![]() |
| Wakil Bupati Razuardi membuka rangkaian perdana Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2027, di Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Senin, 23 Februari 2026. |
BIREUEN, KabarViral79.Com - Wakil Bupati Razuardi membuka rangkaian perdana Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2027 di Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Senin, 23 Februari 2026.
Dalam forum tersebut, isu kebencanaan menjadi tema besar yang paling banyak mengemuka dari para peserta.
Para peserta Musrenbang menitikberatkan pembahasan pada kondisi pasca banjir yang masih dirasakan di sejumlah Gampong, termasuk kerusakan infrastruktur serta ancaman lingkungan yang belum tertangani secara optimal.
Mukim Muntasir dalam penyampaiannya menyoroti kondisi kawasan Paya Laôt dan Paya Sikamèh.
Ia mengungkapkan masih terdapat tumpukan kayu bawaan banjir yang belum dipindahkan.
Selain mengganggu kebersihan lingkungan, material tersebut disebut telah menjadi sarang ular dan membahayakan keselamatan warga.
Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret.
Sementara itu, Keuchik Meunasah Pulo, Hamdani menekankan pentingnya kejelasan informasi terkait perbaikan jalan nasional yang tergerus banjir.
Menurutnya, akses tersebut sangat vital bagi aktivitas masyarakat dan perekonomian setempat.
Hamdani juga menyinggung adanya kekeliruan data rumah warga yang dinilai perlu diverifikasi ulang agar tidak menimbulkan polemik.
Menanggapi berbagai masukan, Wakil Bupati Razuardi menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang berkembang akan menjadi bahan evaluasi dan prioritas dalam penyusunan rencana pembangunan 2027.
Ia menekankan perlunya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan unsur masyarakat.
“Musrenbang bukan sekadar forum seremonial, tetapi ruang strategis untuk menyerap aspirasi riil masyarakat. Kita berharap setiap usulan yang benar-benar prioritas dapat diakomodir sesuai kemampuan anggaran dan kewenangan,” ujarnya.
Dari hasil pembahasan Musrenbang perdana di Peudada, dapat disimpulkan bahwa dominasi isu terkait bencana, penanganan material pasca banjir, perbaikan jalan nasional, serta akurasi data rumah menjadi perhatian utama peserta forum.
Pemerintah daerah diharapkan segera menindaklanjuti permasalahan tersebut demi keamanan dan kesejahteraan masyarakat. (Joniful Bahri)

