-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Inspektorat Lebak Evaluasi Pertanggungjawaban APBDes 2025 di Kecamatan Panggarangan

By On Rabu, Mei 13, 2026

Ketua Tim Evaluasi Inspektorat Lebak, Lukman Sujana didampingi Canat Panggarangan Hendi Suhendi, saat sambutan pelaksanaan Evaluasi Pertangungjawaban APBDes Tahun 2025, di aula Kantor Kecamatan Panggarangan. 

LEBAK, KabarViral79.Com - Inspektorat Kabupaten Lebak menggelar evaluasi Pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran (TA) 2025. 

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten, pada Selasa, 12 Mei 2026. 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Tim Inspektorat Kabupaten Lebak, Lukman Sujana, didampingi anggota tim Hendri Suryono dan Nani Nurfaini. 

Turut mendampingi Camat Panggarangan Hendi Suhendi, Sekmat Panggarangan Aang Kurnia, serta seluruh perangkat desa se-Kecamatan Panggarangan yang terdiri dari Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kaur Ekbang, Kaur Keuangan, hingga Kasi Pemerintahan. 

Dalam sambutannya, Ketua Tim Evaluasi Inspektorat Lebak, Lukman Sujana menjelaskan bahwa evaluasi ini dilakukan secara serentak dengan membagi tim ke dalam dua wilayah kerja. 

"Tim kami bagi menjadi dua; satu tim di Kecamatan Panggarangan dan satu tim lainnya saat ini tengah bertugas di Kecamatan Bayah. Kami harap kehadiran kami tidak membuat suasana tegang. Santai saja, karena kalau tegang, justru menunjukkan ada sesuatu yang kurang tepat," seloroh Lukman mencairkan suasana. 

Lukman memaparkan bahwa proses evaluasi akan berlangsung selama dua hari untuk meninjau secara mendalam kepatuhan administrasi seluruh desa di wilayah tersebut. 

Fokus utama kegiatan ini adalah memastikan tata kelola keuangan desa berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku. 

Para peserta saat mengikuti pelaksanaan Evaluasi Pertanggunjawaban APBDes tahun 2025, di aula kantor Kecamatan Panggarangan. 

"Tujuannya adalah melihat sejauh mana kepatuhan Bapak dan Ibu perangkat desa dalam pengelolaan keuangan agar tetap akuntabel dan sejalan dengan aturan," jelasnya. 

Selain pemeriksaan APBDes reguler, Inspektorat juga memberikan perhatian khusus pada penggunaan Dana Bantuan Provinsi (Banprov). 

Salah satu poin krusial yang disoroti adalah program beasiswa sarjana desa bagi masyarakat kurang mampu. 

Lukman menegaskan, jika program tersebut tidak terealisasi, maka anggaran wajib dikembalikan ke kas negara. 

Ia juga mengingatkan agar desa segera merapikan laporan pertanggungjawaban terkait dana Ketahanan Pangan (Ketapang) yang dikelola oleh BUMDes, termasuk pemenuhan kewajiban pajaknya. 

"Kami meminta setiap desa mempersiapkan laporan dana Ketapang dengan jelas, termasuk bukti setor pajak-pajaknya agar tidak menjadi kendala di kemudian hari," tutup Lukman. (Cup)

Polisi Diminta Tertibkan Truk yang Parkir Liar di Bahu Jalan Malingping-Bayah, Resahkan Pengguna Jalan

By On Senin, Mei 11, 2026

Sejumlah truk bermuatan berat yang parkir liar di bahu jalan Nasional Malingping-Bayah. 

LEBAK, KabarViral79.Com - Antrean truk bermuatan berat yang parkir liar di bahu hingga badan jalan Nasional Malingping-Bayah mulai meresahkan masyarakat. 

Keberadaan armada besar tersebut dinilai menjadi ancaman serius bagi keselamatan lalu lintas, khususnya di kawasan wisata Pantai Cantigi, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten. 

Pantauan awak media di lapangan, sejumlah truk berdimensi besar ini kerap berhenti dalam durasi lama hingga memakan sebagian lajur utama. 

Kondisi tersebut memicu penyempitan jalan, sehingga memaksa kendaraan lain dari arah berlawanan untuk mengambil risiko masuk ke jalur lawan saat melintas. 

Jumali (33), seorang pengguna jalan yang rutin melintasi jalur tersebut, mengungkapkan kekhawatirannya akan potensi kecelakaan fatal akibat terbatasnya ruang gerak dan jarak pandang. 

