-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

PWI Somasi Pejabat Sekretariat DPRD Kabupaten Tangerang

By On Senin, Agustus 25, 2025


TANGERANG, KabarViral79.Com Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tangerang menyambangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang, di Komplek Perkantoran Pemda, Jl. H. Somawinata No. 1, Kadu Agung, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin, 25 Agustus 2025.

Kedatangan para wartawan ini untuk menyampaikan Somasi kepada oknum pejabat di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Tangerang berinisial D.

Ketua PWI Kabupaten Tangerang, Mulyo mengatakan, Surat Somasi telah disampaikan melalui loket penerimaan surat pada Sekretariat DPRD Kabupaten Tangerang.

Menurutnya, Somasi ini sebagai tindaklanjut atas pengaduan anggota PWI Kabupaten Tangerang berinisial ANF terkait dugaan intimidasi saat melaksanakan tugas-tugas profesi kewartawanan, beberapa hari lalu. 

“Kami hadir di sini hanya untuk mengantarkan Surat Somasi atau teguran kepada D, setelah minggu lalu kami menerima pengaduan dari ANF perihal dugaan intimidasi kepada ANF saat hendak meminta konfirmasi berita kepada D,” ujar Mulyo didampingi Sekretaris PWI Kabupaten Tangerang, Mohamad Romli dan Seksi Hukum dan Perlindungan Wartawan PWI Kabupaten Tangerang, Syukur Rahmat Halawa. 

Mulyo menegaskan, dalam Somasi itu termuat lima tuntutan PWI Kabupaten Tangerang kepada D. Mulai dari tuntutan agar D minta maaf secara terbuka kepada ANF dan kepada seluruh wartawan, membuat pernyataan dan memublikasikan permintaan maaf di media massa, hingga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari.

Apabila tuntutan itu tidak dilaksanakan, maka PWI Kabupaten Tangerang bersama ANF akan menempuh proses hukum. 

“Jadi, kami tidak main-main. Ini harus disikapi dengan serius. Mudah-mudahan hal serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari. Kalau Somasi ini tidak dihiraukan, tentu saja kami akan tempuh upaya lebih lanjut seperti membuat laporan di Kepolisian maupun Komisi Aparatur Sipil Negara,” ujar mantan Bendahara PWI Kabupaten Tangerang ini. 

Seksi Hukum dan Perlindungan Wartawan PWI Kabupaten Tangerang, Syukur Rahmat Halawa menambahkan, tindakan D terhadap ANF bukan saja intimidasi semata, namun terdapat indikasi perbuatan menghalangi atau menghambat pelaksanaan kegiatan jurnalistik atau kemerdekaan pers.

Menurutnya, hal ini sangat tidak etis dan tidak pantas dilakukan oleh seorang pejabat.

“Kami tidak lagi melihat persoalan ini sebagai urusan personal, tetapi ini sudah menyangkut harkat dan martabat profesi wartawan. Dari penjelasan ANF kepada kami, maka kami mengindikasikan ada dua peristiwa pidana diduga dilakukan oleh D, yaitu intimidasi atau ancaman dan tindakan menghambat atau menghalangi pelaksanaan kegiatan jurnalistik,” kata Rahmat. 

Dia menyebut, PWI berperan dalam memberikan Advokasi dan perlindungan hukum terhadap wartawan, terutama anggota PWI itu sendiri.

Sehingga, kata dia, setelah menerima pengaduan dari ANF, Pengurus PWI Kabupaten Tangerang langsung merespons dan menindaklanjuti sesuai kewenangan PWI.

“Sekali lagi, ini bukan lagi urusan pribadi. Ini berkaitan dengan profesi wartawan. Dalam melaksanakan tugas, wartawan dijamin dan dilindungi oleh Undang-Undang, sehingga tidak dapat dibenarkan ketika ada upaya pencegahan, pelarangan, atau penekanan. Jadi, kemerdekaan pers tidak boleh dilanggar,” tegas Rahmat.

Diketahui sebelumnya, PWI Kabupaten Tangerang menerima pengaduan perihal dugaan intimidasi terhadap ANF yang dilakukan oleh Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-Undangan Sekretariat DPRD Kabupaten Tangerang berinisial D. Pengaduan diterima pada Jumat, 22 Agustus 2025.

Peristiwa itu berawal dari carut-marut pengadaan makanan dan minuman pada acara Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tangerang, pada tanggal 17 Agustus 2025 dan tanggal 19 Agustus 2025.

Usai Rapat Paripurna, makanan dan minuman dibungkusi oleh oknum pejabat melalui pramukantor (office boy) Sekretariat DPRD Kabupaten Tangerang, sehingga sejumlah tamu tidak mendapat bagian termasuk para wartawan.

Ketika ANF hendak minta konfirmasi, D justru melontarkan kata-kata kasar dan tidak pantas kepada ANF. Bahkan, D menggebrak meja dan mengancam akan melaporkan ANF ke Kepolisian hingga menyatakan akan membuka borok ANF.

“D ini menjabat sebagai Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-Undangan Sekretariat DPRD Kabupaten Tangerang. Nah, saat ANF melakukan tugas jurnalistik, D malah menunjukkan arogansi, seperti mengancam ANF, mengancam keluarga ANF, mengancam akan melaporkan ANF ke Kepolisian, dan sebagainya. Hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi,” pungkasnya. (Reno)

Tiada Tawa Tanpa Noel

By On Senin, Agustus 25, 2025

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer saat dihadirkan sebagai tersangka usai terjaring OTT KPK pada konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat, 22 Agustus 2025. 

Oleh: Ari Junaedi

“Humor adalah senjata orang-orang yang tidak bersenjata. Humor membantu orang-orang tertindas untuk tersenyum pada situasi mereka terluka”. - Simon Wiesenthal.

BAGI penyintas kekejaman holocaust Nazi, Simon merasakan betul kekuatan dari humor. Setelah lulus dari Universitas Teknik Praha di 1932, hidupnya bahagia usai menikahi Cyla Muller.

Namun, kebahagian singkat yang dirasakan Simon segera sirna setelah ditangkap tentara Nazi yang merebut Kota Lwow di Polandia.

Nasib Simon seperti “dipermainkan” keadaan, dirinya lolos dari eksekusi di kamp konsentrasi Mauthasen, tapi orangtua beserta 89 orang kerabatnya tewas meregang nyawa.

Sedih berlarut-larut bagi Simon harus berganti menjadi “humor” yang menyembuhkan. Berkat caranya, Simon berhasil membangun jaringan intelijen internasional untuk memburu penjahat-penjahat Nazi yang masih buron.

Ratusan orang yang diduga penjahat perang berhasil ditangkap, di antaranya Adolf Eichmann – arsitek genosida Hitler untuk memusnahkan orang Yahudi.

Berkat Simon pula, Karl Jose Silberbauer yang bertanggung jawab atas penangkapan remaja putri Belanda, Anne Frank berhasil dicokok.

Kisah Anne Frank yang “ngumpet” di belakang rak buku rumah di Amsterdam selama pendudukan Nazi menjadi buku harian legendaris yang mengungkap deritanya sebagai buronan Nazi.

Mungkin Simon Wiesenthal lekat dengan humor, bahkan pernah terlanjur mengungkapkan kisah bualannya.

Simon pernah menyatakan kalau tentara Nazi membuat sup dari mayat orang Yahudi di kamp konsentrasi. Bertahun-tahun kemudian pengakuan ini dibantahnya.

Dalam sepuluh bulan terakhir ini pun, kita telah “dihibur” dengan aksi-aksi mirip Dedi Mizwar dalam film komedi “Jenderal Nagabonar”.

Lengkap dengan baju kebesarannya bertabur empat bintang di pundaknya. Dirinya selalu mengenalkan dengan lantang: “Saya Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer!”

Lagak dan gayanya membuat ciut nyali pengusaha yang menahan ijazah para karyawannya.

Kerap gayanya menggebrak meja, duduk “ngglosor“ di lantai, bahkan secara berulang-ulang menyebut dirinya mendukung hukuman mati untuk koruptor bajingan.

Di berbagai panggung media, entah di studio televisi atau di program siniar, komentarnya begitu galak dan menciutkan nyali koruptor.

Tekadnya begitu keras, tidak lembek dan garang terhadap penyelewengan yang dilakukan orang-orang di lingkar kekuasaan presiden.

Namun, lagak dan lagunya Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel sontak berubah drastis usai Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menggelar pengumuman statusnya bersama para pemalak biaya sertifikasi K-3 di Kementerian yang dipimpinnya.

Noel menangis dan ciut nyalinya saat ditampilkan di depan para pewarta yang memadati kantor KPK, Jumat (22 Agustus 2025).

Noel tidak lagi mengenakan seragam kebesarannya berbintang empat. Noel merajuk saat mengenakan rompi orange KPK dengan tangan terborgol.

Tidak ada lagi geratakan garang atau perkenalan nama dan jabatannya di awal pertemuan. Noel malah meminta amnesti kepada Presiden Prabowo.

Kali ini, Noel pasti melawak. Sidang kasusnya pun belum digelar dan vonis hakim pun belum inkrah.

Menertawakan Noel, Wujud Keletihan Publik

Maraknya fenomena humor satir yang membungkus persoalan politik dan sosial sekarang ini seperti menunjukkan dua sisi sikap publik: antara kedewasaan sekaligus keletihan.

Bayangkan, di saat masyarakat di Sumenep, Madura, masih dicekam wabah campak dan pemerintah provinsinya tidak berdaya, kita masih harus menelan kegeraman dengan ulah pejabat-pejabat 'tengik’ di Kementerian Ketenagakerjaan yang memalak calon tenaga kerja yang butuh sertifikasi K-3.

Di saat ada balita dari keluarga miskin bernama Raya asal Sukabumi yang meninggal karena ada kiloan cacing bersemayam di tubuhnya, masih ada anggota Dewan yang terhormat menyebut tunjangan Rp 50 juta per bulan untuk tempat tinggal adalah kewajaran.

Kemiskinan ada di mana-mana, sementara ada ketimpangan pendapatan dan pemerintah begitu abai.

Di saat guru dan dosen masih menggugat rendahnya pendapatan dan tunjangan, menteri keuangan malah melontarkan wacana pembiayaan dari partisipasi mayarakat.

Saya pun yakin dengan Anda, para pembaca, kalau Sri Mulyani kali ini tidak sedang membuat humor.

Di saat semua peluang pajak dijajaki pemerintah dan ketika efisiensi anggaran berimbas ke semua lini kehidupan, maka dipastikan beban rakyat akan semakin berat.

Sekali lagi, kita semua tidak yakin kalau Sri Mulyani paham dengan urusan dapur di rumah-rumah di pinggir Kali Code di Yogyakarta atau di Kampung Keling di Medan, Sumatera Utara.

Jangan salahkan publik yang menyikapinya dengan rasa humor ketika ada pejabat terjerat kasus korupsi.

Kekecewaan sekaligus melihat kemunafikan para pejabat kita, dialihkan publik dengan humor.

Publik secara sadar menyikapi setiap kejadian politik di negeri ini, dengan "menyalurkannya" dalam humor-humor satir.

Melalui humor, publik juga memperlihatkan ketidakberdayaannya atau rasa letihnya. Rasa tidak ada harapan melihat karut-marut program kerja yang dijalankan pemerintah. Mereka menuangkannya dalam humor satir, bahkan cenderung sarkastis.

Bagaimana Program Makan Bergizi Gratis yang semula dianggap membantu kehidupan rakyat miskin karena anak-anaknya sudah ditanggung makan siang gratis, kini menimbulkan tanya.

Orang tua mulai sadar, di saat ada program makan gratis untuk anak-anaknya, tetapi lapangan kerja mulai susah didapat dan pemerintah malah mengurangi program bantuan sosial.

Banyak orang yang mem-posting dan me-reposting untuk mengungkapkan humor politik di berbagai linimasa. 

Usai Noel dicokok KPK, bertaburan “humor” tentang Ketua Umum Relawan Jokowi Mania itu seperti; “Di dalam hartamu yang sedikit, ada hak para pejabat”; “Imanuel artinya Tuhan Beserta Kita. Ebenezer artinya Tuhan Menolong Kita. Tapi KPK tidak melindunginya”.

Patut disadari, humor itu merupakan kebutuhan bagi setiap orang. Orang bisa menolak perbedaan agama, budaya, bahasa atau apapun, tetapi tidak ada yang bisa menolak humor.

Segala sesuatu yang disampaikan dengan humor, meskipun menyakitkan, publik bisa menerimanya. Ada yang bisa membuat publik tersenyum senang, tetapi ada juga yang memang pahit dan tetap bisa ditelan karena humor. Humor adalah kekuatan yang tajam untuk mengkritisi apapun tanpa membuat orang menjadi marah.

Penelitian di Towson University Maryland tahun 2011, menyimpulkan bahwa humor satir dan komedi politik merupakan faktor penting dalam demokrasi.

Bahkan bisa digunakan sebagai salah satu cara untuk mengetahui kebenaran pernyataan atau kebijakan pemerintah selain menambah kepercayaan masyarakat dan pemerintah.

Tentu saja akhirnya adalah meningkatkan partisipasi politik masyarakat. Jadi publik seharusnya menanggapinya dengan humor ketika Noel “petantang-petenteng” dengan seragam berbintang 4. Toh baru 4, belum 5.

Sekali lagi, humor bisa berfungsi sebagai terapi untuk mengatasi ketidakwarasan dengan cara yang positif secara mental dan fisik.

Bahkan melalui terapi tertawa yang menyehatkan bisa mengurangi stres dan melepaskan hormon endorfin.

Dengan tertawa, tubuh bisa melepaskan energi negatif dan menghasilkan energi positif, sehingga meningkatkan kualitas hidup seseorang.

Kisah Teman Tidur Anggota Dewan

Ketika besaran gaji, tunjangan serta penggantian biaya perumahan bagi anggota DPR-RI mencuat ke publik, masyarakat menanggapinya dengan humor satir.

Meme anggota Dewan yang terhormat menunjukkan pesona Rp 3 juta sehari, maka rakyat miskin pun juga menampilkan pesona "Rp 100.000 siang malam, kadang dapat kadang tidak", sontak tersebar.

Bahkan ada kisah mengenai anggota DPR yang mendapat pesan chat dari seorang perempuan. Perempuan ini minta segera ditransfer Rp 10 juta ke rekeningnya.

Si anggota Dewan bertanya buat apa harus transfer segera? Balas perempuan tersebut, dia ingin kasus tidur barengnya bersama anggota Dewan tidak tersebar ke publik, apalagi bocor ke media online.

Tanpa banyak pertimbangan, si anggota Dewan tersebut segera mengirim uang sejumlah yang diminta perempuan tersebut.

Dirinya khawatir perempuan yang pernah tidur bareng tersebut membocorkan rahasianya. Apalagi anggota Dewan tersebut sampai lupa berapa banyak perempuan yang pernah diajaknya “bobo” bareng selama reses dan studi banding bersama mitra kerja.

Toh, dengan gajinya yang Rp 100 juta lebih per bulannya masih berlebih. Apalah arti uang Rp 10 juta.

Dasar perempuan lihai, dia mengirim kembali pesan chat agar anggota Dewan tersebut segera mentransfer lagi sebanyak Rp 25 juta.

Kali ini, anggota Dewan mulai berpikir siapa sebetulnya sosok perempuan itu. Anggota Dewan pun mengancam tidak akan mengirim uang yang diminta sebelum perempuan tersebut menyebutkan nama, mengirim foto dan menyebut lokasi tempat tidur bareng. Hanya saja, perempuan tersebut lebih gigih memintanya.

Karena penasaran, akhirnya anggota Dewan itu mengirim Rp 25 juta ke rekening yang dipilih perempuan itu.

Perempuan itupun akhirnya membocorkan jati dirinya usai menerima transfer ke dua sebesar Rp 25 juta, kalau dirinya adalah sama-sama yang “bobo” bareng di gedung parlemen saat Presiden Prabowo menyampaikan pidato kenegaraan kemarin.

Pidato kenegaraan Presiden Prabowo di sidang tahunan MPR tanggal 15 Agustus 2025 kemarin, berlangsung selama 1 jam 15 menit. Ada 6.000 kata yang disampaikan Prabowo atau rata-rata 80 kata setiap menit yang diucapkan Prabowo.

Sekali lagi, cerita perempuan yang tidur bareng dengan anggota Dewan di atas adalah cerita fiktif dan inilah humor politik.

“Selain kekuasaan tanpa kehormatan, sesuatu yang paling berbahaya di dunia adalah kekuasaan tanpa humor”. - Eric Sevareid (1912 - 1992), jurnalis senior di Amerika Serikat.


Penulis adalah Akademisi dan Konsultan Komunikasi


Sumber: Kompas.com

Semarak HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Gerak Jalan Sehat di Kelurahan Binong Meriah Lombanya dan Ada Door Prize

By On Senin, Agustus 25, 2025


TANGERANG, KabarViral79.Com Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Pemerintah Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, mengadakan acara gerak jalan sehat, Minggu, 24 Agustus 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat setempat dan menjadi momen yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya.

Rute gerak jalan santai ini dimulai dari jalan raya Binong melintas melalui Jalan Perumahan Binong, dan kembali lagi ke halaman Kantor Kelurahan Binong.

Selain gerak jalan, acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai rangkaian kegiatan, seperti lomba kreasi tumpeng dan doorprize.

Lurah Binong, Sukri mengatakan, kegiatan ini melibatkan seluruh kalangan, termasuk Karang Taruna, LPMK, dan Forum Ketua RW se-Kelurahan Binong, serta Forum Jurnalis Binong.

“Alhamdulillah, acara gegap gempita peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Kelurahan Binong berjalan dengan aman dan lancar. Momen ini memang ditunggu-tunggu oleh masyarakat kita setiap tahun,” ujarnya.

Sukri menambahkan, peringatan HUT kemerdekaan tahun 2026, berbagai kegiatan akan ditambah.

“Tadi kita sudah berkoordinasi bersama para Ketua RW, tahun depan kita akan menambah perlombaan cabang olahraga,” ungkapnya.

Sukri yang sebelumnya menjabat sebagai Lurah Curug Kulon, kini berkomitmen untuk membawa inovasi baru di Kelurahan Binong.

Ketua Panitia, Muhidin menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah membantu mensukseskan kegiatan ini.

“Kami mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada semua pihak yang sudah berkontribusi dalam acara ini,” ucapnya.

Dalam rangkaian perlombaan, pemenang gerak jalan sehat diraih oleh RW 03 dengan total hadiah Rp 1.000.000 untuk juara III, RW 04 dengan total hadiah Rp 1.500.000 untuk juara II, dan RW 02 yang kembali meraih juara I dengan total hadiah Rp 2.000.000.

Selain itu, lomba tumpeng juga menghasilkan pemenang, di mana juara 1 diraih oleh RW 03, juara 2 oleh RW 09, dan juara 3 oleh RW 07.

Muhidin juga meminta maaf jika masih ada kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan ini.

“Salam kompak selalu, Binong Madani Terdepan,” pungkasnya.

Dengan semangat kebersamaan dan partisipasi aktif masyarakat, acara Gerak Jalan Sehat di Kelurahan Binong menjadi salah satu wujud perayaan kemerdekaan yang penuh makna dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. (Reno)

Yayasan Al-Badar Launching Dapur Sehat MBG: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Gratis

By On Senin, Agustus 25, 2025


TANGERANG, KabarViral79.Com Tasyakuran dan pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang Bertempat di Pendopo Yayasan Al-Badar, Kp Dangdeur, Desa Dangdeur, Kecamatan JayantiKabupaten Tangerang, Banten, resmi dibuka, Minggu, 24 Agustus 2025.

‎Peresmian sekaligus tasyakuran dapur sehat program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini menandakan dibukanya SPPG yang nantinya akan mengurus dan mengawal program makan siang gratis yang telah dicanangkan Presiden Prabowo.

‎Launching SPPG di Yayasan Al-Badar ini dibuka oleh Ketua Yayasan Al-Badar H. Uwes Qurni, S.Ag, M.Si.

Dia menyampaikan, ada 1.500 peserta didik yang akan diberikan makan bergizi gratis, baik Al-Badar 1, dan Al-Badar 2.

“Insya allah kami akan uji coba makan gratis ini dengan memberikan kepada 1.500 siswa Al-Badar 1 dan Al-Badar 2 yang akan dimulai hari Senin, kita akan uji coba,” ujar H. Uwes Qurni dalam sambutannya.

‎‎Hadir dalam kesempatan itu, Kanwil Kemendag Provinsi Banten Amrullah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Dadan Gandana, Camat Jayanti Yandri Permana, Danramil Cisoka, Ketua PCNU Kabupaten Tangerang KH Mahmud Jumhur, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Ustur Ubadi, Ketua Yayasan Al-Badar H. Uwes Al Qurni, Kepala Desa Dangdeur H. Agus Sutaryo, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda. 

‎‎Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tangerang dalam sambutannya menyampaikan amanat Bupati mengapersiasi dengan adanya grand launching dapur sehat MBG ini. 

“Kehadiran Dapur Sehat ini menjawab semua kebutuhan gizi di tengah masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, sekaligus mendorong program pemerintah pusat yang digagas Presiden Prabowo,” ucap Kadis Pendidikan.

‎Di tempat yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Ustur Ubadi berharap MBG ini membawa manfaat untuk semua dan terutama untuk Ponpes Al-Badar.

“MBG ini adalah program dari pemerintah pusat. Jadi kita harus mendukung program dari pemerintah pusat. Ini sangat bermanfaat bagi siswa SD, SMP, SMA maupun SMK. Ini adalah yang pertama kali launching di Kecamatan Jayanti. Hadirnya MBG ini bisa melayani maksimal 4.000 makanan. Semoga bisa berjalan dengan baik dan tidak ada masalah,” ujarnya.

Di sesi akhir acara ditutup dengan pembacaan doa dari Tokoh Agama Desa Dangdeur dan sesi photo bersama serta pemotongan pita di dapur sehat MBG sebagai tanda dimulainya kegiatan Dapur MBG dipimpin Langsung oleh H. Uwes Qurni. (Eka Bulbul)

Peringati Milad ke-3, LSM BADAKK Santuni 100 Yatim Piatu dan Janda

By On Minggu, Agustus 24, 2025

 


SERANG, KabarViral79.Com — Memperingati hari jadi ke-3, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Barisan Depan Anti Koruptor dan Kriminal (BADAKK) menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim, piatu, yatim-piatu dan janda lansia di kawasan Kaujon, Kota Serang, Banten, Minggu (24/8/2025). Kegiatan sosial ini menjadi agenda tahunan yang rutin dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

Dalam acara tersebut, sekitar 100 anak yatim, piatu, yatim-piatu dan janda lansia dari lingkungan Kaujon dan wilayah Kota Serang menerima santunan. Kegiatan berjalan dengan lancar dan disambut antusias oleh warga.

“Alhamdulillah, acara santunan berjalan dengan lancar. Kami berikan santunan kepada anak-anak yatim dan janda tua sebagai bentuk kepedulian sosial. Ini sudah menjadi agenda rutin tahunan kami,” ujar Fitra Ryadi, Ketua Umum LSM BADAKK, di sela kegiatan.

Santunan ini tidak hanya diberikan kepada warga di sekitar lokasi acara, tetapi juga mencakup sejumlah anak yatim dari berbagai lingkungan di Kota Serang.

Pembina LSM BADAKK, Adi Muhdi/Acong, menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi kehadiran para tamu undangan dan rekan-rekan dari berbagai elemen yang telah mendukung.

“Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya, juga kepada teman-teman yang hadir dan ikut mendoakan kelancaran acara. Semoga ini menjadi berkah untuk kita semua,” kata Acong.

LSM BADAKK juga memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang turut berkontribusi, seperti Bank Banten, media Kilometer78.com dan Sidikberita.com yang telah memberikan dukungan publikasi dan bantuan lainnya.

“Semoga tahun depan kita bisa memberikan santunan lebih banyak lagi. Terima kasih untuk semua pihak yang sudah mendukung, khususnya para donatur,” ujar Fitra menutup pernyataannya. (Tim-Red)

Polres Bireuen Bekuk Pelaku Penganiayaan Istri Siri di Kawasan Sumatera Utara

By On Minggu, Agustus 24, 2025

Pelaku saat diamankan di salah satu gudang bongkar muat barang di kawasan Medan Sunggal, Sumatera Utara, Sabtu sore, 23 Agustus 2025. 

BIREUEN, KabarViral79.ComTim Opsnal Satreskrim dan Satintelkam Polres Bireuen berhasil menangkap pelaku penganiayaan terhadap Yusnidar (53), ibu rumah tangga asal Desa Matang Mamplam, Kecamatan Peusangan. Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 21 Agustus 2025.

Diketahui korban merupakan istri siri pelaku. Menurut keterangan saksi, penganiayaan tersebut dipicu cekcok masalah keluarga. Pelaku menganiaya korban dengan menggunakan senjata tajam hingga menyebabkan luka tusuk di dada sebelah kiri.

Usai kejadian, pelaku langsung melarikan diri. Sementara korban yang tidak sadarkan diri dilarikan warga ke Puskesmas Cot Iju, sebelum akhirnya dirujuk ke RSU dr. Fauziah Bireuen untuk penanganan medis lebih lanjut.

Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Herdani, S.I.K., M.Med., Kom., melalui Kasat Reskrim AKP Jeffryandi, S.Tr.K., S.I.K., M.Si., membenarkan penangkapan pelaku yang berinisial HA (36), warga Pante Pisang, Peusangan.

“Alhamdulillah, kami berhasil menangkap HA yang merupakan pelaku penganiayaan terhadap Yusnidar. Dari keterangan saksi, peristiwa ini dipicu cekcok rumah tangga. Pelaku kami amankan di salah satu gudang bongkar muat barang di kawasan Medan Sunggal, Sumatera Utara, pada Sabtu sore, 23 Agustus 2025,” jelas AKP Jeffryandi.

Ia menambahkan, setelah menerima laporan dari pihak keluarga korban, pihaknya langsung melakukan pengembangan dan pencarian hingga akhirnya pelaku berhasil dibekuk.

Pelaku kini diamankan di Mapolres Bireuen untuk proses penyelidikan lebih lanjut dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. (Joniful Bahri)

Soal Dugaan Intimidasi Wartawan oleh Oknum Pejabat Sekretariat DPRD Kabupaten Tangerang, Alam: Wajar Jika Ketua PWI Merasa Geram

By On Minggu, Agustus 24, 2025


TANGERANG, KabarViral79.Com Dugaan intimidasi terhadap salah satu  wartawan oleh oknum pejabat Sekretariat DPRD Kabupaten Tangerang memicu kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tangerang.

Alam, salah satu pemilik  beberapa perusahaan media yang tergabung dalam Geram Grup, menilai wajar jika Ketua PWI merasa geram atas tindakan oknum pejabat berinisial “D” yang diduga melakukan intimidasi tersebut.

‎“Seharusnya saudari D belajar dari pengalaman yang sudah-sudah. Saya yakin D tahu persis tentang tugas seorang wartawan. Apalagi informasi yang saya dengar, wartawan itu hanya sekedar melakukan konfirmasi. Kan tinggal jelaskan saja atau klarifikasi kepada teman-teman wartawan terkait apa yang ditanyakan, jadi tidak perlu membentak apalagi sampai gebrak meja. Kata anak sekarang mah, ga usah pake urat,” ujar Alam.

‎Menurut Alam, hubungan baik antara wartawan dan DPRD seharusnya saling mendukung, bukan justru menciptakan gesekan.

“Kita semua tahu kalau kawan-kawan di DPRD juga membutuhkan wartawan dalam setiap kegiatannya. Jadi tidak sepantasnya ada kejadian seperti itu,” tambahnya.

‎Alam menegaskan, sikap Ketua PWI Kabupaten Tangerang yang mengecam keras peristiwa tersebut adalah hal yang sangat tepat.

“Saya sendiri sebagai salah satu CEO beberapa perusahaan media di bawah naungan Geram Grup juga merasa terusik. Wajar jika hal ini memancing reaksi dari kawan-kawan wartawan. Jangan sampai kejadian seperti itu  terulang kembali, karena ini menyangkut marwah profesi wartawan yang dilindungi undang-undang,” tegasnya.

‎Peristiwa dugaan intimidasi ini kini menjadi sorotan berbagai kalangan, dan diharapkan menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak untuk lebih menghargai tugas jurnalistik serta menjaga kemitraan antara lembaga legislatif dengan insan pers. (Eka Bulbul)

Gubernur Andra Soni Targetkan Ruang Bersama Indonesia di Tiap Kecamatan, Desa dan Kelurahan

By On Minggu, Agustus 24, 2025

Gubernur Banten, Andra Soni saat menghadiri Peluncuran RBI Banten dan Festival Dolanan Anak di Kampung Pekijing, Kelurahan Kalang Anyar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Sabtu, 23 Agustus 2025. 

SERANG, KabarViral79.Com Gubernur Banten, Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam memperluas keberadaan Ruang Bersama Indonesia (RBI) hingga ke seluruh kecamatan dan desa di Provinsi Banten. Keberadaan RBI memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Hal itu disampaikan saat Andra Soni menghadiri Peluncuran RBI Banten dan Festival Dolanan Anak di Kampung Pekijing, Kelurahan Kalang Anyar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Sabtu, 23 Agustus 2025.

Andra Soni hadir bersama Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Banten Mira Deden.

Andra Soni menilai keberadaan RBI merupakan langkah nyata dalam memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Ia menyebut, ruang yang ramah anak, sarat edukasi, serta mendukung kreativitas akan menjadi benteng dari ancaman negatif di era digital.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas keberadaan Ruang Bersama Indonesia sebagai upaya kolaboratif untuk memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Provinsi Banten,” ujarnya.

Terkait Festival Dolanan dan pementasan sandiwara anak yang digelar bersamaan, menurut Andra dapat memberikan warna baru dalam upaya melestarikan tradisi permainan rakyat sekaligus meningkatkan kebahagiaan anak-anak.

“Kami berharap RBI dapat tersedia di setiap kecamatan, desa, hingga kelurahan. Melalui kegiatan bermain di luar ruangan, olahraga, membaca, menggambar, hingga permainan tradisional, kita bisa mencegah dampak negatif gadget sekaligus membangun karakter anak yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujarnya.

Andra Soni menegaskan terhadap perkembangan jaman saat ini banyak anak-anak yang ketergantungan gadget.

Ia menilai, gadget bukan untuk dijauhi sepenuhnya, melainkan diarahkan agar bermanfaat bagi peningkatan literasi digital dan pengembangan wawasan anak-anak.

Peluncuran RBI Banten merupakan bagian dari program nasional Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

Dia berharap agar sinergi lintas sektor yakni pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat bisa terjalin semakin kuat untuk memperbanyak ruang ramah terhadap perrmpuan dan anak di Provinsi  Banten.

“Kami ingin implementasi regulasi perlindungan anak, termasuk PP Nomor 17 Tahun 2025, benar-benar dijalankan di daerah. Hal ini penting agar anak-anak terlindungi dari paparan konten digital yang merugikan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB), Siti Maani Nina menyebut, RBI hadir bukan sekadar sebagai ruang bermain, melainkan wadah pembentukan karakter, peningkatan literasi, hingga penguatan keluarga.

Di Kampung Pekijing, RBI bahkan melibatkan anak-anak dalam kegiatan membaca untuk lansia, sehingga tercipta suasana kebersamaan lintas generasi. Pengelolaan yang melibatkan kader dan masyarakat juga menjadikan RBI bagian dari gerakan kolektif.

Selain itu, kata Nina, RBI menjadi sarana sosialisasi untuk menekan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, mendorong pola pengasuhan layak, serta mempercepat upaya penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem.

“Kami (Pemprov Banten-red) berupaya anak-anak Banten tumbuh dan berkembanh dalam lingkungan yang aman, nyaman, serta penuh kreativitas,” ujarnya.

“Ini bagian dari ikhtiar kita menyongsong Indonesia Emas 2045. Anak-anak hari ini adalah pemimpin di masa depan. Maka tugas kita memastikan mereka tumbuh dalam ekosistem yang sehat, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman,” imbuhnya.

Tokoh Masyarakat Kampung Pekijing, Edi Suryadi menyambut positif peluncuran RBI dan Festival Dolanan.

Menurutnya, kegiatan ini sangat dinantikan warga karena memberikan manfaat nyata bagi kampung Pekijing yang dikenal sebagai Kampung Literasi.

“Kegiatan ini sangat luar biasa dan ditunggu-tunggu. Harapannya semoga membantu pembangunan di Kampung Literasi Pekijing. Karena kami butuh dukungan dari semua pihak, terutama dari Bapak Gubernur dan Walikota Serang untuk lebih memajukan kampung halaman, baik dari bidang literasi, pemberdayaan perempuan, anak, lansia, maupun ekonomi keluarga,” ungkapnya. (*/red)

Polda Banten Didemo Gegara Oknum Brimob Terlibat Pengeroyokan Wartawan

By On Minggu, Agustus 24, 2025

Sejumlah wartawan di Banten menggelar aksi imbas pengeroyokan terhadap wartawan dan staf Humas KLH di depan Mapolda Banten

SERANG, KabarViral79.Com Puluhan wartawan dari berbagai media di Provinsi Banten menggelar demonstrasi imbas pengeroyokan terhadap wartawan dan staf Humas Kementerian Lingkungan Hidup di Jawilan, Kabupaten Serang, Banten.

Mereka menuntut Polda Banten mengusut tuntas kasus yang melibatkan oknum anggota Brimob tersebut.

Aksi demo yang digelar di depan Markas Polda Banten di Jl Syekh Nawawi, Kota Serang.

Puluhan wartawan itu membawa poster tuntutan dan kecaman terhadap peristiwa rekan mereka saat meliput penyegelan pabrik pengolahan timbal PT Genesis Regeneration Smelting.

“Tangkap dan adili pelaku kekerasan kasus kemarin, baik yang menganiaya wartawan, yang menganiaya Humas Kementerian, ataupun menganiaya teman-teman kita yang sedang melakukan tugas-tugas jurnalistik,” ujar Ketua Pokja Wartawan Provinsi Banten, Saprol, dalam orasinya, Jumat, 22 Agsutus 2025.

Diketahui, Polisi sudah mengamankan empat terduga pelaku, yakni dua sekuriti perusahaan dan dua anggota Brimob Polda Banten.

Dua sekuriti ditahan di Polres Serang dan dua anggota Brimob ditahan di ruang tahanan Propam Polda Banten.

Sementara itu, korban pengeroyokan, Rifqi menceritakan peristiwa yang dialami saat proses peliputan tersebut.

Menurutnya, peristiwa pengeroyokan itu terjadi sangat cepat saat para wartawan selesai meliput dan hendak pulang.

“Setelah doorstop, kami keluar. Memang dikawal oleh satpam perusahaan, tapi lagi-lagi kami punya firasat yang tidak baik. Akhirnya petugas keamanan mengarahkan kita dari media disuruh kumpul ke area parkir--lokasi kita dikeroyok. Di situ dari sebelah kanan sudah ada orang, dari depan PT Genesis sudah banyak orang. Jadi kita dikerumuni di tengah-tengah halaman parkir itu,” ujarnya.

Saat di parkiran, Staf Humas KLH dikeroyok dan Rifqi dikejar oleh orang tak dikenal hingga dipukuli. Beberapa wartawan juga sempat dikejar tapi berhasil menyelamatkan diri dari kejaran tersebut.

“Di situlah terjadinya pengeroyokan. Ini peristiwa terjadi begitu cepat. Humas dan kita sudah naik kendaraan masing-masing tinggal ngegas motor, tapi kejadiannya begitu cepat. Humas KLH dipiting oleh petugas perusahaan,” ujarnya. (*/red)

Noel, dari Ojol ke Wamenaker, lalu Jatuh di Tikungan Kekuasaan

By On Minggu, Agustus 24, 2025

Mantan Wamenaker Noel

Oleh: M. Ikhsan Tualeka

KABAR penangkapan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer atau Noel oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terasa pahit. Bagi publik, mungkin ini sekadar cerita pejabat yang lagi-lagi terseret kasus hukum.

Namun bagi saya, kabar itu punya makna berbeda: ironi hidup dari seorang yang pernah saya kenal —meski tak begitu dekat, sekaligus potret getir perjalanan seorang aktivis yang menembus kekuasaan, tapi tersandung di jalan berliku.

Saya mengenal Noel ketika sama-sama terlibat atau menginisiasi Muda-Mudi Ahok, inisiatif anak mendorong Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) maju lewat jalur independen dalam perhelatan Pilkada DKI Jakarta 2017.

Gerakan itu akhirnya bubar karena Ahok lebih memilih maju lewat jalur koalisi partai politik. Namun dari situ saya melihat Noel tampil dengan semangat berapi-api, berani ikut melawan arus politik mapan. Ia vokal, bahkan kadang kontroversial. Namun, di balik itu saya melihat idealisme yang kuat.

Saya juga tahu, seperti juga aktivis lainnya di Ibu Kota, jalan hidup Noel tak pernah mudah. Jakarta adalah kota yang keras. Ia pernah jatuh, merasakan getirnya hidup sampai harus menjadi pengemudi ojek online untuk sekadar bertahan.

Itu adalah fase hidup yang mestinya menumbuhkan empati lebih dalam, sekaligus mengingatkan betapa beratnya perjuangan menapaki jalan menuju posisi terhormat di negeri ini, menjadi pejabat negara.

Ketika Noel akhirnya masuk atau mendapat tempat di lingkaran kekuasaan, menjabat Wakil Menteri Ketenagakerjaan, saya bayangkan itu sebagai buah perjalanan dan perjuangan panjang penuh liku. Dari seorang aktivis jalanan, yang sempat hidup pas-pasan, hingga akhirnya masuk kabinet.

Namun, justru di situlah jebakan sesungguhnya. Jabatan membawa fasilitas, protokoler, dan kuasa yang kadang membuat orang lupa daratan.

Kini Noel ditangkap KPK. Apakah benar ia melakukan pemerasan, ataukah ada operasi politik di balik OTT ini, akan kita lihat bersama.

Prinsip praduga tak bersalah harus tetap dikedepankan. Apapun hasilnya nanti, kasus ini memberi pelajaran penting—bukan hanya untuk Noel, tetapi untuk seluruh aktivis yang kini berada di lingkaran kekuasaan, maupun yang bakal masuk kekuasaan.

Aktivis yang Lupa Akar

Banyak kita saksikan, aktivis yang setelah mendapat jabatan justru berubah. Mereka lupa akar perjuangan, lupa hari-hari sederhana yang dulu mereka jalani. Padahal, identitas aktivis bukan bisa dicopot atau dipakai sesuka hati.

Menjadi aktivis itu sesungguhnya adalah panggilan moral, yang seharusnya tetap hidup dan melekat, meski sudah duduk di kursi empuk kekuasaan.

Menjadi pejabat seharusnya tidak membuat seorang berlatar aktivis kehilangan orientasi.

Justru pengalaman di jalanan, bersama rakyat kecil, mestinya menjadi kompas moral untuk memandu diri dalam menjalankan jabatan.

Namun, justru yang seringkali terjadi adalah sebaliknya: jabatan malah menjauhkan mereka dari rakyat, membuat mereka larut dalam fasilitas, lupa darimana mereka berasal. Seakan mereka balas dendam atas kesulitan hidup di masa lalu.

Noel mungkin hanya salah satu contoh. Kasusnya harus menjadi alarm keras bagi aktivis-aktivis lain. Jangan sampai mereka terseret pola yang sama: idealisme tinggi ketika di luar, tapi rapuh begitu berada di dalam.

KPK dan Bayangan Operasi Politik

Di sisi lain, publik juga berhak mengkritisi KPK. Lembaga antirasuah ini lahir dengan harapan besar sebagai benteng melawan korupsi. Namun, kini kerap dipersepsikan lemah, tidak lagi sekuat dulu. Karena itu, setiap langkah dan upaya KPK harus benar-benar transparan dan akuntabel.

OTT terhadap Noel harus dipastikan berjalan dalam koridor dan skema penegakan hukum yang jelas, sehingga tak dipersepsikan sebagai alat politik. Sesuatu yang beralasan, apalagi bila melihat ada pejabat sekelas menteri yang sudah bolak-balik diperiksa aparat penegak hukum malah mandek kasusnya.

Kasus Firli Bahuri mantan Ketua KPK yang sudah jadi tersangka pun hilang ditelan bumi. Itu artinya, bila KPK hanya dianggap instrumen kekuasaan atau kompatriot oligarki untuk menyingkirkan lawan atau mengendalikan sekutu, kepercayaan publik akan semakin runtuh.

Noel mungkin salah langkah, khilaf karena terlena, atau barangkali ia adalah korban. Namun, apapun kebenarannya nanti, kisah ini adalah pengingat pahit bahwa politik Indonesia masih penuh jebakan.

Bahwa garis antara idealisme dan pragmatisme sangat tipis. Bahwa siapapun, bahkan seorang aktivis yang pernah hidup sederhana dan berjuang keras, bisa jatuh bila kehilangan pegangan moral.

Saya tidak menulis ini untuk membela Noel. Saya ingin menekankan bahwa kasus ini adalah refleksi kolektif. Bagi publik, agar tidak cepat melupakan bahwa para pejabat kita adalah manusia dengan segala keterbatasannya.

Bagi aktivis, agar tetap sadar dari mana mereka berasal, dan tidak membiarkan kekuasaan menggerus idealisme. Dan bagi KPK, dan aparat penegak hukum lainnya agar bekerja dengan penuh integritas, sehingga tidak dipersepsikan sebagai tangan kekuasaan dan oligarki.

Noel mungkin akan dikenang dengan kontroversinya, dengan keberaniannya, juga dengan kejatuhannya. Namun, setidaknya kisahnya memberi kita pelajaran: bahwa perjuangan (aktivis) tidak berhenti di jalanan, dan ujian sesungguhnya justru datang ketika seseorang sudah diberi atau berada di dalam lingkaran kekuasaan.


Penulis adalah Pegiat Perubahan Sosial


Sumber: Kompas.com

Wabup Intan Hadiri Seleksi Kang Nong Kabupaten Tangerang 2025 Dibuka, Pemenang Akan Disaring Jadi 24 Finalis

By On Sabtu, Agustus 23, 2025


TANGERANG, KabarViral79.Com Ajang Pemilihan Kang Nong Kabupaten Tangerang Tahun 2025 secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, di Summarecon Digital Center, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Sabtu, 23 Agustus 2025.

Kegiatan bergengsi ini dihadiri oleh ratusan finalis terpilih yang siap berkompetisi menjadi duta budaya dan pariwisata daerah.

Dari 48 pemenang akan disaring kembali menjadi 24 finalis atau 12 pasang Kang Nong Kabupaten Tangerang.

Dalam sambutannya, Wabup Intan menyampaikan harapannya agar ajang ini mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, berkarakter dan memiliki kepedulian terhadap daerahnya serta berperan aktif dalam pembangunan daerah.

“Kehadiran Kang Nong adalah bagian dari strategi promosi daerah yang berkelanjutan serta sarana untuk memperkenalkan potensi wisata dan kearifan lokal Kabupaten Tangerang,” ujar Intan.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata, seni, dan budaya sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan dan peningkatan daya saing daerah.

“Dengan adanya Kang Nong, kita berharap lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas dan berkarakter, tetapi juga bangga dan cinta terhadap daerahnya sendiri,” imbuhnya.

Wabup Intan juga menekankan peran penting para finalis dan pemenang nantinya yang akan menjadi garda terdepan dalam memperkenalkan potensi pariwisata, seni budaya, serta kearifan lokal Kabupaten Tangerang ke tingkat nasional bahkan internasional.

“Kepada para peserta audisi, saya berpesan untuk menjadi pribadi yang percaya diri, kreatif, inovatif, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal. Saudara-saudara adalah representasi dari wajah Kabupaten Tangerang yang akan dikenal luas,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pariwisata pada Disporabudpar Kabupaten Tangerang, Aci Sulastriyana menjelaskan, proses seleksi masih akan berlanjut hingga ditetapkan 24 finalis atau 12 pasang Kang dan Nong.

“Nanti 48 pemenang ini akan disaring kembali menjadi 24 finalis. Jadi 12 pasang. Besok, insya Allah, kegiatan akan dilanjutkan di Hotel Lemo. Di sana para peserta akan diberikan berbagai pembekalan agar siap menjawab pertanyaan dari dewan juri,” jelasnya.

Aci menambahkan, rangkaian kegiatan ini telah dimulai sejak bulan Juli 2025 dengan proses sosialisasi yang melibatkan 29 kecamatan se-Kabupaten Tangerang.

