PIDIE, KabarViral79.Com – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkapkan laboratorium gelap narkotika atau clandestine laboratory yang dibongkar di Gampong Beureueh Dua, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Aceh, sebagai laboratorium sabu terbesar di Indonesia.
Dalam pengungkapan tersebut, aparat gabungan mengamankan hampir 1,2 ton narkotika jenis sabu dengan nilai mencapai triliunan rupiah.
Kapolri mengatakan, keberhasilan membongkar laboratorium rahasia tersebut merupakan hasil operasi gabungan antara Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta dukungan masyarakat setempat.
“Melalui operasi gabungan antarinstansi, baik Polri, BNN, Bea Cukai, dan didukung masyarakat setempat, kita berhasil mengungkap hampir 1,2 ton sabu yang tentu nilainya sangat fantastis,” kata Suyudi, Jumat, 23 Oktober 2026.
Pengungkapan ini bermula dari penyelidikan aparat terhadap aktivitas mencurigakan di dua toko yang diduga telah dialihfungsikan menjadi tempat produksi narkotika.
Dari lokasi tersebut, petugas menemukan laboratorium tersembunyi yang digunakan untuk memproduksi sabu.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, llaboratorium tersebut diduga berkaitan dengan jaringan narkotika internasional lintas negara yang melibatkan sindikat dari China, Malaysia, dan Indonesia.
![]() |
| Aparat gabungan mengamankan hampir 1,2 ton narkotika jenis sabu dengan nilai mencapai triliunan rupiah. |
Dalam operasi tersebut, belasan orang diamankan. Dua di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) asal China berinisial LJ (45) dan XM (42).
Suyudi menyebut kedua WNA tersebut diduga berperan sebagai tenaga ahli dalam proses pembuatan sabu.
“Keduanya ini koki utama atau ahli kimia untuk meracik sabu,” ungkapnya.
Usai pengungkapan kasus tersebut, Suyudi turun langsung ke Pidie untuk meninjau lokasi laboratorium gelap yang dibongkar tim gabungan Bareskrim Polri, BNN, dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Dari hasil penindakan, petugas dilaporkan mengamankan sekitar satu ton sabu dalam bentuk cair berbahan methamphetamine.
Temuan tersebut menjadi bagian dari pengungkapan kasus yang disebut sebagai salah satu operasi besar pemberantasan narkotika di Indonesia.
Aparat masih melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan di balik laboratorium tersebut, termasuk peran para tersangka, jalur distribusi narkotika, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Pengungkapan ini sekaligus menyoroti dugaan beroperasinya jaringan narkotika lintas negara di Aceh. Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan sejauh mana keterlibatan masing-masing pihak dalam jaringan tersebut. (Joniful Bahri)

