-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Warga Desa Bayah Timur Kecamatan Bayah Kembali Dihantui Rasa Cemas, Akibat Hujan Deras Rumah Warga Kembali Terjadi Longsor

By On Minggu, Januari 11, 2026

 


Lebak, KabarViral79.Com – Beberapa warga Kampung Sukajaya RT 01/RW 03, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, kembali dihantui rasa cemas. Minggu, 11 Januari 2026.

Pasalnya, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi mulai dari hari Sabtu (10 Januari 2025) kemarin sore hingga hari ini, kembali menyebabkan sejumlah rumah warga di Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, kembali terbawa longsor.

“Karena telah diguyur hujan lagi dari hari kemarin Sabtu sore sampai hari ini hujan masih berlangsung, dan mengakibatkan belakang rumah saya dan rumah-rumah tetangga kembali longsor,” kata Deni Ismayadi, yang juga Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lebak, Minggu, 11 Januari 2026.

Atas kondisi ini, warga kembali mendesak agar pemerintah segera membangun tembok penahan tebing guna mengantisipasi agar tidak terjadi lagi longsor di kemudian hari.

“Saya mewakili warga lainnya yang sekarang kembali rumahnya terbawa longsor, minta kepada pihak pemerintah terkait untuk segera turun tangan dan menangani longsor ini,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah rumah di Kampung Sukajaya dan Kampung Tenjolaya, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, telah tergerus longsor yang disebabkan oleh hujan.

Menurut Deni, bagian rumah yang rusak semuanya adalah bagian belakang, yaitu dapur dan kamar mandi. Karena di bagian belakang ini merupakan jurang yang di bawahnya adalah aliran Sungai Cimadur.

“Ada lima rumah yang terkena longsor. Rumah saya, rumah Pak Nasrudin, rumah Abah Enjen, rumah Pak Asdi rusak berat. Kalau rumah Pak Amyani rusak ringan,” terang Deni, Senin, 22/12/2025.



Deni mengatakan, jika beberapa hari ke depan hujan turun lagi dengan intensitas yang lebat, dirinya khawatir akan terjadi longsor susulan.

Sementara itu, Ucup Supriadi, warga Kampung Tenjolaya RT 03/01, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, juga mengalami kekhawatiran yang sama. Lantaran pada beberapa tahun yang lalu, rumah mereka pun pernah terkena longsor.

“Tahun 2022, ada empat rumah yang mengalami longsor. Saat ini juga terancam longsor lagi, karena bagian tebing sudah ada tanda-tanda mau longsor,” ujar Ucup, yang juga Ketua PPWI Lebak Selatan.

Meski dihantui ketakutan, warga masih bertahan di rumahnya lantaran tidak ada tempat tinggal lain yang bisa mereka tempati. Mereka menempati rumah bagian depan yang tidak terbawa longsor.

“Kami mohon kepada pemerintah agar ada tindakan nyata untuk menangani longsor ini. Setiap hujan kami selalu dihantui rasa takut adanya bencana ini,” ungkap mereka.

Untuk diketahui, kejadian longsor ini bukan yang pertama kali. Pada tahun 2022 juga pernah terjadi longsor. Warga telah melaporkan dan mengusulkan kepada pemerintah untuk dibangun tembok penahan tebing, akan tetapi sampai saat ini belum juga terealisasi.

(Uday/Red)

Program Makan Bergizi Gratis di Lebak Dinilai Tak Berdampak Optimal bagi UMKM Lokal

By On Jumat, Januari 09, 2026



LEBAKKabarViral79.ComBadan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Lebak soroti perihal operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak banyak melibatkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi SPPG dalam pengadaan bahan pangan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jum'at (9/1/2026). 

‎Padahal menurut BPC HIPMI Lebak, sesuai dengan tujuan awal program, selain dalam upaya pemenuhan gizi anak Indonesia, program MBG ini diluncurkan guna peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar dengan ikut terlibat menjadi penyedia bahan pangan.

