-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Tertimbun Tanah Longsor, Dua Penjaga Alat Berat di Juli Bireuen Meninggal

By On Kamis, Desember 02, 2021

Kedua jasad korban saat ditemukan di area tanah longsor di Desa Seuneubok Dalam, Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh. 

BIREUEN, KabarViral79.Com – Dua penjaga alat berat jenis dozer ditemukan meninggal dunia setelah keduanya ikut tertimbun tanah longsor di lokasi pekerjaan pembangunan terobosan jalan, di kawasan Desa Seuneubok Dalam, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, Kamis, 02 Desember 2021, sekira pukul 07.45 WIB.

Menurut informasi yang diterima media ini disebutkan, kedua korban yang meninggal dunia tersebut bernama, Kabirin (40), warga Blang Keutumba, sementara kini menetap  di Gampong Seuneubok Dalam, dan rekannya, M Riska (20), warga Seuneubok Dalam, Juli.

Menurut Safri, saksi mata yang juga kondektur alat berat tersebut menyebutkan, ketika menghidupkan alat berat sekitar pukul 07.20 WIB, secara tiba-tiba terjadi longsor tanah, tepatnya berdekatan dengan alat berat.

Diakuinya, di lokasi itu ada dua unit sepeda motor, dan kedua sepeda motor tersebut merupakan milik kedua korban.

“Melihat kondisi tanah itu longsor, lalu saya berusaha memindahkan alat berat menjauh dari titik longsor tersebut,” katanya.

Tiba-tiba, sambungannya, Ia sempat melihat ada ujung kain selimut tepat di bawah tanah longsor tersebut.

Safri juga menyakini, kalau kain itu milik kedua korban, yakni Kabirin dan M Riska dan mereka telah ikut tertimbun tanah longsor tersebut.

Melihat kondisi itu, lalu Safri meminta Fahmi, rekannya yang ada di lokasi itu untuk melaporkan kepada Geuchik (Kepala Desa-red) Desa Seuneubok Dalam, Juli.

Tak lama kemudian, Kepala Desa dan masyarakat tiba di lokasi dan langsung menggali areal tanah yang longsor, dan mendapati kedua korban dengan kondisi sudah tak bernyawa.

Geuchik Gampong Seuneubok Dalam, selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Juli serta ke Kantor  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen.

Kapolres Bireuen, AKBP Wirapraja SIK, MH melalui Kapolsek Juli, Iptu Fajriadi SH kepada wartawan membenarkan terhadap kejadian tersebut.

“Kedua korban yang meninggal dunia itu bernama, Kabirin, warga Blang Keutumba, sementara kini menetap Gampong Seuneubok Dalam, dan rekannya, M Riska, warga Seuneubok Dalam, Juli. Keduanya ditemukan dalam kondisi tertimbun tanah longsor,” katanya.

Selanjutnya kedua korban tersebut langsung dievakuasi ke Puskesmas Juli 1 untuk divisum et reportum.

“Usai dilakukan visum, kedua jenazah itu dibawa pulang ke rumah duka dengan mobil ambulance untuk proses pemakaman,” katanya. (Joniful)

Bantu Penanganan Banjir dan Longsor di Jayapura, Polda Papua Terjunkan 380 Personel

By On Sabtu, Januari 08, 2022

JAYAPURA, KabarViral79.Com – Polda Papua menurunkan sebanyak 380 personel yang terdiri dari Satbrimob, Samapta dan Polairud untuk membantu Polres Jayapura dan Jayapura Kota dalam penanganan banjir dan longsor yang terjadi di kota tersebut.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, Kapolda Papua Irjen Pol Mathias D Fakhiri memimpin langsung para personel menuju lokasi titik banjir dan longsor, untuk selanjutnya melakukan evakuasi atau pertolongan kepada para korban.

“Para personel melakukan penanganan secara terpadu dengan instansi terkait pada titik terjadinya longsor, pohon tumbang dan terdapat material akibat longsor di jalan raya dan pembersihan saluran irigasi (drainase atau got) yang menyumbat aliran air,” kata Kamal dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 08 Januari 2022.

Selain Kapolda, kata Kamal, para Pejabat Utama Polda Papua dilibatkan langsung untuk turun ke lapangan memimpin proses penanganan bencana alam banjir dan longsor.

Para personel yang diturunkan juga melakukan patroli untuk mengecek perkembangan sekaligus memonitor bertambahnya korban jiwa. Kemudian memberikan imbauan kepada masyarakat untuk waspada adanya curah hujan lanjutan yang cukup deras.

Kamal menambahkan, Rapat Koordinasi (Rakor) juga sudah dilakukan bersama dengan Forkopimda Kota Jayapura. Hasilnya, jajaran Forkopimda mendirikan tempat penampungan untuk pengungsi yang dipusatkan di Balai Diklat Sosial Tanah Hitam. Surat Keputusan (SK) status tanggap darurat juga akan segera dibuat oleh Walikota Jayapura.

“Kemudian mendirikan Posko Induk di GOR Waringin dengan tiga Posko pembantu (Organda, Pasar Yautefa dan SMA 4 Jayapura),” ujarnya.

Personel Polda dan Forkopimda juga membantu pengurusan surat atau dokumen yang hilang akibat bencana.

“Makanan yang dibagikan kepada masyarakat terdampak dalam bentuk siap saji di Empat Distrik (Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Abepura dan Heram) oleh Dinas Sosial sebanyak tiga kali sehari,” katanya.

Total korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Kota Jayapura sebanyak tujuh orang dan luka-luka sebanyak empat orang. Untuk korban selamat dievakuasi ke Rumah Sakit terdekat, di antaranya RS DOK II Jayapura, RS Provita Jayapura dan RS Bhayangkara Jayapura.

“Bencana alam tanah longsor yang menyebabkan korban meninggal dunia dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi melandah wilayah Kota Jayapura,” katanya.

Adapun wilayah bencana tanah longsor yang paling parah terdapat di wilayah Jayapura Utara dengan empat titik tanah longsor, di antaranya Nirwana I Bhayangkara, APO Kali, dan Kloofkamp.

