-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Nasabah “Diam-diam Boikot” Bank yang Gunakan Jasa Debt Collector

By On Selasa, Desember 02, 2025

 


JAKARTA, KabarViral79.Com - Di tengah ketatnya tekanan ekonomi, muncul fenomena baru, sejumlah nasabah secara diam-diam mulai “boikot” bank yang menggunakan jasa penagih utang eksternal (debt collector).

Banyak dari mereka memilih menutup rekening atau memindahkan tabungan ke bank lain, bukan semata karena gagal bayar, tetapi karena trauma atas pengalaman penagihan yang dinilai mengintimidasi.

Tak sedikit, nasabah mengaku tidak nyaman ketika menghadapi penagihan dari pihak ketiga setelah mereka gagal bayar kartu kredit atau pinjaman.

Sebagian besar merasa bahwa metode penagihan mulai dari telepon berulang, kunjungan mendadak, hingga ancaman sudah melewati batas kewajaran.

Kondisi ekonomi yang sulit membuat banyak peminjam kesulitan untuk segera menyelesaikan kewajiban mereka.

Ketika kewajiban jatuh tempo, ketidakmampuan membayar bukan hanya masalah finansial, tetapi juga bisa berujung pada tekanan emosional karena cara penagihan yang terasa agresif.

Bagi sejumlah orang, rasa aman dan reputasi sosial menjadi lebih penting daripada mempertahankan rekening di bank yang “berisiko” memunculkan stres berkelanjutan.

Hal ini mendorong mereka memilih “pindah bank” agar terhindar dari potensi intimidasi di masa datang.

“Saya sudah beberapa kali mengajukan nego. Tapi tetap saja, karena tunggakan dianggap kolektibilitas 5 dianggap tidak ada itikad baik. Padahal saya sudah datang langsung, kirim email, bahkan mau datang ke kantor mereka,” ungkap salah seorang nasabah seperti dikutip dari Media Konsumen.

Keluhan seperti ini menunjukkan bahwa sebagian nasabah merasa tidak dipahami keadaan ekonominya meskipun mereka punya itikad melunasi utang.

Karena itu, mereka menilai bahwa ketidakmanusiawian praktik penagihan menjadi alasan kuat untuk berhenti menggunakan bank yang sama.

Sementara itu, perbankan umumnya menegaskan bahwa penggunaan jasa pihak ketiga untuk penagihan termasuk debt collector adalah bagian dari prosedur standar ketika kredit telah masuk status macet atau kolektibilitas buruk.

Alasan utama bank memakai debt collector untuk efisiensi penagihan ketika kredit macet atau gagal bayar.

Bank menilai bahwa tenaga internal sulit memantau semua debitur.

Debt collector diharapkan bisa via proses penagihan yang lebih “profesional”, sesuai dengan regulasi: membawa surat tugas resmi, mematuhi aturan jam kunjungan, dan menghindari tindakan kasar.

Bank mengklaim penggunaan pihak ketiga ini dilindungi oleh regulasi, misalnya dalam regulasi terkait kartu kredit dan kredit macet.

Meski begitu, kritik publik dan regulasi mengingatkan bahwa penggunaan jasa penagih eksternal tetap harus diiringi pengawasan ketat.

Menurut pengaduan dari lembaga konsumen, praktik premanisme dan teror oleh debt collector bukan hal baru.

Banyak nasabah melaporkan intimidasi verbal, penghubungan ke kontak darurat, atau bahkan kunjungan mendadak tanpa persetujuan.

Regulasi mewajibkan bahwa penagihan memakai jasa eksternal harus dilakukan sesuai standar dalam regulasi perbankan, dan bank tetap bertanggung jawab atas tindakan debt collector.

Walau aturan ada, pelanggaran tetap marak, mulai dari kekerasan, ancaman, sampai penagihan di tempat kerja. Hal ini memicu desakan agar regulasi diperketat atau praktik debt collector dikaji ulang.

Fenomena boikot diam-diam oleh nasabah terhadap bank yang menggunakan jasa debt collector mencerminkan kegelisahan sosial di massa ekonomi sulit.

Bukan hanya soal kredit macet, tetapi juga soal martabat, rasa aman, dan perlakuan manusiawi.

Jika pihak bank dan regulator gagal menjamin penagihan yang adil dan etis, potensi kehilangan kepercayaan dari nasabah bisa semakin besar dan migrasi ke bank lain bisa jadi tren yang terus tumbuh.

KPM di Beberapa Desa Keluhkan Kualitas Beras Bantuan Bulog di Lebak Selatan, Harga dan Kondisi Fisik Jauh Berbeda

By On Selasa, Desember 02, 2025

 


LEBAK, KabarViral79.Com – Kualitas beras Program Bantuan Pangan yang disalurkan oleh Perum Bulog di wilayah Lebak Selatan ditemukan kurang berkualitas. Di beberapa desa, selain ditemukan bulir beras kuning, terdapat batu-batu kecil, dan aromanya apek, juga disinyalir mengandung dedak.

Atas kondisi beras seperti ini, banyak penerima manfaat yang merasa kecewa atas kondisi beras yang disalurkan oleh Perum Bulog Lebak.

Penerima bantuan bukan tidak bersyukur atas bantuan yang telah diberikan pemerintah, namun penerima berharap kualitas berasnya yang disalurkan adalah beras yang bagus, yang enak enak dikonsumsi.

Penelusuran wartawan di beberapa desa, beras yang disalurkan tersebut merupakan beras dengan kualitas medium. Hal ini dibuktikan dengan tulisan pada karung kemasan yang berlogo Perum Bulog, tertulis Beras Medium dengan berat 10 kg.

Pantauan wartawan di Pasar Bayah, Selasa, 2/12/2025, dengan membawa sampel beras Bantuan Pangan yang disalurkan oleh Perum Bulog kemudian dibandingkan dengan beras medium yang beredar di pasar, nampak terlihat perbedaan yang menonjol.

Beras medium yang dijual pedagang beras, secara fisik nampak berwarna bersih. Warnanya putih, tidak terdapat bulir beras kuning, tidak terdapat batu kecil dan tidak tercium aroma apek.

