-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Tertimbun Tanah Longsor, Dua Penjaga Alat Berat di Juli Bireuen Meninggal

By On Kamis, Desember 02, 2021

Kedua jasad korban saat ditemukan di area tanah longsor di Desa Seuneubok Dalam, Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh. 

BIREUEN, KabarViral79.Com – Dua penjaga alat berat jenis dozer ditemukan meninggal dunia setelah keduanya ikut tertimbun tanah longsor di lokasi pekerjaan pembangunan terobosan jalan, di kawasan Desa Seuneubok Dalam, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, Kamis, 02 Desember 2021, sekira pukul 07.45 WIB.

Menurut informasi yang diterima media ini disebutkan, kedua korban yang meninggal dunia tersebut bernama, Kabirin (40), warga Blang Keutumba, sementara kini menetap  di Gampong Seuneubok Dalam, dan rekannya, M Riska (20), warga Seuneubok Dalam, Juli.

Menurut Safri, saksi mata yang juga kondektur alat berat tersebut menyebutkan, ketika menghidupkan alat berat sekitar pukul 07.20 WIB, secara tiba-tiba terjadi longsor tanah, tepatnya berdekatan dengan alat berat.

Diakuinya, di lokasi itu ada dua unit sepeda motor, dan kedua sepeda motor tersebut merupakan milik kedua korban.

“Melihat kondisi tanah itu longsor, lalu saya berusaha memindahkan alat berat menjauh dari titik longsor tersebut,” katanya.

Tiba-tiba, sambungannya, Ia sempat melihat ada ujung kain selimut tepat di bawah tanah longsor tersebut.

Safri juga menyakini, kalau kain itu milik kedua korban, yakni Kabirin dan M Riska dan mereka telah ikut tertimbun tanah longsor tersebut.

Melihat kondisi itu, lalu Safri meminta Fahmi, rekannya yang ada di lokasi itu untuk melaporkan kepada Geuchik (Kepala Desa-red) Desa Seuneubok Dalam, Juli.

Tak lama kemudian, Kepala Desa dan masyarakat tiba di lokasi dan langsung menggali areal tanah yang longsor, dan mendapati kedua korban dengan kondisi sudah tak bernyawa.

Geuchik Gampong Seuneubok Dalam, selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Juli serta ke Kantor  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen.

Kapolres Bireuen, AKBP Wirapraja SIK, MH melalui Kapolsek Juli, Iptu Fajriadi SH kepada wartawan membenarkan terhadap kejadian tersebut.

“Kedua korban yang meninggal dunia itu bernama, Kabirin, warga Blang Keutumba, sementara kini menetap Gampong Seuneubok Dalam, dan rekannya, M Riska, warga Seuneubok Dalam, Juli. Keduanya ditemukan dalam kondisi tertimbun tanah longsor,” katanya.

Selanjutnya kedua korban tersebut langsung dievakuasi ke Puskesmas Juli 1 untuk divisum et reportum.

“Usai dilakukan visum, kedua jenazah itu dibawa pulang ke rumah duka dengan mobil ambulance untuk proses pemakaman,” katanya. (Joniful)

Bantu Penanganan Banjir dan Longsor di Jayapura, Polda Papua Terjunkan 380 Personel

By On Sabtu, Januari 08, 2022

JAYAPURA, KabarViral79.Com – Polda Papua menurunkan sebanyak 380 personel yang terdiri dari Satbrimob, Samapta dan Polairud untuk membantu Polres Jayapura dan Jayapura Kota dalam penanganan banjir dan longsor yang terjadi di kota tersebut.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, Kapolda Papua Irjen Pol Mathias D Fakhiri memimpin langsung para personel menuju lokasi titik banjir dan longsor, untuk selanjutnya melakukan evakuasi atau pertolongan kepada para korban.

“Para personel melakukan penanganan secara terpadu dengan instansi terkait pada titik terjadinya longsor, pohon tumbang dan terdapat material akibat longsor di jalan raya dan pembersihan saluran irigasi (drainase atau got) yang menyumbat aliran air,” kata Kamal dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 08 Januari 2022.

Selain Kapolda, kata Kamal, para Pejabat Utama Polda Papua dilibatkan langsung untuk turun ke lapangan memimpin proses penanganan bencana alam banjir dan longsor.

Para personel yang diturunkan juga melakukan patroli untuk mengecek perkembangan sekaligus memonitor bertambahnya korban jiwa. Kemudian memberikan imbauan kepada masyarakat untuk waspada adanya curah hujan lanjutan yang cukup deras.

Kamal menambahkan, Rapat Koordinasi (Rakor) juga sudah dilakukan bersama dengan Forkopimda Kota Jayapura. Hasilnya, jajaran Forkopimda mendirikan tempat penampungan untuk pengungsi yang dipusatkan di Balai Diklat Sosial Tanah Hitam. Surat Keputusan (SK) status tanggap darurat juga akan segera dibuat oleh Walikota Jayapura.

“Kemudian mendirikan Posko Induk di GOR Waringin dengan tiga Posko pembantu (Organda, Pasar Yautefa dan SMA 4 Jayapura),” ujarnya.

Personel Polda dan Forkopimda juga membantu pengurusan surat atau dokumen yang hilang akibat bencana.

“Makanan yang dibagikan kepada masyarakat terdampak dalam bentuk siap saji di Empat Distrik (Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Abepura dan Heram) oleh Dinas Sosial sebanyak tiga kali sehari,” katanya.

Total korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Kota Jayapura sebanyak tujuh orang dan luka-luka sebanyak empat orang. Untuk korban selamat dievakuasi ke Rumah Sakit terdekat, di antaranya RS DOK II Jayapura, RS Provita Jayapura dan RS Bhayangkara Jayapura.

“Bencana alam tanah longsor yang menyebabkan korban meninggal dunia dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi melandah wilayah Kota Jayapura,” katanya.

Adapun wilayah bencana tanah longsor yang paling parah terdapat di wilayah Jayapura Utara dengan empat titik tanah longsor, di antaranya Nirwana I Bhayangkara, APO Kali, dan Kloofkamp.

Untuk wilayah genangan air atau banjir yang terparah berada pada Distrik Abepura, di antaranya Perumahan Organda, Kali Acai, dan Kompleks Pasar Youtefa dan Distrik Jayapura Selatan yaitu wilayah pemukiman kompleks SMAN 4, PTC Entrop dan Hamadi.

Sedangkan untuk wilayah Kabupaten Jayapura banjir terparah terjadi di Perumahan BTN Gajah Mada Yahim Sentani, Areal Stadion Lukas Enembe.

“Untuk saat ini, genangan banjir sudah tidak ada, yang tersisa hanya material bekas banjir dan tanah longsor dan sedang dibersihkan oleh personel gabungan TNI – Polri dan Pemerintah setempat,” katanya. (*/red)

Babinsa Koramil Sudimoro Bantu Warga Terdampak Tanah Longsor

By On Rabu, November 04, 2020

Babinsa Desa Gunungrejo, Sertu Jaman, turun ke wilayah binaan membantu warga masyarakat yang rumahnya tertimpa tanah longsor akibat hujan intensitas tinggi.
Babinsa Desa Gunungrejo, Sertu Jaman, turun ke wilayah binaan membantu warga yang rumahnya tertimpa tanah longsor akibat hujan intensitas tinggi pada Senin malam, 04 November 2020. 

PACITAN, KabarViral79.Com – Anggota Koramil 0801/07 Sudimoro yang menjadi Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Gunungrejo, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (Jatim), turun ke wilayah binaan membantu warga masyarakat yang rumahnya tertimpa tanah longsor akibat hujan intensitas tinggi pada Senin malam, 04 November 2020.

Baca juga: Sinergitas Babinsa Koramil Sudimoro Tegakan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19

Bersama warga Desa Gunungrejo, Sertu Jaman mendatangi rumah Wijianto, warga yang rumahnya tertimpa tanah longsor, mengakibatkan rumahnya roboh. 

Begitu mendapat laporan tentang warga di wilayah binaan mendapat musibah, Sertu Jaman sebagai Babinsa Desa Gunungrejo langsung turun ke lokasi bersama warga sekitar untuk turut membantu Wijianto.

Baca juga: Melalui Program Rutilahu, Babinsa 0801/10 Punung Bantu Warga Miliki Tempat Tinggal yang Layak

Sertu Jaman mengatakan, sudah beberapa hari ini hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Sesuai arahan Komandan, kami para Babinsa diperintahkan untuk selalu tanggap dan waspada, serta terus memonitor atau memantau perkembangan situasi di wilayah binaan masing-masing bila mana terjadi hal yang tidak diinginkan. Termasuk bencana tanah longsor ini, sehingga masyarakat bisa lekas terbantu atau tertolong guna mengurangi resiko kerugian yang lebih besar,” katanya. (penrem081)

Dandim Pacitan Tinjau Lokasi Bencana Tanah Longsor di Kecamatan Nawangan

By On Kamis, Mei 28, 2020


PACITAN, KabarViral79.Com – Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Pacitan pada Selasa, 26 Mei 2020, menimbulkan dampak tanah longsor di sejumlah wilayah di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (Jatim), salah satunya di Kecamatan Nawangan, Desa Jetis, yang mengalami tanah longsor di jalan penghubung antara Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah (Jateng), dan Kabupaten Pacitan.

Kapolres Lebak Bersama Forkopimda Gelar Baksos di Huntara Cigobang

By On Jumat, November 13, 2020

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lebak, AKBP Ade Mulyana bersama Forkopimda Kabupaten Lebak melaksanakan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) di Hunian Sementara (Huntara), warga terdampak bencana alam tanah longsor Kp. Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten, Jum'at, 13 November 2020.

LEBAK, KabarViral79.Com – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lebak, AKBP Ade Mulyana bersama Forkopimda Kabupaten Lebak melaksanakan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) di Hunian Sementara (Huntara), warga terdampak bencana alam tanah longsor Kp. Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten, Jum'at, 13 November 2020.

Dalam kegiatan itu, Kapolres Lebak AKBP Ade Mulyana dan Forkopimda menyerahkan bantuan berupa sembako sebanyak 170 paket, tenda dan pelayanan kesehatan ke warga terdampak tanah longsor.

Baca juga: Sambut Hari Bhayangkara ke-74, Kapolda Banten Dampingi Kakorlantas Polri Berikan Bantuan ke Masyarakat Baduy

Turut hadir, Kapolres Lebak AKBP Ade Mulyana, Wakil Bupati H. Ade Sumardi, Dandim 0603/Lebak, Wakil Ketua DPRD Kab Lebak Junaedi Ibnu Jarta, Asda 3 Feby Hardian Kurniawan, Camat Lebak Gedong H. E. Wahyudin, Kadinsos Lebak H. Eka Darmana Putra, Kadinkes Triatno Supiyono, Kepala Desa Banjarsari H. Anis, Tagana Kabupaten Lebak, Kadis PU Kabupaten Lebak, Camat Cipanas, Danramil Cipanas, Ketua MUI Lebak, Kepala Puskesmas Lebak Gedong, Kades Cileuksa Bogor, Jaro Ade Cileuksa, Kades Banjar Irigasi, Sae (Tokoh Huntara), Ustad Dedi (Huntara), Amsor (Huntara), para PJU Polres Lebak.

Kapolres Lebak, AKBP Ade Mulyana mengatakan, kegiatan yang dinisiasi Polres Lebak ini untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana tanah longsor pada bulan Januari 2020 yang sampai saat ini masih menempati hunian sementara (Huntara).

“Selain itu, kegiatan ini juga untuk mengingatkan kita semua, terutama Forkopimda, stakeholder dan masyarakat, akan bencana alam, agar kita semua lebih meningkatkan ikhtiar, dan usaha untuk antisipasi bencana alam yang kapan saja bisa terjadi mengingat berdasarkan BMKG, akan terjadi peningkatan curah hujan karena akibat dari lalina,” kata Kapolres.

Kapolres juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk lebih peka dan peduli serta berperan aktif dalam pencegahan bencana alam tanah longsor.

Baca juga: Polres Lebak Perketat Pemeriksaan di Check Point Batas Kota dan Desa

“Saya mengajak kepada seluruh komponen masyarakat untuk lebih peka dan peduli serta berperan aktif dalam pencegahan bencana alam tanah longsor, seperti dengan menjaga kebersihan lingkungan, tidak melakukan ilegal logging (penebangan pohon) di hulu, tidak melakukan penambangan liar, dan tidak membuat lahan yang tidak melihat aspek lingkungan,” ujar AKBP Ade Mulyana.

Sementara itu, Wakil Bupati Lebak, H. Ade Sumardi dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Kapolres Lebak yang telah menggagas kegiatan baksos dan memberikan bantuan kepada warga Kp. Cigobang.

“Kita harus mensyukuri dengan kondisi alam seperti ini. Kita harus bersahabat dengan alam, contoh dengan penanaman pohon atau penghijauan kembali tanah yang gundul,” ujar Ade Sumardi.

“Kegiatan ini dilanjutkan dengan peninjauan dan penyerahan sembako door to door ke rumah hunian sementara warga Kp. Cigobang,” ujarnya. (Nusi Bule)

2.000 Warga Bireuen Termasuk Korban Banjir, Hadiri Buka Puasa Bersama HRD di Cot Gapu

By On Kamis, Maret 05, 2026

HRD yang juga Ketua DPW PKB Aceh menyampaikan perkembangan penanganan pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh dan Sumatera sebelum acara buka puasa bersama. 

BIREUEN, KabarViral79.ComSekitar 2.000 warga dari 17 Kecamatan di Kabupaten Bireuen, Aceh, termasuk para korban banjir dan tanah longsor, menghadiri acara buka puasa bersama yang digelar Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD), di kediamannya, Komplek Meuligoe Residen, Cot Gapu, Kota Juang, Bireuen, Rabu, 04 Maret 2026. 

Pantauan di lokasi, warga mulai berdatangan sejak pukul 16.30 WIB dengan menggunakan sepeda motor dan mobil. 

Sementara rombongan pengungsi korban banjir dan tanah longsor dari berbagai desa tiba menumpangi bus sekolah, terdiri dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. 

Acara tersebut juga dihadiri sejumlah Tokoh Masyarakat Aceh, Alim Ulama, Tokoh Perempuan, Tokoh Pemuda, para Keuchik beserta perangkat desa, serta berbagai unsur masyarakat lainnya. 

Selain itu, hadir pula Sekretaris Wilayah DPW PKB Aceh Tgk Mujlisal, Anggota DPR Aceh, dan anggota DPRK dari berbagai daerah di Aceh, termasuk Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Jaya, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah. 

Sebelum berbuka, HRD yang juga Ketua DPW PKB Aceh menyampaikan perkembangan penanganan pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera. 

Ia menyoroti kondisi di Kabupaten Bireuen, di mana masih banyak warga terdampak yang bertahan di tenda darurat dan belum mendapatkan hunian layak, meski bencana telah memasuki bulan ketiga. 

HRD yang juga Ketua DPW PKB Aceh menyantuni anak yatim saat buka puasa bersama di kediamannya, Komplek Meuligoe Residen, Cot Gapu, Kota Juang, Bireuen, Rabu, 04 Maret 2026. 

“Masih ada masyarakat korban bencana yang belum memperoleh hak-haknya, terutama hunian layak atau hunian sementara (Huntara). Karena itu, kita berharap, negara hadir untuk membangun hunian yang layak bagi korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen,” ujar HRD. 

HRD menjelaskan, kegiatan buka puasa bersama tersebut digelar selain atas arahan Ketua Umum DPP PKB, Gus Muhaimin Iskandar, juga dalam rangka masa Reses untuk menyerap aspirasi masyarakat Aceh guna diperjuangkan di tingkat pusat. 

Dalam kesempatan itu, Sekwil DPW PKB Aceh, Tgk Mujlisal mengapresiasi kepedulian HRD yang dinilai konsisten turun ke lapangan memperjuangkan kebutuhan masyarakat pasca bencana. 

Menurutnya, berbagai pembangunan infrastruktur yang diperjuangkan HRD di tingkat nasional telah dirasakan manfaatnya oleh warga Aceh. 

“Pak HRD tidak henti memikirkan masyarakat. Beliau terus bergerak ke berbagai wilayah untuk memperjuangkan pembangunan infrastruktur dan kebutuhan lainnya,” ujar Tgk Mujlisal. 

Ia menambahkan, masyarakat perlu bersyukur memiliki sosok yang terus aktif memperjuangkan aspirasi masyarakat Aceh di berbagai level. 

Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, HRD juga memberikan santunan kepada anak-anak yatim dari desa sekitar. (Joniful Bahri)

Pengungsi Banjir dan Longsor di Bireuen Masih Tinggal di Tenda Darurat, Huntara dan Huntap Tak Kunjung Dibangun

By On Jumat, Februari 20, 2026

Korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen hingga kini masih bertahan di tenda darurat. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Ratusan warga korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen, Aceh, hingga kini masih bertahan di tenda darurat. 

Kondisi itu terjadi akibat belum tersedianya hunian sementara (Huntara), sementara hunian tetap (Huntap) yang dijanjikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen juga belum menunjukkan progres berarti. 

Memasuki bulan suci Ramadan, para pengungsi mengaku semakin kesulitan bertahan di bawah tenda seadanya. 

Ketika hujan turun, air kerap masuk ke dalam tenda, sementara saat cuaca panas mereka harus menahan terik dan suhu yang sangat gerah. 

Bahkan, diperkirakan sebagian besar pengungsi yang rumah dan tanahnya hilang akibat banjir bandang dan longsor pada 26 November 2025 lalu, terpaksa harus hidup di bawah tenda selama berbulan-bulan. 

Sebagian warga bahkan diprediksi akan lebih dari satu tahun tinggal di lokasi pengungsian karena belum memiliki tanah maupun rumah. 

“Kami belum punya tanah. Rumah dan tanah kami hilang diseret arus sungai saat banjir dan longsor tersebut. Kalau ada Huntara, kami tidak harus tinggal berbulan-bulan di bawah tenda darurat seperti ini,” ungkap seorang pengungsi di Kecamatan Juli, Kamis, 19 Februari 2026. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pengungsi kini tersebar di 28 desa pada tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Kutablang, Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng, Jangka, Juli, dan Jeumpa. 

Di Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, sebanyak 43 kepala keluarga (KK) masih bertahan di tenda darurat yang didirikan di lintasan nasional Bireuen–Takengon Km 9

Korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen hingga kini masih bertahan di tenda darurat. 

