-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Khamenei dan Tujuh Pejabat Tinggi Iran Terbunuh dalam Serangan AS-Israel

By On Senin, Maret 02, 2026

Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei

TEHERAN, KabarViral79.Com - Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei tewas dalam perang yang dimulai oleh serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke negaranya.

elain Khamenei, sejumlah pejabat hingga putri dan cucu Khamenei juga tewas dalam serangan itu. 

Diketahui sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump mengumumkan kematian Khamenei akibat serangan Israel dan AS di Iran, pada Sabtu, 28 Februari 2026. 

"Khameini, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati," ujar Trump di jaringan media Social Truth miliknya, dilansir AFP. 

Pada Minggu, 01 Maret 2026, Iran mengkonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi mereka, Ali Khamenei, akibat serangan tersebut. Iran juga mengumumkan masa berkabung selama 40 hari. 

Dilansir dari CNN dan AFP, selain Khamenei, putri, menantu hingga cucu sang Pemimpin Tertinggi Iran itu juga tewas. 

Tak hanya itu, Komandan Garda Revolusi Iran, Mohammad Pakpour dan Menteri Pertahanan, Aziz Nasirzadeh juga tewas. 

Berikut daftar pejabat dan keluarga Khamenei yang tewas: 

1. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei 

2. Komandan IRGC Mayor Jenderal, Mohammad Pakpour 

3. Sekretaris Dewan Pertahanan Iran, Ali Shamkhani 

4. Menteri Pertahanan, Aziz Nasirzadeh 

5. Pejabat Intelijen Iran, Saleh Asadi 

6. Pejabat Penelitian Iran, Hossein Jabal Amelian 

7. Pejabat Penelitian Iran, Reza Mozaffari-Nia 

8. Penghubung pertahanan senior Iran, Mohammed Shirazi 

9. Putri Khamenei 

10. Menantu Khamenei 

11. Cucu Khamenei 


(*/red)

Safari Ramadan di Al Khairiyah, Gubernur Andra Soni Paparkan Program Sekolah Gratis

By On Senin, Maret 02, 2026

CILEGON, KabarViral79.Com - Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan, Al Khairiyah dan pendirinya Brigjen KH Syam’un yang juga pahlawan nasional, memiliki sejarah besar dalam pembangunan pendidikan di Indonesia. 

Di bidang pendidikan, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten telah melaksanakan Program Pendidikan Gratis

Hal itu disampaikan Andra Soni pada Syirafah (Syiar Ramadan Al Khairiyah) yang diselenggarakan di Universitas Al Khairiyah, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Sabtu, 28 Februari 2026. 

“Syiar Ramadan Al Khairiyah di bulan Ramadan sebagai bulan yang penuh keberkahan, mengajarkan kita tentang kepedulian, serta penguatan ukhuwah Islamiyah,” ujar Andra Soni. 

“Brigjen KH Syam'un, pahlawan nasional dari Banten sangat konsen pada sektor pendidikan,” imbuhnya. 

Andra Soni mengaku takjub atas perjuangan KH Syam’un pada tahun 1925 mendirikan Pesantren Salafi, Madrasah Al Khairiyah yang kini dikenal Universitas Al Khairiyah. 

Andra Soni menegaskan, beberapa hari ini Pemprov Banten keliling Safari Ramadan

“Kita diberi penghormatan oleh masyarakat luar biasa, dimana-mana kita bisa disambut. Padahal kita tahu tidak semua hal sudah kita kerjakan, masih banyak hal-hal yang belum kita kerjakan,” ucapnya. 

“Maka kita harus membalas penghormatan tersebut dengan kerja-kerja nyata, kerja-kerja dengan integritas untuk mewujudkan Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi", tegas Andra. 

Andra menjelaskan, pada tahun 2025 Pemprov Banten telah memulai program sekolah gratis untuk SMA, SMK, SKh yang ada di Provinsi Banten. 

“Ini juga merupakan bagian dari perjuangan kita, bagian dari perjuangan aulia untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Cilegon dan Provinsi Banten,” tuturnya. 

“Alhamdulillah, kurang lebih sekitar 60.730 anak-anak kita mengikuti program sekolah gratis, yang Insya Allah tahun ini akan meningkat dan kita akan menyasar anak-anak yang dari sekolah agama,” imbuhnya. 

Dalam kesempatan itu, Andra Soni juga memohon doa dan dukungan dalam pengusulan Ki Wasyid sebagai Pahlawan Nasional. 

Sementara itu, Ketua Umum PB Al Khairiyah, KH Ali Mujahidin mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kunjungan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten untuk memberikan support dan semangat kepada para generasi muda mahasiswa dalam rangka menjalankan Syiar Ramadan Al Khairiyah. 

Hal senada juga diungkap Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo. Ia mengucapkan terima kasih kepada Al Khairiyah yang sudah melakukan kontribusi yang sangat baik untuk Kota Cilegon. 

“Insya Allah kami siap sinergi dengan apa yang sudah dikerjakan oleh Pemprov Banten, terutama program-program Gubernur dan Wakil Gubernur Banten,” ujarnya. 

Dalam kesempatan itu, Pemprov Banten menyalurkan berbagai bantuan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan saat Safari Ramadan. 

Bantuan tersebut diberikan kepada masjid, pondok pesantren, guru ngaji dan bantuan pendidikan, serta alat bantu untuk disabilitas berupa tongkat ketiak dan kursi roda. (Welfendry)

JK Sedih Pemimpin Iran Khamenei Wafat Imbas Serangan AS-Israel

By On Senin, Maret 02, 2026

Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK). 

JAKARTA, KabarViral79.Com Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) menyatakan duka cita atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei

Diketahui, Khamenei wafat dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel, pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026. 

"Dengan terbunuhnya Pimpinan Ali Khamenei, itu juga merupakan suatu hal yang sangat kita sayangkan. Kita bersedih dan berduka atas peristiwa tersebut," ujar JK kepada wartawan, di kawasan Jakarta Selatan, Minggu, 01 Maret 2026. 

JK juga menyayangkan serangan tersebut dilakukan di tengah proses perundingan antara AS dan Iran. 

“Dari segi etika, kalau sedang berunding jangan menyerang. Ini memang keadaan yang bagi kita semua sangat memprihatinkan,” ujarnya. 

JK turut menyoroti tindakan Amerika yang dinilai kerap melakukan penyerangan terhadap negara-negara yang dianggap tidak sepaham dengan mereka, seperti Venezuela dan sejumlah negara di Timur Tengah. 

“Ini memang menjadi bagian dari keprihatinan kita terhadap sikap dan kekerasan yang dilakukan Amerika terhadap Iran,” ujarnya. 

Diketahui sebelumnya, Pemerintah Iran, pada Minggu, 01 Maret 2026, mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei telah meninggal dunia dalam serangan gabungan AS dan Israel pada Sabtu pagi. 

Pemerintah Republik Islam juga mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari. 