Dari sisi harga, nampak perbedaan yang mencolok, antara beras medium yang dijual di pasar dengan beras medium yang disalurkan Perum Bulog untuk program Bantuan Pangan.

Tatang, seorang penjual beras di Pasar Bayah mengatakan, beras medium yang ia jual berkisar antara Rp 12.000,- sampai Rp 14.000,- per kg.

“Kalau beras yang seperti Bulog ini, paling Rp 8.000,- per kg nya. Tapi saya gak jual. Karena gak laku”, ucapnya.

Sama halnya dengan Ratna, yang juga penjual beras di Pasar Bayah mengungkapkan, jika beras seperti yang Bulog salurkan dirinya tidak menyediakan. Karena tidak laku.

Kalau beras Bulog ini terang Ratna banyak bulir kuning dan gabah, banyak bulir patah, aromanya juga sudah bau.

“Sepertinya ini mah beras stok lama, berasnya juga udah rusak. Aromanya sudah apek. Kita pegang juga banyak kotoran yang nempel di telapak tangan seperti dedak,” ujar Ratna.

(Cup/Tim/Red)

Dua Titik Longsor Gunung Salak Berhasil Ditembus, Akses Aceh Utara–Bener Meriah Mulai Pulih

By On Selasa, Desember 02, 2025

Dua titik longsor yang menutup jalur di kawasan Gunung Salak, Aceh Utara dan Bener Meriah berhasil diterobos oleh tim di lapangan. 

ACEH UTARA, KabarViral79.Com - Dua titik longsor yang menutup jalur di kawasan Gunung Salak, Kabupaten Aceh Utara, berhasil diterobos oleh tim di lapangan.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, M. Nasir SIP MPA, berdasarkan laporan Tim PUPR yang bekerja sejak awal masa tanggap darurat.

Nasir menjelaskan, perkembangan ini diterima Posko melalui rekaman video dan foto yang disampaikan pada Senin 1 Desember 2025 kemarin.

"Ini kemajuan penting untuk percepatan normalisasi akses di kawasan tersebut,” ujarnya.

Dua titik longsor yang menutup jalur di kawasan Gunung Salak, Aceh Utara dan Bener Meriah berhasil diterobos oleh tim di lapangan. 

Gunung Salak merupakan jalur vital penghubung Kabupaten Aceh Utara dan Bener Meriah.

Sejak bencana longsor terjadi beberapa hari lalu, jalur ini tertutup total oleh material tanah dan batu, sehingga menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi logistik bagi warga terdampak banjir serta longsor.

Hingga saat ini, Tim PUPR Bener Meriah bersama Tim PUPR Aceh terus bekerja siang dan malam untuk membuka seluruh titik longsor yang masih tersisa.

Upaya percepatan menjadi prioritas pemerintah daerah demi memulihkan konektivitas antarwilayah dan memastikan keselamatan masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi kerja keras tim di lapangan yang terus berjuang untuk membantu masyarakat terdampak. Pemerintah Aceh berkomitmen mempercepat pembukaan jalur demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” tambah Nasir. (Joniful Bahri)

HRD Desak Pertamina Tuntaskan Kelangkaan LPG dan BBM di Aceh, Sumut, dan Sumbar Pasca Bencana

By On Selasa, Desember 02, 2025

Warga  Bireuen masih mengantri di beberapa SPBU untuk mendapatkan BBM, sejauh ini kelangkaan BBM terus terjadi pasca banjir bandang

BIREUEN, KabarViral79.Com - Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), H Ruslan Daud (HRD), mendesak Pertamina untuk segera mengatasi kelangkaan elpiji (LPG) dan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Krisis energi ini terjadi pasca bencana banjir serta tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Permintaan itu disampaikan HRD kepada wartawan, Selasa, 02 Desember 2025, berdasarkan hasil pantauannya langsung di lapangan.

Ia menyebut, antrean panjang kendaraan terlihat di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Aceh, seperti di Kabupaten Bireuen, Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Lhokseumawe, Aceh Utara, Langsa, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Bener Meriah, hingga Aceh Tengah.

Bahkan di sejumlah daerah, stok LPG dan BBM sudah benar-benar kosong akibat distribusi yang terhambat lantaran banyak jalan dan jembatan terputus. Pasokan gas LPG dari Arun, Lhokseumawe, juga mengalami gangguan serius karena jalur transportasi darat tidak dapat dilintasi.

Warga  Bireuen masih mengantri di beberapa SPBU untuk mendapatkan BBM, sejauh ini kelangkaan BBM terus terjadi pasca banjir bandang. 

“Solusinya, Pertamina harus segera menyalurkan gas LPG lewat laut atau udara,” tegas HRD.

Akibat kondisi tersebut, seluruh agen LPG di Aceh untuk sementara menghentikan operasional karena tidak mendapat suplai dari Pertamina. Kelangkaan ini berdampak langsung pada kebutuhan rumah tangga, pelaku UMKM, hingga dapur umum di lokasi pengungsian korban banjir.

Dalam situasi darurat ini, HRD meminta perhatian dan langkah cepat dari Pertamina Aceh serta Ditjen Migas untuk mengambil kebijakan percepatan distribusi energi.

Ia juga mendorong dibukanya jalur alternatif, penyiapan armada khusus, dan mekanisme penyaluran darurat untuk memastikan suplai tetap sampai ke masyarakat.

“Kami berharap penanganan dan koordinasi segera dilakukan agar kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dan distribusi LPG kembali stabil,” pungkasnya. (Joniful Bahri)

Ketika Bireuen Tenggelam: Ada Sebutir Asa di Balik Derasnya Hujan Sepekan

By On Selasa, Desember 02, 2025

Bundaran simpang empat Bireuen ikut tergengani air yang biasanya jarang terjadi, apalagi di tengah pusat kota. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Hujan tak berhenti mengetuk Bireuen selama tujuh hari penuh. Langit yang kelabu seolah menyimpan beban besar yang tak lagi sanggup ditahannya.