‎”Kami melihat, pengadaan bahan pangan untuk program MBG di Kabupaten Lebak, seperti beras, ikan, daging, sayuran, buah-buahan dan bahan pangan lainnya, pihak yayasan melakukan pengadaan bahan pangan tersebut,” ujar Asep Pahrudin, Pengurus BPC HIPMI Lebak.

‎Asep memaparkan, dalam penyediaan bahan pangan, yayasan dan mitra pengelola SPPG membuat rantai pasokan tersendiri sehingga pengadaan bahan pangan hanya bisa dilakukan oleh kelompok-kelompok disekitar mereka saja, sehingga sirkel ini mempersempit pelaku UMKM terlibat dalam penyediaan bahan pangan.

‎Selain itu, rantai pasok bahan baku perlu diperkuat. Caranya dengan melibatkan petani, UMKM pangan, dan sektor logistik lokal.

‎”Program MBG ini hanya dinikmati oleh segelintir orang saja, yaitu pihak yayasan dan mitra pemilik dapur SPPG. Keterlibatan UMKM, dan sektor logistik lokal sangat minim” ujarnya.

‎Asep melanjutkan, dirinya pernah berdiskusi dengan salah seorang pelaku usaha kecil, mengirim beras dan buah-buahan, ke salah satu dapur SPPG, namun itu tidak lama, karena di stop oleh pihak yayasan, dengan alasan yang tidak jelas.

‎”Kalau seperti ini, maka program MBG hanya memberikan peluang usaha bagi segelintir orang di dalam yayasan atau mitra,” pungkasnya.

(Cup/Red)


Warga RW 01 dan RW 04 Lakukan Gotong Royong Bangun TPU Desa Hegarmanah Kecamatan Panggarangan

By On Jumat, Januari 09, 2026

 

Warga masyarakat RW 01 dan RW 04 Desa Hegarmanah, Kecamatan Panggarangan, saat mengerjakan pembangunan TPU di Kampung Cinyangkok, Desa Hegarmanah, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak

Lebak, KabarViral79.Com – Masyarakat RW 01 dan RW 04 Desa Hegarmanah, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, melaksanakan kegiatan gotong royong membangun saung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Hegarmanah, Kecamatan Panggarangan.

Pembangunan saung TPU yang berlokasi di Kampung Cinyangkok, Desa Hegarmanah, Kecamatan Panggarangan tersebut bertujuan sebagai tempat berteduh bagi para penggali liang lahat. Selain itu, saung TPU juga difungsikan sebagai tempat penyimpanan alat-alat penggalian liang lahat.

Kegiatan gotong royong ini dipelopori oleh Kiyi Ruhedi, yang sehari-hari selain sebagai Imam Masjid di Kampung Babakan, Desa Hegarmanah, beliau juga menjabat sebagai Amil di Desa Hegarmanah.

“Pembangunan TPU Desa Hegarmanah ini sebagian ada sumbangan dari Pemerintah Desa, dan selebihnya merupakan sumbangan dari beberapa hamba Allah berupa uang tunai, kayu, dan semen,” kata Sarid selaku Ketua RW 01 Desa Hegarmanah.

Ia juga menyampaikan harapan ke depan, khususnya kepada aparat Pemerintah Desa Hegarmanah, dalam hal ini Bapak Kepala Desa, agar dapat meluangkan waktu meskipun hanya sejenak untuk melihat dan meninjau ke kampung-kampung, sehingga mengetahui kondisi serta keluhan dari warga.

Selain itu, warga lainnya juga meminta kepada pihak Pemerintah Desa setempat agar dapat membantu memberikan solusi terkait penerangan di saung TPU Desa Hegarmanah yang saat ini sedang dibangun.

“Jadi kami selaku masyarakat di Desa Hegarmanah, Kecamatan Panggarangan, berharap agar Kepala Desa bisa proaktif terhadap warganya setiap ada kegiatan. Jangan sampai masyarakat menilai bahwa Kepala Desa tidak peduli terhadap warganya,” pungkasnya.

(Cup/Usay)

Tanggapi Keluhan Masyarakat, Anggota DPRD Lebak Samboja Uton Witono Kembali Tinjau Lokasi

By On Jumat, Januari 09, 2026

 

Anggota DPRD Lebak Samboja Uton WitonoAma Dewan” saat melakukan peninjauan longsor untuk yang kedua kalinya di Kampung Karang Sewu, Desa Hegarmanah, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak

Lebak, KabarViral79.Com – Menanggapi keluhan masyarakat, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak dari Fraksi Gerindra, Samboja Uton Witono atau yang akrab disapa “Ama Dewan”, kembali meninjau lokasi longsor di jalan poros penghubung dua desa di Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (9/1/2026).

Diketahui, lokasi longsor tersebut berada di Kampung Karang Sewu, Desa Hegarmanah, yang merupakan akses penghubung menuju Desa Sindangratu, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten. Peristiwa longsor itu terjadi sekitar dua minggu yang lalu.

Saat dikonfirmasi awak media, Ama Dewan mengatakan bahwa peninjauan lokasi longsor tersebut sudah dilakukan untuk yang kedua kalinya. Hal ini dilakukan atas adanya keluhan dari sejumlah warga masyarakat setempat.

“Atas adanya keluhan dari masyarakat, saya kembali meninjau lokasi longsor akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama dua hari dua malam, yang terjadi sekitar dua minggu yang lalu,” kata Ama Dewan.

Samboja pun memohon kepada pemerintah terkait agar dapat memberikan bantuan bronjong serta tambahan batu, sehingga akses jalan penghubung Desa Hegarmanah dan Desa Sindangratu tersebut dapat segera selesai dan kembali normal. “Harapannya bisa segera ditangani,” tutupnya. (Cup) 

Jembatan Gantung Cimancak Nyaris Ambruk, Pemdes Sukajadi Geram: Keselamatan Warga Seolah Diabaikan

By On Rabu, Januari 07, 2026

 

Kepala Desa Sukajadi Ujang Supiana bersama Bhabinkamtibmas Polsek Panggarangan Aipda Fery Alamsyah saat melakukan pengecekan Jembatan Gantung Cimancak di Desa Sukajadi, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak

LEBAK, KabarViral79.Com – Kondisi Jembatan Gantung Cimancak yang berada di Desa Sukajadi, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten, kian memprihatinkan. Jembatan vital penghubung aktivitas warga itu kini nyaris ambruk dan tak lagi bisa dilalui kendaraan roda dua. Ironisnya, hingga saat ini belum terlihat langkah penanganan serius dari pihak pemerintah terkait.

Kepala Desa Sukajadi, Ujang Supiana, menegaskan bahwa kerusakan jembatan sudah berada pada level sangat membahayakan keselamatan warga. Struktur jembatan yang rusak parah dikhawatirkan sewaktu-waktu dapat roboh dan menelan korban.

“Jembatan gantung Cimancak ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan. Saat ini sudah tidak bisa dilalui kendaraan roda dua karena kerusakannya parah dan nyaris ambruk,” tegas Ujang Supiana.

Menurutnya, jembatan tersebut berada tepat di wilayah Desa Sukajadi dan selama ini menjadi akses penting masyarakat. Namun, kondisi terkini justru mencerminkan lemahnya perhatian terhadap infrastruktur pedesaan yang menyangkut keselamatan publik.

“Jembatan ini sangat berbahaya saat dilintasi warga. Kami khawatir jika terus dibiarkan, akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, pada Rabu (7/1/2026), Kepala Desa Sukajadi bersama Bhabinkamtibmas Polsek Panggarangan Aipda Fery Alamsyah turun langsung melakukan pengecekan di lokasi. Pemerintah desa juga secara tegas mengimbau masyarakat agar tidak lagi menggunakan jembatan tersebut demi menghindari risiko kecelakaan.