Mayoritas penghuni tenda adalah anak-anak, perempuan, serta lanjut usia yang kondisinya semakin rentan. 

Para pengungsi ini kehilangan tempat tinggal setelah banjir bandang menghancurkan rumah mereka akhir November lalu. 

Kini, tenda-tenda darurat tampak dipenuhi tumpukan pakaian, peralatan dapur, kardus berisi barang warga, hingga kompor dan wadah air seadanya. 

Ironisnya, di Desa Balee Panah sebenarnya telah berdiri tiga unit rumah percontohan hunian tetap (Huntap). Namun, bangunan tersebut belum dapat ditempati karena belum tersambung air bersih dan listrik. 

Warga menduga ketiga unit tersebut hanya sebagai rumah contoh meskipun sudah ditetapkan pemiliknya. 

Hingga kini belum ada tanda-tanda pembangunan Huntap lainnya, padahal sebelumnya Pemkab Bireuen menjanjikan akan membangun 1.000 unit Huntap pada tahap pertama. 

“Ini seolah hanya memberi angin segar kepada pengungsi. Tidak mungkin Huntap selesai dalam waktu singkat. Harusnya Huntara dibangun dulu agar kami tidak berbulan-bulan menderita di tenda,” ujar warga setempat. 

Warga juga menyesalkan kondisi para pengungsi yang harus menjalani sahur dan berbuka puasa dalam tenda darurat pada musim hujan. 

“Pemkab Bireuen seharusnya memikirkan keadaan ini. Tidak boleh membiarkan pengungsi terus menderita di bawah tenda darurat seperti sekarang,” keluh warga lainnya. (Joniful Bahri)

Jamaah Pengajian Malaysia Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh

By On Senin, Desember 29, 2025

Jamaah pengajian asal Malaysia menyalurkan bantuan untuk korban bencana alam banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Aceh

BANDA ACEH, KabarViral79.Com – Jamaah pengajian asal Malaysia ikut membantu korban bencana alam banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Aceh selama dua hari, Sabtu-Minggu, 27-28 Desember 2025.

Bantuan yang disalurkan berupa sembako, seperti beras, telur, minyak goreng, serta pakaian, kain sarung, sajadah, dan berbagai perlengkapan ibadah lainnya.

Selain itu, jamaah pengajian Malaysia juga turut membantu pembangunan sumur bor serta perbaikan meunasah yang rusak akibat diterjang banjir.

Jamaah pengajian asal Malaysia menyalurkan bantuan untuk korban bencana alam banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Aceh. 

Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Waled Aiyub bin Ahmad, seorang ustaz pengajian asal Aceh yang telah lama menetap di Malaysia. 

Kegiatan kemanusiaan ini turut dibantu oleh Tgk Khanzul Kiran, tim relawan dari Malaysia dan Aceh, serta Tim Relawan H. Ruslan Daud (HRD).

Waled Aiyub kepada wartawan mengatakan, seluruh bantuan yang disalurkan merupakan hasil sumbangan para jamaah pengajian di Malaysia, baik warga asli Melayu maupun masyarakat Aceh yang menetap di Negeri Jiran.

Jamaah pengajian asal Malaysia menyalurkan bantuan untuk korban bencana alam banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Aceh. 

“Alhamdulillah, selama dua hari ini kami berkeliling Aceh untuk menyalurkan bantuan ke posko-posko pengungsi dan langsung ke rumah warga yang tertimpa musibah. Kami turut berduka cita atas bencana yang menimpa saudara-saudara kami di Aceh, yang telah kehilangan jiwa dan harta benda,” ujar Waled.

Alumni Dayah Mudi Mesjid Raya Samalanga, Kabupaten Bireuen itu menegaskan, duka yang dirasakan masyarakat Aceh juga menjadi duka seluruh jamaah pengajian di Malaysia.

Ia berharap, bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para korban bencana.

Aceh dan Malaysia adalah saudara. Sejak dahulu Aceh memiliki sejarah panjang dengan Malaysia. Karena itu, sudah sepantasnya kita saling membantu,” kata Waled Aiyub, yang saat ini sedang menempuh pendidikan doktoral (S3) di Universitas Kebangsaan Malaysia.

Di akhir kegiatan, Waled juga mengajak masyarakat Aceh yang terdampak bencana untuk tetap sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan. Menurutnya, setiap musibah yang terjadi pasti mengandung hikmah dari Allah SWT. (Joniful Bahri)

Gubernur Jatim Tinjau Langsung Lokasi Longsor di Ngetos

By On Selasa, Februari 16, 2021

NGANJUK, KabarViral79.Com – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indarparawansa meninjau lokasi longsor di Desa Selopuro, Kecamatan Ngetos, Nganjuk, Jawa Timur (Jatim).

Dalam kunjungan kali ini, Gubernur Jatim menyempatkan diri melihat langsung lokasi terjadinya longsor didampingi Bupati Nganjuk H. Novi Rahman Hidayat, Dandim 0810/Nganjuk Letkol Inf Georgius Luky Ariesta, Kapolres Nganjuk AKBP Harviadhi serta unsur Forpimda lainnya.

Setelah meninjau lokasi longsor, rombongan Gubernur Jatim mengadakan tatap muka dan menyampaikan ucapan bela sungkawa kepada keluarga korban longsor Ngetos.

“Saya menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban tanah longsor Ngetos. Semoga almarhum dan almarhumah korban longsor mendapatkan tempat yang layak disisi Tuhan YME,” kata Gubernur.

Gubernur Jatim juga menyerahkan bantuan kepada keluarga korban tanah longsor.

Selesai bertemu langsung dengan keluarga korban longsor, Gubernur Jatim didampingi Forpimda Nganjuk meninjau lokasi pengungsi yang disediakan di SD Ngetos.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indarparawansa memberikan suport kepada para pengungsi agar tetap tabah dan semangat.

Khofifah juga memberikan bantuan alat permainan kepada anak-anak agar bisa digunakan di tempat pengungsian dan untuk tetap menjaga moril anak anak pengungsi.

Untuk diketahui, longsor di Desa Selopuro, Kecamatan Ngetos, Nganjuk, terjadi pada Minggu sore, 14 Februari 2021, karena intensitas curah hujan yang tinggi di daerah tersebut. (Penrem081)

Bupati Bireuen Prioritaskan Pembukaan Akses Jalan dan Distribusi Logistik Pasca Banjir

By On Kamis, Januari 01, 2026

Bupati Bireuen, H. Mukhlis saat menyampaikan sejumlah pernyataan kepada wartawan saat jumpa pers dalam rangka sinergi dan kolaborasi pasca bencana banjir dan tanah longsor, Rabu 31 Desember 2025, di Pendopo setempat. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen memprioritaskan pembukaan seluruh akses jalan antar desa, kecamatan, hingga kabupaten yang tertimbun lumpur dan tanah akibat banjir bandang dan tanah longsor.

Langkah ini dilakukan untuk memperlancar distribusi logistik kepada masyarakat terdampak yang masih mengungsi.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bireuen, H. Mukhlis kepada wartawan saat kegiatan ngopi pagi bersama insan pers dalam rangka sinergi dan kolaborasi pasca bencana banjir dan tanah longsor, Rabu, 31 Desember 2025, di Pendopo Bireuen.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Ir. H. Razuardi, Pj Sekda Hanfiah, para asisten, serta kepala dinas, badan, dan kantor di lingkungan Pemkab Bireuen.

Bupati Mukhlis menjelaskan, bencana hidrometeorologi yang terjadi pada 25-26 November 2025 berdampak pada 118 ribu kepala keluarga (KK) dan merusak lebih dari 16 ribu rumah di 17 kecamatan. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.000 rumah mengalami rusak berat, bahkan sebagian hilang terseret arus banjir dan tanah longsor.

“Penanganan pertama yang kami lakukan bersama TNI-Polri, elemen masyarakat, pengusaha, dan semua pihak terkait adalah membuka akses jalan agar distribusi logistik bagi warga pengungsi yang sangat membutuhkan makanan dapat berjalan lancar,” ujar Mukhlis.

Setelah akses terbuka, Pemkab Bireuen menyesuaikan pelayanan dasar di lokasi pengungsian, termasuk penyediaan air bersih, meski diakui belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat.

Menurut Mukhlis, tantangan terberat saat ini adalah penanganan pasca bencana.

Ia mengkhawatirkan meningkatnya angka kemiskinan akibat banyak warga kehilangan mata pencaharian. Selain itu, harga kebutuhan pokok yang belum stabil juga dikhawatirkan berdampak pada perekonomian masyarakat.

Pemkab Bireuen, lanjutnya, terus berupaya membantu warga miskin dan kaum dhuafa, terutama yang rumahnya tertimbun lumpur dan tanah tebal sehingga tidak mampu dibersihkan secara manual.

Dalam sektor pertanian, Mukhlis mengungkapkan bahwa Bireuen yang selama ini surplus produksi padi turut terdampak serius.

Dari lebih 15 ribu hektare sawah, sekitar tiga ribu hektare tertimbun tanah.

Selain itu, tujuh jaringan irigasi besar mengalami kerusakan berat, termasuk Bendung Irigasi Pante Lhong Peusangan (PP) di Gampong Beunyot, Kecamatan Juli, yang selama ini mengairi 6.562 hektare sawah.

Untuk penanganan kerusakan infrastruktur dan dampak bencana secara menyeluruh, Pemkab Bireuen telah mengajukan usulan bantuan kepada pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

“Kami berharap dukungan semua pihak agar proses pemulihan dan kebangkitan Bireuen pascabencana dapat berjalan optimal,” pungkas Bupati Mukhlis. (Joniful Bahri) 

Curah Hujan Tinggi Sebabkan Longsor di Desa Dahu, Warga Minta Penanganan Cepat dari Pemerintah

By On Senin, Januari 12, 2026



Serang, KabarViral79.Com — Curah hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Serang dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan terjadinya bencana tanah longsor di Kampung Pasir Manggu RT 05 RW 02, Desa Dahu, Kecamatan Cikeusal. Peristiwa tersebut menimbulkan kecemasan mendalam bagi warga, khususnya mereka yang rumahnya berada tepat di dekat tebing rawan longsor, Senin (12/1/2026).

Longsor terjadi akibat kondisi tanah yang labil setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Material tanah dari tebing mengalami pergeseran dan dikhawatirkan akan kembali longsor apabila hujan kembali turun. Sejumlah rumah warga terancam terdampak langsung, sehingga warga terpaksa meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan keluarga mereka.

Dua warga yang terdampak, Bapak Muhadi dan Ibu Jasinah mengungkapkan kekhawatirannya atas kondisi tersebut. Ia menyebutkan bahwa longsor ini membuat warga merasa tidak aman untuk beraktivitas, terutama saat hujan turun.

“Kami sangat cemas, karena rumah kami persis di dekat tebing. Kalau hujan turun lagi, kami takut longsor susulan terjadi dan bisa menimpa rumah. Kami berharap pemerintah terkait segera turun tangan sebelum ada korban,” ujar Muhadi.

Ditempat yang sama Ibu Jasinah menuturkan, hingga saat ini belum ada penanganan serius yang dilakukan, sementara retakan tanah di sekitar tebing semakin terlihat jelas. Warga berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk segera melakukan peninjauan lokasi dan mengambil langkah penanganan darurat, seperti penguatan tebing atau relokasi sementara bagi warga yang terancam.

“Kami sebagai warga sangat khawatir, apalagi kalau hujan turun malam hari. Kami sering tidak bisa tidur karena takut tiba-tiba longsor susulan terjadi. Rumah kami sangat dekat dengan tebing, jadi kami berharap pemerintah segera membantu dan mencari solusi agar kami bisa merasa aman,” tutur Ibu Jasinah.

Masyarakat Kampung Pasir Manggu berharap bencana ini tidak dibiarkan berlarut-larut, mengingat keselamatan jiwa warga menjadi hal yang paling utama. Mereka meminta pemerintah daerah bertindak cepat dan sigap agar potensi longsor susulan dapat diminimalisir. (Wawan/K) 

FSI Fraksi PKB Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh Tamiang dan Langsa

By On Kamis, Desember 11, 2025

FSI Anggota DPR RI Fraksi PKB menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang dan Kota Langsa

ACEH TAMIANG, KabarViral79.Com - Forum Silaturrahmi Istri (FSI) Anggota DPR RI Fraksi PKB menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Langsa.

Penyaluran bantuan berlangsung sejak Selasa, 09 Desember 2025 kemarin dan hingga hari ini masih terus berlanjut.

