-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Rangka Baja Bailey Mulai Dipasang di Awe Geutah Peusangan dan di Teupin Mane, Akses Bantuan Korban Banjir Segera Pulih di Bireuen

By On Rabu, Desember 03, 2025

Petugas memasang rangka baja Bailey untuk penanganan darurat jembatan putus, sehingga memudahkan masyarakat yang terjebak banjir bandang di Bireuen

BIREUEN, KabarViral79.Com - Rangka baja Bailey untuk penanganan darurat jembatan putus di Gampong Teupin Mane, Kecamatan Juli, mulai diturunkan menggunakan alat berat jenis Beko (excavator), Rabu, 03 Desember 2025.

Rangka jembatan itu diangkut dengan mobil trado dari Banda Aceh.

Selain di Teupi Mane, jembantan masa darurat tersebut juga dibangun di kawasan Jembatan Awe Geutah, Peusangan Siblah Krueng Bireuen guna melancarkan transportasi bagi warga masyaait yang masih tertahan disampinguntukp pemasok bahan pokok masyarakat.

Pengiriman tersebut dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, dan dalam pengawasan langsung PPK 3.6 Provinsi Aceh, Febiyan Lesmana, bersama Satuan Kerja (Satker) III Aceh.

Jembatan darurat sepanjang sekitar 52 meter itu dibangun untuk menggantikan jembatan lama yang putus akibat terjangan banjir dan luapan air sungai yang merendam pemukiman warga beberapa hari terakhir.

Keunggulan jembatan Bailey adalah dapat dirakit tanpa memerlukan alat berat. Seluruh rangka cukup dibawa menggunakan truk dan disusun dengan cara manual oleh para pekerja.

Pembangunan ini dilakukan sebagai langkah darurat untuk memulihkan akses warga, terutama dalam penyaluran bantuan ke wilayah selatan Juli hingga ke arah Aceh Tengah (Takengon), yang selama ini terpaksa menggunakan tali untuk menyeberang.

Menurut keterangan di lapangan, para pekerja langsung mengerjakan perakitan tanpa menunggu lama, mengingat akses menuju seberang desa sangat dibutuhkan oleh warga terdampak banjir.

Selain untuk jalur bantuan, jembatan ini juga ditunggu masyarakat yang ingin kembali ke rumah mereka masing-masing setelah terisolasi. Pengerjaan ditargetkan tidak memakan waktu lama.

Sebelumnya, sejumlah jembatan rangka baja di Kabupaten Bireuen juga ambruk diterjang banjir bandang yang melanda beberapa wilayah.

Di tempat terpisah, seorang warga Kota Bireuen, Adnan, berharap proses pemasangan jembatan Bailey ini dapat segera diselesaikan.

"Banyak kebutuhan pokok masyarakat yang sangat mendesak saat ini. Gas elpiji tiga kilogram, beras, hingga sayur-mayur," sebutnya. (Joniful Bahri)

Polresta Tangerang Tangkap Tersangka Penipuan Investasi Ternak Babi Senilai Rp 400 Juta, Korban Sampaikan Apresiasi

By On Rabu, Desember 03, 2025


TANGERANG, KabarViral79.Com - Satreskrim Polresta Tangerang mengamankan seorang pria berinisial IA (33), warga Penjaringan, Jakarta Utara.

IA ditangkap karena diduga melakukan tindak pidana penipuan dengan modus investasi ternak babi. Dari peristiwa itu, korban mengalami kerugian hingga Rp 400 juta.

Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Septa Badoyo, mengatakan, awal kasus saat korban ML, warga Panongan, melaporkan dugaan tindak pidana penipuan. Kepada polisi, korban bercerita bahwa tersangka IA mengajak korban berinvestasi ternak babi potong.

Awalnya, kata Septa, korban bercerita diajak investasi bisnis ternak babi potong dengan jumlah 100 ekor, yang berlanjut untuk tahap kedua juga 100 ekor. Sehingga total 200 ekor.

"Dengan jumlah investasi sebesar Rp 400 juta, yang dijanjikan panen dalam waktu 6 bulan dengar bobot timbangan 100 kilogram," ujar Septa menyambung keterangan yang diberikan korban, Rabu, 03 Desember 2025.

Atas ajakan itu, korban tertarik untuk berinvestasi. Hingga kemudian, korban memberikan uang Rp 400 juta yang diberikan secara bertahap. Namun, dalam perjalanannya, hal yang dijanjikan tersangka tidak sesuai.

Beberapa waktu usai memberikan uang, korban mendapati hanya ada 55 ekor babi yang dipelihara di kandang yang berlokasi di Kampung Ranca Kebo, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. Bahkan lahan kandang diketahui hasil sewa, begitu juga dengan para pekerja yang ternyata dibayar menggunakan uang korban.

"Setelahnya, saat korban datang membawa truk hendak mengangkut babi, ternyata tanpa sepengetahuan korban, semua babi dijual kepihak lain," ujar Septa.

Merasa dirugikan, korban melaporkan peristiwa itu ke Polresta Tangerang. Usai menerima laporan, petugas yang dipimpin Kanit Jatanras Satreskrim Iptu AA Surya Abdul Fitri melakukan penangkapan terhadap tersangka yang sedang berada di rumah temannya di daerah Cimone, Kota Tangerang. Penangkapan dilakukan setelah tersangka mengabaikan dua surat panggilan.

"Selanjutnya tersangka kami bawa ke Polresta Tangerang untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar Septa. 

Pengungkapan kasus itu mendapat apresiasi dari korban. Menurut korban, petugas Kepolisian sudah dengan profesional menindaklanjuti laporan. Hal itu sejalan dengan arahan Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah agar setiap anggota menindaklanjuti laporan dengan profesional.

Saat ini, berkas perkara sudah P21 dan pada bulan Desember 2025, perkara tersebut akan segera disidangkan di Pengadilan Negeri Tangerang. (Reno)

HRD Desak Pemerintah Atasi Lonjakan Harga Tiket Pesawat di Tengah Bencana Aceh

By On Rabu, Desember 03, 2025

Anggota Komisi V DPR RI Dapil Aceh II, H. Ruslan Daud (HRD). 

BIREUEN, KabarViral79.Com Di tengah bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), harga tiket pesawat di Aceh dilaporkan melambung tinggi dan memberatkan masyarakat.

Kondisi tersebut memantik kritik dari Anggota Komisi V DPR RI Dapil Aceh II, H. Ruslan Daud (HRD) yang merasa geram atas dugaan permainan harga oleh pihak tertentu yang dinilai tidak bertanggung jawab.

Berdasarkan informasi yang diterima HRD, harga tiket penerbangan dari Bandara Rembele, Bener Meriah menuju Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, mencapai Rp 8 juta per orang. Padahal rute tersebut hanya antar Kabupaten dalam Provinsi Aceh.

"Ini sudah sangat tidak masuk akal. Di saat masyarakat sedang mengalami musibah, masih saja ada oknum yang mencari keuntungan di atas penderitaan rakyat," ujar HRD dengan nada kesal, Rabu, 03 Desember 2025.

Tidak hanya ke Banda Aceh, harga tiket dari Bener Meriah menuju Bandara Kualanamu, Medan, juga turut melonjak. Padahal pada hari normal. (Joniful Bahri)

PLN Terjunkan 500 Personel Pulihkan Jaringan Listrik Aceh Pasca Banjir dan Longsor

By On Rabu, Desember 03, 2025


BANDA ACEH, KabarViral79.Com - PT PLN (Persero) mengerahkan 500 personel dari berbagai unit di Indonesia untuk mempercepat pemulihan jaringan listrik yang terdampak banjir dan longsor di Aceh.

Para personel mulai diterjunkan ke sejumlah titik kritis jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) sejak Minggu, 30 November 2025.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, pengerahan tersebut dilakukan melalui jalur darat dan udara dengan dukungan penuh dari Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Kami sangat berterima kasih kepada TNI yang turut andil memperkuat upaya ini. Kolaborasi yang terjalin menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pemulihan jaringan transmisi yang mengalami kerusakan," ujarnya.

Adapun titik sebaran personel PLN meliputi SUTT 150 kV Arun–Bireuen sebanyak 258 personel, SUTT 150 kV Bireuen–Peusangan sebanyak 178 personel, serta SUTT 150 kV P. Brandan–Langsa sebanyak 64 personel.

Bencana banjir dan longsor di Aceh menyebabkan sejumlah infrastruktur vital rusak serta akses jalan terputus, sehingga beberapa wilayah sulit dijangkau melalui jalur darat.

Untuk memastikan pendistribusian personel dan perlengkapan tiba tepat waktu, PLN menggandeng TNI AU mengirim pasukan dan material menggunakan helikopter.

"Distribusi melalui udara menjadi langkah strategis agar personel dan perlengkapan bisa cepat sampai ke lokasi terdampak, terutama wilayah terisolir," kata Darmawan.

Selain itu, PLN bersama TNI AD turut mengerahkan armada truk untuk menembus wilayah yang masih bisa ditempuh lewat jalur darat.

PLN memastikan pemulihan berjalan efektif agar layanan kelistrikan dapat segera dinikmati kembali oleh masyarakat yang terdampak bencana.

"Personel kami terus bekerja nonstop dengan semangat tinggi guna memastikan sistem kelistrikan Aceh pulih secara cepat dan aman," tegas Darmawan.

Sebelumnya, ratusan petugas gabungan dilepas langsung oleh Direktur Utama PLN saat apel siaga pemulihan infrastruktur listrik yang digelar di Takengon, pada Sabtu, 29 November 2025. (Joniful Bahri)

Polisi Ungkap Kasus Modus Sutik Elpiji di Tangerang, Enam Pelaku Ditahan

By On Rabu, Desember 03, 2025


SERANG, KabarViral79.Com - Subdit Tipidter Direktorat Reskrimsus Polda Banten melakukan ungkap kasus suntikan ilegal tabung gas bersubsidi ke non subsidi, dengan modus meemindahakn isi tabung gas (suntikan isi gas) ukuran 3 Kg (subsidi) ke tabung gas 5,5 kg dan 12 kg (non subsidi).

Praktik ilegal itu dilakukan di Pangakalan LPG 12 Kg Cahaya Abadi, Jl. Raya Pakuhaji, Desa Sepatan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin, 01 Desember 2025.

Kegiatan itu sudah berjalan selama tujuh bulan sejak bulan Juni hingga Desember 2025 sekarang ini. Penjualan tabung gas 5,5 Kg dan 12 Kg dijual ke warung-warung dan restoran di Kabupaten Tangerang.

Basoni, pemilik pangkalan Cahaya Abadi, membeli tabung gas 3 Kg subsidi dengan harga Rp 19 ribu. Sementara, tabung gas 5,5 Kg non subsidi hasil suntikan dijual dengan harga Rp 80 ribu. Tabung gas 12 Kg non subsidi hasil suntikan dijual dengan harga Rp 140 ribu - Rp 160 ribu.

Tabung gas 3 Kg subsidi didapat dari pangkalan-pangkalan yang datang ke lokasi pangkalan Cahaya Abadi untuk menjual tabung gas 3 Kg.

Sementara, tabung gas 12 kg non subsidi dijual ke warung-warung dan restoran yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang.

Tersangka yang sudah diamankan berjumlah enam orang, yaitu Ansori (penyuntik gas), Yanto (penyuntik gas), Nuni (sopir), Nurjani (kenek), Sulaiman (kenek), dan Basoni (pemilik pangkalan Cahaya Abadi).


Barang bukti yang sudah diamankan dibawa ke Mapolda Banten, yaitu:

- 1 (satu) unit Kendaraan R4 Suzuki Carry warna putih dengan Nopol B 9815 JZE.

- 1 (satu) unit Kendaraan R4 Suzuki Carry warna putih dengan Nopol B 9973 JAC.

- 1 (satu) unit Kendaraan R4 Suzuki Carry warna putih dengan Nopol B 9986 JAA.

- 1 (satu) unit Kendaraan R4 Mitsubishi L300 dengan Nopol B 9425 JAC.

- 77 (tujuh puluh tujuh) buah tombak/ alat suntikan regulator untuk pemindahan isi gas LPG.

- 1 (satu) buah timbangan digital merek NewTech.

- 1 (satu) buah karung berisi segel untuk tabung gas 12 kg.

- 896 (delapan ratus sembilan puluh enam) tabung gas 3 kg (isi).

- 1.147 (seribu seratus empat puluh tujuh) buah tabung gas 3 kg (kosong).

- ⁠60 (enam puluh) buah tabung gas 5,5 kg (kosong).

- 270 (dua ratus tujuh puluh) buah tabung gas 12 kg (isi).

- 234 (dua ratus tiga puluh empat) buah tabung gas 12 kg (kosong).

"Para pelaku telah menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga bahan bakar gas yang penyediaannya dan pendistribusiannya diberikan  penugasan pemerintah," kata Direktur Reskrimsus Polda Banten, Kombes Pol Yudhis Wibisana, kepada awak media.

Dugaan tindak pidana setiap orang yang menyalahgunakan Pengangkutan dan/ atau Niaga Bahan Bakar Minyak, Bahan Bakar Gas, dan/ atau Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang disubsidi dan/ atau penyediaan dan pendistribusiannya diberikan penugasan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dengan Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. (*/red)

Wabup Intan Ajak Masyarakat Desa Ciakar dan Desa Talaga Aktif Jadi Anggota KDMP

By On Rabu, Desember 03, 2025


TANGERANG, KabarViral79.Com - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mengajak masyarakat Desa Ciakar, Kecamamatan Panongan, dan Desa Talaga, Kecamatan Cikupa, untuk menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Hal tersebut disampaikan Wabup Intan bersama Dandim 0510 Tigaraksa dan Kadis Koperasi dan Usaha Mikro meninjau langsung lokasi pembangunan gedung KDMP, di Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Rabu, 03 Desember 2025.

"Alhamdulillah hari ini, saya bersama Pak Dandim, Bu Kadis Koperasi, meninjau langsung lokasi Koperasi Merah Putih di Desa Ciakar, Kecamatan Panongan. Saya mengajak seluruh warga Kecamatan Panongan datang ke sini untuk jadi anggota Koperasi Merah Putih Desa Ciakar," ujar Wabup Intan.

Menurutnya, dengan menjadi anggota KDMP akan mendapatkan berbagai manfaat yang sangat berguna, terlebih menghadapi hari raya maupun tahun baru nantinya.

"Jadi anggota Koperasi Merah Putih itu keuntungannya banyak sekali, apalagi menghadapi hari raya dan bulan Ramadan," jelasnya.

Dia berharap, pembangunan gedung KDMP Desa Ciakar dapat berjalan lancar dan segera beroperasi secara penuh melayani anggota dan masyarakat Kecamatan Panongan.

"Insya Allah gedung Koperasi ini bisa selesai di tahun depan, di bulan Januari, dan bisa langsung beroperasi melayani anggota serta warga Kecamatan Panongan nantinya," pungkasnya.

Sementara itu, Kadis Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah mengatakan, pembangunan gedung KDMP Desa Ciakar sepenuhnya, baik pendanaan dan pembangunan dilakukan oleh pihak BUMN, yaitu PT Agrinas Pangan Nusantara dibantu oleh pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"PT Agrinas Pangan Nusantara bertugas untuk membangun fasilitas fisik untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang meliputi gerai, gudang, dan sarana pendukung lainnya. Sedangkan TNI bertugas untuk melaksanakan percepatan pembangunan di lapangan, termasuk dalam persiapan lahan dan pemanfaatan jaringan hingga tingkat desa," jelas Anna.

Menurutnya, penugasan ini diberikan oleh pemerintah untuk mempercepat program pembangunan ekonomi kerakyatan dengan memanfaatkan kemampuan profesional BUMN PT Agrinas dan sinergi dengan TNI.

"Pembangunan ini tidak menggunakan bantuan dana CSR. Bantuan CSR itu hanya untuk modal pengadaan sembako, gas elpiji dan barang kebutuhan pokok lainnya, bukan untuk pembangunan gedung Kopdes Merah Putih," tegasnya. (Reno)

Bireuen Terkoyak Angkara Perusak Hutan: Titik Banjir Melumat Desa, Air Bah Mengantar Peringatan Kiamat Ekologi

By On Rabu, Desember 03, 2025

Warga berusaha melintas di jalan yang mengalami kerusakan berat pasca banjir dan longsor di kawasan jalan Bireuen-Takengon

BIREUEN, KabarViral79.Com - Air mata Bireuen belum kering ketika banjir bandang kembali merangsek seperti pasukan maut dari perut gunung yang dilukai. Alam marah, dan amarah itu tumpah melalui 11 jembantan yang memporak-porandakan pemukiman warga.

Jembatan nasional yang kokoh selama puluhan tahun ambruk dalam sekejap. Rumah-rumah yang menjadi tempat tawa dan doa kini berubah menjadi serpihan yang hanyut bersama pekatnya lumpur. Namun yang lebih menyayat, nyawa dan harapan ikut dibawa arus.

Air bah datang bersama batang kayu besar jejak kejahatan ekologis yang selama ini dibiarkan. Rimba yang menjadi benteng terakhir desa-desa itu sudah lama dipreteli oleh tangan serakah. Namun kini, para pembabat hutan hanya mampu menunduk dan melirihkan suara.

Mereka tak hanya menyaksikan kehancuran lingkungan, tapi juga keruntuhan sumber pendapatan pribadi yang selama ini mereka banggakan lenyap dihantam murka alam.

Seorang personel TNI AD menyeberang sungai Teupi Mane, Juli, yang putus diterjang banjir bandang untuk membawa bantuan makanan untuk warga yang masih terisolir. 

"Sejatinya pemerintah daerah dan pemangku kepentingan harus segera mengevaluasi kejadian pahit ini. Bila tidak, bukan mustahil pemukiman warga Bireuen akan lenyap dari peta," ujar seorang Tokoh Masyarakat dengan suara tercekat, menahan getir di tenggorokan.

Namun apa lacur isu dan dugaan justru berkembang, bahwa ada oknum yang turut menikmati manisnya keuntungan dari hutan yang dikorbankan. Seolah ada ketakutan untuk menetapkan aturan yang tegas dan sehat. Ketakutan yang membuat kerusakan ini seperti dilestarikan dalam diam.

Warga berdiri di tengah puing-puing kehidupannya, menatap masa depan yang kabur dibalut bau lumpur bencana. Mereka tidak berteriak meminta banyak hanya keadilan. Hanya sebuah keberanian untuk menghentikan kerusakan sebelum bumi benar-benar menelan semuanya.

Malam itu, Bireuen menangis keras. Bukan hanya karena datangnya banjir, tetapi karena peringatan yang terlalu lama diabaikan.

Dan air bah yang lalu itu seperti berkata: Jika rakus masih diberi ruang, maka ruang hidup manusia akan hilang lebih dulu. (Joniful Bahri)

Bangun Komunikasi Humanis, Kapolres Serang Ngopi Bareng PERWAST

By On Rabu, Desember 03, 2025


SERANG, KabarViral79.Com - Dalam rangka mempererat sinergitas antara Polri dan Insan Pers, Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko menggelar kegiatan ngopi bareng sambil ngobrol santai bersama para wartawan yang tergabung dalam Perkumpulan Wartawan Serang Timur (PERWAST), di Mapolsek Cikande, Selasa, 02 Desember 2025.

Acara ini berlangsung hangat dan penuh keakraban, menjadi wadah silaturahmi antara pihak kepolisian dan awak media.

Kegiatan ini turut diikuti oleh Kapolsek Cikande AKP Tatang, Ketua PERWAST Mansar, Pembina Angga Apria Siswanto, Penasehat Yusa Qorni, dan sejumlah Pengurus dan Anggota PERWAST. 

Tidak ada agenda resmi dalam pertemuan itu. Kapolres hadir secara spontan, menyapa para jurnalis, duduk santai, dan menikmati kopi serta gorengan bersama.

Momen tersebut menjadi ajang diskusi ringan terkait isu-isu di wilayah hukum Polres Serang

"Kita ngobrol santai aja. Kebetulan saya lewat sini, dan mampir di Polsek Cikande," ujar AKBP Condro Sasongko dengan senyum ramah. 

Ia menilai, obrolan santai seperti ini bisa memunculkan ide-ide segar serta memperkuat komunikasi yang sehat antara Polri dan media.

Para jurnalis yang hadir pun mengapresiasi keterbukaan dan sikap kekeluargaan Kapolres.

Obrolan berkembang dari persoalan keamanan, pemberitaan publik, hingga harapan untuk membangun hubungan komunikasi yang lebih transparan ke depan.

Dalam kesempatan itu, Ressy, perwakilan dari PERWAST menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Serang, AKBP Condro Sasangko yang telah mendukung dan mensupport kegiatan Rapat Kerja (Raker) PERWAST yang telah terselenggara pekan lalu. 

"Dalam kesempatan ini, Kami dari jajaran kepanitiaan Raker mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres dan Bapak Kapolsek Cikande atas dukungan dan suportnya dalam kegiatan Raker," tuturnya. (*/red)

Gen Z Cilangkahan Akan Gelar Demo, Tagih Janji APDESI Panggarangan

By On Rabu, Desember 03, 2025

 


LEBAK, KabarViral79.Com – Kecewa dengan janji yang tak pernah dipenuhi oleh Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Panggarangan, Generasi Z (Gen Z) Cilangkahan akan menggelar aksi protes, Rabu, (3/12/2025).

Gen Z Cilangkahan kecewa dengan komitmen APDESI Kecamatan Panggarangan yang beberapa bulan lalu berjanji akan membantu untuk pembangunan gedung juang Gen Z Cilangkahan.

Erot Rohman, yang merupakan pengurus Gen Z Cilangkahan, menjelaskan bahwa dalam pertemuan beberapa bulan lalu antara Gen Z Cilangkahan dengan APDESI Kecamatan Panggarangan yang dilakukan di kantor Aula Kecamatan Panggarangan, saat itu APDESI berjanji akan memberikan sumbangan untuk pembangunan gedung juang Cilangkahan sebesar Rp 20.000.000,-.

Namun, lanjut Erot, hingga saat ini janji APDESI Kecamatan Panggarangan tidak pernah terealisasi.

“Kami kecewa dengan sikap APDESI yang mengingkari janjinya,” ujarnya.

Untuk itu pihaknya akan menggelar aksi demonstrasi atas ketidakpercayaan terhadap komitmen APDESI Kecamatan Panggarangan.

“Kami beserta ratusan Gen Z akan menggeruduk aksi demonstrasi ke Kantor Kecamatan Panggarangan,” ujarnya.

Untuk diketahui, Gen Z Cilangkahan merupakan perkumpulan para pemuda dari berbagai kalangan dan latar belakang yang berada di Calon Daerah Otonom Baru (DOB) Cilangkahan.

Sebagai wadah konsolidasi kepemudaan di DOB Cilangkahan, Gen Z Cilangkahan sering dan telah melakukan aksi-aksi diplomatis untuk mendorong agar percepatan DOB Kabupaten Cilangkahan segera terwujud.

Beberapa bulan lalu, bersama Badan Koordinasi Pembentukan Kabupaten Cilangkahan (BAKOR PKC) dan unsur masyarakat lainnya, mereka menggelar aksi demonstrasi ke DPR-RI menuntut agar DOB Kabupaten Cilangkahan segera terwujud.

(Tim/Red)

Petani di Desa Mekarsari Disibukan Menunggu Tanaman Padi Akibat Serangan Hama Burung Pipit, Pihaknya Berharap Ada Solusi dari Pemerintah

By On Rabu, Desember 03, 2025

 


LEBAK, KabarViral79.Com – Para petani di Desa Mekarsari, Kecamatan Cihara, Kabupaten Banten, kini tengah menghadapi tantangan serius yang mengancam hasil panen mereka, serangan masif hama burung pipit, Rabu 3 Desember 2025.

Serangan ini terjadi saat tanaman padi memasuki fase berbuah, periode krusial penentu keberhasilan panen. Menurut laporan dari petani setempat, burung pipit menyerbu lahan persawahan setiap pagi, mematuk dan memakan bulir-bulir padi.

Salah satu petani, Duriah, menyampaikan keluhannya. “Setiap hari kami harus meluangkan waktu ekstra, mulai dari matahari terbit, untuk menunggu dan mengusir burung-burung ini. Kalau tidak dijaga, dalam waktu sebentar saja, kerugian yang kami derita bisa sangat besar,” ujarnya.

Aktivitas ini bukan hanya menguras tenaga, tetapi juga menyita waktu produktif petani yang seharusnya bisa digunakan untuk mengurus hal lain di sawah atau keluarga.

Para petani Mekarsari kini menggunakan berbagai cara tradisional, mulai dari memasang jaring, membuat orang-orangan sawah, hingga memukul kaleng dan bambu untuk mencoba meminimalisir kerusakan.

Serangan hama ini diperkirakan dapat menurunkan hasil panen hingga 20 persen dari potensi normal jika tidak segera dikendalikan. Penurunan hasil panen ini tentu akan berdampak langsung pada pendapatan petani dan stabilitas ekonomi masyarakat desa.

“Kami sangat berharap ada solusi atau bantuan dari pemerintah daerah, khususnya dari Dinas Pertanian, untuk mengatasi masalah hama burung pipit ini,” kata Mamat, petani warga Desa Mekarsari saat menunggu padinya.

Lebih lanjut ia mengatakan, para petani khususnya petani di Desa Mekarsari, metode pengendalian hama saat di musim tanam seperti saat ini sangat dibutuhkan dari dinas terkait.

“Kami membutuhkan metode pengendalian hama yang lebih efektif dan berkelanjutan, bukan hanya mengandalkan jaga manual setiap pagi,” pungkas Mamat.

(Cup)

Pemuda Desa Karangkamulyan Kecamatan Cihara Mendapatkan Penghargaan di Hari Jadi Kabupaten Lebak Ke-197

By On Rabu, Desember 03, 2025

 


Lebak, KabarViral79.Com – Suasana meriah menyelimuti acara peringatan Hari Jadi Kabupaten Lebak ke-197 yang digelar di Pendopo Kabupaten Lebak. Kegiatan ini dihadiri tokoh, akademisi, dan masyarakat se-Kabupaten Lebak. Pada momentum tersebut, Pemerintah Kabupaten Lebak memberikan penghargaan kepada pemuda/pemudi berprestasi di Kabupaten Lebak, Selasa 2 Desember 2025.

Salah satu penerima penghargaan pemuda berprestasi adalah Irfan Budiono asal Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cihara. Penghargaan tersebut diberikan oleh Bupati Lebak H. Mohammad Hasby Jayabaya, S.H sebagai kategori pemuda berprestasi peraih juara 1 Pemuda Pelopor Desa tingkat nasional bidang lingkungan.

“Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan dan dukungan Pemerintah Kabupaten Lebak atas kontribusi pemuda dalam pelestarian lingkungan di Kabupaten Lebak,” kata Irfan Budiono kepada wartawan.

Irfan berharap ke depan penghargaan ini dapat menginspirasi pemuda Lebak lainnya, “ujarnya.

Diketahui, penyerahan berlangsung di panggung utama, disaksikan oleh tamu undangan dan masyarakat yang hadir.

(Sanusi)

Kapolsek Tigaraksa Pimpin Apel Gabungan Eksekusi Lahan Tanah  Kosong di Jalan Syeh Mubarok

By On Selasa, Desember 02, 2025


TANGERANG, KabarViral79.Com - Kapolsek Tigaraksa memimpin Apel Gabungan personil kesiapan pengamanan dalam rangka eksekusi  pengosongan lahan seluas kurang lebih 3.127 meter persegi, di Jalan Syeh Mubarok, tepatnya di Kampung Lewihalu, Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa, 02 Desember 2025.

Kapolsek Tigaraksa, AKP I Made Artana mengatakan, pengamanan tersebut berdasarkan permintaan pengamanan dari pihak Pengadilan untuk mengekusi lahan tanah kosong kurang lebih seluas 3.127 meter per segi.

"Pengamanan ini dari pihak pemohon yang mana sudah mendapatkan putusan inkra dari pengadilan hasil gugatan dari pihak tergugat kemudian dari pihak Pengadilan melaksanakan eksekusi hari ini," ujarnya. 

"Tentunya kami dibantu dari pihak PolresTangerang, Polsek Tigaraksa, Garnizun, Koramil Tigaraksa, Jurusita Pengadilan, Trantib  Kecamatan dan pihak Trantib dari Kelurahan Tigaraksa, ada kurang lebih 60 personil gabungan," imbuhnya. 

Dia menambahkan, ke depan tentunya harus taat kepada keputusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap.

"Kami dari pihak keamanan berharap pelaksanaan eksekusi hari ini berjalan lancar, aman, tentunya sesuai dengan mekanisme yang sudah kita lakukan. Mulai dari tahap kordinasi dan juga kita lakukan tahapan yang dilakukan oleh pihak pengadilan, mulai dari pengecekan lokasi objek lokasi sudah sesuai prosedur pencocokan. Artinya hari ini mulai dilakukan eksekusi dan bisa berjalan aman, lancar dan kondusif," pungkasnya. (Reno)

Nasabah “Diam-diam Boikot” Bank yang Gunakan Jasa Debt Collector

By On Selasa, Desember 02, 2025

 


JAKARTA, KabarViral79.Com - Di tengah ketatnya tekanan ekonomi, muncul fenomena baru, sejumlah nasabah secara diam-diam mulai “boikot” bank yang menggunakan jasa penagih utang eksternal (debt collector).

Banyak dari mereka memilih menutup rekening atau memindahkan tabungan ke bank lain, bukan semata karena gagal bayar, tetapi karena trauma atas pengalaman penagihan yang dinilai mengintimidasi.

Tak sedikit, nasabah mengaku tidak nyaman ketika menghadapi penagihan dari pihak ketiga setelah mereka gagal bayar kartu kredit atau pinjaman.

Sebagian besar merasa bahwa metode penagihan mulai dari telepon berulang, kunjungan mendadak, hingga ancaman sudah melewati batas kewajaran.

Kondisi ekonomi yang sulit membuat banyak peminjam kesulitan untuk segera menyelesaikan kewajiban mereka.

Ketika kewajiban jatuh tempo, ketidakmampuan membayar bukan hanya masalah finansial, tetapi juga bisa berujung pada tekanan emosional karena cara penagihan yang terasa agresif.

Bagi sejumlah orang, rasa aman dan reputasi sosial menjadi lebih penting daripada mempertahankan rekening di bank yang “berisiko” memunculkan stres berkelanjutan.

Hal ini mendorong mereka memilih “pindah bank” agar terhindar dari potensi intimidasi di masa datang.

“Saya sudah beberapa kali mengajukan nego. Tapi tetap saja, karena tunggakan dianggap kolektibilitas 5 dianggap tidak ada itikad baik. Padahal saya sudah datang langsung, kirim email, bahkan mau datang ke kantor mereka,” ungkap salah seorang nasabah seperti dikutip dari Media Konsumen.

Keluhan seperti ini menunjukkan bahwa sebagian nasabah merasa tidak dipahami keadaan ekonominya meskipun mereka punya itikad melunasi utang.

