-->

Berita Terbaru

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Industri Kesehatan Menuju Era Digital, EMC Healthcare Perkenalkan InterSystems TrakCare untuk Tingkatkan Layanan Pasien

By On Senin, November 18, 2024


EMC Healthcare mendigitalisasi catatan medis dan proses di delapan rumah sakitnya di Indonesia, mengirimkan semua data yang diperlukan ke SATUSEHAT

JAKARTA, KabarViral79.Com – InterSystems, penyedia teknologi data inovatif yang memudahkan pelanggan menangani masalah skalabilitas, interoperabilitas, dan kecepatan, mengumumkan bahwa EMC Healthcare, anak perusahaan dari EMTEK Group, telah berhasil menerapkan sistem informasi kesehatan terpadu, InterSystems TrakCare®, di delapan rumah sakit.

Hal yang menarik, tujuh dari rumah sakit tersebut meluncurkan sistem tersebut dalam waktu 18 bulan setelah peluncuran di rumah sakit pertama.

Sistem catatan medis elektronik (EMR) yang terpusat ini diimplementasikan di Rumah Sakit Alam Sutera, EMC Tangerang, Grha Kedoya, EMC Pulomas, EMC Sentul, EMC Cikarang, EMC Pekayon, dan EMC Cibitung.

Investasi digital ini bertujuan memberikan pengalaman perawatan lebih baik berkelas dunia bagi pasien sekaligus meningkatkan efisiensi operasional rumah sakit.

Dengan TrakCare, catatan medis pasien dapat diakses dengan cepat dan aman oleh tenaga medis yang berwenang. Hasilnya, sistem ini mengurangi risiko kesalahan atau keterlambatan dalam proses penerimaan, laboratorium, radiologi, apotek, dan departemen bedah karena semuanya terintegrasi dalam satu sistem yang sama.

Informasi penting seperti alergi dan pengobatan pasien kini mudah dicatat dan diakses, serta terdapat dukungan keputusan klinis untuk mengurangi kemungkinan kesalahan dalam pemberian resep. Sistem identifikasi pasien dan obat menggunakan barcode juga membantu meminimalkan kesalahan.

Keunggulan interoperabilitas TrakCare memungkinkan EMC mengintegrasikan sistem informasi kesehatan dengan sistem lainnya sehingga memberikan pengelolaan perawatan dan operasional yang lebih efisien.

Sebagai contoh, pencatatan otomatis tanda vital pasien yang terintegrasi dalam sistem EMR ini terbukti meningkatkan keselamatan pasien.

EMC Healthcare juga menyadari pentingnya mematuhi regulasi pemerintah terkait interoperabilitas data kesehatan. Sistem TrakCare mendukung kepatuhan terhadap mandat pemerintah Indonesia yang mengharuskan fasilitas kesehatan mengadopsi EMR dan terintegrasi dengan platform SATUSEHAT dari Kementerian Kesehatan. InterSystems membantu EMC dalam mengirimkan semua data yang diperlukan ke SATUSEHAT menggunakan standar berbagi data kesehatan HL7® FHIR®.

Direktur TI di EMC Healthcare, Wildan Djohany mengatakan, transformasi digital ini memberi pengalaman pasien yang lebih baik.

“Sekarang, EMC Healthcare menawarkan perjalanan pasien yang sepenuhnya digital. Pasien dapat membuat janji melalui WhatsApp yang langsung terhubung dengan EMR TrakCare, memeriksa ketersediaan dokter, dan menerima barcode untuk proses pendaftaran saat tiba di rumah sakit. Selain itu, pasien juga mendapatkan notifikasi WhatsApp untuk mengingatkan janji temu dan mempercepat layanan di apotek,” ujarnya.

Dengan layanan sepenuhnya digital, pasien tidak hanya merasakan kemudahan, tetapi juga menciptakan proses yang lebih efisien di seluruh rumah sakit. Grup rumah sakit swasta ini mengharapkan peningkatan efisiensi karena standar proses yang kini didukung oleh teknologi digital.

“TrakCare memungkinkan kami untuk memiliki proses yang lebih terstandarisasi dan efisien. Tim medis kami kini lebih terbuka terhadap digitalisasi. Mereka mengerti bagaimana menyederhanakan proses dan informasi pasien yang tercatat menjadi lebih terstruktur dan mudah diakses,” ungkap Djohany.

