-->
BREAKING NEWS

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Warga Bayah Desak Normalisasi Pendangkalan Sungai Cidikit, Khawatir Sawah dan Pemukiman Tenggelam

By On Rabu, Juli 01, 2026

Sejumlah warga Desa Bayah Barat saat menyisir bantaran sungai Cidikit, Rabu, 01 Juli 2026. 

LEBAK, KabarViral79.Com - Sejumlah warga Kampung Bayah Satu, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, turun langsung ke bantaran Sungai Cidikit, Rabu, 01 Juli 2026. 

Aksi ini dilakukan untuk menyuarakan keresahan mereka terkait kondisi sungai yang keruh dan mengalami pendangkalan parah. 

Aksi yang dipimpin oleh Ketua RW setempat ini merupakan bentuk protes dari para pemilik sawah di sepanjang area bantaran sungai. 

Warga sengaja merekam kondisi lapangan melalui video dengan harapan mendapatkan respons cepat dari pihak perusahaan dan instansi terkait. 

Dalam rekaman tersebut, warga mendesak agar pihak perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut bertanggung jawab untuk mengembalikan fungsi sungai seperti semula, baik dari segi kebersihan air maupun kedalaman sungai. 

"Kami selaku warga terdampak meminta kepada pihak perusahaan agar Sungai Cidikit kembali jernih dan normal," ujar Ketua RW 05 sekaligus Tokoh Masyarakat Kampung Bayah Satu, Empud Saripudin, di lokasi kegiatan, Rabu, 01 Juli 2026. 

Warga menuntut adanya pengerukan atau normalisasi segera terhadap material batu kerikil yang menyumbat aliran sungai. Jika dibiarkan, tumpukan material tersebut akan menyumbat total arus air. 

"Pendangkalan Sungai Cidikit ini harus segera dikeruk. Jika tidak, saat banjir datang, air sungai akan meluap dan meratakan pemukiman serta persawahan. Pemukiman bisa habis, sawah juga habis," tegas Empud. 

Warga berharap pihak manajemen perusahaan dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak segera turun tangan melakukan tindakan nyata sebelum bencana banjir melanda kawasan tersebut. (Tim/Red)

Bantaran Sungai Cidikit Dangkal, Warga Bayah Kembali Desak Normalisasi

By On Rabu, Juli 01, 2026

ketwrangan fhoto Kondisi Bantaran sungai kali Cidikit Desa Bayah Barat pada Selasa 30 Juni 2026
keterangan fhoto Kondisi Bantaran sungai kali Cidikit Desa Bayah Barat pada Selasa 30 Juni 2026


LEBAK,Kavarviral79.com-Warga Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, kembali menyoroti kondisi bantaran Sungai Cidikit yang saat ini mengalami pendangkalan parah. 


Kekhawatiran ini disampaikan oleh Ketua RW 05 sekaligus Tokoh Masyarakat Kampung Bayah Satu, Desa Bayah Barat, Empud Saripudin.


Menurut Empud, pendangkalan air di sepanjang bantaran hilir Sungai Cidikit berpotensi memicu ancaman abrasi dan luapan air yang sangat dahsyat.


"Bencana besar bisa saja terjadi dan mengancam pemukiman warga serta berhektar-hektar pesawahan jika tidak segera dilakukan normalisasi. Potensi abrasi sangat tinggi saat terjadi banjir bandang," ujar Empud, Rabu (1/7/2026).


Mewakili aspirasi warga setempat, Empud meminta pihak-pihak terkait untuk segera turun langsung ke lapangan. 


Langkah ini dinilai penting untuk menampung keluhan masyarakat sekaligus mencari solusi konkret.


Ia juga menyoroti adanya dugaan aktivitas tertentu yang menjadi penyebab rusaknya ekosistem sungai. Warga berharap kondisi sungai dapat dipulihkan seperti sedia kala.


"Kami kembali meminta kepada pihak terkait, jika memang keruh dan dangkalnya aliran sungai ini disebabkan oleh aktivitas tertentu, mohon agar ditertibkan. 


Kami ingin sungai ini pulih seperti dulu, airnya bening dan bantarannya tidak dangkal," tegas Empud.


(Tim/Red)


Me Gacor CBR FC Raih Juara Turnamen Sepak Bola Jaro Cup Sawarna 2026

By On Selasa, Juni 30, 2026

Me Gacor CBR FC Raih Juara Turnamen Sepak Bola Jaro Cup Sawarna 2026. 

LEBAK, KabarViral79.Com - Tim kesebelasan Me Gacor CBR FC sukses meraih juara pertama dalam laga Grand Final turnamen sepak bola Jaro Cup Desa Sawarna. 

Pertandingan sengit tersebut berlangsung di lapangan sepak bola Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada Senin (29/06/2026) kemarin. 

Acara tahunan ini berjalan sukses, aman, dan meriah. 

Pada laga puncak tersebut, Me Gacor CBR FC berhadapan dengan tim kuat MGS Marga Saluyu. 

Pertandingan berlangsung ketat hingga waktu normal berakhir dengan skor imbang 1-1. 

Laga kemudian dilanjutkan melalui drama adu penalti, yang akhirnya dimenangkan oleh Me Gacor CBR FC dengan skor tipis 5-4. 

Pemilik klub Me Gacor CBR FC, Dedi Vistasio—yang akrab disapa Om Joy—bersama sang istri, Bunda Rose, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan turnamen Jaro Cup Sawarna ini. 

"Tentunya ini menjadi kebanggaan bagi pribadi saya dan istri. Dalam pertandingan di grand final turnamen Event Jaro Cup Sawarna kemarin, tim kami bisa meraih juara," ujar Om Joy saat diwawancarai pada Selasa (30/06/2026). 

Om Joy menambahkan bahwa turnamen ini merupakan ajang yang sangat bergengsi. Kedua tim bahkan mendatangkan para pemain bintang yang sudah malang-melintang di dunia turnamen antarkampung (tarkam). 

"Ini ajang bergengsi bagi Me Gacor CBR FC yang mampu meredam permainan MGS Marga Saluyu. Kemenangan ini tentunya menjadi kado yang sangat luar biasa bagi saya untuk bisa memberikan piala juara satu ini kepada istri tercinta," pungkasnya. (Cup/Uday)

Ekonomi Sulit, Aktivis Minta Pemerintah dan APH Bijak Sikapi Tambang Rakyat di Lebak Selatan

By On Minggu, Juni 28, 2026

Aktivis Lebak Selatan, Deni Ismayadi. 

LEBAK, KabarViral79.Com - Aktivis Lebak Selatan, Deni Ismayadi meminta Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk bersikap lebih bijak terhadap para penambang rakyat, khususnya di sektor batu bara, pasir, dan emas. 

Langkah ini dinilai penting mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit serta angka pengangguran yang kian meningkat. 

Pernyataan tersebut disampaikan Deni guna menanggapi banyaknya keluhan yang ia terima langsung dari arus bawah. 

Mulai dari para penambang, kuli bongkar muat (loading), hingga pedagang kecil yang menggantungkan hidup pada sektor tersebut. 

"Akhir-akhir ini saya sering mendapatkan banyak keluhan dari warga yang sehari-harinya bergelut di pertambangan rakyat. Untuk itu, mohon kiranya pemerintah dan APH bersedia mendengar jeritan serta penderitaan rakyat kecil," ujar Deni, Minggu, 28 Juni 2026. 

Deni menambahkan, salah satu keluhan terbaru yang kerap ia dengar adalah terkait aturan pemindahan stockpile batu bara ke lokasi baru yang telah ditentukan oleh pihak berwenang. 

Menurutnya, aturan tersebut menyulitkan warga di lapangan. Selain jarak lokasi baru yang dinilai terlalu jauh, kapasitas tampungnya pun sangat terbatas. 

Oleh karena itu, ia berharap ada solusi yang lebih berpihak pada keberlangsungan hidup masyarakat kecil. 

Deni menegaskan, pada dasarnya warga selalu taat hukum dan mendukung program kerja pemerintah. Persoalannya, selain tempatnya jauh, kapasitasnya juga terbatas. 

"Saya sangat berharap ada kebijakan yang bijak. Sesungguhnya rakyat kecil itu patuh dan pastinya selalu mendukung program-program pemerintah," pungkas Deni. (Tim/Red)

Sungai Cidikit Dangkal, Aktivis Lebak Selatan Minta DLH Percepat Hasil Lab dan Normalisasi

By On Minggu, Juni 28, 2026

 

Ade Purna Kridiana "Ade PK



LEBAK,Kabarviral79.com  – Aktivis Lingkungan Lebak Selatan, Ade Purna  Kridiana yang akrab disapa Ade PK, meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak untuk segera mempublikasikan hasil uji laboratorium. 


Langkah ini mendesak dilakukan setelah DLH melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan pengambilan sampel air di Sungai Cidikit hampir sepekan yang lalu.


Menurut Ade PK, transparansi hasil laboratorium sangat penting untuk menghindari tudingan sepihak dari warga terhadap beberapa perusahaan di sekitar sungai. Publikasi resmi dinilai mampu meredam spekulasi negatif di tengah masyarakat.


"Saya meminta kepada DLH Kabupaten Lebak agar segera mempublikasikan hasil laboratorium dari pengambilan sampel yang dilakukan pada Selasa, 23 Juni 2026 lalu," ujar Ade PK saat memberikan keterangan kepada media. Minggu (28/6/2025)

DLH Lebak saat melakukan pengambilan Sampel sungai kali Cidikit pada Selasa tgl (23/6/2026)


Ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi ini akan melindungi semua pihak dari isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. 


"Jangan sampai ada asumsi liar dari pihak tertentu, baik dari masyarakat maupun seluruh pemangku kepentingan (stakeholder)," tambahnya.


Selain masalah pencemaran, Ade juga mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan normalisasi Sungai Cidikit. 


Menurutnya, sungai tersebut saat ini mengalami pendangkalan yang cukup parah, terutama di wilayah hilir.


Sementara itu, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (P2KLH) DLH Kabupaten Lebak, Erik Kusuma menyampaikan bahwa hasil uji laboratorium saat ini belum keluar karena masih dalam lini masa pemeriksaan resmi.


"Belum ada info terbaru, mudah-mudahan minggu ini. Semuanya masih berproses, karena prosedur pengujiannya memakan waktu sekitar dua minggu," jelas Erik saat dikonfirmasi.



(Tim/Red)




Mahasiswa Asal Jakarta Hilang Terseret Ombak 4 Meter di Pantai Tanah Merah Lebak

By On Sabtu, Juni 27, 2026

 



LEBAK,Kabarviral79.com – Seorang wisatawan asal Kebayoran Lama, Jakarta Selatan bernama Putra (21) dilaporkan hilang terseret arus di Pantai Wisata Tanah Merah, Desa Ciparahu, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, pada Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 14.30 WIB. Satu korban lainnya berhasil diselamatkan, namun ditemukan dalam kondisi belum sadarkan diri.


Kapolsek Panggarangan Polres Lebak, AKP Acep Komarudin, membenarkan peristiwa kecelakaan laut tersebut. Kejadian berlangsung saat cuaca di kawasan pantai selatan sedang memburuk.Kronologi KejadianPukul 01.00 WIB:


Rombongan wisata berjumlah 9 orang berangkat dari Kebayoran Lama, Jakarta Selatan menggunakan sepeda motor.Pukul 14.30 WIB: Rombongan tiba di Pantai Tanah Merah setelah sebelumnya sempat beristirahat di rumah rekan mereka di daerah Malingping.


Abaikan Peringatan: 


"Setibanya di lokasi, warga setempat sudah memperingatkan rombongan agar tidak berenang melewati batas aman, namun peringatan tersebut diabaikan.Terseret Ombak: Saat berenang di dekat bibir pantai, ombak besar setinggi 4 meter datang mendadak"kata Kapolsek Panggarangan


 Dua orang langsung terseret arus ke tengah laut. Saksi sempat berusaha menolong, namun terhalang besarnya ombak.Data Korban dan SaksiKorban Hilang: Putra (21), Mahasiswa, warga Jalan Praja Dalam, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Status: Belum ditemukan).



Korban Selamat: 


Bilal Darmo (18), Mahasiswa, warga Jalan Bendi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Status: Belum sadar, dirujuk dari Puskesmas Cihara ke RSUD Malingping).


Saksi Kunci:


 Hasim Bintang Sukoco (19), Mahasiswa, warga Jalan Darma Putra Raya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.


Upaya Pencarian


Proses pencarian korban hilang terpaksa dihentikan sementara pada Sabtu malam karena kondisi gelombang laut yang sangat tinggi dan cuaca buruk.

Operasi penyelamatan akan dilanjutkan kembali pada Minggu pagi.


Unsur Tim SAR Gabungan yang Dikerahkan:Unit Siaga SAR Lebak: 5 personelPolsek Panggarangan: 3 personelBPBD Kecamatan Cihara: 1 personelPMI Kecamatan Cihara: Tim medis


(Uday/Cup)

Abaikan Surat Penghentian Perhutani, PT NKE Tetap Lanjutkan Proyek PLTMH Cikamunding

By On Sabtu, Juni 27, 2026

Aktivitas pembangunan PLTMH Cikamunding oleh PT NKE, di Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak. 

LEBAK, KabarViral79.Com - Aktivitas pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Cikamunding oleh PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (PT NKE) di Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Banten, terpantau masih terus berjalan, Jumat, 26 Juni 2026. 

Pihak pelaksana diduga mengabaikan surat penghentian kegiatan sementara yang telah dikeluarkan oleh Perum Perhutani BKPH Bayah sejak 5 Juni 2026. 

Berdasarkan hasil investigasi tim media di lokasi proyek di Desa Cikamunding pada Kamis, 25 Juni 2026, PT NKE masih aktif melakukan pembangunan di area bendungan. 

Para pekerja juga terlihat tetap memanfaatkan material batu di lokasi tersebut untuk menunjang aktivitas konstruksi. 

Padahal, Perum Perhutani secara tegas telah melarang penggunaan material di lokasi proyek sebelum seluruh dokumen perizinan resmi dipenuhi oleh pihak perusahaan. 

AdministraturAsper BKPH Bayah, Lucyta Sakagiri membenarkan adanya pelanggaran tersebut. 

Perum Perhutani melayangkan surat penghentian sementara aktivitas pembangunan PLTMH. 

Saat dihubungi oleh awak media melalui sambungan telepon, Lucyta menyatakan bahwa pihaknya telah turun langsung ke lapangan dan melayangkan surat penutupan aktivitas sementara. 

"Kami sudah melakukan pengecekan termasuk memberikan surat penghentian. Namun, sampai saat ini belum ada surat balasan resmi atau perwakilan pihak PT NKE yang datang ke kantor kami untuk melakukan klarifikasi," ujar Lucita. 

Di sisi lain, upaya konfirmasi kepada pihak PT NKE belum membuahkan hasil. Perwakilan perusahaan, Adi Syarip Hidayat, sempat dihubungi media melalui pesan singkat WhatsApp untuk mengagendakan pertemuan. 

Namun, saat tim media tiba di kantor PT NKE hanya 15 menit setelah komunikasi tersebut, staf kantor menyatakan bahwa Adi sedang keluar. 

Hal ini janggal dan berbeda dengan pernyataan Adi sebelumnya yang mengaku sedang menghadiri rapat di dalam kantor. 

Hingga berita ini ditayangkan, pihak PT NKE belum memberikan penjelasan resmi terkait kelanjutan proyek tersebut. (Tim/Red)