-->
BREAKING NEWS

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Nestapa Penambang Rakyat di Lebak Selatan, Akankah Indonesia Emas 2045 Terwujud?

By On Jumat, September 18, 2026

Aktivis Banten Selatan, yang juga Ketua SMSI Lebak, Deni Ismayadi.

LEBAK, KabarViral79.Com - Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, masyarakat kian terhimpit oleh terbatasnya lapangan pekerjaan dan lonjakan harga kebutuhan pokok. 

Pemandangan antrean panjang di sejumlah SPBU menjadi salah satu potret nyata kesulitan tersebut. Di sisi lain, keberadaan tambang rakyat hadir menjadi solusi instan bagi perputaran ekonomi warga, meskipun para penambang menyadari aktivitas mereka masih dikategorikan ilegal. 

Ironisnya, para penambang rakyat ini kerap dihadapkan pada operasi penertiban oleh Aparat Penegak Hukum (APH) yang datang hampir setiap pekan dengan dalih penegakan hukum. 

Aktivis Banten Selatan sekaligus Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lebak, Deni Ismayadi, membenarkan bahwa keberadaan tambang rakyat ini sangat krusial dalam menopang perekonomian warga sekitar. 

Berkat aktivitas tersebut, penduduk setempat tidak lagi kesulitan mencari penghidupan. 

"Sektor UMKM di sekitar lokasi pun mulai bergairah kembali karena dampak positifnya sangat terasa. Namun, saya juga perlu menegaskan bahwa akhir-akhir ini para penambang merasa risih dan resah dengan intensitas penertiban yang terlalu sering," ujar Deni, Jumat, 18 September 2026. 

Menurut Deni, semua pihak harus bersikap adil dan bijak dalam menyikapi persoalan ini, tidak hanya melihat dari satu sisi hukum semata. Bagi penduduk sekitar, para penambang ini adalah penyelamat ekonomi di tengah kelesuan pasar. 

Ia menilai kontribusi mereka dalam mengentaskan kemiskinan dan mengurangi pengangguran justru patut diapresiasi, bukan malah ditekan. 

"Pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran saat kampanye berjanji akan menciptakan 19 juta lapangan kerja. Namun hingga saat ini, tampaknya realisasi dari janji tersebut belum mencapai setengahnya," ungkap Deni. 

Deni menambahkan, pemerintah seharusnya hadir untuk membina dan melegalkan para penambang rakyat ini agar kesejahteraan mereka lebih terjamin, bukan justru terus-menerus melakukan penertiban tanpa solusi konkret. 

"Pertanyaannya, jika kondisi rakyat kecil terus diombang-ambingkan seperti ini tanpa pembinaan, akankah visi Indonesia Emas 2045 bisa benar-benar terwujud?" pungkas Deni. (Tim/Red)

Next
This is the current newest page
Previous
Next Post »