-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Bhabinkamtibmas Polsek Panggarangan dan Babinsa Koramil 0314/Pgr Bersama BPBD Tinjau Jembatan Penghubung Dua Desa

By On Jumat, Desember 19, 2025

 

Bhabinkamtibmas Polsek Panggarangan Aipda Fery Alamsyah bersama Babinsa Koramil 0314/Pgr Serda Teddy Kurniawan, Ketua BPBD Kecamatan Panggarangan Herdi, dan Kepala Desa Cimandiri Pe’i saat melakukan pengecekan jembatan jalan poros yang menghubungkan Desa Cimandiri dan Desa Mekarsari

Lebak, KabarViral79.Com – Bhabinkamtibmas Polsek Panggarangan Polres Lebak, Aipda Fery Almansyah, bersama Babinsa Koramil 0314/Pgr Serda Teddy Kurniawan serta Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Panggarangan, melakukan pengecekan jembatan di jalan poros Desa Cimandiri, Kecamatan Panggarangan, yang menghubungkan Desa Mekarsari, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Jumat (19 Desember 2025).

Aipda Fery Almansyah mengatakan bahwa peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi jembatan yang menjadi akses utama penghubung dua desa sekaligus batas kecamatan antara Panggarangan dan Cihara.

“Saya bersama Babinsa Koramil 0314/Pgr dan Ketua BPBD Kecamatan Panggarangan telah melakukan peninjauan dan pengecekan jembatan di jalan poros Desa Cimandiri, Kecamatan Panggarangan, yang menghubungkan dengan Desa Mekarsari, Kecamatan Cihara,” kata Fery Almansyah.

Ia juga menyampaikan bahwa jembatan tersebut mengalami longsor pada bagian sisinya akibat tergerus aliran Sungai Citundun. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas masyarakat yang melintasi jalur tersebut.

“Jembatan ini merupakan akses jalan bagi dua desa sekaligus menjadi batas kecamatan antara Panggarangan dan Cihara. Saat ini bagian sisi jembatan mengalami longsor akibat tergerus aliran Sungai Citundun,” ujarnya.

(Uday)

Meneguhkan Kembali Bela Negara di Era Digital

By On Jumat, Desember 19, 2025

 


Banten, KabarViral79.Com - Peringatan Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025 yang diperingati pada 19 Oktober, dengan tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”, menjadi momen penting untuk menegaskan kembali bahwa kemajuan bangsa tidak pernah lahir dari keadaan yang serba mudah. Indonesia bertumbuh karena daya tahan warganya yang ditopang oleh kesiapsiagaan, disiplin, dan ketangguhan kolektif dalam menghadapi perubahan zaman yang kian cepat dan tak selalu pasti.

Kita hidup dalam lanskap global yang berlapis tantangan. Rivalitas geopolitik, krisis energi, disrupsi teknologi digital, hingga arus informasi yang mudah dimanipulasi membentuk wajah ancaman baru yang tidak selalu kasatmata. Ancaman terhadap negara tidak lagi hadir semata dalam bentuk konfrontasi fisik, melainkan menjelma sebagai serangan siber, radikalisme, polarisasi sosial, serta bencana alam yang semakin sering terjadi. Dalam situasi demikian, bela negara menuntut pemaknaan yang lebih luas dan kontekstual.

Hari Bela Negara tahun ini juga bertepatan dengan ujian kemanusiaan yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Wilayah-wilayah ini memiliki jejak sejarah penting dalam perjalanan Republik. Aceh, misalnya, sejak masa awal kemerdekaan dikenal sebagai Daerah Modal yang menopang perjuangan bangsa melalui dukungan nyata rakyatnya. Sejarah ini mengingatkan kita bahwa ketahanan nasional selalu bertumpu pada solidaritas dan kesediaan untuk saling menopang di saat krisis.

Dalam pidatonya pada Peringatan Hari Bela Negara ke-77, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa cinta tanah air harus diwujudkan dalam tindakan nyata membantu sesama yang tertimpa bencana, menjaga ruang digital dari hoaks, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta berkontribusi dalam pembangunan sesuai peran masing-masing. Penegasan ini relevan dengan tantangan kebangsaan hari ini, ketika bela negara tidak lagi cukup dimaknai secara simbolik, melainkan harus hadir dalam praktik keseharian warga negara.

Di era digital, peran media dan warga digital menjadi semakin strategis. Media pers tetap memegang peran penting sebagai penopang demokrasi dan penjaga nalar publik. Namun, pada saat yang sama, masyarakat luas termasuk konten kreator dan pengguna media sosial telah menjadi aktor utama dalam ekosistem informasi. Setiap konten yang diproduksi dan dibagikan membawa konsekuensi sosial, ia dapat memperkuat kohesi kebangsaan atau sebaliknya memperlebar jurang perpecahan.

Karena itu, bela negara hari ini juga berarti menjaga ruang publik digital tetap sehat dan bertanggung jawab. Literasi informasi, etika bermedia, dan kesadaran akan dampak sosial dari setiap unggahan menjadi bagian tak terpisahkan dari ketahanan nasional. Di sinilah bela negara menemukan relevansinya yang paling aktual bukan sebagai slogan, melainkan sebagai sikap hidup.

Meneguhkan bela negara pada akhirnya adalah meneguhkan optimisme kebangsaan. Indonesia memiliki modal sejarah, sumber daya manusia, dan nilai gotong royong yang kuat untuk melangkah maju. Selama semangat kebersamaan dijaga dan peran setiap warga dijalankan dengan penuh tanggung jawab, Indonesia akan tetap mampu berdiri tegak, bergerak maju, dan bangkit menghadapi setiap tantangan zaman.

Penulis Tundra Meliala adalah Ketua Umum Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat dan alumnus Lemhannas RI PPRA 51.

Cek Kesiapan Pengamanan Nataru, Polres Lebak dan Instansi Terkait Gelar Apel Pasukan Operasi Lilin Maung 2025

By On Jumat, Desember 19, 2025

 


Lebak, KabarViral79.Com – Dalam rangka pengamanan Perayaan Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026, Polres Lebak Polda Banten melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Maung 2025. Kegiatan tersebut bertempat di Lapangan Apel Mapolres Lebak, Jum’at (19/12/2025).

Apel Gelar Pasukan dipimpin langsung oleh Kapolres Lebak AKBP Herfio Zaki, S.I.K., M.H., serta dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Lebak dan instansi terkait sebagai bentuk sinergitas dalam pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Plh Sekda Kabupaten Lebak Drs. Halson Nainggolan, M.Si., Dandim 0603/Lebak Letkol Inf I Gede Mahendra Subrata, S.I.P., M.I.P., M.Sc., Waka Polres Lebak Kompol Eddy Prastyo H., S.E., M.M., Plt Kadishub Kabupaten Lebak Abdu Rojak, S.Sos., M.Si., Kasat Pol PP Kabupaten Lebak Yadi Basari Gunawan, S.E., Kepala BPBD Kabupaten Lebak H. Sukanta, M.Pd., Subdenpom Lebak Letda Cpm Eman, S.I.P., serta Pejabat Utama Polres Lebak.

Peserta apel terdiri dari personel gabungan TNI–Polri dan instansi terkait, di antaranya personel Kodim 0603/Lebak, Satlantas, Sat Samapta, Sat Intelkam, Satreskrim, Satresnarkoba Polres Lebak, Dishub, Dinkes, Satpol PP, BPBD, Tagana, serta PKS Kabupaten Lebak.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Lebak AKBP Herfio Zaki, S.I.K., M.H. membacakan amanat Kapolri yang antara lain menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama Nataru, serta potensi gangguan kamtibmas, kemacetan lalu lintas, hingga ancaman bencana alam akibat cuaca ekstrem.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat pada libur Nataru 2025 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, kondisi cuaca yang dipengaruhi sistem siklonik dan puncak musim hujan menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan pengamanan.

Kapolri menyampaikan bahwa Operasi Lilin 2025 akan dilaksanakan selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, dengan melibatkan 146.701 personel gabungan serta didukung ribuan pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di seluruh Indonesia.

Kapolres Lebak AKBP Herfio Zaki, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa Polres Lebak siap melaksanakan Operasi Lilin Maung 2025 secara maksimal.

“Melalui Apel Gelar Pasukan ini, kami memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta sinergitas lintas sektoral guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat Kabupaten Lebak dalam merayakan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” ujar Zaki.

Kapolres menambahkan bahwa pengamanan Nataru merupakan agenda prioritas yang memerlukan kesiapan maksimal seluruh personel serta dukungan penuh dari masyarakat.

“Operasi Lilin Maung 2025 ini merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya umat Kristiani yang melaksanakan ibadah Natal serta masyarakat yang merayakan malam pergantian tahun. Kami akan mengedepankan langkah preemtif, preventif, dan penegakan hukum secara humanis,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa Polres Lebak bersama TNI dan instansi terkait telah menyiapkan pola pengamanan terpadu, termasuk pengamanan tempat ibadah, objek wisata, jalur lalu lintas, serta antisipasi bencana alam akibat cuaca ekstrem.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif. Laporkan segera apabila menemukan gangguan keamanan atau membutuhkan bantuan kepolisian melalui layanan darurat 110,” tukas Kapolres. (Cup)

KPK OTT di Bekasi, 10 Orang Diamankan

By On Jumat, Desember 19, 2025

Gedung KPK. 

JAKARTA, KabarViral79.Com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar), Kamis, 18 Desember 2025. 

Operasi senyap itu dibenarkan Juru Bicara (Jubir) KPK, Budi Prasetyo. Budi menyebut, penyelidikan tertutup masih berlangsung di lapangan.

"Benar, sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup di lapangan. Masih berprogres," ujar Budi dalam keterangannya, Kamis, 18 Desember 2025.

Budi tidak menjelaskan lebih jauh terkait perkara ini. Namun, sejauh ini setidaknya penyidik KPK telah menangkap 10 orang.

"Sampai dengan saat ini, tim sudah mengamankan sekitar 10 orang," ujarnya.

KPK mempunyai waktu 1x24 jam untuk mengumumkan status hukum dari pihak-pihak yang ditangkap.

Diketahui, di waktu yang sama Ruang Kerja Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang yang berlokasi di Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi memang sudah disegel. Segel itu bertuliskan logo dan lambang lembaga antirasuah KPK. (*/red)

Video: Empat Desa di Kecamatan Labuan Pandeglang Banten Terendam Banjir

By On Kamis, Desember 18, 2025


PANDEGLANG, KabarViral79.Com - Cuaca ekstrem yang menerjang kawasan Pandeglang mengakibatkan aliran Sungai Cipunten Agung di Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten, meluap. Luapan itu mengakibatkan empat Desa terendam banjir, Kamis, 18 Desember 2025.

