-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Pemerintah Mulai Siapkan Hunian Sementara untuk Korban Bencana Sumatera

By On Senin, Desember 01, 2025

Menko PMK, Pratikno saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana, bersama Kepala BNPB, Jajaran TNI-Polri, dan Pemprov Sumatera Utara, di Bandar Udara Silangit, Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, pada Minggu, 30 November 2025. 

JAKARTA, KabarViral79.Com Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno menyampaikan, pemerintah terus berupa dalam penanganan bencana alam di Sumatera Utara, Aceh hingga Sumatera Barat. Pemerintah juga menyiapkan hunian sementara untuk para korban terdampak.

“Kita juga mulai merancang untuk rehab rekon penyiapan huntara, hunian sementara, menyiapkan hunian tetap. Tadi juga kira bicarakan karena kita ingin bahwa tanggap darurat bisa segara selesai kemudian bisa masuk ke tahap rehab rekon dalam waktu yang secepat-cepatnya agar masyarakat bisa segera pulih beraktivitas seperti biasa,” kata Pratikno dalam jumpa pers, dikutip Senin, 01 Desember 2025.

Presiden Prabowo Subianto, kata Pratikno, menginstruksikan agar mengerahkan kekuatan nasional dalam penanganan bencana.

Pratikno menyebut, pemerintah akan memastikan proses evakuasi hingga penyaluran logistik kepada para korban terdampak berjalan lancar.

“Presiden memerintahkan untuk menambah seluruh kekuatan nasional, fokus untuk penanganan tanggap darurat secepat-cepatnya. Mengerahkan evakuasi, mengerahkan logistik, perlindungan pengungsi, kemudian mengerahkan tenaga kesehatan, memulihkan infrastruktur, transportasi, komunikasi, juga kawal di lapangan,” tuturnya.

Pratikno menjelaskan, pemerintah juga telah melakukan percepatan evakuasi, pemulihan jalur transportasi dan komunikasi. Pemerintah terus fokus agar situasi tanggap darurat bisa segera diakhiri.

“Tadi sudah dilaporkan, pemberian logistik terus mengalir dari pemerintah maupun lembaga non-pemerintah. Di beberapa titik akan terus bertambah dan akan terus didistribusikan. Jadi ini seluruh kekuatan nasional dikerahkan untuk mempercepat tanggap darurat dan segera memulihkan semuanya,” jelasnya.

Pratikno juga memberikan apresiasi kepada BNPB hingga aparat dan relawan yang terus bekerja di lapangan.

Dia kembali menegaskan pemerintah akan terus bersinergi mengawal percepatan penanganan darurat di lapangan.

“Kita akan dukung bagaimana resources dikerahkan. Tapi tentu saja bukan hanya pengerahan sumber daya, tapi bagaimana sinergis di lapangan,” pungkasnya.

Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) data korban korban meninggal ataupun korban hilang akibat bencana banjir di Sumatera bertambah. Berikut data terkini korban bencana di Sumatera:

1. Sumatera Utara: korban meninggal 217 orang, korban hilang 209 orang

2. Aceh: korban meninggal 96 orang, korban hilang 75 orang

3. Sumatera Barat: korban meninggal 129 orang, korban hilang 118 orang


(*/red)

Ketika Sungai Membawa Luka: Misteri Kayu Gelondongan yang Menyumbat Jembatan di Bireuen!

By On Senin, Desember 01, 2025

Tumpukan kayu gelondongan di atas jembatan dan bantalan jembatan di Awe Geutah, Peusangan Siblah Krueng memperlihatkan dasyatnya terjangan arus air banjir bandang di wilayah Bireuen

BIREUEN, KabarViral79.Com - Di bawah lengkung jembatan yang menghubungkan dua Gampong di Kabupaten Bireuen, pemandangan yang tersaji bukan lagi aliran sungai yang tenang.

Sejak banjir bandang menerjang wilayah ini dalam beberapa hari terakhir, bantalan jembatan kini dipenuhi tumpukan kayu gelondongan, potongan batang besar, dan lumpur pekat.

Bau tanah basah bercampur aroma kayu basah menusuk hidung, seakan menjadi saksi bisu tentang apa yang terjadi di hulu sana.

Saat debit air surut, masyarakat sekitar perlahan berkumpul di tepi sungai. Mereka menatap tumpukan kayu itu bukan sebagai sisa bencana, tetapi sebagai pertanyaan besar yang menggantung: dari mana datangnya semua kayu ini?

"Sungai ini tak pernah membawa batang kayu sebesar itu,” ujar Safwan, warga setempat, sambil menunjuk pada gelondongan yang tersangkut di tiang jembatan.

"Kalau bukan ditebang dari hutan, darimana lagi?"

Fenomena ini bukan sekadar sisa amukan air. Banyak warga menduga bahwa kayu-kayu tersebut adalah hasil pembalakan liar di kawasan hulu.

Saat curah hujan tinggi dan banjir bandang menerjang, batang-batang yang ditebang secara ilegal itu hanyut bersama arus, lalu berkumpul dan tersangkut di bawah jembatan, mengancam struktur bangunan serta keselamatan warga.

Di tengah situasi ini, muncul pertanyaan retoris yang menggugah hati masyarakat: apakah alam ini tidak lagi punya pemerintahan?

Siapa yang tega menebang pohon hingga sungai kehilangan penjaganya, dan kampung-kampung di hilir menjadi korban?

Tumpukan kayu gelondongan di atas jembatan dan bantalan jembatan di Awe Geutah, Peusangan Siblah Krueng memperlihatkan dasyatnya terjangan arus air banjir bandang di wilayah Bireuen. 

Pemerhati lingkungan menyebut, hutan yang rusak adalah awal dari bencana yang berulang.

Ketika pohon ditebang tanpa kendali, tanah kehilangan pegangan, air kehilangan jalur, dan sungai kehilangan keseimbangan.

Banjir pun datang bukan hanya membawa air, tetapi juga membawa bukti-bukti kerusakan: batang kayu, akar pohon, dan lumpur yang membentuk lapisan tebal di fondasi jembatan.

Beberapa warga berharap pemerintah daerah segera melakukan investigasi atas temuan kayu gelondongan ini.

