tanpa akhir,” ujar Luluk. 

PKB turut menyampaikan solidaritas kepada rakyat Iran. 

"Semoga mereka diberi kekuatan dan ketabahan, dan semoga dunia internasional memiliki keberanian moral untuk menegakkan keadilan dan perdamaian sejati,” ucap Luluk. 

Diketahui sebelumnya, Israel menyerang Teheran, Iran, pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026

Setelah serangan itu, Israel menutup wilayah udaranya dan menetapkan keadaan darurat. 

Dilansir dari The Guardian, Israel menutup wilayah udara untuk mengantisipasi kemungkinan serangan balasan Iran dengan drone dan rudal. 

Juru Bicara Militer Israel menyatakan, serangan tersebut merupakan langkah pendahuluan untuk menghilangkan ancaman terhadap negaranya. 

Sementara itu, Kantor Berita Agence France-Presse melaporkan adanya dua ledakan yang terdengar di Teheran. 

Laporan Associated Press menyebutkan, serangan terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. AS disebut turut terlibat dalam serangan tersebut. 

Informasi itu disampaikan oleh sejumlah pejabat AS dan sumber lain yang mengetahui operasi tersebut. 

Serangan itu terjadi saat AS mengerahkan armada besar jet tempur dan kapal perang ke kawasan tersebut untuk menekan Iran agar mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya

Kantor Berita Tasnim dan Fars mengonfirmasi kematian Ayatollah Ali Khamenei. Namun, tidak ada detail seputar kematiannya yang diumumkan. 

Menyusul kematian Khamenei, Iran mendeklarasikan 40 hari masa berkabung dan tujuh hari hari libur nasional. (*/red)

Bareskrim Tangkap Kurir Narkoba Sindikat Ko Erwin di Warung Makan

By On Senin, Maret 02, 2026

Genda, kurir narkoba sindikat Ko Erwin ditangkap di Pekanbaru. 

JAKARTA, KabarViral79.Com - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menangkap Akhsan Al-Fadhil alias Genda, kurir narkoba sindikat bandar narkoba Ko Erwin di Pekanbaru, Riau. 

Genda ditangkap di warung makan di wilayah Pekanbaru, pada Selasa, 24 Februari 2026, sekira pukul 22.00 WIB. 

Adapun Genda bersama Erwin pernah mengedarkan sat kilogram narkoba jenis sabu. 

“Berdasarkan hasil analisis IT dan penelusuran keberadaan target, diperoleh informasi bahwa yang bersangkutan berusaha melarikan diri menuju wilayah Pekanbaru, Provinsi Riau,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 01 Maret 2026. 

Eko mengatakan, penangkapan bermula dari pengakuan Ko Erwin bahwa dalam mengedarkan narkoba tidak bertindak sendiri, melainkan bersama Genda. 

Genda berperan mengedarkan narkotika jenis sabu di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Saat diinterogasi, Genda mengakui bekerja sama dengan Ko Erwin mengedarkan 500 gram dan satu kilogram bersama Ko Erwin di Bima. 

“Yang diperoleh dari seseorang yang dikenal dengan sebutan Bos Aceh untuk selanjutnya diedarkan di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat,” tuturnya. 

Adapun sabu dibawa dari Jakarta menuju Bima melalui jalur darat menggunakan mobil Toyota Raize warna hitam milik Erwin. 

Setibanya di Hotel Marina Inn, Kota Bima, sekitar pukul 20.00 WITA, 500 gram sabu dibawa oleh Genda ke kamar nomor 415 untuk ditimbang ulang, kemudian barang tersebut disimpan di dalam kamar hotel. 

Kemudian, sabu diambil oleh Kasat Narkoba Polres Bima Kota, AKP Maulangi

Sementara, 1 kg sabu diambil oleh seseorang bernama Awan (DPO) yang terlebih dahulu mengambil kunci mobil Toyota Raize warna hitam dengan nomor polisi B 2262 PRG di kamar 415. 

