SERANG, KabarViral79.Com – Polda Banten mempertegas komitmennya dalam mendukung program kemandirian pangan nasional melalui aksi nyata penanaman jagung kuartal II. Kegiatan yang diinisiasi oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) ini digelar di Lingkungan Jelalang, Kelurahan Pengampelan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, pada Kamis (9/4/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, didampingi Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan, serta jajaran Pejabat Utama Polda Banten. Turut hadir perwakilan Dinas Pertanian Kota Serang, Perum Bulog Cabang Serang, Muspika Walantaka, tokoh masyarakat, dan Kelompok Tani Mekar Baru.
Dalam arahannya, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari program Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
“Ini bukan sekadar seremonial. Polri hadir untuk memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat di sektor pertanian. Kami ingin memastikan bahwa ketahanan pangan nasional dimulai dari pemanfaatan lahan produktif di daerah,” ujar Irjen Pol Hengki.
Pada kesempatan tersebut, Kapolda juga menyerahkan bantuan stimulan berupa bibit jagung dan pupuk berkualitas kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mekar Baru untuk mendorong produktivitas petani lokal.
Polda Banten mencatatkan progres signifikan dalam program “Polri Peduli Ketahanan Pangan”. Berdasarkan data terbaru, implementasi program 1 Desa 2 Hektare telah mencapai hasil yang menggembirakan. Dari total potensi lahan seluas 2.377,03 hektare, sebanyak 2.092,6 hektare atau sekitar 88,03% telah berhasil ditanami.
Selain itu, program Perluasan Areal Tanam (PAT) seluas 631 hektare di wilayah hukum Polda Banten dilaporkan telah terealisasi 100 persen.
Kapolda berharap sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan kelompok tani dapat terus terjaga demi mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan.
“Kami berharap langkah ini menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memaksimalkan potensi lahan yang ada. Dengan kebersamaan, kita bangun ketahanan pangan yang kuat, mandiri, dan berkesinambungan,” tutupnya.
(Cup/Red)

