-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diduga Mark UP RAB dan SPJ Fiktif, Kades Baru Manis Terancam Sanksi Hukum Berat

By On Jumat, Februari 13, 2026

 


Rejang Lebong, KabarViral79.Com - Dugaan penyelewengan Dana Desa di Desa Baru Manis, Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, kian menguat. Kepala Desa Baru Manis kini disorot publik setelah muncul indikasi mark up anggaran, pekerjaan tidak sesuai spesifikasi, hingga dugaan SPJ fiktif yang berpotensi menimbulkan kerugian negara ratusan juta rupiah.

Berdasarkan penelusuran awak media dan keterangan sumber internal berinisial JB (40), kejanggalan sudah tercium sejak tahap perencanaan Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek pembukaan badan jalan desa. Konsultan perencanaan disebut telah menemukan ketidaksesuaian volume pekerjaan, yang mengindikasikan perencanaan sengaja “dibesarkan” dibanding kondisi riil di lapangan.

“Volume di RAB tidak sebanding dengan pekerjaan fisik. Ini bukan sekadar salah hitung, tapi terkesan disengaja dan berpotensi merugikan keuangan negara,” ungkap JB.

Fakta lain yang memantik sorotan adalah penggunaan pihak ketiga dari Curup Timur sebagai pelaksana proyek. Ironisnya, pihak ketiga tersebut hanya mengerjakan pekerjaan dengan nilai sekitar Rp85 juta, sementara pagu anggaran proyek tercatat ratusan juta rupiah, bahkan disebut-sebut melebihi Rp191 juta.

Selisih anggaran yang mencolok ini memperkuat dugaan mark up RAB, di mana nilai anggaran diduga dinaikkan jauh dari kebutuhan riil proyek.

Lebih parah lagi, pihak ketiga mengaku tidak mengetahui besaran pagu anggaran sebenarnya, namun tetap diminta menandatangani SPJ (Surat Pertanggungjawaban) secara mendadak di kawasan Pasar Atas.

“Kalau pihak pelaksana tidak tahu nilai proyek tapi diminta tanda tangan SPJ, patut diduga kuat SPJ tersebut tidak sesuai fakta alias fiktif,” tegas JB.

Tak hanya proyek jalan desa, dugaan penyimpangan juga mengarah pada kegiatan Pengelolaan dan Pembuatan Jaringan/Instalasi Komunikasi dan Informasi Lokal Desa Tahun 2024 dengan pagu anggaran Rp70.587.400, yang hingga kini tidak jelas bentuk fisik maupun manfaatnya di lapangan.

Kegiatan tersebut diduga tidak pernah direalisasikan, namun anggarannya tetap dicairkan, sehingga mengarah pada kegiatan fiktif.

Jika dugaan ini terbukti, Kepala Desa Baru Manis berpotensi dijerat berbagai sanksi, antara lain:

• Sanksi Administratif

▪ Pengembalian kerugian negara

▪ Pemberhentian sementara atau tetap sebagai kepala desa

• Sanksi Pidana

Pasal 2 dan/atau Pasal 3 UU Tipikor

▪ Ancaman pidana penjara dan denda

▪ Penyitaan aset hasil tindak pidana korupsi

Awak media memperoleh informasi bahwa kasus ini dalam waktu dekat akan dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Rejang Lebong untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Baru Manis belum memberikan klarifikasi resmi, meski telah berulang kali diupayakan konfirmasi.

Publik kini menanti langkah tegas aparat penegak hukum agar dugaan penyalahgunaan Dana Desa ini diusut secara transparan, profesional, dan tanpa tebang pilih, demi menjaga marwah Dana Desa sebagai instrumen pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. (Ndr)

Polrestabes Bandung Diduga Mandul dalam Memberantas Peredaran Obat Daftar G, Ini Sejumlah Lokasi Penjual Obat Keras yang Diduga Kebal Hukum

By On Jumat, Februari 13, 2026


KOTA BANDUNG, KabarViral79.Com - Beberapa bulan lalu, jutaan ribu butir obat keras dan obat-obatan tertentu (OOT) dimusnahan oleh Polrestabes Bandung, di halaman Satres Narkoba Polrestabes Bandung, Jalan Sukajadi No.141, Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar).

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono mengungkapkan, sebagian besar pelaku tindak pidana seperti tawuran dan begal di Bandung terbukti mengonsumsi obat keras sebelum beraksi.

"Setiap kali kami tangkap pelaku tawuran atau begal, hampir selalu kami temukan obat keras di tubuh mereka. Tramadol, Double Y, Dextro- ini obat yang kerap disalahgunakan untuk memunculkan keberanian semu,” ungkap Kombes Pol Budi.

Peredaran Obat Keras Makin Marak

Nyatanya, bisnis obat psikotropika daftar G jenis tramadol di Kota Bandung kian marak tak terkendali.

Hampir di setiap sudut kota, obat yang seharusnya hanya bisa ditebus dengan resep dokter ini justru dijual bebas layaknya permen.

Pantauan awak media pada Selasa, 10 Februari 2026, ternyata bukan hanya satu toko saja, ada tiga puluhan toko yang menjual obat daftar G dan kedapatan secara leluasa bertransaksi secara terang-terangan.

Saat awak media mencoba menelisik terkait siapa pemilik toko tersebut, penjaga toko terkesan menutupi, namun akhirnya terbongkar juga melalui penuturan dari masyarakat setempat yang ternyata diduga ada beberapa oknum yang memberikan persetujuan dengan iming-iming upeti, di antaranya pemilik kontrakan, Oknum TNI, dan Polsek setempat dan Polrestabes.

Salah satu masyarakat berharap agar praktek perdagangan obat jenis G segera ditanggulangi dan dilakukan penertiban. Karena perbuatan itu melanggar aturan hukum yang berlaku dan jangka panjangnya akan merusak psikologis pemakainya.

"Alangkah baiknya pemerintah setempat, seperti RT, RW, Pemerintah Kelurahan, Kecamatan juga Polsek setempat, agar segera menutup atau menindak tegas, karena sudah meresahkan masyarakat dan ditakutkan dijual kepada anak-anak di bawah umur," ucapnya.

Pantauan awak media, berikut sejumlah lokasi toko atau warung yang diduga mengedarkan obat terlarang jenis Tramadol, Hexymer di wilayah hukum Polrestabes Bandung:

- Jl. Ruko Astor Kapling No. 3, Pasirjati, Ujung Berung, Kota Bandung, Jawa Barat.

- Jl. di kawasan Jalan Cibatu Raya, Antapani Tengah, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Jawa Barat.

- Jalan Raya Ibrahim Adjie, Kebon Waru, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat.

- Jalan Pasir Kaliki No. 25/27, sekitar area Paskal, Ciroyom, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Jawa Barat.

- Jalan Raden Dewi Sartika No. 94, Pungkur, Kecamatan Regol, tepat di belakang Terminal Kebon Kalapa.

- Jalan Laswi No. 85A, Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat.

- Jalan Peta, Suka Asih, Kecanatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat, tepatnya tidak jauh dari lampu merah.

Diduga Ada Uang Koordinasi

Hasil investigasi di lapangan, beberapa penjaga warung yang ditemui awak media secara terang-terangan mengaku adanya “uang koordinasi” kepada oknum aparat penegak hukum, khususnya Satnarkoba Polrestabes Bandung.

Hal ini menjadi ancaman serius bagi masyarakat, terutama di kalangan generasi muda yang sangat rentan terhadap penyalahgunaan obat-obatan terlarang jenis golongan-G jenis Tramadol dan Hexymer.

Besar harapan kepada Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Kopolrestabes Bandung untuk menindak lanjuti dengan tegas sejumlah warung yang diduga melakukan penjualan obat-obatan daftar G, agar masyarakat sekitar tidak beropini lain akan adanya aktivitas yang tidak biasa di warung tersebut. (*/red)

Warga Cihara Digegerkan Penemuan Jenazah Nelayan Terlilit Jaring di Pantai Cipager

By On Jumat, Februari 13, 2026

LEBAK, KabarViral79.ComWarga pesisir Pantai Cipager, Kampung Citaritih, Desa Pondok Panjang, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten, digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki pada Kamis, 12 Februari 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. 

Kapolsek Panggarangan, AKP Acep Komarudin membenarkan kejadian tersebut. 

Ia menjelaskan, korban bernama Dian Haerani (45), seorang nelayan setempat yang ditemukan pertama kali oleh seorang saksi bernama Ade dalam kondisi terlilit jaring rampus di pinggir pantai.

"Saksi Ade kemudian memberitahukan temuannya kepada Saudara Salman yang saat itu sedang menjaring ikan di sebelah timur pantai. Setelah dipastikan korban sudah meninggal dunia dalam kondisi terlilit jaring, saksi segera meminta pertolongan warga sekitar," ujar AKP Acep Komarudin. 

Kemudian, kata Acep Komarudin, warga mengevakuasi korban ke rumah terdekat sebelum akhirnya dibawa ke kampung halamannya di Kampung Cihuni, Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping, untuk dimakamkan. 

Pihak Polsek Panggarangan yang tiba di rumah duka segera berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak keluarga. 

Berdasarkan hasil koordinasi, lanjut Acep Komarudin, pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi.

Personel Polsek Panggarangan yang terjun ke lokasi dipimpin oleh Kanit Binmas Aiptu Cecep Rahmat Hidayat, didampingi Aipda Fery Alamsyah, Kanit Provos Aipda Dede Firmansyah, dan Bripka Sigit Dwi Purnomo.

Sejauh ini, Kepolisian telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti berupa satu perangkat jaring rampus, memintai keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Lebak dan tim medis Puskesmas Cihara.

"Kami tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengumpulkan alat bukti dan akan melakukan gelar perkara guna memastikan kronologi peristiwa tersebut," tutup AKP Acep Komarudin. (Cup/Uday)

Jelang Ramadhan, HRD dan PKB Peduli Kembali Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Bencana di Bireuen

By On Kamis, Februari 12, 2026

Anggota DPR RI Fraksi PKB Dapil Aceh II, H. Ruslan Daud (HRD), kembali menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak bencana di Kabupaten Bireuen, Kamis, 12 Februari 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Memasuki dua bulan pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah daerah di Aceh, berbagai upaya pemulihan terus dilakukan untuk membantu masyarakat bangkit dari keterpurukan.

Salah satu dukungan datang dari Anggota DPR RI Fraksi PKB Dapil Aceh II, H. Ruslan Daud (HRD), yang kembali menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak bencana di Kabupaten Bireuen, Kamis, 12 Februari 2026.

Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, HRD bersama program PKB Peduli mengirimkan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, mie instan, minyak goreng, dan bahan kebutuhan lainnya.

Bantuan tersebut diantar langsung oleh tim relawan ke desa-desa yang sebelumnya terdampak banjir dan tanah longsor.

Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian HRD serta tindak lanjut arahan Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin), agar kader PKB di semua tingkatan aktif membantu meringankan beban masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang baru mengalami bencana.

Masyarakat penerima bantuan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian HRD yang juga menjabat sebagai Ketua DPW PKB Aceh.

Mereka menilai, HRD konsisten hadir di tengah masyarakat sejak awal bencana hingga masa pemulihan.

Iswandi, salah seorang warga terdampak banjir di Kecamatan Peusangan mengatakan, kepedulian HRD terlihat tidak hanya dalam bentuk bantuan sembako, tetapi juga melalui dukungan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bireuen.

“Kepedulian Pak HRD kepada masyarakat Bireuen terus berlanjut. Selain membantu sembako, beliau juga telah mendukung berbagai program pembangunan, termasuk perbaikan infrastruktur,” ujar Iswandi.

Ia menyebut, kondisi wilayah terdampak kini mulai membaik. Akses jalan dan jembatan yang sempat putus sudah dapat dilalui, sementara rumah-rumah warga yang tertimbun lumpur telah banyak dibersihkan berkat kerja sama berbagai pihak, termasuk PKB dan mitra di tingkat pusat.

“Alhamdulillah, dengan bantuan dari Pak HRD, kami masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Bireuen bisa tersenyum kembali menjelang bulan puasa tahun ini,” kata Iswandi.

Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadhan sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan warga setelah mengalami bencana. (Joniful Bahri)

Presiden Prabowo Salurkan Rp 72,7 Miliar Bantuan Sapi Meugang untuk 19 Kabupaten/Kota Terdampak Bencana di Aceh

By On Kamis, Februari 12, 2026

Pemerintah Aceh mengumumkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyalurkan bantuan pembelian sapi tradisi Meugang senilai lebih dari Rp 72,7 miliar untuk masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi dan gempa bumi di Aceh

BANDA ACEH, KabarViral79.Com - Pemerintah Aceh mengumumkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyalurkan bantuan pembelian sapi tradisi Meugang senilai lebih dari Rp 72,7 miliar untuk masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi dan gempa bumi di Aceh.

Bantuan tersebut ditujukan sebagai dukungan menjelang bulan suci Ramadhan.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah dalam keterangan di Banda Aceh, Kamis, 12 Februari 2026 menyebutkan, dana bantuan itu telah ditransfer melalui Sekretariat Presiden langsung ke 19 Pemerintah Kabupaten/Kota penerima, pada Selasa, 10 Februari 2026. 

“Alhamdulillah, Bapak Presiden telah menyetujui permohonan Pemerintah Aceh dan masyarakat Aceh untuk bantuan daging sapi Meugang, dan dananya telah ditransfer,” kata Fadhlullah.

Total bantuan yang dikucurkan mencapai Rp 72.750.000.000, yang akan disalurkan kepada masyarakat oleh Pemerintah Kabupaten/Kota sesuai alokasi masing-masing. Setiap desa penerima—sebanyak 1.455 desa—mendapatkan dana Rp 50 juta.

Atas nama pemerintah dan masyarakat Aceh, Fadhlullah menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian dan dukungan bagi daerah-daerah terdampak.

“Kami, Pemerintah Aceh serta seluruh masyarakat Aceh, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut bertujuan meringankan beban masyarakat terdampak bencana, terutama dalam menyambut Ramadhan dan menjaga keberlangsungan tradisi Meugang.

Para Bupati dan Walikota diminta segera menindaklanjuti proses pembelian sapi sesuai dana yang telah masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).

Selain itu, Kepala Daerah diwajibkan memastikan pendistribusian berlangsung merata, tertib, dan tepat sasaran, dengan prioritas bagi warga terdampak bencana serta masyarakat di lokasi pengungsian.

“Penyaluran bantuan ini harus ditargetkan rampung paling lambat satu hari sebelum Ramadhan 1447 Hijriah,” tegas Fadhlullah.

Setelah penyaluran selesai, Pemerintah Kabupaten/Kota diwajibkan mengirimkan dokumentasi berupa foto atau video serta laporan singkat realisasi bantuan kepada Biro Isra Setda Aceh paling lambat tiga hari setelah hari pertama Ramadhan, untuk kemudian diteruskan kepada Presiden. 

Adapun 19 Kabupaten/Kota penerima bantuan tersebut meliputi Lhokseumawe, Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Aceh Timur, Bireuen, Langsa, Aceh Utara, Aceh Barat, Pidie, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Besar, Nagan Raya, Aceh Selatan, dan Simeulue.

Beberapa daerah tersebut selain mengalami bencana hidrometeorologi, juga terdampak gempa bumi yang menyebabkan sejumlah kerusakan, termasuk di Kabupaten Simeulue.

“Semoga bantuan ini bermanfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi wujud kehadiran negara dalam membantu warga terdampak bencana, terutama dalam menyambut tradisi Meugang dan bulan suci Ramadhan,” tutup Fadhlullah. (Joniful Bahri)

Jelang Ramadhan, PMI Bireuen Kumpulkan 125 Kantong Darah dalam Aksi Donor di Alun-alun Kota Juang

By On Kamis, Februari 12, 2026

PMI Bireuen kembali menggelar kegiatan donor darah menjelang Bulan Suci Ramadhan di Alun-alun Kota Juang, Bireuen, Kamis, 12 Fabruari 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen kembali menggelar kegiatan donor darah menjelang Bulan Suci Ramadhan di Alun-alun Kota Juang, Bireuen, Kamis, 12 Fabruari 2026.

Aksi kemanusiaan ini digelar sebagai upaya menambah stok darah yang mulai menipis di UPTD RSUD dr. Fauziah Bireuen.

Sejak pagi, masyarakat dari berbagai kecamatan tampak berdatangan dengan antusias. Suasana di area kegiatan terlihat ramai, dipenuhi warga yang secara sukarela ingin mendonorkan darah.

Petugas PMI dibantu relawan sibuk melayani proses pendaftaran, pemeriksaan kesehatan, hingga pengambilan darah.

Dalam kegiatan tersebut, PMI Bireuen berhasil mengumpulkan sebanyak 125 kantong darah. Seluruh stok yang terkumpul akan disalurkan langsung ke UPTD RSUD dr. Fauziah Bireuen untuk memenuhi kebutuhan pasien, terutama menjelang Ramadhan yang biasanya mengalami peningkatan permintaan darah.

Ketua PMI Bireuen, Edi Saputra, SH menyampaikan rasa syukur atas suksesnya kegiatan ini.

Ketua PMI Bireuen, Edi Saputra, SH memberi samangat kepada seorang pendonor darah yang rutin yang digelar PMI setempat, Kamis, 12 Fabruari 2026. 

Ia mengapresiasi tingginya semangat dan partisipasi masyarakat yang dinilai sangat membantu menjaga ketersediaan darah di rumah sakit.

“Alhamdulillah, hari ini PMI Bireuen melaksanakan kegiatan donor darah dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan dan mengisi kembali stok darah yang mulai berkurang di UPTD RSUD dr. Fauziah Bireuen,” ujar Edi Saputra.

Ia berharap, kegiatan donor darah rutin dapat terus digalakkan karena manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan pendonor.

“Saya sangat bangga melihat antusiasme masyarakat hari ini. Mudah-mudahan ini menjadi amal ibadah bagi kita semua,” ucapnya.

Edi juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu mengikuti donor darah secara berkala sebagai bentuk kepedulian sosial dan aksi nyata menyelamatkan nyawa.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PMI Bireuen berharap kebutuhan darah menjelang Ramadhan dapat terpenuhi dengan baik sehingga pelayanan kesehatan di rumah sakit tetap optimal bagi pasien yang membutuhkan. (Joniful Bahri)

5.548 Honorer Bireuen Resmi Diangkat PPPK Paruh Waktu, Bupati Mukhlis: Ini Kepastian bagi Ribuan Keluarga

By On Kamis, Februari 12, 2026

Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, saat menyerahkan SK pengangkatan PPPK Paruh Waktu Formasi 2025, di Lapangan RTH Cot Gapu, Kamis, 12 Februari 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Sebanyak 5.548 tenaga honorer di Kabupaten Bireuen resmi menerima SK pengangkatan sebagai PPPK Paruh Waktu Formasi 2025. Penyerahan dilakukan oleh Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, di Lapangan RTH Cot Gapu, Kamis, 12 Februari 2026.

Mereka terdiri dari 1.364 tenaga teknis, 2.502 tenaga pendidikan, dan 1.682 tenaga kesehatan. Bupati Mukhlis menyebut pengangkatan ini bukan sekadar administrasi, tetapi simbol kepastian hukum bagi ribuan keluarga honorer.

“Ini adalah bentuk penghargaan atas pengabdian panjang para honorer. Status paruh waktu ini merupakan tahap awal menuju PPPK penuh waktu,” ujarnya.

Mukhlis meminta para PPPK meningkatkan etos kerja dan menerapkan nilai ASN Berakhlak.

Ia menegaskan, disiplin dan kinerja akan dievaluasi setiap bulan, dengan standar yang sama seperti PNS.

Ratusan tenaga PPPK Paruh Waktu Kabupaten Bireuen saat mengikuti upacara penerimaan SK pengangkatan, di Lapangan RTH Cot Gapu, Kamis, 12 Februari 2026. 

Ia juga menginstruksikan seluruh kepala perangkat daerah untuk melakukan pembinaan dan pengawasan yang ketat.

Pemkab Bireuen berharap kehadiran ribuan PPPK ini dapat mempercepat reformasi pelayanan publik dan meningkatkan kualitas layanan pemerintah kepada masyarakat.

Pengangkatan 5.548 PPPK paruh waktu ini diharapkan menjadi energi baru bagi Pemkab Bireuen dalam mempercepat reformasi pelayanan publik.

Pemerintah menargetkan Bireuen mampu menjadi salah satu daerah dengan pelayanan publik paling cepat, ramah, dan transparan di Aceh.

Selain memberikan harapan bagi peningkatan kualitas pelayanan, kebijakan ini sekaligus memberi kepastian masa depan bagi ribuan tenaga honorer beserta keluarga mereka yang selama ini menanti perubahan status kepegawaian. (Joniful Bahri)