Karena itu, mereka menilai bahwa ketidakmanusiawian praktik penagihan menjadi alasan kuat untuk berhenti menggunakan bank yang sama.

Sementara itu, perbankan umumnya menegaskan bahwa penggunaan jasa pihak ketiga untuk penagihan termasuk debt collector adalah bagian dari prosedur standar ketika kredit telah masuk status macet atau kolektibilitas buruk.

Alasan utama bank memakai debt collector untuk efisiensi penagihan ketika kredit macet atau gagal bayar.

Bank menilai bahwa tenaga internal sulit memantau semua debitur.

Debt collector diharapkan bisa via proses penagihan yang lebih “profesional”, sesuai dengan regulasi: membawa surat tugas resmi, mematuhi aturan jam kunjungan, dan menghindari tindakan kasar.

Bank mengklaim penggunaan pihak ketiga ini dilindungi oleh regulasi, misalnya dalam regulasi terkait kartu kredit dan kredit macet.

Meski begitu, kritik publik dan regulasi mengingatkan bahwa penggunaan jasa penagih eksternal tetap harus diiringi pengawasan ketat.

Menurut pengaduan dari lembaga konsumen, praktik premanisme dan teror oleh debt collector bukan hal baru.

Banyak nasabah melaporkan intimidasi verbal, penghubungan ke kontak darurat, atau bahkan kunjungan mendadak tanpa persetujuan.

Regulasi mewajibkan bahwa penagihan memakai jasa eksternal harus dilakukan sesuai standar dalam regulasi perbankan, dan bank tetap bertanggung jawab atas tindakan debt collector.

Walau aturan ada, pelanggaran tetap marak, mulai dari kekerasan, ancaman, sampai penagihan di tempat kerja. Hal ini memicu desakan agar regulasi diperketat atau praktik debt collector dikaji ulang.

Fenomena boikot diam-diam oleh nasabah terhadap bank yang menggunakan jasa debt collector mencerminkan kegelisahan sosial di massa ekonomi sulit.

Bukan hanya soal kredit macet, tetapi juga soal martabat, rasa aman, dan perlakuan manusiawi.

Jika pihak bank dan regulator gagal menjamin penagihan yang adil dan etis, potensi kehilangan kepercayaan dari nasabah bisa semakin besar dan migrasi ke bank lain bisa jadi tren yang terus tumbuh.

KPM di Beberapa Desa Keluhkan Kualitas Beras Bantuan Bulog di Lebak Selatan, Harga dan Kondisi Fisik Jauh Berbeda

By On Selasa, Desember 02, 2025

 


LEBAK, KabarViral79.Com – Kualitas beras Program Bantuan Pangan yang disalurkan oleh Perum Bulog di wilayah Lebak Selatan ditemukan kurang berkualitas. Di beberapa desa, selain ditemukan bulir beras kuning, terdapat batu-batu kecil, dan aromanya apek, juga disinyalir mengandung dedak.

Atas kondisi beras seperti ini, banyak penerima manfaat yang merasa kecewa atas kondisi beras yang disalurkan oleh Perum Bulog Lebak.

Penerima bantuan bukan tidak bersyukur atas bantuan yang telah diberikan pemerintah, namun penerima berharap kualitas berasnya yang disalurkan adalah beras yang bagus, yang enak enak dikonsumsi.

Penelusuran wartawan di beberapa desa, beras yang disalurkan tersebut merupakan beras dengan kualitas medium. Hal ini dibuktikan dengan tulisan pada karung kemasan yang berlogo Perum Bulog, tertulis Beras Medium dengan berat 10 kg.

Pantauan wartawan di Pasar Bayah, Selasa, 2/12/2025, dengan membawa sampel beras Bantuan Pangan yang disalurkan oleh Perum Bulog kemudian dibandingkan dengan beras medium yang beredar di pasar, nampak terlihat perbedaan yang menonjol.

Beras medium yang dijual pedagang beras, secara fisik nampak berwarna bersih. Warnanya putih, tidak terdapat bulir beras kuning, tidak terdapat batu kecil dan tidak tercium aroma apek.

Dari sisi harga, nampak perbedaan yang mencolok, antara beras medium yang dijual di pasar dengan beras medium yang disalurkan Perum Bulog untuk program Bantuan Pangan.

Tatang, seorang penjual beras di Pasar Bayah mengatakan, beras medium yang ia jual berkisar antara Rp 12.000,- sampai Rp 14.000,- per kg.

“Kalau beras yang seperti Bulog ini, paling Rp 8.000,- per kg nya. Tapi saya gak jual. Karena gak laku”, ucapnya.

Sama halnya dengan Ratna, yang juga penjual beras di Pasar Bayah mengungkapkan, jika beras seperti yang Bulog salurkan dirinya tidak menyediakan. Karena tidak laku.

Kalau beras Bulog ini terang Ratna banyak bulir kuning dan gabah, banyak bulir patah, aromanya juga sudah bau.

“Sepertinya ini mah beras stok lama, berasnya juga udah rusak. Aromanya sudah apek. Kita pegang juga banyak kotoran yang nempel di telapak tangan seperti dedak,” ujar Ratna.

(Cup/Tim/Red)

Dua Titik Longsor Gunung Salak Berhasil Ditembus, Akses Aceh Utara–Bener Meriah Mulai Pulih

By On Selasa, Desember 02, 2025

Dua titik longsor yang menutup jalur di kawasan Gunung Salak, Aceh Utara dan Bener Meriah berhasil diterobos oleh tim di lapangan. 

ACEH UTARA, KabarViral79.Com - Dua titik longsor yang menutup jalur di kawasan Gunung Salak, Kabupaten Aceh Utara, berhasil diterobos oleh tim di lapangan.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, M. Nasir SIP MPA, berdasarkan laporan Tim PUPR yang bekerja sejak awal masa tanggap darurat.

Nasir menjelaskan, perkembangan ini diterima Posko melalui rekaman video dan foto yang disampaikan pada Senin 1 Desember 2025 kemarin.

"Ini kemajuan penting untuk percepatan normalisasi akses di kawasan tersebut,” ujarnya.

Dua titik longsor yang menutup jalur di kawasan Gunung Salak, Aceh Utara dan Bener Meriah berhasil diterobos oleh tim di lapangan. 

Gunung Salak merupakan jalur vital penghubung Kabupaten Aceh Utara dan Bener Meriah.