Mereka menilai perlu ada langkah serius, mulai dari patroli hutan, penindakan para pelaku pembalakan liar, hingga pemulihan kawasan hulu yang kritis.

"Hutan adalah tameng kita," ujar seorang tokoh masyarakat Bireuen.

"Ketika tameng itu dirusak, bencana akan mencari jalannya sendiri."

Kini, setelah air sungai surut, tumpukan kayu di bawah jembatan itu seperti catatan peringatan dari alam.

Tugas selanjutnya bukan hanya membersihkan, tetapi mencari jawabannya: siapa yang mengkhianati hutan, dan siapa yang bertanggung jawab memulihkannya?. (Joniful Bahri

Pasca Banjir Bandang, BBM dan Gas Elpiji 3 Kg Langka di Bireuen: Harga Eceran BBM Melonjak

By On Senin, Desember 01, 2025

Ratusan warga harus mengantri di depan SPBU untuk mendapat BBM, namun BBM hanya dapat diperoleh sebagian warga. 

BIREUEN, KabarViral79.ComKondisi pasca bencana banjir bandang yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Bireuen dalam sepekan terakhir mulai berdampak pada kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram.

Warga di berbagai Gampong mengeluhkan sulitnya mendapatkan kebutuhan energi tersebut, sementara sebagian pedagang menjualnya secara eceran dengan harga tinggi.

Sejumlah warga mengaku terpaksa membeli BBM eceran karena pasokan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terbatas akibat akses jalan yang masih terganggu. Harga eceran disebut mencapai dua hingga tiga kali lipat dari harga normal.

“Biasanya kami beli Pertalite di SPBU, tapi sekarang hampir selalu kosong. Di pengecer harganya sampai Rp 20 ribu lebih per liter,” ujar Basyir Abdullah warga Kecamatan Jeumpa, Senin, 01 Desember 2025.

Kelangkaan juga terjadi pada gas elpiji 3 kg. Tabung subsidi tersebut sulit ditemukan di pangkalan resmi, sehingga sebagian masyarakat harus membelinya dari eceran dengan harga yang melambung. Di beberapa lokasi, harga per tabung bahkan mencapai Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu.

Ratusan warga harus mengantri di depan SPBU untuk mendapat BBM, namun BBM hanya dapat diperoleh sebagian warga. 

"Seharusnya pengambil kebijakan di daerah dapat berusaha menyuplai gas elpiji melalui jalur laut dengan memanfaatkan boat, karena ini kebutuhan masyarakat kecil. Tapi kondisi tidak terpikirkan oleh pejabat atau instansi terkait," sebut Radiah, warga Kota Bireuen.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan mengatasi situasi ini. Mereka meminta pengawasan distribusi dan penyaluran BBM serta elpiji diperketat agar tidak dimanfaatkan oleh oknum yang mencari keuntungan di tengah kesulitan.

Pihak pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Bireuen menyampaikan bahwa koordinasi dengan Pertamina dan distributor elpiji sedang dilakukan untuk menstabilkan pasokan. Upaya percepatan pembukaan akses jalan dan mobilisasi logistik juga terus dilakukan untuk memastikan distribusi kembali normal.

Banjir bandang yang terjadi sejak akhir November lalu telah menyebabkan puluhan gampong terdampak, menghambat jalur transportasi, serta memutus pasokan logistik ke sejumlah wilayah.

Pemerintah terus mendata kebutuhan warga dan menyalurkan bantuan darurat di lokasi-lokasi terdampak. (Joniful Bahri)

Video: Mualem Sebut Banjir Bandang Aceh Seperti Tsunami Kedua

By On Senin, Desember 01, 2025


ACEH, KabarViral79.Com Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan bencana banjir bandang dang longsor yang menerjang sejumlah daerah di Aceh seperti tsunami kedua karena memporak-porandakan pemukiman hingga menghilangkan sejumlah kampung.

Mualem mengatakan, ada sekitar empat kampung yang hilang disapu banjir bandang hingga longsor seperti kampung di daerah Sawang, Jambo Aye di Aceh Utara hingga kampung di kawasan Peusangan, Bireuen.

Hal itu dikatakan Mualem saat Apel Tim Recovery Bencana yang digelar di Landasan Udara Sultan Iskandar Muda (SIM), Sabtu, 29 November 2025.

Untuk itu Mualem menegaskan bahwa penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh harus dilakukan secara cepat, terukur, dan tanpa jeda.

Percepatan pembukaan akses darat menjadi prioritas utama untuk memastikan logistik segera menjangkau masyarakat, terutama di desa-desa yang terisolasi. (*/red)

KPH Banten Bersama Muspika Kecamatan Bayah Pasang Portal Akses Pengangkut Batu Bara di Kawasan Perhutani KRPH Bayah Selatan

By On Senin, Desember 01, 2025

 


LEBAK, KabarViral79.Com – Guna mencegah ilegal maining/penambangan batu bara ilegal di wilayah Perum Perhutani wilayah KRPH Bayah Selatan, KPH Banten, petugas Perhutani dari KPH Banten dan jajaran bersama Muspika Kecamatan Bayah melakukan pemasangan portal secara permanen.

Hal tersebut dilakukan untuk menutup seluruh akses jalan yang selama ini menjadi akses pengangkut batu bara yang berada di kawasan Perhutani wilayah KRPH Bayah Selatan.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, Danru KPH Banten Iip Fauzi mengatakan bahwa atas perintah pimpinan, pemasangan portal tersebut dilakukan untuk mencegah adanya ilegal maining di kawasan Perum Perhutani.

“Pemasangan portal ini dilakukan dengan cara permanen untuk mencegah adanya ilegal maining/penambangan/batu bara di kawasan Perum Perhutani wilayah KRPH Bayah Selatan,” kata Iip Fauzi, Senin 1 Desember 2025.

Iip Fauzi menambahkan bahwa hari Selasa 2 Desember 2025 besok, rencana akan melakukan pemasangan portal secara permanen/penutupan kembali di daerah Cisujen untuk meneruskan kegiatan yang kemarin,” terangnya.

Terpisah, Asper Bayah Lukcyta Sakagiri saat dikonfirmasi awak media ini di Kantor Perhutani Bayah mengatakan bahwa pemasangan portal tersebut agar tidak ada lagi kendaraan pengangkut batu bara yang menggunakan jalan di kawasan Perhutani.

“Iya kami bersama dari KPH Banten bersama Muspika Kecamatan Bayah telah memasang portal secara permanen di depan Karang Bokor dan Pamubulan,” kata Luckyta Sakagiri.

Dan rencana, lanjut Asper Bayah Lucyta Sakagiri, pihak Perhutani juga akan melakukan kegiatan yang serupa di akses-akses jalan yang berada di kawasan milik Perum Perhutani,” pungkasnya.

(Cup/Tim)

Momentum HKN ke-61: Darya-Varia Perkuat Transformasi Menuju 50 Tahun lewat Divi Lab Berbasis AI dan Kampanye Kesehatan Nasional

By On Senin, Desember 01, 2025

(Kiri-Kanan) Soft Launching Divilab - Presiden Direktur ASKI Prihatanto Agung Lesmono; dr. Ian Kloer, Presiden Direktur Darya-Varia; Deni Herdiana, mewakili Direktur Produksi dan  Distribusi Alkes. 

JAKARTA, KabarViral79.ComDalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (Darya-Varia) bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menggelar Seminar Kesehatan Nasional bertema “Menuju 50 Tahun Darya-Varia: Bangun Generasi Sehat, Masa Depan Hebat” di Cibis Park, Jakarta, pada 29 November 2025.

Acara ini dihadiri oleh manajemen Darya-Varia, jajaran Kemenkes, pemangku kepentingan kesehatan, karyawan Darya-Varia, komunitas, dan masyarakat umum.

Hadir sebagai keynote speaker dalam acara ini, Dita Novianti Sugandi Argadiredja, S.Si., Apt., MM, Direktur Produksi dan Distribusi Farmasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, menegaskan bahwa Transformasi Layanan Primer sebagai pilar pertama Transformasi Kesehatan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat.

Pilar ini berfokus pada penguatan upaya promotif–preventif, peningkatan screening kesehatan, serta kesiapan layanan primer di seluruh wilayah.

Dita juga menyampaikan bahwa Kementerian Kesehatan akan terus mendukung kegiatan yang memberi manfaat bagi masyarakat dan memperkuat layanan kesehatan, termasuk inisiatif kolaboratif seperti yang dilakukan bersama Darya-Varia.

Ia menambahkan bahwa industri farmasi memiliki peran strategis, bukan hanya dalam penyediaan obat, tetapi juga dalam menghadirkan alat kesehatan yang dapat mempercepat deteksi dini penyakit di masyarakat.

Dita berharap kontribusi Darya-Varia semakin kuat dalam mendukung agenda kesehatan nasional menjelang usia ke-50 tahun perusahaan.

“Dari acara ini, kita dapat memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis yang tersedia. Saya harap Darya-Varia juga dapat melakukan medical check-up gratis secara berkala. Industri farmasi tidak hanya mencakup obat, tetapi juga alat kesehatan. Mudah-mudahan alat baru yang diperkenalkan dapat membantu deteksi dini kesehatan masyarakat. Saya berharap Darya-Varia terus mendukung pemerintah dalam transformasi kesehatan di Indonesia mewujudkan Indonesia emas 2045,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Presiden Direktur Darya-Varia, dr. Ian Kloer menegaskan, Darya-Varia terus berperan aktif dalam mendukung visi pemerintah, dengan berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

“HKN merupakan momentum penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan aksi kolektif dalam bidang kesehatan. Kami mengharapkan lewat acara ini dapat menciptakan sebuah gerakan masyarakat untuk mencapai pola hidup sehat,” kata dr. Ian Kloer.

Sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi yang tangguh dan sehat tersebut, meningkatkan kesadaran dan aksi kolektif terhadap kondisi kesehatan masyarakat menjadi sangat penting.

Hal ini tercermin dari data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang menunjukkan bahwa tantangan penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes masih perlu diwaspadai.

Jika dibandingkan dengan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang diterbitkan Kementerian Kesehatan  menunjukkan penurunan prevalensi hipertensi berdasarkan pengukuran tekanan darah.

Meski begitu, jumlah individu yang tidak mengetahui memiliki status hipertensi dan diabetes cukup signifikan.

Sekitar delapan persen individu kelompok usia 18-59 tahun tidak mengetahui mengidap diabetes dan sekitar 20 persen tidak mengetahui mengidap hipertensi.

Angka ini lebih tinggi di kelompok usia 60 tahun ke atas, 18 persen (diabetes) dan 34 persen (hipertensi). Sekitar 30 persen responden dari kedua kelompok usia tidak mengetahui tipe diabetesnya.

Agar jumlah penduduk dengan hipertensi dan diabetes terkendali, deteksi dini untuk jenis penyakit tidak menular (PTM) tersebut sangat penting, sehingga pengobatan lebih dini dapat dilakukan untuk mencegah kemungkinan komplikasi lebih lanjut.

Mengingat hipertensi dan diabetes dapat menyebabkan timbulnya disabilitas, mortalitas, maupun meningkatkan beban ekonomi.

Solusi Inovatif: Darya-Varia Hadapi Tantangan dengan Divi Lab

Menyadari pentingnya masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan, terutama PTM seperti hipertensi, diabetes, dislipidemia, dan hiperurisemia, diperlukan pendekatan komprehensif dan kolaboratif.

Darya-Varia telah mengembangkan solusi inovatif yang sejalan dengan program skrining nasional Kementerian Kesehatan. 

Darya-Varia mengembangkan Divi Lab, alat kesehatan pengukur gula darah, kolesterol, asam urat, dan tekanan darah berbasis IoT (teknologi internet) dan kecerdasan buatan (AI) pertama di Indonesia dan merupakan produksi dalam negeri yang dikembangkan bersama PT Astra Komponen Indonesia (ASKI) salah satu produsen alat kesehatan terkemuka dalam negeri Inovasi ini diharapkan dapat mendukung program skrining Kementerian Kesehatan dan berkontribusi dalam penurunan prevalensi PTM yang masih tinggi di Indonesia.

dr. Ian Kloer menambahkan, kehadiran Divi Lab mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi kesehatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Inovasi ini dapat menjadi kontribusi nyata dalam mendukung percepatan deteksi dini penyakit tidak menular—sebuah prioritas besar dalam agenda transformasi kesehatan Indonesia

Melalui kolaborasi dengan komunitas pasien dan berbagai pemangku kepentingan, inisiatif ini juga diharapkan dapat mendorong kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat dan pemeriksaan dini, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kesehatan yang berkelanjutan.

Sebagai bagian dari upaya memperluas dampak sosial, Darya-Varia menggaungkan kampanye ini dengan melibatkan berbagai komunitas pasien untuk mendorong kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat dan deteksi dini penyakit kronis.

Kolaborasi ini menjadi wujud nyata sinergi antara perusahaan dan masyarakat dalam menciptakan perubahan positif di bidang kesehatan.

Presiden Direktur ASKI, Prihatanto Agung Lesmono mengatakan, kolaborasi bersama Darya-Varia merupakan upaya bersama dalam mendorong kemandirian pengembangan industri alat kesehatan nasional melalui pemanfaatan teknologi digital yang terus berkembang.

“Penerapan teknologi digital dalam alat kesehatan dapat meningkatkan kemampuan deteksi dan pencegahan PTM sejak dini. Kami berharap inovasi seperti ini dapat turut meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, sejalan dengan semangat HKN ke-61 dalam membangun generasi sehat untuk masa depan hebat,” ujarnya.

Ketua Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI), Tony Richard Samosir mengapresiasi langkah Darya-Varia yang tidak hanya fokus pada produk, tetapi juga menggerakkan masyarakat untuk lebih sadar akan kesehatan.

“Kami menyambut baik hadirnya Divi Lab sebagai inovasi yang memudahkan masyarakat, khususnya para pasien, untuk lebih proaktif dalam memantau kondisi kesehatannya. Dengan mereka rutin melakukan pemeriksaan secara mandiri, harapannya kualitas kesehatan juga meningkat. Banyak penyakit kronis dapat dicegah jika masyarakat lebih konsisten menjalani pola hidup sehat sejak dini,” jelasnya.

Darya-Varia Dorong Gaya Hidup Sehat melalui “Health is Wealth – 50 Days of Wellness Challenge

Dalam rangka menyambut 50 tahun perjalanan perusahaan, Darya-Varia juga meluncurkan kampanye “Health is Wealth – 50 Days of Wellness Challenge”, sebuah gerakan nasional yang mengajak masyarakat Indonesia untuk menerapkan gaya hidup sehat yang sederhana namun konsisten.

“Selama lima dekade, Darya-Varia telah menjadi bagian dari perjalanan kesehatan keluarga Indonesia. Melalui kampanye Health is Wealth – 50 Days of Wellness Challenge, kami ingin menginspirasi masyarakat untuk menjadikan kesehatan sebagai investasi utama menuju masa depan yang lebih produktif dan sejahtera,” tutup dr. Ian Kloer.

Kampanye ini mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai kegiatan kesehatan, mulai dari edukasi nutrisi, olahraga ringan, hingga tantangan kebugaran harian.

Program ini dirancang untuk membuktikan bahwa perubahan kecil yang konsisten dapat membawa dampak besar bagi kualitas hidup.

Tentang Darya-Varia

PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (“Darya-Varia” atau “Perusahaan”) adalah perusahaan farmasi yang telah beroperasi sejak tahun 1976.

Selama 49 tahun, Darya-Varia terus berkontribusi dalam mendukung Indonesia yang lebih sehat dengan menyediakan produk kesehatan berkualitas tinggi di bawah merek-merek yang dipercaya masyarakat Indonesia.

Darya-Varia memproduksi dan mengembangkan berbagai produk obat resep dan produk kesehatan konsumen berkualitas tinggi di dua fasilitas produksi berstandar internasional yang berlokasi di Gunung Putri dan Citeureup, Bogor.

Kedua fasilitas ini telah menerapkan Sistem Jaminan Halal dan memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) internasional serta telah tersertifikasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia. (*/red)

Korban Meninggal Pasca Banjir Bandang di Bireuen Sudah 15 Orang, 10 Kecamatan Masih Terisolir

By On Senin, Desember 01, 2025

Kepala Pelaksana BPBD Bireuen, Afwadi BA. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Hingga Senin, 01 Desember 2025, tepatnya pukul 10.30 Wib, korban meninggal dunia pasca banjir bandang di Kabupaten Bireuen sudah mencapai 15 orang.

Sejauh ini, tim penanggulangan bencana terus mengupayakan melakukan upaya untuk dapat menelusuri titik yang masih terisolir di sejumlah kecamatan.

Sementara 10 kecamatan di wilayah Kabupaten Bireuen masih terisolir, karena  jalan tembus yang belum bisa dilintasi dengan kendaraan, kecuali melalui alur sungai.

Hal itu dikatakan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD) Bireuen, Afwadi BA kepada media ini, Senin, 01 Desember 2025.

"Berdasarkan data yang sudah masuk ke Posko utama di Pendopo Bireuen, warga yang meninggal pasca banjir bandang di Bireuen sudah mencapai 15 orang," katanya.

Sarana jembatan yang menghubungkan Simpang Jaya, Juli dan Alue Limeng serta Salah Sirong Jeumpa, Bireuen juga ambruk dan masih terisolir. 

Disinggung dua desa di wilayah selatan Bireuen, baik desa Salah Sirong dan Alue Limeng Jeumpa, sebagian warga Bivak Juli hingga saat ini masih terisolir, dan sedang diupayakan agar sarana jalan ke wilayah bisa bisa diterobos.

Kendati demikian, berdasarkan laporan petugas warga di sana sudah berada di titik pengungsian dan akan diupayakan agar dapat segara mendapatkan bantuan masa panik di titik tersebut.

Sejauh ini pihaknya dan tim di lapangan terus melakukan pengembangan sarana jalan yang tertimbun sehingga bisa dilewati meski dengan kendaraan roda dua.

Begitupun terkait sarana jembatan Kutablang, dan Teupi Mane juga akan terus diupayakan penanggulangan secara darurat sehingga bisa dilintasi, terutama di jembatan Kutablang guna mendistribusi logistik serta bahan pokok lainnya.

"Saat ini terus melakukan upaya penanggulangan secara darurat baik petugas BPBD, Basarnas, TNI dan Polri, kita sangat berharap peran serta masyarakat dan organisi masyarakat untuk saling bahu membahu membantu masyarakat yang masih terjebak lonsor dan banjir bandang ini," harapnya. (Joniful Bahri)

Video: Istri Gubernur Aceh Dua Hari Terjebak Banjir Besar, Menginap di SPBU hingga Nebeng Truk

By On Senin, Desember 01, 2025


ACEH, KabarVial79.Com - Istri Gubernur Aceh, Marlina Muzakir terjebak banjir di area SPBU Panteu Breuh, Simpang Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, selama dua hari.

Peristiwa bermula saat Marlina bersama rombongan bergerak dari Banda Aceh menuju Lhokseumawe.

Mereka menyalurkan bantuan tanggap darurat untuk korban banjir di sejumlah lokasi.

Rombongan juga menyalurkan bantuan ke Lhoksukon, Aceh Utara, dan ke Julok, Aceh Timur

Namun, saat perjalanan pulang menuju Banda Aceh, mereka tidak dapat lagi melintas setelah jalan nasional Banda Aceh-Medan di kawasan Alue Ie Puteh, Kecamatan Baktiya, terendam banjir hingga 2,1 meter.

Selama dua hari terjebak, kondisi rombongan semakin memprihatinkan. Bahkan persediaan logistik menipis dan belum ada bantuan luar yang bisa mengevakuasi rombongan.

Rombongan akhirnya berhasil keluar dari lokasi banjir. Mereka menumpang sebuah mobil tangki pengangkut crude palm oil (CPO).

Marlina duduk di bagian depan kendaraan, sementara anggota rombongan lainnya berada di atas tangki. (*/red)

Ketua PSSI Dampingi Bupati Tangerang Tutup Kejuaran Sepak Bola GMT Cup U-10 dan 12 Tahun di Stadium Indomilk Arena

By On Senin, Desember 01, 2025

Ketua PSSI Kabupaten Tangerang, H. Danil Ramdhani mendampingi Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid menutup kegiatan Kejuaraan Sepak Bola U-10 dan U-12 GMT Cup Tahun 2025, di Stadium Indomilk Arena, Kecamatan Kelapa Dua, Minggu, 30 November 2025. 

TANGERANG, KabarViral79.Com Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Tangerang, H. Danil Ramdhani yang juga menjabat selaku Camat Pagedangan mendampingi Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid menutup kegiatan Kejuaraan Sepak Bola U-10 dan U-12 Gelora Mandiri Tangerang (GMT) Cup Tahun 2025, di Stadium Indomilk Arena, Kecamatan Kelapa Dua, Minggu, 30 November 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan rasa syukur dan bangga melihat permainan tim dan skill individu para pemain yang bertanding pada laga final kejuaraan GMT Cup 2025 tersebut.

“Ternyata bakat-bakat alami anak-anak kita ini cukup luar biasa, usia 10 dan usia 12 tahun nampak sekali kemampuan individunya. Kelihatan sekali teknik-tekniknya, kelihatan sekali seperti anak-anak yang sudah lama dilatih,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Dia juga mengapreasiasi segenap jajaran manajemen PT Gelora Mandiri Tangerang yang menggelar kejuaraan sepak bola GMT Cup untuk usia 10 dan 12 tahun. 

“Alhamdulillah hari ini turnamen sepak bola usia 10 tahun dan usia 12 tahun yang pertama diselenggarakan. Pesertanya ada 64 club, bukan hanya dari Kabupaten Tangerang saja, se-Jabodetabek hadir di sini,” ujarnya.

Dia juga meminta kepada PT Gelora Mandiri Tangerang agar kejuaraan tersebut dapat terus digelar rutin setiap tahunnya dan semakin bertambah kelompok umur yang dipertandingkan nantinya.

Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid saat menyerahkan tropy juara Sepak Bola U-10 dan U-12 GMT Cup Tahun 2025, di Stadium Indomilk Arena, Kecamatan Kelapa Dua, Minggu, 30 November 2025. 

“Insya Allah, tahun depan kami minta bisa diselenggarakan lagi, yang kedua, mudah-mudahan bertambah juga kelompok usianya dan tentunya akan bertambah pesertanya. Terima kasih kepada PT Gelora Mandiri Tangerang,” ujarnya.

Dia berharap melalui kejuaraan tersebut, mental, skill dan pengalaman bertanding anak-anak usia dini semakin baik. Kejuaraan ini juga menjadi wadah pembinaan sekaligus ajang untuk menggembleng mental, skill dan fisik pemain muda agar mereka bisa terus berkembang menjadi pemain penerus yang membanggkan keluarga, daerah dan negara.

“Kami ucapkan terima kasih dan mudah-mudahan mereka juga akan terus berkembang, lebih siap mental, fisik dan skilnya. Kita doakan anak-anak kita besok menjadi pemain nasional pemain profesional dan juga jadi kebanggaan kedua orang tuanya, daerah dan negara,” pungkasnya.

Dia juga memberikan semangat dan pesan kepada para pemain agar tidak melupakan sekolah, giat belajar dan disiplin berlatih.

“Kepada para pemain anak-anak kita ini, yang SD maupun yang SMP, sekolah tetap yang menjadi utamanya, rajin belajar dan disiplin. Terus latihan secara rutin dan seirama. Selamat kepada anak-anak yang baru saja menjuarai turnamen ini,” ucapnya.

Sebanyak 64 tim se-Jabodetabek mengikuti kejuaraan Gelora Mandiri Tangerang (GMT) Cup, U-10 sebanyak 32 tim dan U-12 32 tim.

Untuk pertandingan final U-10, Tim Diklat Pakujaya Tangsel meraih juara setelah mengalahkan Tim Sentul City Bogor dan untuk U-12 Tim Bina Bakat Rajeg berhasil meraih juara setelah mengalahkan Tim Remci Tangerang Curug. (Reno)

Sudah Tidak Nyaman Lagi Jadi Pembina APDESI, M. Jembar, M.Si: Saya Ingin Netral dan Akan Mengundurkan Diri

By On Senin, Desember 01, 2025

M. Jembar, M.Si

TANGERANG, KabarViral79.ComDalam perkembangan terbaru yang mengejutkan banyak pihak, M. Jembar, M.Si dikabarkan tengah mempertimbangkan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Pembina Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI).

Informasi tersebut beredar setelah beberapa sumber internal mengungkapkan adanya dinamika organisasi yang memicu keputusan tersebut, Minggu, 30 November 2025.

M. Jembar menyampaikan bahwa dirinya sudah tidak nyaman lagi jadi pembina APDESI.

“Saya ingin netral dan memberikan masukan dan mengkritisi pemerintah demi membangun daerah Kabupaten Tangerang lebih baik. Saya merasa hanya dijadikan tameng oleh pihak-pihak tertentu, maka perlu ada regenerasi serta penyegaran struktur dalam tubuh organisasi yang menaungi ratusan Kepala Desa di wilayah Kabupaten Tangerang,” tuturnya.

Ia juga menegaskan, sudah saatnya dirinya memberikan ruang bagi tokoh-tokoh baru untuk memimpin dan membina APDESI agar organisasi semakin baik menghadapi tantangan ke depan.

Selain alasan regenerasi, M Jembar juga disebut tengah fokus akan bergabung kesalahan satu organisasi lain, ada agenda pribadi dan profesional yang membutuhkan perhatian khusus. 

Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan, baik oleh dirinya maupun oleh pihak APDESI.

Beberapa pendapat dari salah seorang yang berprofesi sebagai Advokat, bahwa jika benar pengunduran diri itu terjadi, segera untuk membuat surat pengunduran diri secara formal.

“Organisasi harus segera menggelar rapat pleno untuk menentukan penjabat pembina sementara sembari menunggu proses penetapan definitif,” ujar Sukma Ringgit.

Keputusan resmi terkait pengunduran diri ini diperkirakan akan diumumkan dalam waktu dekat setelah melalui konsultasi internal dan mekanisme organisasi yang berlaku. (Reno)

Video: Aceh Tengah Darurat Bencana, 9 Warga Meninggal Akibat Banjir dan Longsor

By On Senin, Desember 01, 2025


JAKARTA, KabarViral79.Com Bupati Aceh Tengah Haili Yoga telah menetapkan status darurat bencana banjir dan longsor untuk kabupaten setempat dan hingga saat ini sembilan warganya dilaporkan meninggal dunia tertimbun longsor.

Pernyataan itu diumumkan Bupati Haili Yoga lewat akun media sosial TikTok resmi Aceh Tengah _Bup_Wabup, bersama unsur jajaran pemerintahan setempat, Kamis, 27 November 2025.

Ia menyebutkan sembilan warga yang meninggal dunia tersebut tiga orang berasal dari Kampung Paya Tumpi dan tiga orang asal Kampung Daling. Kemudian dua warga Kampung Kelopak Mata dan Kampung Tami Dalem, serta warga meninggal di lokasi tempat objek wisata Natural Park satu orang.

Karena itu, lanjut Haili Yoga, mengatakan pihaknya membutuhkan Presiden Prabowo melalui Gubernur Aceh dan Kepala BNPB untuk membantu penanggulangan bencana alam di Aceh Tengah, terutama terkait kebutuhan alat berat seperti alat loader, ekskavator.

Menurutnya, Aceh Tengah sudah tidak bisa lagi diakses dari jalan pertama menuju Kabupaten Bireuen karena sudah tertutup longsor, terutama di daerah Merie Satu Satu, Jamur Ujung berdekatan dengan Bener Meriah. Kemudian kawasan Gunung Salak menuju Aceh Utara juga tidak bisa dilewati.

Selanjutnya dari Takengon - Blangkejeren (Gayo Lues) juga terjadi longsor di wilayah Isak Aceh Tengah juga tidak bisa lewat.

Lalu, di Nagaraya, Payekolak, Beutong, dan Genting di Nagan Raya. Berikutnya, dari Takengon menuju Kabupaten Pidie di wilayah Rusep dan Pame Aceh Tengah juga terjadi longsor. (*/red)

Akses Bireuen–Takengon Lumpuh Total: Banjir Bandang dan Longsor Isolasi Aceh Tengah, Ribuan Warga Mengungsi

By On Senin, Desember 01, 2025

Ruas jalan Bireuen-Takengon di KM 17 Juli Bireuen mengalami kerusakan berat. Sejauh ini akses jalan ke arah Bener Meriah dan Takengon lumpuh total. 

BIREUEN, KabarViral79.Com Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Bener Meriah dan Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, sejak Selasa malam, 25 November 2025, menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur, khususnya ruas jalan dan jembatan penghubung antara Bireuen–Takengon. Hingga Sabtu, 29 November 2025, kondisi semakin memburuk.

Bencana alam yang dipicu cuaca ekstrem tersebut membuat akses utama dari berbagai arah lumpuh total. Material longsor menutup badan jalan, sementara beberapa jembatan strategis dilaporkan putus.

Personel Kepolisian diterjunkan ke seluruh titik rawan untuk membantu evakuasi warga, pengaturan arus lalu lintas, hingga membuka akses yang tertimbun bersama BPBD, TNI, dan instansi terkait.

Di tempat terpisah, Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H mengatakan, seluruh jajaran Polres dan Polsek berada dalam status siaga penuh. 

"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, serta instansi terkait untuk mempercepat penanganan di lapangan," ujarnya.

Kerusakan Parah pada Jalan dan Jembatan

Dampak paling dirasakan terjadi di jalur Bireuen–Takengon. Dari arah Bireuen dilaporkan jembatan Rangka Baja Teupi Mane, Kecamatan Juli, Bireuen, putus total.

Selian itu, jembatan rangka baja di kawasan Enang-Enang Bener Meriah dan jembatan Tangga Besi juga mengalami kerusakan parah sehingga tidak dapat dilalui kendaraan dari dua arah.

Kondisi ini membuat Aceh Tengah praktis terisolasi dari jalur utama Takengon–Bireuen, Takengon–Gayo Lues, dan Takengon–Nagan Raya. Beberapa kecamatan hingga kini masih terputus akses menuju pusat kota.

Jembatan Tangga besi, yang menghubungkan jalan Bener Meriah dan Takengon Aceh Tengah ikut putus dan tak bisa dilintasi. 

Korban dan Kerusakan Meluas

Data sementara pada Kamis, 27 November 2025, mencatat 14 orang meninggal dunia, ratusan rumah rusak maupun tertimbun, puluhan jembatan putus, serta ratusan titik jalan tak bisa dilewati.

Kerusakan juga menimpa fasilitas umum seperti sekolah, sarana air bersih, drainase, serta area pertanian.

Sebanyak 3.213 warga telah mengungsi ke masjid, meunasah, sekolah, hingga gedung serbaguna.

Kecamatan Bintang menjadi wilayah paling parah dengan lebih dari 2.000 KK tercatat meninggalkan rumah.

Adapun 14 kecamatan terdampak meliputi: Bebesen, Bies, Bintang, Celala, Kebayakan, Ketol, Kute Panang, Linge, Lut Tawar, Pegasing, Silih Nara, Rusip Antara, dan Atu Lintang.

Stok Sembako Menipis, BBM Habis, Listrik Padam

Isolasi jalur utama berdampak serius pada kebutuhan harian masyarakat. Di sejumlah titik, stok sembako dilaporkan menipis, SPBU mulai kehabisan BBM, dan listrik PLN padam di seluruh Aceh Tengah. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan krisis bantuan bila akses tak segera terbuka.

Pemerintah daerah dan aparat gabungan kini fokus pada pembukaan jalur darurat dan penyaluran logistik bagi warga terdampak. (Joniful Bahri)

Pelantikan Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Jakarta

By On Minggu, November 30, 2025

 


Jakarta, KabarViral79.Com - Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Jakarta menggelar pelantikan pengurus baru yang berlangsung di Hotel Grandhika, Jakarta. Pada acara tersebut, Heryanto resmi dilantik sebagai Ketua AMKI Jakarta untuk periode 2025-2030, Sabtu, 29 November 2025.

Pelantikan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari berbagai sektor media, pejabat pemerintahan baik Kementerian PUPR maupun perwakilan Pemprov DKI Jakarta, Kabag Mitra Karopenmas Divisi Humas Polri dan anggota AMKI yang datang dari berbagai daerah di Jakarta.

Dalam acara yang dihadiri lebih dari 100 undangan, para peserta juga menyaksikan pelantikan pengurus baru yang bertujuan untuk memperkuat peran media dalam menghadapi tantangan perkembangan industri media yang semakin pesat.

Dalam pidatonya, Heryanto menyampaikan komitmennya untuk mengoptimalkan peran AMKI dalam menciptakan ekosistem media yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.

Sebagai Ketua AMKI Jakarta, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam menghadapi tantangan industri media yang terus berkembang, terutama dalam era konvergensi media.

“AMKI harus menjadi wadah yang tidak hanya menghubungkan media konvensional dan digital, tetapi juga memperkuat sinergi antar media, pemerintah, dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang solid, kita bisa menghadapai tantangan besar yang ada di industri media dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa,” ujar Heryanto dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua Umum AMKI Pusat, Tundra Meliala yang hadir dalam acara pelantikan ini, mengungkapkan rasa optimisme atas terpilihnya Heryanto sebagai ketua baru AMKI Jakarta.

Dalam pesannya, ia mengingatkan, tentang pentingnya media konvergensi dalam mengintegrasikan berbagai platform komunikasi yang ada, termasuk televisi, radio, media cetak, dan digital, agar dapat memberikan informasi yang lebih cepat, akurat, dan bermanfaat bagi publik.

“Peran AMKI sangat penting dalam mendorong media untuk tetap relevan di tengah perubahan teknologi dan kebiasaan konsumen yang semakin dinamis. Kami berharap, Heryanto bersama jajaran pengurus AMKI Jakarta dapat menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan inovasi,” tambahnya.

Dengan dilantiknya pengurus baru AMKI Jakarta, banyak pihak berharap agar AMKI dapat terus berperan aktif dalam mengedukasi publik tentang pentingnya media yang berkualitas serta menjaga independensi dan etika jurnalistik.

Selain itu, diharapkan pula agar AMKI dapat memperkuat posisi media konvergensi sebagai garda terdepan dalam menyajikan informasi yang akurat dan dapat dipercaya, terutama di era digital yang serba cepat ini.

Sebagai ketua baru, Heryanto berjanji untuk terus memperjuangkan kepentingan anggota AMKI, memfasilitasi peningkatan kualitas media, serta membangun jaringan yang lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan dalam industri media.

Dalam acara pelantikan AMKI Jakarta beberapa sponsor ikut mendukung terlaksananya acara tersebut, diantaranya Pegadaian, J&T Cargo, Dharma Jaya, PUPR, SHARP, Sucofindo, Kokola, Frisian Flag, Dompet Dhuafa, Ancol dan beberapa pihak lainnya.

Pelantikan AMKI Jakarta ini diakhiri dengan ramah tamah dan diskusi tentang langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk meningkatkan peran media konvergensi di Indonesia. Dengan semangat baru yang dibawa oleh kepengurusan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Program Bantuan Pangan Tercoreng: PPWI Soroti Lemahnya Pengawasan Bulog Lebak

By On Minggu, November 30, 2025



LEBAK, KabarViral79.Com – Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Lebak melayangkan kritik keras kepada Perum Bulog Lebak terkait buruknya kualitas beras Bantuan Pangan Pemerintah (BPP) pagu Oktober–November 2025 yang diterima oleh ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah Lebak Selatan.

Melalui kajian resmi dan permintaan klarifikasi yang dikirim kepada Bulog Lebak, PPWI menilai adanya indikasi kegagalan pengawasan mutu dalam penyaluran bantuan beras dan minyak goreng yang seharusnya menjadi penopang ketahanan pangan masyarakat kurang mampu.

Dari informasi yang dihimpun wartawan di sejumlah desa seperti Ciparahu, Cimancak Bayah, hingga Bayah Timur, KPM mengaku menerima beras dalam kondisi yang jauh dari layak konsumsi. Selain berwarna kuning dan penuh dedak, warga juga menemukan batu-batu kecil di dalam karung beras. Bahkan, saat dimasak, nasi terasa pera dan mengeluarkan aroma apek.

“Iya nih berasnya kuning, kotor, seperti banyak dedak, apek lagi,” ujar Ani, warga Desa Ciparahu, kepada wartawan.

Keluhan senada disampaikan Ujang, warga Desa Cimancak, Kecamatan Bayah. “Berasnya kuning, setelah dimasak pera,” ucapnya.

Di Desa Bayah Timur, seorang KPM bernama Mia berharap pemerintah memberikan bantuan yang layak. “Beras itu bersumber dari anggaran negara. Mestinya yang diberikan beras bagus. Kami bukan tidak bersyukur, tapi seharusnya yang layak,” ungkapnya.

Kesamaan keluhan dari berbagai desa menunjukkan bahwa persoalan ini bukan insiden kecil, melainkan masalah sistemik dalam tata kelola stok dan distribusi barang.

Ketua PPWI Lebak menegaskan bahwa program Bantuan Pangan Pemerintah memiliki tujuan yang sangat mulia—mengurangi beban masyarakat, menekan angka stunting, mengatasi kerawanan pangan, dan menjaga stabilitas harga. Namun, kata dia, “Program yang bagus bisa terlihat buruk jika pengelola di lapangan lalai dan tidak menjalankan SOP dengan penuh tanggung jawab.”

Dalam kajian yang disampaikan PPWI, ditemukan beberapa dugaan penyebab menyebarnya beras berkualitas buruk, di antaranya:

Pengawasan mutu atau Quality Control (QC) yang lemah

Kemungkinan bercampurnya stok lama dan baru

Penyimpanan yang tidak memenuhi standar

Minimnya verifikasi kualitas sebelum distribusi

Ketiadaan respons cepat ketika wartawan meminta penjelasan

“Sikap tidak ada jawaban dari pihak Bulog membuat keresahan semakin besar. Publik butuh transparansi,” tegas PPWI.

Sebagai tindak lanjut, PPWI Lebak mengirimkan surat resmi kepada Kepala Perum Bulog Cabang Lebak. Dalam surat itu, PPWI meminta klarifikasi mengenai:

1. Prosedur Quality Control beras pagu Oktober–November 2025

2. Asal gudang dan rotasi stok

3. Alasan beras rusak bisa lolos ke tangan KPM

4. Rencana penarikan (recall) dan penggantian beras tidak layak

5. Langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak berulang

PPWI juga meminta Bulog Lebak bersedia menggelar audiensi resmi untuk membuka data, menjelaskan persoalan, dan mencari solusi perbaikan.

Dalam kajiannya, PPWI merekomendasikan agar Bulog Lebak segera melakukan:

Pemeriksaan ulang seluruh stok beras bantuan

Penarikan (recall) beras yang rusak atau tidak layak konsumsi

Audit internal terhadap gudang dan alur distribusi

Peningkatan SOP pengawasan mutu

Keterbukaan informasi ke publik

“Beras bantuan adalah wajah negara. Tidak pantas masyarakat kecil menerima beras kuning, apek, dan bercampur batu. Ini bukan soal tidak bersyukur, tapi soal kelayakan dan tanggung jawab pengelola program,” ujar PPWI Lebak dalam kajiannya.

Hingga berita ini diterbitkan, wartawan KabarViral79.Com belum menerima konfirmasi resmi dari perwakilan Perum Bulog Cabang Lebak terkait temuan dan rekomendasi PPWI tersebut.

Sikap diam Bulog dinilai dapat memperlebar ketidakpercayaan masyarakat terhadap program bantuan pangan yang seharusnya menjadi instrumen perlindungan sosial.

(Tim/Red)

KPM Lebak Keluhkan Bansos Beras Bulog 20 Gg Bercanpur Warna Kuning

By On Minggu, November 30, 2025

 


LEBAK, KabarViral79.Com - Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) penerima bansos beras dan minyak goreng keluhkan kondisi beras yang kuning, dan ditemukan batu-batu kecil. Selain itu, setelah di masak, rasa nasinya pera dan mengeluarkan aroma apek.

Bantuan beras dan minyak goreng yang disalurkan Perum Bulog ini untuk pagu bulan Oktober dan November 2025. Setiap KPM mendapatkan 20 kg beras dengan kualitas medium dan minyak goreng kemasan sebanyak 4 liter.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan dari beberapa desa di Lebak Selatan, kondisi beras yang diterima KPM hampir sama, yaitu banyak ditemukan bulir kuning, ada batu-batu kecil, rasanya pera dan aroma nasinya apek.

“Iya nih berasnya kuning, kotor, seperti banyak dedak, apek lagi,” ujar Ani, KPM di Desa Ciparahu.

“Berasnya kuning, setelah di masak pera” ujar Ujang, KPM di Desa Cimancak, Kecamatan Bayah.

“Beras yang diberikan itu bersumber dari anggaran negara. Meskinya memberikan bantuan beras yang bagus,’ ujar Mia, KPM di Desa Bayah Timur.

“Kami bukan tidak bersukur atas bantuan ini, namun meskinya pemerintah memberikan bantuan beras yang bagus,” ungkap Mia.

Untuk diketahui, bantuan ini merupakan bagian dari program penguatan ketahanan pangan nasional yang dikawal oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan disalurkan melalui Perum Bulog.

Bantuan pangan yang diberikan oleh pemerintah untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam upaya untuk mengurangi beban pengeluaran penerima, sekaligus sebagai upaya dalam mengentaskan kemiskinan, penanganan kerawanan pangan, menanggulangi kekurangan pangan dan gizi, menurunkan stunting, mengendalikan gejolak harga pangan dan inflasi, serta melindungi produsen dan konsumen.

Sementara, Wahyu, petugas dari Perum Bulog Lebak, ketika di minta tanggapan tidak memberikan respons.

(Cup/Red)