Air yang jatuh tanpa jeda mengubah kota menjadi lanskap yang tak biasa—jalanan yang biasanya padat kendaraan kini berubah seperti aliran sungai, sementara rumah-rumah seakan berdiri di tengah kubangan air.

Di air yang menggenang itu, bukan hanya riak yang tampak. Lumpur dan serpihan dahan kayu ikut hanyut, menyebar ke mana-mana.

Bireuen seolah membawa wajah lain, wajah yang kelam dan tidak pernah dibayangkan warganya.

Bundaran Simpang Empat yang Berubah Menjadi Sungai Keruh

Di Bundaran Simpang Empat Bireuen, air mengalir deras seperti sungai kecil. Namun bukan itu saja yang membuat warga terkejut: airnya berwarna kecokelatan, dipenuhi lumpur yang lembek dan melekat di ban kendaraan.

Dahan-dahan kayu kecil terbawa arus, menumpuk di sudut-sudut bundaran, seolah menjadi bukti bahwa aliran air sudah menabrak banyak hal sebelum sampai ke pusat kota.

Pengendara yang melintas memperlambat laju kendaraan, sebagian bahkan berhenti karena takut tergelincir.

Lumpur yang menutupi aspal membuat jalan licin, sedangkan dahan-dahan yang terseret air menambah suasana seperti pascabanjir bandang.

Jalan Lintasan Nasional, Jalan Andalas, dan Jalan Ramai Tak Lagi Sama

Di jalan lintasan nasional, genangan keruh menyulitkan sopir untuk mengukur kedalaman air. Lumpur memenuhi permukaan, membuat ban mobil sulit mencengkeram.

Arus yang membawa dahan pohon dan sampah membuat jalur itu benar-benar tampak seperti sungai sementara yang melintasi kota.

Sementara di Jalan Andalas dan Jalan Ramai, para pedagang seperti sedang menghadapi perang kecil. Di depan ruko-ruko, lumpur menumpuk, dibawa dari jalan oleh arus air.

Dahan-dahan kayu berserakan di depan kios, menghambat pintu masuk, dan membentuk gundukan kecil setiap arus surut sebentar.

"Begitu air naik, yang masuk bukan cuma airnya—lumpur ikut masuk ke dalam," kata Safrizal seorang pedagang di Jalan Ramai yang sedang menyapu lumpur kental dari lantai tokonya.

Kawasan VOA dan Jalan Pengadilan Lama: dari Genangan Tenang ke Lumpur Pekat

Kawasan perkotaan VOA Bireuen, Jalan Listrik menampilkan pemandangan yang tak kalah buruk.

Lumpur berwarna cokelat pekat menutupi halaman rumah penduduk, memaksa mereka menghabiskan berjam-jam untuk membersihkan lantai dan pekarangan.

Sementara di sudut-sudut jalan, dahan pohon menumpuk sebagai pengingat bahwa air tak datang sendirian.

Pemilik Toko di Kawasan VOA, Bireuen terpaksa mengeluarkan barangnya pasca diterjang banjir bandang di kaswanti Kabupaten Bireuen. 

Di Jalan Pengadilan Lama, warga harus membuka akses dengan sekop dan kayu.

Bukan hanya air yang mengalir deras, tetapi juga campuran pasir, lumpur, dan potongan-potongan ranting yang menumpuk di perempatan jalan.

Drainase yang tak mampu menahan aliran membuat lumpur mengendap tebal, sehingga warga harus bekerja keras untuk kembali menampakkan permukaan jalan.

"Sampai lutut tadi malam. Dan pagi ini, lumpurnya setebal dua jengkal," tutur Muhammad Yani, seorang warga Kota Juang Bireuen sambil memperlihatkan bekas garis lumpur di dinding rumah.

Ada Sebutir Asa, Pesan Terselip di Balik Lumpur dan Runtuhan Alam

Dalam semua pemandangan itu—air yang mengalir seperti sungai, lumpur yang menumpuk, dahan kayu yang berserakan—tersimpan sebutir asa: sebuah peringatan kecil yang sebenarnya telah datang lama, tetapi tak banyak dihiraukan.

Lumpur adalah tanda bahwa aliran air tidak menemukan jalur yang semestinya.

Dahan kayu merupakan bukti bahwa arus air menggerus sisi-sisi kota, termasuk pepohonan di sekitar saluran dan parit.

Semua itu mengarah pada satu hal: sistem drainase Bireuen tidak lagi mampu menerima volume air yang turun.

Banyak drainase dangkal, parit tertutup bangunan, dan alur sungai yang menyempit.

Air tidak lagi punya tempat berlari, sehingga ia naik ke jalan, mengangkut apa pun di jalurnya—tanah, sampah, dahan, bahkan serpihan kayu yang robek dari akar pohon.

Harapan untuk Pembenahan Menyeluruh

Pemerintah Bireuen telah turun ke lapangan, namun warga menuntut lebih dari sekadar pembersihan sesaat.

Mereka ingin drainase baru, alur sungai yang dibenahi, serta pembongkaran bangunan yang telah menutup jalur air. 

Karena selama saluran itu masih tersumbat dan tertutup, lumpur dan dahan kayu akan tetap menjadi tamu tak diundang setiap hujan deras datang.

Bireuen Belajar dari Lumpur

Ketika air surut, jalanan meninggalkan jejak lumpur yang menebal, dahan kayu berserakan, dan aroma lembap yang menempel di udara.

Namun bagi banyak warga, semua itu bukan sekadar sisa banjir. Itu adalah pesan jelas bahwa kota ini membutuhkan pembenahan serius.

Ada sebutir harapan tanda kecil yang datang melalui derasnya hujan, pekatnya lumpur, dan runtuhan dahan kayu.

Sebuah isyarat bahwa Bireuen harus bergegas berubah sebelum air kembali datang dengan cerita yang lebih buruk. (Joniful Bahri) 

Kemenangan Keadilan: Ketua Umum LSM Trinusa Dinyatakan Bebas, Loyalitas Anggota Terbukti

By On Senin, Desember 01, 2025

 


Bekasi, KabarViral79.Com – Setelah melewati perjuangan panjang sekitar 14 kali sidang, akhirnya Ketua Umum LSM Trinusa dinyatakan bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cikarang.