Berikut titik lokasi di empat desa yang terendam banjir:

1. Kp. Pangseiupan, Kp. Kampung Sawah, dan Kp. Masjid barat, Desa Labuan.

2. Kp. Sukahati, dan Kp. Padasuka, Kp Kadu Gareng, Desa Kalang Anyar.

3. Kp. BTN Sentul, Kp. Citanggok, Kp. Nelayan pinggiran sungai Cipunten Agung, Desa teluk

4. Perumahan BTN Caringin, Desa Caringin.

Saat ini, evakuasi berjalan dengan lancer. Warga terdampak dievakuasi di sekolah, masjid-masjid, dan posko pengungsian yang dididirikan oleh BNPB.

Adapun kebutuhan pengungsi makanan siap saji, selimut pempes dan obat-obatan.


Sumber: Banser NU

Video: Produser Lapangan Irine Wardhanie Tak Kuasa Menahan Tangis saat Melaporkan Kondisi Terkini Aceh Tamiang

By On Kamis, Desember 18, 2025


ACEH TAMIANG, KabarViral79.Com - Produser Lapangan Irine Wardhanie tak kuasa menahan tangis saat melaporkan kondisi terkini Aceh Tamiang, Aceh, Rabu, 17 Desember 2025.


Ia bercerita bahwa dari seberang lokasi tempat ia berdiri, terdapat anak-anak yang belum makan.


Irene juga menyampaikan, mendapat pesan dari pengungsi agar memberitakan yang sebenarnya dari Aceh. (*/red)

Video: Masyarakat Aceh Gelar Demo di Depan Masjid Raya, Tuntut Status Bencana Nasional

By On Kamis, Desember 18, 2025


BANDA ACEH, KabarViral79.Com - Sejumlah massa dari Koalisi Masyarakat Sipil Aceh Peduli Bencana Sumatera melakukan aksi demonstrasi dengan pengibaran bendera putih di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis, 18 Desember 2025.

Aksi pengibaran bendera putih itu dilakukan buntut kekecewaan terhadapa penanganan bencana ekologis yang melanda Aceh. 

Mereka menilai penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor Aceh perlu penanganan cepat dan segera. 

Dalam aksi tersebut terdapat sejumlah spanduk yang bertuliskan agar Pemerintah Pusat 'Tetapkan Status Darurat Bencana Nasional' atas bencana ekologis yang melanda Aceh.

Bendera putih yang dikibarkan agar pemerintah perlu hadir dalam kebijakan nyata. Pemerintah juga didesak agar membuka akses terhadap komunitas nasional agar memberikan bantuan. (*/red)

Satgas DPP Terumbu Banten Nyatakan Perang terhadap Premanisme Oknum Mata Elang di Jalanan

By On Kamis, Desember 18, 2025

 


BANTEN, KabarViral79.Com – Aksi oknum mata elang (matel) yang menarik kendaraan secara paksa di jalan raya semakin meresahkan masyarakat. Menyikapi hal tersebut, Satgas DPP Perguruan Pencak Silat Terumbu Banten menyatakan sikap tegas menolak dan mengecam segala bentuk tindakan premanisme berkedok penagihan utang.

Satgas DPP Terumbu Banten menilai, praktik tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam rasa aman masyarakat. Banyak kasus penarikan kendaraan dilakukan secara sepihak, tanpa dokumen resmi, tanpa putusan pengadilan, bahkan disertai intimidasi.

Ketua Satgas DPP Terumbu Banten, Iman Noorhayadi, menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan perbuatan pidana yang dapat dijerat dengan berbagai pasal hukum.

“Penarikan paksa di jalan oleh matel bukan prosedur hukum yang sah. Ini perampasan hak masyarakat dan kami anggap sebagai premanisme,” tegasnya.

Ia menyebutkan, perbuatan tersebut melanggar KUHP, UU Jaminan Fidusia, Putusan MK Nomor 18/PUU-XVII/2019, hingga Permenkeu Nomor 130/PMK.020/2012. Seluruh regulasi tersebut secara jelas melarang eksekusi kendaraan tanpa mekanisme hukum yang benar.

Lebih jauh, Satgas DPP Terumbu Banten menyayangkan masih adanya perusahaan pembiayaan yang diduga membiarkan praktik tersebut terjadi di lapangan.

“Kami meminta pihak leasing juga bertanggung jawab. Jangan lepas tangan dan membiarkan masyarakat menjadi korban,” ujar Iman.

Sebagai bentuk komitmen, Satgas DPP Terumbu Banten menyatakan siap melakukan pendampingan hukum bagi masyarakat yang dirugikan serta akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menindak tegas oknum-oknum matel yang melanggar hukum.

Sekretaris Satgas, Solihin Permana, menambahkan bahwa negara Indonesia adalah negara hukum yang menjunjung tinggi keadilan.

“Semua warga negara punya hak yang sama di mata hukum. Jika ada kredit bermasalah, selesaikan secara hukum, bukan dengan cara-cara jalanan,” pungkasnya.

