-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Polda Aceh Tangkap Pemilik Akun TikTok Terkait Dugaan Penistaan Agama di Bengkayang

By On Sabtu, Februari 21, 2026

Tim bersama Polres Bengkayang berhasil mengamankan Dedi Saputra di kawasan Dusun Mao, Desa Suka Maju, Kecamatan Sungai Betung. 

BANDA ACÈH, KabarViral79.Com Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh melalui Unit 3 Subdit Siber berhasil menangkap Dedi Saputra, pemilik akun TikTok @tersadarkan5758, atas dugaan tindak pidana ujaran kebencian dan penistaan terhadap agama. Penangkapan tersebut dipimpin Kanit Siber Ditreskrimsus Polda Aceh, Iptu Adam Maulana.

Dedi Saputra yang dikenal sebagai pendeta asal Aceh diamankan di wilayah Bengkayang setelah tim penyidik menindaklanjuti laporan Nomor LP/B/357/XI/2025/SPKT/POLDA ACEH yang diajukan oleh Pelajar Islam Indonesia (PII) Wilayah Aceh bersama Dinas Syariat Islam Aceh, Satpol PP dan WH Aceh, serta sejumlah organisasi masyarakat Islam.

Dirreskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Wahyudi melalui Kanit Siber, Iptu Adam Maulana menjelaskan, penangkapan dilakukan setelah penyidik menerima laporan dari seorang mahasiswa asal Aceh Utara pada 18 November 2025 terkait unggahan bernuansa ujaran kebencian. 

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Unit 3 Siber Bertolak ke Kalimantan Barat pada 17 Februari 2026 untuk melakukan koordinasi dengan Kepolisian setempat.

Pada 18 Februari 2026, tim bersama Polres Bengkayang berhasil mengamankan Dedi Saputra di kawasan Dusun Mao, Desa Suka Maju, Kecamatan Sungai Betung.

Saat itu, Dedi sedang bepergian bersama istrinya menggunakan sepeda motor. Ia kemudian dibawa ke Mapolres Bengkayang untuk pemeriksaan awal sebagai saksi.

Setelah dilakukan gelar perkara melalui konferensi video, penyidik resmi menetapkan Dedi Saputra sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama dan ujaran kebencian. 

Pada 19 Februari 2026, tersangka dibawa ke Aceh dan tiba di Mapolda Aceh pada 20 Februari 2026 untuk pemeriksaan lanjutan.

Penahanan terhadap tersangka dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor SP.Han/08/II/RES.2.5/2026/Ditreskrimsus tertanggal 20 Februari 2026.

Sebelumnya, dalam sebuah video yang direkam pada 19 Februari 2026, Dedi yang didampingi kuasa hukum dari LBH menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Aceh, termasuk para ulama dan teungku.

Ia mengakui pernyataannya di akun TikTok @tersadarkan5758 telah menimbulkan kegaduhan serta berjanji menghapus seluruh konten dan tidak lagi aktif di media sosial.

Kasus ini kini ditangani penuh oleh Ditreskrimsus Polda Aceh, dan proses hukum terhadap tersangka masih terus berlanjut. (Joniful Bahri)

Tim Khusus Polda Aceh Gagalkan Penyelundupan 50 Kg Ganja, Seorang Petani Aceh Tengah Ditangkap

By On Sabtu, Februari 21, 2026

Barang bukti 50 kilogram ganja kering yang berhasil diamankan serta mengamankan seorang terduga pelaku asal Acèh Tengah di kawasan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Minggu dini hari, 15 Februari 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Tim Khusus Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Aceh menggagalkan upaya peredaran narkotika jenis ganja seberat kurang lebih 50 kilogram dan menangkap seorang terduga pelaku di kawasan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Minggu dini hari, 15 Februari 2026.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, di Banda Aceh, Sabtu, 21 Februari 2026 mengatakan, terduga pelaku berinisial AW (58), seorang petani asal Kabupaten Aceh Tengah, ditangkap di Jalan Lintas Banda Aceh-Medan, tepatnya sebelum Jembatan Kuta Blang, Desa Kulu, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, sekitar pukul 02.54 WIB.

Dalam penangkapan tersebut, petugas mengamankan tiga karung goni besar dan satu karung goni kecil berisi ganja kering dengan total berat sekitar 50 kilogram. Selain itu, turut disita satu unit minibus Toyota Avanza berwarna hitam bernomor polisi BL 1841 GW, satu unit telepon genggam, serta KTP milik AW.

Menurut Joko Krisdiyanto, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat yang diterima pada Jumat, 13 Februari 2026. Informasi tersebut menyebutkan akan ada pengangkutan ganja menggunakan minibus dengan nomor polisi BL 1841 GW yang bergerak dari wilayah Beutong, Kabupaten Nagan Raya, menuju wilayah  hukum kabupatèn Bireuen.

“Menindaklanjuti informasi itu, tim Ditresnarkoba Polda Aceh melakukan penyelidikan dan memantau pergerakan kendaraan. Dari hasil penyelidikan, minibus tersebut terdeteksi melintas menuju Bireuen,” ujarnya.

Pada Jumat sekitar pukul 02.00 WIB, tim mendapatkan informasi bahwa kendaraan tersebut berada di wilayah Bireuen. Petugas kemudian melakukan pembuntutan dan pengejaran hingga akhirnya menghentikan minibus yang dikemudikan AW.

Dalam pemeriksaan awal, AW mengaku mengambil ganja dari seseorang berinisial Z di Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, untuk diantarkan kepada penerima berinisial G di wilayah Geudong, Kabupaten Aceh Utara. Kedua orang tersebut kini masih dalam proses penyelidikan.

AW kini menjalani pemeriksaan intensif di Polda Aceh, sementara aparat terus mengembangkan penyidikan untuk membongkar jaringan peredaran narkotika yang lebih luas. (Joniful Bahri)

Warga dan Pemdes Sawarna Apresiasi Bantuan Sarana Ibadah dari Sosok "Hamba Allah"

By On Sabtu, Februari 21, 2026

LEBAK, KabarViral79.Com - Masyarakat serta Pemerintah Desa (Pemdes) Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, menyampaikan apresiasi mendalam atas aksi kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh sosok dermawan "Hamba Allah". 

Bantuan yang disalurkan melalui perwakilan, Dedi B dan Fahlevi, menyasar pembangunan serta kelengkapan sarana ibadah di wilayah tersebut.

Bantuan yang diberikan berupa material konstruksi dan perlengkapan sarana ibadah untuk sejumlah musala dan masjid di beberapa titik di Desa Sawarna

Penyerahan bantuan meliputi puluhan sak semen, batako, karpet, hingga perangkat pengeras suara (speaker) yang diterima langsung oleh pengurus lingkungan setempat. 

Perwakilan warga mengungkapkan bahwa bantuan ini sangat berarti bagi kelancaran aktivitas ibadah dan pembangunan fisik musala yang sedang berjalan. 

"Kami atas nama warga Desa Sawarna mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Hamba Allah, melalui Bapak Dedi B dan Bapak Fahlevi, yang telah menyumbangkan material untuk pembangunan musala di kampung kami. Semoga kebaikan ini dibalas dengan kelancaran urusan, kesehatan, serta kesuksesan yang lebih besar," ujar sejumlah warga melalui pesan video yang diterima media ini, Jumat, 20 Februari 2026

Senada dengan warga, Pemerintah Desa Sawarna turut menyambut positif inisiatif tersebut. 

Pihak desa menilai, kontribusi dari tokoh masyarakat dan para donatur sangat membantu mempercepat pembangunan fasilitas umum, khususnya tempat ibadah di pelosok desa. 

"Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada 'Hamba Allah' melalui  Bapak Dedi B dan Bapak Fahlevi atas bantuan material untuk musala dan masjid di beberapa titik wilayah kami. Kontribusi ini merupakan bentuk nyata sinergi dalam membangun fasilitas umum," ujar Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Kasie Ekbang) Desa Sawarna

Aksi kepedulian ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat gotong royong bagi masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Lebak, untuk terus bahu-membahu dalam merawat dan membangun fasilitas peribadahan di tingkat pedesaan. (Cup)

Satgas TMMD Kodim 0111/Bireuen Bersihkan Jalan Desa Jeumpa Sikureng, Warga Antusias Bergotong Royong

By On Jumat, Februari 20, 2026

Satgas TMMD ke-127 Kodim 0111/Bireuen membuka kembali akses penting bagi masyarakat Desa Jeumpa Sikureng, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Aceh, Jumat, 20 Febuari 2026. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Derap langkah para prajurit Satgas TMMD ke-127 Kodim 0111/Bireuen menggema di antara hamparan jalan desa yang sebelumnya dipenuhi semak dan debu.

Dengan membawa peralatan kerja dan semangat pengabdian, mereka hadir untuk membuka kembali akses penting bagi masyarakat Desa Jeumpa Sikureng, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Aceh, Jumat, 20 Febuari 2026.

Sejak pagi, personel Satgas TMMD terlihat bekerja berdampingan dengan warga. Cangkul, parang, dan sekop bergerak serempak membersihkan badan jalan yang selama ini menjadi jalur utama masyarakat namun kurang terawat.

Meski debu beterbangan dan keringat tak berhenti mengalir, para prajurit dan warga tetap bekerja penuh antusias tanpa menunjukkan rasa lelah.

Satgas TMMD ke-127 Kodim 0111/Bireuen membuka kembali akses penting bagi masyarakat Desa Jeumpa Sikureng, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Aceh, Jumat, 20 Febuari 2026. 

Pembersihan jalan tersebut merupakan bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026, yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat budaya gotong royong sebagai fondasi pembangunan nasional.

Jalan yang dibersihkan memiliki peran vital bagi masyarakat setempat. Akses ini digunakan anak-anak menuju sekolah, menjadi penghubung petani ke area pertanian, serta jalur utama mobilitas ekonomi warga.

Kini, jalan tersebut perlahan kembali terbuka dan lebih layak dilalui, memberi harapan baru bagi peningkatan aktivitas sosial dan ekonomi desa. 

Kehadiran Satgas TMMD juga memantik semangat warga. Mereka yang awalnya hanya melihat, kini ikut turun tangan membantu proses pembersihan. Suasana kerja pun diwarnai tawa, sapaan hangat, dan kolaborasi yang menunjukkan eratnya kemanunggalan TNI dan rakyat.

Melalui kegiatan ini, TMMD menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya soal memperbaiki infrastruktur, tetapi juga membangun kebersamaan, kepedulian, dan optimisme.

Jalan desa yang kini bersih menjadi simbol nyata bahwa kerja keras dan kolaborasi mampu menghadirkan perubahan hingga ke pelosok negeri. (Joniful Bahri)

Pemdes Darmasari Mediasi Rumor PHK Sepihak 12 Karyawan PT SWAT

By On Jumat, Februari 20, 2026

 


LEBAK, KabarViral79.ComPemerintah Desa Darmasari menggelar pertemuan mediasi untuk merespons keresahan warga terkait rumor Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap 12 karyawan lokal di PT Surya Wira Abadi Tribuana (SWAT). Musyawarah tersebut dilangsungkan di Aula Kantor Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, pada Jumat (20/2/2026).

Acara dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa Darmasari, Achmad Soleh, dengan didampingi Sekretaris Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Turut hadir dalam pertemuan tersebut tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perwakilan manajemen PT SWAT, para pekerja terdampak, serta unsur TNI-Polri dari Polsek Bayah dan Koramil 0315/Bayah.

Dalam forum tersebut, tokoh pemuda setempat, Entep S., mendesak pihak perusahaan untuk memberikan klarifikasi nyata terkait status para pekerja. Ia meminta bukti tertulis jika memang perusahaan telah melakukan pemberhentian resmi.

“Kami mempertanyakan kebenaran rumor yang beredar luas ini. Jika memang benar ada PHK, mana bukti surat pemberhentiannya secara formal?” ujar Entep.



Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Darmasari, Ahmadyani (Elod). Ia menegaskan bahwa pada prinsipnya masyarakat mendukung investasi di wilayah mereka, namun perusahaan harus tetap mengedepankan transparansi, terutama yang menyangkut nasib warga lokal.

