![]() |
| Jembatan lintasan nasional Medan-Banda Aceh, tepatnya di Kutablang, Bireuen, putus dan tidak bisa dilintasi kendaraan pasca banjir melanda kawasan Bireuen. |
BIREUEN, KabarViral79.Com – Intensitas hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bireuen, Aceh, selama sepekan terakhir mengakibatkan banjir besar yang melanda hampir seluruh pelosok desa.
Musibah yang memuncak sejak Rabu, 26 November 2025, menjadi bencana banjir terburuk sepanjang sejarah Bireuen, menyebabkan puluhan warga dilaporkan tewas dan hilang, sementara belasan ribu lainnya terpaksa mengungsi.
Selain merendam ribuan rumah, derasnya arus air turut menyeret puluhan unit rumah warga serta merusak ribuan hektare sawah menjelang panen dan tambak masyarakat. Kerusakan ini diperkirakan menimbulkan kerugian yang ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah.
Banjir yang telah berlangsung sejak Kamis pekan lalu makin parah setelah hujan tak berhenti mengguyur wilayah itu mulai Senin hingga Rabu. Hingga laporan ini diturunkan, belum ada data resmi dari BPBD Bireuen terkait jumlah korban jiwa maupun kerugian akibat bencana tersebut. Upaya konfirmasi terkendala karena akses komunikasi terputus.
![]() |
| Jembatan lintasan nasional yang menghubungkan Kabupaten Bireuen dan Bener Meriah dan Takengon Aceh, tepatnya di Teupin Mane Juli, Bireuen, juga ambruk dan putus, tidak bisa dilintasi kendaraan pasca banjir melanda kawasan itu. |
Di sejumlah desa, warga yang rumahnya terendam berusaha menyelamatkan harta benda ke tempat yang lebih tinggi. Sebagian lainnya terpaksa mengungsi ke masjid, mushala, serta rumah kerabat terdekat.
Hampir seluruh dari 609 desa, termasuk kawasan pesisir hingga pusat kota Bireuen, tak luput dari genangan air setinggi 40–100 centimeter. Pertokoan dan warung kopi mulai Rabu pagi tutup total.
Pemadaman listrik secara menyeluruh, terhentinya suplai air bersih PDAM, dan hilangnya sinyal telepon serta internet memperburuk keadaan. SPBU tidak dapat beroperasi. Sementara kendaraan tak mampu melintas akibat tingginya genangan di ruas jalan negara.
Sejumlah infrastruktur strategis juga mengalami kerusakan berat. Jembatan rangka baja Teupin Mane yang menghubungkan Bireuen–Takengon amblas diterjang banjir pada Rabu dini hari. Jembatan Kutablang di jalur Medan–Banda Aceh ikut rusak sehingga akses transportasi nasional itu putus total.
![]() |
| Warga melintas di ruas jalan kawasan Kota Bireuen yang ikut tergenang banjir. |
Puluhan rumah di Kecamatan Juli dan Peusangan Siblah Krueng terseret arus. Sebuah gedung tiga lantai pesantren di Samalanga juga dilaporkan ambruk dihantam luapan air.
Di Kecamatan Kota Juang, puluhan keluarga telah dua hari mengungsi karena rumah mereka terendam hingga satu meter. Warga mengaku kesulitan berkomunikasi akibat padamnya listrik dan hilangnya sinyal telepon.
Kasat Lantas Polres Bireuen, Iptu Aditya saat dikonfirmasi mengatakan, jalur lintas Sumatera (Jalinsum) di kilometer 16 arah Aceh Tengah mengalami retak akibat derasnya aliran sungai Teupin Mane.
Ia mengimbau masyarakat yang berencana melintasi Kabupaten Bireuen agar menunda perjalanan sampai keadaan membaik.
Hujan yang masih terus turun membuat air belum menunjukkan tanda-tanda surut. Ratusan desa di setiap kecamatan masih terendam, termasuk sekolah dan fasilitas kesehatan. Masyarakat kini berharap bantuan darurat segera tiba untuk mengatasi dampak bencana yang melumpuhkan seluruh aktivitas pemerintahan maupun swasta di wilayah itu. (Joniful Bahri)


