-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Safari Ramadan di Al Khairiyah, Gubernur Andra Soni Paparkan Program Sekolah Gratis

By On Senin, Maret 02, 2026

CILEGON, KabarViral79.Com - Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan, Al Khairiyah dan pendirinya Brigjen KH Syam’un yang juga pahlawan nasional, memiliki sejarah besar dalam pembangunan pendidikan di Indonesia. 

Di bidang pendidikan, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten telah melaksanakan Program Pendidikan Gratis

Hal itu disampaikan Andra Soni pada Syirafah (Syiar Ramadan Al Khairiyah) yang diselenggarakan di Universitas Al Khairiyah, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Sabtu, 28 Februari 2026. 

“Syiar Ramadan Al Khairiyah di bulan Ramadan sebagai bulan yang penuh keberkahan, mengajarkan kita tentang kepedulian, serta penguatan ukhuwah Islamiyah,” ujar Andra Soni. 

“Brigjen KH Syam'un, pahlawan nasional dari Banten sangat konsen pada sektor pendidikan,” imbuhnya. 

Andra Soni mengaku takjub atas perjuangan KH Syam’un pada tahun 1925 mendirikan Pesantren Salafi, Madrasah Al Khairiyah yang kini dikenal Universitas Al Khairiyah. 

Andra Soni menegaskan, beberapa hari ini Pemprov Banten keliling Safari Ramadan

“Kita diberi penghormatan oleh masyarakat luar biasa, dimana-mana kita bisa disambut. Padahal kita tahu tidak semua hal sudah kita kerjakan, masih banyak hal-hal yang belum kita kerjakan,” ucapnya. 

“Maka kita harus membalas penghormatan tersebut dengan kerja-kerja nyata, kerja-kerja dengan integritas untuk mewujudkan Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi", tegas Andra. 

Andra menjelaskan, pada tahun 2025 Pemprov Banten telah memulai program sekolah gratis untuk SMA, SMK, SKh yang ada di Provinsi Banten. 

“Ini juga merupakan bagian dari perjuangan kita, bagian dari perjuangan aulia untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Cilegon dan Provinsi Banten,” tuturnya. 

“Alhamdulillah, kurang lebih sekitar 60.730 anak-anak kita mengikuti program sekolah gratis, yang Insya Allah tahun ini akan meningkat dan kita akan menyasar anak-anak yang dari sekolah agama,” imbuhnya. 

Dalam kesempatan itu, Andra Soni juga memohon doa dan dukungan dalam pengusulan Ki Wasyid sebagai Pahlawan Nasional. 

Sementara itu, Ketua Umum PB Al Khairiyah, KH Ali Mujahidin mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kunjungan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten untuk memberikan support dan semangat kepada para generasi muda mahasiswa dalam rangka menjalankan Syiar Ramadan Al Khairiyah. 

Hal senada juga diungkap Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo. Ia mengucapkan terima kasih kepada Al Khairiyah yang sudah melakukan kontribusi yang sangat baik untuk Kota Cilegon. 

“Insya Allah kami siap sinergi dengan apa yang sudah dikerjakan oleh Pemprov Banten, terutama program-program Gubernur dan Wakil Gubernur Banten,” ujarnya. 

Dalam kesempatan itu, Pemprov Banten menyalurkan berbagai bantuan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan saat Safari Ramadan. 

Bantuan tersebut diberikan kepada masjid, pondok pesantren, guru ngaji dan bantuan pendidikan, serta alat bantu untuk disabilitas berupa tongkat ketiak dan kursi roda. (Welfendry)

JK Sedih Pemimpin Iran Khamenei Wafat Imbas Serangan AS-Israel

By On Senin, Maret 02, 2026

Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK). 

JAKARTA, KabarViral79.Com Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) menyatakan duka cita atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei

Diketahui, Khamenei wafat dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel, pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026. 

