-->
BREAKING NEWS

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kelangkaan Solar Mencekik Warga, Praktik Penimbunan Marak di Sekitar Kampus Unpam hingga Dekat Polda Banten

By On Minggu, September 20, 2026

 


SERANG — Di tengah kelangkaan solar subsidi yang melanda sejumlah SPBU di Kota Serang, Banten, dugaan penyalahgunaan dan pengalihan BBM bersubsidi justru disinyalir berlangsung secara masif. Praktik ilegal ini marak terjadi di kawasan Bogeg (Kecamatan Cipocok Jaya), area sekitar Universitas Pamulang (Unpam) Kampus Serang, hingga sepanjang Jalan Syekh Nawawi Al-Bantani—yang lokasinya terbilang sangat dekat dengan Markas Polda Banten.


​Kondisi ini dinilai semakin memperburuk situasi pasokan BBM subsidi yang saat ini sudah sangat kritis bagi masyarakat.


​Pemerhati sosial di Kota Serang, Asep Syahrurozi, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas fenomena yang kian meresahkan tersebut. Menurutnya, ironis ketika warga harus bersusah payah mencari solar, namun praktik penimbunan justru melenggang bebas tak jauh dari pusat penegakan hukum.


​"Saat ini warga kesulitan mendapatkan solar. Banyak SPBU di Kota Serang kehabisan stok dan antrean panjang terjadi di mana-mana. Namun di saat yang sama, kami melihat aktivitas mencurigakan di kawasan Bogeg, sepanjang Jalan Syekh Nawawi dekat rel kereta api, perumahan Persada Walantaka, hingga samping kampus Unpam Serang. Ironisnya, lokasi-lokasi ini berada sangat dekat dengan Mapolda Banten," ujar Asep, Sabtu (20/9).


​Ia menjelaskan, warga menemukan indikasi kuat praktik penimbunan dengan ditemukannya drum-drum besar berisi solar. BBM subsidi tersebut diduga dikumpulkan dari berbagai SPBU, dipindahkan ke wadah penampungan, lalu diangkut ke pihak luar.


​"Modusnya terlihat jelas: membeli solar subsidi dalam jumlah besar, dikumpulkan, lalu dijual kembali dengan harga industri atau lebih tinggi ke pihak yang tidak berhak. Padahal warga dan sopir-sopir kecil yang benar-benar membutuhkan harus berebut dan menunggu berjam-jam di SPBU, bahkan sering pulang dengan tangan kosong," tegasnya.


​Asep menegaskan, dugaan penyalahgunaan ini menjadi salah satu biang kerok cepat habisnya kuota solar subsidi di lapangan. Ia mendesak BPH Migas, Pertamina Patra Niaga, dan terutama jajaran Polda Banten untuk segera turun tangan menindak tegas para pelaku tanpa pandang bulu.


​"Aparat penegak hukum, khususnya Polda Banten yang lokasinya sangat dekat dari titik-titik penimbunan tersebut, harus segera menindaklanjuti. Jangan hanya menindak pelaku lapangan, tetapi bongkar sampai ke akar jaringannya. Bukti-bukti di lapangan masih ada. Jika dibiarkan, negara terus dirugikan dan rakyat kecil yang makin menjerit," pungkasnya.


​Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait maupun aparat penegak hukum setempat belum memberikan tanggapan resmi mengenai dugaan praktik penimbunan tersebut serta kelangkaan solar yang tengah menguji warga Kota Serang.

Next
This is the current newest page
Previous
Next Post »