-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Video: Wakapolri Akui Banyak Kapolsek, Kapolres dan Direskrimum Under Performance

By On Selasa, November 18, 2025


JAKARTA, KabarViral79.ComWakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Dedi Prasetyo mengakui, banyak pejabat Kepolisian di level wilayah belum menunjukkan kinerja optimal.

Berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan Polri, dari 4.340 Kapolsek, mayoritasnya under performance atau tidak memenuhi standar kinerja. Kondisi hampir serupa juga terjadi di tingkat Kapolres.

“Kami lihat dari 4.340 kapolsek 67 persen ini under performance. Kenapa under performance? Hampir 50 persen kapolsek kami itu diisi oleh perwira-perwira lulusan PAG,” kata Dedi dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, Selasa, 18 November 2025.

“Kemudian Kapolres, dari 440 Kapolres yang sudah kami lakukan assessment, sebanyak 36 Kapolres kami under performance. Ini catatan dari kami kami harus melakukan perbaikan,” imbuhnya. (*/red)

Video: Wakapolri Akui Polri Lambat Respons Aduan, Masyarakat Lebih Mudah Lapor ke Damkar

By On Selasa, November 18, 2025


JAKARTA, KabarViral79.Com Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya terus melakukan perbaikan terhadap pelayanan publik khususnya yang berbasis digital. 

Dia menyadari, saat ini masyarakat lebih sering dan mudah lapor ke pemadam kebakaran (Damkar) dibandingkan Polri karena cepat mendapatkan respon.

Dedi lantas mengungkit quick responses time Polri yang masih lambat.

Hal itu disampaikan Dedi dalam rapat bersama Komisi III DPR RI, Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Mahkamah Agung (MA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 18 November 2025. (*/red)

Lapas Serang Tingkatkan Pembinaan dan Keamanan Melalui Audiensi dengan Bupati Serang

By On Selasa, November 18, 2025

 


Serang, KabarViral79.ComKepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Serang, Riko Stiven, dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Banten, Ali Syeh Bana, melakukan audiensi dengan Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, pada hari ini di ruang tamu Bupati Serang, Selasa, 18 November 2025.

Audiensi ini bertujuan untuk meningkatkan pembinaan dan keamanan di Lapas Serang, serta memperkuat kerjasama antara Lapas Serang dan Pemerintah Kabupaten Serang.

Dalam pertemuan ini, Kepala Lapas Serang, Riko Stiven, menyampaikan laporan tentang kondisi Lapas Serang dan rencana pengembangan pembinaan warga binaan. Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Banten, Ali Syeh Bana, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Serang dalam meningkatkan pembinaan dan keamanan di Lapas Serang.

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, menyambut baik audiensi ini dan berjanji untuk terus mendukung upaya Lapas Serang dalam meningkatkan pembinaan dan keamanan. “Kami akan terus mendukung Lapas Serang dalam meningkatkan pembinaan dan keamanan, serta memperkuat kerjasama antara Lapas Serang dan Pemerintah Kabupaten Serang,” ujarnya.

Audiensi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembinaan dan keamanan di Lapas Serang, serta memperkuat kerjasama antara Lapas Serang dan Pemerintah Kabupaten Serang.

Diduga Lakukan Penipuan dan Gelapkan Traktor Kelompok Tani, Oknum Kades Kadudamas Rugikan Warga 13 Juta: APH Diminta Segera Bertindak

By On Selasa, November 18, 2025

 


Lebak, KabarViral79.Com — Dugaan skandal kotor kembali menyeret nama Kades Kadudamas, inisial A, yang dicurigai telah melakukan penipuan senilai 13 juta rupiah terhadap warganya sendiri, almarhum K, warga Kampung Cariu, Kecamatan Cirinten, Lebak. Bermodus iming-iming mesin traktor, uang itu tak pernah kembali, traktornya pun tak kunjung ada—bahkan hingga korban meninggal dunia, sepeser pun tak dikembalikan, Selasa, (18/11/2025).

Keluarga almarhum kini menuntut hak mereka dipulangkan. Istri korban menegaskan ia sudah berkali-kali menagih, namun oknum kades justru kerap menghindar. “Uang kami tidak pernah dikembalikan, bahkan saat suami saya meninggal pun tidak ada itikad baik. Saya sudah capek nagih,” tegasnya.

Tak berhenti di situ. Kades A juga diduga menjual traktor bantuan pemerintah milik kelompok tani Kampung Cariu kepada warga berinisial DD sebesar Rp14.500.000. Traktor itu merupakan bantuan aspirasi tahun 2023, namun malah diperdagangkan seolah aset pribadi.

DD mengakui mengeluarkan uang lebih dari 14 juta untuk menebus traktor tersebut melalui tangan kanan sang kades. “Iya pak, saya bayar lewat BI dan AT. Barangnya juga ada di bawah,” ungkapnya.

Ketika dimintai klarifikasi melalui WhatsApp, Kades A memilih bungkam. Pesan dibaca, tanggapan tak ada. Sikap ini menimbulkan tanda tanya besar: apa yang sebenarnya disembunyikan?

Perbuatan ini berpotensi menjerat pasal berlapis:

* Pasal 378 KUHP (Penipuan) ancaman 4 tahun penjara

* Pasal 416 KUHP (Penggelapan Barang Milik Pemerintah) ancaman 7 tahun penjara

Atas temuan ini, Amri, anggota LSM GMBI, mendesak Polres Lebak turun tangan.

“APH harus segera bertindak. Dugaan penipuan dan penggelapan ini tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.

(US/HKZ)

PAMAL Geruduk Kantor PT Indoarabica Mangkuraja, Soroti Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi

By On Selasa, November 18, 2025

 


Lebong, KabarViral79.Com – Aksi demonstrasi dan audiensi yang digelar Lembaga PAMAL (Perkumpulan Aksi Masyarakat Anti Mafia) di depan kantor PT. Indoarabica Mangkuraja pada Senin, 17 November 2025, mengungkap dugaan praktik penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar untuk operasional perusahaan. Tuduhan ini mencuat dalam orasi dan diperkuat dalam sesi audiensi tertutup, di mana manajemen perusahaan diduga tak mampu memberikan jawaban memadai, Selasa, (18/11/2025).