EMC Healthcare juga meluncurkan aplikasi mobile yang memanfaatkan API TrakCare, memungkinkan pasien mengakses informasi EMR seperti hasil tes, janji temu, dan pendaftaran.

Aplikasi ini akan terus dikembangkan untuk memberikan lebih banyak layanan, termasuk panggilan ambulans dan pelacakan lokasi serta waktu kedatangannya.

Saat ini, beberapa rumah sakit EMC Healthcare sedang menjalani akreditasi dari Joint Commission International (JCI), dengan tiga di antaranya sudah berhasil mendapatkannya.

JCI adalah lembaga terkemuka yang memberikan akreditasi pada layanan kesehatan dengan penilaian objektif terhadap kualitas, perawatan, dan keselamatan pasien. InterSystems juga diakui oleh HIMSS sebagai Mitra Teknologi Kesehatan Digital (DHTPP), membantu EMC mencapai akreditasi EMRAM untuk Rumah Sakit Grha Kedoya.

Direktur Utama InterSystems untuk Asia Pasifik, Luciano Brustia mengaku, bermitra dengan EMC Healthcare telah memberikan InterSystems pengalaman luar biasa dalam inovasi teknologi digital.

“Kecepatan peluncuran sistem kami di setiap rumah sakit mencerminkan standar kelas dunia dan berperan besar dalam pertumbuhan EMC Healthcare yang pesat. Kami sangat terkesan dengan komitmen semua pihak, mulai dari eksekutif hingga staf di lapangan, yang bekerja sama dengan InterSystems sebagai satu tim,” pungkasnya.

Tentang EMC Healthcare

Beroperasi di bawah PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME), EMC Healthcare terdiri dari delapan rumah sakit yang menyediakan layanan kesehatan yang unggul dan dapat diandalkan: 

Rumah Sakit EMC Alam Sutera, yang didirikan pada tahun 2007 di Alam Sutera, Tangerang Selatan, Banten;

Rumah Sakit EMC Cibitung, yang didirikan pada tahun 2015 di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi;

Rumah Sakit EMC Cikarang, yang didirikan pada tahun 2016 di Cibarusah Selatan, Kabupaten Bekasi;

Rumah Sakit EMC Pekayon, yang didirikan pada tahun 2018 di Pekayon Jaya, Kota Bekasi;

Rumah Sakit EMC Pulomas, yang didirikan pada tahun 1972 di Kayu Putih, Jakarta Timur;

Rumah Sakit EMC Tangerang, yang didirikan pada tahun 1991 di Tangerang, Banten;

Rumah Sakit EMC Sentul, yang didirikan pada tahun 2013, terletak di Sentul City, Bogor; dan

Rumah Sakit Grha Kedoya, yang didirikan pada tahun 2010, terletak di Kedoya, Jakarta Barat.

Melalui rumah sakit ini dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, EMC Healthcare berkomitmen untuk memperluas jangkauannya guna memenuhi kebutuhan masyarakat dengan layanan kesehatan berkualitas yang mengutamakan pasien. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi EMC.id.

Tentang InterSystems

Didirikan pada tahun 1978, InterSystems adalah penyedia terkemuka solusi generasi berikutnya untuk transformasi digital di enterprise di sektor kesehatan, keuangan, manufaktur, dan rantai pasokan.

Platform data yang mengedepankan cloud-nya memecahkan masalah interoperabilitas, kecepatan, dan skalabilitas untuk organisasi besar di seluruh dunia. InterSystems berkomitmen terhadap keunggulan melalui dukungan 24×7 yang pemenang penghargaan bagi pelanggan dan mitra di lebih dari 80 negara.

Dimiliki secara pribadi dan berkantor pusat di Cambridge, Massachusetts, InterSystems memiliki 36 kantor di 25 negara di seluruh dunia. 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi InterSystems.com.


(*/red)

RSDP Serang Lakukan Penyesuaian Tarif Layanan Kesehatan

By On Senin, Januari 01, 2024


SERANG, KabarViral79.Com - Rumah Sakit Umum Daerah dr Dradjat Prawiranegara (RSDP) Kabupaten Serang melakukan penyesuaian tarif pelayanan kesehatan untuk pasien, dengan kenaikan tarif retribusi sekira 30 sampai 40 persen.

Kenaikan seiring diterbitkannya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2023 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, selain untuk mengimbangi kenaikan biaya operasional di rumah sakit.

Direktur RSDP, drg Agus Sukmayadi mengatakan, sudah 10 tahun terhitung sejak 2013 RSDP belum melakukan perubahan pola tarif.

Padahal, kata Agus, melihat perkembangan rumah sakit yang sangat pesat, dimana RSDP juga sudah bisa menangani pasien yang seharusnya dirujuk ke rumah sakit rujukan di Jakarta harus ada penyesuaian tarif seiring terjadinya kenaikan biaya operasional di rumah sakit.

“Bicara pola tarif, kita sudah 10 tahun belum ada kebaikan. Padahal, sudah berapa kali UMR naik, kehidupan dasar masyarakat dan biaya transportasi juga naik, termasuk jalan tol, tapi RSDP baru akan menaikkan tarif di 2024 seiring adanya Perda Nomor 5 Tahun 2023,” ungkapnya.

Hal itu diungkapkan Agus usai acara Sosialisasi Tarif Pelayanan Kesehatan RSDP di Aula RSDP, Jalan Ki Mas Jong, Alun-alun Kota Serang pada Jumat, 29 Desember 2023. 

Acara bertemakan ‘Menuju Rumah Sakit Terbaik dengan Pelayanan Profesional dan Berkualitas di Banten’ itu dihadiri seluruh stakeholder terkait dan tokoh masyarakat Kota dan Kabupaten Serang.

Turut hadir Wakil Direktur (Wadir) Penunjang sekaligus Pelaksana Teknis (Plt) Wadir Administrasi dan Keuangan RSDP, Mujiati Erianis dan Plt Wadir Pelayanan RSDP dr Efrizal.

Oleh karena itu, kata Agus, pihaknya harus memberikan pemahaman kepada masyarakat pengguna jasa RSDP agar dapat memaklumi dengan adanya biaya operasional di rumah sakit yang meningkat tajam, dimana pihaknya juga terus meningkatkan sarana prasarana untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dan pengembangan rumah sakit.

“Makanya, masyarakat harus memahami kenapa rumah sakit menaikkan tarif, itu dalam rangka meningkatkan mutu layanan kesehatan yang juga dalam rangka pemenuhan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026,” terang mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang ini.

Agus memastikan, jika pihaknya sudah menyusun pola tarif sejak Maret dan melakukan beberapa kajian, dimana kenaikan tarif untuk menyesuaikan dengan tingginya biaya operasional sarana penunjang, obat, dan lainnya dengan melihat juga kemampuan dari masyarakat dan membandingkan dengan rumah sakit lainnya.

Agus pun meminta, rencana penyesuaian tarif rumah sakit bisa tersampaikan kepada masyarakat.

Agus juga mendorong masyarakat menjadi peserta asuransi kesehatan seperti Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan maupun asuransi kesehatan lainnya agar pasien, khususnya pasien rujukan tidak mendapat kendala pembiayaan ke depan karena sudah melalui mekanisme pembiayaan asuransi.

“Jadi, penyesuaian pola tarif ini akan berlaku per 1 Januari 2024. Kenaikannya di angka sekitar 30 sampai 40 persen dan segera disampaikan kepada seluruh masyarakat, unit layanan kesehatan maupun media massa dan media sosial lainnya,” ujarnya.

Dengan adanya pemberlakuan penyesuaian tarif, lanjut Agus, RSDP dengan motto Ramah Cepat Tanggap dan Ikhlas (RCTI) akan terus meningkatkan mutu layanan dan pengembangan sarana prasarana rumah sakit agar semakin memadai.

Apalagi, RSDP sudah menjadi rumah sakit rujukan di Banten karena sudah mempunyai semua fasilitas untuk penanganan pasien yang seharusnya dirujuk ke rumah sakit rujukan di Jakarta.

“Kami berharap, masyarakat ketika mengakses layanan tidak kaget dengan adanya penyesuaian tarif ini, sehingga tidak menjadi kendala,” harapnya.

Oleh karena itu, Agus meminta Camat, Lurah dan Kades bisa menyampaikan informasi tentang kenaikan tarif retribusi layanan kesehatan RSDP yang berlaku per 1 Januari 2024 ini kepada masyarakat.

