-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

PMI Aceh Salurkan Bantuan Ketua Umum PMI Pusat untuk Korban Banjir Bandang di Bireuen

By On Senin, Desember 22, 2025

PMI Provinsi Aceh menyalurkan bantuan kemanusiaan dari Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla (JK), kepada korban bencana banjir bandang di sejumlah titik pengungsian di Kabupaten Bireuen

BIREUEN, KabarViral79.Com - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Aceh menyalurkan bantuan kemanusiaan dari Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla (JK), kepada korban bencana banjir bandang di sejumlah titik pengungsian di Kabupaten Bireuen.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua PMI Aceh, Murdani Ys, kepada masyarakat terdampak banjir bandang yang mengungsi di Gampong Raya Dagang dan Gampong Pulo Pineung Menasah Dua, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen.

Ketua PMI Aceh, Murdani Ys mengatakan, penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian PMI dalam meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana alam.

Ia menegaskan, PMI akan terus hadir dan bergerak cepat dalam setiap situasi darurat kemanusiaan.

"PMI berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam membantu dan melayani masyarakat, berlandaskan Tujuh Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, yakni Kemanusiaan, Kesamaan, Kenetralan, Kemandirian, Kesukarelaan, Kesatuan, dan Kesemestaan," ujar Murdani.

Ketua PMI Aceh, Murdani Yusuf dan Ketua PMI Kabupaten Bireuen, Edi Bireuen menyerahkan bantuan ke Gampong Raya Dagang, Peusngan dan Pulo Pineung Menasah Dua, Jangka, Bireuen. 

Ia berharap, kehadiran PMI dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Aceh yang tertimpa musibah, baik melalui dukungan tenaga, waktu, pikiran, maupun bantuan logistik yang benar-benar dibutuhkan di lapangan.

Sementara itu, sebelumnya Ketua PMI Aceh juga memberikan arahan kepada Ketua PMI Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, beserta jajaran pengurus dan relawan di Markas PMI Bireuen, pada Sabtu, 6 November 2025 lalu. 

Dalam arahannya, Murdani menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi dalam pelaksanaan operasi kemanusiaan pasca bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Bireuen pada 26 November 2025.

Ketua PMI Kabupaten Bireuen, Edi Saputra menyampaikan, pihaknya turut menyalurkan bantuan kepada korban banjir bandang di Desa Pante Baro Kumbang, serta menyerahkan bantuan kepada Ketua PMI Kecamatan Gandapura, Makmur, dan Peusangan Siblah Krueng untuk didistribusikan kepada masyarakat terdampak.

"Kami mewakili Ketua PMI Aceh, Bapak Murdani Ys, menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang tertimpa musibah banjir bandang. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan sedikit meringankan beban para korban," kata Edi, Minggu, 21 Desember 2025.

PMI memastikan akan terus melakukan pendampingan dan pelayanan kemanusiaan hingga kondisi masyarakat terdampak kembali pulih. (Joniful Bahri)

BBM Akhirnya Masuk Aceh Tengah via Jalur Udara Usai 25 Hari Terisolasi

By On Senin, Desember 22, 2025

Setelah hampir 25 hari terisolasi akibat bencana alam yang memutus akses darat, pasokan BBM akhirnya kembali masuk ke Kabupaten Aceh Tengah

TAKENGON, KabarViral79.Com - Setelah hampir 25 hari terisolasi akibat bencana alam yang memutus akses darat, pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) akhirnya kembali masuk ke Kabupaten Aceh Tengah.


Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah tersebut mulai kembali beroperasi, Sabtu, 20 Desember 2025 kemarin, menandai awal pemulihan kebutuhan energi dan aktivitas ekonomi masyarakat.


Selama masa keterisolasian, Aceh Tengah mengalami kelangkaan BBM, gas elpiji, dan bahan kebutuhan pokok. Kondisi ini memicu lonjakan harga BBM eceran.


Bahkan, BBM yang dibawa warga dari perbatasan Kabupaten Bener Meriah harus dipikul dan ditempuh dengan berjalan kaki menuju Takengon, dengan harga sempat menembus Rp 100 ribu per liter sebelum turun ke kisaran Rp 30 ribu per liter.


Masuknya kembali BBM kali ini dilakukan melalui jalur udara menggunakan pesawat Air Tractor. Selanjutnya, BBM didistribusikan ke SPBU menggunakan mobil tangki Pertamina.


Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah sebelumnya telah menyurati langsung Executive General Manager Pertamina Patra Niaga. Permohonan tersebut mendapat respons cepat sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi dan kehidupan masyarakat pasca bencana.


Distribusi BBM dilakukan dalam dua penerbangan. Flight pertama menyalurkan pasokan ke SPBU 14.245.499 di Kabupaten Aceh Tengah (PL) sebanyak 4 kiloliter. Flight kedua menyuplai SPBU 14.245.438 (BS) dengan pasokan 3,5 kiloliter.


Secara rinci, SPBU Jalan Lintang menerima pasokan Pertalite sebanyak 4 ton, sementara SPBU Kampung Lemah mendapatkan pasokan Solar sebanyak 3,5 ton.


Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia melalui jajaran Direksi Pertamina atas upaya dan respons cepat dalam memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat.


"Kami atas nama masyarakat Aceh Tengah mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden melalui Direktur Pertamina yang telah berusaha maksimal. Ini merupakan langkah penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ujar Haili Yoga.


Ia juga berharap distribusi BBM dapat terus berlanjut seiring dengan proses pemulihan pasca bencana.


