SERANG, KabarViral79.Com – Sejumlah calon tenaga kerja (Canaker) melaporkan Yayasan Garuda Banten Perkasa (GBP) ke Polres Serang, Kamis, 15 September 2022.
Laporan sejumlah Canaker tersebut lantaran Yayasan GBP diduga telah melakukan penipuan terhadap mereka.
Sejumlah Canaker tersebut di antaranya berinisial JM, ST, AJ, DV dan LT. Mereka dijanjikan mendapatkan pekerjaan dalam waktu tempo satu minggu. Namun hingga empat bulan lamanya mereka tidak pernah mendapatkan pekerjaan yang ditawarkan Yayasan tersebut.
“Saya sejak bulan Mei 2022 dijanjikan oleh Yayasan GBP mendapat pekerjaan di PT Batavia Indo Global. Saya juga sudah memberikan uang sebesar Rp 9 juta, namun sampai saat ini pekerjaan yang dijanjikan tidak ada,” kata DV, usai membuat laporan di Polres Serang, Kamis, 15 September 2022.
Menurut DV, dirinya memberikan sejumlah uang tersebut kepada Sakam, dan diketahui juga, uang tersebut diserahkan ke Yayasan sebesar Rp 2,5 juta.
“Ya saya lihat sendiri, ada sejumlah uang yang disetorkan ke Yayasan,” ujarnya.
Hal senada dikatakan LT, korban lain yang juga tertipu oleh orang-orang yang diduga ada kaitannya dengan Yayasan GBP. Menurut LT, dirinya memberikan uang Rp 3,5 juta secara langsung di kantin salah satu pabrik di Kawasan Modern.
“Kalau saya uang dikasihkan di PT Winbrik ke Sukria dan langsung diberikan kepada Alex. Bahkan saya lihat secara langsung,” terangnya.
Berbeda dengan DV dan LT, ST yang juga telah memberikan uang kepada Yayasan Garuda Banten Perkasa sebesar Rp 3 juta, dan Rp 250 ribu untuk administrasi sejak bulan Mei bersama rekannya AJ. Hingga saat ini keduanya tidak pernah mendapatkan pekerjaan yang dijanjikan.
“Hanya dijanjikan tarsok. Saya hanya dapat Kartu Pengenal Karyawan (KPK), untuk pekerjaan yang dijanjikan hingga saat ini tidak ada,” tukasnya.
Sementara itu, pihak Kepolisian Resor (Polres) Serang melalui Kasie Humas Polres Serang, Iptu Dedi Jumhaedi membenarkan perihal laporan lima orang korban calon tenaga kerja ke Satreskrim Polres Serang.
Dedi mengatakan, pihaknya akan segera melakukan penyelidikan atas laporan tersebut.
“Kami akan segera melakukan pendalaman dan melakukan penyelidikan atas laporan para korban. Namun yang jelas, kami berkomitmen akan menindak tegas terhadap pelaku percaloan yang banyak merugikan masyarakat,” tegasnya. (*/red)