Sejak bencana longsor terjadi beberapa hari lalu, jalur ini tertutup total oleh material tanah dan batu, sehingga menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi logistik bagi warga terdampak banjir serta longsor.

Hingga saat ini, Tim PUPR Bener Meriah bersama Tim PUPR Aceh terus bekerja siang dan malam untuk membuka seluruh titik longsor yang masih tersisa.

Upaya percepatan menjadi prioritas pemerintah daerah demi memulihkan konektivitas antarwilayah dan memastikan keselamatan masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi kerja keras tim di lapangan yang terus berjuang untuk membantu masyarakat terdampak. Pemerintah Aceh berkomitmen mempercepat pembukaan jalur demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” tambah Nasir. (Joniful Bahri)

HRD Desak Pertamina Tuntaskan Kelangkaan LPG dan BBM di Aceh, Sumut, dan Sumbar Pasca Bencana

By On Selasa, Desember 02, 2025

Warga  Bireuen masih mengantri di beberapa SPBU untuk mendapatkan BBM, sejauh ini kelangkaan BBM terus terjadi pasca banjir bandang

BIREUEN, KabarViral79.Com - Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), H Ruslan Daud (HRD), mendesak Pertamina untuk segera mengatasi kelangkaan elpiji (LPG) dan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Krisis energi ini terjadi pasca bencana banjir serta tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Permintaan itu disampaikan HRD kepada wartawan, Selasa, 02 Desember 2025, berdasarkan hasil pantauannya langsung di lapangan.

Ia menyebut, antrean panjang kendaraan terlihat di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Aceh, seperti di Kabupaten Bireuen, Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Lhokseumawe, Aceh Utara, Langsa, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Bener Meriah, hingga Aceh Tengah.

Bahkan di sejumlah daerah, stok LPG dan BBM sudah benar-benar kosong akibat distribusi yang terhambat lantaran banyak jalan dan jembatan terputus. Pasokan gas LPG dari Arun, Lhokseumawe, juga mengalami gangguan serius karena jalur transportasi darat tidak dapat dilintasi.

Warga  Bireuen masih mengantri di beberapa SPBU untuk mendapatkan BBM, sejauh ini kelangkaan BBM terus terjadi pasca banjir bandang. 

“Solusinya, Pertamina harus segera menyalurkan gas LPG lewat laut atau udara,” tegas HRD.

Akibat kondisi tersebut, seluruh agen LPG di Aceh untuk sementara menghentikan operasional karena tidak mendapat suplai dari Pertamina. Kelangkaan ini berdampak langsung pada kebutuhan rumah tangga, pelaku UMKM, hingga dapur umum di lokasi pengungsian korban banjir.

Dalam situasi darurat ini, HRD meminta perhatian dan langkah cepat dari Pertamina Aceh serta Ditjen Migas untuk mengambil kebijakan percepatan distribusi energi.

Ia juga mendorong dibukanya jalur alternatif, penyiapan armada khusus, dan mekanisme penyaluran darurat untuk memastikan suplai tetap sampai ke masyarakat.

“Kami berharap penanganan dan koordinasi segera dilakukan agar kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dan distribusi LPG kembali stabil,” pungkasnya. (Joniful Bahri)

Ketika Bireuen Tenggelam: Ada Sebutir Asa di Balik Derasnya Hujan Sepekan

By On Selasa, Desember 02, 2025

Bundaran simpang empat Bireuen ikut tergengani air yang biasanya jarang terjadi, apalagi di tengah pusat kota. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Hujan tak berhenti mengetuk Bireuen selama tujuh hari penuh. Langit yang kelabu seolah menyimpan beban besar yang tak lagi sanggup ditahannya.

Air yang jatuh tanpa jeda mengubah kota menjadi lanskap yang tak biasa—jalanan yang biasanya padat kendaraan kini berubah seperti aliran sungai, sementara rumah-rumah seakan berdiri di tengah kubangan air.

Di air yang menggenang itu, bukan hanya riak yang tampak. Lumpur dan serpihan dahan kayu ikut hanyut, menyebar ke mana-mana.

Bireuen seolah membawa wajah lain, wajah yang kelam dan tidak pernah dibayangkan warganya.

Bundaran Simpang Empat yang Berubah Menjadi Sungai Keruh

Di Bundaran Simpang Empat Bireuen, air mengalir deras seperti sungai kecil. Namun bukan itu saja yang membuat warga terkejut: airnya berwarna kecokelatan, dipenuhi lumpur yang lembek dan melekat di ban kendaraan.

Dahan-dahan kayu kecil terbawa arus, menumpuk di sudut-sudut bundaran, seolah menjadi bukti bahwa aliran air sudah menabrak banyak hal sebelum sampai ke pusat kota.

Pengendara yang melintas memperlambat laju kendaraan, sebagian bahkan berhenti karena takut tergelincir.

Lumpur yang menutupi aspal membuat jalan licin, sedangkan dahan-dahan yang terseret air menambah suasana seperti pascabanjir bandang.

Jalan Lintasan Nasional, Jalan Andalas, dan Jalan Ramai Tak Lagi Sama

Di jalan lintasan nasional, genangan keruh menyulitkan sopir untuk mengukur kedalaman air. Lumpur memenuhi permukaan, membuat ban mobil sulit mencengkeram.

Arus yang membawa dahan pohon dan sampah membuat jalur itu benar-benar tampak seperti sungai sementara yang melintasi kota.

Sementara di Jalan Andalas dan Jalan Ramai, para pedagang seperti sedang menghadapi perang kecil. Di depan ruko-ruko, lumpur menumpuk, dibawa dari jalan oleh arus air.

Dahan-dahan kayu berserakan di depan kios, menghambat pintu masuk, dan membentuk gundukan kecil setiap arus surut sebentar.

"Begitu air naik, yang masuk bukan cuma airnya—lumpur ikut masuk ke dalam," kata Safrizal seorang pedagang di Jalan Ramai yang sedang menyapu lumpur kental dari lantai tokonya.

Kawasan VOA dan Jalan Pengadilan Lama: dari Genangan Tenang ke Lumpur Pekat

Kawasan perkotaan VOA Bireuen, Jalan Listrik menampilkan pemandangan yang tak kalah buruk.

Lumpur berwarna cokelat pekat menutupi halaman rumah penduduk, memaksa mereka menghabiskan berjam-jam untuk membersihkan lantai dan pekarangan.