“Hari ini kami turun langsung untuk mengecek dan sekaligus menghimbau warga agar tidak menggunakan jembatan gantung Cimancak. Kami tidak ingin ada warga yang jatuh atau menjadi korban akibat kelalaian ini,” ungkap Ujang.

Lebih lanjut, Ujang Supiana menyampaikan harapan sekaligus desakan agar pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait segera turun tangan. Ia menilai, lambannya penanganan mencerminkan minimnya keberpihakan terhadap keselamatan warga desa.

“Kami berharap pemerintah segera memberikan penanganan serius dan membangun kembali jembatan gantung Cimancak ini. Jangan sampai harus menunggu korban dulu baru ada tindakan,” pungkasnya.

(Cup)

Aktivis Forum Diskusi Mahasiswa dan Pemuda Soroti Kinerja Inspektorat Lebak yang Dinilai Abai Awasi Program Desa

By On Rabu, Januari 07, 2026

 


Lebak, KabarViral79.Com – Aktivis yang tergabung dalam Forum Diskusi Mahasiswa dan Pemuda menyoroti kinerja Inspektorat Kabupaten Lebak, Banten, yang dinilai abai terhadap pengawasan berbagai program pemerintah desa di wilayah Kabupaten Lebak.

Selama ini, masyarakat kerap menyuarakan bahwa sejumlah program desa tidak berjalan efektif dan diduga banyak yang bersifat fiktif. Dugaan tersebut mencakup program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), ketahanan pangan (Ketapang), serta program-program desa lainnya. Namun hingga kini, belum terlihat adanya keterbukaan informasi yang relevan kepada publik terkait kegiatan audit terhadap kepala desa yang rawan terindikasi melakukan tindakan korupsi di Kabupaten Lebak.

Aktivis Forum Diskusi Mahasiswa dan Pemuda berharap Inspektorat Kabupaten Lebak bersama Bupati Lebak segera melakukan audit menyeluruh terhadap kepala desa se-Kabupaten Lebak. Mereka juga meminta agar tidak ada pembiaran terhadap oknum-oknum yang diduga membekingi kepala desa dan terus memberikan pembelaan atas dugaan penyimpangan tersebut.

Menurutnya, sepanjang tahun 2025, dirinya kerap terlibat langsung dalam berbagai kegiatan bersama masyarakat desa di Kabupaten Lebak. Dari hasil interaksi tersebut, keluhan masyarakat relatif seragam, terutama terkait bantuan pemerintah seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Keluarga Harapan (PKH), dan bantuan sosial lainnya yang dinilai tidak tepat sasaran. Bahkan, ditemukan dugaan adanya pemotongan bantuan, penimbunan sembako seperti minyak goreng dan beras, sementara masih banyak masyarakat yang seharusnya menerima bantuan justru tidak mendapatkannya.

Selain itu, banyak program desa yang dinilai hanya dikuasai oleh perangkat desa dan tidak dikelola secara transparan. Masyarakat tidak mengetahui bagaimana sistem manajemen program tersebut serta bagaimana keberlanjutannya ke depan. Padahal, program-program desa seharusnya dikelola secara terbuka dan melibatkan masyarakat agar tercipta kesejahteraan desa serta terwujudnya desa yang mandiri dari hasil program yang telah dianggarkan.

Aktivis tersebut juga mengingatkan agar kepala desa tidak membawa aspirasi masyarakat desa ke pemerintah pusat hanya sebagai umpan. Ia mencontohkan aksi demonstrasi besar-besaran para kepala desa beberapa waktu lalu yang mengatasnamakan masyarakat, dengan dalih pembangunan desa terhambat karena belum dicairkannya anggaran Dana Desa tahap II oleh Kementerian Keuangan. Namun pada kenyataannya, ketika anggaran program desa telah dicairkan, pelaksanaannya dinilai tidak efektif dan tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Oleh karena itu, aktivis Forum Diskusi Mahasiswa dan Pemuda menyatakan sikap dan mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) yang memiliki kewenangan agar segera mengagendakan audit terhadap kepala desa di Kabupaten Lebak yang rawan merugikan keuangan negara dan masyarakat.