Ini bukan sekadar hasil hukum, tetapi juga simbol keteguhan, solidaritas, dan loyalitas seluruh anggota yang mengawal setiap langkah proses persidangan.

Sejak tuduhan pemerasan di Pasar SGC mencuat, Ketua Umum Trinusa menjadi sasaran tekanan publik dan media. Namun, keyakinan pada integritas dan kebenaran hukum tidak pernah goyah.

Dalam setiap sidang, Ketua Umum tampil tegas, membela nama baik organisasi dan menegaskan ketidakbersalahannya.

Selama proses persidangan, anggota dari seluruh DPD, DPC, DPAC, dan simpatisan setia hadir, mengawal setiap sidang, menunjukkan kesetiaan dan keberanian yang luar biasa.

Mereka bukan hanya hadir fisik, tetapi juga menjaga moral, menjaga nama baik organisasi, dan menunjukkan bahwa Trinusa tidak pernah sendiri.

Salah satu koordinator lapangan menyatakan.

“Kami hadir bukan untuk membuat keributan, tapi untuk berdiri tegak bersama pimpinan kami. Ini adalah bukti bahwa solidaritas dan loyalitas adalah kekuatan terbesar kami,” ungkapnya pada, Senin (1/12/2025).

Pada tanggal 1 Desember 2025, setelah persidangan panjang dan penuh tantangan, majelis hakim memutuskan bahwa Ketua Umum tidak bersalah. Tuduhan yang menimpa Ketua Umum tidak terbukti secara hukum, sehingga seluruh dakwaan gugur.

Kemenangan ini bukan sekadar pembebasan individu, tetapi juga kemenangan moral bagi seluruh anggota LSM Trinusa, yang membuktikan bahwa kebenaran dapat ditegakkan melalui kesabaran, disiplin, dan solidaritas.

Hasil ini menjadi pengingat bahwa kekuatan organisasi terletak pada loyalitas dan komitmen anggotanya. Semua pihak yang setia mendampingi Ketua Umum telah menorehkan sejarah heroik — berdiri tegak menghadapi tekanan, menjaga nama baik lembaga, dan membuktikan bahwa Trinusa adalah organisasi yang bersih, berani, dan berintegritas.

Koordinator nasional menambahkan,

“Kemenangan ini adalah milik kita semua. Ini bukti bahwa jika kita bersatu, teguh pada prinsip, dan setia pada kebenaran, keadilan akan selalu berpihak pada yang benar.”

Kasus ini menegaskan bahwa keteguhan moral, solidaritas, dan keberanian anggota dapat menaklukkan segala tekanan.

Dengan putusan bebas ini, LSM Trinusa muncul lebih kuat, lebih bersih, dan lebih berani dari sebelumnya, siap melanjutkan perjuangan demi keadilan, kebenaran, dan kepentingan masyarakat.

Peringati HUT ke-54 Korpri, Gubernur Andra Soni Tekankan Soliditas dan Transformasi Digital ASN Banten

By On Senin, Desember 01, 2025

Gubernur Banten, Andra Soni saat memimpin upacara peringatan HUT ke-54 Korpri, di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin, 01 Desember 2025. 

SERANG, KabarViral79.Com Gubernur Banten, Andra Soni menekankan pentingnya soliditas, integritas, dan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan berkeadilan.

Hal tersebut ditegaskan Andra Soni saat menjadi pembina upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) tingkat Provinsi Banten di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Senin, 01 Desember 2025.

Dalam amanatnya, Andra Soni menyebut, peringatan HUT Korpri sebagai momentum strategis untuk memperkuat komitmen pengabdian ASN.

Ia mengingatkan, sejak didirikan, Korpri berfungsi sebagai wadah pemersatu dan pengabdian ASN kepada bangsa dan negara.

“Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras seluruh ASN dalam melayani masyarakat serta menjaga keberlangsungan pelayanan publik,” ujarnya.

Mengusung tema “Bersatu Berdaulat Bersama Korpri Mewujudkan Indonesia Maju”, Gubernur meminta tema tersebut dijadikan pengingat bagi seluruh ASN untuk menjaga kekompakan dan etika kerja.

Dorong Transformasi Digital dan Efisiensi Anggaran

Menghadapi tantangan zaman, Andra Soni menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi.

Ia menegaskan, era digital menuntut perubahan fundamental dalam cara kerja birokrasi.

“ASN harus bekerja lebih cepat, lebih inovatif, dan lebih adaptif. Korpri harus menjadi motor perubahan birokrasi, bukan sekadar pelaksana tugas,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran. Setiap rupiah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus dikelola secara efektif dan efisien demi kepentingan masyarakat, selaras dengan upaya mewujudkan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

“Korpri harus menjadi penggerak transformasi birokrasi. Pastikan anggaran berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.

Serukan Korpri Siaga

Andra Soni juga mengajak seluruh anggota Korpri untuk mengambil sikap "Korpri Siaga".

Ia menjabarkan delapan tekad kesiapsiagaan yang meliputi penguatan persatuan, penjagaan netralitas, peningkatan profesionalisme, kejujuran, hingga pengawalan reformasi birokrasi.

“Tidak ada pilihan lain bagi Korpri selain tetap kompak, solid, satu suara, dan satu langkah. Teruslah berinovasi dan bekerja sepenuh hati bagi kemajuan bangsa dan negara,” pesannya.

Penghargaan dan Pakta Integritas

Rangkaian upacara dimeriahkan dengan pemberian penghargaan kepada ASN, pelajar, dan Perangkat Daerah berprestasi.

Penghargaan purna tugas diserahkan kepada tiga pejabat tinggi yang memasuki masa pensiun, yakni Muhammad Yusuf (Mantan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Banten), Agus Setiawan (Mantan Staf Ahli Kemasyarakatan dan SDM), serta Untung Saritomo (Mantan Kepala BPSDM).

Apresiasi juga diberikan kepada atlet Korpri cabang bulu tangkis dan catur yang meraih medali emas dan perak pada Pekan Olahraga Nasional (PORNAS) XVII di Palembang.

Selain itu, Pemprov Banten menyerahkan Piagam Duta Korpri serta Budaya Kerja Award kepada tiga Perangkat Daerah terbaik, yaitu Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Penghargaan lain mencakup pemenang Lomba Video Pembelajaran tingkat SMA/SMK/SKH, serta penghargaan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik untuk kategori Inovasi Terbaik, Inovasi Berkinerja Terbaik, Penerapan Terbaik, hingga Perangkat Daerah Terinovatif.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandhi, bersama 12 pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Langkah ini merupakan wujud komitmen memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel melalui program Monitoring Center for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (*/red)

Kelompok Tani Malangnengah Desa Citepusen Kecamatan Cihara Ucapkan Terima Kasih Adanya Program Damparit

By On Senin, Desember 01, 2025

 


LEBAK, KabarViral79.Com – Pembangunan Damparit di Blok Cukang Akar Desa Citepusen Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak Tahun 2025 untuk pengelolaan lahan dalam rangka peningkatan pemanfaatan lahan non rawa disambut baik oleh warga. Senin, 1 Desember 2025.

Selain itu, pembangunan program Damparit tersebut dengan pagu anggaran Rp 115.000.000 (seratus lima belas juta) yang bersumber dari APBN-TP Tahun Anggaran (TA) 2025 melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian mendapat ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya dari Ketua Kelompok Tani Malangnengah, Ujang Suhendar sebagai penerima program.

“Saya mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pemerintah melalui Kementerian Pertanian dengan adanya program Damparit di Kelompok Tani Malangnengah Desa Citepusen Kecamatan Cihara. Dan alhamdulillah pengerjaan Damparit tersebut sudah 100 persen dikerjakan,” kata Ujang Suhendar.

Dan kami masyarakat petani akan merawat pembangunan Damparit di kelompok kami agar bisa bertahan lama sehingga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, apalagi luas hamparan yang kami kelola sekitar 25 hektare, jadi kami harus bisa menjaganya,” ungkapnya.

Selain itu, kata Ujang, kami berharap kepada pihak pemerintah melalui Dinas Pertanian agar ke depannya bisa memberikan bantuan program Jalan Usaha Tani (JUT), mengingat di musim panen kami (para petani) sangat kewalahan untuk memikul hasil panen karena belum bisa masuk kendaraan roda 4 sehingga harus mengeluarkan upah pikul yang kadang tidak terjangkau,” harapnya.

(Cup)

Ini Penjelasan Kepala BNPB soal Viral Warga Sibolga Jarah Minimarket

By On Senin, Desember 01, 2025

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto

JAKARTA, KabarViral79.Com Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto menanggapi perihal video minimarket di Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), disebut menjadi sasaran penjarahan hingga viral di media sosial.

“Kemarin sore sempat viral di Kota Sibolga, adanya upaya mengambil logistik. Jadi kami sudah cek ke personel kami yang bisa masuk ke sana, itu mereka mengambil bahan makanan. Jadi tidak bersifat menjarah atau merusak, memecahkan kaca, dan lain sebagainya tidak, dia menjarah bahan makanan,” kata Suharyanto, Minggu, 30 November 2025.

“Ya mungkin mereka khawatir, takut, karena tertutup dan bahan makanan terbatas sehingga itu yang dilakukan dan itu yang sebagian viral di medsos,” sambungnya.

Suharyanto mengatakan, pihaknya juga sudah memberikan penjelasan mengenai video viral itu di akun media sosial resmi BNPB.

Suharyanto mengatakan, pihaknya akan terus memaksimalkan penanganan bencana banjir.

“Kami juga sudah memberikan penjelasan secara langsung. Mungkin bapak ibu kalau buka TikTok ada itu saya yang berbicara masalah penjarahan di supermarket, sebagian kalau di situ yang suka 10 ribu yang 5.000 menghujat, jadi menghujat kami dan penanganan,” kata Suharyanto.

“Tapi kami masih optimis karena yang mendukung masih banyak daripada memberikan koreksi yang negatif, tapi itu tentu saja jadi perhatian kami,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Suharyanto juga menyampaikan update terkait korban meninggal dunia akibat bencana alam banjir hingga tanah longsor yang menerjang Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat.

Total korban tewas akibat banjir di tiga provinsi itu kini jumlahnya mencapai 316 orang.

Berikut ini data korban meninggal dunia dan korban hilang di tiga provinsi:

1. Aceh: 54 orang tewas, 55 orang hilang

2. Sumatera Barat: 90 orang meninggal dunia, 87 orang hilang

3. Sumatera Utara: 172 orang hilang, 147 orang hilang


(*/red)

Kecamatan Kelapa Dua Raih Juara Pertama Turnamen Bola Voli Sektor Putra Bupati Cup 2025

By On Senin, Desember 01, 2025

Kecamatan Kelapa Dua behasil meraih Juara Pertama turnamen bola voli sector putra Bupati Cup 2025

TANGERANG, KabarViral79.Com - Kecamatan Kelapa Dua kembali menorehkan prestasi gemilang pada gelaran Turnamen Bola Voli Bupati Cup 2025.

Pada kategori putra, tim voli Kecamatan Kelapa Dua berhasil keluar sebagai juara pertama setelah mengalahkan Kecamatan Cisoka di partai final dengan skor 3–1. 

Kemenangan ini menegaskan posisi Kelapa Dua sebagai salah satu kecamatan dengan pembinaan olahraga terbaik di Kabupaten Tangerang.

Turnamen Bupati Cup ini digelar pada 29 - 30 November 2025, dan dibuka langsung oleh Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, di GOR Don Bosco Tigaraksa, diikuti kurang lebih 280 atlet dari seluruh Kabupaten Tangerang.

