BIREUEN, KabarViral79.Com – Memperingati 21 tahun Hari Damai Aceh atau MoU Helsinki, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Syariat Islam (DSI) menggelar zikir, doa bersama dan tausiah di Masjid Agung Sultan Jeumpa Bireuen, Kamis pagi, 13 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, ST., yang diwakili Asisten I Setdakab Bireuen, Mulyadi, S.H., M.M. Tausiah disampaikan Dr. Tgk. H. Ajidar Matsyah, Lc., MA., dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Mengusung tema “Merawat Perdamaian Aceh Pasca MoU Helsinki dalam Perspektif Fiqh Al-Siyasah”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan perdamaian Aceh sekaligus memperkuat komitmen menjaga kedamaian yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade.
Dalam sambutan tertulis Bupati Bireuen yang dibacakan Mulyadi, disebutkan bahwa MoU Helsinki yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005 merupakan tonggak penting dalam mengakhiri konflik dan membuka lembaran baru bagi Aceh.
"Perdamaian bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus terus dirawat. Merawat perdamaian merupakan tanggung jawab kita bersama," kata Bupati.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat persaudaraan dan silaturahmi, saling menghormati, menghindari perpecahan serta menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah dan cara-cara damai.
Menurutnya, generasi penerus perlu memahami bahwa perdamaian merupakan nikmat yang mahal dan harus dijaga sepanjang masa.
Selain mengenang sejarah, zikir dan doa bersama juga menjadi sarana memohon kepada Allah SWT agar perdamaian Aceh terus diberi keberkahan, dijauhkan dari konflik dan perpecahan, serta masyarakat diberikan ketenteraman dan persaudaraan.
Bupati berharap, peringatan 21 tahun MoU Helsinki dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan komitmen seluruh masyarakat dalam menjaga perdamaian Aceh.
"Semoga damai tetap lestari sepanjang masa, karena damai itu indah,” ujarnya. (Joniful Bahri)