Audiensi yang digelar pascademonstrasi itu menghadirkan perwakilan PAMAL berhadapan langsung dengan jajaran manajemen PT. Indoarabica Mangkuraja, yakni Parlin Sihaloho (Manajer Operasional) dan Ulfa (Manajer Perizinan). Dialog dimoderatori langsung oleh Kasat Intelkam Polres Lebong, AKP. Edi Suprianto, dan disaksikan oleh Danramil Lebong Selatan serta sejumlah anggota kepolisian setempat.

Dalam kesempatan itu, Ketua PAMAL secara langsung menanyakan pertanggungjawaban atas dugaan penggunaan solar bersubsidi. Menurut keterangan yang dihimpun, pihak perusahaan tidak dapat memberikan jawaban yang jelas dan definitif.

“Dinilai dari sisi psikologis dan narasi selama audiensi, tampak dari pihak manajemen seolah mengiyakan atau setidaknya tidak membantah secara tegas bahwa mereka menggunakan BBM bersubsidi untuk operasional perusahaan,” ujar seorang sumber yang familiar dengan jalannya dialog.

Domer, selaku Koordinator Lapangan (Korlap) aksi PAMAL, menyampaikan kutukan keras terhadap dugaan praktik tersebut. Ia menegaskan betapa ironisnya perusahaan besar menggunakan jatah rakyat, sementara masyarakat Kabupaten Lebong justru kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi.

“Kami mengutuk keras jika pihak perusahaan PT. Indoarabica menggunakan BBM bersubsidi untuk operasional perusahaan di tengah masyarakat yang kesulitan mendapatkannya. Khususnya di Kabupaten Lebong, hampir setiap hari ratusan antrian mobil memadati satu-satunya SPBU di Dusun Muara Aman,” tegas Domer dengan nada geram.

Domer mendesak aparat penegak hukum untuk tidak tinggal diam. “Pihak Aparat Penegak Hukum (APH) dan pihak berwajib harus menindaklanjuti dengan keras dugaan perbuatan melawan hukum ini. Mereka tidak berperikemanusiaan kalau perbuatan ini nanti terbukti atau ada pengakuan dari perusahaan,” tegasnya.

Domer juga menyatakan bahwa perjuangan Lembaga PAMAL tidak akan berhenti pada kasus ini. Ia berkomitmen untuk terus membongkar praktik-praktik yang diduga melawan hukum di tubuh perusahaan.

“Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Kami akan tetap melakukan aksi panjang melawan dugaan kejahatan dan perbuatan melawan hukum di PT. Indoarabica Mangkuraja ini, termasuk membongkar kejahatan mafia perkebunan dan mafia BBM yang bersarang dalam manajemen perusahaan,” ungkap Domer dengan penuh keyakinan.

Saat dikonfirmasi untuk meminta tanggapan resmi perusahaan, Manajer Perizinan PT. Indoarabica Mangkuraja, Ulfa, memilih untuk tidak memberikan komentar. “Maaf Pak, saya no komen dulu,” singkat Ulfa melalui sambungan telepon.

Analisis Hukum: Melanggar Aturan dan Sanksinya

Dugaan penggunaan BBM bersubsidi oleh korporasi bukanlah hal sepele dan jelas melanggar sejumlah peraturan perundang-undangan. Berikut landasan hukum yang relevan:

1. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 8 Tahun 2023 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak Jenis Solar Tertentu. Pasal 4 dengan tegas menyatakan bahwa Solar bersubsidi (umumnya disebut Solar Tertentu) hanya dapat dibeli oleh konsumen yang tercantum dalam daftar, yaitu untuk sektor transportasi (umum dan perikanan), serta usaha mikro dan kecil. Penggunaan untuk operasional perusahaan perkebunan besar tidak termasuk dalam kategori yang berhak.

2. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Pasal 23 ayat (2) menyebutkan bahwa setiap orang yang menjual, mengangkut, atau membeli Minyak Bumi dan/atau Gas Bumi yang tidak memenuhi standar dan spesiasinya diancam dengan pidana. Meski fokus pada spesifikasi, penyalahgunaan alokasi dapat dikaitkan dengan ketentuan turunannya. Pelanggaran terhadap ketentuan dalam Peraturan Menteri ESDM merupakan pelanggaran administratif terhadap izin usaha.

3. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pasal 372 tentang Penggelapan dapat disangkakan jika perusahaan dengan sengaja menggunakan BBM yang bukan haknya, yang pada hakikatnya merugikan hak negara (subsidi). Selain itu, Pasal 263 tentang Pemalsuan Surat juga dapat diterapkan jika perusahaan menggunakan dokumen atau data palsu untuk mengakses atau membeli BBM bersubsidi.

Sanksi yang Dihadapi:

· Sanksi Administratif: Pemerintah melalui Kementerian ESDM dapat memberikan sanksi berupa teguran tertulis, denda administratif, hingga pencabutan izin usaha untuk kegiatan usahanya di sektor hilir minyak dan gas.

· Sanksi Pidana: Jika terbukti secara pidana, para pelaku (dalam hal ini bisa dijerat kepada pengurus perusahaan) dapat diancam dengan pidana penjara. Untuk pasal penggelapan, ancamannya penjara maksimal 4 tahun. Untuk pemalsuan surat, ancamannya bisa mencapai 6 tahun penjara.

Masyarakat dan Lembaga PAMAL menunggu tindak lanjut konkret dari kepolisian dan Kejaksaan. Dengan adanya moderasi dari Kasat Intelkam, diharapkan laporan dan bukti-bukti awal yang disampaikan PAMAL segera ditindaklanjuti dengan penyelidikan lebih mendalam.