"Sangat mengganggu dan berbahaya, apalagi kalau malam hari. Truk-truk itu parkir di badan jalan sehingga menghalangi pandangan (blind spot). Pengendara harus ekstra waspada karena jalan menjadi sangat sempit," ujar Jumali, Senin, 11 Mei 2026. 

Selain faktor keselamatan, warga menyayangkan adanya pembiaran parkir liar di area yang merupakan akses utama logistik dan pariwisata di Lebak Selatan ini. 

Warga khawatir jika tidak segera ditindak, lokasi tersebut akan memicu kecelakaan lalu lintas yang menelan korban jiwa. 

Merespons kondisi ini, masyarakat mendesak pihak terkait, khususnya Dinas Perhubungan dan aparat kepolisian setempat, untuk segera melakukan penertiban di lokasi. 

Warga berharap adanya tindakan tegas, baik berupa teguran maupun sanksi, bagi para sopir truk yang masih nekat menggunakan badan jalan sebagai lahan parkir pribadi. (Cup/Red)

Wujudkan Lapas Bebas Halinar, Kapolres Lebak Hadiri Apel Ikrar Pemasyarakatan di Lapas Rangkasbitung

By On Jumat, Mei 08, 2026

 


LEBAK, KabarViral79.Com – Kapolres Lebak, AKBP Herfio Zaki, menghadiri kegiatan Apel Ikrar Pemasyarakatan dengan tema “Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan” (Halinar) yang berlangsung di Lapas Kelas III Rangkasbitung, Jumat (08/05/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.15 WIB ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas III Rangkasbitung dan turut dihadiri jajaran Forkopimda Lebak, di antaranya Kasat Pol PP Kabupaten Lebak Yadi Basari Gunawan, Pasi Intel Kodim 0603/Lebak Kapten Arh Tri Winarto, serta jajaran utama Polres Lebak.

Dalam amanatnya, Kepala Lapas Kelas III Rangkasbitung menegaskan bahwa ikrar tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan komitmen nyata jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari peredaran narkoba, penggunaan ponsel ilegal, serta praktik penipuan.

“Seluruh petugas yang telah berikrar diharapkan mampu mengimplementasikan komitmen ini dengan penuh tanggung jawab demi terciptanya situasi lapas yang aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.

Kapolres Lebak, AKBP Herfio Zaki, menyatakan dukungan penuhnya terhadap langkah tegas Lapas Rangkasbitung. Menurutnya, sinergitas antarinstansi sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas keamanan di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

“Kegiatan ini adalah langkah nyata dalam menjaga kamtibmas. Kami mendukung penuh upaya mewujudkan lapas yang bersih dari Halinar demi keamanan wilayah hukum Polres Lebak,” tegas AKBP Herfio Zaki.

Rangkaian acara diawali dengan apel komitmen, dilanjutkan dengan razia mendadak ke kamar hunian warga binaan untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang masuk ke dalam lapas.

Kegiatan diakhiri dengan sesi ramah tamah bersama perwakilan media, LSM, dan mahasiswa yang turut hadir menyaksikan prosesi tersebut. Hingga acara usai, situasi terpantau aman, tertib, dan terkendali.

(Cup/Uday)

Cetak Generasi Kreatif, Sub-Rayon 7 Kabupaten Lebak Gelar FLS3N Tingkat SMP

By On Kamis, Mei 07, 2026

 


LEBAK, KabarViral79.Com – Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Sub-Rayon 7 Kabupaten Lebak tahun 2026 sukses diselenggarakan di SMP Negeri 1 Panggarangan, Banten, pada Kamis (7/5/2026).

Ajang ini menjadi panggung kreativitas bagi siswa SMP dari wilayah Lebak Selatan. Ketua Panitia, Ahmad Lili Sugiri, menyampaikan bahwa kompetisi ini merupakan wadah penting bagi generasi muda untuk mengasah bakat dan kreativitas mereka di bidang seni.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan dengan lancar dan meriah. Acara ini diikuti oleh siswa-siswi SMP dari empat kecamatan, yaitu Panggarangan, Bayah, Cilograng, dan Cibeber,” ujar Ahmad Lili Sugiri.

Terdapat sembilan cabang lomba yang dipertandingkan dalam ajang tahun ini, meliputi ilustrasi, menyanyi solo, pantomim, tari kreasi, kreativitas musik tradisional, menulis cerita, mendongeng, ansambel campuran, serta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

Sugiri menambahkan bahwa para juara atau peserta terbaik dari tingkat Sub-Rayon ini akan mendapatkan kesempatan untuk melaju ke jenjang berikutnya.

“Para pemenang nantinya akan terpilih untuk mewakili wilayah Sub-Rayon 7 ke tingkat Kabupaten Lebak,” pungkasnya.

(Cup)

Ahmad Faidlullah Serahkan Estafet Kepemimpinan Camat Panggarangan kepada Hendi Suhendi, Penuh Haru

By On Selasa, Mei 05, 2026

 

Ahmad Faidlullah menyampaikan sambutan dalam acara pisah sambut Camat Panggarangan yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak

LEBAK, KabarViral79.Com – Suasana haru menyelimuti Aula Kantor Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten, saat berlangsungnya acara pisah sambut Camat Panggarangan pada Selasa (5/5/2026). Jabatan Camat resmi beralih dari Ahmad Faidlullah kepada pejabat baru, Hendi Suhendi.

Dalam sambutannya, Ahmad Faidlullah yang kini mengemban amanah baru sebagai Kabag Protokol Setda Kabupaten Lebak, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung kinerjanya selama ini.

“Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat-Nya kita dapat berkumpul dalam rangka pisah sambut ini. Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kekhilafan selama saya bertugas di Panggarangan,” ujar Ahmad Faidlullah.

Ia juga mendoakan agar estafet kepemimpinan ini membawa kemajuan yang lebih besar bagi masyarakat setempat.

Ahmad Faidlullah secara simbolis menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Camat Panggarangan yang baru, Hendi Suhendi, di Aula Kantor Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak


“Selamat bertugas kepada Camat yang baru. Semoga Bapak Hendi Suhendi sukses dalam menjalankan amanah dan membawa Panggarangan ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Panggarangan yang baru, Hendi Suhendi, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi pendahulunya. Menurutnya, kepemimpinan Ahmad Faidlullah selama empat tahun terakhir telah meletakkan fondasi pembangunan dan kerukunan masyarakat yang luar biasa.

“Terima kasih kepada Pak Ahmad atas dedikasinya. Perkembangan Panggarangan selama empat tahun lebih ini sangat luar biasa, masyarakat dan para Jaro (Kepala Desa) bersatu padu. Insya Allah, saya siap mengabdi dan melanjutkan program-program baik yang telah dirintis,” tutur Hendi.

Menutup perkenalannya, Hendi sempat melontarkan pantun sebagai bentuk komitmennya. “Indahnya bunga melati, insya Allah saya memperkenalkan diri dan siap mengabdi sepenuh hati,” ucapnya disambut hangat oleh para hadirin.

Acara ini dihadiri oleh jajaran unsur Forkopimcam dan tokoh penting lainnya, di antaranya Kapolsek Panggarangan AKP Acep Komarudin, Pgs Danramil Panggarangan Pelda Eman Guratman beserta anggota, Sekmat Panggarangan yang baru Aang K, mantan Kasatpol PP Panggarangan Usep Herdiana (kini Sekmat Bojongmanik), perwakilan Paguyuban Kepala Desa se-Kecamatan Panggarangan, tokoh masyarakat, tokoh agama, KUA, PGRI, pengurus TP-PKK, kader Posyandu, serta perwakilan Karang Taruna.

Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah dan foto bersama sebagai simbol sinergi baru untuk kemajuan Kecamatan Panggarangan.

(Cup/Uday)

Sapi Program Ketahanan Pangan “Hilang”, KNPI Lebak Tantang Debat Terbuka Kades dan BUMDes Situregen

By On Selasa, April 28, 2026

 

Wakil Ketua Bidang SDA DPD KNPI Lebak sekaligus Ketua DPK KNPI Panggarangan, Dede Heriansyah (Elod)

LEBAK, KabarViral79.Com – Dugaan raibnya sejumlah ternak sapi dalam program Ketahanan Pangan di Desa Situregen, Kecamatan Panggarangan, memicu reaksi keras dari Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Lebak.

Wakil Ketua Bidang SDA DPD KNPI Lebak sekaligus Ketua DPK KNPI Panggarangan, Dede Heriansyah (Elod), secara resmi melayangkan tantangan debat terbuka kepada Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan pengurus BUMDes Situregen untuk mengklarifikasi persoalan tersebut.

Kecurigaan ini bermula dari laporan masyarakat dan pemberitaan media terkait kosongnya kandang sapi milik BUMDes. Saat dilakukan pengecekan fisik di lapangan, tim tidak menemukan satu pun ekor sapi di lokasi.

Meski pihak pengelola berdalih bahwa sapi-sapi tersebut sedang dalam masa karantina, Elod menilai alasan tersebut tidak masuk akal dan tidak didukung bukti administratif yang transparan.

