![]() |
| 50 pemuda dari 17 Kecamatan berfoto bersama usai dibekali pelatihan pelopor pembangunan yang digelar oleh Disporapar Bireuen, di Desa Pante Karya, Kabupaten Bireuen. |
BIREUEN, KabarViral79.Com — Sebanyak 50 pemuda dari 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen mengikuti Pelatihan Kepemimpinan dan Kesukarelawanan Pemuda Pelopor Tahun 2026 yang digelar Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Bireuen.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 25–27 September 2026, dipusatkan di Desa Pante Karya, Kabupaten Bireuen.
Kegiatan tersebut menjadi wadah pembinaan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, karakter, kepedulian sosial dan jiwa kesukarelawanan generasi muda.
Kegiatan yang dilaksanakan melalui Bidang Kepemudaan Disporapar Bireuen itu mengusung konsep pembelajaran luar ruang.
Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengikuti berbagai aktivitas kelompok yang dirancang untuk membangun kedisiplinan, kemandirian, kekompakan dan kemampuan bekerja sama.
Sejumlah materi diberikan selama pelatihan, antara lain kepemimpinan, kepeloporan pemuda, kesukarelawanan, komunikasi dan kerja sama tim.
Peserta juga diarahkan untuk mengidentifikasi persoalan di lingkungan sekitar dan menyusun gagasan yang dapat diwujudkan melalui aksi nyata.
Kepala Disporapar Bireuen, Muhammad Almuttaqin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pemuda memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi harus berani tampil sebagai pelopor, penggerak sekaligus bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Semangat kepeloporan harus dimulai dari keberanian melihat persoalan di sekitar, kemudian melahirkan gagasan dan diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat," pesan Muhammad Almuttaqin dalam kegiatan tersebut.
Melalui pembelajaran di alam terbuka, peserta juga dilatih menghadapi berbagai tantangan secara bersama-sama.
Pola tersebut diharapkan mampu membentuk karakter pemuda yang tangguh, disiplin, mandiri serta mampu mengambil keputusan dan bekerja dalam tim.
Selain pembekalan, peserta menyusun gagasan dan rencana aksi yang diharapkan dapat diterapkan setelah kembali ke lingkungan masing-masing.
Rencana tersebut mencakup berbagai bidang, seperti sosial, lingkungan, kewirausahaan, pendidikan, kebudayaan dan kegiatan pembangunan lainnya.
"Kami dari Disporapar Bireuen berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada kegiatan pembekalan ini saja. Tetapi berlanjut menjadi gerakan nyata di tengah masyarakat," harapnya.
Para peserta juga didorong untuk mengembangkan potensi dan kreativitas masing-masing serta mengambil peran aktif sebagai pemuda pelopor yang mampu menghadirkan kegiatan positif dan memberikan manfaat bagi masyarakat di 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen. (Joniful Bahri)