Dugaan ini bukan hanya soal pelanggaran administrasi, tetapi telah menyentuh ranah keadilan sosial. Di tengah gejolak harga dan kelangkaan energi, penyimpangan oleh korporasi besar akan semakin memperlebar jurang ketidakadilan dan merugikan negara serta masyarakat luas.

Terima Kunjungan Pengurus PGRI, Gubernur Andra Soni Paparkan Dampak Positif Program Sekolah Gratis

By On Selasa, November 18, 2025

Gubernur Banten, Andra Soni saat menerima kunjungan pengurus PGRI, di Ruang Kerja Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Senin, 17 November 2025. 

SERANG, KabarViral79.ComGubernur Banten, Andra Soni menerima kunjungan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), di Ruang Kerja Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Senin, 17 November 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur memaparkan dampak signifikan dari program Sekolah Gratis yang telah diimplementasikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

Program Sekolah Gratis dilaporkan tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Khusus (SKh) swasta di Banten.

“Program tersebut hingga kini telah menjangkau sekitar enam puluh lima ribu penerima manfaat,” ujar Andra Soni.

Tahun ini, kata Andra Soni, program tersebut secara khusus diberikan kepada siswa Kelas X di SMA dan SMK serta SKh swasta.

Ia juga menyoroti tingginya antusiasme, bahkan dari berbagai sekolah swasta berbasis agama, yang mengajukan permohonan untuk mendapatkan program bantuan ini.

“Ada permintaan juga dari sekolah agama bisa mendapatkan manfaat (program sekolah gratis),” ujarnya.

Andra Soni mengatakan, salah satu indikator keberhasilan program ini. Menurutnya, sejak program Sekolah Gratis berjalan, tidak ada lagi permintaan penambahan rombongan belajar (rombel) saat penerimaan siswa baru, terutama di sekolah negeri.

Hal ini berbeda dengan pengalaman sebelumnya saat ia menjabat Ketua DPRD Provinsi Banten, di mana permintaan penambahan rombel selalu muncul setiap tahun.

Komitmen Pengembangan Sekolah Unggulan dan Vokasi

Di samping pemaparan program Sekolah Gratis, Gubernur Andra Soni juga menyampaikan komitmen Pemprov Banten untuk memajukan pendidikan unggulan dan vokasi.

Komitmen tersebut meliputi mengembalikan tujuan SMAN Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS) sebagai sekolah unggulan di Banten, mengembangkan sekolah vokasi unggulan di bidang pertanian guna menopang keberlanjutan Banten sebagai lumbung padi nasional, pengembangan sekolah vokasi akan terus diupayakan melalui kemitraan dengan industri di Provinsi Banten untuk menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Terima Anugerah Dwija Praja Nugraha

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi mengatakan, undangan resmi kepada Gubernur Andra Soni untuk menghadiri puncak peringatan HUT ke-80 PGRI tahun 2025.

Unifah Rosyidi menyebut, Gubernur Andra Soni sebagai kriteria Kepala Daerah yang layak menerima anugerah Dwija Praja Nugraha.

“Kriteria ini didasarkan pada kebijakan-kebijakan yang dinilai populis, meningkatkan SDM, memberantas kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan guru, dan memberikan akses pendidikan yang seluas-luasnya bagi anak-anak kita,” pungkas Unifah. (*/red)

Siswa Korban Bullying di Tangsel Meninggal Dunia di Rumah Sakit

By On Selasa, November 18, 2025

Pemakaman siswa SMPN di Tangsel korban bullying. 

TANGERANG, KabarViral79.Com Siswa SMPN 19 Tangerang Selatan (Tangsel) berinisial MH (13) menjadi korban perundungan hingga mengalami luka fisik dan trauma serius.

Setelah seminggu menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS), MH meninggal dunia.

“Bapak Kapolres Tangerang Selatan (AKBP Victor Inkiriwang) menyampaikan turut berdukacita sedalam-dalamnya dan akan menangani perkara tersebut secara profesional,” ujar Kasi Humas Polres Tangsel, AKP Agil dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 16 November 2025.

MH meninggal dunia hari ini saat menjalani perawatan di rumah sakit di Jakarta. MH sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama sepekan.

Menurut Agil, pihaknya telah membuat laporan informasi dalam rangka proses penyelidikan. Sebanyak enam orang dari pelajar dan guru sedang didalami keterangannya.

“Petugas Satreskrim Polres Tangsel berinisiatif membuat Laporan informasi dalam rangka proses penyelidikan. Kemudian penyidik sudah meminta keterangan klarifikasi dari beberapa saksi ada enam termasuk guru pengajar,” ujarnya.

“Penyidik Satreskrim Polres Tangerang Selatan sudah melakukan upaya beberapa kali menemui siswa yang bersangkutan, didampingi keluarga bersama dengan KPAI dan Disdik serta UPTD PPA Kota Tangsel,” sambungnya.

Diketahui, MH menjadi korban perundungan teman di lingkup sekolahnya. Akibat tindakan itu, kondisi tubuh korban kini mengalami penurunan hingga lemas tak bisa beraktivitas.

Sementara itu, Kakak korban, Rizky mengatakan, adiknya diduga sudah mengalami perundungan beberapa kali sejak masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Puncaknya terjadi pada Senin, 20 Oktober 2025. Saat itu, korban dikabarkan dipukul oleh teman sekelasnya menggunakan bangku.

Ketika pihak keluarga mendalami kasus yang terjadi, ternyata korban mengaku sudah sering menerima perundungan, dari dipukul hingga ditendang.

Rizki mengatakan adiknya sempat dirawat di salah satu RS swasta yang ada di Kota Tangsel. Karena kondisinya semakin parah, kini adiknya telah dirujuk ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan. (*/red)

Kasasi Ditolak MA, “Makelar Kasus” Zarof Ricar Segera Dijebloskan ke Penjara

By On Selasa, November 18, 2025

Zarof Ricar

JAKARTA, KabarViral79.Com Mahkamah Agung (MA) menolak Kasasi mantan pejabat MA, Zarof Ricar. Hukuman penjara 18 tahun dalam kasus suap dan gratifikasi penanganan perkara yang menjeratnya kini berkekuatan hukum tetap.