FSI DPR RI Fraksi PKB Aceh yang dipimpin oleh Hj Faridah Adam, istri dari Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan M. Daud (HRD), juga membuka posko bantuan di dua daerah tersebut.

Keberadaan posko dimaksudkan untuk mempermudah pendataan korban sekaligus memastikan distribusi bantuan berjalan cepat dan tepat sasaran.

Berbagai kebutuhan mendesak seperti sembako, air bersih, obat-obatan, pakaian, selimut, biskuit, serta perlengkapan harian disalurkan langsung oleh tim FSI bersama relawan PKB. HRD turut mendampingi penyaluran bantuan tersebut.

Kepada wartawan, Kamis, 11 Desember 2025, Hj Faridah Adam menyampaikan rasa prihatin atas bencana yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ia mengatakan, Aceh menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak terparah akibat banjir dan longsor.

FSI Anggota DPR RI Fraksi PKB menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang dan Kota Langsa. 

"Bahkan saudara-saudara kita di dataran tinggi Gayo hingga kini masih terisolir karena akses jalan darat terputus. Alhamdulillah, Pak HRD sudah mengirim bantuan melalui jalur udara ke Bandara Rembele Bener Meriah," ujar Faridah.

Ia turut menceritakan bagaimana tim FSI Fraksi PKB harus menempuh jalur darat yang sulit, menyeberangi sungai menggunakan boat getek karena jembatan terputus dan akses jalan tertimbun longsor.

"FSI Fraksi PKB turun langsung ke lokasi untuk memastikan setiap bantuan sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan," ujarnya.

Faridah juga menyampaikan doa dan harapannya untuk seluruh warga terdampak

"Kita semua berduka atas musibah ini. Semoga seluruh masyarakat yang terkena dampak diberikan ketabahan dan kesabaran," tutupnya. (Joniful Bahri)

Warga Juli Teupin Mane Bireuen Bingung Soal Huntara-Huntap, Khawatir Kehilangan Hak Rumah Permanen

By On Minggu, Maret 01, 2026

Mutia, salah seorang warga terdampak banjir dan tanah longsor, di Desa Juli Teupin Mane, Kecamatan Juli, Bireuen, Aceh. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Kebingungan menyelimuti warga Gampong Juli Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, terkait rencana pembangunan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap) bagi korban banjir dan tanah longsor. 

Minimnya sosialisasi dari pemerintah membuat warga tidak memahami perbedaan kedua skema tersebut, bahkan khawatir kehilangan hak atas rumah permanen jika menerima Huntara. 

“Kami butuh Huntara,” kata Mutia, perwakilan korban banjir saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama sekaligus Reses dan penyerapan aspirasi anggota DPR RI, H. Ruslan M. Daud (HRD), di Meunasah desa setempat, Sabtu, 28 Februari 2026. 

Mutia menyampaikan, banyak warga berasumsi penerimaan Huntara bisa menggugurkan hak mereka untuk mendapatkan Huntap yang bersifat permanen. 

“Kami pikir setelah dapat Huntara, kami tidak dapat lagi Huntap. Sekarang kami baru tahu kalau Huntara dan Huntap adalah hak kami sebagai korban bencana,” ujarnya di hadapan HRD, perangkat desa, dan ratusan warga. 

Ia menilai, kurangnya sosialisasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menjadi penyebab utama kebingungan warga. 

Menurutnya, sebagian penyintas justru diarahkan memilih Dana Tunggu Hunian (DTH), sementara kebutuhan warga sesungguhnya adalah kejelasan mengenai pembangunan rumah layak huni. 

“Kebutuhan utama warga adalah rumah tetap agar memiliki kepastian tempat tinggal. Namun ketidakjelasan informasi membuat warga diliputi kekhawatiran. Kami para korban banjir dan tanah longsor jadi kalang kabut,” ucap Mutia sambil menangis. 

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan Daud (HRD) saat buka puasa bersama dan serap aspirasi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor, di Desa Juli Teupin Mane, Kecamatan Juli, Bireuen, Aceh, Sabtu, 28 Februari 2026. 

Mutia kemudian menceritakan kondisi ayahnya yang telah berusia sekitar 70 tahun. Sejak rumah mereka terdampak banjir, sang ayah harus berpindah-pindah dari satu lokasi pengungsian ke lokasi lainnya, bahkan sempat mengungsi ke desa tetangga. 

Setiap hari, sang ayah kembali ke desa untuk mencari informasi tentang kepastian pembangunan rumah. 

“Orang tua ingin hidup tenang. Tapi karena tidak punya tempat tinggal, ayah saya mondar-mandir. Hari ini ayah saya masuk rumah sakit,” katanya terbata. 

Mutia menambahkan, warga sudah berulang kali menanyakan kepastian pembangunan hunian kepada aparatur desa maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun hingga kini belum ada informasi pasti terkait waktu pembangunan. 

“Survei terus dilakukan berulang kali, tapi kapan dibangun rumah yang layak untuk kami, tidak ada kejelasan," ujarnya. 

Situasi ini membuat warga berada dalam posisi dilematis. Di satu sisi mereka membutuhkan tempat tinggal sementara yang bisa segera dihuni. Di sisi lain, mereka menginginkan jaminan bahwa hunian permanen benar-benar akan direalisasikan. 

Saat Mutia menanyakan kepada ratusan warga yang hadir apakah mereka setuju diusulkan pembangunan Huntara, warga serempak menjawab “Setuju.” 

Namun ia menegaskan, persetujuan itu muncul di tengah informasi yang serba tidak jelas terkait hak-hak mereka sebagai korban bencana. 

“Kami tidak paham apa itu Huntara, apa itu Huntap. Tidak pernah diberikan pemahaman secara jelas,” pungkas Mutia. (Joniful Bahri)

Istri HRD Kembali Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Langsa dan Aceh Tamiang Jelang Ramadan

By On Jumat, Februari 13, 2026

Hj Faridah Adam, Istri dari Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD), kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat, 13 Febuari 2026. 

LANGSA, KabarViral79.Com - Menindaklanjuti arahan Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar, Hj Faridah Adam, Istri dari Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD), kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat, 13 Febuari 2026.