Menurutnya, pemenuhan kebutuhan energi harus berjalan beriringan dengan perbaikan infrastruktur dan pemulihan akses jalan. 


"Harapan kami, pasokan ini terus berlanjut dan secara bertahap seluruh kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Pemulihan infrastruktur dan akses jalan harus menjadi kerja nyata bersama," katanya.


Masuknya kembali pasokan BBM ini menjadi angin segar bagi masyarakat Aceh Tengah, yang selama hampir sebulan aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-harinya lumpuh akibat bencana alam. (Joniful Bahri)

Lumpur, Isolasi, dan Negara yang Terlambat: Potret Aceh Pasca Banjir Bandang

By On Senin, Desember 22, 2025

Potret warga pedalaman Bener Meriah, Acèh Tangah, saat melintas di jalan. Mereka masih beharap bantuan, karena sejauh ini akses jalan masih terisolir. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Lumpur masih mengering di jalan-jalan desa ketika warga Aceh kembali memikul beban yang tak seharusnya mereka tanggung sendiri.

Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Tanah Rencong bukan hanya merobohkan rumah, memutus jembatan, dan menenggelamkan kebun.

Ia juga membuka luka lama: negara yang kerap datang terlambat, sementara warga dipaksa bertahan dengan tenaga dan solidaritas sendiri.

Di pedalaman Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, hingga Aceh Tamiang, kehidupan pasca-bencana berjalan dalam sunyi. Tak ada deru kendaraan bantuan. Tak ada antrean logistik yang memadai. Yang terdengar hanya langkah kaki menembus lumpur, menyusuri jalur darurat yang licin dan rawan putus kapan saja.

Pegawai kantoran, petani kopi, relawan, hingga ibu rumah tangga berjalan beriringan. Di punggung mereka, beras, telur, BBM, bahkan tabung gas elpiji dipanggul bergantian. Bantuan negara, jika pun ada, sering berhenti di jalan besar atau pusat kecamatan. Dari titik itu, warga pedalaman harus “menjemput nasib” mereka sendiri.

"Kalau menunggu bantuan, kami bisa kelaparan," ujar Armansyah, warga pedalaman Aceh Tengah.

Ia mengaku bersama warga lain berjalan lebih dari 10 kilometer demi mendapatkan bahan pangan. Jalan rusak, jembatan putus, dan tidak ada jalur alternatif yang disiapkan sejak awal.

Potret warga pedalaman Bener Meriah, Acèh Tangah, saat melintas di jalan. Mereka masih beharap bantuan, karena sejauh ini akses jalan masih terisolir. 

"Kami merasa seperti bukan bagian dari laporan," katanya lirih.

Narasi resmi menyebut bantuan telah disalurkan. Namun di lapangan, cerita berbeda terhampar. Warga masih patungan membeli beras dengan harga tinggi. Jatah makan dipangkas. Sisa hasil kebun dijual sekadarnya, meski akses distribusi nyaris lumpuh total.

Di Bener Meriah dan Gayo Lues, petani kopi menjadi korban berlapis. Banjir merusak lahan, sementara jalur keluar-masuk terputus. Hasil kebun tak bisa dijual, kebutuhan pokok masuk dengan harga berlipat.

Meski demikian, sebagian petani tetap memikul karung kopi dan sayur ke kota—sebuah perjalanan yang menguras tenaga dengan imbalan yang tak sebanding.

"Ini bukan cuma soal banjir," kata M. Azis, relawan lokal yang sejak hari pertama turun ke lokasi terdampak.

"Ini soal penanganan yang lamban dan tidak sesuai kondisi di lapangan."

Menurut Azis, laporan di atas kertas sering kali tak mencerminkan realitas.

"Di laporan, bantuan disebut sudah disalurkan. Faktanya, masih banyak warga yang belum menerima apa-apa," ujarnya.

"Relawan justru yang lebih dulu sampai, pakai motor trail atau jalan kaki. Negara datang belakangan," cetusnya.

Potret warga pedalaman Bener Meriah, Acèh Tangah, saat melintas di jalan. Mereka masih beharap bantuan, karena sejauh ini akses jalan masih terisolir. 

Azis menuturkan, di beberapa titik warga terpaksa membeli BBM dan beras secara patungan dengan harga mahal karena jalur logistik terputus. Pada saat yang sama, sumber penghidupan mereka ikut mati.

"Kami ini korban dua kali. Pertama karena banjir, kedua karena lambannya penanganan," tegasnya.

Dampak banjir bandang juga menjalar ke wilayah pesisir dan perkotaan. Di Bireuen, Aceh Utara, dan Pidie Jaya, sekolah-sekolah rusak dan fasilitas publik lumpuh. Berminggu-minggu pasca-banjir, lumpur masih mengendap di ruang kelas.

Anak-anak belajar dalam kondisi darurat, sementara orang tua sibuk membersihkan sisa bencana dari rumah mereka. Pemulihan berjalan lambat, seolah tak ada skema tanggap darurat yang benar-benar siap dijalankan.

Kondisi paling mengkhawatirkan terjadi di Aceh Tamiang. Sejumlah desa masih terisolasi. Air bersih terbatas. Bantuan belum menjangkau seluruh warga. Jalur evakuasi darurat rawan terputus kembali jika hujan turun.

"Kalau hujan turun lagi, kami benar-benar terputus. Tidak ada rencana cadangan. Semua seperti menunggu cuaca membaik," kata Azis. 

Banjir bandang ini kembali menegaskan bahwa bencana di Aceh bukan sekadar soal curah hujan ekstrem. Deforestasi, alih fungsi lahan, pendangkalan sungai, dan lemahnya pengawasan lingkungan menjadi rangkaian sebab yang jarang disentuh serius dalam evaluasi pasca-bencana. Padahal, peta rawan bencana tersedia dan anggaran penanggulangan terus digelontorkan setiap tahun.

Namun pola penanganan nyaris tak berubah: reaktif, parsial, dan sangat bergantung pada solidaritas warga. Ketika gotong royong menjadi tulang punggung utama, itu pertanda negara belum sepenuhnya hadir di saat paling genting.

Warga Aceh telah terbiasa bertahan. Mereka saling bantu, saling angkat, dan saling menguatkan.

"Kami bersyukur masih bisa saling bantu," kata Armansyah pelan.

Namun bertahan bukanlah solusi jangka panjang. Lumpur di jalanan mungkin akan mengering, jembatan darurat mungkin akan dibangun, dan laporan resmi akan ditutup.

Tapi pertanyaan yang tertinggal di benak warga tetap sama: apakah tragedi ini akan kembali terulang dengan skenario serupa—warga berjalan kaki menembus lumpur, bantuan tertahan di jalan besar, dan negara kembali datang terlambat?. (Joniful Bahri)

Ratusan Ribu Warga Aceh Masih Terisolir, Gubernur Akui Bantuan Belum Menjangkau Seluruh Wilayah

By On Senin, Desember 22, 2025

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf

BANDA ACEH, KabarViral79.Com - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem mengakui masih banyak daerah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh yang belum terjangkau bantuan secara menyeluruh.

Kondisi ini disebabkan terputusnya akses jalur darat serta keterbatasan sarana transportasi udara menuju wilayah pedalaman.

Menurut Mualem, sejumlah daerah di pedalaman Aceh Utara, Kabupaten Bener Meriah, dan Aceh Tengah hingga saat ini belum menerima bantuan sembako secara 100 persen.

"Masih ada daerah yang terisolir dan belum mendapatkan bantuan secara penuh. Tentu ini akan kita telusuri kembali dan segera kita antar bantuan ke wilayah yang belum tersentuh," kata Mualem di Banda Aceh, Sabtu, 20 Desember 2025.

Ia menjelaskan, distribusi bantuan ke daerah terisolir menghadapi berbagai kendala, terutama kondisi medan yang sulit dan berbahaya. Sejumlah wilayah hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki, sepeda motor, bahkan menggunakan helikopter.

"Medannya mendesak dan berbahaya. Terpaksa kita tempuh dengan berjalan kaki, sepeda motor, dan helikopter," ujarnya.

Berdasarkan data Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh per Sabtu, 20 Desember 2015, sebanyak 430.316 warga masih terisolir. Mereka tersebar di 41 Kecamatan pada 8 Kabupaten terdampak bencana.

Rinciannya, di Kabupaten Aceh Utara terdapat dua Kecamatan yang masih terisolir, yakni Kecamatan Sawang dan Langkahan. Di Aceh Timur, kondisi serupa terjadi di Kecamatan Serbajadi.

Sementara di Aceh Tengah, wilayah terisolir meliputi Kecamatan Bintang, Ketol, Celala, Kute Panang, Silih Nara, Rusip Antara, dan Linge.

Di Kabupaten Bireuen, daerah terdampak berada di Kecamatan Kuta Blang, Gandapura, Peusangan Siblah Krueng, Peusangan Selatan, dan Juli.

Untuk Kabupaten Gayo Lues, wilayah terisolir meliputi Kecamatan Pining, Betung, Dabun Gelang, Tripe Jaya, Blangjerango, Rikit Gaib, dan Pantan Cuaca.

Sedangkan di Kabupaten Bener Meriah, akses jalan menuju Kecamatan Syiah Utama, Pintu Rime Gayo, Gajah Putih, Permata, Timang Gajah, dan Mesida masih terputus.

Di Kabupaten Nagan Raya, daerah yang masih terisolir berada di Kecamatan Beutong Ateuh Benggala. Sementara di Aceh Tamiang, hampir seluruh wilayah pedalaman di 12 Kecamatan belum terbuka akses daratnya secara penuh.

"Penyaluran logistik ke Aceh Tamiang dilakukan melalui jalur udara dan perahu dengan menyusuri sungai. Akses darat hanya bisa dilalui di sekitar pusat Kota Kuala Simpang," jelas Mualem.

Pemerintah Aceh memastikan upaya distribusi bantuan terus dilakukan secara bertahap dengan melibatkan seluruh unsur terkait guna mempercepat penanganan warga terdampak di wilayah terisolir. (Joniful Bahri)

Video: Megawati Nyanyi demi Donasi Rp 2 Miliar untuk Sumatera

By On Minggu, Desember 21, 2025


JAKARTA, KabarViral79.Com - Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri punya cara tak biasa untuk memecut para kader berdonasi bagi korban terdampak bencana Sumatera.

Hal itu dilakukan Megawati saat merayakan puncak Hari Ibu 2025 di Ballroom Jayakarta, Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan, Kamis, 18 Desember 2025.

Megawati memutuskan bernyanyi setelah ditodong Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno.

Namun sebelum bernyanyi, Megawati menyampaikan syarat. Ia baru mau bernyanyi jika kader PDI-P menyumbangkan donasi besar untuk membantu korban terdampak bencana di Sumatera.

Sebab, kata dai, nominal donasi yang diberikan Wakil Gubernur dan Gubernur Jakarta masih terlalu sedikit. Rano Karno sebelumnya menyebut telah bersedia donasi Rp 500 juta.

Dari atas panggung, Megawati menyebut Rano Karno telah bersedia menaikkan donasi hingga Rp 1 miliar. Akan tetapi nominal tersebut masih dinilai terlalu kecil.

"Saya tantang. Saya mau nyanyi kalau naiknya 100 persen. Jadi kalau 100 persen itu jadi Rp 2 Miliar, ayo siapa yang mau, kalau tidak bisa sampai itu, setop," ujar Megawati. (*/red)

Video: KPK Ungkap Peran Ayah Bupati Bekasi di Kasus Suap Ijon

By On Minggu, Desember 21, 2025


JAKARTA, KabarViral79.Com - Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjaring Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang (ADK) beserta ayahnya yang menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan H.M. Kunang (HMK).

Dalam perkara ini, H. M. Kunang diduga berperan sebagai perantara sekaligus pihak penerima bersama dalam praktik suap ijon proyek.

Ia juga penghubung antara Bupati Bekasi dan pihak swasta penyedia paket proyek, yakni Sarjan (SRJ), dengan menjembatani permintaan serta penyerahan uang ijon proyek.

Melalui peran tersebut, H. M. Kunang diduga membantu mengatur dan menyalurkan uang dari pihak swasta kepada Bupati Bekasi dalam beberapa kali penyerahan agar pihak pemberi memperoleh atau mengamankan paket proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

"Bahwa kemudian hasil dari komunikasi tersebut, dalam rentang 1 tahun terakhir sejak Desember 2024 sampai dengan Desember 2025, ADK rutin meminta ‘ijon’ paket proyek kepada SRJ melalui perantara Sdr. HMK dan pihak lainnya," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu kepada awak media di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Sabtu, 20 Desember 2025. (*/red)

Video: Konstruksi Kasus Korupsi Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, Disebut Terima Rp 14,2 Miliar

By On Minggu, Desember 21, 2025


JAKARTA, KabarViral79.Com - Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu mengungkapkan konstruksi perkara dugaan korupsi yang menjerat Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang (ADK).

Diketahui, KPK telah menetapkan Ade Kuswara Kunang dan dua orang lainnya berinisial HMK dan SRJ sebagai tersangka kasus dugaan korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara di Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Asep menjelaskan, berawal sejak terpilih menjadi Bupati Bekasi 2024-2029, Ade Kuswara mulai menjalin komunikasi dengan SRJ selaku pihak swasta penyedia paket proyek di lingkungan Pemkab Bekasi.

Asep menyebut, SRJ merupakan kontraktor yang biasa melaksanakan proyek di Kabupaten Bekasi.

Menurutnya, proyek-proyek di Kabupaten Bekasi yang akan dikerjakan pada 2026 dan seterusnya sudah dikomunikasikan oleh Ade Kuswara dengan SRJ.

Dalam kasus yang menjeratnya, Asep menyebut, Ade Kuswara menerima uang hingga miliaran rupiah dari tersangka SRJ selaku pihak swasta. 

Asep mengatakan, pemberian uang dari SRJ untuk Ade Kuswara itu dilakukan dalam empat kali penyerahan melalui para perantara. (*/red)

Video: Ribka Tjiptaning Sindir Ketum Parpol yang Hanya Panggul Beras saat Bencana Sumatera

By On Minggu, Desember 21, 2025


JAKARTA, KabarViral79.Com - Ketua DPP PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning melontarkan sindiran keras terhadap seorang Ketua Umum Partai Politik yang dinilainya sekadar tampil simbolik saat penanganan bencana banjir dan longsor di Sumatera.

Sindiran tersebut disampaikan Ribka dalam forum resmi seminar kebencanaan yang digelar Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI-P, Jumat, 19 Desember 2025.

Saat itu Ribka membuka sambutan dalam seminar bertajuk “Mitigasi Bencana dan Pertolongan Korban” di Jakarta International Equestrian Park (JIEP), Jakarta Timur.

Meski tidak menyebut nama, sindiran tersebut langsung memantik reaksi peserta seminar.

Dalam pemaparannya, Ribka membandingkan respons PDI-P dengan sikap ketua umum partai lain yang menurutnya hanya sebatas memanggul bantuan beras.

Ia menegaskan, penanganan bencana seharusnya tidak berhenti pada pencitraan, melainkan diwujudkan melalui langkah konkret dan berkelanjutan. (*/red)

Video: KSAD Maruli Minta Media Tak Beritakan Kekurangan Pemerintah

By On Minggu, Desember 21, 2025


JAKARTA, KabarViral79.Com - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Maruli Simanjuntak meminta media untuk mengekspose kerja pemerintah dan aparat dalam bekerja menangani bencana Sumatera.

Dia menyadari ada banyak kekurangan pemerintah dalam penanganan bencana.

Dia meminta kekurangan itu dilaporkan kepada pemerintah. Namun, dia meminta kekurangan itu tidak perlu diberitakan. 

Maruli mengatakan, prajurit TNI bekerja membantu penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Tiga prajurit TNI bahkan meninggal ketika membantu penanganan bencana.

Para prajurit, kata dia, sudah bekerja siang dan malam menangani bencana. Mereka juga bekerja di tengah hujan. Tapi masih dianggap bekerja lamban. 

Dia juga mengatakan,  pemerintah membutuhkan dukungan dari media. Dia pun meminta media untuk memberikan informasi kepada TNI. (*/red)

Dampingi Presiden Prabowo, Gubernur Andra Soni Saksikan Akad Massal 50 Ribu Rumah Subsidi

By On Sabtu, Desember 20, 2025


SERANG, KabarViral79.Com - Gubernur Banten, Andra Soni mendampingi Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto dalam acara peresmian akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Kegiatan yang mencakup 50.030 unit rumah subsidi itu dipusatkan di Perumahan Pondok Banten Indah, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Sabtu, 20 Desember 2025.

Agenda ini diawali dengan penyambutan Presiden Prabowo oleh Gubernur Andra Soni di landasan helikopter (helipad) Markas Grup 1 Kopassus, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.

Rombongan kemudian bergerak menuju lokasi peresmian dan disambut hangat oleh antusiasme masyarakat serta kesenian tradisional Terbang Gede.

Dalam rangkaian acara tersebut, Presiden Prabowo didampingi Gubernur Andra Soni meninjau langsung kondisi fisik bangunan serta fasilitas pendukung yang telah tersedia di kawasan perumahan. Setelah peninjauan, Presiden secara resmi membuka pelaksanaan akad kredit massal.

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini, Sabtu 20 Desember 2025, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, secara resmi saya nyatakan akad massal 50.030 KPR Sejahtera FLPP dan serah terima kunci dimulai," ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya.

Sebagai bentuk simbolis, Presiden menyerahkan kunci rumah kepada 10 perwakilan penerima manfaat dari kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Para penerima manfaat itu berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari pengemudi ojek daring, guru, pedagang kecil, tukang cukur, prajurit TNI, hingga buruh.

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan akad massal kedua yang dilaksanakan pemerintah. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Cileungsi, Bogor, pada September 2025, dengan total 26 ribu unit.

"Untuk pelaksanaan hari ini, akad massal di lokasi utama dilakukan untuk 300 unit rumah. Sedangkan 49.730 unit lainnya dilaksanakan secara serentak melalui sambungan video konferensi di 110 titik kabupaten dan kota yang tersebar di 33 Provinsi," tutur Maruarar.

Untuk diketahui, Perumahan Pondok Banten Indah yang menjadi lokasi utama acara ini dikembangkan oleh PT Kawan Anugerah Property di atas lahan seluas 20 hektare. Hal ini merupakan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam mendukung program nasional penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat. (Reno)

Anak Korban Banjir Aceh dapat Pendidikan Gratis di Dayah Abiya Kuta Krueng, HRD Sampaikan Apresiasi

By On Sabtu, Desember 20, 2025

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD) saat bertemu Abiya Anwar Kuta Krueng

BIREUEN, KabarViral79.Com - Anak-anak korban banjir dan tanah longsor di Aceh mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan secara gratis di Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng, Kabupaten Pidie Jaya.

Kebijakan tersebut mendapat apresiasi dari Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H Ruslan Daud (HRD).

HRD mengaku bangga dan terharu atas kepedulian Pimpinan Dayah Darul Munawwarah, Abiya Anwar Kuta Krueng, yang menyatakan kesiapan menampung dan mendidik putra-putri dari keluarga terdampak bencana tanpa dipungut biaya.

"Alhamdulillah, kita sangat bangga dan terharu kepada Abiya Kuta Krueng, salah seorang ulama Aceh yang sangat peduli terhadap anak-anak korban banjir dan tanah longsor," ujar HRD kepada wartawan, Sabtu, 20 Desember 2025.

Menurut HRD, Abiya Kuta Krueng merupakan sosok ulama yang benar-benar memahami kebutuhan generasi muda, khususnya dalam bidang pendidikan.

Ia menegaskan, tidak boleh ada anak-anak korban bencana yang putus sekolah, terutama pendidikan agama.

"Abiya sangat perhatian terhadap masa depan putra-putri bangsa. Anak-anak korban bencana harus tetap mendapatkan pendidikan yang layak," tegasnya.

HRD juga menilai peran ulama dan pimpinan dayah sangat strategis dalam memperkuat dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang terdampak bencana. Dengan menjadi santri, para anak diharapkan memperoleh pembinaan ilmu agama serta pembentukan akhlak.

"Di Dayah, mereka akan belajar Al-Qur’an, Hadis, Fiqih, dan nilai-nilai Islam lainnya. Kita harapkan mereka tumbuh menjadi pribadi berakhlak mulia dan menjadi penerus perjuangan ulama serta masa depan bangsa," kata HRD.

Sementara itu, Abiya Anwar Kuta Krueng yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA) menyampaikan, bencana alam tidak boleh menghancurkan masa depan generasi muda.

"Bencana boleh merusak rumah dan harta benda, tetapi jangan sampai merusak masa depan anak-anak bangsa," ujarnya.

Abiya menjelaskan, Dayah Darul Munawwarah tidak hanya menggratiskan biaya pendidikan, tetapi juga menanggung kebutuhan makan dan kebutuhan dasar para Santri dari keluarga korban bencana.

Pihak Dayah bahkan telah menyiapkan asrama khusus untuk mendukung proses pembinaan, pendampingan akademik, dan penguatan spiritual secara optimal.

Bagi orang tua atau wali yang ingin mendaftarkan putra-putrinya, dapat menghubungi kontak person Guru Dayah Darul Munawwarah, Tgk. Mujlisal, melalui nomor 0811-3377-465 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. (Joniful Bahri)

Kapolresta Tangerang Tinjau Lokasi Jatuhnya Santri Tenggelam di Kali Cidurian Kresek

By On Sabtu, Desember 20, 2025


TANGERANG, KabarViral79.Com - Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah meninjau langsung lokasi jatuhnya korban di Kali Cidurian, Kampung Renged RT 14 RW 001, Desa Renged, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu, 20 Desember 2025.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pencarian korban berjalan optimal serta memonitor kesiapan personel di lapangan.

Korban diketahui bernama Hilman Fauzi, Santri Kelas 3 MTs di Pondok Pesantren (Ponpes) Nadhlatul Ulum (NU) Kresek.

Korban merupakan warga Kampung Pasir Gadung, Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Indra Waspada menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Jumat, 19 Desember 2025, sekitar pukul 08.00 WIB.

Saat itu, kata Indra Waspada, menurut keterangan saksi, korban bersama dua temannya datang ke bantaran Kali Cidurian dengan tujuan mencuci jeroan atau daleman kambing.

Namun, saat berada di tepi sungai, korban diduga terpeleset dan jatuh ke aliran Kali Cidurian, lalu terbawa arus yang cukup deras.

"Rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan, namun kondisi arus tidak memungkinkan," ujar Indra Waspada.

Setelah menerima laporan kejadian, personel Polsek Kresek segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Lalu melakukan langkah-langkah awal, termasuk pengamanan lokasi serta koordinasi lintas instansi dengan BPBD Kabupaten Tangerang dan Basarnas Provinsi Banten.

Dalam kegiatan pencarian tersebut, Polri bersama unsur terkait langsung melakukan upaya kemanusiaan dengan menyisir aliran Kali Cidurian dari titik awal korban jatuh hingga ke arah hilir.

Pencarian melibatkan sedikitnya tiga personel Satpolair Polresta Tangerang, 10 personel Polsek Kresek, sembilan personel Basarnas, serta tiga anggota Satpol PP Kecamatan Kresek.

Indra Waspada menyampaikan, hingga saat ini tim gabungan masih terus melakukan pencarian dengan memfokuskan penyisiran dari titik jatuh korban dan sepanjang aliran Kali Cidurian.

"Kendala di lapangan di antaranya debit air yang tinggi, arus sungai yang deras, serta banyaknya ranting dan bambu di sepanjang aliran sungai. Namun pencarian tetap dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel," jelasnya.

Indra Waspada juga menyampaikan empati dan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serta mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, membantu dengan memberikan informasi jika melihat tanda-tanda keberadaan korban, dan tidak menghambat proses pencarian.

Sebagai pusat informasi, Basarnas telah membuka Posko Informasi di Balai Warga Desa Renged yang dapat dihubungi melalui nomor 0813-1606-9077.

Polresta Tangerang memastikan akan terus melakukan pengamanan, pendampingan, dan koordinasi hingga proses pencarian korban dinyatakan selesai. (Reno)

Jaksa Masuk Sekolah, Kejari Bireuen Edukasi Hukum Siswa SMPN 7 Peusangan

By On Sabtu, Desember 20, 2025

Narasumber dari Kejari Bireuen, Sekdis Pendidikan dan Kwbudayaan, Kepala Sekokah, Guru serta siswa berfoto bersama usai kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di SMPN 7 Peusangan. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen menggelar kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) sebagai upaya sosialisasi dan penerangan hukum kepada pelajar. Kegiatan ini dilaksanakan di UPTD SMP Negeri 7 Peusangan, Kabupaten Bireuen. 

Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di SMPN 7 Peusangan itu diikuti 40 siswa, serta dihadiri Guru dan Kepala Sekolah guna memberi pemahaman tentang kedatangan hukum bagi siawa.

Program JMS tersebut merupakan inisiatif Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen melalui Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP), sebagai langkah preventif dalam menanamkan kesadaran hukum sejak dini di lingkungan pendidikan.

Hadir sebagai narasumber dari Kejari Bireuen, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Bireuen, Wendy Yuhfrizal, SH, MH bersama Dimas Wijaksana, SH, MH.

Dalam pemaparannya, Dimas menjelaskan berbagai aspek hukum yang kerap bersentuhan dengan kehidupan pelajar.

Narasumber dari Kejari Bireuen, Kasi Intel Wendy Yuhfrizal, SH, MH bersama Dimas Wijaksana, SH, M.H memberikan pemahaman hukum untuk siswa SMPN 7 Peusangan Bireuen. 

Menurut Dimas, kegiatan JMS di SMPN 7 Peusangan merupakan pertemuan kedelapan yang dilaksanakan Kejari Bireuen di sekolah-sekolah.

Ia menegaskan bahwa setiap orang diatur oleh hukum, termasuk di dunia pendidikan.

"Perilaku seperti perundungan atau bullying, tawuran antarkelas maupun antarsekolah, vandalisme seperti mencoret dinding dan merusak fasilitas sekolah, semuanya dapat berimplikasi hukum karena fasilitas pendidikan dibangun menggunakan uang negara," jelasnya.

Selain itu, Dimas juga memaparkan bahaya dan konsekuensi hukum penyalahgunaan narkoba, baik berupa zat maupun obat-obatan terlarang, serta praktik judi online yang melibatkan unsur taruhan dengan harapan memperoleh keuntungan.

Ia berharap, melalui penyuluhan hukum di sekolah, siswa dan guru dapat memahami batasan perilaku yang diatur oleh hukum, sehingga mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Zamzami, S.Pd, M.M menyampaikan, kegiatan ini sangat penting, tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi guru dalam memahami aspek hukum saat menjalankan tugas mendidik.

"Tujuan kita baik, namun dalam praktiknya ada batasan hukum yang harus dipahami agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Kegiatan ini diharapkan memberi manfaat bagi peserta didik, guru, dan sekolah, sehingga semua pihak memahami ketentuan hukum selama berada di lingkungan sekolah," ujarnya.

Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah tersebut diikuti puluhan siswa serta dihadiri seluruh Guru dan Kepala SMP Negeri 7 Peusangan. (Joniful Bahri)

Antrean Kendaraan Mengular Hingga Tiga Kilometer di Jembatan Anterntif Awe Geutah Peusangan Bireuen

By On Sabtu, Desember 20, 2025

Antrean berbagai jenis kendaraan yang melintasi Jembatan anternatif Awe Geutah Paya Teupin Reudeup, Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Aceh

BIREUEN, KabarViral79.Com - Antrean berbagai jenis kendaraan yang melintasi Jembatan Awe Geutah Paya–Teupin Reudeup, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Aceh, semakin panjang. Kepadatan paling parah terjadi dari arah Peusangan menuju Uteun Gathom, lokasi jembatan.

Jembatan Awe Geutah Paya–Teupin Reudeup merupakan jalur alternatif bagi kendaraan yang akan melintas dari arah Banda Aceh ke Medan, Sumatera Utara, pasca ambruknya jembatan utama di Kutablang Bireuen saat banjir bandang pekan lalu.

Pantauan di lapangan, antrean kendaraan dari arah Peusangan mulai terlihat sejak Desa Lueng Kuli, Krueng Beukah, Cebrek, hingga ke Uteun Gathom, dengan panjang mencapai sekitar tiga kilometer lebih dalam satu arah menuju jembatan.

Antrean berbagai jenis kendaraan yang melintasi Jembatan anternatif Awe Geutah Paya–Teupin Reudeup, Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Aceh. 

Sementara itu, kendaraan dari arah timur yang keluar dari jembatan mengambil rute Desa Uteun Gathom menuju jalan utama. Arus lalu lintas berpapasan di kawasan Desa Lueng Kuli Peusangan dan tembus hingga ke Keude Peusangan.

Antrean dari arah timur tercatat mulai dari Desa Lueng Daneun hingga Jembatan Awe Geutah Paya dengan panjang sekitar satu kilometer.

Lamanya waktu menunggu membuat sejumlah pengendara turun dari kendaraan dan duduk di pinggir jalan yang masih dipenuhi lumpur. Di sepanjang jalur antrean, warga memanfaatkan situasi dengan membuka lapak kecil yang menjual buah rambutan, langsat, serta air mineral.

Selain kendaraan roda empat dan enam, puluhan sepeda motor juga ikut mengantre menunggu giliran melintasi jembatan. Pemberlakuan sistem buka-tutup arus lalu lintas dilakukan untuk mengatur kendaraan yang melintas, dengan durasi minimal 10 menit.

Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Herdani, SIK, M.Med, melalui Kasat Lantas Polres Bireuen, AKP Aditya, SIK menjelaskan, pengamanan dan pengaturan lalu lintas dilakukan oleh 20 personel Kepolisian yang dibantu petugas Dinas Perhubungan.

"Personel ditempatkan di beberapa titik persimpangan, baik dari arah Peusangan maupun dari arah Gandapura menuju Awe Geutah," ujarnya.

Menurutnya, durasi sistem buka-tutup disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

"Paling cepat 10 menit dan paling lama bisa mencapai 30 menit, tergantung banyaknya kendaraan yang mengantre," tambah AKP Aditya.

Pihak Kepolisian mengimbau pengendara agar bersabar, mematuhi arahan petugas, serta tetap mengutamakan keselamatan selama melintasi jalur tersebut. (Joniful Bahri)

Peduli Korban Bencana, Kapolsek Cilograng Bersama Anggota Berikan Bantuan Sembako kepada Warga Terdampak Lonsor

By On Sabtu, Desember 20, 2025


LEBAK, KabarViral79.Com - Guna meringankan beban dan kepedulian, Kapolsek Cilograng Iptu Abdul Wahab SH, bersama anggota memberikan bantuan sembako kepada para korban bencana alam di wilayah hukum Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu, 20 Desember 2025.

Kapolsek Cilograng, Iptu Abdul Wahab mengatakan, pemberian sembako ini merupakan tugas pokok Polri sebagai  pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, serta menunjukan sikap empati kepada para korban bencana alam tanah longsor di Kecamatan Cilograng.

"Kegiatan ini bertujuan untuk  meringankan dan rasa peduli kepada para korban yang terkena musibah tanah lonsor di wilayah Kecamatan Cilograng," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Cilograng Iptiu Abdul Wahab didampingi Kanit Reskrim Akhmad Siswanto, Bripka Rendi Setiadi dan Briptu Faisal Nurhuda di wilayah terdampak bencana longsor yang ada di Kecamatan Cilograng. Kabupaten Lebak. (Uday/Cup)

Camat Pagedangan H. Daniel Ramdani, S.Sos, M.Si Imbau Warga Jaga Stabilitas Keamanan Jelang Natal dan Tahun Baru 2026

By On Sabtu, Desember 20, 2025


TANGERANG, KabarViral79.Com - Tahun 2025 akan segera  berlalu, kini saatnya kita songsong tahun baru 2026.

Kepada masyarakat di Kecamatan Pagedangan agar senantiasa untuk tetap menjaga stabilitas keamanan lingkungan masing-masing.

Jangan membuat kegaduhan dan lainnya jelang Nataru. Hal ini di sampaikan Camat Pagedangan, H. Daniel Ramdani, S.Sos. M.Si, Sabtu, 20 Desember 2025.

Dia juga mengatakan, jelang Natal dan tahun baru, dihimbau kepada masyarakat yang berada di wilayah Kecamatan Pagedangan yang terdiri dari 10 Desa dan satu Kelurahan, untuk jangan berlebihan dalam merayakan malam tahun baru.

"Apalagi komvoi dengan kendaraan roda dua atau kendaraan bak terbuka di jalanan. Hal tersebut akan memicu insiden musibah di jalan raya. Jaga keselamatan diri sendiri, keluarga dan orang lain," imbanya. 

“Alangkah baiknya malam tahun baru  tetap di rumah saja, dengan cara kita  tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan yang maha esa dengan berzikir, doa bersama, dan juga tak lupa menyampaikan kepada masyarakat yang non muslim untuk menyesuaikan dengan cara kumpul bersama keluarga serta memohon petunjuknya, karena kita masih dapat bertemu kembali di tahun 2026," tuturnya. 

Dengan lugas dan tegas, Camat Pagedangan ini juga mengajak kepada masyarakat dan semua pihak untuk menjaga stabilitas keamanan dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru 2026

"Jangan membuat kegaduhan, ciptakan suasana sejuk dan damai agar masyarakat nyaman merayakan malam tahun baru. Kami jajaran Pemerintah Kecamatan Pagedangan dengan semangat baru mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru 2026. Semoga menjadi tahun yang penuh semangat, kita bisa belajar dari pengalaman, meninggalkan dari hal-hal negatif, dan meraih kesuksesan yang lebih besar. Amin, amin, ya Allah," tutup H. Daniel Ramdani. (Reno)

Diduga Ada Pencurian Kabel Milik PLN UPL Malingping, Sejumlah Warga dan Pengguna Jalan di Baksel Waswas dan Ketakutan

By On Sabtu, Desember 20, 2025

 


Lebak, KabarViral79.Com – Sejumlah warga Lebak Selatan (Baksel) serta para pengguna ruas jalan nasional Malingping–Bayah merasa waswas dan ketakutan dengan adanya kabel PLN yang terputus dan menjuntai ke bawah (“ngambay”). Kejadian tersebut terlihat pada Sabtu (20/12/2025).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, terputusnya kabel jalur PLN tersebut diduga akibat aksi pencurian. Kondisi ini membuat para pengguna jalan, baik roda dua maupun roda empat, serta warga masyarakat yang sedang berkebun di sekitar lokasi merasa cemas dan takut.

“Kami merasa waswas dan takut melihat kabel jalur PLN yang putus dan ngambay ke bawah dari tiangnya. Takutnya masih ada setrum atau tegangannya,” kata Sanusi, pengendara roda dua, kepada awak media ini, Sabtu (20 Desember 2025).

Hal serupa juga disampaikan oleh salah satu penggarap lahan yang tidak jauh dari lokasi terputusnya kabel jalur PLN tersebut. Ia mengungkapkan kekhawatirannya karena kondisi kabel yang menjuntai ke bawah.

“Kami merasa ketakutan, dikhawatirkan kabel itu masih ada setrumnya. Jadi kami mau ke kebun pun merasa takut,” ujarnya.



Terpisah, Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (UPL) Malingping, Arye Firmansyah, saat dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp terkait adanya kabel-kabel yang terputus, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan pengecekan ke lapangan.

“Saya sudah menyampaikan kepada petugas yang di Cihara untuk melakukan pengecekan ke lapangan. Terima kasih atas informasinya, Pak,” kata Arie Firmansyah.

Sementara itu, Petugas PLN Kecamatan Cihara, Muki, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pembongkaran di beberapa titik.

“Kabel ini ada yang nyuri dan kurang lebih ada tujuh titik, di antaranya daerah Pasput, Bukit Sodong, Cibeudil, Karang Songsong, Cibobos, dan Cantigi,” kata Muki melalui pesan WhatsApp.

Muki juga menjelaskan bahwa kabel tersebut saat ini belum ada tegangannya. “Awalnya kabel itu dipergunakan untuk tambak,” ungkapnya. (Cup/Red)

Jelang Nataru, Kapolsek Panggarangan Pasang Baliho Himbauan di Wisata Karang Beureum

By On Sabtu, Desember 20, 2025

 


Lebak, KabarViral79.Com – Menjelang Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kapolsek Panggarangan Polres Lebak, Iptu Acep Komarudin, SH, bersama petugas Perhutani Panyaungan Timur, Polairud Binuangen, serta Karang Taruna dan Pokdarwis, memasang baliho himbauan di objek wisata Karang Beureum, Desa Karang Kamulyan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Kegiatan tersebut dilakukan Kapolsek Panggarangan guna mengingatkan para pengunjung yang akan berwisata di Karang Beureum dan objek wisata lainnya yang berada di wilayah hukum Polsek Panggarangan.

“Pemasangan spanduk himbauan yang kami lakukan karena menjelang Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 mendatang agar para pengunjung yang akan berwisata ke wisata Karang Beureum dan sekitarnya di wilayah hukum Polsek Panggarangan bisa berjalan dengan aman dan tertib,” kata Iptu Acep Komarudin. (Cup)