Korban Perahu Getek Terbalik di Sungai Krueng Peusangan Teridentifikasi, Warga Jangka Bireuen

By On Kamis, Desember 18, 2025

Korban hanyut dan hilang saat menumpangi getek penyeberangan di Sungai Krueng Peusangan, Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Aceh, akhirnya ditemukan di Kawasan Awee Geutah pada Kamis, 18 Desember 2025. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Misteri identitas korban peristiwa terbaliknya perahu getek di Sungai Krueng Peusangan, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Aceh, akhirnya terungkap.

Tim Inafis Polres Bireuen berhasil mengidentifikasi jenazah yang ditemukan mengapung di Kawasan Awee Geutah pada Kamis, 18 Desember 2025.

Korban diketahui bernama Syarifuddin M Daud (48), seorang petani/pekebun, berjenis kelamin laki-laki, beragama Islam, dan berstatus belum menikah. Identitas korban dipastikan melalui pencocokan data kependudukan dan pemeriksaan forensik oleh Tim Inafis Polres Bireuen.

Alamat korban tercatat di Dusun Muda Ali, Gampong Pulo Iboih, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Korban hanyut dan hilang saat menumpangi getek penyeberangan di Sungai Krueng Peusangan, Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Aceh, akhirnya ditemukan di Kawasan Awee Geutah pada Kamis, 18 Desember 2025. 

Proses identifikasi dilakukan setelah jenazah dievakuasi dari Sungai Krueng Peusangan dan dibawa ke RSUD Fauziah Bireuen.

Tim Inafis melakukan serangkaian pemeriksaan, mulai dari identifikasi ciri fisik, pencocokan data administrasi kependudukan, hingga pendataan sidik jari guna memastikan identitas korban secara akurat dan resmi.

Sebelumnya, Syarifuddin dilaporkan hilang setelah perahu getek yang ditumpanginya terbalik saat melakukan penyeberangan darurat di Kawasan Ulee Jalan, Kecamatan Peusangan Selatan, pada Selasa lalu, 16 Desember 2025.

Setelah dilakukan pencairian selama dua hari, korban dinyatakan hilang dan menjadi fokus pencarian tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI/Polri, Satpolairud, relawan, serta masyarakat setempat.

Jenazah korban ditemukan sekitar dua kilometer dari lokasi awal kejadian, diduga terseret arus Sungai Krueng Peusangan. Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri proses pencarian intensif yang dilakukan sejak hari pertama.

Pihak Kepolisian menyampaikan, setelah identitas korban dipastikan, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Kepolisian juga telah melakukan pendataan administrasi sebagai bagian dari laporan resmi kecelakaan air tersebut. (Joniful Bahri)

Kadisdik H. Dadan Gandana Dampingi Wabup Intan Buka Refleksi Pendidikan Kabupaten Tangerang Tahun 2025

By On Kamis, Desember 18, 2025


TANGERANG, KabarViral79.Com - Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten Tangerang H. Dadan Gandana mendampingi Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah membuka Kegiatan Refleksi Pendidikan Kabupaten Tangerang Tahun 2025, Kamis, 18 Desember 2025.

Dia menekankan pentingnya pembentukan dan penguatan pendidikan karakter bagi para peserta didik seiring dengan derasnya arus perkembangan teknologi dan informasi.

Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat membuka acara Refleksi Pendidikan Kabupaten Tangerang Tahun 2025 yang diinisiasi oleh Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang.

"Pendidikan tidak hanya berbicara soal akademik, tetapi juga pembentukan dan penguatan karakter, etika, dan kepedulian sosial peserta didik agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman," tegas Wabup Intan.

Selain peningkatan mutu akademik, kata dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang juga menaruh perhatian besar pada penguatan pendidikan karakter, literasi, numerasi, serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.

"Kita ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak, beretika, dan memiliki kepedulian sosial. Karena kecerdasan tanpa karakter tidak akan membawa kemajuan yang berkelanjutan," ujarnya.

Dia juga menegaskan, Pemkab Tangerang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkelanjutan, sejalan dengan perkembangan teknologi serta dinamika sosial masyarakat.

Dia berharap acara tersebut bisa menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi capaian serta merumuskan langkah perbaikan pembangunan pendidikan ke depan.

"Refleksi pendidikan ini penting sebagai bahan evaluasi bersama. Kita melihat apa yang sudah dicapai, apa kekurangannya, dan apa kelebihan yang perlu dipertahankan serta ditingkatkan di tahun berikutnya," ucapnya.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, Dewan Pendidikan, satuan pendidikan, pendidik, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan juga menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan pendidikan.

"Tidak mungkin pendidikan maju jika berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi dan sinergi semua pihak sangat dibutuhkan agar pendidikan di Kabupaten Tangerang semakin maju dan berdaya saing," ujarnya. (Reno)

Kerap Makan Korban, Warga Cisoka Murka: Tuntut Dump Truk Pengangkut Tanah Dilarang Melintas

By On Kamis, Desember 18, 2025


TANGERANG, KabarViral79.Com - Amarah warga Cisoka akhirnya memuncak. Rentetan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dump truk pengangkut tanah membuat masyarakat secara tegas menuntut agar seluruh dump truk tanah dilarang melintas di wilayah Cisoka.

Tuntutan ini mencuat setelah insiden mengerikan yang menimpa seorang wanita, yang kakinya hancur terlindas dump truk meski kendaraan tersebut dalam kondisi kosong dan kejadian terjadi di siang hari.

Peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa keberadaan dump truk di jalur Cisoka sudah berada pada titik darurat.

Warga menilai, dump truk pengangkut tanah—baik bermuatan maupun kosong—telah berubah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan. Mereka menuding lemahnya pengawasan dan pembiaran oleh pihak berwenang sebagai penyebab utama jalan Cisoka terus memakan korban.

"Cisoka ini bukan jalur tambang. Kami minta dump truk tanah angkat kaki dari wilayah kami. Jangan jadikan nyawa warga sebagai tumbal proyek," tegas salah satu tokoh masyarakat.

Menurut warga, aktivitas dump truk tidak hanya merenggut korban, tetapi juga merusak infrastruktur jalan, memicu kemacetan, polusi debu, serta menciptakan ketakutan bagi pengendara, khususnya perempuan dan anak-anak.

Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Dinas Perhubungan, dan Kepolisian untuk segera mengambil keputusan tegas, mulai dari pelarangan total dump truk tanah melintas di Cisoka, penetapan jalur alternatif khusus kendaraan berat, hingga penindakan keras terhadap perusahaan dan sopir yang melanggar.

"Kalau tidak sanggup mengawasi, lebih baik dilarang sekalian. Jangan tunggu ada korban jiwa," ujar warga lainnya dengan nada keras.

Hingga saat ini, warga mengaku belum melihat langkah konkret yang benar-benar melindungi keselamatan masyarakat. Mereka menegaskan akan terus menyuarakan penolakan dan tidak menutup kemungkinan melakukan aksi jika tuntutan ini kembali diabaikan.

Bagi warga Cisoka, pesan mereka jelas dan tanpa kompromi: dump truk pengangkut tanah tidak lagi diterima melintas di wilayah Cisoka. Nyawa warga bukan harga murah. (Reno)

Banjir, Hutan yang Hilang, dan Perjuangan Warga Buntul Takengon Menembus Lumpur Akibat Pembalakan Liar

By On Kamis, Desember 18, 2025

Warga Buntul, Aceh Tangah, berjalan puluhan kilometer menembus lumpur tebal dan suhu dingin pegunungan hanya untuk mendapatkan beras ke Lhokseumawe dan Bireuen

BIREUEN, KabarViral79.Com - Mereka berjalan puluhan kilometer menembus lumpur tebal dan suhu dingin pegunungan. Setiap langkah adalah risiko, setiap perjalanan adalah ujian. 

Bukan untuk berwisata, melainkan menjual rempah-rempah, cabai, dan sayur-mayur hasil kebun seadanya ke Bireuen dan Lhokseumawe.

Dari jerih payah itu, hasil yang didapat hanya cukup untuk membeli beras dan minyak goreng—sekadar bertahan hidup pasca bencana.

Inilah potret nyata warga Buntul Takengon, Aceh Tengah, yang hingga kini masih terisolasi akibat banjir bandang yang melanda kawasan Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Bencana ini tidak datang tiba-tiba. Ia lahir dari proses panjang perusakan lingkungan yang dibiarkan berlangsung selama bertahun-tahun.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, kawasan hulu yang dahulu menjadi penyangga alami kini mengalami kerusakan parah. Aktivitas pembalakan liar disebut warga berlangsung terbuka, bahkan menggunakan alat berat. Kayu-kayu hutan ditebang tanpa kendali, lereng dibiarkan gundul, dan alur sungai kehilangan daya tampungnya.

Warga Buntul, Aceh Tangah, berjalan puluhan kilometer menembus lumpur tebal dan suhu dingin pegunungan hanya untuk mendapatkan beras ke Lhokseumawe dan Bireuen. 

Ketika hujan deras mengguyur pegunungan, air tak lagi tertahan. Lumpur, batang kayu, dan bebatuan turun serentak, menghantam permukiman dan lahan pertanian. Jalan desa terputus, akses ekonomi lumpuh, dan warga terkurung di wilayahnya sendiri.

"Dulu banjir tidak separah ini. Sekarang setiap hujan kami takut," ujar Ramadhansyah seorang warga Buntul Takengon.

Menurutnya, perubahan drastis terjadi setelah hutan di sekitar kampung mulai ditebang secara masif. Namun keluhan warga kerap tak mendapat respons berarti.

Ironisnya, di tengah penderitaan warga, penindakan terhadap praktik pembalakan liar nyaris tak terlihat. Lemahnya pengawasan dan minimnya penegakan hukum menimbulkan pertanyaan serius: siapa yang diuntungkan dari rusaknya hutan, dan mengapa warga kecil justru harus menanggung dampaknya?

Hingga kini, bantuan yang masuk lebih banyak bersifat darurat. Belum ada langkah konkret untuk memulihkan akses jalan maupun menata ulang kawasan hulu yang rusak. Warga kembali dipaksa mengandalkan tenaga dan ketahanan mereka sendiri.

Kisah warga Buntul Takengon bukan sekadar cerita bencana alam, melainkan cermin kegagalan tata kelola lingkungan. Selama pembalakan liar terus dibiarkan dan hutan hanya dipandang sebagai komoditas, banjir bandang akan terus berulang—dan warga kecil akan kembali menjadi korban paling pertama dan paling lama merasakan dampaknya. (Joniful Bahri)

Warga Apresiasi Yonzipur 16/DA Rampungkan Jembatan Bailey Teupin Mane Bireuen Sesuai Target

By On Kamis, Desember 18, 2025

Personel Yonzipur 16/DA bersama Kodim 0111/Bireuen, Yonif 113/JS, serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) foto bersama usai penyelesaian jembatan. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Warga masyarakat menyampaikan apresiasi tinggi kepada Personel Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 16/DA yang dengan sigap dan cepat merampungkan pembangunan Jembatan Bailey di Desa Teupin Mane, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Jembatan darurat tersebut kini telah dapat dilalui dan kembali menghubungkan jalur vital Bireuen–Bener Meriah pasca banjir.

Menurut sejumlah warga, proses pembangunan Jembatan Bailey di Teupin Mane berjalan efektif dan berbeda dengan pelaksanaan di lokasi lain. Kecepatan penyelesaian jembatan ini sangat membantu warga yang sebelumnya terisolasi akibat terputusnya akses transportasi.

"Kami selaku masyarakat sangat mengapresiasi kinerja personel Yonzipur 16/DA. Alhamdulillah, sejak minggu lalu jembatan ini sudah bisa dilintasi oleh warga yang sempat terjebak akibat banjir," ujar Usman Jalil, warga Bireuen.

Pembangunan Jembatan Bailey tersebut merupakan hasil sinergi antara Personel Yonzipur 16/DA bersama Kodim 0111/Bireuen, Yonif 113/JS, serta Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Kerja sama lintas instansi ini berhasil mempercepat pemulihan akses transportasi yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Rampungnya jembatan tersebut disambut rasa senang dan haru oleh seluruh personel yang terlibat, mengingat jembatan ini menjadi akses utama bagi aktivitas warga, baik untuk kepentingan ekonomi, pendidikan, maupun sosial.

Dengan selesainya pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane, diharapkan mobilitas masyarakat Kabupaten Bireuen dan Bener Meriah kembali normal serta mampu mendorong pemulihan aktivitas perekonomian masyarakat.

Kehadiran jembatan ini juga menjadi bukti nyata kepedulian TNI bersama pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat pasca bencana. (Joniful Bahri)

Mantan Keuchik Karieng Peudada Bireuen Ditahan Jaksa Terkait Dugaan Korupsi Dana Desa Rp 549 Juta

By On Kamis, Desember 18, 2025

Kejari Bireuen menetapkan dan menahan Ir bin Suf, mantan Keuchik Gampong Karieng, Peudada, Bireuen, atas dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan APBG Tahun 2018 hingga 2022. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen menetapkan dan menahan seseorang beinsial Ir bin Suf, mantan Keuchik Gampong Karieng, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) Tahun Anggaran 2018 hingga 2022.

Penetapan tersangka dan penahanan tersebut dilakukan pada Kamis, 18 Desember 2025, di Kantor Kejai Bireuen.

Penahanan dilakukan setelah penyidik menemukan sedikitnya dua alat bukti yang sah serta diperkuat Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) dari Inspektorat Kabupaten Bireuen.

Kejari Bireuen menetapkan dan menahan Ir bin Suf, mantan Keuchik Gampong Karieng, Peudada, Bireuen, atas dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan APBG Tahun 2018 hingga 2022. 

Kajari Bireuen, Yarnes SH, MH  dalam keterangannya menyebutkan, berdasarkan hasil audit yang diterbitkan pada 6 November 2025, perbuatan tersangka diduga telah menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 549.306.935 atau lebih dari setengah miliar rupiah dalam pengelolaan APBG Gampong Karieng.

Dalam perkara ini, tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf a dan b, ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Selain itu, tersangka juga dijerat Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang yang sama.

"Guna kepentingan penyidikan dan penuntutan, serta berdasarkan pertimbangan subjektif dan objektif sebagaimana diatur dalam Pasal 21 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), penyidik melakukan penahanan terhadap tersangka di Lapas Kelas II B Bireuen selama 20 hari," katanya. 

Masa penahanan terhitung sejak 18 Desember 2025 hingga 6 Januari 2026.

Hingga saat ini, Kejari Bireuen menyatakan penyidikan masih terus berjalan untuk mengungkap secara menyeluruh dugaan tindak pidana korupsi tersebut. (Joniful Bahri)

Bhabinkamtibmas Desa Sindangratu Bantu Evakuasi Material Longsor di Jalan Poros Penghubung Desa Hegarmanah dan Sindangratu

By On Kamis, Desember 18, 2025

 

Bhabinkamtibmas Polsek Panggarangan Aipda Fery Alamsyah bersama Ketua BPBD Kecamatan Panggarangan, Herdi, saat melakukan evakuasi material longsor di Kampung Karang Sewu, Desa Hegarmanah, yang menghubungkan ke Desa Sindangratu

Lebak, KabarViral79.Com – Bhabinkamtibmas Polsek Panggarangan Polres Lebak, Aipda Fery Alamsyah, bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Panggarangan melakukan pengecekan sekaligus membantu evakuasi material longsor di jalan poros penghubung dua desa di Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis, (18/12/2025).

Peristiwa longsor tersebut terjadi di Kampung Karang Sewu, Desa Hegarmanah, yang merupakan akses penghubung menuju Desa Sindangratu, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten.