Warga Baksel Antusias Saksikan Puncak Malam Hiburan di Acara Grand Opening Pokdarwis Pantai Komando Bayah Barat

By On Kamis, Januari 01, 2026

 

Suasana sore hari di acara Grand Opening Pokdarwis Pantai Komando Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten

Lebak, KabarViral79.Com – Meskipun pada siang hari acara Grand Opening Pokdarwis Pantai Komando sempat diguyur hujan, namun pada puncak acara masyarakat Lebak Selatan (Baksel) nampak antusias menyaksikan malam hiburan dalam rangka launching Pantai Komando, sekaligus Anniversary Pernikahan ke-12 Founder of Pantai Komando, Serma Asank Kosasih-71 dan Bunda Ana Nurhasanah, yang digelar pada Rabu, 31 Desember 2025.

Nampak terlihat, mulai dari sehabis salat Isya tadi malam, ribuan masyarakat sudah datang dan seakan berlomba-lomba menuju Pantai Komando Pokdarwis Bayah Barat di Cikumpay, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, untuk menyaksikan hiburan band di detik-detik pergantian tahun 2026.

Berdasarkan informasi yang didapat awak media ini pada malam puncak acara, sekitar 2.000 orang warga datang menyaksikan hiburan band, baik yang sengaja berjalan kaki maupun yang menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat.

Malam tersebut memang merupakan puncak malam hiburan band yang digagas oleh panitia pelaksana dalam rangka launching Pantai Komando.

Pada puncak malam hiburan dalam acara tersebut menghadirkan pemain band dari Pelabuhan Ratu, Jawa Barat, serta band dari putra daerah Lebak Selatan, yaitu pemain band dari Bayah dan Malingping.

Para penonton memadati area panggung saat menyaksikan hiburan band di acara Grand Opening Pokdarwis Pantai Komando Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten


“Sebelumnya pengunjung tidak seberapa yang datang ke Pantai Komando ini, karena mulai dari siang sampai sore harinya diguyur hujan. Tapi alhamdulillah setelah malam hari, sehabis Isya, warga mulai berdatangan sampai di akhir puncak acara mencapai 2.000 orang yang datang untuk menyaksikan band,” kata Bunda Ana Nurhasanah, Kamis, 1 Januari 2026.

Terpisah, Owner/Pemilik Pantai Komando, Serma Asank Kosasih-71, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp mengatakan bahwa pihaknya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung sehingga acara tersebut bisa berjalan dengan lancar dan tertib.

“Kami bersama keluarga mewakili penyelenggara mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar, aman, semua sangat dewasa, semua penonton bisa dikendalikan dengan baik, bergembira, tidak ada yang memancing keributan, semua tertib,” kata Serma Asank Kosasih.

Untuk itu, lanjut Serma Asank Kosasih, sekali lagi pihaknya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut berpartisipasi. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi untuk semua rekan-rekan, baik dari keamanan maupun media, semua bekerja dengan baik. Mohon maaf atas semua kekurangan, semoga di tahun 2026 ini kita semua selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan. Aamiin,” pungkasnya.

Sementara itu, Dudu, salah satu pengunjung, mengapresiasi pemilik Pantai Komando yang telah menyelenggarakan kegiatan Grand Opening Pokdarwis Pantai Komando.

“Saya bersama anak dan istri sengaja datang ke Pantai Komando ini untuk menyaksikan acara hiburan grup band. Dengan adanya acara ini kami sangat terhibur, dan terlihat begitu padatnya penonton sambil menunggu detik-detik pergantian Tahun Baru 2026,” ucap Dudu.

(Cup/Usay)