"Karena sabu tersebut disimpan di dalam kendaraan tersebut di dalam tas warna hitam. Setelah itu Awan (DPO) membawa narkotika tersebut dengan menggunakan sepeda motor,” ujarnya. 

Genda beserta barang bukti dibawa dan diamankan oleh Tim Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bersama Satgas NIC untuk dibawa ke kantor guna dimintai keterangan lebih lanjut terkait jaringan peredaran narkotika tersebut. 

Sejumlah alat bukti yang diamankan yaitu, sabu seberat 500 gram, tiga buah foto copy KTP milik Genda, dua buah foto copy KTP milik Erwin Iskandar, satu kartu Lotte Member, satu buah kartu BPJS, dua buah ponsel, uang tunai sejumlah Rp.2.360.000, empat buah boarding pass, tiga buah kartu ATM, satu lembar kwitansi penyewaan satu unit kendaraan roda empat jenis Hicce. 

Diketahui sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menangkap buronan kasus narkotika, Erwin Iskandar alias Ko Erwin

Erwin Iskandar merupakan bandar narkoba yang diduga menyetor uang Rp 2,8 miliar kepada mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro. (*/red)

Khamenei dan Tujuh Pejabat Tinggi Iran Terbunuh dalam Serangan AS-Israel

By On Senin, Maret 02, 2026

Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei

TEHERAN, KabarViral79.Com - Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei tewas dalam perang yang dimulai oleh serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke negaranya.

elain Khamenei, sejumlah pejabat hingga putri dan cucu Khamenei juga tewas dalam serangan itu. 

Diketahui sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump mengumumkan kematian Khamenei akibat serangan Israel dan AS di Iran, pada Sabtu, 28 Februari 2026. 

"Khameini, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati," ujar Trump di jaringan media Social Truth miliknya, dilansir AFP. 

Pada Minggu, 01 Maret 2026, Iran mengkonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi mereka, Ali Khamenei, akibat serangan tersebut. Iran juga mengumumkan masa berkabung selama 40 hari. 

Dilansir dari CNN dan AFP, selain Khamenei, putri, menantu hingga cucu sang Pemimpin Tertinggi Iran itu juga tewas. 

Tak hanya itu, Komandan Garda Revolusi Iran, Mohammad Pakpour dan Menteri Pertahanan, Aziz Nasirzadeh juga tewas. 

Berikut daftar pejabat dan keluarga Khamenei yang tewas: 

1. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei 

2. Komandan IRGC Mayor Jenderal, Mohammad Pakpour 

3. Sekretaris Dewan Pertahanan Iran, Ali Shamkhani 

4. Menteri Pertahanan, Aziz Nasirzadeh 

5. Pejabat Intelijen Iran, Saleh Asadi 

6. Pejabat Penelitian Iran, Hossein Jabal Amelian 

7. Pejabat Penelitian Iran, Reza Mozaffari-Nia 

8. Penghubung pertahanan senior Iran, Mohammed Shirazi 

9. Putri Khamenei 

10. Menantu Khamenei 

11. Cucu Khamenei 


(*/red)

Safari Ramadan di Al Khairiyah, Gubernur Andra Soni Paparkan Program Sekolah Gratis

By On Senin, Maret 02, 2026

CILEGON, KabarViral79.Com - Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan, Al Khairiyah dan pendirinya Brigjen KH Syam’un yang juga pahlawan nasional, memiliki sejarah besar dalam pembangunan pendidikan di Indonesia. 

Di bidang pendidikan, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten telah melaksanakan Program Pendidikan Gratis

Hal itu disampaikan Andra Soni pada Syirafah (Syiar Ramadan Al Khairiyah) yang diselenggarakan di Universitas Al Khairiyah, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Sabtu, 28 Februari 2026. 

“Syiar Ramadan Al Khairiyah di bulan Ramadan sebagai bulan yang penuh keberkahan, mengajarkan kita tentang kepedulian, serta penguatan ukhuwah Islamiyah,” ujar Andra Soni. 