Sementara di sudut-sudut jalan, dahan pohon menumpuk sebagai pengingat bahwa air tak datang sendirian.

Pemilik Toko di Kawasan VOA, Bireuen terpaksa mengeluarkan barangnya pasca diterjang banjir bandang di kaswanti Kabupaten Bireuen. 

Di Jalan Pengadilan Lama, warga harus membuka akses dengan sekop dan kayu.

Bukan hanya air yang mengalir deras, tetapi juga campuran pasir, lumpur, dan potongan-potongan ranting yang menumpuk di perempatan jalan.

Drainase yang tak mampu menahan aliran membuat lumpur mengendap tebal, sehingga warga harus bekerja keras untuk kembali menampakkan permukaan jalan.

"Sampai lutut tadi malam. Dan pagi ini, lumpurnya setebal dua jengkal," tutur Muhammad Yani, seorang warga Kota Juang Bireuen sambil memperlihatkan bekas garis lumpur di dinding rumah.

Ada Sebutir Asa, Pesan Terselip di Balik Lumpur dan Runtuhan Alam

Dalam semua pemandangan itu—air yang mengalir seperti sungai, lumpur yang menumpuk, dahan kayu yang berserakan—tersimpan sebutir asa: sebuah peringatan kecil yang sebenarnya telah datang lama, tetapi tak banyak dihiraukan.

Lumpur adalah tanda bahwa aliran air tidak menemukan jalur yang semestinya.

Dahan kayu merupakan bukti bahwa arus air menggerus sisi-sisi kota, termasuk pepohonan di sekitar saluran dan parit.

Semua itu mengarah pada satu hal: sistem drainase Bireuen tidak lagi mampu menerima volume air yang turun.

Banyak drainase dangkal, parit tertutup bangunan, dan alur sungai yang menyempit.

Air tidak lagi punya tempat berlari, sehingga ia naik ke jalan, mengangkut apa pun di jalurnya—tanah, sampah, dahan, bahkan serpihan kayu yang robek dari akar pohon.

Harapan untuk Pembenahan Menyeluruh

Pemerintah Bireuen telah turun ke lapangan, namun warga menuntut lebih dari sekadar pembersihan sesaat.

Mereka ingin drainase baru, alur sungai yang dibenahi, serta pembongkaran bangunan yang telah menutup jalur air. 

Karena selama saluran itu masih tersumbat dan tertutup, lumpur dan dahan kayu akan tetap menjadi tamu tak diundang setiap hujan deras datang.

Bireuen Belajar dari Lumpur

Ketika air surut, jalanan meninggalkan jejak lumpur yang menebal, dahan kayu berserakan, dan aroma lembap yang menempel di udara.

Namun bagi banyak warga, semua itu bukan sekadar sisa banjir. Itu adalah pesan jelas bahwa kota ini membutuhkan pembenahan serius.

Ada sebutir harapan tanda kecil yang datang melalui derasnya hujan, pekatnya lumpur, dan runtuhan dahan kayu.

Sebuah isyarat bahwa Bireuen harus bergegas berubah sebelum air kembali datang dengan cerita yang lebih buruk. (Joniful Bahri) 

Kemenangan Keadilan: Ketua Umum LSM Trinusa Dinyatakan Bebas, Loyalitas Anggota Terbukti

By On Senin, Desember 01, 2025

 


Bekasi, KabarViral79.Com – Setelah melewati perjuangan panjang sekitar 14 kali sidang, akhirnya Ketua Umum LSM Trinusa dinyatakan bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cikarang.

Ini bukan sekadar hasil hukum, tetapi juga simbol keteguhan, solidaritas, dan loyalitas seluruh anggota yang mengawal setiap langkah proses persidangan.

Sejak tuduhan pemerasan di Pasar SGC mencuat, Ketua Umum Trinusa menjadi sasaran tekanan publik dan media. Namun, keyakinan pada integritas dan kebenaran hukum tidak pernah goyah.

Dalam setiap sidang, Ketua Umum tampil tegas, membela nama baik organisasi dan menegaskan ketidakbersalahannya.

Selama proses persidangan, anggota dari seluruh DPD, DPC, DPAC, dan simpatisan setia hadir, mengawal setiap sidang, menunjukkan kesetiaan dan keberanian yang luar biasa.

Mereka bukan hanya hadir fisik, tetapi juga menjaga moral, menjaga nama baik organisasi, dan menunjukkan bahwa Trinusa tidak pernah sendiri.

Salah satu koordinator lapangan menyatakan.

“Kami hadir bukan untuk membuat keributan, tapi untuk berdiri tegak bersama pimpinan kami. Ini adalah bukti bahwa solidaritas dan loyalitas adalah kekuatan terbesar kami,” ungkapnya pada, Senin (1/12/2025).

Pada tanggal 1 Desember 2025, setelah persidangan panjang dan penuh tantangan, majelis hakim memutuskan bahwa Ketua Umum tidak bersalah. Tuduhan yang menimpa Ketua Umum tidak terbukti secara hukum, sehingga seluruh dakwaan gugur.

Kemenangan ini bukan sekadar pembebasan individu, tetapi juga kemenangan moral bagi seluruh anggota LSM Trinusa, yang membuktikan bahwa kebenaran dapat ditegakkan melalui kesabaran, disiplin, dan solidaritas.

Hasil ini menjadi pengingat bahwa kekuatan organisasi terletak pada loyalitas dan komitmen anggotanya. Semua pihak yang setia mendampingi Ketua Umum telah menorehkan sejarah heroik — berdiri tegak menghadapi tekanan, menjaga nama baik lembaga, dan membuktikan bahwa Trinusa adalah organisasi yang bersih, berani, dan berintegritas.

Koordinator nasional menambahkan,

“Kemenangan ini adalah milik kita semua. Ini bukti bahwa jika kita bersatu, teguh pada prinsip, dan setia pada kebenaran, keadilan akan selalu berpihak pada yang benar.”

Kasus ini menegaskan bahwa keteguhan moral, solidaritas, dan keberanian anggota dapat menaklukkan segala tekanan.

Dengan putusan bebas ini, LSM Trinusa muncul lebih kuat, lebih bersih, dan lebih berani dari sebelumnya, siap melanjutkan perjuangan demi keadilan, kebenaran, dan kepentingan masyarakat.