-->
BREAKING NEWS

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

50 Ekor Gajah Liar Kepung Tujuh Kampung di Pintu Rime Gayo, Aktivitas Warga Lumpuh

By On Minggu, November 08, 2026

50 ekor gajah liar dilaporkan masih berkeliaran dan mengepung kawasan permukiman serta perkebunan warga di Pintu Rime Gayo, Bener Meriah sejak Rabu kemarin, 04 November 2026. 

BENER MERIAH, KabarViral79.Com – Sebanyak 50 ekor gajah liar dilaporkan masih berkeliaran dan mengepung kawasan permukiman serta perkebunan warga di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah sejak Rabu kemarin, 04 November 2026. 

Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, kawanan satwa dilindungi tersebut tersebar di tujuh kampung. 

Keberadaan puluhan gajah itu menimbulkan keresahan masyarakat dan berdampak terhadap aktivitas ekonomi, terutama para petani yang tidak berani beraktivitas di kebun. 

Kepala Pelaksana BPBD Bener Meriah, Ilham Abdi S.STP, MAP menegaskan bahwa kondisi di lapangan sudah memerlukan penanganan dan intervensi khusus secara lintas sektor. 

50 ekor gajah liar dilaporkan masih berkeliaran dan mengepung kawasan permukiman serta perkebunan warga di Pintu Rime Gayo, Bener Meriah sejak Rabu kemarin, 04 November 2026. 

BPBD Bener Meriah turut mengingatkan warga agar tidak mendekati, mengejar, mengepung, ataupun melakukan tindakan provokatif terhadap kawanan gajah. Langkah tersebut dinilai berisiko memancing agresivitas satwa dan membahayakan keselamatan manusia. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah juga mendorong keterlibatan pemerintah pusat dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah konkret dalam menangani konflik gajah dan manusia yang terus berulang. 

"Penanganan jangka panjang dinilai mendesak, bukan hanya untuk melindungi keselamatan masyarakat dan menjaga sumber penghidupan petani, tetapi juga memastikan kelestarian habitat gajah sebagai satwa yang dilindungi," katanya. 

Konflik antara manusia dan satwa liar tersebut kini menjadi persoalan serius yang membutuhkan solusi bersama agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman tanpa mengancam keberlangsungan hidup satwa dilindungi di Aceh. (Joniful Bahri)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »