-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Korban Banjir Bireuen Desak Dibangunnya Huntara Jelang Ramadhan

By On Selasa, Januari 06, 2026

HRD didampingi Keuchik Desa Kapa, Evendi dan Nanda Rizka (Abi Nanda) Ketua Fraksi PKB DPRK Bireuen, saat menemui pengungsi di Desa Kapa, Kecamatan Peusangan, Bireuen

BIREUEN, KabarViral79.Com Lebih dari sebulan pasca banjir dan longsor melanda Kabupaten Bireuen, penderitaan warga terdampak belum berakhir. Hingga awal Januari 2026, ratusan korban masih bertahan di tenda darurat, meunasah, dan masjid tanpa kepastian tempat tinggal yang layak, sementara bulan suci Ramadhan kian dekat.

Di tengah kondisi tersebut, sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menuai sorotan. Pernyataan Bupati Bireuen, H. Mukhlis yang menyebut korban banjir menolak pembangunan Hunian Sementara (Huntara), dinilai tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Sebelumnya, Bupati Mukhlis saat Konferensi Pers di Pendopo Bupati Bireuen, Rabu, 31 Desember 2025, ketika menanggapi pertanyaan wartawan terkait tidak adanya usulan pembangunan Huntara ke pemerintah pusat.

Sejumlah warga dan Aparatur Gampong justru menyatakan sebaliknya. Mereka menegaskan bahwa masyarakat sangat membutuhkan Huntara sebagai solusi sementara sambil menunggu pembangunan hunian tetap (Huntap).

Salah satunya disampaikan Keuchik Desa Kapa, Kecamatan Peusangan, Evendi. Ia menyebut warganya sudah terlalu lama hidup dalam kondisi tidak layak.

“Kami membutuhkan sedikitnya 20 hingga 30 unit Huntara. Warga sudah lebih dari sebulan tinggal di tenda dan meunasah. Ramadhan sudah dekat, tapi belum ada kepastian dari pemerintah,” ujar Evendi, Senin, 05 Januari 2026.

Menurut Evendi, pihak desa bahkan telah menyiapkan lahan yang aman untuk pembangunan Huntara. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut dari pemerintah daerah.

“Daerah lain bisa membangun Huntara, kenapa di Bireuen justru ditolak? Apakah perhatian baru datang kalau Presiden turun langsung ke desa kami?,” katanya.

Pasca banjir bandang, hampir seluruh rumah warga Desa Kapa tertimbun lumpur. Sebagian mengalami kerusakan berat dan tidak dapat dihuni, sehingga warga terpaksa bertahan di pengungsian dalam kondisi serba terbatas.

Sorotan juga datang dari Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan Daud (HRD). Ia menyayangkan pernyataan Bupati Bireuen yang menyebut korban menolak Huntara.

“Pernyataan itu sangat bertolak belakang dengan fakta di lapangan. Hampir seluruh pengungsi yang saya temui justru meminta Huntara sambil menunggu hunian tetap,” tegas HRD.

Menurut HRD, pembangunan Huntara tidak menggugurkan hak korban untuk mendapatkan Huntap. Ia menilai anggapan bahwa Huntara dapat menghambat pembangunan hunian permanen adalah keliru.

“Huntap membutuhkan waktu dan proses panjang. Rakyat tidak bisa dipaksa berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, tinggal di tenda. Ini soal logika dan kemanusiaan,” ujarnya.

HRD menegaskan, Huntara sangat mendesak, terutama menjelang Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha, agar masyarakat dapat beribadah dengan layak dan bermartabat.

Ia bahkan menyatakan siap memperjuangkan pembangunan Huntara meskipun tanpa usulan dari Bupati.

“Jika pemerintah daerah tetap tidak memproses Huntara, para Keuchik bisa langsung mengusulkan ke pemerintah pusat melalui saya, asalkan tersedia lahan yang aman dan layak. Saya akan berusaha semaksimal mungkin agar warga Bireuen tidak terus hidup di tenda,” tegasnya.

HRD mengingatkan bahwa pengalaman rehabilitasi pasca tsunami 2004 menunjukkan pembangunan rumah permanen membutuhkan waktu lama, sehingga Huntara merupakan solusi kemanusiaan yang tidak bisa diabaikan.

“Ini bukan soal politik atau gengsi pejabat. Ramadhan sudah di depan mata. Ini soal kemanusiaan dan martabat rakyat,” pungkasnya. (Joniful Bahri)

Bupati Tangerang Ingatkan ASN Jaga Amanah dan Tingkatkan Pelayanan Publik

By On Selasa, Januari 06, 2026

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid bersama Wabup Tangerang, Intan Nurul Hikmah memimpin apel perdana awal tahun 2026, di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Senin, 05 Januari 2026. 

TANGERANG, KabarViral79.Com Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah memimpin apel perdana awal tahun 2026 yang diikuti para Kepala OPD, Camat dan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Senin, 05 Januari 2026.

Dalam amanatnya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan, ASN merupakan pelayan masyarakat yang memegang amanah besar. Amanah tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, sesuai peraturan perundang-undangan serta norma yang berlaku.

“Kita sudah disumpah untuk mengutamakan kepentingan umum, salah satunya pelayanan kepada masyarakat. Amanah itu berat, tetapi itulah kewajiban kita sebagai ASN,” tegas Bupati Maesyal Rasyid.

Terkait dinamika dan sorotan masyarakat di media sosial mengenai pelayanan publik, khususnya pelayanan administrasi kependudukan, Bupati meminta seluruh pegawai tidak terpengaruh isu dan anti kritik yang disampaikan masyarakat.

Menurutnya, pelayanaan administrasi kependudukan, salah satunya KTP, telah dilimpahkan ke kecamatan, dan masyarakat perlu mendapatkan penjelasan yang benar.

“Jangan terpengaruh. Jalankan saja tugas untuk kepentingan masyarakat. Jika ada masukan atau kritik, jelaskan dengan baik dan responsif. Itu bagian dari upaya kita memperbaiki pelayanan,” pungkasnya.

Dia juga mengingatkan pentingnya koordinasi dan jenjang komando dalam organisasi pemerintahan. Seluruh pelaksanaan tugas, baik fungsional maupun struktural, harus sepengetahuan pimpinan agar tanggung jawab institusional dapat berjalan dengan baik.

“Organisasi Pemda ini organisasi resmi pelayanan publik. Tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Semua harus terkoordinasi dan dilaporkan sesuai jenjang,” imbuhnya.

Dia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pegawai Pemkab Tangerang atas dedikasi dan kinerja selama pelaksanaan program dan kegiatan tahun anggaran 2025 yang telah dilaksanakan dengan baik

“Atas nama pimpinan, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pegawai Pemkab Tangerang. Kami bangga karena tugas dan program tahun 2025 dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Bupati menjelaskan, usai apel ini akan langsung dilaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Kepala OPD, Staf Ahli, Asisten, para Camat hingga Kepala Bagian.

Rapat tersebut bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program tahun 2025 sekaligus merancang dan mengonsolidasikan pelaksanaan program yang telah ditetapkan dalam APBD Tahun 2026.

“Tahun 2026 harus kita jalani dengan perencanaan yang matang. Evaluasi tahun 2025 menjadi dasar untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Menutup arahannya, Bupati Tangerang berharap kinerja seluruh ASN pada tahun 2026 dapat semakin baik di seluruh sektor, serta apa yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya menjadi ladang pahala bagi semua.

“Selamat bertugas, selamat tahun baru. Semoga tahun 2026 kita bisa memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Tangerang,” pungkasnya. (Reno)

Cegah Spekulasi, Forum Aktivis Muda Serang Desak Audiensi Lanjutan

By On Senin, Januari 05, 2026



Serang, KabarViral79.Com - Ketua Forum Aktivis Muda Serang, Agus Waluyo, bersama sejumlah anggota secara resmi mengirimkan surat permohonan audiensi kepada Bupati Serang Ibu Ratu Zakiyah. Surat tersebut dikirimkan sebagai bentuk tindak lanjut atas tuntutan publik yang sebelumnya telah disampaikan pada 30 Desember 2025 dalam forum di Aula Setda Kabupaten Serang, namun hingga kini belum sepenuhnya terpenuhi.

Agus Waluyo menyampaikan bahwa audiensi lanjutan ini dinilai penting guna memberikan kejelasan kepada publik, khususnya terkait proses seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Kabupaten Serang yang saat ini menjadi perhatian masyarakat.

“Kami berharap Ibu Bupati Serang berkenan memfasilitasi audiensi lanjutan agar tuntutan publik yang belum terpenuhi dapat dituntaskan. Hal ini penting supaya tidak menimbulkan dugaan-dugaan di tengah masyarakat mengenai apa yang sebenarnya terjadi dalam proses seleksi JPT Kabupaten Serang,” ujar Agus, saat di hubungi, Senin (5/1/2026).

Pada hari yang sama, Forum Aktivis Muda Serang juga berkesempatan bertemu dengan Wakil Bupati Serang, Bapak Najib Hamas, saat hendak memasuki kantor. Dalam pertemuan singkat tersebut, Agus Waluyo dan anggota menyampaikan permohonan dukungan agar audiensi lanjutan dapat segera dilaksanakan.

Di hari yang sama, forum ini sempat bertemu dengan Wakil Bupati Serang, Bapak Najib Hamas. Dalam pertemuan singkat tersebut, Wakil Bupati memberikan respons positif dan mengarahkan agar forum segera berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah guna penyelesaian masalah tersebut. Forum Aktivis Muda Serang berkomitmen akan terus mengawal proses ini demi tata kelola pemerintahan yang baik.

“Beliau menyampaikan kepada kami bahwa hal tersebut memang harus diselesaikan, dan beliau juga mengarahkan kami untuk segera melakukan koordinasi dengan Sekretaris Daerah,” jelasnya.

Forum Aktivis Muda Serang menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses ini secara konstruktif dan transparan demi kepentingan publik serta tata kelola pemerintahan yang baik di Kabupaten Serang.

“Kami tidak ingin ada celah spekulasi yang merugikan nama baik institusi. Publik berhak tahu bahwa pengisian jabatan strategis di Kabupaten Serang dilakukan atas dasar kompetensi dan integritas, bukan karena faktor lain yang mencederai prinsip profesionalitas,” tegasnya menambahkan.

Lebih lanjut, Agus memberikan peringatan bahwa forumnya akan tetap konsisten di jalur pengawasan. “Aspirasi ini bukan sekadar formalitas. Jika jalur komunikasi formal tidak membuahkan hasil yang konkret, kami khawatir mosi tidak percaya dari masyarakat akan semakin meluas. Oleh karena itu, koordinasi dengan Sekda akan kami lakukan secepatnya sesuai arahan Bapak Wakil Bupati,” imbuhnya. (*)

Menyingkap Luka Sumatra: Potret Bencana Alam dan Ketangguhan Masyarakatnya

By On Senin, Januari 05, 2026

 


Serang, KabarViral79.Com - Pulau Sumatera dikenal sebagai salah satu kawasan paling subur dan kaya di Indonesia. Hutan hujan tropis yang lebat, garis pantai yang panjang, dan pegunungan yang menjulang memberi pulau ini keindahan alam yang luar biasa.

Namun, di balik keelokan itu, Sumatera juga memikul takdir geografis yang berat: berada di Cincin Api Pasifik dan bersisian dengan lokasi pertemuan dua lempeng besar dunia. Alhasil, bencana alam bukanlah peristiwa yang asing bagi masyarakatnya.

Dari gempa bumi, hingga banjir dan longsor, Sumatera berulang kali diuji oleh murka alam. Dalam beberapa tahun terakhir, serangkaian bencana kembali menorehkan duka di sejumlah wilayah Sumatera.

Meskipun skalanya bervariasi, pola yang muncul menunjukkan bahwa tantangan ini semakin kompleks dan berkaitan dengan dinamika alam maupun ulah manusia.

Di Aceh, gempa dangkal yang mengguncang bagian utara pulau membawa kembali ingatan akan tragedi tahun 2004. Meski tidak sebesar bencana masa lalu, getaran itu cukup untuk merusak puluhan rumah dan memicu kepanikan warga.

Gempa di kawasan ini merupakan pengingat bahwa zona megathrust di sepanjang pantai barat Sumatera masih aktif dan berpotensi menghasilkan gempa besar kapan saja.

Selain gempa bumi, letusan gunung api juga menjadi ancaman nyata. Gunung Sinabung di Sumatera Utara, misalnya, sejak lama menunjukkan aktivitas vulkanik yang fluktuatif. Semburan abu vulkanik sesekali melumpuhkan aktivitas warga, merusak tanaman, dan mengganggu kesehatan masyarakat di sekitarnya.

Meski masyarakat sudah terbiasa dengan aktivitas gunung tersebut, setiap letusan tetap menimbulkan kecemasan, terutama bagi mereka yang tinggal di zona rawan.

Aktivitas vulkanik seperti ini membuktikan bahwa Sumatera tidak hanya diancam oleh bencana yang berlangsung secara bertahap dan bisa berkepanjangan. Banjir dan tanah longsor adalah jenis bencana lain yang semakin sering muncul belakangan ini.

Curah hujan yang tak menentu, diperparah oleh deforestasi yang terus terjadi, membuat banyak daerah rawan mengalami banjir bandang. Di beberapa wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, misalnya, luapan luas menyebabkan ribuan rumah terendam, memaksa warga mengungsi, dan merusak infrastruktur vital.

Longsor yang menyusul setelah hujan deras kerap memutus jalur transportasi antar-kecamatan dan mengisolasi desa-desa terpencil. Bencana hidrometeorologi ini semakin meningkat intensitasnya akibat perubahan iklim global yang memicu perubahan pola cuaca ekstrem.

Namun, di tengah kepurukan akibat bencana, ketangguhan masyarakat Sumatera patut diapresiasi. Berkali-kali, mereka bangkit dari puing-puing, membersihkan rumah yang terendam banjir, memperbaiki bangunan yang runtuh, dan saling membantu tanpa menunggu instruksi resmi.

Gotong royong menjadi kekuatan utama warga dalam menghadapi situasi sulit. Relawan lokal, sering kali pemuda desa, bergerak cepat untuk mengevakuasi warga rentan, membagi bantuan darurat, dan membuka dapur umum.

Di sisi lain, pemerintah daerah dan pusat terus melakukan upaya mitigasi bencana, mulai dari pembangunan sistem peringatan dini, peningkatan fasilitas evakuasi, hingga sosialisasi mengenai kesiapsiagaan bencana di sekolah-sekolah.

Meskipun demikian, upaya mitigasi ini masih membutuhkan banyak perbaikan. Banyak wilayah pedesaan belum memiliki akses memadai terhadap informasi bencana. Jaringan komunikasi yang lemah membuat peringatan dini tidak selalu diterima tepat waktu.

Selain itu, praktik pembangunan yang tidak memperhatikan aspek lingkungan memperburuk risiko bencana. Alih fungsi lahan yang massif, pembukaan hutan untuk perkebunan, dan penebangan liar menjadi faktor penyebab banjir dan longsor semakin parah.

Tanpa pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, Sumatera akan terus berada dalam siklus bencana yang sama setiap tahunnya. Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan mulai meningkat, tetapi perubahan perilaku membutuhkan waktu dan dukungan nyata.

Program konservasi hutan, reboisasi, serta penguatan adat lokal dalam menjaga kawasan hutan adat adalah langkah-langkah yang perlu terus dikembangkan. Kearifan lokal masyarakat Sumatera sebenarnya telah lama mengajarkan prinsip hidup berdampingan dengan alam, seperti larangan membuka lahan di lereng curam atau menjaga hulu sungai.

Namun, modernisasi sering kali membuat nilai-nilai ini terabaikan. Peran generasi muda juga tidak boleh diabaikan. Mereka merupakan kelompok yang sangat aktif di media sosial dan mampu menyebarkan informasi dengan cepat.

Banyak komunitas anak muda Sumatera yang kini bergerak dalam edukasi lingkungan, pemetaan risiko bencana, hingga kampanye pengurangan sampah. Mereka menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan modern dan kesadaran sosial, sekaligus agen perubahan yang dapat memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bencana.

Bencana alam memang tidak dapat dicegah sepenuhnya. Namun, dampaknya dapat diminimalkan melalui kolaborasi yang kuat antara masyarakat, pemerintah, akademisi, dan lembaga-lembaga kemanusiaan.

Sumatera, dengan segala kerentanannya, memerlukan pendekatan terpadu yang tidak hanya fokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga pencegahan, mitigasi, dan pembangunan yang berkelanjutan.

Infrastruktur tahan bencana, tata ruang yang memperhatikan risiko geologi, serta edukasi publik harus menjadi prioritas jangka panjang. Akhirnya, Sumatera bukan hanya tentang bencana.

Pulau ini adalah rumah bagi jutaan orang yang terus belajar dan beradaptasi dengan dinamika alam. Setiap bencana menyisakan luka, tetapi juga memberikan pelajaran tentang pentingnya kehati-hatian, kesiapsiagaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Kisah tentang keberanian melawan ketidakpastian, tentang manusia yang tidak pernah menyerah meski berkali-kali diuji. Dengan tekad yang kuat dan kebersamaan yang terjaga, Sumatera akan selalu mampu bangkit sekali lagi, dan seterusnya.

Oleh: Cherina Stefani

Mahasiswa Prodi S-1 Manajemen FHEB UNDHARI

Generasi Z di Persimpangan antara Medsos dan Kesehatan Mental

By On Senin, Januari 05, 2026

 


Serang, KabarViral79.Com - Generasi Z, yang sekarang tumbuh di era digital, hidupnya berada di tengah-tengah kemajuan teknologi yang pesat. Media sosial menjadi bagian tak pernah terpisahkan dari kehidupan sehari-hari mereka. Namun, di balik manfaat yang ditawarkan, muncul kekhawatiran tentang dampaknya terhadap kesehatan mental.

Tekanan untuk menyesuaikan diri, media sosial seringkali menampakkan kehidupannya yang sempurna, membuat Generasi Z sekarang merasa tidak cukup baik ketika membandingkan diri dengan orang lain. Mereka mungkin merasa perlu memiliki penampilan fisik yang ideal, pencapaian akademis yang tinggi, atau kehidupan sosial yang aktif. Tekanan ini dapat memicu stres, kecemasan, dan depresi.

Generasi Z memang menghadapi hidup di sebuah persimpangan antara kemajuan teknologi dan tantangan kesehatan mental. Namun, dengan adanya kesadaran dan tindakan yang tepat, mereka bisa memanfaatkan media sosial secara positif tanpa mengorbankan kesehatan mentalnya seseorang.

Penting bagi orang tua, guru, dan masyarakat untuk mendukung Generasi Z dengan memberikan edukasi tentang penggunaan media sosial yang bijak dan pentingnya menjaga kesehatan mental. Dengan demikian, Generasi Z bisa tumbuh menjadi individu yang seimbang, cerdas, dan bahagia.

Generasi Z juga generasi yang sekarang tumbuh dan besar di tengah perkembangan teknologi yang sangat drastis. Sejak usia muda, mereka sudah akrab dengan internet, dan media sosial. Media sosial seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp bukan hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang untuk belajar, berekspresi, dan berinteraksi.

Namun, di balik manfaat tersebut, media sosial juga membawa tantangan besar, terutama bagi kesehatan mental generasi Z. Inilah yang membuat generasi ini berada di persimpangan antara memanfaatkan media sosial dan menjaga kesehatan mental di zaman sekarang.

Selain perbandingan sosial, pembulian menjadi masalah serius lainnya. Kata-kata pedas dan komentar negatif di media sosial dapat meninggalkan luka yang dalam. Generasi Z, yang aktif di dunia maya, lebih rentan menjadi korban atau bahkan pelaku pembulian tanpa menyadari dampaknya. Hal ini tentu berdampak buruk pada kesehatan mental mereka, seperti stres, kecemasan, hingga depresi.

Penggunaan berlebihan media sosial dapat menyebabkan masalah seperti kecemasan, depresi, dan perbandingan sosial yang tidak sehat. Berbeda dengan generasi sebelumnya, Gen Z tumbuh dengan ekspektasi yang lebih tinggi dan tekanan untuk selalu terlihat sempurna secara online.

Namun, bagaimana sebenarnya lingkungan digital ini membentuk identitas diri mereka? Dalam dunia serba cepat ini, penting bagi kita untuk menemukan strategi efektif dalam mengelola stres. Komunitas juga memainkan peran kunci dalam mendukung kesehatan mental-apakah kita sudah cukup peduli satu sama lain?

Selain itu, tekanan untuk selalu terlihat bahagia dan sempurna di media sosial juga menjadi beban tersendiri. Banyak generasi Z merasa harus selalu aktif, membalas pesan dengan cepat, dan mengikuti tren agar tidak dianggap ketinggalan zaman. Tekanan ini dapat menyebabkan stres, kelelahan mental, bahkan gangguan tidur.

Tidak sedikit yang merasa lelah secara emosionalnya, tetapi tetap memaksakan diri untuk terus aktif di media sosial. Oleh karena itu, generasi Z sekarang perlu belajar menempatkan diri dengan bijak di tengah arus media sosial.

Mengatur waktu penggunaan media sosial, menyaring konten yang dikonsumsi, serta tidak terlalu membandingkan diri dengan orang lain itu adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan mental. Selain itu, penting juga untuk tetap menjaga keseimbangan antara dunia maya dan dunia nyata, seperti meluangkan waktu untuk berinteraksi langsung dengan keluarga dan teman, berolahraga, serta melakukan aktivitas yang disukai.

Generasi Z hidup di persimpangan antara kemajuan teknologi dan tantangan kesehatan mental. Namun, dengan kesadaran dan tindakan yang tepat, mereka bisa memanfaatkan media sosial secara positif tanpa mengorbankan kesehatan diri mereka sendiri.

Penting bagi Generasi Z untuk membatasi waktu penggunaan media sosial, mengikuti akun-akun yang positif, dan tidak terlalu serius dengan postingan di media sosial. Orang tua dan masyarakat juga perlu berperan aktif dalam mendukung kesehatan mental Generasi Z.

Dengan demikian, Generasi Z bisa tumbuh menjadi individu yang seimbang, cerdas, dan bahagia. Peran lingkungan sekitar juga sangat penting dalam membantu generasi Z menjaga kesehatan mental.

Keluarga, sekolah, dan masyarakat perlu memberikan dukungan, pemahaman, serta ruang aman bagi generasi Z untuk mengekspresikan perasaan mereka. Edukasi tentang penggunaan media sosial yang sehat dan kesadaran akan kesehatan mental perlu terus ditingkatkan.

Media sosial banyak dampak positif bagi generasi Z. Melalui media sosial, mereka bisa mendapatkan informasi dengan cepat, menambah wawasan, serta membangun relasi tanpa batas ruang dan waktu.

Banyak generasi Z yang memanfaatkan media sosial untuk belajar, berjualan, membangun personal branding, bahkan menyuarakan pendapat dan kepedulian sosial. Media sosial juga menjadi tempat untuk menghiburkan diri, menunjukkan bakat, dan menemukan komunitas yang memiliki minat yang sama.Hal ini tentu sangat membantu generasi Z dalam mengembangkan potensi diri mereka.

Oleh: Lupia Hawanita

Mahasiswa Prodi S-1 Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNDHARI

Disdikbud Bireuen Aceh Tetapkan Masuk Sekolah 5 Januari 2026, Dua Pekan Awal Fokus Trauma Healing

By On Minggu, Januari 04, 2026

Kepala Disdikbud Bireuen, Dr. Muslim, M Si.  