"Dengan terbunuhnya Pimpinan Ali Khamenei, itu juga merupakan suatu hal yang sangat kita sayangkan. Kita bersedih dan berduka atas peristiwa tersebut," ujar JK kepada wartawan, di kawasan Jakarta Selatan, Minggu, 01 Maret 2026. 

JK juga menyayangkan serangan tersebut dilakukan di tengah proses perundingan antara AS dan Iran. 

“Dari segi etika, kalau sedang berunding jangan menyerang. Ini memang keadaan yang bagi kita semua sangat memprihatinkan,” ujarnya. 

JK turut menyoroti tindakan Amerika yang dinilai kerap melakukan penyerangan terhadap negara-negara yang dianggap tidak sepaham dengan mereka, seperti Venezuela dan sejumlah negara di Timur Tengah. 

“Ini memang menjadi bagian dari keprihatinan kita terhadap sikap dan kekerasan yang dilakukan Amerika terhadap Iran,” ujarnya. 

Diketahui sebelumnya, Pemerintah Iran, pada Minggu, 01 Maret 2026, mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei telah meninggal dunia dalam serangan gabungan AS dan Israel pada Sabtu pagi. 

Pemerintah Republik Islam juga mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari. 

Sejumlah kantor berita Iran, termasuk Tasnim, Mehr, dan Press TV, secara bersamaan melaporkan bahwa pemimpin berusia 86 tahun itu “gugur sebagai martir” dalam serangan tersebut. 

"Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ayatollah Ali Khamenei, meninggal dalam serangan gabungan oleh Amerika yang kriminal dan rezim Zionis,” demikian pernyataan Pemerintah Iran.

“Pada saat gugur sebagai Syahid, beliau sedang menjalankan tugas yang diberikan kepadanya dan berada di tempat kerjanya ketika serangan tersebut terjadi,” lanjut pernyataan itu, sekaligus menepis klaim “perang psikologis rezim Zionis” yang menyebutkan bahwa pemimpin tertinggi tersebut bersembunyi di lokasi aman. 

"Kejahatan besar ini tidak akan pernah dibiarkan tanpa jawaban dan akan menandai babak baru dalam sejarah dunia Islam dan Syiah,” demikian pernyataan kantor Presiden Masoud Pezeshkian, yang juga mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari. (*/red)

Hadiri Peringatan HUT Kota Tangerang, Gubernur Andra Soni: Simbol Kota Maju di Banten

By On Senin, Maret 02, 2026

TANGERANG, KabarViral79.Com - Gubernur Banten, Andra Soni mengucapkan selamat hari jadi ke-33 Kota Tangerang

Dia mengatakan, Kota Tangerang diharapkan mampu menjaga pertumbuhan dan kemajuannya. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus berupaya mengurangi kesenjangan wilayah agar pembangunan Provinsi Banten adil dan merata. 

“Dirgahayu yang ke-33. Sebagai kota mandiri, Kota Tangerang mengalami kemajuan yang cukup pesat. Kota Tangerang sebagai salah satu simbol kota maju,” ujar Andra Soni usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Tangerang dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Tangerang, di Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang, Jl. Satria - Sudirman No. 1 Kota Tangerang, Sabtu, 28 Februari 2026. 

Menurut Andra Soni, daerah ini terus tumbuh tapi juga akan muncul permasalahannya yang semakin kompleks. 

Melalui pendekatan pentahelix, dirinya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun Kota Tangerang. 

“Alhamdulillah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan, hari ini merupakan salah satu daerah yang maju di Provinsi Banten. Sehingga selalu mohon ijin ke Pak Wali, waktu saya akan lebih banyak di wilayah Lebak dan Pandeglang awal-awal ini,” tambah Andra Soni. 

Upaya dari mengikis disparitas wilayah. Sehingga, semua daerah maju dan tumbuh bersama. 

Andra Soni juga mengharapkan, Kota Tangerang bisa terus menjaga pertumbuhan dan kemajuannya. 