Total 14 Kontingen Kecamatan Putra dan enam Kontingen Kecamatan Pputri ambil bagian dalam kompetisi yang menjadi ajang prestisius sekaligus barometer pembinaan atlet daerah.

Antusiasme tinggi dari seluruh peserta menjadikan turnamen ini berlangsung meriah dan kompetitif.

Pertandingan final kategori putra berlangsung sengit pada awal laga, namun Kelapa Dua berhasil menunjukkan dominasi sejak set pertama hingga set terakhir.

Serangan efektif, pertahanan solid, serta kekompakan tim menjadi kunci kemenangan yang membawa Kelapa Dua meraih emas untuk tahun ini.

Tak hanya di sektor putra, Kecamatan Kelapa Dua juga mencatat prestasi membanggakan pada kategori putri.

Tim putri sukses merebut peringkat ketiga setelah mengalahkan Kecamatan Tigaraksa dengan skor 3–0. Hasil ini sekaligus memperkuat kontribusi Kelapa Dua dalam menyumbang prestasi bagi Kabupaten Tangerang.

Camat Kelapa Dua, Dadang Sudrajat menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet pelatih, official serta KOK yang terlibat.

“Kecamatan Kelapa Dua tetap fokus mendukung program pemerintah, dalam hal ini KONI dan Dispora Kabupaten Tangerang, dalam rangka melakukan pembinaan dan menggapai prestasi para atlet. Maka kami selalu sinergi dan kali ini mengikuti turnamen bola voli putra dan putri Bupati Cup,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kabupaten Tangerang, Eka Wibayu mengatakan, pelaksanaan turnamen ini merupakan bagian dari persiapan menuju ajang lebih besar.

"Turnamen ini dilakukan dalam rangka persiapan PORPROV 2026 yang mempertandingkan antar Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten," jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Tokoh Masyarakat Kelapa Dua, Jaro Rusdi menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraih.

"Alhamdulillah, ikhtiar insan olahraga Kecamatan Kelapa Dua membuahkan hasil yang menggembirakan dengan perolehan emas untuk tim putra dan perunggu untuk tim putri," pungkasnya.

Menurutnya Hal ini mengingatkan kita pada PORKAB lalu yang meraih 20 emas meski tanpa cabor voli. Sekarang dapat dikatakan juara sejati pembinaan olahraga tahun 2025 adalah Kecamatan Kelapa Dua karena total sudah mengantongi 21 emas dalam rangkaian persiapan Porprov 2026 di Kota Tangerang Selatan.

"Prestasi beruntun yang diraih Kecamatan Kelapa Dua ini menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan olahraga sejak tingkat kecamatan. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, KONI, Dispora dan masyarakat. Kelapa Dua optimis mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang siap bersaing pada ajang yang lebih tinggi," kata Jaro Rusdi.

Keberhasilan ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi kecamatan lain untuk terus meningkatkan pembinaan olahraga.

Turnamen Bupati Cup 2025 menjadi momentum penting dalam memperkuat semangat sportivitas, mempererat kebersamaan dan mengasah kualitas atlet menuju Porprov 2026.

Seluruh pihak berharap prestasi yang diraih menjadi motivasi untuk terus mengukir prestasi yang lebih besar di masa mendatang. (Reno)

Presiden Prabowo Tinjau Jembatan Pante Dona yang Putus Akibat Banjir Besar di Aceh Tenggara

By On Senin, Desember 01, 2025

Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan langsung ke lokasi Jembatan Pante Dona, Kabupaten Aceh Tenggara, Senin, 01 Desember 2025. 

ACEH TENGGARA, KabarViral79.ComPresiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan langsung ke lokasi Jembatan Pante Dona, Kabupaten Aceh Tenggara, Senin, 01 Desember 2025.

Jembatan penghubung utama antar kecamatan itu putus total setelah diterjang banjir besar yang melanda wilayah tersebut, menyebabkan ribuan warga terisolasi dan jalur logistik terhenti.

Setibanya di lokasi, Presiden langsung menuju titik kerusakan untuk melihat kondisi jembatan dari dekat.

Jembatan Pante Dona kini hanya menyisakan rangka baja yang tergerus derasnya aliran sungai. Material jembatan terseret banjir, sementara penopangnya runtuh akibat kuatnya arus.

Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan langsung ke lokasi Jembatan Pante Dona, Kabupaten Aceh Tenggara, Senin, 01 Desember 2025. 

Selain Pante Dona, empat jembatan baja lain di Aceh Tenggara dilaporkan mengalami kerusakan berat, namun jembatan ini menjadi yang paling parah.

Presiden Prabowo terlihat berjalan menyusuri tepian jembatan sambil memperhatikan sisa-sisa konstruksi yang ambruk.

Warga yang berada di sekitar lokasi tampak haru melihat Kepala Negara berdiri di tengah reruntuhan infrastruktur yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian mereka.

Di sela peninjauan, Presiden berdiskusi dengan jajaran pemerintah pusat dan daerah mengenai langkah percepatan penanganan.

Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan langsung ke lokasi Jembatan Pante Dona, Kabupaten Aceh Tenggara, Senin, 01 Desember 2025. 

Ia menegaskan, pembangunan akses darurat harus segera dilakukan agar mobilitas warga dapat kembali normal.

Pemerintah juga memastikan rekonstruksi jembatan permanen akan diprioritaskan untuk memulihkan aktivitas transportasi dan ekonomi masyarakat.

Usai melihat kondisi jembatan, Presiden menyempatkan diri menyapa dan menyalami warga yang menunggu kedatangannya. Mereka menyambut Presiden dengan penuh haru dan rasa syukur.

“Presiden Prabowo, terima kasih sudah datang di Bumi Sepakat Segenep,” ujar salah seorang warga sembari menjabat tangan Presiden.

Kehadiran Presiden di tengah masyarakat terdampak menjadi bukti bahwa pemerintah bergerak cepat menangani dampak bencana dan memastikan kebutuhan warga tetap menjadi prioritas. (Joniful Bahri)

Pelayanan IGD RSUD Cilegon Dinilai Buruk, Orang Tua Pasien Akan Laporkan Ke Kementrian

By On Senin, Desember 01, 2025

 


Cilegon, KabarViral79.Com – Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon menjadi sorotan setelah seorang warga Purwakarta, Supriyadi, mengungkapkan pengalaman pahit yang menimpa dirinya dan putranya Razka (3), Pada Minggu (30/11).

Kejadian bermula saat putranya bernama Razka (3) dibawa ke IGD RSUD Kota Cilegon sekitar pukul 19.00 WIB. Supriyadi, yang ingin putranya segera ditangani, memilih jalur umum untuk mempercepat proses pendaftaran. Namun, alih-alih mendapatkan dokumen penanganan umum, staf pendaftaran justru memberikan dokumen BPJS saat diserahkan olehnya ke dokter jaga IGD menurut dokter jaga tersebut.

Kekecawaan Supriyadi memuncak saat menunggu kejelasan ruang rawat inap dan diagnosa. Sejak pukul 20.27 WIB, Supriyadi baru mendapatkan informasi mengenai ruangan dan diagnosa pada pukul 22.46 WIB, hampir dua setengah jam kemudian. Meskipun dokumen pemeriksaan dan ruangan diklaim sudah lengkap, Supriyadi merasa informasi yang diberikan sangat tidak jelas.

“Informasinya harus menunggu balasan dari dokter spesialis. Padahal sudah dua jam lebih dan anak saya butuh kepastian. Ini tidak jelas dan membuat kami khawatir,” ungkap Supriyadi, Senin (1/12/2025).

Karena tidak mendapatkan kejelasan yang memadai, Supriyadi memutuskan untuk memindahkan Razka ke rumah sakit lain. Saat proses kepindahan, ia diminta menandatangani surat dengan keterangan Nomor Induk Kependudukan (NIK) tertera di dalamnya.

Saat Supriyadi menanyakan kejelasan dan peruntukan dokumen yang memuat data pribadi tersebut, staf RSUD justru mengatakan bahwa dokumen itu adalah rahasia. Sikap ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai hak pasien atas informasi dan perlindungan data pribadi.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) yang berlaku, setiap individu berhak atas kerahasiaan dan informasi yang jelas mengenai data pribadinya. Rumah sakit, sebagai Pengendali Data, wajib memberikan informasi yang transparan kepada pasien atau keluarga (Subjek Data) mengenai tujuan penggunaan data, termasuk tanda tangan dan NIK. Penolakan ini berpotensi melanggar hak Subjek Data yang dijamin oleh UU tersebut.

Selain persoalan administrasi dan data pribadi, Supriyadi juga menyoroti kondisi ruang IGD yang menurutnya tidak terfiltrasi. Pasien dengan penyakit berat, ringan, bahkan perbedaan usia dan keadaan, bercampur dalam satu ruangan.

Kondisi ini, menurut Supriyadi, sangat berisiko dan melanggar prinsip pelayanan gawat darurat yang seharusnya mengedepankan efisiensi dan pencegahan penularan.

Hal ini bertentangan dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 47 Tahun 2018 tentang Pelayanan Kegawatdaruratan. Permenkes ini mewajibkan pelayanan IGD untuk menerapkan sistem Triase, yaitu proses penentuan prioritas penanganan pasien berdasarkan tingkat kegawatdaruratannya (Merah, Kuning, Hijau, dan Hitam). Penerapan Triase bertujuan untuk memastikan pasien kritis mendapatkan penanganan cepat dan sesuai, sekaligus meminimalkan risiko infeksi silang.

Merasa dirugikan oleh buruknya pelayanan dan potensi pelanggaran hak perlindungan data pribadi, Supriyadi menyatakan akan membawa kasus ini ke jalur hukum.

“Kami akan menempuh jalur hukum agar kasus ini menjadi pelajaran serius bagi RSUD Kota Cilegon dan tidak ada lagi masyarakat yang mengalami pengalaman buruk serupa. Selain gugatan perdata dan pidana, kami juga akan mengajukan aduan resmi ke Lembaga terkait, mulai dari Dinas Kesehatan setempat, Ombudsman, hingga Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,” tegas Supriyadi.

Supriyadi berharap dengan upaya hukum dan aduan ini, perbaikan mendasar pada sistem dan budaya pelayanan di RSUD Kota Cilegon dapat segera dilakukan demi menjamin hak dan keselamatan setiap pasien.

“yang lebih penting lagi perlu dilakukan tindakan reformasi birokrasi pada RSUD Kota Cilegon tersebut agar ada perubahan budaya terlebih ini mengenai keselamatan nyawa dan kesehatan manusia,” tegasnya.


Lima Warga Lhok Sandeng Pidie Jaya Aceh Diamankan Polisi, Diduga Sebarkan Isu Kenaikan Air Laut

By On Senin, Desember 01, 2025

Lima warga Desa Lhok Sandeng, Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, diamankan aparat Satreskrim Polres Pidie Jaya, Senin, 01 Desember 2025. 

PIDIE JAYA, KabarViral79.ComLima warga Desa Lhok Sandeng, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, diamankan aparat Satreskrim Polres Pidie Jaya, Senin, 01 Desember 2025, sekitar pukul 03.00 WIB.

Mereka diduga menyebarkan isu naiknya air laut yang memicu kepanikan masyarakat setempat.

Para terduga pelaku itu, di antaranya Dedi Haryadi (38), petani; Muhammad Nazar (23), mahasiswa; Nazaruddin (22), mahasiswa berdomisili di Langsa; Riazul Azkia (19), mahasiswa; dan Mariati (50), ibu rumah tangga. Mereke merupakan warga Lhok Sandeng, kecuali satu orang yang berdomisili di Langsa.