“Brigjen KH Syam'un, pahlawan nasional dari Banten sangat konsen pada sektor pendidikan,” imbuhnya. 

Andra Soni mengaku takjub atas perjuangan KH Syam’un pada tahun 1925 mendirikan Pesantren Salafi, Madrasah Al Khairiyah yang kini dikenal Universitas Al Khairiyah. 

Andra Soni menegaskan, beberapa hari ini Pemprov Banten keliling Safari Ramadan

“Kita diberi penghormatan oleh masyarakat luar biasa, dimana-mana kita bisa disambut. Padahal kita tahu tidak semua hal sudah kita kerjakan, masih banyak hal-hal yang belum kita kerjakan,” ucapnya. 

“Maka kita harus membalas penghormatan tersebut dengan kerja-kerja nyata, kerja-kerja dengan integritas untuk mewujudkan Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi", tegas Andra. 

Andra menjelaskan, pada tahun 2025 Pemprov Banten telah memulai program sekolah gratis untuk SMA, SMK, SKh yang ada di Provinsi Banten. 

“Ini juga merupakan bagian dari perjuangan kita, bagian dari perjuangan aulia untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Cilegon dan Provinsi Banten,” tuturnya. 

“Alhamdulillah, kurang lebih sekitar 60.730 anak-anak kita mengikuti program sekolah gratis, yang Insya Allah tahun ini akan meningkat dan kita akan menyasar anak-anak yang dari sekolah agama,” imbuhnya. 

Dalam kesempatan itu, Andra Soni juga memohon doa dan dukungan dalam pengusulan Ki Wasyid sebagai Pahlawan Nasional. 

Sementara itu, Ketua Umum PB Al Khairiyah, KH Ali Mujahidin mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kunjungan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten untuk memberikan support dan semangat kepada para generasi muda mahasiswa dalam rangka menjalankan Syiar Ramadan Al Khairiyah. 

Hal senada juga diungkap Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo. Ia mengucapkan terima kasih kepada Al Khairiyah yang sudah melakukan kontribusi yang sangat baik untuk Kota Cilegon. 

“Insya Allah kami siap sinergi dengan apa yang sudah dikerjakan oleh Pemprov Banten, terutama program-program Gubernur dan Wakil Gubernur Banten,” ujarnya. 

Dalam kesempatan itu, Pemprov Banten menyalurkan berbagai bantuan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan saat Safari Ramadan. 

Bantuan tersebut diberikan kepada masjid, pondok pesantren, guru ngaji dan bantuan pendidikan, serta alat bantu untuk disabilitas berupa tongkat ketiak dan kursi roda. (Welfendry)

JK Sedih Pemimpin Iran Khamenei Wafat Imbas Serangan AS-Israel

By On Senin, Maret 02, 2026

Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK). 

JAKARTA, KabarViral79.Com Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) menyatakan duka cita atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei

Diketahui, Khamenei wafat dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel, pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026. 

"Dengan terbunuhnya Pimpinan Ali Khamenei, itu juga merupakan suatu hal yang sangat kita sayangkan. Kita bersedih dan berduka atas peristiwa tersebut," ujar JK kepada wartawan, di kawasan Jakarta Selatan, Minggu, 01 Maret 2026. 

JK juga menyayangkan serangan tersebut dilakukan di tengah proses perundingan antara AS dan Iran. 

“Dari segi etika, kalau sedang berunding jangan menyerang. Ini memang keadaan yang bagi kita semua sangat memprihatinkan,” ujarnya. 

JK turut menyoroti tindakan Amerika yang dinilai kerap melakukan penyerangan terhadap negara-negara yang dianggap tidak sepaham dengan mereka, seperti Venezuela dan sejumlah negara di Timur Tengah. 

“Ini memang menjadi bagian dari keprihatinan kita terhadap sikap dan kekerasan yang dilakukan Amerika terhadap Iran,” ujarnya. 

Diketahui sebelumnya, Pemerintah Iran, pada Minggu, 01 Maret 2026, mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei telah meninggal dunia dalam serangan gabungan AS dan Israel pada Sabtu pagi. 

Pemerintah Republik Islam juga mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari. 

Sejumlah kantor berita Iran, termasuk Tasnim, Mehr, dan Press TV, secara bersamaan melaporkan bahwa pemimpin berusia 86 tahun itu “gugur sebagai martir” dalam serangan tersebut. 

"Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ayatollah Ali Khamenei, meninggal dalam serangan gabungan oleh Amerika yang kriminal dan rezim Zionis,” demikian pernyataan Pemerintah Iran.

“Pada saat gugur sebagai Syahid, beliau sedang menjalankan tugas yang diberikan kepadanya dan berada di tempat kerjanya ketika serangan tersebut terjadi,” lanjut pernyataan itu, sekaligus menepis klaim “perang psikologis rezim Zionis” yang menyebutkan bahwa pemimpin tertinggi tersebut bersembunyi di lokasi aman. 

"Kejahatan besar ini tidak akan pernah dibiarkan tanpa jawaban dan akan menandai babak baru dalam sejarah dunia Islam dan Syiah,” demikian pernyataan kantor Presiden Masoud Pezeshkian, yang juga mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari. (*/red)

Hadiri Peringatan HUT Kota Tangerang, Gubernur Andra Soni: Simbol Kota Maju di Banten

By On Senin, Maret 02, 2026

TANGERANG, KabarViral79.Com - Gubernur Banten, Andra Soni mengucapkan selamat hari jadi ke-33 Kota Tangerang

Dia mengatakan, Kota Tangerang diharapkan mampu menjaga pertumbuhan dan kemajuannya. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus berupaya mengurangi kesenjangan wilayah agar pembangunan Provinsi Banten adil dan merata. 

“Dirgahayu yang ke-33. Sebagai kota mandiri, Kota Tangerang mengalami kemajuan yang cukup pesat. Kota Tangerang sebagai salah satu simbol kota maju,” ujar Andra Soni usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Tangerang dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Tangerang, di Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang, Jl. Satria - Sudirman No. 1 Kota Tangerang, Sabtu, 28 Februari 2026. 

Menurut Andra Soni, daerah ini terus tumbuh tapi juga akan muncul permasalahannya yang semakin kompleks. 

Melalui pendekatan pentahelix, dirinya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun Kota Tangerang. 

“Alhamdulillah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan, hari ini merupakan salah satu daerah yang maju di Provinsi Banten. Sehingga selalu mohon ijin ke Pak Wali, waktu saya akan lebih banyak di wilayah Lebak dan Pandeglang awal-awal ini,” tambah Andra Soni. 

Upaya dari mengikis disparitas wilayah. Sehingga, semua daerah maju dan tumbuh bersama. 

Andra Soni juga mengharapkan, Kota Tangerang bisa terus menjaga pertumbuhan dan kemajuannya. 

Kota ini bisa memanfaatkan keuntungan wilayahnya yang berbatasan langsung dengan pusat perekonomian Indonesia. 

“Sejak 33 tahun lalu, Kota Tangerang banyak kemajuan. Dari sisi pendidikan dulu bangunan sekolahnya kita tahu bersama, sekarang bahkan sudah ada sekolah gratis satuan yang menjadi tanggung jawabnya,” ungkapnya. 

“Pemprov Banten juga meniru untuk SMA, SMK, dan SKh, Insya Allah seperti Kota Tangerang, kita akan masuk juga untuk sekolah yang berbasis agama satuan setingkat SMA sederajat,” tambah Andra Soni. 

Selain itu, Andra Soni mengungkapkan, Situ Cipondoh saat ini sertifikatnya  sudah kembali. Artinya, pengelolaan situ kembali ke Provinsi Banten. 

“Sekarang sedang dicek luasan HGU yang diberikan Pemprov Jabar dulu dengan luasan sekarang,” ujarnya. 

Situ Cipondoh, lanjutnya, nantinya tidak hanya untuk penampungan air. Situ juga akan dimanfaatkan untuk ekonomi dan berbagai hal positif oleh masyarakat. 

“Terkait sampah dan banjir, saat ini fokus menangani saluran air yang ada seperti Sungai Cirarab, Sungai Angke, dan sebagainya,” pungkas Andra Soni. 

Di tempat yang sama, Walikota Tangerang, Sachrudin mengatakan, Kota Tangerang sudah berusia 33 tahun. 

“Berbagai macam rintangan dan tantangan kita lalui bersama. Raihan pembangunan juga bisa kita rasakan bersama-sama,” ucapnya. 

“Ini berkat hasil kerja sama kolaborasi secara pentahelix. Mudah-mudahan Kota Tangerang di usia ke-33 tahun ini bisa maju dan sejahtera masyarakatnya,” kata Sachrudin. (Welfendry)

Menagih Janji Purbaya Bersihkan Bea Cukai

By On Minggu, Maret 01, 2026

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa

Oleh: Werdha Candratrilaksita

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan sebagian uang hasil korupsi disimpan dalam mobil operasional kasus importasi di Bea Cukai

Uang tersebut disiapkan untuk kebutuhan mendesak, termasuk dialirkan kepada oknum lainnya, atau untuk keperluan pribadi tersangka Budiman Bayu Prasojo, mantan Kepala Seksi Intelijen Cukai P2 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, dan Sisprian, mantan Kepala Subdirektorat Intelijen Direktorat P2 DJBC. 

Dengan penyimpanan uang hasil suap di beberapa mobil operasional, para oknum Bea Cukai tidak perlu mengambil uang dari safe house

Informasi itu disampaikan oleh Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, kepada media. 

Penemuan itu tindak lanjut dari terbongkarnya rumah atau apartemen penyimpanan uang para oknum bea cukai, yang mereka sebut sebagai safe house. 

Sebelum kasus Budiman, KPK juga mengamankan 17 orang dan menetapkan enam tersangka untuk kasus dugaan pengondisian jalur merah yang seharusnya mewajibkan pemeriksaan fisik barang impor. 

Penyidikan kasus tersebut tengah dikembangkan KPK. 

Korupsi di Bea Cukai sudah sangat akut. Publik menuntut janji Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa untuk membersihkan Bea Cukai. 

Purbaya jangan hanya mengancam. Ia perlu membuktikan keseriusannya dengan berhentikan pejabat level pimpinan tinggi (eselon II) dan administrator (menengah). 

Dengan demikian, harapannya proses penyidikan KPK akan menjadi “bola salju” untuk menemukan pelaku lain, baik untuk kasus yang sama maupun kasus berbeda. 

Dalam perspektif teori administrasi publik dan hukum acara, pembebasan sementara dari jabatan (temporary removal from office) bukanlah bentuk penghukuman, melainkan instrumen preventif untuk menjaga independensi dan efektivitas proses penyidikan. 

Prinsip ini sejalan dengan asas due process of law dan doktrin preventive suspension yang berkembang dalam tata kelola modern. 

Pejabat yang diduga terlibat tindak pidana korupsi perlu dinonaktifkan agar tidak menggunakan kewenangan strukturalnya untuk memengaruhi saksi, merusak atau menghilangkan barang bukti, maupun mengintervensi alur informasi internal. 

Dalam literatur tata kelola pemerintahan, mekanisme ini dipandang sebagai bagian dari integrity system, yakni sistem pengamanan institusional untuk memastikan proses penegakan hukum berjalan tanpa hambatan kekuasaan birokratik. 

Secara teoretik, Robert Klitgaard (1988) dalam rumus klasiknya, yakni Corruption = Monopoly + Discretion – Accountability, menunjukkan bahwa ketika kewenangan (discretion) tetap melekat pada individu yang sedang diperiksa, maka risiko distorsi akuntabilitas meningkat tajam. 