Kota ini bisa memanfaatkan keuntungan wilayahnya yang berbatasan langsung dengan pusat perekonomian Indonesia. 

“Sejak 33 tahun lalu, Kota Tangerang banyak kemajuan. Dari sisi pendidikan dulu bangunan sekolahnya kita tahu bersama, sekarang bahkan sudah ada sekolah gratis satuan yang menjadi tanggung jawabnya,” ungkapnya. 

“Pemprov Banten juga meniru untuk SMA, SMK, dan SKh, Insya Allah seperti Kota Tangerang, kita akan masuk juga untuk sekolah yang berbasis agama satuan setingkat SMA sederajat,” tambah Andra Soni. 

Selain itu, Andra Soni mengungkapkan, Situ Cipondoh saat ini sertifikatnya  sudah kembali. Artinya, pengelolaan situ kembali ke Provinsi Banten. 

“Sekarang sedang dicek luasan HGU yang diberikan Pemprov Jabar dulu dengan luasan sekarang,” ujarnya. 

Situ Cipondoh, lanjutnya, nantinya tidak hanya untuk penampungan air. Situ juga akan dimanfaatkan untuk ekonomi dan berbagai hal positif oleh masyarakat. 

“Terkait sampah dan banjir, saat ini fokus menangani saluran air yang ada seperti Sungai Cirarab, Sungai Angke, dan sebagainya,” pungkas Andra Soni. 

Di tempat yang sama, Walikota Tangerang, Sachrudin mengatakan, Kota Tangerang sudah berusia 33 tahun. 

“Berbagai macam rintangan dan tantangan kita lalui bersama. Raihan pembangunan juga bisa kita rasakan bersama-sama,” ucapnya. 

“Ini berkat hasil kerja sama kolaborasi secara pentahelix. Mudah-mudahan Kota Tangerang di usia ke-33 tahun ini bisa maju dan sejahtera masyarakatnya,” kata Sachrudin. (Welfendry)

Menagih Janji Purbaya Bersihkan Bea Cukai

By On Minggu, Maret 01, 2026

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa

Oleh: Werdha Candratrilaksita

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan sebagian uang hasil korupsi disimpan dalam mobil operasional kasus importasi di Bea Cukai

Uang tersebut disiapkan untuk kebutuhan mendesak, termasuk dialirkan kepada oknum lainnya, atau untuk keperluan pribadi tersangka Budiman Bayu Prasojo, mantan Kepala Seksi Intelijen Cukai P2 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, dan Sisprian, mantan Kepala Subdirektorat Intelijen Direktorat P2 DJBC. 

Dengan penyimpanan uang hasil suap di beberapa mobil operasional, para oknum Bea Cukai tidak perlu mengambil uang dari safe house

Informasi itu disampaikan oleh Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, kepada media. 

Penemuan itu tindak lanjut dari terbongkarnya rumah atau apartemen penyimpanan uang para oknum bea cukai, yang mereka sebut sebagai safe house. 

Sebelum kasus Budiman, KPK juga mengamankan 17 orang dan menetapkan enam tersangka untuk kasus dugaan pengondisian jalur merah yang seharusnya mewajibkan pemeriksaan fisik barang impor. 

Penyidikan kasus tersebut tengah dikembangkan KPK. 

Korupsi di Bea Cukai sudah sangat akut. Publik menuntut janji Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa untuk membersihkan Bea Cukai. 

Purbaya jangan hanya mengancam. Ia perlu membuktikan keseriusannya dengan berhentikan pejabat level pimpinan tinggi (eselon II) dan administrator (menengah). 

Dengan demikian, harapannya proses penyidikan KPK akan menjadi “bola salju” untuk menemukan pelaku lain, baik untuk kasus yang sama maupun kasus berbeda. 

Dalam perspektif teori administrasi publik dan hukum acara, pembebasan sementara dari jabatan (temporary removal from office) bukanlah bentuk penghukuman, melainkan instrumen preventif untuk menjaga independensi dan efektivitas proses penyidikan. 

Prinsip ini sejalan dengan asas due process of law dan doktrin preventive suspension yang berkembang dalam tata kelola modern. 

Pejabat yang diduga terlibat tindak pidana korupsi perlu dinonaktifkan agar tidak menggunakan kewenangan strukturalnya untuk memengaruhi saksi, merusak atau menghilangkan barang bukti, maupun mengintervensi alur informasi internal. 

Dalam literatur tata kelola pemerintahan, mekanisme ini dipandang sebagai bagian dari integrity system, yakni sistem pengamanan institusional untuk memastikan proses penegakan hukum berjalan tanpa hambatan kekuasaan birokratik. 

Secara teoretik, Robert Klitgaard (1988) dalam rumus klasiknya, yakni Corruption = Monopoly + Discretion – Accountability, menunjukkan bahwa ketika kewenangan (discretion) tetap melekat pada individu yang sedang diperiksa, maka risiko distorsi akuntabilitas meningkat tajam. 

Oleh karena itu, pencabutan sementara kewenangan jabatan menjadi langkah rasional untuk memutus kombinasi monopoli dan diskresi yang berpotensi memperbesar praktik obstruksi penyidikan (obstuction of justice). 

Pembebasan jabatan dalam konteks ini bukan sekadar tindakan administratif, melainkan strategi struktural untuk menutup ruang konsolidasi jaringan koruptif para oknum DJBC. 

Lebih jauh, dalam kerangka teori deterrence (Becker, 1968), sinyal organisasi untuk menonaktifkan pejabat yang terindikasi kuat terlibat korupsi akan menciptakan efek gentar bagi aktor lain dalam jaringan yang sama. 

Pesan kelembagaan menjadi jelas: jabatan bukan tameng, dan kekuasaan bukan pelindung. Tanpa langkah tegas tersebut, institusi justru mengirimkan sinyal ambigu yang bisa dimaknai sebagai toleransi diam-diam terhadap penyalahgunaan kewenangan. 

Karena itu, pembebasan jabatan sementara pejabat-pejabat kunci bukan hanya soal teknis birokrasi, melainkan soal desain kebijakan antikorupsi. Ia adalah bagian dari manajemen risiko kelembagaan dalam situasi krisis integritas. 

Jika safe house saja bisa ada di dalam sistem, maka menjaga agar jabatan tidak menjadi “safe space” bagi tersangka adalah keharusan moral dan administratif. Tanpa itu, janji membersihkan Bea Cukai hanya akan menjadi retorika, bukan reformasi nyata. 

Purbaya harus membuktikan bahwa keberaniannya bukan retorika. Publik tentu masih ingat pernyataannya yang mengancam akan “merumahkan” pegawai DJBC yang terindikasi bermasalah. Namun, setelah satu demi satu kasus terungkap, janji itu tak kunjung diwujudkan secara nyata dan terukur. 

Ancaman tanpa realisasi justru berisiko menjadi bumerang moral: ia menciptakan ekspektasi publik, tetapi ketika tidak dipenuhi, yang lahir adalah kekecewaan dan erosi kepercayaan. 

Dalam teori kepemimpinan transformasional (Burns, 1978), legitimasi seorang pemimpin bukan ditentukan oleh kerasnya pernyataan, melainkan oleh konsistensi antara kata dan tindakan. 

Saya sebelumnya menulis di Kompas.com mengenai adanya clique di lingkungan DJP dan DJBC, yakni jejaring informal yang membentuk solidaritas internal berbasis angkatan, unit, atau kedekatan kultural. 

Observasi saya menunjukkan bahwa korupsi jarang berdiri sebagai tindakan individual yang terisolasi. Ia bekerja dalam pola jejaring (networked corruption), di mana aktor-aktor saling mengetahui, saling melindungi, dan pada titik tertentu saling bergantung. 