“Kami mendukung keberadaan perusahaan, namun kami meminta ketegasan terkait dasar persoalan ini. Jika ada kendala internal, tolong selesaikan secara baik-baik sesuai prosedur ketenagakerjaan yang berlaku,” tegas Ahmadyani.

Suasana sempat memanas saat salah satu warga, Eko, mempertanyakan otoritas Diki sebagai perwakilan PT SWAT yang hadir. Warga meragukan kapasitas perwakilan tersebut dalam mengambil keputusan strategis di tingkat desa.

Menanggapi hal tersebut, Diki mengakui bahwa dirinya belum dapat memberikan keputusan final dalam pertemuan tersebut dikarenakan statusnya yang masih baru di internal perusahaan.

“Saya belum lama bergabung di PT SWAT. Terkait isu PHK ini, saya akan mencatat dan menyampaikan seluruh poin hasil pertemuan hari ini kepada pimpinan perusahaan untuk segera ditindaklanjuti,” ujar Diki singkat.

Pertemuan ditutup dengan harapan besar dari warga agar manajemen pusat PT SWAT segera mengeluarkan klarifikasi resmi. Langkah ini dinilai krusial guna meredam spekulasi sekaligus menjaga kondusivitas hubungan antara pihak perusahaan dengan masyarakat Desa Darmasari.

(Tim/Red)

Pemkab Bireuen dan DT Peduli Bangun 45 Unit Huntap untuk Penyintas Banjir Bandang di Jangka

By On Jumat, Februari 20, 2026

Laznas DT Peduli dan Pemkab Bireuen, serta masyarakat Desa Alue Kuta dan Desa Kuala Ceurape, Jangka, menandatangani komitmen bersama pembangunan kawasan Huntap bagi warga penyintas banjir bandang

BIREUEN, KabarViral79.ComUpaya pemulihan pasca bencana terus digencarkan di Kabupaten Bireuen. Pada Kamis, 19 Februari 2026, Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Daarut Tauhid (DT) Peduli, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, serta masyarakat Desa Alue Kuta dan Desa Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka, resmi menandatangani komitmen bersama pembangunan Kawasan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga penyintas banjir bandang. 

Penandatanganan tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Bireuen, ditandatangani oleh Bupati Bireuen, Ketua Yayasan DT Peduli Ir. M. Bascharul Ashana, M.BA, dan perwakilan masyarakat, Dedi Hermanto. 

Dalam kesepakatan itu, DT Pedili akan membangun 45 unit Huntap tipe 36 bagi penerima manfaat yang telah diverifikasi Pemkab Bireuen. 

Setiap unit dilengkapi instalasi listrik, kamar mandi, serta sistem sanitasi internal yang layak. 

Pembangunan dilakukan dalam dua tahap. Untuk tahap I sebanyak 25 unit, dan 20 unit untuk tahap II. 

Sementara itu, Pemkab Bireuen bertanggung jawab menyediakan infrastruktur pendukung, mulai dari pematangan lahan (land clearing), pembangunan jalan lingkungan, drainase, jaringan listrik rumah, Penerangan Jalan Umum (PJU), hingga pengurusan Sertifikat Hak Milik (SHM) bagi warga penerima Huntap. 

Adapun masyarakat Desa Alue Kuta dan Kuala Ceurape menyediakan lahan seluas 6.567 m², dengan proses pembangunan dilakukan secara swadaya oleh para penerima manfaat. 

Laznas DT Peduli dan Pemkab Bireuen, serta masyarakat Desa Alue Kuta dan Desa Kuala Ceurape, Jangka, menandatangani komitmen bersama pembangunan kawasan Huntap bagi warga penyintas banjir bandang. 

Bupati Apresiasi Kolaborasi dan Semangat Warga

Bupati Bireuen menyampaikan apresiasi atas kontribusi DT Peduli dan semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat. 

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi untuk mempercepat pemulihan kehidupan warga terdampak bencana. 

"Kami berharap pembangunan Huntap bantuan DT Peduli ini dapat segera dilaksanakan tanpa hambatan. Pemerintah daerah berkomitmen penuh memastikan infrastruktur pendukung siap tepat waktu agar kawasan ini menjadi hunian yang sehat, aman, dan legal bagi masyarakat," ujarnya. 

Harapan Pulihnya Ekonomi dan Psikologis Warga

Melalui program ini, pemerintah dan lembaga kemanusiaan berharap beban ekonomi maupun psikologis warga penyintas banjir bandang dapat segera pulih. 

Kehadiran hunian yang lebih layak dan tangguh diharapkan mampu memberikan rasa aman serta meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap potensi bencana di masa mendatang. (Joniful Bahri)

Pengungsi Banjir dan Longsor di Bireuen Masih Tinggal di Tenda Darurat, Huntara dan Huntap Tak Kunjung Dibangun

By On Jumat, Februari 20, 2026

Korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen hingga kini masih bertahan di tenda darurat. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Ratusan warga korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen, Aceh, hingga kini masih bertahan di tenda darurat. 

Kondisi itu terjadi akibat belum tersedianya hunian sementara (Huntara), sementara hunian tetap (Huntap) yang dijanjikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen juga belum menunjukkan progres berarti. 

Memasuki bulan suci Ramadan, para pengungsi mengaku semakin kesulitan bertahan di bawah tenda seadanya. 

Ketika hujan turun, air kerap masuk ke dalam tenda, sementara saat cuaca panas mereka harus menahan terik dan suhu yang sangat gerah. 

Bahkan, diperkirakan sebagian besar pengungsi yang rumah dan tanahnya hilang akibat banjir bandang dan longsor pada 26 November 2025 lalu, terpaksa harus hidup di bawah tenda selama berbulan-bulan. 

Sebagian warga bahkan diprediksi akan lebih dari satu tahun tinggal di lokasi pengungsian karena belum memiliki tanah maupun rumah. 

“Kami belum punya tanah. Rumah dan tanah kami hilang diseret arus sungai saat banjir dan longsor tersebut. Kalau ada Huntara, kami tidak harus tinggal berbulan-bulan di bawah tenda darurat seperti ini,” ungkap seorang pengungsi di Kecamatan Juli, Kamis, 19 Februari 2026. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pengungsi kini tersebar di 28 desa pada tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Kutablang, Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng, Jangka, Juli, dan Jeumpa. 

Di Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, sebanyak 43 kepala keluarga (KK) masih bertahan di tenda darurat yang didirikan di lintasan nasional Bireuen–Takengon Km 9

Korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen hingga kini masih bertahan di tenda darurat. 

Mayoritas penghuni tenda adalah anak-anak, perempuan, serta lanjut usia yang kondisinya semakin rentan. 

Para pengungsi ini kehilangan tempat tinggal setelah banjir bandang menghancurkan rumah mereka akhir November lalu. 

Kini, tenda-tenda darurat tampak dipenuhi tumpukan pakaian, peralatan dapur, kardus berisi barang warga, hingga kompor dan wadah air seadanya. 

Ironisnya, di Desa Balee Panah sebenarnya telah berdiri tiga unit rumah percontohan hunian tetap (Huntap). Namun, bangunan tersebut belum dapat ditempati karena belum tersambung air bersih dan listrik. 

Warga menduga ketiga unit tersebut hanya sebagai rumah contoh meskipun sudah ditetapkan pemiliknya. 

Hingga kini belum ada tanda-tanda pembangunan Huntap lainnya, padahal sebelumnya Pemkab Bireuen menjanjikan akan membangun 1.000 unit Huntap pada tahap pertama. 

“Ini seolah hanya memberi angin segar kepada pengungsi. Tidak mungkin Huntap selesai dalam waktu singkat. Harusnya Huntara dibangun dulu agar kami tidak berbulan-bulan menderita di tenda,” ujar warga setempat. 

Warga juga menyesalkan kondisi para pengungsi yang harus menjalani sahur dan berbuka puasa dalam tenda darurat pada musim hujan. 

“Pemkab Bireuen seharusnya memikirkan keadaan ini. Tidak boleh membiarkan pengungsi terus menderita di bawah tenda darurat seperti sekarang,” keluh warga lainnya. (Joniful Bahri)