Oleh karena itu, pencabutan sementara kewenangan jabatan menjadi langkah rasional untuk memutus kombinasi monopoli dan diskresi yang berpotensi memperbesar praktik obstruksi penyidikan (obstuction of justice). 

Pembebasan jabatan dalam konteks ini bukan sekadar tindakan administratif, melainkan strategi struktural untuk menutup ruang konsolidasi jaringan koruptif para oknum DJBC. 

Lebih jauh, dalam kerangka teori deterrence (Becker, 1968), sinyal organisasi untuk menonaktifkan pejabat yang terindikasi kuat terlibat korupsi akan menciptakan efek gentar bagi aktor lain dalam jaringan yang sama. 

Pesan kelembagaan menjadi jelas: jabatan bukan tameng, dan kekuasaan bukan pelindung. Tanpa langkah tegas tersebut, institusi justru mengirimkan sinyal ambigu yang bisa dimaknai sebagai toleransi diam-diam terhadap penyalahgunaan kewenangan. 

Karena itu, pembebasan jabatan sementara pejabat-pejabat kunci bukan hanya soal teknis birokrasi, melainkan soal desain kebijakan antikorupsi. Ia adalah bagian dari manajemen risiko kelembagaan dalam situasi krisis integritas. 

Jika safe house saja bisa ada di dalam sistem, maka menjaga agar jabatan tidak menjadi “safe space” bagi tersangka adalah keharusan moral dan administratif. Tanpa itu, janji membersihkan Bea Cukai hanya akan menjadi retorika, bukan reformasi nyata. 

Purbaya harus membuktikan bahwa keberaniannya bukan retorika. Publik tentu masih ingat pernyataannya yang mengancam akan “merumahkan” pegawai DJBC yang terindikasi bermasalah. Namun, setelah satu demi satu kasus terungkap, janji itu tak kunjung diwujudkan secara nyata dan terukur. 

Ancaman tanpa realisasi justru berisiko menjadi bumerang moral: ia menciptakan ekspektasi publik, tetapi ketika tidak dipenuhi, yang lahir adalah kekecewaan dan erosi kepercayaan. 

Dalam teori kepemimpinan transformasional (Burns, 1978), legitimasi seorang pemimpin bukan ditentukan oleh kerasnya pernyataan, melainkan oleh konsistensi antara kata dan tindakan. 

Saya sebelumnya menulis di Kompas.com mengenai adanya clique di lingkungan DJP dan DJBC, yakni jejaring informal yang membentuk solidaritas internal berbasis angkatan, unit, atau kedekatan kultural. 

Observasi saya menunjukkan bahwa korupsi jarang berdiri sebagai tindakan individual yang terisolasi. Ia bekerja dalam pola jejaring (networked corruption), di mana aktor-aktor saling mengetahui, saling melindungi, dan pada titik tertentu saling bergantung. 

Dalam literatur kejahatan terorganisir, fenomena ini disebut sebagai collusive network, yakni struktur hubungan yang memungkinkan distribusi risiko dan perlindungan timbal balik. 

Dengan pola demikian, membongkar satu simpul tanpa memutus jejaringnya hanya akan memunculkan simpul baru di tempat lain. 

Reaksi yang saya terima setelah tulisan tersebut terbit justru memperkuat dugaan itu. Saya seolah diposisikan sebagai “lawan” pegawai pajak dan bea cukai. 

Saya bahkan dikeluarkan dari grup angkatan STAN oleh seorang pegawai pajak yang bertindak sebagai admin grup. 

Peristiwa itu mungkin tampak sepele, tetapi secara sosiologis telah menunjukkan bagaimana solidaritas korps dapat berubah menjadi solidaritas defensif. 

Alih-alih menjadikan kritik sebagai bahan refleksi, respons yang muncul justru eksklusi sosial terhadap pengkritik. 

