-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

HRD Tinjau Jembatan Putus di Peusangan Siblah Krueng, Warga Harap Segera Dibangun Jembatan Bailey

By On Jumat, Januari 09, 2026

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan Daud (HRD), tinjau kondisi jembatan putus akibat banjir bandang yang menghubungkan Gampong Pantee Lhong, Kecamatan Peusangan, dengan Desa Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen, Rabu, 7 Januari 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Ruslan Daud (HRD) meninjau langsung kondisi jembatan putus akibat banjir bandang yang menghubungkan Gampong Pantee Lhong, Kecamatan Peusangan, dengan Desa Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, Rabu, 7 Januari 2026.

Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan tiga kecamatan, yakni Peusangan, Peusangan Siblah Krueng, dan Kecamatan Makmur. Putusnya jembatan berdampak serius terhadap aktivitas masyarakat, terutama distribusi hasil pertanian serta akses pendidikan.

Zulfikar Muhammad, warga Desa Kubu, mengatakan jembatan Pantee Lhong menjadi urat nadi perekonomian masyarakat setempat. Hampir seluruh aktivitas ekonomi warga bergantung pada akses jembatan tersebut.

“Jembatan ini sangat vital untuk mengangkut hasil sawah dan perkebunan ke pasar. Kalau tidak segera dibangun kembali, ekonomi warga akan terhenti,” ujar Zulfikar.

Hal senada disampaikan Keuchik Desa Kubu, Razali. Ia menyebutkan warga Peusangan Siblah Krueng berharap pemerintah dapat membangun jembatan bailey sebagai solusi sementara pengganti jembatan rangka baja yang putus.

“Alhamdulillah, dalam kunjungannya HRD menyampaikan komitmen untuk mengupayakan pembangunan jembatan bailey agar aktivitas masyarakat bisa segera kembali normal,” kata Razali.

Menurut Razali, dampak putusnya jembatan tidak hanya dirasakan pada sektor ekonomi, tetapi juga sangat mengganggu aktivitas anak-anak sekolah yang menempuh pendidikan di Kecamatan Peusangan.

Warga berharap pembangunan jembatan sementara dapat segera direalisasikan demi keselamatan dan kelancaran akses pendidikan.

“Jika jembatan tidak segera dibangun, kami harus memutar lewat Kutablang melalui jalur lintas nasional Medan–Banda Aceh dengan jarak sekitar 20 kilometer menuju Matang Geulumpangdua. Padahal lewat jembatan Pantee Lhong hanya sekitar 3 kilometer,” jelas Razali.

Selain persoalan jembatan, warga juga meminta pemerintah segera menurunkan alat berat untuk membersihkan material lumpur yang menumpuk di permukiman warga. Di Desa Kubu, ketinggian lumpur dilaporkan hampir mencapai dua meter.

“Kami sangat membutuhkan bantuan alat berat untuk membersihkan kampung yang tertimbun lumpur,” pinta Razali.

Kunjungan HRD ke lokasi jembatan putus tersebut diharapkan menjadi langkah awal percepatan penanganan infrastruktur terdampak banjir, sekaligus mencegah terjadinya isolasi wilayah dan krisis sosial ekonomi yang lebih luas di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng dan sekitarnya. (Joniful Bahri)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »