![]() |
| Pengurus Korcam Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen periode 2026–2031 resmi dilantik, di Aula Wisma Bireuen Jaya, Kabupaten Bireuen, Kamis, 24 September 2026. |
BIREUEN, KabarViral79.Com - Pengurus Koordinator Kecamatan (Korcam) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen periode 2026–2031 resmi dilantik dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional 2026.
Pelantikan berlangsung di Aula Wisma Bireuen Jaya, Kabupaten Bireuen, Kamis, 24 September 2026, dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, pengurus Tani Merdeka Indonesia, kelompok tani, serta sejumlah pihak yang bergerak di sektor pertanian.
Prosesi pelantikan ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) dan pataka kepada pengurus Korcam Tani Merdeka Indonesia.
Penyerahan dilakukan Bupati Bireuen, H. Mukhlis selaku Ketua Penasehat DPD Tani Merdeka Indonesia Bireuen, didampingi Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Aceh, Cut Muhammad, serta Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen sekaligus Ketua Pembina DPD Tani Merdeka Indonesia Bireuen, Mulyadi.
Sebelumnya, Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen, Muhammad Fadhil, SP, membacakan SK Dewan Pengurus Wilayah Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh tentang susunan kepengurusan Dewan Pengurus Kecamatan Tani Merdeka Indonesia se-Kabupaten Bireuen periode 2026–2031.
Dalam sambutannya, Bupati Bireuen, H. Mukhlis mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus Korcam yang baru dilantik.
Menurut Mukhlis, pelantikan tersebut memiliki makna penting karena bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional 2026.
Ia mengatakan, sektor pertanian merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Kabupaten Bireuen.
Karena itu, kata dia, produktivitas dan kesejahteraan petani menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.
“Keberadaan Tani Merdeka Indonesia di tingkat kecamatan memiliki peran yang sangat strategis. Para pengurus Korcam dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara petani, pengurus daerah dan pemerintah,” kata Mukhlis.
Ia juga meminta pengurus mendampingi petani dalam menghadapi berbagai tantangan pertanian modern, mulai dari ketersediaan sarana produksi hingga pemasaran hasil pertanian.
“Pemkab Bireuen siap bersinergi dan mendukung langkah-langkah nyata Tani Merdeka Indonesia demi mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan para petani di wilayah Bireuen,” ujarnya.
Mukhlis menegaskan, kemajuan sektor pertanian berkaitan erat dengan masa depan Kabupaten Bireuen.
Karena itu, kata dia, sinergi antara pemerintah, organisasi tani dan masyarakat diperlukan untuk memperkuat pembangunan pertanian.
“Momentum pelantikan Korcam Tani Merdeka Indonesia dan peringatan Hari Tani Nasional ini harus dijadikan titik awal untuk membangun sinergi yang lebih kuat,” katanya.
![]() |
| Pengurus Korcam Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen periode 2026–2031 resmi dilantik, di Aula Wisma Bireuen Jaya, Kabupaten Bireuen, Kamis, 24 September 2026. |
Sementara itu, Sekretaris DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen, Asnaw, SP, dalam laporannya menyebutkan, organisasi tersebut saat ini memiliki 15.665 anggota yang tersebar di 609 desa di Kabupaten Bireuen, terdiri atas kelompok tani dan tokoh masyarakat.
Ia meminta seluruh Korcam tidak hanya aktif ketika ada kegiatan organisasi, tetapi juga hadir ketika masyarakat dan petani membutuhkan pendampingan.
“Jangan hanya hadir ketika ada acara organisasi, tetapi hadir ketika masyarakat membutuhkan. Hadir ketika petani menyampaikan persoalan, mendengar aspirasi dan membangun komunikasi untuk memperkuat kebersamaan masyarakat di wilayah masing-masing,” ujar Asnaw.
Asnaw juga menyinggung sejumlah perkembangan harga komoditas dan sarana produksi pertanian yang menurutnya berdampak terhadap petani.
Ia menyebut harga pupuk bersubsidi yang sebelumnya dibeli sekitar Rp 200.000 kini berada pada kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 90.000.
Sementara harga gabah yang sebelumnya sekitar Rp 4.000 per kilogram disebut telah mencapai Rp 6.500 per kilogram.
Ia juga menyampaikan perkembangan harga jagung, sawit dan pinang.
Menurutnya, periode kepengurusan 2026–2031 harus menjadi momentum memperkuat organisasi sekaligus mendorong pembangunan dari desa.
“Dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional, mari kita wujudkan cita-cita negeri ini, dari desa untuk Indonesia Emas 2045. Mari jadikan periode 2026–2031 sebagai momentum yang memperkuat organisasi,” katanya.
Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Aceh, Cut Muhammad, dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya peran organisasi dalam memperjuangkan kepentingan petani, termasuk persoalan agraria dan sengketa lahan.
Ia meminta pengurus Tani Merdeka Indonesia di tingkat kecamatan berkoordinasi dengan penyuluh pertanian untuk memastikan program-program pertanian dapat berjalan sesuai kebutuhan petani.
“Para relawan tani yang sudah kita lantik di setiap kecamatan harus bisa bekerja sama dengan para penyuluh. Di setiap kecamatan harus sinkron, saling berkoordinasi dan membagi program yang baik untuk kepentingan petani,” kata Cut Muhammad.
Ia juga meminta Tani Merdeka Indonesia mengambil peran dalam membantu penyelesaian berbagai persoalan pertanian dan sengketa lahan yang dihadapi masyarakat di Bireuen maupun Aceh.
Pelantikan Korcam tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas struktur organisasi Tani Merdeka Indonesia hingga tingkat kecamatan sekaligus memperkuat komunikasi antara petani, organisasi dan pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai persoalan sektor pertanian. (Joniful Bahri)