“Harapannya, ajang ini bisa melahirkan Kang Nong yang berprestasi. Karena mereka bukan hanya bersaing dalam ajang ini, tapi juga harus memiliki karakter yang kuat dan mampu membawa nama Kabupaten Tangerang ke tingkat yang lebih tinggi,” ungkap Aci. (Reno)

Daftar Calon Ketua PWI 2025-2030, Hendry Ch Bangun Akan Membangun Kembali PWI yang Lebih Baik

By On Sabtu, Agustus 23, 2025


JAKARTA, KabarViral79.Com Hendry Ch Bangun resmi mendaftar sebagai calon Ketua Umum PWI Pusat dengan menyerahkan surat dukungan dari 17 Ketua PWI daerah. 

Wakil Ketua Dewan Pers Periode 2019-2022 ini datang bersama Sihono, bakal calon Ketua Dewan Kehormatan ke Sekretariat Kongres Persatuan PWI 2025 di Hall Dewan Pers, Jakarta, Sabtu, 23 Agustus 2025.

HCB, panggilan akrab Hendry Ch Bangun menyerahkan surat persyaratan pendaftaran yang diterima langsung oleh Ketua Steering Comitte (SC) Panitia Kongres Persatuan PWI 2025, Zulkifli Gani Otto

Hadir pula anggota Dewan Pers Totok Suryanto dan Ketua Organising Comitte (OC) Marthen Selamet, Wakil Ketua Raja Parlindungan Pane.

HCB dan Sihono datang ke Sekretariat Kongres Persatuan PWI 2025 bersama Sekjen PWI Iqbal Irsyad dan Plt Ketua Dewan Kehormatan Noeh Hatumena. Ketua Dewan Pakar Sayid Iskandarsyah serta para pendukung yang sebagian berasal dari Ketua PWI daerah.

Ketua PWI daerah yang ikut mendampingi HCB, di antaranya Ketua PWI Kalimantan Selatan Zainal Helmi dan Ketua PWI Sumatera Utara Farianda Putra Sinik.

Dari puluhan pengantar terlihat juga sejumlah pendukung dari Riau, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat (Jabar). 

Sehari sebelumnya, Dirut Perum LKBN Antara, Akhmad Munir yang maju sebagi calon Ketua Umum PWI dengan Atal S Depari, calon Ketua Dewan Kehormatan sudah mendaftar.

Keduanya menyerahkan surat pendaftaran ke Sekretariat Kongres Persatuan PWI, pada Jumat, 22 Agustus 2025.

Dalam pengantarnya, HCB menjelaskan, angka 17 dari daerah yang memberi dukungan secara resmi adalah sebagai simbol  Hari Kemerdekaan, 17 Agustus.

Di momen itu, HCB dengan tegas menyatakan dirinya adalah calon independen sesuai dengan marwah PWI sebagai organisasi wartawan yang independen.

“Kami bukan wakil pemerintah,” tegas HCB.

HCB juga berharap agar Kongres Persatuan PWI ini merupakan langkah untuk mempersatukan seluruh anggota PWI.

“Jangan nengok spion ke belakang lagi, mari kita maju. Semoga kongres berjalan lancar,” ujar HCB. 

Calon Ketua Dewan Kehormatan, Sihono mengatakan, kehormatan itu tidak perlu diomongkan, tapi dijalankan.

Direktur Pers Pancasila ini berharap pengurus PWI memegang teguh akar organisasi, yakni AD/ART dan kode etik. 

“Feeling saya persatuan akan terjadi,” ujar Sihono. 

Zulkifli Gani Otto mengatakan, Kongres Persatuan PWI berlangsung selama dua hari, yakni 29 dan 30 Agustus 2025.

Hari pertama, lanjut Zulkifli, agenda pra kongres. Hari kedua, pemilihan Ketua Umum PWI dan Ketua Dewan Kehormatan.

“Nanti akan ada penandatanganan fakta integritas dari tiga pihak, yaitu SC, OC, para Ketua PWI daerah dan calon Ketua Umum,” ujarnya. (Reno)

Sukses Laksanakan Rangkaian Kegiatan, Warga Apresiasi Panitia PHBN Kecamatan Bayah

By On Sabtu, Agustus 23, 2025

 


LEBAK, KabarViral79.Com – Suksesnya penyelenggaraan Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Kecamatan Bayah mendapat apresiasi luar biasa dari warga. Hal ini disampaikan oleh tokoh senior Lebak Selatan, A. Erwin Komara Sukma, yang mengungkapkan rasa bangganya melihat keberhasilan rangkaian kegiatan PHBN yang digelar di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Sabtu (23/08/2025).

“Semua ini tentunya berkat kesiapan yang sangat matang dan terkonsep dengan baik, berkat menyatunya pemahaman semua jajaran kepanitiaan yang terlibat. Ini sangat luar biasa, selama yang Aa ketahui, ini adalah yang paling meriah. Banyak cabang yang dilombakan hingga akhir perhelatan, semuanya berjalan aman dan kondusif. Selamat buat jajaran kepanitiaan semuanya, semoga tahun depan bisa lebih meriah dengan tetap menjaga kondusifitas,” ujar Aa.

Sementara itu, Ketua Umum PHBN Kecamatan Bayah, Ruyanta, S.Pd., M.Pd., mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran panitia atas dedikasi, loyalitas, totalitas, dan royalitas dari awal persiapan hingga akhir rangkaian kegiatan yang berjalan lancar, aman, dan kondusif.



“Tak lupa kami juga haturkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan mensupport demi kelancaran kegiatan. Semoga kebaikan Bapak/Ibu mendapat keberkahan serta pahala dari Allah SWT. Kami juga ucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah turut andil dalam rangkaian kegiatan, serta seluruh warga Kecamatan Bayah yang begitu antusias menyaksikan berbagai perlombaan, khususnya cabang sepak bola di sore hari. Dengan kedewasaan warga, semuanya bisa menjaga kondusifitas hingga final,” ungkap Ruyanta.

Terpisah, Camat Bayah, Dadan Juanda, S.Sos., M.A., menyampaikan rasa bangganya. “Ini adalah kado buat saya. Suksesnya PHBN Kecamatan Bayah tidak lepas dari solidaritas dan kekompakan semua unsur Forkopimcam Bayah, seluruh jajaran panitia, serta dukungan masyarakat. Selamat buat semuanya, semoga Bayah yang kita cintai menjadi daerah yang luar biasa kemajuannya dalam semua bidang,” ucap Dadan Juanda.

(Cup/Uday)