Dalam literatur kejahatan terorganisir, fenomena ini disebut sebagai collusive network, yakni struktur hubungan yang memungkinkan distribusi risiko dan perlindungan timbal balik. 

Dengan pola demikian, membongkar satu simpul tanpa memutus jejaringnya hanya akan memunculkan simpul baru di tempat lain. 

Reaksi yang saya terima setelah tulisan tersebut terbit justru memperkuat dugaan itu. Saya seolah diposisikan sebagai “lawan” pegawai pajak dan bea cukai. 

Saya bahkan dikeluarkan dari grup angkatan STAN oleh seorang pegawai pajak yang bertindak sebagai admin grup. 

Peristiwa itu mungkin tampak sepele, tetapi secara sosiologis telah menunjukkan bagaimana solidaritas korps dapat berubah menjadi solidaritas defensif. 

Alih-alih menjadikan kritik sebagai bahan refleksi, respons yang muncul justru eksklusi sosial terhadap pengkritik. 

Dalam teori organisasi, fenomena ini dikenal sebagai groupthink (Janis, 1972), ketika kohesi kelompok lebih diprioritaskan daripada evaluasi rasional atas masalah internal.

Solidaritas tentu merupakan nilai penting dalam birokrasi. Namun, solidaritas yang melampaui batas etika dan berubah menjadi perlindungan diam-diam terhadap pelanggaran adalah persoalan serius. 

Jika jejaring itu benar ada, maka korupsi bukan lagi sekadar deviasi oknum, melainkan kegagalan sistemik dalam tata kelola dan budaya organisasi. 

Di titik inilah keberanian Purbaya diuji. Membersihkan institusi bukan hanya soal menangkap pelaku yang sudah terungkap, tetapi juga memutus mata rantai jejaring yang membuat praktik itu terus berulang. 

Tanpa diikuti tindakan struktural, mulai dari pembebasan jabatan, mutasi lintas unit, audit independen, hingga membuka ruang perlindungan bagi pelapor; retorika reformasi hanya akan menjadi “tong kosong” di tengah publik yang semakin skeptis. 

Jika safe house bisa ada dalam sistem, maka clique yang saling melindungi juga bukan hal yang mustahil. 

Apakah Purbaya berani membongkar hingga ke akarnya atau cukup berhenti pada tataran simbolik?

Penulis adalah seorang Civitas Academica. 

Sumber: kompas.com

HRD Desak Kementerian PU Percepat Perbaikan Tanggul Irigasi Pante Labu Aceh Timur Akibat Banjir

By On Minggu, Maret 01, 2026

Anggota Komisi V DPR RI Dapil Aceh II, H. Ruslan M. Daud (HRD). 

LHOKSUKON, KabarViral79.Com - Anggota Komisi V DPR RI Dapil Aceh II, H. Ruslan M. Daud (HRD), mendesak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera I untuk segera memperbaiki tanggul irigasi yang putus di Desa Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, yang terhubung dengan Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara

Tanggul yang berfungsi ganda sebagai jalur irigasi dan akses jalan penghubung antar desa itu rusak parah akibat banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025. 

Peninjauan lapangan dilakukan HRD pada Jumat, 27 Februari 2026, didampingi Irsyadi, Teuku Zainal Abidin, serta perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Aceh Timur. Rombongan melihat langsung kerusakan badan tanggul yang kini memutus akses warga. 

“Kerusakan tanggul ini berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Yang paling memprihatinkan, anak-anak sekolah terpaksa naik rakit atau sampan untuk menyeberang ke desa sebelah demi bisa bersekolah,” ujar HRD. 

Ia menegaskan, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena terkait keselamatan warga dan hak anak untuk mendapatkan pendidikan. 

