-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Penambangan Batubara di Wilayah Perhutani RPH Bayah Selatan Diduga Beroprasi Kembali, Ini yang Disampaikan KBKPH Bayah

By On Jumat, Januari 30, 2026

Salah satu truk pengangkut batubara di area Perum Perhutani Wilayah  RPH Bayah Selatan. 


LEBAK, KabarViral79.Com - Dikabarkan pertambangan batubara di kawasan milik Perum Perhutani di Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak, Banten, diduga kembali beroperasi.

Dugaan beroperasinya pertambangan itu pun menuai sorotan bagi warga di Kecamatan Bayah, Lebak.

Pasalnya, pertambangan Batubara yang diduga beroperasi tersebut sebelumnya sempat ditutup.

Salah satunya pertambangan batubara yang diduga beroperasi itu berlokasi di lahan milik Perum Perhutani, di wilayah RPH Bayah Selatan, Kecamatan Bayah.

Seperti diketahui, sebelumnya akses keluar masuk pertambangsn tersebut, pernah dilakukan penutupan oleh pihak Perum Perhutani BKPH Bayah bersama pihak terkait lainnya.

Portal penutupan kembali yang dilakukan oleh pihak petugas Perum Perhutani, Jum'at, 30 Januari 2026. 


Bahkan, tindakan penutupan tersebut, bagian dari langkah konkret untuk penertiban agar tidak ada lagi aktivitas pertambangan di kawasan Perum Perhutani.wilayah RPH Bayah Selatan

Untuk memastikan dugaan beroperasinya kembali, Asper/KBKPH, Bayah Luckyta Sakagiri mengatakan, bahwa portal akses pengangkut batubara tersebut ada yang ngebongkar. 

"Itu bukan dibuka, tapi portalnya yang di karang bokor ada yang membongkar. Dan pada tgl 27 Januari 2026, kami sudah membuat laporan pengaduan (Lapdu) kejadian tersebut ke Polsek Bayah," kata Luckyta Sakagiri melalui tlpon WhastAapp, Jum'at, 30 Januari 2026.

"Kalau yang di atas mah tidak dibongkar, tapi jalurnya ke pinggir portal yang kami pasang," imbuhnya. 

Luckyta juga menyebutkan, berkaitan dengan kejadian tersebut pihaknya sudah melalorkan ke Danru dan Waka di KPH Banten

Selain itu, kata Asper Bayah, pihaknya juga sudah melakukan penutupan kembali pada hari ini. (Tim/Red)

Kadisparpora Kota Serang: Pedagang Stadion Maulana Yusuf Belum Dipungut Retribusi, Tunggu Keputusan Wali Kota

By On Jumat, Januari 30, 2026

 


KOTA SERANG, KabarViral79.Com - Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disparpora) Kota Serang, Zeka Bahdi, menegaskan bahwa hingga saat ini para pedagang di area Stadion Maulana Yusuf tidak akan dipungut biaya retribusi sebelum adanya keputusan resmi dari Wali Kota Serang.

Dalam keterangannya, Zeka menyebutkan bahwa isu mengenai besaran sewa kios sebesar Rp540.000 per kios masih belum final.

“Bisa jadi di bawah itu. Hal ini juga sudah kami sosialisasikan. Kalau ada kabar berbeda di lapangan, saya harap pedagang bisa langsung mengadukan ke pos pengaduan Disparpora. Sampai sekarang belum ada pedagang yang mengadu terkait apapun,” ujarnya, Jum’at (30/1/2026).

Zeka juga menekankan bahwa mekanisme pembayaran nantinya akan dilakukan langsung oleh pedagang ke kas negara melalui rekening bendahara negara. Bukti setoran tersebut kemudian diserahkan ke Disparpora untuk divalidasi.

“Jadi kami di Disparpora tidak berurusan soal uang. Pedagang setor ke negara, buktinya kami validasi,” jelasnya.

Sementara itu, terkait persoalan parkir di kawasan stadion, Zeka enggan berkomentar lebih jauh.

Menurutnya, hal tersebut merupakan kewenangan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang.

