![]() |
| Kepala Disdikbud Bireuen, Dr. Muslim, M.Si saat kegiatan pelatihan pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), di Aula SPNF-SKB Disdikbud Bireuen, Senin, 18 Mei 2026. |
BIREUEN, KabarViral79.Com - Sebanyak 110 guru Sekolah Dasar (SD) negeri dan swasta di Kabupaten Bireuen mengikuti pelatihan pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen.
Kegiatan program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut dilaksanakan melalui Bidang Pembinaan Ketenagaan (PTK) selama tiga hari, 18–20 Mei 2026, di komplek Disdikbud Bireuen.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Disdikbud Bireuen, Dr. Muslim, M.Si, di Aula SPNF-SKB Disdikbud Bireuen, Senin 18 Mei 2026.
Dalam arahannya, Muslim mengatakan, perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan.
Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan abad ke-21.
“Peserta didik saat ini dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan melek teknologi,” ujar Muslim.
Ia menjelaskan, coding merupakan dasar dalam pengembangan teknologi digital, sedangkan kecerdasan artifisial (AI) telah dimanfaatkan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan.
“AI dapat digunakan dalam pembuatan media pembelajaran, analisis hasil belajar, pembuatan soal, hingga administrasi pembelajaran,” katanya.
Karena itu, lanjut Muslim, guru perlu meningkatkan kompetensi digital agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan menerapkannya dalam proses belajar mengajar.
“Pelatihan coding dan kecerdasan artifisial ini merupakan upaya mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan PTK Disdikbud Bireuen, Abdul Majid, S.H., MM, mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman guru mengenai dasar-dasar coding dan AI.
Selain itu, kegiatan juga bertujuan membantu guru memahami perkembangan teknologi digital dan penerapannya dalam dunia pendidikan, sekaligus meningkatkan kompetensi digital guru dalam mendukung pembelajaran yang inovatif dan kreatif.
“Guru juga dibekali keterampilan penggunaan tools berbasis AI untuk membantu pembuatan materi ajar, soal, media pembelajaran, dan administrasi pendidikan,” ujar Abdul Majid.
Ia menyebutkan, untuk mengoptimalkan proses pelatihan, sebanyak 110 peserta dibagi dalam empat kelas.
Pelatihan menghadirkan empat narasumber, di antaranya Gustina Fitriani, S.Pd dari SMA Negeri 1 Gandapura, Khairul Azmi, S.Kom dari UPTD SD Negeri 19 Bireuen, Yunita, S.Pd dari UPTD SMP Negeri 1 Bireuen, serta Irmayani, S.Pd dari UPTD SD Negeri 13 Bireuen.
“Hasil dari pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan serta mendukung terwujudnya generasi emas 2045,” pungkas Abdul Majid. (Joniful Bahri)