Warga setempat menyebutkan, banyak pelajar dari Desa Pante Labu bersekolah di Desa Rumoh Rayeuk karena lokasinya paling dekat. Namun, sejak tanggul yang juga difungsikan sebagai akses jalan terputus, jalur vital tersebut tidak lagi bisa dilalui. 

HRD menilai situasi ini sebagai alasan kuat untuk mempercepat penanganan. 

Menurut HRD, pemulihan tanggul tidak hanya menyangkut akses pendidikan, tetapi juga berdampak pada aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk kelancaran distribusi hasil panen serta mobilitas harian warga. 

Dari pihak pemerintah pusat, Budi Setiadi, selaku PPK Operasi dan Pemeliharaan Satker OP BWS Sumatera I menyatakan bahwa perbaikan tanggul akan segera dilakukan. 

“Kami akan menindaklanjuti hasil peninjauan lapangan dan berkoordinasi untuk percepatan pelaksanaan,” ujarnya. 

HRD menegaskan komitmennya untuk mengawal proses tersebut. 

"Ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi menyangkut keselamatan, pendidikan anak-anak, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat. Pekerjaan ini harus diprioritaskan dan segera direalisasikan,” tutupnya. (Joniful Bahri)

Warga Juli Teupin Mane Bireuen Bingung Soal Huntara-Huntap, Khawatir Kehilangan Hak Rumah Permanen

By On Minggu, Maret 01, 2026

Mutia, salah seorang warga terdampak banjir dan tanah longsor, di Desa Juli Teupin Mane, Kecamatan Juli, Bireuen, Aceh. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Kebingungan menyelimuti warga Gampong Juli Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, terkait rencana pembangunan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap) bagi korban banjir dan tanah longsor. 

Minimnya sosialisasi dari pemerintah membuat warga tidak memahami perbedaan kedua skema tersebut, bahkan khawatir kehilangan hak atas rumah permanen jika menerima Huntara. 

“Kami butuh Huntara,” kata Mutia, perwakilan korban banjir saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama sekaligus Reses dan penyerapan aspirasi anggota DPR RI, H. Ruslan M. Daud (HRD), di Meunasah desa setempat, Sabtu, 28 Februari 2026. 

Mutia menyampaikan, banyak warga berasumsi penerimaan Huntara bisa menggugurkan hak mereka untuk mendapatkan Huntap yang bersifat permanen. 

“Kami pikir setelah dapat Huntara, kami tidak dapat lagi Huntap. Sekarang kami baru tahu kalau Huntara dan Huntap adalah hak kami sebagai korban bencana,” ujarnya di hadapan HRD, perangkat desa, dan ratusan warga. 

Ia menilai, kurangnya sosialisasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menjadi penyebab utama kebingungan warga. 

Menurutnya, sebagian penyintas justru diarahkan memilih Dana Tunggu Hunian (DTH), sementara kebutuhan warga sesungguhnya adalah kejelasan mengenai pembangunan rumah layak huni. 

“Kebutuhan utama warga adalah rumah tetap agar memiliki kepastian tempat tinggal. Namun ketidakjelasan informasi membuat warga diliputi kekhawatiran. Kami para korban banjir dan tanah longsor jadi kalang kabut,” ucap Mutia sambil menangis. 

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan Daud (HRD) saat buka puasa bersama dan serap aspirasi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor, di Desa Juli Teupin Mane, Kecamatan Juli, Bireuen, Aceh, Sabtu, 28 Februari 2026. 

Mutia kemudian menceritakan kondisi ayahnya yang telah berusia sekitar 70 tahun. Sejak rumah mereka terdampak banjir, sang ayah harus berpindah-pindah dari satu lokasi pengungsian ke lokasi lainnya, bahkan sempat mengungsi ke desa tetangga. 

Setiap hari, sang ayah kembali ke desa untuk mencari informasi tentang kepastian pembangunan rumah. 