Sejumlah kantor berita Iran, termasuk Tasnim, Mehr, dan Press TV, secara bersamaan melaporkan bahwa pemimpin berusia 86 tahun itu “gugur sebagai martir” dalam serangan tersebut. 

"Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ayatollah Ali Khamenei, meninggal dalam serangan gabungan oleh Amerika yang kriminal dan rezim Zionis,” demikian pernyataan Pemerintah Iran.

“Pada saat gugur sebagai Syahid, beliau sedang menjalankan tugas yang diberikan kepadanya dan berada di tempat kerjanya ketika serangan tersebut terjadi,” lanjut pernyataan itu, sekaligus menepis klaim “perang psikologis rezim Zionis” yang menyebutkan bahwa pemimpin tertinggi tersebut bersembunyi di lokasi aman. 

"Kejahatan besar ini tidak akan pernah dibiarkan tanpa jawaban dan akan menandai babak baru dalam sejarah dunia Islam dan Syiah,” demikian pernyataan kantor Presiden Masoud Pezeshkian, yang juga mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari. (*/red)

Hadiri Peringatan HUT Kota Tangerang, Gubernur Andra Soni: Simbol Kota Maju di Banten

By On Senin, Maret 02, 2026

TANGERANG, KabarViral79.Com - Gubernur Banten, Andra Soni mengucapkan selamat hari jadi ke-33 Kota Tangerang

Dia mengatakan, Kota Tangerang diharapkan mampu menjaga pertumbuhan dan kemajuannya. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus berupaya mengurangi kesenjangan wilayah agar pembangunan Provinsi Banten adil dan merata. 

“Dirgahayu yang ke-33. Sebagai kota mandiri, Kota Tangerang mengalami kemajuan yang cukup pesat. Kota Tangerang sebagai salah satu simbol kota maju,” ujar Andra Soni usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Tangerang dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Tangerang, di Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang, Jl. Satria - Sudirman No. 1 Kota Tangerang, Sabtu, 28 Februari 2026. 

Menurut Andra Soni, daerah ini terus tumbuh tapi juga akan muncul permasalahannya yang semakin kompleks. 

Melalui pendekatan pentahelix, dirinya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun Kota Tangerang. 

“Alhamdulillah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan, hari ini merupakan salah satu daerah yang maju di Provinsi Banten. Sehingga selalu mohon ijin ke Pak Wali, waktu saya akan lebih banyak di wilayah Lebak dan Pandeglang awal-awal ini,” tambah Andra Soni. 

Upaya dari mengikis disparitas wilayah. Sehingga, semua daerah maju dan tumbuh bersama. 

Andra Soni juga mengharapkan, Kota Tangerang bisa terus menjaga pertumbuhan dan kemajuannya. 

Kota ini bisa memanfaatkan keuntungan wilayahnya yang berbatasan langsung dengan pusat perekonomian Indonesia. 

“Sejak 33 tahun lalu, Kota Tangerang banyak kemajuan. Dari sisi pendidikan dulu bangunan sekolahnya kita tahu bersama, sekarang bahkan sudah ada sekolah gratis satuan yang menjadi tanggung jawabnya,” ungkapnya. 

“Pemprov Banten juga meniru untuk SMA, SMK, dan SKh, Insya Allah seperti Kota Tangerang, kita akan masuk juga untuk sekolah yang berbasis agama satuan setingkat SMA sederajat,” tambah Andra Soni. 

Selain itu, Andra Soni mengungkapkan, Situ Cipondoh saat ini sertifikatnya  sudah kembali. Artinya, pengelolaan situ kembali ke Provinsi Banten. 

“Sekarang sedang dicek luasan HGU yang diberikan Pemprov Jabar dulu dengan luasan sekarang,” ujarnya. 

Situ Cipondoh, lanjutnya, nantinya tidak hanya untuk penampungan air. Situ juga akan dimanfaatkan untuk ekonomi dan berbagai hal positif oleh masyarakat. 

“Terkait sampah dan banjir, saat ini fokus menangani saluran air yang ada seperti Sungai Cirarab, Sungai Angke, dan sebagainya,” pungkas Andra Soni. 

Di tempat yang sama, Walikota Tangerang, Sachrudin mengatakan, Kota Tangerang sudah berusia 33 tahun. 

“Berbagai macam rintangan dan tantangan kita lalui bersama. Raihan pembangunan juga bisa kita rasakan bersama-sama,” ucapnya. 

“Ini berkat hasil kerja sama kolaborasi secara pentahelix. Mudah-mudahan Kota Tangerang di usia ke-33 tahun ini bisa maju dan sejahtera masyarakatnya,” kata Sachrudin. (Welfendry)

Menagih Janji Purbaya Bersihkan Bea Cukai

By On Minggu, Maret 01, 2026

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa

Oleh: Werdha Candratrilaksita

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan sebagian uang hasil korupsi disimpan dalam mobil operasional kasus importasi di Bea Cukai

Uang tersebut disiapkan untuk kebutuhan mendesak, termasuk dialirkan kepada oknum lainnya, atau untuk keperluan pribadi tersangka Budiman Bayu Prasojo, mantan Kepala Seksi Intelijen Cukai P2 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, dan Sisprian, mantan Kepala Subdirektorat Intelijen Direktorat P2 DJBC. 

Dengan penyimpanan uang hasil suap di beberapa mobil operasional, para oknum Bea Cukai tidak perlu mengambil uang dari safe house

Informasi itu disampaikan oleh Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, kepada media. 

Penemuan itu tindak lanjut dari terbongkarnya rumah atau apartemen penyimpanan uang para oknum bea cukai, yang mereka sebut sebagai safe house. 

Sebelum kasus Budiman, KPK juga mengamankan 17 orang dan menetapkan enam tersangka untuk kasus dugaan pengondisian jalur merah yang seharusnya mewajibkan pemeriksaan fisik barang impor. 

Penyidikan kasus tersebut tengah dikembangkan KPK. 

Korupsi di Bea Cukai sudah sangat akut. Publik menuntut janji Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa untuk membersihkan Bea Cukai. 

Purbaya jangan hanya mengancam. Ia perlu membuktikan keseriusannya dengan berhentikan pejabat level pimpinan tinggi (eselon II) dan administrator (menengah). 

Dengan demikian, harapannya proses penyidikan KPK akan menjadi “bola salju” untuk menemukan pelaku lain, baik untuk kasus yang sama maupun kasus berbeda. 

Dalam perspektif teori administrasi publik dan hukum acara, pembebasan sementara dari jabatan (temporary removal from office) bukanlah bentuk penghukuman, melainkan instrumen preventif untuk menjaga independensi dan efektivitas proses penyidikan. 

Prinsip ini sejalan dengan asas due process of law dan doktrin preventive suspension yang berkembang dalam tata kelola modern. 

Pejabat yang diduga terlibat tindak pidana korupsi perlu dinonaktifkan agar tidak menggunakan kewenangan strukturalnya untuk memengaruhi saksi, merusak atau menghilangkan barang bukti, maupun mengintervensi alur informasi internal. 

Dalam literatur tata kelola pemerintahan, mekanisme ini dipandang sebagai bagian dari integrity system, yakni sistem pengamanan institusional untuk memastikan proses penegakan hukum berjalan tanpa hambatan kekuasaan birokratik. 

Secara teoretik, Robert Klitgaard (1988) dalam rumus klasiknya, yakni Corruption = Monopoly + Discretion – Accountability, menunjukkan bahwa ketika kewenangan (discretion) tetap melekat pada individu yang sedang diperiksa, maka risiko distorsi akuntabilitas meningkat tajam. 

Oleh karena itu, pencabutan sementara kewenangan jabatan menjadi langkah rasional untuk memutus kombinasi monopoli dan diskresi yang berpotensi memperbesar praktik obstruksi penyidikan (obstuction of justice). 

Pembebasan jabatan dalam konteks ini bukan sekadar tindakan administratif, melainkan strategi struktural untuk menutup ruang konsolidasi jaringan koruptif para oknum DJBC. 

Lebih jauh, dalam kerangka teori deterrence (Becker, 1968), sinyal organisasi untuk menonaktifkan pejabat yang terindikasi kuat terlibat korupsi akan menciptakan efek gentar bagi aktor lain dalam jaringan yang sama. 

Pesan kelembagaan menjadi jelas: jabatan bukan tameng, dan kekuasaan bukan pelindung. Tanpa langkah tegas tersebut, institusi justru mengirimkan sinyal ambigu yang bisa dimaknai sebagai toleransi diam-diam terhadap penyalahgunaan kewenangan. 

Karena itu, pembebasan jabatan sementara pejabat-pejabat kunci bukan hanya soal teknis birokrasi, melainkan soal desain kebijakan antikorupsi. Ia adalah bagian dari manajemen risiko kelembagaan dalam situasi krisis integritas. 

Jika safe house saja bisa ada di dalam sistem, maka menjaga agar jabatan tidak menjadi “safe space” bagi tersangka adalah keharusan moral dan administratif. Tanpa itu, janji membersihkan Bea Cukai hanya akan menjadi retorika, bukan reformasi nyata. 

Purbaya harus membuktikan bahwa keberaniannya bukan retorika. Publik tentu masih ingat pernyataannya yang mengancam akan “merumahkan” pegawai DJBC yang terindikasi bermasalah. Namun, setelah satu demi satu kasus terungkap, janji itu tak kunjung diwujudkan secara nyata dan terukur. 

Ancaman tanpa realisasi justru berisiko menjadi bumerang moral: ia menciptakan ekspektasi publik, tetapi ketika tidak dipenuhi, yang lahir adalah kekecewaan dan erosi kepercayaan. 

Dalam teori kepemimpinan transformasional (Burns, 1978), legitimasi seorang pemimpin bukan ditentukan oleh kerasnya pernyataan, melainkan oleh konsistensi antara kata dan tindakan. 

Saya sebelumnya menulis di Kompas.com mengenai adanya clique di lingkungan DJP dan DJBC, yakni jejaring informal yang membentuk solidaritas internal berbasis angkatan, unit, atau kedekatan kultural. 

Observasi saya menunjukkan bahwa korupsi jarang berdiri sebagai tindakan individual yang terisolasi. Ia bekerja dalam pola jejaring (networked corruption), di mana aktor-aktor saling mengetahui, saling melindungi, dan pada titik tertentu saling bergantung. 

Dalam literatur kejahatan terorganisir, fenomena ini disebut sebagai collusive network, yakni struktur hubungan yang memungkinkan distribusi risiko dan perlindungan timbal balik. 

Dengan pola demikian, membongkar satu simpul tanpa memutus jejaringnya hanya akan memunculkan simpul baru di tempat lain. 

Reaksi yang saya terima setelah tulisan tersebut terbit justru memperkuat dugaan itu. Saya seolah diposisikan sebagai “lawan” pegawai pajak dan bea cukai. 

Saya bahkan dikeluarkan dari grup angkatan STAN oleh seorang pegawai pajak yang bertindak sebagai admin grup. 

Peristiwa itu mungkin tampak sepele, tetapi secara sosiologis telah menunjukkan bagaimana solidaritas korps dapat berubah menjadi solidaritas defensif. 

Alih-alih menjadikan kritik sebagai bahan refleksi, respons yang muncul justru eksklusi sosial terhadap pengkritik. 

Dalam teori organisasi, fenomena ini dikenal sebagai groupthink (Janis, 1972), ketika kohesi kelompok lebih diprioritaskan daripada evaluasi rasional atas masalah internal.

Solidaritas tentu merupakan nilai penting dalam birokrasi. Namun, solidaritas yang melampaui batas etika dan berubah menjadi perlindungan diam-diam terhadap pelanggaran adalah persoalan serius. 

Jika jejaring itu benar ada, maka korupsi bukan lagi sekadar deviasi oknum, melainkan kegagalan sistemik dalam tata kelola dan budaya organisasi. 

Di titik inilah keberanian Purbaya diuji. Membersihkan institusi bukan hanya soal menangkap pelaku yang sudah terungkap, tetapi juga memutus mata rantai jejaring yang membuat praktik itu terus berulang. 

Tanpa diikuti tindakan struktural, mulai dari pembebasan jabatan, mutasi lintas unit, audit independen, hingga membuka ruang perlindungan bagi pelapor; retorika reformasi hanya akan menjadi “tong kosong” di tengah publik yang semakin skeptis. 

Jika safe house bisa ada dalam sistem, maka clique yang saling melindungi juga bukan hal yang mustahil. 

Apakah Purbaya berani membongkar hingga ke akarnya atau cukup berhenti pada tataran simbolik?

Penulis adalah seorang Civitas Academica. 

Sumber: kompas.com

HRD Desak Kementerian PU Percepat Perbaikan Tanggul Irigasi Pante Labu Aceh Timur Akibat Banjir

By On Minggu, Maret 01, 2026

Anggota Komisi V DPR RI Dapil Aceh II, H. Ruslan M. Daud (HRD). 

LHOKSUKON, KabarViral79.Com - Anggota Komisi V DPR RI Dapil Aceh II, H. Ruslan M. Daud (HRD), mendesak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera I untuk segera memperbaiki tanggul irigasi yang putus di Desa Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, yang terhubung dengan Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara

Tanggul yang berfungsi ganda sebagai jalur irigasi dan akses jalan penghubung antar desa itu rusak parah akibat banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025. 

Peninjauan lapangan dilakukan HRD pada Jumat, 27 Februari 2026, didampingi Irsyadi, Teuku Zainal Abidin, serta perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Aceh Timur. Rombongan melihat langsung kerusakan badan tanggul yang kini memutus akses warga. 

“Kerusakan tanggul ini berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Yang paling memprihatinkan, anak-anak sekolah terpaksa naik rakit atau sampan untuk menyeberang ke desa sebelah demi bisa bersekolah,” ujar HRD. 

Ia menegaskan, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena terkait keselamatan warga dan hak anak untuk mendapatkan pendidikan. 

Warga setempat menyebutkan, banyak pelajar dari Desa Pante Labu bersekolah di Desa Rumoh Rayeuk karena lokasinya paling dekat. Namun, sejak tanggul yang juga difungsikan sebagai akses jalan terputus, jalur vital tersebut tidak lagi bisa dilalui. 

HRD menilai situasi ini sebagai alasan kuat untuk mempercepat penanganan. 

Menurut HRD, pemulihan tanggul tidak hanya menyangkut akses pendidikan, tetapi juga berdampak pada aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk kelancaran distribusi hasil panen serta mobilitas harian warga. 

Dari pihak pemerintah pusat, Budi Setiadi, selaku PPK Operasi dan Pemeliharaan Satker OP BWS Sumatera I menyatakan bahwa perbaikan tanggul akan segera dilakukan. 

“Kami akan menindaklanjuti hasil peninjauan lapangan dan berkoordinasi untuk percepatan pelaksanaan,” ujarnya. 

HRD menegaskan komitmennya untuk mengawal proses tersebut. 

"Ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi menyangkut keselamatan, pendidikan anak-anak, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat. Pekerjaan ini harus diprioritaskan dan segera direalisasikan,” tutupnya. (Joniful Bahri)

Warga Juli Teupin Mane Bireuen Bingung Soal Huntara-Huntap, Khawatir Kehilangan Hak Rumah Permanen

By On Minggu, Maret 01, 2026

Mutia, salah seorang warga terdampak banjir dan tanah longsor, di Desa Juli Teupin Mane, Kecamatan Juli, Bireuen, Aceh. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Kebingungan menyelimuti warga Gampong Juli Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, terkait rencana pembangunan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap) bagi korban banjir dan tanah longsor. 

Minimnya sosialisasi dari pemerintah membuat warga tidak memahami perbedaan kedua skema tersebut, bahkan khawatir kehilangan hak atas rumah permanen jika menerima Huntara. 

“Kami butuh Huntara,” kata Mutia, perwakilan korban banjir saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama sekaligus Reses dan penyerapan aspirasi anggota DPR RI, H. Ruslan M. Daud (HRD), di Meunasah desa setempat, Sabtu, 28 Februari 2026. 

Mutia menyampaikan, banyak warga berasumsi penerimaan Huntara bisa menggugurkan hak mereka untuk mendapatkan Huntap yang bersifat permanen. 

“Kami pikir setelah dapat Huntara, kami tidak dapat lagi Huntap. Sekarang kami baru tahu kalau Huntara dan Huntap adalah hak kami sebagai korban bencana,” ujarnya di hadapan HRD, perangkat desa, dan ratusan warga. 

Ia menilai, kurangnya sosialisasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menjadi penyebab utama kebingungan warga. 

Menurutnya, sebagian penyintas justru diarahkan memilih Dana Tunggu Hunian (DTH), sementara kebutuhan warga sesungguhnya adalah kejelasan mengenai pembangunan rumah layak huni. 

“Kebutuhan utama warga adalah rumah tetap agar memiliki kepastian tempat tinggal. Namun ketidakjelasan informasi membuat warga diliputi kekhawatiran. Kami para korban banjir dan tanah longsor jadi kalang kabut,” ucap Mutia sambil menangis. 

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan Daud (HRD) saat buka puasa bersama dan serap aspirasi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor, di Desa Juli Teupin Mane, Kecamatan Juli, Bireuen, Aceh, Sabtu, 28 Februari 2026. 

Mutia kemudian menceritakan kondisi ayahnya yang telah berusia sekitar 70 tahun. Sejak rumah mereka terdampak banjir, sang ayah harus berpindah-pindah dari satu lokasi pengungsian ke lokasi lainnya, bahkan sempat mengungsi ke desa tetangga. 

Setiap hari, sang ayah kembali ke desa untuk mencari informasi tentang kepastian pembangunan rumah. 

“Orang tua ingin hidup tenang. Tapi karena tidak punya tempat tinggal, ayah saya mondar-mandir. Hari ini ayah saya masuk rumah sakit,” katanya terbata. 

Mutia menambahkan, warga sudah berulang kali menanyakan kepastian pembangunan hunian kepada aparatur desa maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun hingga kini belum ada informasi pasti terkait waktu pembangunan. 

“Survei terus dilakukan berulang kali, tapi kapan dibangun rumah yang layak untuk kami, tidak ada kejelasan," ujarnya. 

Situasi ini membuat warga berada dalam posisi dilematis. Di satu sisi mereka membutuhkan tempat tinggal sementara yang bisa segera dihuni. Di sisi lain, mereka menginginkan jaminan bahwa hunian permanen benar-benar akan direalisasikan. 

Saat Mutia menanyakan kepada ratusan warga yang hadir apakah mereka setuju diusulkan pembangunan Huntara, warga serempak menjawab “Setuju.” 

Namun ia menegaskan, persetujuan itu muncul di tengah informasi yang serba tidak jelas terkait hak-hak mereka sebagai korban bencana. 

“Kami tidak paham apa itu Huntara, apa itu Huntap. Tidak pernah diberikan pemahaman secara jelas,” pungkas Mutia. (Joniful Bahri)

Alumni SPM Bahari Jaya Cilegon Bagikan Takjil Ramadhan di Sekitar Alun-Alun Serang

By On Minggu, Maret 01, 2026

 


SERANG, KabarViral79.ComAlumni Sekolah Pelayaran Menengah (SPM) Bahari Jaya Cilegon angkatan II, membagikan takjil Ramadhan kepada warga dan pengendara di kawasan Alun-Alun Kota Serang, Minggu (01/03/2026).

Kegiatan yang digelar di area sekitar lapangan utama Alun-Alun Serang merupakan bentuk kepedulian alumni terhadap sesama, terutama mereka yang masih berkutat dengan aktivitas pekerjaan di luar ruangan saat menjelang waktu berbuka puasa. Takjil yang dibagikan berasal dari hasil iuran bersama para alumni yang terkumpul secara sukarela.

“Kita sebagai alumni merasa perlu berbagi kebahagiaan di bulan Ramadhan. Banyak saudara kita yang bekerja keras dari pagi hingga menjelang magrib di sekitar kawasan ini, mungkin tidak sempat menyiapkan makanan untuk berbuka. Melalui kegiatan ini, dengan dukungan iuran dari seluruh alumni yang berpartisipasi, kita ingin memberikan sedikit kontribusi agar mereka bisa berbuka dengan nyaman,” ujar Delvi salah seorang alumni.

Senada dikatakan Yosep Alumni lainnya. Iya menjelaskan takjil tersebut disiapkan secara bersama-sama oleh para alumni selama beberapa hari sebelumnya.

“Takjil ini terkumpul dari hasil iuran para alumni SPM BJ angkatan II,” jelasnya.

Nurul, alumni lain yang turut terlibat, menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antar alumni sekaligus mengingat nilai-nilai gotong royong yang diajarkan selama di sekolah.

“Kita memilih lokasi sekitar Alun-Alun Serang karena menjadi titik kumpul bagi banyak pekerja yang bergerak di sektor transportasi dan pedagang kecil. Semua yang kita lakukan berasal dari kontribusi masing-masing alumni, dan kita berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut setiap tahun dan bahkan bisa menjangkau lebih banyak orang di masa depan,” ujarnya.

Menurut Nurul, banyak penerima takjil yang menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian yang diberikan, menyebutkan bahwa bantuan ini sangat berarti bagi mereka yang sedang menjalankan aktivitas pekerjaan.

“Selain menjadi ajang temu akrab, aksi ini juga bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar sesama alumni angkatan II juga wujud kepedulian sosial kepada masyarakat,” ucapnya.

Irak Umumkan Tiga Hari Berkabung Nasional untuk Khamenei

By On Minggu, Maret 01, 2026

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei

JAKARTA, KabarViral79.Com - Pemerintah Irak mengumumkan tiga hari masa berkabung nasional atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Irak ikut berduka. 

"Dengan kesedihan dan dukacita yang mendalam, kami menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Iran yang terhormat dan seluruh umat Islam atas kemartiran ulama dan mujahid, Pemimpin Tertinggi, Yang Mulia Ayatollah Sayyid Ali al-Husseini al-Khamenei, yang kami anggap sebagai salah satu tokoh utama keluarga Nabi," kata Juru Bicara Pemerintah Irak, Bassem Al-Awadi, dalam pernyataan yang dimuat oleh Kantor Berita Irak (INA) seperti dilansir Al-Jazeera, Minggu, 01 Maret 2026. 

Irak menyatakan, serangan ke Iran merupakan tindakan tercela. 

Irak menganggapnya sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional

"Sebagai akibat dari agresi yang terang-terangan dan tindakan tercela yang melanggar semua norma kemanusiaan dan moral, dan jelas melanggar hukum dan konvensi internasional," ujarnya. 

Khamenei tewas dalam serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu, 28.Februari 2026. 

Iran kemudian mengumumkan masa berkabung selama 40 hari dan 7 hari libur nasional untuk berduka atas tewasnya Khamenei. 

Selain itu, Iran juga meluncurkan serangan balasan ke 27 pangkalan AS di kawasan Arab. Salah satu pangkalan AS yang menjadi target serangan balasan Iran berada di Irak. (*/red) 

Hutan Perhutani Lebak Selatan Dijarah Tambang Ilegal, PPWI Desak PLN dan Aparat Bertindak

By On Minggu, Maret 01, 2026

 

Salah satu tambang batubara ilegal di lahan pergutani wilayah RPH Panyaungan Timur Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak

LEBAK, KabarViral79.Com – Aktivitas penambangan batubara ilegal di kawasan Perum Perhutani RPH Panyaungan Timur, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, dilaporkan semakin menjamur. Meski beroperasi di atas lahan milik negara, kegiatan tanpa izin ini terus meluas di sejumlah titik di Desa Karangkamulyan dan Desa Panyaungan tanpa tersentuh hukum.

Berdasarkan investigasi lapangan yang dilakukan baru-baru ini, ditemukan praktik penggalian batubara terbuka yang merusak ekosistem hutan secara signifikan.Selain kerusakan lingkungan, tim di lapangan juga menemukan bentangan kabel listrik yang semrawut di setiap lubang tambang.

Kabel-kabel tersebut diduga kuat merupakan aliran listrik resmi dari PLN yang disalahgunakan sebagai sumber energi utama operasional tambang bawah tanah. Kondisi ini memicu dugaan adanya pembiaran dari oknum petugas, mengingat aktivitas tetap berlangsung meskipun pihak RPH Panyaungan Timur sebelumnya telah melakukan operasi gabungan dan memasang plang larangan.

Menanggapi kondisi yang kian mengkhawatirkan tersebut, Ketua Simpul Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Lebak Selatan, Ucup Supriadi, mendesak tindakan nyata dari instansi terkait.

“Kami meminta pihak Perum Perhutani dan PLN untuk segera turun ke lokasi di setiap titik wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Panyaungan Timur, baik yang masuk wilayah Desa Panyaungan maupun Desa Karangkamulyan. Harus ada penertiban secara tegas dan menyeluruh,” tegas Ucup pada Minggu (1/3/2026).

Ucup juga menyoroti risiko fatal dari penggunaan listrik ilegal yang tidak memenuhi standar keamanan. Menurutnya, selain merugikan keuangan negara, praktik tersebut sangat berbahaya dan berpotensi memicu kecelakaan kerja yang mengancam nyawa.

Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi agar aset negara tidak terus dirusak oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi.

Tanpa langkah reklamasi dan pengawasan ketat, wilayah hutan tersebut kini membayangi ancaman kerusakan lingkungan permanen yang akan merugikan masyarakat luas di masa depan.

(Tim/Red)

Gubernur Andra Soni Dukung Evaluasi BPKP untuk Pastikan Efektivitas APBD 2026

By On Sabtu, Februari 28, 2026

SERANG, KabarViral79.Com - Gubernur Banten, Andra Soni menyambut baik pelaksanaan Evaluasi Pengumpulan Informasi Awal Perencanaan dan Penganggaran Pemerintah Daerah Tahun 2026 bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). 

Evaluasi yang dilakukan BPKP bertujuan untuk memastikan efektivitas perencanaan dan penganggaran daerah, khususnya pada lima sektor prioritas, yakni pendidikan, kesehatan, kemiskinan, stunting, dan ketahanan pangan

"Kami menyambut baik BPKP melakukan evaluasi terkait dengan korelasi program pemerintah daerah untuk lima sektor, yaitu pendidikan, kesehatan, kemiskinan, stunting dan ketahanan pangan," ujar Andra Soni di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Jumat, 27 Februari 2026. 

Menurutnya, evaluasi eksternal penting untuk memastikan efektivitas perencanaan dan penganggaran daerah. Termasuk untuk memastikan keselarasan program pemerintah pusat dan pemerintah pada APBD 2026

"Sebagai Kepala Daerah, tentu saya memerlukan evaluasi dari pihak lain untuk melihat sejauh mana efektivitas perencanaan, serta keselarasan antara program pemerintah pusat dan daerah yang tercermin dalam APBD dan program kerja tahun 2026,” ujarnya. 

Andra Soni juga menekankan, evaluasi tersebut penting dalam memastikan program-program yang disusun selaras dengan target pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam RPJMD

Untuk itu, ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersikap kooperatif dan proaktif dalam menyerahkan data yang dibutuhkan. 

“Saya minta seluruh OPD menyerahkan data secara lengkap, data itu sudah ada, tinggal disampaikan dan kita koordinasikan bersama agar proses evaluasi berjalan baik. Harus ada komitmen karena BPKP hadir untuk membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam pelaksanaan pembangunan,” pungkasnya. 

Sementara itu, Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Banten, Rusdy Sofyan mengatakan, evaluasi tersebut difokuskan pada perencanaan dan penganggaran tahun 2026 di lima sektor prioritas nasional yang juga menjadi perhatian di seluruh Indonesia. 

Evaluasi tersebut, kata dia, bukan audit tapi untuk memberikan masukan dalam penyusunan anggaran. 

“Kami akan melakukan evaluasi perencanaan dan penganggaran. Ini bukan audit, melainkan evaluasi untuk memberikan masukan perbaikan," ujarnya. 

"Jika terdapat ketidaktepatan antara output dan outcome yang berpotensi menghambat pencapaian program, akan kami sampaikan sebagai rekomendasi,” imbuhnya. 

Dia menjelaskan, lima sektor dipilih karena merupakan program prioritas nasional dengan hasil cepat (quick wins) yang menjadi fokus pemerintah pusat. 

Evaluasi akan dimulai dengan pengumpulan informasi awal, termasuk asersi atau pernyataan manajemen terkait jumlah dan rincian program pada masing-masing sektor. 

“Program akan kami uji kesesuaiannya dengan RKPD dan RPJMD, serta dinilai efektivitas dan efisiensinya dalam mendukung tujuan pembangunan daerah. Proses ini membutuhkan waktu karena diawali dengan pengumpulan informasi, pengujian, hingga analisis mendalam terhadap kegiatan,” pungkasnya. (Welfendry)

Mata Elang Penusuk Advokat di Tangerang Ditangkap Polisi saat Kabur

By On Sabtu, Februari 28, 2026

Penangkapan seorang mata elang (matel) yang kabur naik bus setelah menusuk Advokat di Tangerang

TANGERANG, KabarViral79.Com - Debt collector atau 'mata elang' (matel) berinisial JBI yang menusuk Advokat, Bastian Sori, di Kelapa Dua, Tangerang, Banten, berhasil ditangkap Polisi. 

Pelaku ditangkap di Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah (Jateng, saat hendak melarikan diri. 

Dalam video yang beredar, Sabtu, 28 Februari 2026, terlihat pelaku ditangkap di dalam sebuah bus. 

Awalnya, penyidik memberhentikan mobil di pinggir tol, kemudian berjalan kaki menuju bus tersebut. 

Pelaku sudah berada di dalam bus mengenakan jaket berwarna abu-abu. Kemudian penyidik masuk ke dalam bus untuk menangkap pelaku. 

Lampu bus dinyalakan dan pelaku diringkus tanpa perlawanan. Saat ditanya penyidik, pelaku mengatakan bahwa ia kabur hanya seorang diri.

Penyidik kemudian membawa pelaku ke gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Diketahui sebelumnya, Polisi mengidentifikasi tiga pelaku terkait debt collector atau matel yang menusuk Advokat Bastian Sori di Kelapa Dua, Tangerang. Dua pelaku lainnya masih dalam pencarian. 

"Identifikasi satu pelaku penusukan, dua lagi masih dicari," ujar Kapolres Metro Tangerang Selatan (Tangsel), AKBP Boy Jumalolo kepada wartawan, Rabu, 25 Februari 2026. 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Tangsel, AKP Wira mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mencari para pelaku. 

"Sementara masih kita selidiki untuk para pelakunya. Mohon doanya semoga penyelidikan dari Satreskrim Polres Tangerang Selatan, Polsek Kelapa Dua, dan backup dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya segera mendapatkan hasil," tuturnya. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menambahkan, pelaku ditangkap di sebuah bus. 

Saat itu, kata dia, pelaku dalam perjalanan melarikan diri setelah menusuk korban. 

"Diamankan di bus, pada saat mau melarikan diri," ujarnya. (*/red)

Kurang dari 24 Jam, Satresnarkoba Bener Meriah Ringkus Pemasok 18 Paket Sabu

By On Sabtu, Februari 28, 2026

Polisi berhasil menyita berbagai barang bukti yang menguatkan dugaan peredaran narkotika di Bener Meriah

BENER MERIAH, KabarViral79.Com - Upaya pemberantasan narkotika kembali membuahkan hasil. Kurang dari 24 jam setelah pengungkapan 18 paket sabu di Desa Seni Antara, Kecamatan Permata, pada Kamis, 26 Februari 2026 malam, Satresnarkoba Polres Bener Meriah berhasil menangkap pemasok utama yang diduga memasok barang haram tersebut. 

Penangkapan pertama terhadap MZ mengantarkan penyidik pada identitas pemasok berinisial HM (36), yang kemudian diburu ke wilayah Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara

Kapolres Bener Meriah, Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K., menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil pengembangan cepat dari tim Satresnarkoba. 

“Setelah mengamankan MZ beserta 18 paket sabu pada Kamis malam, kami langsung melakukan pendalaman. Dari pemeriksaan, diperoleh informasi bahwa barang tersebut berasal dari HM di wilayah Nisam Antara. Tim kemudian bergerak melakukan pengejaran,” ujar Kapolres. 

Penangkapan pemasok utama pada Jumat, 27 Februari 2026, sekitar pukul 20.00 WIB, tim Satresnarkoba melakukan penggerebekan di sebuah rumah di Desa Seumirah, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara. 

Saat penggerebekan berlangsung, HM sempat mencoba kabur, namun berhasil ditangkap tanpa perlawanan berarti. 

Dalam penggeledahan badan dan rumah, Polisi menyita berbagai barang bukti yang menguatkan dugaan peredaran narkotika, yakni empat paket kecil plastik putih dan tiga paket plastik klip merah berisi sabu dengan berat bruto sekitar empat gram. 

Selain itu, satu timbangan elektrik kecil warna silver hitam; satu dompet kecil motif orange; dua unit handphone (Vivo biru dongker dan Oppo hitam); satu bong; satu mancis; uang tunai Rp 1.300.000 yang diduga hasil transaksi sabu. 

Seluruh barang bukti bersama tersangka HM telah dibawa ke kantor Satresnarkoba Polres Bener Meriah untuk proses hukum lebih lanjut. 

Kapolres menegaskan, pihaknya akan terus melakukan penindakan terhadap jaringan peredaran narkoba demi menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat. (Joniful Bahri)

DPW PKB Aceh Buka Pendaftaran Calon Ketua DPC 2026-2031, HRD Ajak Kader dan Tokoh Aceh Ambil Peran

By On Sabtu, Februari 28, 2026

Ketua DPW PKB Aceh, Ruslan M. Daud (HRD) saat berpidato dan resmi membuka pendaftaran bakal calon Ketua DPC PKB Kabupaten/Kota se-Aceh, untuk masa kepengurusan 2026-2031

BANDA ACEH, KabarViral79.Com - DPW PKB Aceh resmi membuka pendaftaran bakal calon Ketua DPC PKB Kabupaten/Kota se-Aceh untuk masa kepengurusan 2026-2031. Proses pendaftaran berlangsung mulai 1 hingga 15 Maret 2026

Ketua DPW PKB Aceh, Ruslan M. Daud (HRD) mengajak seluruh kader potensial PKB di Aceh agar turut mengambil peran dalam memperkuat kepemimpinan partai di tingkat Kabupaten/Kota. 