Dalam teori organisasi, fenomena ini dikenal sebagai groupthink (Janis, 1972), ketika kohesi kelompok lebih diprioritaskan daripada evaluasi rasional atas masalah internal.

Solidaritas tentu merupakan nilai penting dalam birokrasi. Namun, solidaritas yang melampaui batas etika dan berubah menjadi perlindungan diam-diam terhadap pelanggaran adalah persoalan serius. 

Jika jejaring itu benar ada, maka korupsi bukan lagi sekadar deviasi oknum, melainkan kegagalan sistemik dalam tata kelola dan budaya organisasi. 

Di titik inilah keberanian Purbaya diuji. Membersihkan institusi bukan hanya soal menangkap pelaku yang sudah terungkap, tetapi juga memutus mata rantai jejaring yang membuat praktik itu terus berulang. 

Tanpa diikuti tindakan struktural, mulai dari pembebasan jabatan, mutasi lintas unit, audit independen, hingga membuka ruang perlindungan bagi pelapor; retorika reformasi hanya akan menjadi “tong kosong” di tengah publik yang semakin skeptis. 

Jika safe house bisa ada dalam sistem, maka clique yang saling melindungi juga bukan hal yang mustahil. 

Apakah Purbaya berani membongkar hingga ke akarnya atau cukup berhenti pada tataran simbolik?

Penulis adalah seorang Civitas Academica. 

Sumber: kompas.com

HRD Desak Kementerian PU Percepat Perbaikan Tanggul Irigasi Pante Labu Aceh Timur Akibat Banjir

By On Minggu, Maret 01, 2026

Anggota Komisi V DPR RI Dapil Aceh II, H. Ruslan M. Daud (HRD). 

LHOKSUKON, KabarViral79.Com - Anggota Komisi V DPR RI Dapil Aceh II, H. Ruslan M. Daud (HRD), mendesak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera I untuk segera memperbaiki tanggul irigasi yang putus di Desa Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, yang terhubung dengan Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara

Tanggul yang berfungsi ganda sebagai jalur irigasi dan akses jalan penghubung antar desa itu rusak parah akibat banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025. 

Peninjauan lapangan dilakukan HRD pada Jumat, 27 Februari 2026, didampingi Irsyadi, Teuku Zainal Abidin, serta perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Aceh Timur. Rombongan melihat langsung kerusakan badan tanggul yang kini memutus akses warga. 

“Kerusakan tanggul ini berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Yang paling memprihatinkan, anak-anak sekolah terpaksa naik rakit atau sampan untuk menyeberang ke desa sebelah demi bisa bersekolah,” ujar HRD. 

Ia menegaskan, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena terkait keselamatan warga dan hak anak untuk mendapatkan pendidikan. 

Warga setempat menyebutkan, banyak pelajar dari Desa Pante Labu bersekolah di Desa Rumoh Rayeuk karena lokasinya paling dekat. Namun, sejak tanggul yang juga difungsikan sebagai akses jalan terputus, jalur vital tersebut tidak lagi bisa dilalui. 

HRD menilai situasi ini sebagai alasan kuat untuk mempercepat penanganan. 

Menurut HRD, pemulihan tanggul tidak hanya menyangkut akses pendidikan, tetapi juga berdampak pada aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk kelancaran distribusi hasil panen serta mobilitas harian warga. 

Dari pihak pemerintah pusat, Budi Setiadi, selaku PPK Operasi dan Pemeliharaan Satker OP BWS Sumatera I menyatakan bahwa perbaikan tanggul akan segera dilakukan. 

“Kami akan menindaklanjuti hasil peninjauan lapangan dan berkoordinasi untuk percepatan pelaksanaan,” ujarnya. 

HRD menegaskan komitmennya untuk mengawal proses tersebut. 

"Ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi menyangkut keselamatan, pendidikan anak-anak, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat. Pekerjaan ini harus diprioritaskan dan segera direalisasikan,” tutupnya. (Joniful Bahri)

Warga Juli Teupin Mane Bireuen Bingung Soal Huntara-Huntap, Khawatir Kehilangan Hak Rumah Permanen

By On Minggu, Maret 01, 2026

Mutia, salah seorang warga terdampak banjir dan tanah longsor, di Desa Juli Teupin Mane, Kecamatan Juli, Bireuen, Aceh. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Kebingungan menyelimuti warga Gampong Juli Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, terkait rencana pembangunan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap) bagi korban banjir dan tanah longsor. 

Minimnya sosialisasi dari pemerintah membuat warga tidak memahami perbedaan kedua skema tersebut, bahkan khawatir kehilangan hak atas rumah permanen jika menerima Huntara. 

“Kami butuh Huntara,” kata Mutia, perwakilan korban banjir saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama sekaligus Reses dan penyerapan aspirasi anggota DPR RI, H. Ruslan M. Daud (HRD), di Meunasah desa setempat, Sabtu, 28 Februari 2026. 

Mutia menyampaikan, banyak warga berasumsi penerimaan Huntara bisa menggugurkan hak mereka untuk mendapatkan Huntap yang bersifat permanen. 

“Kami pikir setelah dapat Huntara, kami tidak dapat lagi Huntap. Sekarang kami baru tahu kalau Huntara dan Huntap adalah hak kami sebagai korban bencana,” ujarnya di hadapan HRD, perangkat desa, dan ratusan warga. 

Ia menilai, kurangnya sosialisasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menjadi penyebab utama kebingungan warga. 

Menurutnya, sebagian penyintas justru diarahkan memilih Dana Tunggu Hunian (DTH), sementara kebutuhan warga sesungguhnya adalah kejelasan mengenai pembangunan rumah layak huni. 

“Kebutuhan utama warga adalah rumah tetap agar memiliki kepastian tempat tinggal. Namun ketidakjelasan informasi membuat warga diliputi kekhawatiran. Kami para korban banjir dan tanah longsor jadi kalang kabut,” ucap Mutia sambil menangis. 

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan Daud (HRD) saat buka puasa bersama dan serap aspirasi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor, di Desa Juli Teupin Mane, Kecamatan Juli, Bireuen, Aceh, Sabtu, 28 Februari 2026. 

Mutia kemudian menceritakan kondisi ayahnya yang telah berusia sekitar 70 tahun. Sejak rumah mereka terdampak banjir, sang ayah harus berpindah-pindah dari satu lokasi pengungsian ke lokasi lainnya, bahkan sempat mengungsi ke desa tetangga. 

Setiap hari, sang ayah kembali ke desa untuk mencari informasi tentang kepastian pembangunan rumah. 

“Orang tua ingin hidup tenang. Tapi karena tidak punya tempat tinggal, ayah saya mondar-mandir. Hari ini ayah saya masuk rumah sakit,” katanya terbata. 

Mutia menambahkan, warga sudah berulang kali menanyakan kepastian pembangunan hunian kepada aparatur desa maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun hingga kini belum ada informasi pasti terkait waktu pembangunan. 

“Survei terus dilakukan berulang kali, tapi kapan dibangun rumah yang layak untuk kami, tidak ada kejelasan," ujarnya. 

Situasi ini membuat warga berada dalam posisi dilematis. Di satu sisi mereka membutuhkan tempat tinggal sementara yang bisa segera dihuni. Di sisi lain, mereka menginginkan jaminan bahwa hunian permanen benar-benar akan direalisasikan. 

Saat Mutia menanyakan kepada ratusan warga yang hadir apakah mereka setuju diusulkan pembangunan Huntara, warga serempak menjawab “Setuju.” 

Namun ia menegaskan, persetujuan itu muncul di tengah informasi yang serba tidak jelas terkait hak-hak mereka sebagai korban bencana. 

“Kami tidak paham apa itu Huntara, apa itu Huntap. Tidak pernah diberikan pemahaman secara jelas,” pungkas Mutia. (Joniful Bahri)