Pada 12 November 2025, Majelis Hakim MA yang dipimpin Yohanes Priyana, dengan Arizon Mega Jaya dan Noor Edi Yono sebagai Hakim anggota, menolak Kasasi yang diajukan oleh Zarof.

“Amar putusan: Tolak Kasasi penuntut umum dan terdakwa,” demikian tertulis dalam salinan putusan di laman resmi MA.

Diketahui, Zarof Ricar mengajukan kasasi terhadap putusan banding yang dijatuhkan kepadanya dalam kasus suap dan gratifikasi untuk penanganan perkara terdakwa pembunuhan Gregorius Ronald Tannur.

Setelah adanya putusan Kasasi, Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan akan segera mengeksekusi Zarof.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna mengatakan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Jakarta Selatan hanya tinggal menunggu salinan putusan Kasasi turun untuk menindaklanjuti proses eksekusi.

“Yang jelas JPU Kejari Jakarta Selatan akan segera melaksanakan eksekusi setelah mendapatkan salinan putusan kasasi,” ujar Anang.

Menurut Anang, putusan Kasasi yang baru diterima pada Jumat kemarin berisi penolakan terhadap kasasi dari penuntut umum maupun dari pihak terdakwa.

Dengan demikian, hukuman Zarof Ricar tetap 18 tahun, sama seperti putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

“Di mana perkara ini sebelumnya putus di Pengadilan Tipikor 16 tahun. Putus 18 tahun di PT (Pengadilan Tinggi). Putus 18 tahun di tingkat kasasi," ujar Anang.

“Kasasinya baru turun hari ini, isinya menolak kasasi PU dan terdakwa. Akan kita eksekusi begitu petikan putusan diterima,” tambahnya.

Zarof Ricar adalah mantan pejabat di Mahkamah Agung (MA) yang terlibat dalam beberapa kasus suap, gratifikasi, dan pemufakatan jahat terkait penanganan perkara (makelar kasus).

Dia telah divonis 18 tahun penjara, dan kasasinya baru-baru ini ditolak oleh MA.

Zarof Ricar terbukti melakukan pemufakatan jahat dengan pengacara Gregorius Ronald Tannur, Lisa Rachmat, untuk memengaruhi putusan Kasasi dalam perkara kematian Dini Sera Afriyanti.

Selain itu, ia juga terbukti menerima gratifikasi dalam jumlah yang sangat besar, mencapai lebih dari Rp 920 miliar dan 51 kg emas, selama periode 2012 hingga 2022. (*/red)

TNI Siapkan 20 Ribu Personel untuk Misi Perdamaian Gaza

By On Selasa, November 18, 2025

Prajurit TNI

JAKARTA, KabarViral79.Com Pemerintah berencana mengirim sebanyak 20 ribu pasukan perdamaian ke Gaza. TNI memastikan personelnya siap memenuhi perintah tersebut dan telah melakukan pelatihan sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan nanti.

“Terkait kesiapan 20 ribu prajurit dan latihan. Angka 20 ribu adalah kapasitas kekuatan TNI yang telah disiapkan dalam kerangka dukungan perdamaian dan kemanusiaan,” kata Kapuspen TNI, Mayjen Freddy Ardianzah kepada wartawan, Minggu, 16 November 2025.

“Personel tersebut berasal dari satuan yang rutin menjalani pembinaan OMSP dan misi PBB, sehingga kemampuan dasar, interoperabilitas, kesiapsiagaan logistik, dan operasi di berbagai medan sudah terbentuk,” imbuhnya.

Menurut Freddy, para personel tersebut kini tinggal menunggu keputusan pemerintah selanjutnya. Dia memastikan semua kriteria yang dibutuhkan telah disesuaikan.

“Untuk latihan khusus, TNI tetap menunggu mandat final, namun secara prinsip pasukan siap melaksanakan keputusan pemerintah secara profesional, proporsional, dan sesuai legal standing nasional dan internasional,” ujarnya.

“Untuk misi Gaza, TNI menyiapkan kapabilitas inti kesehatan dan zeni konstruksi yang memang dibina untuk operasi kemanusiaan dan perdamaian,” tambahnya.

Freddy menyebut, TNI juga akan mengirim rumah sakit lapangan hingga ambulans ke Gaza.

Ia mengaku belum menerima informasi berapa banyak logistik yang dibutuhkan di Gaza.

“Peralatan yang dipersiapkan mengikuti standar operasi kemanusiaan dan peacekeeping, seperti fasilitas rumah sakit lapangan, peralatan medis emergency, ambulans, perlengkapan air bersih dan sanitasi, serta kemampuan konstruksi zeni termasuk alat berat dan sarana rekonstruksi,” tuturnya.

“Jenis dan jumlahnya akan disesuaikan kembali setelah mandat PBB dan kebutuhan lapangan ditetapkan,” sambungnya.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyatakan, Indonesia salah satu penyumbang terbesar pasukan penjaga perdamaian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dia menegaskan, Indonesia siap mengirimkan puluhan ribu pasukan perdamaian untuk menjaga kedamaian dunia.

“Indonesia saat ini adalah salah satu penyumbang terbesar pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kami percaya pada Perserikatan Bangsa-Bangsa, kami akan terus mengabdi, di mana perdamaian membutuhkan penjaga, bukan hanya dengan kata-kata tetapi dengan pasukan di lapangan," kata Prabowo saat pidato dalam bahasa Inggris di Sidang Umum PBB, dilihat dari YouTube United Nations, Selasa, 23 September 2025.

Prabowo mengatakan, jika PBB membutuhkan pasukan perdamaian, Indonesia siap mengirimkan hingga 20 ribu putra-putrinya untuk menciptakan perdamaian di mana pun. Seperti di Gaza hingga Ukraina.