Untuk wilayah genangan air atau banjir yang terparah berada pada Distrik Abepura, di antaranya Perumahan Organda, Kali Acai, dan Kompleks Pasar Youtefa dan Distrik Jayapura Selatan yaitu wilayah pemukiman kompleks SMAN 4, PTC Entrop dan Hamadi.

Sedangkan untuk wilayah Kabupaten Jayapura banjir terparah terjadi di Perumahan BTN Gajah Mada Yahim Sentani, Areal Stadion Lukas Enembe.

“Untuk saat ini, genangan banjir sudah tidak ada, yang tersisa hanya material bekas banjir dan tanah longsor dan sedang dibersihkan oleh personel gabungan TNI – Polri dan Pemerintah setempat,” katanya. (*/red)

Babinsa Koramil Sudimoro Bantu Warga Terdampak Tanah Longsor

By On Rabu, November 04, 2020

Babinsa Desa Gunungrejo, Sertu Jaman, turun ke wilayah binaan membantu warga masyarakat yang rumahnya tertimpa tanah longsor akibat hujan intensitas tinggi.
Babinsa Desa Gunungrejo, Sertu Jaman, turun ke wilayah binaan membantu warga yang rumahnya tertimpa tanah longsor akibat hujan intensitas tinggi pada Senin malam, 04 November 2020. 

PACITAN, KabarViral79.Com – Anggota Koramil 0801/07 Sudimoro yang menjadi Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Gunungrejo, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (Jatim), turun ke wilayah binaan membantu warga masyarakat yang rumahnya tertimpa tanah longsor akibat hujan intensitas tinggi pada Senin malam, 04 November 2020.

Baca juga: Sinergitas Babinsa Koramil Sudimoro Tegakan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19

Bersama warga Desa Gunungrejo, Sertu Jaman mendatangi rumah Wijianto, warga yang rumahnya tertimpa tanah longsor, mengakibatkan rumahnya roboh. 

Begitu mendapat laporan tentang warga di wilayah binaan mendapat musibah, Sertu Jaman sebagai Babinsa Desa Gunungrejo langsung turun ke lokasi bersama warga sekitar untuk turut membantu Wijianto.

Baca juga: Melalui Program Rutilahu, Babinsa 0801/10 Punung Bantu Warga Miliki Tempat Tinggal yang Layak

Sertu Jaman mengatakan, sudah beberapa hari ini hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Sesuai arahan Komandan, kami para Babinsa diperintahkan untuk selalu tanggap dan waspada, serta terus memonitor atau memantau perkembangan situasi di wilayah binaan masing-masing bila mana terjadi hal yang tidak diinginkan. Termasuk bencana tanah longsor ini, sehingga masyarakat bisa lekas terbantu atau tertolong guna mengurangi resiko kerugian yang lebih besar,” katanya. (penrem081)

Dandim Pacitan Tinjau Lokasi Bencana Tanah Longsor di Kecamatan Nawangan

By On Kamis, Mei 28, 2020


PACITAN, KabarViral79.Com – Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Pacitan pada Selasa, 26 Mei 2020, menimbulkan dampak tanah longsor di sejumlah wilayah di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (Jatim), salah satunya di Kecamatan Nawangan, Desa Jetis, yang mengalami tanah longsor di jalan penghubung antara Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah (Jateng), dan Kabupaten Pacitan.

Kapolres Lebak Bersama Forkopimda Gelar Baksos di Huntara Cigobang

By On Jumat, November 13, 2020

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lebak, AKBP Ade Mulyana bersama Forkopimda Kabupaten Lebak melaksanakan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) di Hunian Sementara (Huntara), warga terdampak bencana alam tanah longsor Kp. Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten, Jum'at, 13 November 2020.

LEBAK, KabarViral79.Com – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lebak, AKBP Ade Mulyana bersama Forkopimda Kabupaten Lebak melaksanakan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) di Hunian Sementara (Huntara), warga terdampak bencana alam tanah longsor Kp. Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten, Jum'at, 13 November 2020.

Dalam kegiatan itu, Kapolres Lebak AKBP Ade Mulyana dan Forkopimda menyerahkan bantuan berupa sembako sebanyak 170 paket, tenda dan pelayanan kesehatan ke warga terdampak tanah longsor.

Baca juga: Sambut Hari Bhayangkara ke-74, Kapolda Banten Dampingi Kakorlantas Polri Berikan Bantuan ke Masyarakat Baduy

Turut hadir, Kapolres Lebak AKBP Ade Mulyana, Wakil Bupati H. Ade Sumardi, Dandim 0603/Lebak, Wakil Ketua DPRD Kab Lebak Junaedi Ibnu Jarta, Asda 3 Feby Hardian Kurniawan, Camat Lebak Gedong H. E. Wahyudin, Kadinsos Lebak H. Eka Darmana Putra, Kadinkes Triatno Supiyono, Kepala Desa Banjarsari H. Anis, Tagana Kabupaten Lebak, Kadis PU Kabupaten Lebak, Camat Cipanas, Danramil Cipanas, Ketua MUI Lebak, Kepala Puskesmas Lebak Gedong, Kades Cileuksa Bogor, Jaro Ade Cileuksa, Kades Banjar Irigasi, Sae (Tokoh Huntara), Ustad Dedi (Huntara), Amsor (Huntara), para PJU Polres Lebak.

Kapolres Lebak, AKBP Ade Mulyana mengatakan, kegiatan yang dinisiasi Polres Lebak ini untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana tanah longsor pada bulan Januari 2020 yang sampai saat ini masih menempati hunian sementara (Huntara).

“Selain itu, kegiatan ini juga untuk mengingatkan kita semua, terutama Forkopimda, stakeholder dan masyarakat, akan bencana alam, agar kita semua lebih meningkatkan ikhtiar, dan usaha untuk antisipasi bencana alam yang kapan saja bisa terjadi mengingat berdasarkan BMKG, akan terjadi peningkatan curah hujan karena akibat dari lalina,” kata Kapolres.

Kapolres juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk lebih peka dan peduli serta berperan aktif dalam pencegahan bencana alam tanah longsor.