“Koordinasi tentu ada, tapi teknisnya, baik petugas, besaran tarif, maupun target pendapatan, itu Dishub yang tahu,” pungkasnya.

( Red – Aa)

TNI dan Warga Gotong Royong Bersihkan Rumah dan Pustu di Peusangan Selatan Bireuen Pasca Banjir

By On Jumat, Januari 30, 2026

Aparat TNI bersama masyarakat kembali melaksanakan Karya Bakti pembersihan sisa lumpur pasca banjir dan tanah longsor di Desa Krueng Beukah, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Kamis, 29 Januari 2026 kemarin. 


BIREUEN, KabarViral79.ComAparat TNI bersama masyarakat kembali melaksanakan Karya Bakti pembersihan sisa lumpur pasca banjir dan tanah longsor di Desa Krueng Beukah, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Kamis, 29 Januari 2026 kemarin. 

Kegiatan tersebut dilakukan oleh Satuan Tugas penanganan bencana dari Yonif TP 837/Ksatria Trunojoyo Kodam V/Brawijaya yang dipimpin Letda Inf Nifan, berkolaborasi dengan Babinsa Pos Ramil Peusangan Selatan Kodim 0111/Bireuen.

Mereka membantu membersihkan rumah warga serta membangun parit pembuangan air di Puskesmas Pembantu (Pustu) Krueng Beukah.

Menurut Letda Inf Nifan, kegiatan ini merupakan instruksi komando atas sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat terdampak.

Ia menyebut, pembersihan dilakukan agar warga dapat kembali menempati rumah mereka, apalagi dalam waktu dekat akan memasuki bulan suci Ramadan sehingga diharapkan masyarakat dapat beribadah dengan lebih tenang.

Selain membersihkan rumah warga, personel TNI juga bergotong royong bersama pegawai Puskesmas Peusangan Selatan untuk pembersihan dan pembuatan parit di area Pustu.

Aparat TNI bersama masyarakat kembali melaksanakan Karya Bakti pembersihan sisa lumpur pasca banjir dan tanah longsor di Desa Krueng Beukah, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Kamis, 29 Januari 2026 kemarin. 


Hal ini bertujuan agar fasilitas kesehatan tersebut segera kembali berfungsi dan dapat melayani masyarakat dengan optimal.

Kepala UPTD Puskesmas Peusangan Selatan, dr Eka Asriani Dewi menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh personel TNI dan Babinsa atas bantuan mereka.

Ia menargetkan dalam dua hari ke depan Pustu sudah dapat kembali memberikan pelayanan kesehatan.

Ucapan terima kasih juga disampaikan Sekretaris Desa Krueng Beukah, Ikhsan.

Menurutnya, kehadiran TNI di desa tersebut sangat membantu warga dalam percepatan pemulihan pasca bencana.

“Kami menghaturkan salam hormat dan terima kasih sebesar-besarnya kepada bapak-bapak TNI yang telah membantu kami,” ujarnya.

Kegiatan gotong royong ini tidak hanya mempercepat pemulihan wilayah terdampak, tetapi juga mempererat hubungan TNI dan masyarakat, serta menjaga tradisi kebersamaan yang sudah mengakar di Peusangan Selatan dan Kabupaten Bireuen. (Joniful Bahri) 

Bantu Ringankan Beban Orang Tua Pasca Banjir di Bireuen, Yah Fud Serahkan Seragam Sekolah untuk Siswa SDN 8 Kuta Blang

By On Jumat, Januari 30, 2026

Wakil Ketua DPRA sekaligus Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Bireuen, Ir. H. Saifuddin Muhammad menyerahkan bantuan seragam sekolah dan diterima oleh Kepala SD Negeri 8 Kuta Blang Bireuen, Jumat, 30 Januari 2026. 


BIREUEN, KabarViral79.Com - Kepedulian terhadap dunia pendidikan pasca bencana kembali ditunjukkan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sekaligus Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Bireuen, Ir. H. Saifuddin Muhammad, pada Jumat, 30 Januari 2026, menyerahkan bantuan pribadi berupa puluhan stel seragam sekolah kepada siswa UPTD SD Negeri 8 Kuta Blang, Desa Blang Mee, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Saifuddin Muhammad, yang akrab disapa Yah Fud, didampingi Kepala UPTD SDN 8 Kuta Blang, Mukhtar, M.Pd, kepada para siswa penerima manfaat di lingkungan sekolah setempat.

Dalam kesempatan itu, Yah Fud menyampaikan bahwa penyaluran seragam sekolah ini merupakan bantuan pribadi perdananya yang difokuskan pada sektor pendidikan, khususnya bagi siswa yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu.

“Bantuan ini adalah bantuan pribadi saya yang pertama. Ini sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak kita yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan serupa akan terus dilanjutkan ke sekolah-sekolah lain yang juga mengalami dampak bencana.

Wakil Ketua DPRA sekaligus Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Bireuen, Ir. H. Saifuddin Muhammad menyerahkan bantuan seragam sekolah dan diterima oleh seorang siswa SD Negeri 8 Kuta Blang Bireuen, Jumat, 30  Januari 2026. 


Namun sebelum menyalurkan bantuan, pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan Kepala Sekolah untuk memastikan jenis kebutuhan yang paling mendesak. 

“Insya Allah bantuan pribadi ini akan kita lanjutkan ke sekolah-sekolah terdampak lainnya. Sebelum bantuan disalurkan, kita komunikasikan dulu dengan kepala sekolah terkait kebutuhan siswa, apakah seragam, sepatu, atau mobiler sekolah,” tuturnya.

Meski jumlah bantuan masih terbatas, Yah Fud berharap kehadiran bantuan tersebut dapat meringankan beban para siswa dan orang tua mereka.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya Partai NasDem telah menyalurkan bantuan sembako dan membuka layanan kesehatan di sejumlah titik terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen.

Sementara itu, Kepala UPTD SDN 8 Kuta Blang, Mukhtar, M.Pd, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Yah Fud kepada siswanya.

Siswa UPTD SD Negeri 8 Kuta Blang, Bireuen bahagia saat menerima bantuan seragam sekolah dari Wakil Ketua DPRA sekaligus Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Bireuen, Ir. H. Saifuddin Muhammad. 


“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Saifuddin Muhammad yang telah memberikan bantuan pribadi berupa puluhan stel seragam sekolah kepada siswa kami yang terdampak bencana hidrometeorologi. Bantuan ini diantar dan diserahkan langsung, dan sangat bermanfaat bagi anak-anak,” tuturnya.

Mukhtar menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bantuan perdana yang diterima sekolahnya sejak bencana melanda kawasan itu. Hingga kini, belum ada donatur lain yang menyalurkan bantuan khusus untuk kebutuhan pendidikan di sekolah tersebut.

Di kesempatan itu, ia memaparkan kondisi sekolah pasca banjir. Saat banjir terjadi, kata dia, SDN 8 Kuta Blang terendam air hingga setinggi dada orang dewasa, dan lumpur setebal sekitar 60 sentimeter memenuhi ruang kelas, perpustakaan, kantor, dan seluruh area sekolah.

Banyak peralatan, media pembelajaran, hingga perangkat teknologi ikut hanyut dan rusak berat, seperti komputer, laptop, meja, kursi, serta alat peraga guru. Koleksi perpustakaan pun hanya tersisa sekitar 25 persen, sementara seluruh rak buku mengalami kerusakan.

Saat ini, kata dia, sekolah sangat membutuhkan bantuan mobiler penunjang seperti meja, kursi, dan lemari bagi guru dan siswa.

Meski demikian, lanjut dia, dengan segala keterbatasan, seluruh 119 siswa korban bencana telah kembali bersekolah sejak 5 Januari 2026 dan tetap menunjukkan semangat belajar yang tinggi.

Bantuan seragam sekolah dari Yah Fud tersebut diharapkan dapat menjadi pemicu hadirnya lebih banyak dukungan bagi keberlanjutan proses belajar mengajar di SDN 8 Kuta Blang serta sekolah-sekolah terdampak lainnya di Kabupaten Bireuen. (Joniful Bahri) 

Tim Tabur Kejati Aceh Berhasil Meringkus DPO Kasus Penipuan di Bireuen

By On Jumat, Januari 30, 2026

Tim Tabur Kejati Aceh berhasil meringkus buronan asal Kejari Bireuen, Mulyadi alias Adi bin M. Husen, Kamis, 29 Januari 2026. 


BIREUEN, KabarViral79.Com - Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh berhasil menangkap seorang buronan asal Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen, Mulyadi alias Adi bin M. Husen, pada Kamis, 29 Januari 2026. 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bireuen, Yarnes, S.H., M.H. menjelaskan, terpidana diamankan saat berada di sebuah warung kopi di Gampong Sangso, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen.

Penangkapan tersebut dilakukan setelah Mulyadi menghilang dan tidak memenuhi beberapa panggilan resmi yang dilayangkan ke alamat kediamannya.

Ia sebelumnya dinyatakan bersalah dalam kasus tindak pidana penipuan yang terjadi pada 13 Februari 2021, di Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Dalam perkara itu, ia terbukti membantu tindakan penipuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 jo. Pasal 56 ke-2 KUHP.


Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 214 K/Pid/2022 tanggal 30 Maret 2022, Mulyadi dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun. Namun, setelah putusan berkekuatan hukum tetap, ia tidak menunjukkan itikad baik untuk menjalani hukuman.

Melalui program Tabur, Kejari Bireuen kembali mengimbau seluruh terpidana yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) agar menyerahkan diri.

“Tidak ada tempat yang aman bagi para buronan, dan hukum akan tetap ditegakkan,” tegas Kajari Bireuen. 

Kejaksaan juga meminta dukungan masyarakat untuk terus memberikan informasi dan ikut berperan dalam upaya pemantauan terhadap para DPO yang masih berkeliaran.

Penangkapan Mulyadi menjadi bukti komitmen Kejati Aceh dan Kejari Bireuen dalam menegakkan hukum serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat. (Joniful Bahri) 

Menelusuri Jejak Situ Rawa Enang dan Situ Pasar Raut yang Diklaim sebagai Aset Pemprov Banten

By On Jumat, Januari 30, 2026

 


Serang, KabarViral79.Com — Ketua LSM KARAT, Iwan Hermawan, melakukan penelusuran terhadap keberadaan Situ Rawa Enang dan Situ Pasar Raut yang selama ini diklaim sebagai aset Pemerintah Provinsi Banten serta PT Jaya Perkasa Sasmita. Kedua situ tersebut berlokasi di Desa Kemuning, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, dan hingga kini diduga masih berpolemik terkait status kepemilikan lahannya.

Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, ditemukan bahwa dalam peta GISTARU, Situ Rawa Enang dan Situ Pasar Raut memiliki titik koordinat yang berbeda. Situ Rawa Enang berada pada koordinat 6.284348, 106.247040, sedangkan Situ Pasar Raut berada pada koordinat 6.28622, 106.247321.

Keberadaan kedua situ tersebut berada di sepadan Irigasi Tunjung Jambu dan terpisahkan oleh jalan raya yang saling berseberangan. Situ Pasar Raut terletak di satu sisi jalan, sementara Situ Rawa Enang berada di sisi jalan lainnya.

Terjadinya tumpang tindih kebijakan antara Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Serang terkait lahan Situ Rawa Enang dan Situ Pasar Raut menunjukkan buruknya komunikasi lintas daerah. Kondisi ini memicu pertanyaan serius mengenai kejelasan status lahan serta proses pengembalian lahan tersebut.

Pada tanggal 31 Maret 2022, Pemerintah Republik Indonesia melalui Bupati Kabupaten Serang telah menerbitkan Surat Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) untuk Kegiatan Berusaha dengan Nomor 31032210313604009 kepada PT Jaya Perkasa Sasmita. Surat tersebut diterbitkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan ditandatangani oleh Kepala DPMPTSP Kabupaten Serang.

Dengan diterbitkannya izin PKKPR oleh Pemerintah Kabupaten Serang, hal ini menandakan bahwa lahan yang dikuasai oleh PT Jaya Perkasa Sasmita sepenuhnya bukan lahan milik negara. Lantas, atas dasar apa pengembalian lahan seluas 10 hektare oleh PT Jaya Perkasa Sasmita kepada Pemerintah Provinsi Banten dilakukan? Apakah dalam bentuk hibah atau bentuk lainnya? Hal inilah yang perlu ditelusuri lebih dalam.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Banten mengklaim bahwa Situ Rawa Enang dan Situ Pasar Raut tercatat dalam Kartu Inventaris Barang (KIB) A dengan keterangan hibah dari Provinsi Jawa Barat. Klaim tersebut juga tercantum dalam Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Banten.

Upaya untuk memperoleh informasi berupa salinan berita acara pengembalian lahan hingga saat ini belum membuahkan hasil. Permohonan tersebut gagal dengan alasan informasi dikecualikan. Pihak PUPR Pemerintah Provinsi Banten hanya menjelaskan bahwa lahan yang dikembalikan bertujuan untuk pengamanan aset dan dikembalikan ke fungsi semula.

Dalam rangka pemenuhan kelengkapan data, LSM KARAT juga telah memohon informasi dan data kepada Gubernur Banten terkait bukti kepemilikan yang sah atas lahan Situ Rawa Enang dan Situ Pasar Raut. Namun hingga kini belum mendapatkan jawaban. Hal tersebut tidak terlalu mengejutkan, mengingat diduga setingkat Bupati Serang pun pernah bersurat kepada Gubernur Banten terkait data situ, namun salah satunya juga tidak mendapatkan balasan.

“Penelusuran kami tidak akan berhenti sampai menemukan titik lokasi keberadaan lahan yang dikembalikan oleh PT Jaya Perkasa Sasmita kepada Pemerintah Provinsi Banten, serta menemukan kebenaran berdasarkan fakta dan data, bukan kebenaran yang terorganisir,” pungkas Iwan Hermawan.

PKB dan HRD Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh Tengah

By On Kamis, Januari 29, 2026

Partai PKB bersama HRD Peduli kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat korban bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Bintang, Aceh Tengah. 


ACEH TENGAH, KabarViral79.Com Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bersama HRD Peduli kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat korban bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu, 29 Januari 2026.

Meski kondisi pasca bencana di sejumlah wilayah Aceh dan Sumatera mulai berangsur pulih, hingga kini puluhan kepala keluarga dan ratusan jiwa di dataran tinggi Gayo masih bertahan di pengungsian. Sebagian korban mengungsi di tenda darurat, meunasah, hingga kompleks pesantren.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana, PKB dan HRD Peduli menyalurkan berbagai kebutuhan pokok berupa sembako, di antaranya beras, mie istan, air mineral, telur, makanan ringan, roti, pakaian layak pakai, Al-Quran, serta baju baru. Bantuan tersebut disalurkan kepada para pengungsi yang berada di Kompleks Pesantren (Dayah) Mi’yarul Ulum Al-Aziziyah, Kecamatan Bintang.

Bantuan kemanusiaan itu diantar langsung oleh Tim Relawan PKB dan HRD Peduli yang dipimpin Hj Faridah Adam, anggota Forum Silaturrahmi Istri (FSI) Anggota DPR RI Fraksi PKB, sekaligus istri H Ruslan Daud (HRD), anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB.

Hj Faridah Adam menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen PKB dan HRD Peduli untuk terus hadir dan membantu masyarakat yang terdampak bencana alam, khususnya di wilayah Aceh dan Sumatera.

“Bencana banjir dan tanah longsor tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga berdampak langsung pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kepedulian dan solidaritas harus terus kita jaga,” ujarnya.

Pimpinan Pesantren Mi’yarul Ulum Al-Aziziyah, Tgk Sahrika menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada para pengungsi di lingkungan pesantren tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada PKB dan HRD Peduli atas bantuan yang telah disalurkan langsung kepada para korban bencana yang masih mengungsi di pesantren ini,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan para pengungsi. Mereka mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterima karena sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama berada di pengungsian. (Joniful Bahri)