Informasi yang diterima menyebutkan, kelima orang tersebut diamankan setelah warga melaporkan adanya penyebaran informasi terkait naiknya air laut pada dini hari, yang menyebabkan sebagian masyarakat panik dan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Pihak Kepolisian kemudian bertindak cepat dengan mengamankan para terduga pelaku ke ruang Satreskrim Polres Pidie Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Pidie Jaya belum memberikan keterangan resmi terkait motif serta kronologi lengkap dugaan penyebaran isu tersebut. (Joniful Bahri)

11 Titik Terputus: Ketika Akses dan Kehidupan di Bireuen Terhenti

By On Senin, Desember 01, 2025

Jembatan lintasan nasional di Kutablang Bireuen yang menghungkan Aceh Utara dan Bireuen putus total dan sulit dilintasi kendaraan untuk memasok bahan pokok masyarakat. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Hampir sepekan setelah hujan deras dan banjir bandang mengguncang Provinsi Aceh, sebuah fakta tragis mulai terkuak: puluhan jembatan terputus, dengan setidaknya lima jembatan utama di Kabupaten Bireuen dari Kutablang hingga Peusangan Selatan rusak berat atau ambruk.

Jalan nasional yang biasa mengalirkan kehidupan kini sunyi, digantikan sungai deras yang merobohkan struktur vital.

Jembatan utama seperti Jembatan Kuta Blang di Krueng Tingkeum yang menghubungkan lintas nasional Banda Aceh–Medan, kini terbelah, membuat kendaraan roda dua maupun empat tak bisa melintas sama sekali. 

Di Peusangan dan Peusangan Selatan, jembatan rangka baja seperti Pante Lhong, Awe Geutah Paya–Teupin Reudeup, dan Ulee Jalan ikut tumbang. 

Jembatan Pante Lhong, Peusangan Bireuen ambruk dan dibawa arus hingga bangkai besinya ikut terdampar di pinggir sungai. 

Bagi warga, kondisi ini lebih dari sekadar infrastruktur rusak. Ini adalah pintu yang tertutup akses ke pasar, sekolah, layanan kesehatan, bahkan bantuan darurat pun terhenti. Komunikasi sempat hilang total, dan sinyal seluler sulit dijangkau di banyak titik.

Sementara pihak BPJN Aceh telah mencatat total 14 jembatan di Aceh yang terputus akibat bencana tanda bahwa kerusakan ini bukan kecelakaan lokal, tetapi bagian dari bencana sistemik yang melumpuhkan banyak wilayah sekaligus.

Sementara itu, warga berharap agar penanganan darurat berupa jembatan darurat (misalnya jembatan gantung atau jembatan darurat) segera terpasang, agar mobilitas dan distribusi logistik kembali berjalan.

Kini, puing—puing besi dan beton di lokasi jembatan putus bukan sekadar reruntuhan. Ia adalah saksi bisu betapa rapuhnya koneksi antara manusia, tanah, dan kehidupan ketika alam tak lagi bersahabat serta tanggung jawab kolektif yang harus segera dijawab. (Joniful Bahri)

Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar: 442 Orang Meninggal Dunia dan 402 Hilang

By On Senin, Desember 01, 2025

Kerusakan Masjid Kecamatan dan Pos TNI/Polri pascabanjir bandang di Desa Blang Meurandeh, Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh, Minggu, 30 November 2025. 

JAKARTA, KabarViral79.Com Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera terus bertambah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Minggu, 30 November 2025, total 442 warga meninggal dunia dan 402 orang masih hilang.

Data tersebut merupakan akumulasi dari tiga Provinsi terdampak, yakni Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh, yang dilaporkan Kepala BNPB Suharyanto dalam konferensi pers pada Minggu malam.

Di Aceh, kata Suharyanto, korban meninggal dilaporkan bertambah menjadi 96 jiwa, sedangkan 75 orang masih dinyatakan hilang.

“Per hari ini Aceh, Aceh korban jiwa jadi 96 dan 75 hilang ya,” kata Suharyanto dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring.

Korban tersebut berlokasi di 11 kabupaten/kota di Aceh dari total 18 kabupaten/kota yang terdampak bencana di provinsi tersebut.

Dalam kesempatan itu, Suharyanto juga memastikan Kota Langsa yang sebelumnya menjadi sorotan, kini sudah dapat diakses dan tidak ditemukan korban meninggal.

“Dan ternyata di sana tidak ada korban jiwa ya. Jadi artinya mudah-mudahan ini berita yang baik ya,” ujarnya.

Di antara tiga Provinsi, Sumut menjadi daerah dengan korban meninggal terbanyak, yakni 217 jiwa dengan 209 orang yang masih hilang.

“Jadi, korban jiwa untuk Sumut 217 jiwa ya, yang meninggal dunia. Kemudian 209 yang masih hilang,” ujar Suharyanto.

Dia menjelaskan, korban banyak ditemukan di Kabupaten Tapanuli Selatan, seiring operasi pencarian yang terus dilakukan. Jumlah pengungsi juga melonjak menjadi puluhan ribu jiwa karena warga mulai berpindah dari pengungsian mandiri ke pengungsian resmi seiring fasilitas yang semakin memadai.

“Jadi, masyarakat yang tadinya mengungsi mandiri ini masuk ke titik-titik pengungsian. Sehingga jumlah pengungsi ini juga bertambah,” ujarnya.

Di Sumbar, korban meninggal bertambah menjadi 129 jiwa dan 118 warga masih hilang.

Namun, dia menyampaikan bahwa kondisi di provinsi tersebut mulai berangsur pulih.

“Jadi, Sumbar itu dibandingkan Sumut dan Aceh, sekarang sudah lebih pulih, sudah lebih pulih di hari ketiga ini. Apalagi sekarang sudah tidak ada hujan ya,” ujarnya.

Sebagian pengungsi di sejumlah wilayah Sumbar bahkan telah mulai kembali ke rumah pada siang hari untuk melakukan pembersihan.

Adapun Kabupaten Agam menjadi wilayah dengan korban jiwa terbanyak, yakni 87 warga meninggal dan 76 warga masih hilang.

Suharyanto menegaskan, proses pencarian dan pertolongan masih berlangsung di seluruh daerah terdampak.

Selain itu, kata dia, distribusi logistik juga terus dilakukan dengan berbagai skema, bersamaan dengan upaya membuka akses transportasi darat yang masih terputus. (*/red)