“Jika dan ketika Dewan Sekretaris Perserikatan Bangsa-Bangsa dan majelis agung ini memutuskan, Indonesia siap untuk mengerahkan 20 ribu putra putri kami atau bahkan lebih untuk membantu mengamankan perdamaian di Gaza atau di tempat lain di Ukraina, di Sudan, di Libya, di mana pun ketika perdamaian perlu ditegakkan, perdamaian perlu dijaga,” tuturnya. (*/red)

Radiasi dan Krisis Kejujuran

By On Selasa, November 18, 2025

Satgas Penanganan Cesium-137 saat melakukan dekontaminasi barang-barang Cs-137 di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten

Oleh: Randi Syafutra

Setiap insiden radiasi selalu memunculkan dua pertanyaan mendasar. Pertama, seberapa besar paparan yang terjadi. Kedua, seberapa jujur dan siap negara mengelolanya.

Indonesia kembali diuji setelah kasus Cesium-137 (Cs-137) di Kawasan Industri Cikande pada akhir 2025 terungkap, berselang lima tahun setelah temuan kontaminasi serupa di Perumahan Batan Indah, Serpong, pada 2020.

Dua kasus ini menunjukkan satu pola yang sama: kebocoran radiasi selalu didahului kebocoran tata kelola. Pada 2020, publik dikejutkan temuan paparan Cs-137 di tanah kosong perumahan Batan Indah.

Pemeriksaan menemukan sumber radioaktif di salah satu rumah warga dengan tingkat radiasi mencapai 2.000 kali batas alamiah.

Pemerintah melakukan dekontaminasi masif dan memastikan air tanah tidak tercemar.

Kasus itu seharusnya menjadi peringatan keras tentang lemahnya pengawasan bahan radioaktif di tingkat domestik. Namun, peringatan itu tidak cukup kuat.

Pada 2025, Indonesia kembali menerima kabar buruk, kali ini datang dari luar negeri.

Otoritas Amerika Serikat mendeteksi kontaminasi Cs-137 pada udang beku dan cengkeh asal Indonesia.

Belanda kemudian menemukan temuan serupa pada dua kontainer sepatu, yang diproduksi dari kawasan industri Cikande.

Penelusuran pemerintah menemukan paparan di 24 perusahaan dan sembilan warga positif terpapar. Enam titik timbunan memiliki paparan ekstrem hingga 10.000 mikro sievert per jam.

Pemerintah membentuk satuan tugas, melakukan dekontaminasi, dan merelokasi material radioaktif ke fasilitas penyimpanan PT Peter Metal Teknologi Indonesia.

Dugaan awal menyebut kontaminasi berasal dari skrap logam yang masuk ke rantai produksi.

Kasus hukumnya berjalan, tapi pertanyaan mendasar tetap sama: bagaimana Cs-137 bisa bergerak bebas dalam sistem industri nasional tanpa terdeteksi?

Cs-137 adalah isotop buatan manusia dengan waktu paruh 30 tahun yang memancarkan radiasi beta dan gamma. Dalam jumlah kecil dan terkontrol, zat ini bermanfaat bagi dunia medis dan industri.

Namun, jika terlepas dari sistem pengawasan, Cs-137 bisa menyebabkan sindrom radiasi akut hingga meningkatkan risiko kanker dan kerusakan genetik jangka panjang.

Dengan sifatnya yang mudah mencemari lingkungan dan sulit dihilangkan, setiap kebocoran menimbulkan risiko lintas generasi.

Indonesia tidak memproduksi Cs-137. Seluruh sumbernya diimpor dan berada di bawah pengawasan BAPETEN.

Artinya, rantai penyimpanan, distribusi, hingga pemusnahan seharusnya berada dalam kontrol yang ketat.

Dua insiden besar di dalam negeri menunjukkan bahwa sistem pengawasan bahan radioaktif masih memiliki lubang berbahaya.

Belajar dari tragedi dunia

Kasus Cikande bukan kejadian unik. Sejarah mencatat bahwa banyak kecelakaan radiasi terbesar di dunia justru terjadi di luar fasilitas nuklir.

Insiden Goiânia di Brasil pada 1987, menjadi salah satu yang paling mematikan. Kapsul Cs-137 dari mesin terapi kanker yang ditinggalkan terbuka dan bubuknya yang berpendar dikira “bahan ajaib” oleh warga.

Empat orang meninggal dan 249 orang terkontaminasi. Kontaminasi meluas hingga ke pertanian dan pasar lokal.

Contoh lain terjadi di Kramatorsk, Ukraina, ketika kapsul kecil Cs-137 tertanam dalam dinding apartemen tanpa disadari selama sembilan tahun.

Empat orang meninggal dan belasan lainnya terkena paparan tinggi. Kasus ini menunjukkan betapa berbahayanya sumber radiasi yang hilang atau tidak terinventarisasi.

Tragedi besar seperti Chernobyl dan Fukushima memperlihatkan skala risiko yang lebih besar. Meski melibatkan banyak isotop, Cs-137 menjadi salah satu kontaminan utama dengan dampak jangka panjang pada tanah, ekosistem, dan kesehatan manusia.

Jepang kemudian melakukan reformasi besar dalam transparansi risiko, membuka data radiasi secara real time, dan memperkuat lembaga pengawas yang independen.

Pembelajaran itu menegaskan bahwa tata kelola adalah benteng utama dalam mencegah kepanikan dan menjaga kepercayaan publik.

Reformasi: Tata kelola harus lebih kuat dari radiasinya

Baik dalam kasus Batan Indah maupun Cikande, publik mengetahui kejadian melalui media, bukan dari mekanisme peringatan resmi. Pola ini mengindikasikan lemahnya manajemen komunikasi risiko.

Ketika informasi terlambat atau setengah-setengah, masyarakat bereaksi dengan kepanikan dan spekulasi. Rumor menyebar lebih cepat daripada klarifikasi, dan kepercayaan publik menurun.