Baca juga: Polres Lebak Perketat Pemeriksaan di Check Point Batas Kota dan Desa

“Saya mengajak kepada seluruh komponen masyarakat untuk lebih peka dan peduli serta berperan aktif dalam pencegahan bencana alam tanah longsor, seperti dengan menjaga kebersihan lingkungan, tidak melakukan ilegal logging (penebangan pohon) di hulu, tidak melakukan penambangan liar, dan tidak membuat lahan yang tidak melihat aspek lingkungan,” ujar AKBP Ade Mulyana.

Sementara itu, Wakil Bupati Lebak, H. Ade Sumardi dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Kapolres Lebak yang telah menggagas kegiatan baksos dan memberikan bantuan kepada warga Kp. Cigobang.

“Kita harus mensyukuri dengan kondisi alam seperti ini. Kita harus bersahabat dengan alam, contoh dengan penanaman pohon atau penghijauan kembali tanah yang gundul,” ujar Ade Sumardi.

“Kegiatan ini dilanjutkan dengan peninjauan dan penyerahan sembako door to door ke rumah hunian sementara warga Kp. Cigobang,” ujarnya. (Nusi Bule)

Jamaah Pengajian Malaysia Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh

By On Senin, Desember 29, 2025

Jamaah pengajian asal Malaysia menyalurkan bantuan untuk korban bencana alam banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Aceh

BANDA ACEH, KabarViral79.Com – Jamaah pengajian asal Malaysia ikut membantu korban bencana alam banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Aceh selama dua hari, Sabtu-Minggu, 27-28 Desember 2025.

Bantuan yang disalurkan berupa sembako, seperti beras, telur, minyak goreng, serta pakaian, kain sarung, sajadah, dan berbagai perlengkapan ibadah lainnya.

Selain itu, jamaah pengajian Malaysia juga turut membantu pembangunan sumur bor serta perbaikan meunasah yang rusak akibat diterjang banjir.

Jamaah pengajian asal Malaysia menyalurkan bantuan untuk korban bencana alam banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Aceh. 

Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Waled Aiyub bin Ahmad, seorang ustaz pengajian asal Aceh yang telah lama menetap di Malaysia. 

Kegiatan kemanusiaan ini turut dibantu oleh Tgk Khanzul Kiran, tim relawan dari Malaysia dan Aceh, serta Tim Relawan H. Ruslan Daud (HRD).

Waled Aiyub kepada wartawan mengatakan, seluruh bantuan yang disalurkan merupakan hasil sumbangan para jamaah pengajian di Malaysia, baik warga asli Melayu maupun masyarakat Aceh yang menetap di Negeri Jiran.

Jamaah pengajian asal Malaysia menyalurkan bantuan untuk korban bencana alam banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Aceh. 

“Alhamdulillah, selama dua hari ini kami berkeliling Aceh untuk menyalurkan bantuan ke posko-posko pengungsi dan langsung ke rumah warga yang tertimpa musibah. Kami turut berduka cita atas bencana yang menimpa saudara-saudara kami di Aceh, yang telah kehilangan jiwa dan harta benda,” ujar Waled.

Alumni Dayah Mudi Mesjid Raya Samalanga, Kabupaten Bireuen itu menegaskan, duka yang dirasakan masyarakat Aceh juga menjadi duka seluruh jamaah pengajian di Malaysia.

Ia berharap, bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para korban bencana.

Aceh dan Malaysia adalah saudara. Sejak dahulu Aceh memiliki sejarah panjang dengan Malaysia. Karena itu, sudah sepantasnya kita saling membantu,” kata Waled Aiyub, yang saat ini sedang menempuh pendidikan doktoral (S3) di Universitas Kebangsaan Malaysia.

Di akhir kegiatan, Waled juga mengajak masyarakat Aceh yang terdampak bencana untuk tetap sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan. Menurutnya, setiap musibah yang terjadi pasti mengandung hikmah dari Allah SWT. (Joniful Bahri)

Gubernur Jatim Tinjau Langsung Lokasi Longsor di Ngetos

By On Selasa, Februari 16, 2021

NGANJUK, KabarViral79.Com – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indarparawansa meninjau lokasi longsor di Desa Selopuro, Kecamatan Ngetos, Nganjuk, Jawa Timur (Jatim).

Dalam kunjungan kali ini, Gubernur Jatim menyempatkan diri melihat langsung lokasi terjadinya longsor didampingi Bupati Nganjuk H. Novi Rahman Hidayat, Dandim 0810/Nganjuk Letkol Inf Georgius Luky Ariesta, Kapolres Nganjuk AKBP Harviadhi serta unsur Forpimda lainnya.

Setelah meninjau lokasi longsor, rombongan Gubernur Jatim mengadakan tatap muka dan menyampaikan ucapan bela sungkawa kepada keluarga korban longsor Ngetos.

“Saya menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban tanah longsor Ngetos. Semoga almarhum dan almarhumah korban longsor mendapatkan tempat yang layak disisi Tuhan YME,” kata Gubernur.

Gubernur Jatim juga menyerahkan bantuan kepada keluarga korban tanah longsor.

Selesai bertemu langsung dengan keluarga korban longsor, Gubernur Jatim didampingi Forpimda Nganjuk meninjau lokasi pengungsi yang disediakan di SD Ngetos.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indarparawansa memberikan suport kepada para pengungsi agar tetap tabah dan semangat.

Khofifah juga memberikan bantuan alat permainan kepada anak-anak agar bisa digunakan di tempat pengungsian dan untuk tetap menjaga moril anak anak pengungsi.

Untuk diketahui, longsor di Desa Selopuro, Kecamatan Ngetos, Nganjuk, terjadi pada Minggu sore, 14 Februari 2021, karena intensitas curah hujan yang tinggi di daerah tersebut. (Penrem081)

Bupati Bireuen Prioritaskan Pembukaan Akses Jalan dan Distribusi Logistik Pasca Banjir

By On Kamis, Januari 01, 2026

Bupati Bireuen, H. Mukhlis saat menyampaikan sejumlah pernyataan kepada wartawan saat jumpa pers dalam rangka sinergi dan kolaborasi pasca bencana banjir dan tanah longsor, Rabu 31 Desember 2025, di Pendopo setempat. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen memprioritaskan pembukaan seluruh akses jalan antar desa, kecamatan, hingga kabupaten yang tertimbun lumpur dan tanah akibat banjir bandang dan tanah longsor.