Anggota Polsek Panggarangan, Aipda Fery Alamsyah, selaku Bhabinkamtibmas Desa Sindangratu, mengatakan bahwa longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama dua hari dua malam. Akibatnya, terdapat tiga titik longsor dalam satu arah jalan sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.

“Saya bersama BPBD Kecamatan Panggarangan pada hari ini melakukan pengecekan dan membantu warga dalam melakukan evakuasi material longsor di Kampung Karang Sewu, Kecamatan Panggarangan, yang juga merupakan akses jalan penghubung Desa Hegarmanah dan Desa Sindangratu,” kata Aipda Fery Alamsyah.

Fery Alamsyah juga menyampaikan bahwa terdapat tiga titik jalan poros desa yang mengalami longsor, masing-masing sepanjang 20 meter, 15 meter, dan 25 meter, yang seluruhnya berada pada satu jalur.

Selain itu, kata Aipda Fery Alamsyah, kondisi jalan rabat beton yang berada di tanjakan Judin juga mulai ambles dan mengalami retakan, sehingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada, apalagi beberapa hari terakhir hujan terus mengguyur wilayah ini tanpa henti. Dikhawatirkan dapat terjadi longsor susulan di mana saja,” imbaunya.

(Cup)

Wagub Banten Tekankan Mitigasi Dini dan Penertiban Tambang Ilegal Demi Cegah Bencana

By On Kamis, Desember 18, 2025

 


Serang, KabarViral79.ComPemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menegaskan komitmennya dalam melakukan mitigasi bencana hidrometeorologi secara dini. Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menyatakan bahwa upaya pencegahan harus dilakukan sebelum bencana terjadi, salah satunya melalui pelestarian lingkungan dan penertiban aktivitas pertambangan yang merusak alam.

Dalam keterangannya pada Selasa (16/12/2025), Dimyati menyebutkan bahwa bencana alam yang melanda wilayah Sumatra beberapa waktu lalu menjadi pelajaran penting bagi Banten. Ia menekankan perlunya kesadaran kolektif antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kelestarian alam demi meminimalisasi risiko bencana.

“Mitigasi bencana harus dilakukan sebelum terjadi. Maka dari itu, kami bertindak tegas menertibkan aktivitas tambang ilegal yang terjadi di Lebak dan sekitarnya,” ujar Dimyati.

Menurut Dimyati, aktivitas pertambangan ilegal (PETI) tidak hanya merusak ekosistem dan mengubah aliran sungai, tetapi juga berdampak buruk pada infrastruktur daerah. Kendaraan bertonase besar yang melintas akibat aktivitas tersebut kerap merusak jalan dan menimbulkan keresahan masyarakat.

Ia mengakui bahwa Provinsi Banten memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Namun, pemanfaatan potensi tersebut harus berorientasi pada keberlangsungan hidup masyarakat dalam jangka panjang, bukan sekadar keuntungan sesaat bagi kelompok atau perorangan.

“Kita harus hidup berdampingan dengan alam dan saling menjaga,” tegasnya.

Sebagai referensi kearifan lokal, Dimyati mencontohkan masyarakat adat Baduy yang konsisten menjaga keseimbangan alam. Menurutnya, pola hidup masyarakat Baduy terbukti mampu menjaga kejernihan sungai, kesuburan tanah, dan kebersihan udara, sehingga kehidupan berjalan harmonis dan damai.

“Kita harus mencontoh hal itu (adat Baduy, red),” pungkas Dimyati.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, menyampaikan langkah teknis antisipasi bencana. Ia mengumumkan bahwa Provinsi Banten telah menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi selama 90 hari ke depan.

Penetapan status ini merujuk pada rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta mencakup wilayah-wilayah strategis seperti Kota Tangerang dan Kabupaten Pandeglang. Lutfi menjelaskan, meskipun Banten masuk dalam kategori zona hijau menurut BMKG, peningkatan kewaspadaan tetap diperlukan sebagai langkah preventif terhadap potensi banjir dan tanah longsor.

“Kalau kita sudah bersiaga, Insya Allah penanganannya juga akan lebih efektif karena kita sudah melakukan mitigasi sejak awal,” ujar Lutfi.

Mengenal Sosok Kang Diren Pandimas, Pengacara Muda Asal Sukabumi

By On Kamis, Desember 18, 2025

 


Sukabumi, KabarViral79.Com Kang Diren Pandimas merupakan pengacara muda asal Kabupaten Sukabumi yang dikenal aktif menangani berbagai perkara hukum perdata dan pidana. Ia lahir di Desa Cikelat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, wilayah perbatasan Jawa Barat dan Banten. Diren tumbuh dalam keluarga sederhana yang menanamkan nilai kedisiplinan dan keteraturan sejak kecil.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah di SMAN 01 Cisolok, Diren melanjutkan pendidikannya ke Jakarta guna mengejar cita-cita di bidang hukum. Ia menempuh pendidikan Ilmu Hukum di Universitas Bung Karno Jakarta, University of Portman College Malaysia, serta Fakultas Hukum Universitas Syekh Yusuf Tangerang, Banten.

Sebelum berkarier penuh di dunia advokasi, Diren sempat berkiprah di sektor profesional, khususnya dunia perhotelan dan korporasi. Ia pernah menjabat sebagai General Manager Operasional Surya Group Jakarta serta General Manager Legal PT LSI Tangerang, Banten. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting sebelum akhirnya mendirikan kantor hukum Diren Pandimas & Partners yang berkantor di kawasan Setiabudi, Jakarta.