“Orang tua ingin hidup tenang. Tapi karena tidak punya tempat tinggal, ayah saya mondar-mandir. Hari ini ayah saya masuk rumah sakit,” katanya terbata. 

Mutia menambahkan, warga sudah berulang kali menanyakan kepastian pembangunan hunian kepada aparatur desa maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun hingga kini belum ada informasi pasti terkait waktu pembangunan. 

“Survei terus dilakukan berulang kali, tapi kapan dibangun rumah yang layak untuk kami, tidak ada kejelasan," ujarnya. 

Situasi ini membuat warga berada dalam posisi dilematis. Di satu sisi mereka membutuhkan tempat tinggal sementara yang bisa segera dihuni. Di sisi lain, mereka menginginkan jaminan bahwa hunian permanen benar-benar akan direalisasikan. 

Saat Mutia menanyakan kepada ratusan warga yang hadir apakah mereka setuju diusulkan pembangunan Huntara, warga serempak menjawab “Setuju.” 

Namun ia menegaskan, persetujuan itu muncul di tengah informasi yang serba tidak jelas terkait hak-hak mereka sebagai korban bencana. 

“Kami tidak paham apa itu Huntara, apa itu Huntap. Tidak pernah diberikan pemahaman secara jelas,” pungkas Mutia. (Joniful Bahri)

Alumni SPM Bahari Jaya Cilegon Bagikan Takjil Ramadhan di Sekitar Alun-Alun Serang

By On Minggu, Maret 01, 2026

 


SERANG, KabarViral79.ComAlumni Sekolah Pelayaran Menengah (SPM) Bahari Jaya Cilegon angkatan II, membagikan takjil Ramadhan kepada warga dan pengendara di kawasan Alun-Alun Kota Serang, Minggu (01/03/2026).

Kegiatan yang digelar di area sekitar lapangan utama Alun-Alun Serang merupakan bentuk kepedulian alumni terhadap sesama, terutama mereka yang masih berkutat dengan aktivitas pekerjaan di luar ruangan saat menjelang waktu berbuka puasa. Takjil yang dibagikan berasal dari hasil iuran bersama para alumni yang terkumpul secara sukarela.

“Kita sebagai alumni merasa perlu berbagi kebahagiaan di bulan Ramadhan. Banyak saudara kita yang bekerja keras dari pagi hingga menjelang magrib di sekitar kawasan ini, mungkin tidak sempat menyiapkan makanan untuk berbuka. Melalui kegiatan ini, dengan dukungan iuran dari seluruh alumni yang berpartisipasi, kita ingin memberikan sedikit kontribusi agar mereka bisa berbuka dengan nyaman,” ujar Delvi salah seorang alumni.

Senada dikatakan Yosep Alumni lainnya. Iya menjelaskan takjil tersebut disiapkan secara bersama-sama oleh para alumni selama beberapa hari sebelumnya.

“Takjil ini terkumpul dari hasil iuran para alumni SPM BJ angkatan II,” jelasnya.

Nurul, alumni lain yang turut terlibat, menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antar alumni sekaligus mengingat nilai-nilai gotong royong yang diajarkan selama di sekolah.

“Kita memilih lokasi sekitar Alun-Alun Serang karena menjadi titik kumpul bagi banyak pekerja yang bergerak di sektor transportasi dan pedagang kecil. Semua yang kita lakukan berasal dari kontribusi masing-masing alumni, dan kita berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut setiap tahun dan bahkan bisa menjangkau lebih banyak orang di masa depan,” ujarnya.

Menurut Nurul, banyak penerima takjil yang menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian yang diberikan, menyebutkan bahwa bantuan ini sangat berarti bagi mereka yang sedang menjalankan aktivitas pekerjaan.

“Selain menjadi ajang temu akrab, aksi ini juga bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar sesama alumni angkatan II juga wujud kepedulian sosial kepada masyarakat,” ucapnya.