Langkah ini dilakukan untuk memperlancar distribusi logistik kepada masyarakat terdampak yang masih mengungsi.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bireuen, H. Mukhlis kepada wartawan saat kegiatan ngopi pagi bersama insan pers dalam rangka sinergi dan kolaborasi pasca bencana banjir dan tanah longsor, Rabu, 31 Desember 2025, di Pendopo Bireuen.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Ir. H. Razuardi, Pj Sekda Hanfiah, para asisten, serta kepala dinas, badan, dan kantor di lingkungan Pemkab Bireuen.

Bupati Mukhlis menjelaskan, bencana hidrometeorologi yang terjadi pada 25-26 November 2025 berdampak pada 118 ribu kepala keluarga (KK) dan merusak lebih dari 16 ribu rumah di 17 kecamatan. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.000 rumah mengalami rusak berat, bahkan sebagian hilang terseret arus banjir dan tanah longsor.

“Penanganan pertama yang kami lakukan bersama TNI-Polri, elemen masyarakat, pengusaha, dan semua pihak terkait adalah membuka akses jalan agar distribusi logistik bagi warga pengungsi yang sangat membutuhkan makanan dapat berjalan lancar,” ujar Mukhlis.

Setelah akses terbuka, Pemkab Bireuen menyesuaikan pelayanan dasar di lokasi pengungsian, termasuk penyediaan air bersih, meski diakui belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat.

Menurut Mukhlis, tantangan terberat saat ini adalah penanganan pasca bencana.

Ia mengkhawatirkan meningkatnya angka kemiskinan akibat banyak warga kehilangan mata pencaharian. Selain itu, harga kebutuhan pokok yang belum stabil juga dikhawatirkan berdampak pada perekonomian masyarakat.

Pemkab Bireuen, lanjutnya, terus berupaya membantu warga miskin dan kaum dhuafa, terutama yang rumahnya tertimbun lumpur dan tanah tebal sehingga tidak mampu dibersihkan secara manual.

Dalam sektor pertanian, Mukhlis mengungkapkan bahwa Bireuen yang selama ini surplus produksi padi turut terdampak serius.

Dari lebih 15 ribu hektare sawah, sekitar tiga ribu hektare tertimbun tanah.

Selain itu, tujuh jaringan irigasi besar mengalami kerusakan berat, termasuk Bendung Irigasi Pante Lhong Peusangan (PP) di Gampong Beunyot, Kecamatan Juli, yang selama ini mengairi 6.562 hektare sawah.

Untuk penanganan kerusakan infrastruktur dan dampak bencana secara menyeluruh, Pemkab Bireuen telah mengajukan usulan bantuan kepada pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

“Kami berharap dukungan semua pihak agar proses pemulihan dan kebangkitan Bireuen pascabencana dapat berjalan optimal,” pungkas Bupati Mukhlis. (Joniful Bahri) 

Curah Hujan Tinggi Sebabkan Longsor di Desa Dahu, Warga Minta Penanganan Cepat dari Pemerintah

By On Senin, Januari 12, 2026



Serang, KabarViral79.Com — Curah hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Serang dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan terjadinya bencana tanah longsor di Kampung Pasir Manggu RT 05 RW 02, Desa Dahu, Kecamatan Cikeusal. Peristiwa tersebut menimbulkan kecemasan mendalam bagi warga, khususnya mereka yang rumahnya berada tepat di dekat tebing rawan longsor, Senin (12/1/2026).

Longsor terjadi akibat kondisi tanah yang labil setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Material tanah dari tebing mengalami pergeseran dan dikhawatirkan akan kembali longsor apabila hujan kembali turun. Sejumlah rumah warga terancam terdampak langsung, sehingga warga terpaksa meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan keluarga mereka.

Dua warga yang terdampak, Bapak Muhadi dan Ibu Jasinah mengungkapkan kekhawatirannya atas kondisi tersebut. Ia menyebutkan bahwa longsor ini membuat warga merasa tidak aman untuk beraktivitas, terutama saat hujan turun.

“Kami sangat cemas, karena rumah kami persis di dekat tebing. Kalau hujan turun lagi, kami takut longsor susulan terjadi dan bisa menimpa rumah. Kami berharap pemerintah terkait segera turun tangan sebelum ada korban,” ujar Muhadi.

Ditempat yang sama Ibu Jasinah menuturkan, hingga saat ini belum ada penanganan serius yang dilakukan, sementara retakan tanah di sekitar tebing semakin terlihat jelas. Warga berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk segera melakukan peninjauan lokasi dan mengambil langkah penanganan darurat, seperti penguatan tebing atau relokasi sementara bagi warga yang terancam.

“Kami sebagai warga sangat khawatir, apalagi kalau hujan turun malam hari. Kami sering tidak bisa tidur karena takut tiba-tiba longsor susulan terjadi. Rumah kami sangat dekat dengan tebing, jadi kami berharap pemerintah segera membantu dan mencari solusi agar kami bisa merasa aman,” tutur Ibu Jasinah.

Masyarakat Kampung Pasir Manggu berharap bencana ini tidak dibiarkan berlarut-larut, mengingat keselamatan jiwa warga menjadi hal yang paling utama. Mereka meminta pemerintah daerah bertindak cepat dan sigap agar potensi longsor susulan dapat diminimalisir. (Wawan/K) 

FSI Fraksi PKB Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh Tamiang dan Langsa

By On Kamis, Desember 11, 2025

FSI Anggota DPR RI Fraksi PKB menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang dan Kota Langsa

ACEH TAMIANG, KabarViral79.Com - Forum Silaturrahmi Istri (FSI) Anggota DPR RI Fraksi PKB menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Langsa.

Penyaluran bantuan berlangsung sejak Selasa, 09 Desember 2025 kemarin dan hingga hari ini masih terus berlanjut.

FSI DPR RI Fraksi PKB Aceh yang dipimpin oleh Hj Faridah Adam, istri dari Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan M. Daud (HRD), juga membuka posko bantuan di dua daerah tersebut.

Keberadaan posko dimaksudkan untuk mempermudah pendataan korban sekaligus memastikan distribusi bantuan berjalan cepat dan tepat sasaran.

Berbagai kebutuhan mendesak seperti sembako, air bersih, obat-obatan, pakaian, selimut, biskuit, serta perlengkapan harian disalurkan langsung oleh tim FSI bersama relawan PKB. HRD turut mendampingi penyaluran bantuan tersebut.

Kepada wartawan, Kamis, 11 Desember 2025, Hj Faridah Adam menyampaikan rasa prihatin atas bencana yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ia mengatakan, Aceh menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak terparah akibat banjir dan longsor.

FSI Anggota DPR RI Fraksi PKB menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang dan Kota Langsa. 

"Bahkan saudara-saudara kita di dataran tinggi Gayo hingga kini masih terisolir karena akses jalan darat terputus. Alhamdulillah, Pak HRD sudah mengirim bantuan melalui jalur udara ke Bandara Rembele Bener Meriah," ujar Faridah.

Ia turut menceritakan bagaimana tim FSI Fraksi PKB harus menempuh jalur darat yang sulit, menyeberangi sungai menggunakan boat getek karena jembatan terputus dan akses jalan tertimbun longsor.

"FSI Fraksi PKB turun langsung ke lokasi untuk memastikan setiap bantuan sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan," ujarnya.

Faridah juga menyampaikan doa dan harapannya untuk seluruh warga terdampak

"Kita semua berduka atas musibah ini. Semoga seluruh masyarakat yang terkena dampak diberikan ketabahan dan kesabaran," tutupnya. (Joniful Bahri)

Danrem 081/DSJ dan Dirut PT Exindo Wiratantra Perkasa Bagikan Bansos ke Warga Terdampak Banjir dan Tanah Longsor di Nganjuk

By On Jumat, Januari 07, 2022

NGANJUK, KabarViral79.Com – Banjir dan tanah longsor menerjang Dusun Banaran, Desa Macanan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim) pada Minggu lalu, 20 Desember 2021.

Bencana alam itu terjadi akibat meluapnya anak sungai Kucir yang disebabkan oleh tingginya intensitas hujan yang turun di wilayah Nganjuk.

Dampak dari itu, beberapa rumah warga yang berada di tepi anak sungai Kucir rusak parah terkena longsor dan puluhan warga terpaksa harus mengungsi waktu itu.

Untuk membantu dan meringankan dampak dari para warga yang masih dirasakan hingga saat ini, Komandan Korem (Danrem) 081/DSJ, Kolonel Inf Waris Ari Nugroho bersama Dirut PT Exindo Wiratantra Perkasa, Panito memberikan bantuan sosialnya kepada mereka yang terdampak dari adanya bencana tersebut.

Kepedulian dalam bentuk aksi sosial semacam itu sudah sering mereka lakukan selama ini.

“Kami telah diajak beberapa kali melaksanakan Baksos di desa-desa terpencil oleh PT Exindo. Harapan kami, Baksos yang kami lakukan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Danrem dalam sambutannya di Madrasah Tsanawiyah Al-Hikmah, Desa Oro-Oro Ombo, Ngetos, Nganjuk yang menjadi lokasi ceremonial penyerahan Bansos, Kamis, 06 Januari 2022.

Sebagai putra daerah, Danrem pun mengaku bangga jika dapat terjun langsung untuk membantu masyarakat di Nganjuk.

Sementara itu, Panito berharap bantuan sosial yang diberikan itu akan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Nganjuk.

“Semoga bermanfaat guna membantu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari,” ujarnya.

Diungkapkannya, selain diberikan kepada para korban bencana longsor di Desa Macanan. Bantuan yang disiapkan hari ini juga diberikan kepada masyarakat kurang mampu di Desa Oro-Oro Ombo.

Adapun bantuan yang diberikan sebanyak 150 paket yang berisi berbagai sembako, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir dan mie instan.

Atas bantuan yang diberikan kepada warganya itu, Plt Camat Loceret, Gatut Sugiarto mengaku berterima kasih atas kepedulian yang diberikan oleh Danrem dan Dirut PT Exindo Wiratantra Perkasa.

“Kami atas nama masyarakat Desa Macanan yang terkena musibah tanah longsor mengucapkan terima kasih atas bantuan dan perhatiannya,” ucapnya.

Selain diserahkan secara simbolis, bantuan-bantuan itu juga tampak diserahkan langsung secara door to door.


Sumber: Penrem 081/DSJ

Putra HRD Beri Pengobatan Gratis bagi Korban Banjir dan Longsor di Bener Meriah

By On Rabu, Januari 28, 2026

dr. Zulhilmi, putra anggota Komisi V DPR RI H. Ruslan Daud (HRD) memberi payanan kepada warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Desa Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, pada Selasa, 27 Januari 2026. 


BENER MERIAH, KabarViral79.Com - Sejumlah warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Desa Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mendapatkan pelayanan pengobatan gratis dari dr. Zulhilmi, putra anggota Komisi V DPR RI H. Ruslan Daud (HRD), pada Selasa, 27 Januari 2026.

Kegiatan sosial dan kemanusiaan yang mengusung tema HRD dan PKB Peduli tersebut dilaksanakan langsung di lokasi pengungsian korban banjir dan tanah longsor di Desa Uning Mas.

Dalam kegiatan itu, dr. Zulhilmi yang akrab disapa dr. Alung, turut didampingi ibundanya, Hj. Faridah Adam, serta dibantu dua tenaga medis lainnya, yakni Algandi dan Dedi Safriadi, bersama Tim Relawan HRD Peduli.

Dr. Alung bersama tim relawan turun langsung ke lokasi terdampak untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan kepada warga yang masih mengalami keterbatasan akses layanan medis pasca bencana.

Pengobatan gratis tersebut merupakan bentuk kepedulian dr. Alung bersama Tim Relawan HRD dan PKB Peduli terhadap kondisi kesehatan masyarakat di wilayah dataran tinggi Gayo yang terdampak bencana alam.

Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat setempat yang hingga kini masih berupaya memulihkan kondisi kehidupan pasca banjir dan longsor.


Selain memberikan pelayanan medis, Tim Relawan HRD Peduli juga menyalurkan berbagai bantuan, seperti obat-obatan, perlengkapan kesehatan, serta kebutuhan pokok berupa beras, mie instan, air mineral, minyak goreng, perlengkapan balita, hingga pakaian baru untuk anak-anak di lokasi pengungsian.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu pemulihan kondisi masyarakat sekaligus mencegah timbulnya penyakit pasca banjir.

Kegiatan pengobatan gratis ini menjadi bagian dari komitmen HRD dan PKB Peduli dalam menjalankan misi kemanusiaan untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera.

Pj Reje (Kepala Desa) Uning Mas, Hasiluddin yang didampingi Tuha Peut Usman menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian tersebut.

“Alhamdulillah, kehadiran Tim Relawan HRD Peduli beserta tenaga medisnya sangat meringankan beban masyarakat kami yang baru saja dilanda musibah banjir,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan warga setempat. Salah seorang warga, Rusda mengaku sangat terbantu dengan adanya pengobatan gratis dan bantuan yang diberikan.

“Alhamdulillah, pengobatan gratis dan berbagai bantuan dari istri dan putra Pak HRD serta para relawan sangat membantu meringankan beban warga kami yang tertimpa musibah bencana alam ini,” katanya. (Joniful Bahri)

Kapolda Sumut Salurkan Bantuan, Pastikan Pencarian Korban Longsor di Humbahas

By On Senin, Desember 04, 2023


HUMBAHAS, KabarViral79.Com – Musibah banjir bandang dan tanah longsor terjadi di Dusun III, Desa Simangulampe, Kecamatan Bakti Raja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara (Sumut), Jumat, 01 Desember 2023.

Dalam musibah itu sebanyak 12 warga hilang dan 13 unit rumah rusak tertimbun material longsor. Adapun identitas para korban yang hilang itu yakni Sartika Simanjuntak, Ceriah Banjarnahor.

Kemudian, Op Oge Br Sianipar, Juni Silaban, Krisjen Siregar, Lasroha Sinambela, Pintar Simamora, Besman Sihombing, Adriano Silaban, Eva Purba, Diana Sinaga dan Dian Lubis.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi yang datang meninjau proses pencarian korban bersama Pj Gubernur Sumut dan Kasdam I/BB  mengatakan, personel gabungan TNI, Polri BPBD dan dibantu masyarakat masih terus berupaya untuk melakukan pencarian korban hilang akibat musibah tanah longsor tersebut.

“Kita masih fokus mencari 11 orang yang diidentifikasi berada di lokasi bencana saat ini belum ditemukan. Saat ini sejumlah alat berat masih melakukan pembersihan material longsor berupa batu berukuran besar yang membenam rumah warga dan akses jalan,” katanya.

Agung mengungkapkan, sebanyak 120 kepala keluarga telah diungsikan ke Balai Desa, Kecamatan Balaraja, berada di tempat yang lebih aman untuk sementara waktu untuk mengantisipasi terjadinya musibah longsor susulan.

“Kita (Polda Sumut), Kodam I Bukit Barisan, Pemprov Sumut, Polres Humbahas beserta Pemda telah memberikan bantuan kebutuhan hidup kepada masyarakat yang terdampak musibah longsor selama mengungsi,” ucapnya saat mengunjungi lokasi bencana bersama Pj Gubernur Sumut Mayjen TNI (Purn) Hassanudin dan Kasdam I/BB.

“Polda Sumut juga mendidirikan posko identifikasi antemortem dan postmortem. Saya meminta agar agar manajemen disaster diterapkan dengan baik dengan membagi zona penanganan lokasi bencana, korban dan masyarakat terdampak,” ujar mantan Asops Kapolri tersebut. (*/red)

Gerak Cepat Kaban BPBD Lebak Tinjau Lokasi Longsor di Desa Bayah Timur

By On Senin, Januari 12, 2026

 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Lebak, H. Sukanta, bersama tim saat melakukan peninjauan lokasi longsor di Kampung Sukajaya, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak

Lebak, KabarViral79.Com – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, H. Sukanta, melakukan peninjauan ke lokasi bencana longsor di Kampung Sukajaya RT 01/03 dan Kampung Tenjolaya RT 03/01, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Peninjauan Kaban BPBD Kabupaten Lebak ini dilakukan untuk memastikan kondisi rumah warga yang terdampak longsor di wilayah Lebak bagian selatan, khususnya di Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah.

Hal tersebut dilakukan oleh Kaban BPBD Lebak sebagai respons atas keluhan dan kesah masyarakat yang terdampak bencana longsor akibat hujan deras yang berkepanjangan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Lebak, H. Sukanta, mengatakan bahwa pihaknya telah meninjau langsung lokasi longsor di Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Lebak, H. Sukanta, saat melakukan peninjauan lokasi pasca longsor di Kampung Tenjolaya, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak


“Atas adanya keluh kesah masyarakat yang terkena dampak longsor, hari ini saya meninjau rumah-rumah warga yang terkena longsor, baik yang berada di Kampung Sukajaya maupun di Kampung Tenjolaya,” kata H. Sukanta, Senin (12 Januari 2026).

H. Sukanta juga menyampaikan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi terkait bencana longsor tersebut agar dapat segera ditangani.

Sementara itu, Deni Ismayadi, warga Kampung Sukajaya yang rumahnya terdampak longsor, mengatakan, “Saya atas nama warga mengapresiasi dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Lebak dan Kepala Desa Bayah Timur yang telah mengunjungi rumah kami. Semoga membawa kabar baik bagi kami dan tetangga kami yang terdampak longsor,” ungkap Deni.

Menurut Deni, peninjauan yang dilakukan oleh Kaban BPBD Kabupaten Lebak dan Kepala Desa Bayah Timur ke warga terdampak bencana tanah longsor membuat warga merasa lega dan terharu, serta berharap agar segera ada penanggulangan yang konkret.

Dan tidak lupa, Deni menambahkan, “Kami selaku warga terdampak longsor mengucapkan terima kasih juga kepada semua rekan-rekan baik dari media, lembaga, sahabat, serta pihak lainnya yang telah ikut membantu, baik melalui pemberitaan, dukungan, maupun bantuan lainnya. Semoga kita semua terhindar dari marabahaya dan selalu dilindungi oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa,” pungkas Deni.

(Cup)

PKB dan HRD Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh Tengah

By On Kamis, Januari 29, 2026

Partai PKB bersama HRD Peduli kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat korban bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Bintang, Aceh Tengah. 


ACEH TENGAH, KabarViral79.Com Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bersama HRD Peduli kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat korban bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu, 29 Januari 2026.

Meski kondisi pasca bencana di sejumlah wilayah Aceh dan Sumatera mulai berangsur pulih, hingga kini puluhan kepala keluarga dan ratusan jiwa di dataran tinggi Gayo masih bertahan di pengungsian. Sebagian korban mengungsi di tenda darurat, meunasah, hingga kompleks pesantren.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana, PKB dan HRD Peduli menyalurkan berbagai kebutuhan pokok berupa sembako, di antaranya beras, mie istan, air mineral, telur, makanan ringan, roti, pakaian layak pakai, Al-Quran, serta baju baru. Bantuan tersebut disalurkan kepada para pengungsi yang berada di Kompleks Pesantren (Dayah) Mi’yarul Ulum Al-Aziziyah, Kecamatan Bintang.

Bantuan kemanusiaan itu diantar langsung oleh Tim Relawan PKB dan HRD Peduli yang dipimpin Hj Faridah Adam, anggota Forum Silaturrahmi Istri (FSI) Anggota DPR RI Fraksi PKB, sekaligus istri H Ruslan Daud (HRD), anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB.

Hj Faridah Adam menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen PKB dan HRD Peduli untuk terus hadir dan membantu masyarakat yang terdampak bencana alam, khususnya di wilayah Aceh dan Sumatera.

“Bencana banjir dan tanah longsor tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga berdampak langsung pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kepedulian dan solidaritas harus terus kita jaga,” ujarnya.

Pimpinan Pesantren Mi’yarul Ulum Al-Aziziyah, Tgk Sahrika menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada para pengungsi di lingkungan pesantren tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada PKB dan HRD Peduli atas bantuan yang telah disalurkan langsung kepada para korban bencana yang masih mengungsi di pesantren ini,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan para pengungsi. Mereka mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterima karena sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama berada di pengungsian. (Joniful Bahri)

Bantu Ringankan Beban Orang Tua Pasca Banjir di Bireuen, Yah Fud Serahkan Seragam Sekolah untuk Siswa SDN 8 Kuta Blang

By On Jumat, Januari 30, 2026

Wakil Ketua DPRA sekaligus Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Bireuen, Ir. H. Saifuddin Muhammad menyerahkan bantuan seragam sekolah dan diterima oleh Kepala SD Negeri 8 Kuta Blang Bireuen, Jumat, 30 Januari 2026. 


BIREUEN, KabarViral79.Com - Kepedulian terhadap dunia pendidikan pasca bencana kembali ditunjukkan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sekaligus Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Bireuen, Ir. H. Saifuddin Muhammad, pada Jumat, 30 Januari 2026, menyerahkan bantuan pribadi berupa puluhan stel seragam sekolah kepada siswa UPTD SD Negeri 8 Kuta Blang, Desa Blang Mee, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Saifuddin Muhammad, yang akrab disapa Yah Fud, didampingi Kepala UPTD SDN 8 Kuta Blang, Mukhtar, M.Pd, kepada para siswa penerima manfaat di lingkungan sekolah setempat.

Dalam kesempatan itu, Yah Fud menyampaikan bahwa penyaluran seragam sekolah ini merupakan bantuan pribadi perdananya yang difokuskan pada sektor pendidikan, khususnya bagi siswa yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu.

“Bantuan ini adalah bantuan pribadi saya yang pertama. Ini sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak kita yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan serupa akan terus dilanjutkan ke sekolah-sekolah lain yang juga mengalami dampak bencana.

Wakil Ketua DPRA sekaligus Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Bireuen, Ir. H. Saifuddin Muhammad menyerahkan bantuan seragam sekolah dan diterima oleh seorang siswa SD Negeri 8 Kuta Blang Bireuen, Jumat, 30  Januari 2026. 


Namun sebelum menyalurkan bantuan, pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan Kepala Sekolah untuk memastikan jenis kebutuhan yang paling mendesak. 

“Insya Allah bantuan pribadi ini akan kita lanjutkan ke sekolah-sekolah terdampak lainnya. Sebelum bantuan disalurkan, kita komunikasikan dulu dengan kepala sekolah terkait kebutuhan siswa, apakah seragam, sepatu, atau mobiler sekolah,” tuturnya.

Meski jumlah bantuan masih terbatas, Yah Fud berharap kehadiran bantuan tersebut dapat meringankan beban para siswa dan orang tua mereka.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya Partai NasDem telah menyalurkan bantuan sembako dan membuka layanan kesehatan di sejumlah titik terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen.

Sementara itu, Kepala UPTD SDN 8 Kuta Blang, Mukhtar, M.Pd, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Yah Fud kepada siswanya.

Siswa UPTD SD Negeri 8 Kuta Blang, Bireuen bahagia saat menerima bantuan seragam sekolah dari Wakil Ketua DPRA sekaligus Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Bireuen, Ir. H. Saifuddin Muhammad. 


“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Saifuddin Muhammad yang telah memberikan bantuan pribadi berupa puluhan stel seragam sekolah kepada siswa kami yang terdampak bencana hidrometeorologi. Bantuan ini diantar dan diserahkan langsung, dan sangat bermanfaat bagi anak-anak,” tuturnya.

Mukhtar menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bantuan perdana yang diterima sekolahnya sejak bencana melanda kawasan itu. Hingga kini, belum ada donatur lain yang menyalurkan bantuan khusus untuk kebutuhan pendidikan di sekolah tersebut.

Di kesempatan itu, ia memaparkan kondisi sekolah pasca banjir. Saat banjir terjadi, kata dia, SDN 8 Kuta Blang terendam air hingga setinggi dada orang dewasa, dan lumpur setebal sekitar 60 sentimeter memenuhi ruang kelas, perpustakaan, kantor, dan seluruh area sekolah.