Saat ini, Kang Diren aktif memberikan pendampingan hukum kepada masyarakat. Ia juga tercatat menjabat sebagai Ketua Bidang Hukum DPD KNPI Jawa Barat periode 2025–2028 serta Direktur Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Milenial Sukabumi. Selain itu, ia dikenal sebagai pendamping hukum masyarakat adat Kasepuhan Banten Kidul.

Sepanjang tahun 2025, Kang Diren menangani sejumlah perkara hukum, baik perdata maupun pidana. Beberapa perkara yang ditanganinya melibatkan institusi dan pejabat publik, di antaranya perkara perdata yang berkaitan dengan PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Cibadak Sukabumi, Kantor BPN Kabupaten Sukabumi, KPKNL Bogor, Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Sukabumi, serta pemerintah desa. Ia juga terlibat dalam pendampingan hukum pada kasus pidana yang sempat menjadi perhatian publik di Sukabumi.

Dalam perkembangannya, Kang Diren juga dipercaya menjadi kuasa hukum Presiden Direktur PT Jasa Angkasa Semesta, Adji Gunawan. Selain itu, ia kerap diminta memberikan pendampingan hukum kepada sejumlah tokoh dari kalangan aparat, baik yang masih aktif maupun purnawirawan.

Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman tersebut, Kang Diren Pandimas terus menekuni profesinya sebagai advokat, khususnya dalam memberikan layanan hukum kepada masyarakat.

(Red)

Penuh Kasih, Penuh Cinta Natal di Lapas Serang

By On Kamis, Desember 18, 2025

 


Serang, KabarViral79.ComLembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Serang merayakan Natal dengan sukacita pada hari Rabu, 17 Desember 2025, pukul 10.00 WIB di Aula Lapas Serang. Acara ini dihadiri oleh warga binaan Nasrani Lapas Serang, petugas, dan tamu undangan.

Perayaan Natal ini merupakan bentuk rasa syukur atas keberkahan Tuhan kepada umatnya. Acara diawali dengan ibadah Natal yang dipimpin oleh Pendeta, kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan pujian dan nyanyian dari warga binaan Nasrani Lapas Serang.

Kejutan datang ketika Sinterklas tiba dan memberikan hadiah kepada seluruh hadirin. Warga binaan Nasrani Lapas Serang sangat antusias dan bergembira menerima hadiah tersebut.

“Perayaan Natal ini merupakan momen yang sangat istimewa bagi kami. Kami berterima kasih atas keberkahan Tuhan dan kesempatan untuk merayakan Natal bersama,” kata salah satu warga binaan Nasrani Lapas Serang.

Kepala Lapas Serang, Riko Stiven, juga memberikan sambutan dan mengucapkan selamat Natal kepada warga binaan Nasrani Lapas Serang. “Kami berharap perayaan Natal ini dapat membawa kebahagiaan dan kedamaian bagi kita semua,” katanya.

Acara diakhiri dengan doa bersama dan foto bersama Sinterklas.

Update Korban Bencana Sumatera: Korban Meninggal 1.059, Pengungsi 577.600 Jiwa

By On Kamis, Desember 18, 2025

Tim Gabungan Evakuasi korban bencana. 

JAKARTA, KabarViral79.Com - Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh terus bertambah. Hari ini jumlah korban tewas menjadi 1.059 orang.

"Per hari ini ditemukan tambahan enam jasad. Di Aceh Utara dua jiwa dan di Sumatera Utara, Tapanuli Tengah, empat jiwa. Sehingga rekapitulasi korban meninggal per hari ini berjumlah 1.059 jiwa," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari kepada wartawan saat jumpa pers, Rabu, 17 Desember 2025.

Saat ini, kata dia, korban hilang di tiga provinsi berjumlah 192 orang, dan jumlah pengungsi mengalami penurunan sebanyak 28.440 jiwa dari 606.040 orang.

"Sehingga total (pengungsi) sejumlah 577.600 jiwa," ucap Abdul Muhari.

Berikut data korban jiwa di tiga Provinsi:

Aceh: 451 meninggal dunia

Sumut: 364 meninggal dunia

Sumbar: 244 meninggal dunia.

BNPB masih melakukan pencarian terhadap korban hilang.

Berikut ini data korban yang masih dilakukan pencarian:

Sumatera Utara:

- Tapanuli Tengah: Kecamatan Sukabangun dan Aloban Bair (41 hilang)

- Tapanuli Selatan: Desa Garoga, Batang Toru (30 hilang)

- Kota Sibolga: Pancuran Gerobak, Sibolga Kota (1 hilang).

Sumatera Barat:

- Kabupaten Agam: Kecamatan Malalak dan Palembayan (55 hilang)

- Kota Padang Panjang: Aliran Sungai Batang Anai (31 hilang)

- Kabupaten Padang Pariaman: Aliran Sungai batang Anai (1 hilang)

- Kabupaten Ranah Datar: Aliran Sungai batang Anai.

Aceh:

- Kabupaten Bener Meriah (14 hilang)

- Kabupaten Aceh Utara (6 hilang)

- Kabupaten Aceh Tengah (4 hilang)

- Kabupaten Bireuen (3 hilang)

- Kabupaten Nagan Raya (3 hilang)

- Kabupaten Aceh Tamiang.


(*/red)