Ia menegaskan, kesempatan terbuka bagi semua kader yang memiliki kapasitas dan komitmen terhadap perjuangan politik PKB. 

“DPW PKB Aceh membuka ruang seluas-luasnya bagi kader internal baik pengurus, anggota DPRK maupun anggota DPRA untuk mendaftar sebagai bakal calon Ketua DPC,” ujar HRD. 

Selain kader internal, HRD juga mengundang tokoh masyarakat, profesional, akademisi, pengusaha, kalangan dayah, aktivis sosial, pemuda, mahasiswa, tokoh perempuan hingga mantan birokrat untuk bergabung memperkuat PKB di tingkat daerah. 

Menurutnya, PKB adalah rumah politik yang inklusif dan terbuka bagi siapa saja yang ingin berkontribusi bagi kemaslahatan masyarakat Aceh. 

Terkait persyaratan, HRD menegaskan, proses administrasi dibuat sederhana. Setiap calon cukup mengirimkan Curriculum Vitae (CV) ke email pkb_aceh@pkb.or.id atau menghubungi panitia melalui WhatsApp di nomor 0813 6010 9482 selama masa pendaftaran. 

“Format CV bebas, silakan buat selengkap dan seinformatif mungkin,” ujar HRD. 

Tahapan berikutnya, para pendaftar yang dinilai berpotensi akan dibawa ke forum Musyawarah Cabang (Muscab) yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Maret hingga 20 April 2026. 

Setelah itu, kandidat akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di DPP PKB

HRD menegaskan, keputusan akhir penetapan Ketua DPC berada sepenuhnya di tangan DPP sesuai mekanisme organisasi. 

Lebih jauh, HRD menjelaskan, PKB bukan hanya partai politik elektoral, tetapi sarana perjuangan sosial untuk menghadirkan kemanfaatan publik. 

Ia juga memberi perhatian khusus kepada generasi muda Aceh, terutama dari kalangan santri dan dayah, agar tidak menjauhi dunia politik. 

“PKB adalah perahu perjuangan. Politik adalah alat untuk menghadirkan kemaslahatan umat melalui jalur kebijakan,” tegasnya. 

Sebagai langkah penguatan kelembagaan, DPW PKB Aceh telah membentuk Tim Penataan Struktur dan Panitia Seleksi DPC PKB se-Aceh atau Tim Lima yang bertugas melakukan pemetaan, penjaringan, dan seleksi bakal calon. 

Tim ini diketuai oleh Muhammad Adam dengan anggota Salihin, Rijaluddin, Amiruddin M. Daud, dan Tgk. Zulfikar. 

DPW PKB Aceh berharap, proses ini dapat melahirkan kepemimpinan DPC yang kuat, inklusif, dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh Kabupaten/Kota di Aceh. (Joniful Bahri)

Jaksa Kejari Bireuen Bacakan Dakwaan Korupsi Dana Operasional KB, Negara Rugi Rp 1,1 Miliar

By On Sabtu, Februari 28, 2026

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejari Bireuen membacakan surat dakwaan dalam perkara tindak pidana korupsi Pengelolaan Biaya Operasional Keluarga Berencana, di DPMGP-KB Bireuen Tahun 2024, dengan terdakwa berinisial A M. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen membacakan surat dakwaan dalam perkara tindak pidana korupsi Pengelolaan Biaya Operasional Keluarga Berencana dan Non Fisik pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMGP-KB) Kabupaten Bireuen Tahun 2024, dengan terdakwa berinisial A M. 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bireuen, Yarnes, S.H., M.H., menjelaskan, terdakwa A M selaku Bendahara Pengeluaran pada Dinas PMGPKB Kabupaten Bireuen Tahun 2024 didakwa melanggar Pasal 603 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Jo. Pasal 3 Jo. Pasal 18 ayat (1) huruf a, b, ayat (2), ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, Jo. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. 

Menurut JPU, perbuatan terdakwa dalam pengelolaan dana operasional KB tersebut telah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 1.112.738.901. 

Nilai kerugian ini berdasarkan Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) yang dilakukan Inspektorat Kabupaten Bireuen atas dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan DAK Non Fisik Bidang Keluarga Berencana Tahun 2024. 

Sidang pembacaan dakwaan berlangsung tertib, dan perkara ini akan kembali dilanjutkan pada persidangan berikutnya dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. (Joniful Bahri)

Seolah Tutup Mata Serta Tutup Telinga, Forum Guru Banten Sesalkan Gubernur Dan Ketua DPRD Tak Responsif

By On Sabtu, Februari 28, 2026

 


Banten, KabarViral79.ComForum Guru Banten merasa kecewa dengan terabaikannya surat silaturahmi dan audensi yang ditujukan pada Gubernur Banten, Ketua DPRD Provinsi Banten, dan Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Forum Guru Banten menilai Pemerintah dan DPRD dalam hal ini Ketua DPRD Banten seolah tutup mata tutup telinga kaitan dengan persoalan Guru di Banten.

Septian Pengurus Forum Guru Banten menuturkan bahwa Forum guru sudah dua kali bersurat kepada Gubernur Banten dan Ketua DPRD Provinsi Banten keduanya nihil respon.

“Kami dari forum guru sudah dua kali bersurat untuk silaturahmi dan audensi mengingat persoalan guru di Banten kami dari forum guru merasa sangat pelik. Pengiriman surat pertama tahun lalu dan terakhir tiga minggu lalu. Kami menunggu sampai saat ini tidak ada respon atau agenda pertemuan baik dari Gubernur dan ketua DPRD,” ungkap Septian kepada awak media, Jumat (27/02/2026).

Septian menambahkan bahwa Forum Guru Banten ingin bersilaturahmi dan audensi bukan tanpa sebab. “Kami ingin Gubernur Banten dan Ketua DPRD mendengar apa yang menjadi keresahan guru. Soal guru paruh waktu, soal guru honorer, dan lain-lain yang tentu menjadi keluh kesah Guru di Banten. Kami sangat menyayangkan ingin bersilaturahmi saja susah, tidak responsif,” lanjutnya.

Ditempat terpisah Koordinator Forum Guru Banten Dadang Hidayat mengungkapkan bahwa, “ Harusnya sebagai Pemerintah dan DPRD Provinsi dalam hal ini ketua DPRD bisa memberikan teladan. Menjadi role model tidak abai terhadap ajakan silaturahmi dan audiensi. Harus terbuka dan membuka diri,” pungkas Dadang.

Dadang kembali menuturkan, “Mungkin semua sedang sibuk banyak kegiatan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada respon, ajakan silaturahmi dan audiensi kami tidak terkatung-katung sehingga apa yang menjadi keresahan para guru bisa tersampaikan, dan harapannya di akomodir,” ungkap Dadang.

Video: Puluhan Siswa di Bireuen Dilarikan ke Rumah Sakit, Diduga Keracunan MBG

By On Sabtu, Februari 28, 2026

BIREUEN, KabarViral79.Com - Ratusan siswa dan siswi di kawasan Simpang Mamplam, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh, diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu, 26 Februari 2026 kemarin. 

Peristiwa tersebut berawal saat pembagian makanan pada jam istirahat sekolah. Selang beberapa waktu, para siswa mulai merasakan gejala seperti mual, muntah, pusing, dan sakit perut. 

Aparat Kepolisian menyatakan akan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan sumber penyebab keracunan. 

Berdasarkan informasi di lapangan, paket makanan MBG dikirimkan ke rumah siswa pada Kamis sore sebagai penyesuaian selama bulan Ramadan

Namun sejumlah wali siswa menilai kualitas makanan yang diterima kurang layak. 

Salah seorang wali siswa menyebut paket tersebut berisi dua butir telur, dua roti kecil, lima butir kurma, satu jeruk, satu pisang, empat butir bakso, dan satu bungkus kecil kacang polong. 

“Beberapa bahan makanan terlihat kurang segar. Kami berharap ke depan kualitas makanan lebih diperhatikan,” ujarnya berharap perbaikan dan pengawasan lebih ketat terhadap kualitas pangan. 

Tim medis melaporkan sedikitnya 140 siswa telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan, di antaranya di RSUD dr. Fauziah, RS BMC, RS Jeumpa Hospital, RSU Pidie Jaya

Selain itu juga dirawat di Puskesmas Pandrah, Puskesmas Samalanga, dan Puskesmas Jeunieb. 

Evakuasi dilakukan cepat oleh petugas kesehatan dari berbagai wilayah barat Bireuen bersama Tim PSC 119

Hingga Jumat dini hari, 27 Februari 2026, puluhan siswa masih menjalani penanganan medis di Puskesmas Simpang Mamplam. Kondisi para siswa dilaporkan stabil dan tetap dalam pengawasan tenaga kesehatan. (Joniful Bahri) 

Program Gizi MBG Pemerintah yang Berujung Petaka: Kisah Kepanikan Massal di Simpang Mamplam

By On Sabtu, Februari 28, 2026

Puluhan siswa masih menjalani penanganan medis di Puskesmas Simpang Mamplam dan sejumlah rumah sakit di Kabupaten Bireuen pasca keracunan program MBG

Oleh: Joniful Bahri

Malam itu, Kamis, 26 Februari 2026, suasana di kawasan Simpang Mamplam mendadak berubah tegang. Satu per satu orang tua membawa anak mereka menuju Puskesmas Simpang Mamplam. 

Tubuh kecil para siswa lemas, sebagian muntah berulang, sementara beberapa lainnya mengeluh pusing dan sakit perut. Aroma kepanikan memenuhi ruang perawatan yang biasanya sepi. 

Tak ada yang menyangka, paket makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG)—yang seharusnya menjadi sumber nutrisi—justru menjadi awal dari petaka. 

Ketika Makanan Bergizi Berubah Menjadi Ancaman

Rabu siang, seperti biasanya, pihak sekolah membagikan menu MBG saat jam istirahat. Namun hanya berselang beberapa jam, keluhan mulai muncul. Anak-anak yang sebelumnya ceria mendadak meringis kesakitan. 

“Anak saya tiba-tiba muntah tanpa henti. Wajahnya pucat. Kami langsung bawa ke puskesmas,” ujar seorang wali siswa dengan suara bergetar. 

Gejala serupa juga dialami ratusan siswa lain. Data awal mencatat puluhan siswa harus dirawat intensif, sementara jumlah korban terus bertambah seiring malam berganti. 

140 Siswa Dievakuasi ke Berbagai Rumah Sakit

Tim medis bekerja tanpa jeda. Ambulans dari berbagai penjuru Bireuen hilir-mudik menjemput pasien. Tenaga kesehatan dari wilayah barat Bireuen dikerahkan, dibantu tim PSC 119. 

Sebanyak 140 siswa akhirnya dirawat di berbagai fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD dr. Fauziah, RS BMC, RS Jeumpa Hospital, RSU Pidie Jaya disamping dievakuasi ke Puskesmas Pandrah, Puskesmas Samalanga, dan ke Puskesmas Jeunieb. 

Ruangan perawatan darurat berubah menjadi pusat aktivitas yang tak henti-henti. Orang tua berkumpul dengan wajah cemas, sebagian tak mampu menahan tangis saat melihat anak mereka terbaring lemah. 

Paket Makanan Ramadan yang Menjadi Sorotan

Menjelang Ramadan, paket MBG diubah mekanismenya: makanan dikirimkan langsung ke rumah siswa. Namun justru di sinilah masalah baru muncul. 

Seorang wali murid memperlihatkan isi paket yang diterima, dua butir telur, dua roti kecil, lima butir kurma, satu buah jeruk, satu pisang, empat butir bakso, dan satu plastik kecil kacang polong. 

“Beberapa tampak kurang segar,” ucapnya. 

“Kami tidak tahu apakah itu penyebabnya, tapi kondisinya memang patut dipertanyakan.” 

Tak sedikit yang mengeluhkan kualitas makanan yang tak lagi terjamin kesegarannya saat sampai ke rumah-rumah. 

Kamis Malam yang Tak Terlupakan

Di lorong Puskesmas, tangis anak-anak terdengar bersahutan dengan suara kesibukan petugas medis. Para dokter dan perawat berlarian dari satu pasien ke pasien lain. Suasana penuh ketegangan, tetapi kerja tim tetap terkoordinasi. 

Kepala Puskesmas Simpang Mamplam, Suryani mengonfirmasi bahwa lonjakan pasien terjadi sangat cepat. 

“Awalnya 13 siswa. Lalu terus bertambah. Kami kewalahan, tapi semua tenaga dikerahkan,” ujarnya. 

Penyelidikan Dimulai

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen belum memberikan keterangan resmi. Rantai distribusi siap ditelusuri, mulai dari penyedia bahan makanan, proses pengolahan, hingga pengiriman ke siswa.

Kapolsek setempat memastikan penyelidikan sedang berjalan. Masyarakat berharap transparansi dan langkah tegas diambil agar program gizi yang bertujuan menyehatkan anak tidak lagi menjadi ancaman. 

Harapan Setelah Petaka

Di tengah deretan anak-anak yang masih berbaring lemah, orang tua hanya memiliki satu keinginan: kejadian ini menjadi evaluasi besar-besaran bagi program MBG. 

“Programnya bagus, tapi pengawasannya harus lebih ketat. Jangan sampai anak-anak jadi korban lagi,” pinta salah satu wali murid. 

Program gizi harusnya menjadi penyangga masa depan generasi muda. Namun insiden ini menjadi tamparan keras bahwa keamanan pangan tidak boleh diabaikan walau hanya dalam sebungkus makanan sederhana.