Banyak peralatan, media pembelajaran, hingga perangkat teknologi ikut hanyut dan rusak berat, seperti komputer, laptop, meja, kursi, serta alat peraga guru. Koleksi perpustakaan pun hanya tersisa sekitar 25 persen, sementara seluruh rak buku mengalami kerusakan.

Saat ini, kata dia, sekolah sangat membutuhkan bantuan mobiler penunjang seperti meja, kursi, dan lemari bagi guru dan siswa.

Meski demikian, lanjut dia, dengan segala keterbatasan, seluruh 119 siswa korban bencana telah kembali bersekolah sejak 5 Januari 2026 dan tetap menunjukkan semangat belajar yang tinggi.

Bantuan seragam sekolah dari Yah Fud tersebut diharapkan dapat menjadi pemicu hadirnya lebih banyak dukungan bagi keberlanjutan proses belajar mengajar di SDN 8 Kuta Blang serta sekolah-sekolah terdampak lainnya di Kabupaten Bireuen. (Joniful Bahri) 

Lubang Raksasa di Aceh Tengah Terus Meluas, Ancam Permukiman dan Putuskan Akses Utama

By On Rabu, Februari 04, 2026

Tanah longsor yang membentuk lubang raksasa di Kampung Bah dan Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, semakin mengkhawatirkan.  

ACEH TENGAH, KabarViral79.Com Fenomena tanah longsor yang membentuk lubang raksasa di Kampung Bah dan Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, semakin mengkhawatirkan, Rabu, 04 Februari 2026.

Lubang menganga dengan kedalaman diperkirakan mencapai 100 meter itu kini hanya berjarak sekitar lima meter dari badan jalan Simpang Balik–Blang Mancung. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, Andalika menjelaskan, pergerakan tanah yang terjadi bukan merupakan amblesan jenis sinkhole klasik.

“Longsoran ini terbentuk akibat pergerakan material tanah secara perlahan dan berlangsung cukup lama,” ujarnya.

Fenomena serupa yang telah terpantau sejak 2013 itu kini menunjukkan perkembangan yang lebih cepat dan parah.

Perluasan lubang raksasa bahkan menyebabkan jalan utama di kawasan tersebut putus total, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan meningkatkan risiko keselamatan.

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga menyampaikan, pemerintah daerah telah melakukan rapat koordinasi dengan tim teknis dan tenaga ahli untuk membahas langkah penanganan mendesak.

“Pergerakan tanah semakin cepat mendekati permukiman. Jika tidak ditangani segera, desa terdekat bisa terdampak langsung,” katanya.

Untuk mengantisipasi dampak lebih luas, pemerintah kabupaten meminta dukungan pemerintah provinsi dan pusat dalam upaya mitigasi jangka panjang.

Selain itu, jalur alternatif telah disiapkan agar mobilitas warga tetap berjalan di tengah kondisi jalan utama yang terputus.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat sekitar tetap waspada dan mengikuti arahan petugas, mengingat potensi perluasan longsor masih tinggi. (Joniful Bahri)

TNI dan Warga Gotong Royong Bersihkan Rumah dan Pustu di Peusangan Selatan Bireuen Pasca Banjir

By On Jumat, Januari 30, 2026

Aparat TNI bersama masyarakat kembali melaksanakan Karya Bakti pembersihan sisa lumpur pasca banjir dan tanah longsor di Desa Krueng Beukah, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Kamis, 29 Januari 2026 kemarin. 


BIREUEN, KabarViral79.ComAparat TNI bersama masyarakat kembali melaksanakan Karya Bakti pembersihan sisa lumpur pasca banjir dan tanah longsor di Desa Krueng Beukah, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Kamis, 29 Januari 2026 kemarin. 

Kegiatan tersebut dilakukan oleh Satuan Tugas penanganan bencana dari Yonif TP 837/Ksatria Trunojoyo Kodam V/Brawijaya yang dipimpin Letda Inf Nifan, berkolaborasi dengan Babinsa Pos Ramil Peusangan Selatan Kodim 0111/Bireuen.

Mereka membantu membersihkan rumah warga serta membangun parit pembuangan air di Puskesmas Pembantu (Pustu) Krueng Beukah.

Menurut Letda Inf Nifan, kegiatan ini merupakan instruksi komando atas sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat terdampak.

Ia menyebut, pembersihan dilakukan agar warga dapat kembali menempati rumah mereka, apalagi dalam waktu dekat akan memasuki bulan suci Ramadan sehingga diharapkan masyarakat dapat beribadah dengan lebih tenang.

Selain membersihkan rumah warga, personel TNI juga bergotong royong bersama pegawai Puskesmas Peusangan Selatan untuk pembersihan dan pembuatan parit di area Pustu.

Aparat TNI bersama masyarakat kembali melaksanakan Karya Bakti pembersihan sisa lumpur pasca banjir dan tanah longsor di Desa Krueng Beukah, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Kamis, 29 Januari 2026 kemarin. 


Hal ini bertujuan agar fasilitas kesehatan tersebut segera kembali berfungsi dan dapat melayani masyarakat dengan optimal.

Kepala UPTD Puskesmas Peusangan Selatan, dr Eka Asriani Dewi menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh personel TNI dan Babinsa atas bantuan mereka.

Ia menargetkan dalam dua hari ke depan Pustu sudah dapat kembali memberikan pelayanan kesehatan.

Ucapan terima kasih juga disampaikan Sekretaris Desa Krueng Beukah, Ikhsan.

Menurutnya, kehadiran TNI di desa tersebut sangat membantu warga dalam percepatan pemulihan pasca bencana.

“Kami menghaturkan salam hormat dan terima kasih sebesar-besarnya kepada bapak-bapak TNI yang telah membantu kami,” ujarnya.

Kegiatan gotong royong ini tidak hanya mempercepat pemulihan wilayah terdampak, tetapi juga mempererat hubungan TNI dan masyarakat, serta menjaga tradisi kebersamaan yang sudah mengakar di Peusangan Selatan dan Kabupaten Bireuen. (Joniful Bahri)