BIREUEN, KabarViral79.Com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bireuen secara resmi menetapkan jadwal masuk sekolah usai libur semester pada Senin, 5 Januari 2026.

Ketentuan tersebut berlaku bagi seluruh satuan pendidikan PAUD, SD, dan SMP di bawah naungan Disdikbud Bireuen.

Penetapan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.3/2026 yang ditandatangani Kepala Disdikbud Bireuen, Dr. Muslim, MSi, dan ditujukan kepada seluruh Kepala UPTD PAUD, SD, dan SMP di Kabupaten Bireuen.

Dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada minggu pertama dan kedua Januari 2026 akan difokuskan pada kegiatan trauma healing.

Kebijakan ini diambil mengingat banyak peserta didik yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Bireuen dalam beberapa waktu terakhir.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi siswa, Disdikbud Bireuen juga memberikan kelonggaran aturan berpakaian.

Peserta didik yang kehilangan atau tidak memiliki seragam sekolah akibat bencana diperbolehkan mengenakan pakaian bebas yang sopan selama proses pembelajaran berlangsung.

Surat edaran tersebut mengacu pada Keputusan Bersama Kepala Dinas Pendidikan Aceh dan Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Aceh tentang Kalender Pendidikan Sekolah dan Madrasah Provinsi Aceh Tahun Pelajaran 2025/2026, serta Keputusan Bupati Bireuen Nomor 300.2.2/722 Tahun 2025 tentang Perpanjangan Status Keadaan Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Kabupaten Bireuen.

Kepala Disdikbud Bireuen, Dr. Muslim, menyampaikan bahwa sebagian besar sekolah yang terdampak bencana telah selesai dibersihkan. Proses pembersihan tersebut juga mendapat dukungan dari unsur TNI dan Polri.

“Bagi sekolah yang meja dan kursinya rusak atau terbawa arus banjir, siswa diperbolehkan duduk di lantai dan akan difasilitasi tikar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Namun yang terpenting, proses tatap muka tetap bisa berjalan dengan baik,” ujar Dr. Muslim. (Joniful Bahri)

Mobil Dinas Camat Pantan Cuaca Hanyut Usai Jembatan Ambruk di Gayo Lues Aceh

By On Minggu, Januari 04, 2026

Mobil dinas hanyut terseret arus sungai di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, viral di media sosial pada Kamis, 01 Januari 2026 kemarin. 

GAYO LUES, KabarViral79.Com - Sebuah video yang memperlihatkan satu unit mobil dinas hanyut terseret arus sungai di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, viral di media sosial pada Kamis, 01 Januari 2026 kemarin.

Mobil tersebut diketahui merupakan kendaraan dinas milik Camat Pantan Cuaca.

Peristiwa hanyutnya mobil dinas itu terjadi pada Kamis sore sekitar pukul 16.30 WIB, setelah jembatan tempat kendaraan tersebut terjebak dilaporkan ambruk akibat derasnya arus sungai.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Gayo Lues, Muhaimin, Sabtu, 03 Januari 2026 membenarkan kejadian tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa mobil dinas itu tidak sedang dikendarai saat hanyut terbawa arus.

“Mobil itu bukan dalam kondisi digunakan. Kendaraan tersebut sudah terparkir dan terjebak di jalur Kecamatan Pantan Cuaca sejak 26 November 2025," terang Muhaimin.

Ia menjelaskan, mobil dinas Camat Pantan Cuaca terisolasi di lokasi tersebut akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah itu dan memutus akses jalan sejak akhir November lalu.

Menurut Muhaimin, pada saat kejadian, Camat Pantan Cuaca sedang meninjau kondisi masyarakat terdampak bencana di Desa Remukut dan Desa Dedingin dengan menggunakan sepeda motor. Sementara itu, tim BPBK melakukan pemantauan menggunakan kendaraan double cabin.

“Jembatan yang menjadi akses utama ambruk karena arus sungai yang deras, sehingga mobil dinas yang sudah lama terjebak di lokasi akhirnya hanyut,” jelasnya.

BPBK Gayo Lues mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Gayo Lues. (Joniful Bahri)

Mantan Kapolres Serang Kombes Pol Indra Gunawan Kini Jadi Dirresnarkoba Polda Maluku

By On Minggu, Januari 04, 2026


AMBON, KabarViral79.Com - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi dan mutasi terhadap sejumlah pejabat utama (PJU) Polda Maluku, termasuk Direktur Resnarkoba. Hal tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolri tertanggal 15 Desember 2025.

Jabatan Direktur Reserse Narkoba Polda Maluku Kombes Pol Heri Budianto digantikan Kombes Pol Indra Gunawan.

Selanjutnya, Kombes Pol Heri Budianto dimutasi sebagai Pemeriksa Inafis Kepolisian Madya Tingkat II Bareskrim Polri.


Kombes Pol Indra Gunawan, sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi mengatakan, rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri.

Mutasi jabatan bertujuan untuk meningkatkan kinerja, memperluas pengalaman tugas, serta sebagai bagian dari tour of duty dan tour of area bagi personel Polri,” katanya kepada awak media wartawan, Senin, 22 Desember 2025. (*/red)

HRD Minta Kementerian PU Prioritaskan Perbaikan Irigasi Jambo Aye Aceh Pasca Banjir

By On Minggu, Januari 04, 2026

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan M. Daud (HRD) bersama Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, didampingi Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, saat meninjau Irigasi Jambo Aye.

ACEH UTARA, KabarViral79.Com Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB), H. Ruslan M. Daud (HRD) meminta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memprioritaskan pemulihan dan perbaikan Irigasi Jambo Aye yang rusak akibat banjir dan longsor pada akhir November 2025 lalu. 

Langkah tersebut dinilai strategis untuk membangkitkan kembali sektor pertanian di Kabupaten Aceh Utara dan sekitarnya.

Permintaan itu disampaikan HRD saat kunjungan lapangan bersama Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, yang turut didampingi Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, pada Sabtu, 03 Januari 2026.

HRD menegaskan, Daerah Irigasi Jambo Aye merupakan urat nadi perekonomian masyarakat karena menjadi sumber pengairan utama bagi lahan pertanian di Aceh Utara hingga sebagian wilayah Aceh Timur.

Berdasarkan data Kementerian PU, irigasi tersebut mengairi lahan pertanian seluas 19.473 hektare di sisi kiri dan 3.028 hektare di sisi kanan sungai, yang mencakup dua kabupaten.

Menurut HRD, kerusakan irigasi yang tidak segera ditangani akan berdampak serius terhadap aktivitas pertanian. Petani terancam gagal tanam akibat terganggunya pasokan air, yang pada akhirnya berpotensi menurunkan pendapatan masyarakat dan memicu persoalan sosial.

“Jika petani tidak bisa bercocok tanam karena sawah tidak dialiri air, dampaknya bukan hanya pada ekonomi, tetapi juga sosial. Kondisi ini bisa meningkatkan angka kemiskinan dan kerawanan sosial,” ujar HRD.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo menyampaikan bahwa proses pemulihan Irigasi Jambo Aye telah dimulai.

Saat ini, kata dia, Kementerian PU melakukan normalisasi sungai serta pembersihan material kayu yang menyumbat bendung akibat banjir.

“Selanjutnya akan dilakukan perbaikan tiga bangunan sadap, pembangunan pintu air baru untuk pengaturan aliran yang lebih optimal, serta penguatan tebing sungai guna mencegah banjir di masa mendatang,” kata Dody.

HRD berharap, langkah cepat Kementerian PU tersebut dapat segera memulihkan fungsi irigasi, memastikan ketersediaan air bagi petani, serta mengembalikan sektor pertanian sebagai penopang utama perekonomian masyarakat Aceh Utara dan wilayah sekitarnya. (Joniful Bahri)

Kompak, Fraksi Gerindra DPRD Kota Serang Bantu Korban Banjir di Kasemen

By On Sabtu, Januari 03, 2026

 


SERANG, KabarViral79.Com - Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Serang kompak turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Kota Serang, khususnya di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, Sabtu (3/1/2026). Pemberian bantuan ini sebagai arahan langsung dari Gubernur Banten Andra Soni dan Walikota Serang Budi Rustandi.

Kegiatan kemanusiaan dipimpin langsung oleh Ketua Fraksi Gerindra Kota Serang Saipullohh Jueng, serta diikuti semua anggota Fraksi Gerindra Edi Santoso, H. Chahya Fierdaus, Khoeri Mubarok dan Bilal. Wakil rakyat anak buah Prabowo Subianto ini, bersama-sama menyapa warga serta memastikan bantuan tersalurkan dengan baik.

Bantuan yang diberikan berupa nasi box, beras, air mineral, minyak goreng, dan mie instan. Distribusi dilakukan ke beberapa titik terdampak banjir, diantaranya, Kelurahan Banten, Kasunyatan, Margaluyu, dan Sawah Luhur.

Saipullohh Jueng, menegaskan bahwa kehadiran Fraksi Gerindra di tengah masyarakat merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian sosial terhadap warga yang sedang tertimpa musibah.

“Sebagai wakil rakyat kami akan selalu hadir di tengah masyarakat. Ini bentuk Kasih sayang dan tanggung jawab sebagai wakil rakyat terhadap masyarakat,” ujarnya.

Fraksi Gerindra DPRD Kota Serang menyatakan akan terus memantau kondisi di lapangan dan siap mendorong langkah-langkah lanjutan agar penanganan pasca banjir berjalan optimal.

“Kami juga meminta kepada Dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial untuk segera menangani masyarakat terdampak banjir,” ujarnya.

Diketahui hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan permukiman warga di Kecamatan Kasemen, Kota Serang dilanda banjir dengan ketinggian air di permukiman hingga mencapai 1,5 meter , Jumat (2 Januari 2026) tengah malam.

Ketua LSM Karat: TPSA Cilowong Harus Dihormati sebagai Tempat Pemrosesan Sampah Akhir

By On Sabtu, Januari 03, 2026

 


Serang, KabarViral79.Com – Ketua LSM Karat, Iwan Hermawan alias Adung Lee, menyatakan bahwa TPSA Cilowong harus dihormati sebagai tempat pemrosesan sampah akhir yang hanya menerima jenis sampah residu yaitu sampah hasil dari pemilahan sesuai karakteristiknya yang tidak dapat didaur ulang kembali.

“TPSA Cilowong bukanlah tempat pembuangan sampah akhir yang dapat menampung semua jenis sampah,” kata Iwan Hermawan dalam pernyataan persnya, Sabtu (3/1/2026).

Iwan Hermawan menuntut agar semua pihak yang membuang sampah ke TPSA Cilowong, baik dari Pemkot Tangsel, Kabupaten Serang, kota Cilegon, maupun Kota Serang sendiri, harus mematuhi peraturan yang berlaku.

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Spesifik dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor P.59/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2016 tentang Tata Cara Pengelolaan Sampah jelas mengatur bahwa sampah yang diangkut ke TPSA haruslah residu sampah hasil pemilahan dan tidak dapat didaur ulang kembali.

Sangat jelas didalam peraturan tersebut bahwa TPSA Cilowong hanya menerima jenis sampah residu sampah hasil pemilahan yang tidak dapat didaur ulang kembali. Jika sampah yang dibuang tidak sesuai dengan peraturan, maka TPSA Cilowong tidak akan dapat memprosesnya dengan baik,” kata Iwan Hermawan.

Iwan Hermawan juga meminta agar semua pihak bertanggung jawab atas dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar jika terjadi kesalahan dalam pengelolaan sampah.

Sebagai pengingat, “Jika ada pihak - pihak yang tidak mematuhi peraturan yang berlaku dalam hal pengelolaan sampah maka dapat dipastikan akan mendapatkan konsekuensinya diantara akan dikenakan sanksi administrasi berupa denda dan sanksi pidana sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah,” tegas Iwan Hermawan.

“Kami sebagai salah satu warga Kota Serang mungkin tidak bisa menolaknya, kecuali peraturan dan perundang-undangan yang bicara, sekalipun ada kebenaran yang terorganisir didalamnya,” tandasnya.

Kejari Serang Diminta Periksa Proyek TPT Jembatan Cikulur yang Jebol

By On Sabtu, Januari 03, 2026

 


Serang, KabarViral79.Com LSM AMOK Banten meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang untuk memeriksa proyek Tembok Penahan Tanah (TPT) Jembatan Cikulur yang jebol setelah diguyur hujan beberapa hari ini. Proyek yang dilaksanakan pada tahun 2023 dengan nilai pagu Rp 800.000.000 ini diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi (spek) karena tidak nampak pondasi yang kokoh.

“Proyek TPT Jembatan Cikulur ini diduga tidak sesuai dengan rencana anggaran dan belanja (RAB) yang telah ditetapkan,” kata Ketua LSM AMOK Banten, TB Aji Fatuloh, Sabtu (3/1/2026).

LSM AMOK Banten meminta agar pihak terkait melakukan investigasi dan mengambil tindakan tegas terhadap pemborong yang bertanggung jawab. Mereka juga meminta agar Kejari Serang melakukan pemeriksaan dan audit terhadap proyek TPT Jembatan Cikulur ini.

Kejadian ini menambah daftar panjang proyek infrastruktur di Banten yang diduga tidak sesuai spek dan kualitasnya. LSM AMOK Banten meminta agar pihak terkait mengambil tindakan tegas terhadap Dinas PUPR Kota Serang dan pemborong yang melaksanakan harus bertanggung jawab atas jebolnya jembatan Cikulur.

Pemulihan Jalan dan Jembatan Pasca Bencana Aceh Capai Target, Akses Nasional Kembali Fungsional

By On Sabtu, Januari 03, 2026

Aparat TNI beserta masyarakat bahu membahu dalam proses pemasangan jembatan Barley di Jamur Ujung  Bener Meriah, Aceh Tengah. 

BANDA ACEH, KabarViral79.Com - Upaya pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan pasca bencana di Provinsi Aceh terus menunjukkan kemajuan signifikan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, target pemulihan jalan nasional yang ditangani Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah tercapai sesuai jadwal pada 30 Desember 2025.

Hingga Kamis, 01 Januari 2026, sebanyak 13 titik ruas jalan nasional telah kembali fungsional. Dari jumlah tersebut, dua ruas masih dilalui melalui jalur alternatif, di antaranya akses penghubung Bireuen–Bener Meriah dan Bener Meriah–Aceh Tengah yang dapat dilalui melalui Jembatan Weihni Enang-Enang dan Jembatan Jamu Ujung.

Sementara itu, ruas Genting Gerbang–Simpang Uning masih mengalami hambatan, namun masyarakat dapat menggunakan jalur alternatif melalui Jembatan Titi Merah. Untuk jalur Takengon–Blangkejeren, proses pemulihan masih berlangsung.

Meski demikian, konektivitas antarwilayah utama di Aceh kini kembali terhubung. Akses Banda Aceh–Medan melalui jalur timur, Banda Aceh–Nagan Raya–Medan melalui jalur barat, serta Nagan Raya–Takengon telah dapat dilalui.

Jalur Lhokseumawe–Takengon via kawasan KKA, Bireuen–Bener Meriah, dan Pidie–Takengon juga sudah fungsional meski beberapa titik jembatan masih dalam perbaikan dan dilengkapi jalur alternatif.

BNPB menilai, pulihnya jalur lintas timur, lintas tengah, lintas barat, serta jalur penghubung antarlintas akan mempercepat pemulihan sektor vital, khususnya energi, kelistrikan, dan komunikasi di wilayah terdampak seperti Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Untuk infrastruktur jembatan, dari total 16 jembatan yang mengalami kerusakan, seluruhnya telah diselesaikan 100 persen.

Rinciannya, 12 jembatan telah fungsional di lokasi eksisting, sementara empat jembatan lainnya berfungsi melalui jalur alternatif, yakni Weihni Enang-Enang, Jamu Ujung, Titi Merah, dan Krueng Beutong.

Selain itu, dari 361 titik longsoran yang tercatat, sebanyak 360 titik atau 99,72 persen telah selesai ditangani.

Satu titik longsoran yang masih dalam pengerjaan berada di arah Jembatan Weihni Enang-Enang dan saat ini tetap dapat dilalui melalui jalur alternatif.

BNPB menegaskan, capaian ini merupakan hasil kolaborasi dan gotong royong lintas sektor. Pemerintah berharap pemulihan sektor energi dapat tercapai pada pertengahan Januari 2026 seiring semakin terbukanya akses darat.

Meski demikian, BNPB tetap mewaspadai potensi gangguan akibat faktor cuaca. Daya tampung saluran air utama sungai dan drainase primer belum sepenuhnya pulih, sehingga hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi berpotensi menyebabkan luapan air yang dapat mengganggu hasil perbaikan infrastruktur.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, BNPB masih melaksanakan operasi modifikasi cuaca guna mendukung percepatan normalisasi sungai di sejumlah titik rawan. (Joniful Bahri)

Sekcam Dwi Chandra Budiman: Gagas Inovasi "Pedes Dikit" di Kelapa Dua untuk Pelayanan Adminduk

By On Sabtu, Januari 03, 2026


TANGERANG, KabarViral79.Com - Dalam memudahkan pelayanan ke masyarakat, Pemerintah Kecamatan Kelapa Dua melakukan soft launching inovasi pelayanan publik bertajuk Pedas Dikit (Pelayanan Dasar Digitalisasi Kecamatan Kelapa Dua Terintegrasi).

Platform layanan digital ini hadir sebagai solusi untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan administrasi kependudukan, khususnya pengurusan Kartu Identitas Anak (KIA) dan Kartu Keluarga (KK) secara lebih cepat, efisien, dan transparan.

Diketahui, Kecamatan Kelapa Dua merupakan salah satu kecamatan dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi di Kabupaten Tangerang.

Wilayah ini terdiri dari lima Kelurahan dan satu Desa dikenal sebagai kawasan penyangga perkotaan yang berkembang pesat dengan karakter masyarakat yang heterogen, terdiri dari pekerja sektor industri, jasa, perdagangan, serta masyarakat perumahan dan permukiman padat penduduk.

Camat Kelapa Dua, Dadang Sudrajat mengatakan, dengan jumlah penduduk yang didominasi oleh usia produktif dan keluarga muda, kebutuhan akan layanan administrasi kependudukan yang cepat dan mudah menjadi sangat penting.

Aktivitas masyarakat Kelapa Dua yang dinamis, mobilitas tinggi, serta kebiasaan menggunakan perangkat digital seperti ponsel pintar dan aplikasi daring menjadi latar belakang utama lahirnya inovasi Pedas Dikit.

"Pedas Dikit dirancang sebagai layanan digital terintegrasi yang memungkinkan masyarakat mengajukan permohonan administrasi kependudukan tanpa harus datang langsung ke kantor kecamatan, mengurangi antrean, serta meminimalkan waktu dan biaya pelayanan. Namun tanpa menghilangkan eksistensi aplikasi SIAK, karena aplikasi PEDAS DIKIT merupakan pendukung," tuturnya, Selasa, 30 Desember 2025.

Menurutnya, inovasi ini sebagai fungsi kecamatan dalam garda terdepan dalam pekayanan dasar di masyarakat.

Dia berharap, nantinya dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung transformasi digital pemerintahan di tingkat kecamatan.

Sementara itu, Sekretaris Camat (Sekcam) Kelapa Dua, Dwi Chandra Budiman sebagai penggagas atau inisiator menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan bentuk komitmen kecamatan dan menjadi implementasi program unggulan PRIMA dalam menghadirkan pelayanan publik yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

"Bismillah semoga inovasi Pedas Dikit yang akan kami hadirkan sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat Kelapa Dua yang menginginkan pelayanan administrasi yang praktis, cepat, dan mudah diakses. Dengan sistem digital terintegrasi ini, kami menghadirkan 15 layanan terverifikasi, berharap masyarakat tidak lagi terbebani oleh proses yang panjang dan berulang," ujarnya.

Ia menambahkan, soft launching ini menjadi tahap awal untuk penyempurnaan layanan berdasarkan masukan dan kebutuhan masyarakat. Selain itu jam operasional aplikasi ini baru bisa di pergunakan jam 11.00 WIB s.d jam 13.00 WIB serta masyarakat bisa mendownload di App Store.

“Kami membuka ruang evaluasi dan masukan dari warga agar ke depan Pedas Dikit benar-benar menjadi layanan yang bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kelapa Dua," tambahnya.

Salah satu warga Kecamatan kelapa Dua, Eva juga berharap inovasi ini dapat dimanfaatkan serta dikembangkan untuk layanan administrasi lainnya.

“Semoga ke depan layanan digital seperti ini bisa diperluas, karena sangat membantu masyarakat yang aktivitasnya padat,” ujarnya.

Melalui inovasi Pedas Dikit, Kecamatan Kelapa Dua menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis digital.

Diharapkan inovasi ini mampu menjadi contoh pelayanan administrasi kependudukan yang modern, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Reno)

HRD dan Menteri PU Tinjau Bendung Irigasi Pante Lhong yang Rusak Parah Akibat Banjir

By On Sabtu, Januari 03, 2026

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud bersama Menteri PU, Dody Hanggodo meninjau Bendung Irigasi Pante Lhong di Desa Benyot, Juli Bireuen, Aceh, Kamis, 01 Januari 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Bendung Irigasi Pante Lhong di Desa Beunyot, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu. Akibatnya, distribusi air irigasi ke sekitar 6.800 hektare sawah di tujuh kecamatan terganggu.

Kerusakan bendung menyebabkan aliran sungai terbelah dua. Bukaan sungai melebar ke arah selatan sehingga air mengalir deras di sisi tersebut, sementara sisi utara bendung kering dan dipenuhi lumpur. Bangunan lening atau kolam penampung lumpur ikut tertimbun material banjir.

Selain itu, erosi parah terjadi di bantaran sungai bagian utara dan selatan. Sejumlah rumah warga di sisi selatan sungai dilaporkan ambruk dan terseret arus banjir yang deras.

Kerusakan bendung dan saluran irigasi utama berdampak langsung pada aktivitas pertanian di tujuh kecamatan di Kabupaten Bireuen. Jika tidak segera ditangani, ribuan petani terancam gagal tanam dan kehilangan sumber penghidupan.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Ruslan M. Daud (HRD) bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo meninjau langsung lokasi Bendung Irigasi Pante Lhong, Kamis sore, 01 Januari 2026. 

HRD menegaskan pentingnya percepatan perbaikan bendung agar petani dapat segera kembali menggarap sawah.

“Jika bendung ini tidak segera diperbaiki, petani tidak bisa turun ke sawah. Ribuan hektare lahan akan terlantar dan petani terancam jatuh miskin. Negara harus hadir,” ujar HRD.

Ia menyebutkan, perbaikan darurat akan segera dilakukan sambil menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi secara menyeluruh.

Senada dengan itu, Menteri PU, Dody Hanggodo menyatakan, pemerintah akan melakukan penanganan cepat melalui skema tanggap darurat dengan dukungan anggaran dari APBN.

“Kami akan segera menurunkan tim dan melakukan perbaikan dengan sistem padat karya agar bisa cepat dimanfaatkan,” kata Dody.

Menurutnya, perbaikan bendung akan dilakukan bersamaan dengan penyusunan desain baru agar proses rehabilitasi permanen dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Terkait ribuan hektare sawah yang rusak akibat banjir, Menteri PU menyampaikan akan berkoordinasi dengan Menteri Pertanian.

“Sawah-sawah yang rusak akan kami koordinasikan dengan Kementerian Pertanian dan siap untuk diperbaiki,” ujarnya.

Pemerintah berharap percepatan perbaikan Bendung Irigasi Pante Lhong dapat segera memulihkan sistem irigasi dan mengembalikan aktivitas pertanian masyarakat Bireuen. (Joniful Bahri)