Foto kandang sapi milik BUMDes Situregen, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, dalam kondisi kosong


“Program ini dibiayai anggaran negara yang besar, yakni sekitar Rp207 juta untuk pengadaan 8 ekor sapi, pembangunan kandang, dan pakan. Namun, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik. Kandang kosong, manfaatnya tidak dirasakan petani,” ujar Elod, Selasa (28/4/2026).

Elod menekankan bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Desa PDT Nomor 3 Tahun 2025, setiap desa wajib mengalokasikan minimal 20% Dana Desa untuk sektor ketahanan pangan. Program di Situregen seharusnya menjadi pilar ekonomi desa, bukan justru menimbulkan kegaduhan.

“Kepmendesa Nomor 3 Tahun 2025 itu mandat nyata, bukan sekadar formalitas. Ada ruang gelap dalam distribusi dan pengawasan di Situregen yang harus dibuka ke publik,” tegasnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan fungsi kontrol pemuda, KNPI menuntut transparansi total melalui forum adu data.

“Saya menantang Kepala Desa, BPD, dan pengurus BUMDes Situregen untuk debat terbuka. Rakyat berhak tahu ke mana perginya anggaran ratusan juta tersebut dan di mana keberadaan sapi-sapi itu sekarang,” pungkas Elod.

(CupTim/Red)

Misteri Hilangnya 8 Ekor Sapi Program BUMDes Situregen Lebak, Kandang Ditemukan Kosong

By On Selasa, April 28, 2026

Kandang sapi milik BUMDes Situregen dalam keadaan kosong melongpong. 

LEBAK, KabarViral79.Com - Program ketahanan pangan melalui pengadaan 8 ekor sapi oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Situregen, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, kini menjadi sorotan. 

Sapi yang dianggarkan dari Dana Desa tahun 2025 tersebut dilaporkan tidak ada di kandang, Senin (27/4/2026).

Berdasarkan investigasi lapangan di Kampung Cikaret, Desa Situregen, tim awak media menemukan fakta bahwa kandang yang seharusnya menjadi tempat pemeliharaan sapi dalam keadaan kosong melompong. 

Ketua BUMDes Situregen, Andika, bersama Sekretaris BUMDes, Arip memberikan klarifikasi terkait hal ini dalam pertemuan di Aula Kantor Desa Situregen. 

Andika mengakui bahwa sapi-sapi tersebut sudah tidak berada di kandang milik Bumdes dengan alasan kendala pakan dan tenaga pengelola. 

"Intinya kami kesulitan terkait pakan dan tenaga pencari rumput. Dan ini saya urus sendiri seadanya. Karena kekurangan gizi, satu ekor sapi sempat sakit. Setelah dikonsultasikan dengan pihak terkait/Ekswan dan dianggap tidak tertolong, akhirnya satu ekor sapi dipotong berdasarkan hasil musyawarah dengan RT, RW, BPD, dan Kepala Desa," jelas Andika. 

Terkait sisa 7 ekor lainnya, Andika menerangkan bahwa hewan ternak tersebut sedang dipindahkan ke tempat karantina di wilayah Malingping. 

Namun, keterangan berbeda muncul dari Sekretaris BUMDes, Arip. Awalnya, ia mengklaim bahwa sapi-sapi tersebut masih ada di kandang. 

Ia berdalih bahwa sisa sapi yang ada sedang dipindahkan ke tempat karantina untuk mencegah penularan penyakit. 

"Sapi ada di kandang. Kami tidak memungkiri ada kelemahan dalam pengelolaan dan pemberian pakan. Untuk sementara, sapi-sapi kami alihkan ke karantina. Berita acara kematian dan dokumentasi foto juga ada, dan diketahui juga sama Ekswan, jadi apa lagi yang mau dipermasalahkan?" ujar Arip. 

Meski demikian, saat awak media mengajak pengurus untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi kandang di Kampung Cikaret, pihak pengurus terkesan enggan dan menolak ajakan tersebut. 

Menanggapi carut-marut pengelolaan ini, Pendamping Desa Teknik Infrastruktur (PDTI) Kecamatan Panggarangan, Haji Ayi Ihsani menyatakan bahwa pihaknya sudah berkali-kali memberikan peringatan kepada pengurus BUMDes. 

"Saya sudah berulang kali mengingatkan pengurus agar mengelola program ini dengan serius sesuai harapan. Jangan sampai merasa bosan atau lalai dalam mengurus ternak-ternak tersebut," tegas Haji Ayi melalui sambungan telepon. 

Hingga berita ini ditayangkan, keberadaan pasti sisa sapi dari program Dana Desa tersebut masih menjadi tanda tanya dan menunggu transparansi lebih lanjut dari pihak Pemerintah Desa Situregen. (Cup/Tim)