Dalam pengelolaan bahan radioaktif, transparansi bukan sekadar pilihan, tetapi kewajiban moral. Informasi tentang tingkat paparan, lokasi terkontaminasi, dan tindakan perlindungan harus disampaikan secara jelas, akurat, dan tepat waktu. Ketertutupan hanya akan memperbesar ketakutan dan merusak reputasi pemerintah.

Tantangan terbesar pengawasan radiasi di Indonesia bukan keterbatasan teknologi, tetapi konsistensi tata kelola. Pemerintah perlu melakukan beberapa langkah strategis:

Pertama, integrasi data sumber radiasi secara nasional dengan pelacakan real time lintas lembaga.

Kedua, inspeksi ketat dan rutin untuk fasilitas pengguna radiasi, dengan sanksi tegas bagi penyimpangan.

Ketiga, pusat krisis radiasi terpadu sebagai lembaga koordinatif dengan fasilitas dekontaminasi permanen.

Keempat, komunikasi risiko publik yang transparan, berbasis data yang mudah dipahami masyarakat.

Kelima, edukasi publik dan pelibatan akademisi, sehingga masyarakat memahami risiko tanpa panik.

Pengelolaan bahan radioaktif tidak boleh bergantung pada respons darurat semata. Sistem pencegahan harus dibangun sekuat mungkin agar insiden tidak terulang di masa depan.

Insiden Cs-137 adalah peringatan bahwa teknologi berisiko tinggi membutuhkan integritas yang sama tingginya.

Reputasi Indonesia sebagai negara ekspor dan industri akan terus diuji apabila pengawasan bahan radioaktif tidak diperkuat.

Kecepatan penanganan memang penting, tetapi kejujuran jauh lebih menentukan. Tanpa transparansi, krisis kecil dapat berubah menjadi guncangan nasional.

Dalam dunia teknologi modern yang semakin kompleks, keselamatan publik tidak hanya ditentukan oleh peralatan canggih, tetapi oleh komitmen manusia untuk menjaga kebenaran, keterbukaan, dan akuntabilitas. Kejujuran adalah pelindung paling kuat dari bahaya yang tidak terlihat.

Penulis adalah Dosen Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Sumber: kompas.com

Sekdis Dikbud Bireuen: Festival Budaya Pelajar 2025 Dorong Revitalisasi Bahasa Daerah

By On Selasa, November 18, 2025

Sekdis Dikbud Bireuen, Zamzami, S.Pd, M.M saat membuka Festival Budaya tingkat Pelajar 2025 di Bireuen, di Aula SPNF-SKB, Senin, 17 November 2025. 

BIREUEN, KabarViral79.ComDinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen melalui Bidang Kebudayaan menggelar Festival Budaya Tingkat Pelajar 2025 sebagai upaya menghidupkan kembali penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda. 

Kegiatan yang berlangsung 17-18 November 2025 di kompleks Disdikbud itu diikuti 285 pelajar SD dan SMP dari seluruh Kabupaten.

Festival dibuka Kepala Disdikbud Bireuen, Dr. Muslim, M.Si, yang diwakili Sekretaris Dinas (Sekdi) Zamzami, S.Pd, M.M, di Aula SPNF-SKB, Senin, 17 November 2025.

Dalam sambutannya, Zamzami menegaskan bahwa bahasa daerah merupakan aset budaya yang memuat identitas dan kearifan lokal, namun kini semakin terpinggirkan akibat arus globalisasi.

Zamzami menyebut, revitalisasi bahasa daerah sebagai langkah penting untuk menjaga keberlanjutannya.

Seorang peserta tampil pada Festival Budaya tingkat Pelajar 2025 di Bireuen, di Aula SPNF-SKB, Senin, 17 November 2025. 

“Revitalisasi bahasa daerah sebagai bahasa ibu adalah upaya penting untuk memastikan nilai budaya tetap hidup dan diwariskan kepada generasi pelanjut,” ujarnya.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Bireuen, Muhammad Tasrief, SE, M.M menyampaikan bahwa festival tahun ini mengusung tema “Revitalisasi Bahasa Daerah sebagai Bahasa Ibu”.

Festival bertujuan menumbuhkan kecintaan pelajar terhadap budaya lokal, menyediakan ruang ekspresi kreativitas, serta melestarikan seni tutur, sastra, dan pertunjukan tradisional.

“Enam cabang lomba dipertandingkan, yaitu Buhak (mendongeng), Pidatoe (pidato), Penulisan dan Pembacaan Hadih (puisi), Lagu Jameun (tembang tradisi), Calitra Paneuk (cerita pendek), dan Meucagok (lawakan tunggal). Peserta SMP tampil pada 17 November, sementara peserta SD berlomba pada 18 November 2025,” ujarnya.

Menurutnya, para juara I dari setiap cabang akan mewakili Kabupaten Bireuen pada ajang tingkat Provinsi. 

Festival ini diharapkan menjadi wadah penting dalam memperkuat pelestarian bahasa daerah sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri pelajar dalam menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. (Joniful Bahri)

Pemkab Bireuen Latih 191 Operator Dayah Kuasai Aplikasi E-Datuda untuk Perkuat Data Tunggal Aceh

By On Selasa, November 18, 2025

Asisten I Setdakab Bireuen, Mulyadi, SH, MM, mewakili Bupati Bireuen membuka pelatihan penggunaan aplikasi E-Datuda, bagi Operator Dayah, di Oproom LPTQ Bireuen

BIREUEN, KabarViral79.ComPemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen memulai langkah besar dalam modernisasi tata kelola Dayah melalui pelatihan penggunaan aplikasi E-Datuda (Elektronik Data Tunggal Dayah).

Sebanyak 191 Operator Dayah dari seluruh Kecamatan mengikuti pelatihan yang berlangsung pada 17-20 November 2025 di Oproom LPTQ Bireuen.

Kegiatan tersebut dibuka pada Senin, 17 November 2025, oleh Asisten I Setdakab Bireuen, Mulyadi, SH, MM, mewakili Bupati Bireuen.

Hadir dalam pembukaan, Kepala Dinas Syariat Islam, Kepala Dinas Pendidikan Dayah, Pimpinan Dayah, Pejabat Eselon, serta para peserta Angkatan I.

Dalam sambutannya, Mulyadi menegaskan bahwa digitalisasi merupakan transformasi sistemik untuk menciptakan tata kelola Dayah yang lebih tertib dan modern.

“Data adalah cahaya. Dan cahaya adalah syarat bagi arah. Dayah kita memiliki potensi besar, tetapi tanpa data yang rapi, potensinya tak akan terbaca secara utuh,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Bireuen, Anwar, S.Ag, M.A.P saat melaporkan terkait pelatihan penggunaan aplikasi E-Datuda, bagi Operator Dayah, di Oproom LPTQ Bireuen. 

Ia menjelaskan, aplikasi E-Datuda menjadi fondasi penting bagi akreditasi Dayah, perencanaan bantuan, peningkatan mutu pendidikan, serta integrasi data Santri, Guru, dan sarana-prasarana Dayah di seluruh Aceh.

“Teknologi bukan pengganti tradisi. Teknologi adalah jembatan untuk menguatkan tradisi. Digitalisasi tidak akan menghilangkan kitab kuning, tidak akan menggantikan talaqqi,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Bireuen, Anwar, S.Ag, M.A.P, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan berlangsung selama empat hari dan terbagi dalam delapan angkatan yang masing-masing berisi 25-30 operator.

Ia menekankan pentingnya akurasi data dalam mendukung kebijakan pemerintah.

“Operator adalah garda terdepan. Tugas mereka bukan hanya mengisi data, tetapi membangun fondasi masa depan pendidikan Dayah,” tegasnya.

E-Datuda sendiri memuat berbagai komponen, seperti profil Dayah, data Guru, data Santri berbasis NIK, hingga kondisi sarana-prasarana baik yang tersedia maupun yang masih dibutuhkan.

Dukung Program ‘Bireuen Kota Santri’

Transformasi digital Dayah disebut sebagai bagian dari komitmen Pemkab Bireuen dalam mendukung program “Bireuen Sebagai Kota Santri”, terutama dalam peningkatan mutu dan tata kelola lembaga pendidikan berbasis tradisi Islam.

Asisten I juga menyampaikan harapan besar agar Bireuen dapat menjadi contoh digitalisasi Dayah di Aceh.

“Jika data Dayah kuat, kebijakan akan tepat. Jika kebijakan tepat, mutu pendidikan Dayah akan maju,” katanya.

Sejumlah peserta mengapresiasi langkah pemerintah dalam meningkatkan kapasitas operator Dayah.

“Dayah tidak boleh tertinggal di era serba cepat. Pelatihan ini sangat membantu kami memahami sistem baru,” ujar salah seorang peserta Angkatan I.

Dengan semangat kolaborasi, Pemkab Bireuen berharap seluruh Dayah dapat segera menerapkan E-Datuda secara menyeluruh, sehingga pengelolaan Dayah semakin modern, profesional, dan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman. (Joniful Bahri)

HRD Tinjau Irigasi dan Infrastruktur Bener Meriah, Respons Cepat Aspirasi Fraksi PKB

By On Selasa, November 18, 2025

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD) saat melakukan Kunker ke Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Jumat, 14 November 2025. 

BENER MERIAH, KabarViral79.Com Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), H. Ruslan Daud (HRD), melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Jumat, 14 November 2025.

Kunker tersebut merupakan tindak lanjut dari permohonan Ketua dan Anggota Fraksi PKB DPRK Bener Meriah yang meminta HRD membawa pulang dukungan anggaran APBN untuk percepatan pembangunan di daerah tersebut.

Dalam lawatan itu, HRD turut didampingi Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera 1 Banda Aceh, Asyari MT beserta jajaran, serta perwakilan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR.

Rombongan disambut Wakil Bupati Bener Meriah Ir. H. Armia, Sekda Riswandika Putra S.STP, MAP.

Selain itu, Wakil Ketua I DPRK Bener Meriah Guntur Alamsyah, Anggota Fraksi PKB Tgk. Husnul Ilmi, Kepala Bappeda Alfahmi ST, M.A.P, serta Tokoh Masyarakat setempat.

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD) saat melakukan Kunker ke Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Jumat, 14 November 2025. 

Salah satu fokus tinjauan adalah jaringan irigasi di Desa Delung Tue, Kecamatan Bukit, yang dinilai sangat penting dalam rangka penguatan ketahanan pangan sebagaimana program prioritas Pemerintahan Presiden Prabowo.

“Ini merupakan bagian dari program Instruksi Presiden (Inpres) dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win, yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan di seluruh Indonesia,” kata HRD.

Politisi PKB itu meminta Pemkab Bener Meriah segera melakukan pendataan dan identifikasi kebutuhan prioritas masyarakat, termasuk usulan pembangunan Jalan Inpres dan infrastruktur vital lainnya, untuk diperjuangkan melalui anggaran APBN.

Kabalai BWS Sumatera 1, Asyari MT, menambahkan bahwa usulan pembangunan irigasi dapat diajukan melalui aplikasi SIPURI (Sistem Informasi Pengusulan Irigasi).

Ia menegaskan, pemerintah daerah perlu memenuhi sejumlah syarat, seperti menyiapkan DED, kesiapan menerima dana hibah, serta komitmen merawat infrastruktur yang dibangun.

Ketua DPC PKB Bener Meriah, Tgk. Husnul Ilmi menyampaikan terima kasih atas respons cepat HRD yang langsung menghadirkan pejabat Kementerian PUPR untuk meninjau berbagai proyek yang diusulkan. 

“Hari ini kita meninjau irigasi dan madrasah. Ke depan kita berharap HRD juga dapat melihat rencana pembangunan Jalan Inpres yang telah diusulkan,” ujarnya.

Wakil Bupati Bener Meriah, Ir. H. Armia menyatakan kesiapan Pemkab mendukung penuh program-program pemerintah pusat yang akan dilaksanakan di daerah tersebut.

Ia berharap upaya ini dapat mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kami sangat bangga dan berterima kasih atas kehadiran HRD dan rombongan dari Kementerian PUPR. Semoga harapan masyarakat kami dapat segera terwujud,” tutup Armia. (Joniful Bahri)

Ruas Jalan Menuju Pasar Hewan Bireuen Rusak Parah, Warga dan Pedagang Keluhkan Belum Ada Perbaikan

By On Minggu, November 16, 2025

Satu unit mobil bak terbuka dengan muatan hewan ternak melintasi kerusakan jalan menuju pasar hewan Bireuen, kawasan Geuleumpang Payong, Jeumpa, Bireuen. 

BIREUEN, KabarViral79.ComRuas jalan menuju Pasar Hewan Bireuen di kawasan Geuleumpang Payong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, mengalami kerusakan parah dan hingga kini belum mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah.

Jalan yang rusak sepanjang lebih dari 100 meter itu berada tepat di samping lapangan sepak bola Geuleumpang Payong. Kondisinya semakin memburuk akibat genangan air ketika hujan deras serta luapan saluran irigasi di kawasan tersebut.

Warga menilai kerusakan ini semestinya segera ditangani, mengingat jalur tersebut merupakan akses utama pengangkutan hewan ternak dari berbagai daerah menuju pasar hewan, salah satu titik penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bireuen.

“Belakangan ini jalan itu sering dilintasi truk dan mobil bak terbuka pengangkut hewan ternak ke pasar. Tapi sejauh ini Pemkab Bireuen melalui dinas terkait masih tutup mata terhadap kerusakan jalan tersebut,” ujar Maimun, warga setempat, Minggu, 16 November 2025.

Warga masyarakat mengeluh terhadap kerusakan jalan menuju pasar hewan Bireuen, kawasan Geuleumpang Payong, Jeumpa, Bireuen. 

Sejumlah pedagang hewan juga mengeluhkan kondisi tersebut karena menghambat aktivitas jual beli. Bahkan, ada pedagang yang mengaku beberapa kali kerugian akibat hewan yang jatuh karena guncangan jalan rusak.

“Kami bawa sapi dari jauh, tapi karena jalan berlubang dan berlumpur, sapi bisa terpeleset dalam mobil. Pernah dua ekor sapi saya luka karena terguncang saat melewati jalan ini. Kami rugi, tapi mau bagaimana lagi, jalannya memang seperti ini,” ungkap Safrizal, salah satu pedagang sapi.

Pedagang lainnya berharap perbaikan segera dilakukan agar mobilitas hewan ternak lebih aman dan tidak menimbulkan risiko bagi pedagang maupun hewan.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bireuen maupun dinas terkait mengenai rencana perbaikan ruas jalan tersebut. (Joniful Bahri)

Bupati Tangerang Raih Penghargaan Apresiasi Cita Daerah Kompas TV

By On Minggu, November 16, 2025

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid raih penghargaan Apresiasi Cita Daerah

JAKARTA, KabarViral79.ComBupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid meraih penghargaan Apresiasi Cita Daerah, nominasi pekerjaan layak dan ekonomi lokal dari Kompas TV.

Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman menyerahkan langsung penghargaan tersebut kepada Bupati Tangerang di Studio Kompas TV, Sabtu malam, 15 November 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak yang begitu besar sehingga para pelaku UMKM di Kabupaten Tangerang dapat tumbuh dan berkembang semakin kuat serta mampu menciptakan lapangan kerja baru.

“Alhamdulillah, apa yang saya terima hari ini adalah hasil dari kerja bersama dan kolaborasi bersama seluruh elemen masyarakat, praktisi, akademisi, dunia usaha dan media. Para pelaku UMKM kita jadi makin berkembang dan maju, serta mampu memberikan lapangan kerja baru kepada masyarakat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Dia juga tidak menutup mata akan segala kekurangan yang masih terjadi. Kekurangan yang terjadi tidak akan pernah menyurutkan semangat, namun menjadi pelecut semangat dan tenaga untuk terus berupaya maksimal bagi kepentingan masyarakat.

“Masih ada kekurangan dan ketidaksempurnaan yang terjadi. Namun itu tidak menyurutkan komitmen kami bersama Bu Intan dan seluruh perangkat daerah untuk terus berupaya membenahi dan memberikan yang terbaik kepada masyarakat, baik itu dalam hal pelayanan dan pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman mengatakan, penghargaan yang diberikan tersebut juga merupakan bentuk apresiasi bagi pemerintah daerah yang telah secara aktif dan nyata mendukung peningkatan kapasitas UMKM dan industri kreatif di daerah.

“Penghargaan ini diberikan sebagai salah satu langkah apresiasi bagi pemerintah daerah yang memberikan dukungan nyata dalam peningkatan UMKM lokal dan industri kreatif serta kesempatan yang sama untuk masyarakat dalam mendapatkan pekerjaan yang layak,” ujar Maman.

Dia menambahkan, pekerjaan layak dan perlindungan sosial merupakan elemen dalam agenda pembangunan 2030 serta menjadi alat pengentasan kemiskinan yang efektif di Indonesia.

UMKM juga merupakan motor penggerak ekonomi nasional dan salah satu sumber kekuatan lokal.

“Sektor usaha mikro kecil dan menengah tentunya menjadi salah satu tulang punggung ekonomi dan juga memberikan ruang kesempatan dan jembatan bagi orang-orang yang mungkin punya keterbatasan waktu, keterbatasan fisik, keterbatasan segala macam tetapi UMKM mampu menjawab solusi secara komprehensif,” tuturnya.

Dia juga mengucap terima kasih dan mengapresiasi Kompas TV yang juga secara aktif bersinergi dan berkolaborasi dalam upaya mendukung tumbuh kembangannya ekonomi lokal dan pemberdayaan UMKM. (Reno)