-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Oknum Pejabat Lapas Tangerang Baru Terlibat Dugaan Pungli Kamar Tahanan

By On Jumat, September 06, 2024


TANGERANG, KabarViral79.Com – Kasus dugaan pungutan liar (pungli) untuk bisa segera turun dari Mapenaling ke kamar tahanan kembali terjadi di Lapas Kelas I A Tangerang Baru (TB) Banten. Dalam kasus ini, pungli tersebut diduga telah dilakukan oleh beberapa oknum Staf KPLP dan Wali Blok E bernisial RF.

Saat dimintai konfirmasi, Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Banten, Nur Azizah Rahmawati mengatakan, dugaan pungli itu diketahui pada Juni 2024 lalu

“Di tahun 2024 ini banyak terjadi kasus dugaan pungli yang diduga ikut melibatkan langsung oknum Sipir di Lapas. Seperti di bulan Juni yang lalu, memang betul ada oknum dari salah satu pegawai kita yang melakukan pelanggaran kedisiplinan, kaitannya pelanggaran terhadap pelayanan kepada warga binaan pemasyarakatan kita,” kata Nur Azizah saat ditemui oleh sejumlah awak media, Senin (19/08/2024).

Oknum pegawai tersebut, kata Nur Azizah, merupakan salah satu pejabat struktural di Lapas Tangerang Baru.

“Ya pastinya untuk jabatan ini adalah pejabat struktural di sini ya,” ungkapnya.

Menurut Nur Azizah, sejumlah Oknum Sipir Staf KPLP dan Seoranv Sipir berinisial RF. Kemudian yang bersangkutan memang melakukan pelanggaran kedisiplinan dalam bentuk pungutan liar, dari Mapenaling untuk kemudian bisa turun cepat ke Kamar Hunian.

Tidak hanya itu, kata Nur Azizah, modus pungli itu dilakukan dengan meminta sejumlah uang kepada warga binaan agar Narapidana yang baru dipindahkan dari sejumlah Lapas itu bisa secepatnya turun kamar dari Mapenaling ke Kamar Hunian Blok di Lapas tersebut.

Meski begitu, pihak Kanwil Kemenkumham Pro insi Banten belum bisa menyampaikan secara detail.

“Kemudian upaya yang dilakukan kaitannya dengan pungutan liar karena mungkin dengan jabatannya. Ia melakukan dengan WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) ini kesepakatan ya untuk dapat memberikan layanan lain,” jelasnya.

“Ya salah satunya seperti itu (untuk mendapatkan kamar dan juga turun Blok dari Mapenaling ke Blok Kamar Hunian),” sambungnya.

Termasuk jumlah nominal uang yang disetorkan kepada oknum tersebut dan berapa lama praktik pungli telah dilakukan, masih sedang didalami.

“Kami tidak jauh ya, karena pemeriksaan yang akan menyampaikan,” ujarnya.

Terhadap temuan itu, pihak Lapas kemudian berkoordinasi dengan Kanwil Kemenkumham Provinsi Banten, Dirjen Pemasyarakatan, hingga Irjen Kemenkumham untuk bisa segera melakukan pemeriksaan. 

Saat ini pihaknya masih menunggu keputusan terkait sanksi yang bakal dijatuhkan terhadap beberapa orang oknum Staf KPLP dan Wali Blok E yang berinisial RF.

“Oknum pegawai itu ada satu orang yang saat ini sudah kami lakukan pembinaan di kantor wilayah, tinggal menunggu keputusan dari pihak Inspektorat Jenderal,” ujarnya.

Adapun tahapan pemeriksaan dan pembinaan itu sudah dilakukan sejak bulan Januari sampai Maret lalu. Selain ditarik ke Kanwil, M juga akan segera dinonaktifkan dari jabatannya di Lapas Tangerang Baru.

Ada total delapan warga binaan yang diduga terlibat. Mereka semua akan segera dipindahkan ke Lapas lain.

Upaya ini sudah dilakukan pada saat itu dilakukan pemindahan terkait beberapa warga binaan kita yang terindikasi melakukan pelanggaran terhadap pelayanan kepada warga binaan.

“Ini kurang lebih dalam kurun waktu yang tidak lama lagi ada delapan orang perwakilan WBP kita yang terindikasi melakukan pelanggaran akan segera kami pindahkan,” imbuhnya. (*/red)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »