BENER MERIAH, KabarViral79.Com -Setelah enam bulan akses Jalan Nasional Takengon–Bireuen terputus akibat banjir bandang dan longsor, warga Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, akhirnya mengambil inisiatif sendiri membersihkan material yang menutup badan jalan di Kawasan Enang-Enang.
Merasa lelah menunggu penanganan pemerintah, masyarakat secara swadaya mengumpulkan dana untuk menyewa satu unit alat berat jenis excavator yang mulai bekerja sejak Selasa, 26 Mei 2026.
Langkah tersebut dilakukan demi membuka kembali akses vital yang menghubungkan wilayah tengah Aceh dengan kawasan pesisir utara.
Aksi gotong royong itu dipimpin oleh mantan Mukim Pintu Rime Gayo, Syahrial. Dalam video yang beredar luas di media sosial, ia menjelaskan bahwa masyarakat bahu-membahu mengumpulkan bantuan sesuai kemampuan masing-masing.
“Ada yang membantu uang, ada yang menyumbang BBM untuk alat berat. Alhamdulillah dengan izin Allah, pekerjaan ini bisa berjalan,” ujar Syahrial.
Menurutnya, selama enam bulan terakhir arus lalu lintas dialihkan melalui jalur alternatif Simpang Lancang–Wih Porak. Namun kondisi jalan tersebut dinilai tidak layak karena sempit, rusak, dan sering menimbulkan antrean panjang kendaraan dari arah Takengon maupun Bireuen.
“Sudah terlalu lama masyarakat menunggu. Jalan alternatif tidak memadai, kendaraan bisa berjam-jam antre. Karena itu kami berinisiatif membuka kembali jalur ini secara swadaya,” katanya.
Warga berharap langkah yang mereka lakukan dapat mempercepat pemulihan akses transportasi sekaligus menjadi perhatian pemerintah agar segera melakukan penanganan permanen terhadap ruas jalan nasional tersebut.
Jalan Takengon–Bireuen merupakan salah satu jalur strategis yang menghubungkan kawasan dataran tinggi Gayo dengan wilayah pesisir Aceh.
Terputusnya akses ini selama berbulan-bulan telah berdampak pada mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta aktivitas perekonomian di kedua wilayah.
Sementara informasi terakhri, akses jalan lintasan Bireuen-Takwngon, kawasan Enang-Enang, Pintu Rime Gayo, Bener Meriah sudah mulai bisa dilintasi kendaraan roda dua. (Joniful Bahri)