Bantuan berupa beras, minyak goreng, mie instan, air mineral, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya disalurkan langsung oleh Hj Faridah Adam bersama relawan PKB dan HRD Peduli ke sejumlah titik terdampak.

Penyaluran ini turut menjadi bagian dari persiapan menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Hj Faridah Adam yang juga Anggota Forum Silaturrahmi Istri (FSI) Anggota DPR RI Fraksi PKB menyampaikan bahwa dukungan kepada masyarakat akan terus berlanjut.

"Insya Allah, ini adalah komitmen kami untuk terus hadir bersama masyarakat, terutama saat mereka sedang menghadapi cobaan,” ujarnya dalam kesempatan itu.

Hj Faridah Adam, Istri dari Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD), kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat, 13 Febuari 2026. 

M Syukur, warga Langsa, mengapresiasi bantuan yang terus diberikan.

“Alhamdulillah, kepedulian istri bapak HRD ini bukan baru sekali, tapi sudah sering. Tidak hanya saat bencana, tapi juga ketika ada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Rini, warga Aceh Tamiang.

“Bantuan dari Ibu dan Pak HRD sangat membantu meringankan beban kami dalam menyambut bulan puasa,” ujarnya. 

Sejak banjir dan tanah longsor melanda Aceh dan sebagian Sumatera, HRD bersama istri dan relawan PKB Peduli telah membuka Posko Kemanusiaan di Aceh Tamiang dan Kota Langsa untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan cepat dan tepat sasaran.

Sebelumnya, Hj Faridah Adam juga telah menyalurkan bantuan berupa sembako, Al-Qur’an, pakaian baru, dan kebutuhan pokok lainnya pada masa tanggap darurat maupun pasca tanggap darurat di dua daerah tersebut. (Joniful Bahri)

Danrem 081/DSJ dan Dirut PT Exindo Wiratantra Perkasa Bagikan Bansos ke Warga Terdampak Banjir dan Tanah Longsor di Nganjuk

By On Jumat, Januari 07, 2022

NGANJUK, KabarViral79.Com – Banjir dan tanah longsor menerjang Dusun Banaran, Desa Macanan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim) pada Minggu lalu, 20 Desember 2021.

Bencana alam itu terjadi akibat meluapnya anak sungai Kucir yang disebabkan oleh tingginya intensitas hujan yang turun di wilayah Nganjuk.

Dampak dari itu, beberapa rumah warga yang berada di tepi anak sungai Kucir rusak parah terkena longsor dan puluhan warga terpaksa harus mengungsi waktu itu.

Untuk membantu dan meringankan dampak dari para warga yang masih dirasakan hingga saat ini, Komandan Korem (Danrem) 081/DSJ, Kolonel Inf Waris Ari Nugroho bersama Dirut PT Exindo Wiratantra Perkasa, Panito memberikan bantuan sosialnya kepada mereka yang terdampak dari adanya bencana tersebut.

Kepedulian dalam bentuk aksi sosial semacam itu sudah sering mereka lakukan selama ini.

“Kami telah diajak beberapa kali melaksanakan Baksos di desa-desa terpencil oleh PT Exindo. Harapan kami, Baksos yang kami lakukan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Danrem dalam sambutannya di Madrasah Tsanawiyah Al-Hikmah, Desa Oro-Oro Ombo, Ngetos, Nganjuk yang menjadi lokasi ceremonial penyerahan Bansos, Kamis, 06 Januari 2022.

Sebagai putra daerah, Danrem pun mengaku bangga jika dapat terjun langsung untuk membantu masyarakat di Nganjuk.

Sementara itu, Panito berharap bantuan sosial yang diberikan itu akan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Nganjuk.

“Semoga bermanfaat guna membantu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari,” ujarnya.

Diungkapkannya, selain diberikan kepada para korban bencana longsor di Desa Macanan. Bantuan yang disiapkan hari ini juga diberikan kepada masyarakat kurang mampu di Desa Oro-Oro Ombo.

Adapun bantuan yang diberikan sebanyak 150 paket yang berisi berbagai sembako, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir dan mie instan.

Atas bantuan yang diberikan kepada warganya itu, Plt Camat Loceret, Gatut Sugiarto mengaku berterima kasih atas kepedulian yang diberikan oleh Danrem dan Dirut PT Exindo Wiratantra Perkasa.

“Kami atas nama masyarakat Desa Macanan yang terkena musibah tanah longsor mengucapkan terima kasih atas bantuan dan perhatiannya,” ucapnya.

Selain diserahkan secara simbolis, bantuan-bantuan itu juga tampak diserahkan langsung secara door to door.


Sumber: Penrem 081/DSJ

Putra HRD Beri Pengobatan Gratis bagi Korban Banjir dan Longsor di Bener Meriah

By On Rabu, Januari 28, 2026

dr. Zulhilmi, putra anggota Komisi V DPR RI H. Ruslan Daud (HRD) memberi payanan kepada warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Desa Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, pada Selasa, 27 Januari 2026. 


BENER MERIAH, KabarViral79.Com - Sejumlah warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Desa Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mendapatkan pelayanan pengobatan gratis dari dr. Zulhilmi, putra anggota Komisi V DPR RI H. Ruslan Daud (HRD), pada Selasa, 27 Januari 2026.

Kegiatan sosial dan kemanusiaan yang mengusung tema HRD dan PKB Peduli tersebut dilaksanakan langsung di lokasi pengungsian korban banjir dan tanah longsor di Desa Uning Mas.

Dalam kegiatan itu, dr. Zulhilmi yang akrab disapa dr. Alung, turut didampingi ibundanya, Hj. Faridah Adam, serta dibantu dua tenaga medis lainnya, yakni Algandi dan Dedi Safriadi, bersama Tim Relawan HRD Peduli.

Dr. Alung bersama tim relawan turun langsung ke lokasi terdampak untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan kepada warga yang masih mengalami keterbatasan akses layanan medis pasca bencana.

Pengobatan gratis tersebut merupakan bentuk kepedulian dr. Alung bersama Tim Relawan HRD dan PKB Peduli terhadap kondisi kesehatan masyarakat di wilayah dataran tinggi Gayo yang terdampak bencana alam.

Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat setempat yang hingga kini masih berupaya memulihkan kondisi kehidupan pasca banjir dan longsor.


Selain memberikan pelayanan medis, Tim Relawan HRD Peduli juga menyalurkan berbagai bantuan, seperti obat-obatan, perlengkapan kesehatan, serta kebutuhan pokok berupa beras, mie instan, air mineral, minyak goreng, perlengkapan balita, hingga pakaian baru untuk anak-anak di lokasi pengungsian.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu pemulihan kondisi masyarakat sekaligus mencegah timbulnya penyakit pasca banjir.

Kegiatan pengobatan gratis ini menjadi bagian dari komitmen HRD dan PKB Peduli dalam menjalankan misi kemanusiaan untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera.

Pj Reje (Kepala Desa) Uning Mas, Hasiluddin yang didampingi Tuha Peut Usman menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian tersebut.

“Alhamdulillah, kehadiran Tim Relawan HRD Peduli beserta tenaga medisnya sangat meringankan beban masyarakat kami yang baru saja dilanda musibah banjir,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan warga setempat. Salah seorang warga, Rusda mengaku sangat terbantu dengan adanya pengobatan gratis dan bantuan yang diberikan.

“Alhamdulillah, pengobatan gratis dan berbagai bantuan dari istri dan putra Pak HRD serta para relawan sangat membantu meringankan beban warga kami yang tertimpa musibah bencana alam ini,” katanya. (Joniful Bahri)

Kapolda Sumut Salurkan Bantuan, Pastikan Pencarian Korban Longsor di Humbahas

By On Senin, Desember 04, 2023


HUMBAHAS, KabarViral79.Com – Musibah banjir bandang dan tanah longsor terjadi di Dusun III, Desa Simangulampe, Kecamatan Bakti Raja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara (Sumut), Jumat, 01 Desember 2023.

Dalam musibah itu sebanyak 12 warga hilang dan 13 unit rumah rusak tertimbun material longsor. Adapun identitas para korban yang hilang itu yakni Sartika Simanjuntak, Ceriah Banjarnahor.

Kemudian, Op Oge Br Sianipar, Juni Silaban, Krisjen Siregar, Lasroha Sinambela, Pintar Simamora, Besman Sihombing, Adriano Silaban, Eva Purba, Diana Sinaga dan Dian Lubis.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi yang datang meninjau proses pencarian korban bersama Pj Gubernur Sumut dan Kasdam I/BB  mengatakan, personel gabungan TNI, Polri BPBD dan dibantu masyarakat masih terus berupaya untuk melakukan pencarian korban hilang akibat musibah tanah longsor tersebut.

“Kita masih fokus mencari 11 orang yang diidentifikasi berada di lokasi bencana saat ini belum ditemukan. Saat ini sejumlah alat berat masih melakukan pembersihan material longsor berupa batu berukuran besar yang membenam rumah warga dan akses jalan,” katanya.

Agung mengungkapkan, sebanyak 120 kepala keluarga telah diungsikan ke Balai Desa, Kecamatan Balaraja, berada di tempat yang lebih aman untuk sementara waktu untuk mengantisipasi terjadinya musibah longsor susulan.

“Kita (Polda Sumut), Kodam I Bukit Barisan, Pemprov Sumut, Polres Humbahas beserta Pemda telah memberikan bantuan kebutuhan hidup kepada masyarakat yang terdampak musibah longsor selama mengungsi,” ucapnya saat mengunjungi lokasi bencana bersama Pj Gubernur Sumut Mayjen TNI (Purn) Hassanudin dan Kasdam I/BB.

“Polda Sumut juga mendidirikan posko identifikasi antemortem dan postmortem. Saya meminta agar agar manajemen disaster diterapkan dengan baik dengan membagi zona penanganan lokasi bencana, korban dan masyarakat terdampak,” ujar mantan Asops Kapolri tersebut. (*/red)

Gerak Cepat Kaban BPBD Lebak Tinjau Lokasi Longsor di Desa Bayah Timur

By On Senin, Januari 12, 2026

 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Lebak, H. Sukanta, bersama tim saat melakukan peninjauan lokasi longsor di Kampung Sukajaya, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak

Lebak, KabarViral79.Com – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, H. Sukanta, melakukan peninjauan ke lokasi bencana longsor di Kampung Sukajaya RT 01/03 dan Kampung Tenjolaya RT 03/01, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Peninjauan Kaban BPBD Kabupaten Lebak ini dilakukan untuk memastikan kondisi rumah warga yang terdampak longsor di wilayah Lebak bagian selatan, khususnya di Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah.

Hal tersebut dilakukan oleh Kaban BPBD Lebak sebagai respons atas keluhan dan kesah masyarakat yang terdampak bencana longsor akibat hujan deras yang berkepanjangan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Lebak, H. Sukanta, mengatakan bahwa pihaknya telah meninjau langsung lokasi longsor di Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Lebak, H. Sukanta, saat melakukan peninjauan lokasi pasca longsor di Kampung Tenjolaya, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak


“Atas adanya keluh kesah masyarakat yang terkena dampak longsor, hari ini saya meninjau rumah-rumah warga yang terkena longsor, baik yang berada di Kampung Sukajaya maupun di Kampung Tenjolaya,” kata H. Sukanta, Senin (12 Januari 2026).

H. Sukanta juga menyampaikan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi terkait bencana longsor tersebut agar dapat segera ditangani.

Sementara itu, Deni Ismayadi, warga Kampung Sukajaya yang rumahnya terdampak longsor, mengatakan, “Saya atas nama warga mengapresiasi dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Lebak dan Kepala Desa Bayah Timur yang telah mengunjungi rumah kami. Semoga membawa kabar baik bagi kami dan tetangga kami yang terdampak longsor,” ungkap Deni.

Menurut Deni, peninjauan yang dilakukan oleh Kaban BPBD Kabupaten Lebak dan Kepala Desa Bayah Timur ke warga terdampak bencana tanah longsor membuat warga merasa lega dan terharu, serta berharap agar segera ada penanggulangan yang konkret.

Dan tidak lupa, Deni menambahkan, “Kami selaku warga terdampak longsor mengucapkan terima kasih juga kepada semua rekan-rekan baik dari media, lembaga, sahabat, serta pihak lainnya yang telah ikut membantu, baik melalui pemberitaan, dukungan, maupun bantuan lainnya. Semoga kita semua terhindar dari marabahaya dan selalu dilindungi oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa,” pungkas Deni.

(Cup)