“Kewajiban kami memasang maklumat pelayanan, tidak hanya janji layanan RCTI, tapi juga bagaimana memberikan pelayanan kesehatan yang terjamin dan sesuai standar pelayanan kesehatan,” tuturnya. (*/red)

Kadinkes Aceh: Pembangunan RS Regional Bireuen Telan Anggaran Rp 300 Miliar

By On Rabu, Oktober 13, 2021

Tgk. H. Nuruzzahri Samalanga, Abon Muhammad Cot Tarom, Bupati Bireuen Muzakkar A Gani, Ketua DPRK Bireuen, Kapolres Bireuen melakukan prosesi tepungtawari (Peusijuk) dan peletakan batu pertama Rumah Sakit Regional Bireuen, di Cot Buket, Peusangan. 

BIREUEN, KabarViral79.Com – Pembangunan Rumah Sakit Regional dr Fauziah Bireuen yang segera dibangun ini akan menelan anggaran sebesar Rp 300 miliar. Sementara untuk tahap awal akan disalurkan 10 persen yakni sebesar Rp 30 milyar.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Aceh, dr Hanif pada acara peletakan batu pertama disertai tepungtawari (Peusijuk) pembangunan Rumah Sakit Regional Bireuen di Cot Buket, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Rabu, 13 Oktober 2021.

“Untuk mengujudkan hal ini, maka pemerintah daerah diharapkan dapat merampungkan sejumlah sarana  pendukung, baik sarana jalan, air bersih maupun jaringan listrik, sehingga sarana penunjang pembangunan Rumah Sakit ini berjalan maksimal,” ucap dr. Hanif.

Prosesi tepungtawari (Peusijuk) dan peletakan batu pertama Rumah Sakit tersebut dilakukan Tgk. H. Nuruzzahri atau sering disapa Waled Nu, Abon Muhammad Cot Tarom, Bupati Bireuen Dr. H. Muzakkar A Gani, Ketua DPRK Bireuen, Kapolres Bireuen dan unsur Forkopimda.

Sebelumnya, Bupati Bireuen serta pejabat terkait lainnya ikut menyantuni puluhan anak yatim dari desa Cot Buket, Peusangan.

Di kesimpatan itu, Bupati Bireuen, Muzakkar A Gani menyebutkan, pembangunan Rumah Sakit Regional ini butuh kerja sama antara pemerintah setempat dan masyarakat Gampong Cot Buket. 

Muzakkar A Gani mengatakan, gagasan untuk pembangunaan Rumah Sakit Regional ini datangnya dari berbagai kalangan, dan mendapat respon positif sehingga disepakati membangun RS Regional, salah satunya di Bireuen.

Menurutnya, untuk merintis Rumah Sakit ini sangat panjang, sehingga terwujud hari ini dengan dilakukan peletakan batu pertama dimulainya pembangunan fisik.

“Jadi Rumah Sakit ini milik kita bersama. Untuk itu mari sama-sama kita dukung untuk kelancaran pembangunannya, sehingga kehadiran Rumah Sakit ini dapat membantu masyarakat, terutama pelayanan bidang kesehatan,” kata Muzakkar.

Informasi lain, Rumah Sakit Regional Bireuen awalnya direncanakan dibangun pada Tahun 2014 silam, namun sempat terkendala terkait pembebasan tanah yang belum terselesaikan.

Bahkan Keuchik Gampong Cot Buket, T Iskandar mengakui, sejauh pembebasan areal lahan belum diselesaikan, dan diharapkan pemerintah segera melunasi untuk tahap kedua ini.

“Kalau untuk pembanguan Rumah Sakait ini tetap kami dukung penuh, tetapi kami sangat berharap pemerintah segera melakukan pembebasan tanah yang belum selesai dibayar,” ujar T Iskandar. 

“Lalu sarana jalan dapat dilaksanakan sehingga memudahkan akses ke Rumah Sakit dan tidak terganggu dengan masyarakat yang ikut mengguna jalan utama,” imbuh Keuchik Gampong Cot Buket. (Joniful)

Hak Pasien yang Diabaikan, Pasien RS Adjidarmo Keluhkan Atas Dugaan Pelayanan Perawatan Kurang Baik

By On Jumat, Desember 05, 2025

 


Lebak, KabarViral79.Com – Soal keluhan warga masyarakat Lebak terkait pelayanan Rumah Sakit Adjidarmo Rangkasbitung, Kabupaten Lebak menjadi sorotan publik. Pasalnya, salah seorang yang bernama Nani Wijaya Pasien yang di rawat di Rumah Sakit Adjidarmo mengeluhkan terkait pelayanannya, Jum’at (5/12/2025).

Nanik Wijaya kampung Solear Rt.O5/01 desa Sindang Mulya, Kecamatan Maja, Lebak salah satu pasien setelah dirawat selama 3 hari pasien akan dipulangkan, setelah adanya perdebatan antara pihak keluarga dan Rumah Sakit akhirnya menjadi 4 hari dirawatnya, ujar salah satu keluarga pasien.

Padahal menurut keluarga keterangan pasien iapun belum sehat dan perlu perawatan yang intensif dan pasien pun merasa belum sehat. Alasannya jelas keluarga merasa panik karena pasien mengalami muntah darah setelah pulang dari rumah sakit.

Dan keluhan yang lain, pihak rumah sakit tidak memberikan hasil rontgen. Yang menjadi pertanyaan besar tidak adanya plastik polietilen tereftalat (PET) atau plastik film untuk rontgen dan tidak diberikan kepada keluarga pasien dengan alasan tersebut.

Yang kita ketahui pasien berhak mendapatkan salinan ringkasan rekam medis mereka, yang mencakup hasil rontgen. Rumah sakit yang tidak memberikan hasil tersebut dengan dalih apapun dapat dikenakan sanksi administratif hingga denda, karena dianggap melanggar kewajiban dan hak pasien.

Menurut hukum di Indonesia, pasien memiliki hak untuk mengakses dan memperoleh salinan ringkasan rekam medis yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan yang diterimanya. Hasil rontgen adalah bagian integral dari rekam medis pasien.

Pihak yang berhak mendapatkan ringkasan rekam medis meliputi: Pasien itu sendiri, Keluarga pasien (dalam kondisi tertentu atau dengan persetujuan pasien) dan atau orang yang diberi kuasa oleh pasien atau keluarga pasien.

Sanksi bagi Rumah Sakit yang menolak memberikan hasil rontgen atau ringkasan rekam medis kepada pasien dapat dianggap melakukan pelanggaran, yang dapat berujung pada sanksi, seperti: Teguran lisan atau tertulis, Denda, atau pencabutan perizinan rumah sakit.

Anwar Sopian Pimpinan Media Kabardaerah Group menyampaikan dasar hukum. “Kalau kita baca bahwa berdasarkan peraturan yang berlaku (misalnya, Peraturan Menteri Kesehatan No. 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis), pasien berhak atas ringkasan rekam medis.

Saat dikonfirmasi pihak rumah sakit Dr. Adjidarmo yang diwakili, dr. Anne kepala Bagian Pelayanan dan jajarannya, serta bagian perawat. Dr. Anne mengatakan, pasien dipulangkan atas dasar diagnosa para dokter dan dinyatakan sudah membaik kesehatannya jadi bisa pulang. Adapun terkait hasil rontgen iapun mohon maaf atas hal tersebut dan menjadi masukan bagi Rumah Sakit Adjidarmo.

Anwar Sopian Ketua Kabardaerah Group menegaskan ke depan meminta agar pelayanan pasien dan hak pasien agar ditingkatkan dan diberikan demi kesehatan dan kemajuan Rumah Sakit Adjidarmo kabupaten Lebak. “Kami akan melaporkan terkait keluhan ini pada Dinas, kementerian terkait dan pemangku kebijakan di kabupaten Lebak ini,” pungkas Anwar Sopian.

Kedua Kalinya, RSUD Bireuen Raih Akreditasi Lulus Tingkat Paripurna

By On Minggu, November 20, 2022

Direktur RSUD dr Fauziah, dr Amir Addani M.Kes. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen kembali lulus tingkat Paripurna setelah dilakukannya rangkaian survei oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) pusat selama tiga hari lalu.

Hal itu dikatakan Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Amir Addani, M.Kes kepada media ini, Jumat sore, 18 November 2022 kemarin terkait telah dikeluarkannya pengumumannya pada 6 November 2022 lalu.

Menurut dr Amir Addani, setelah melewati rangkaian survei KARS selama tiga hari lalu, akhirnya RSUD dr Fauziah Kabupaten Bireuen kembali meraih akreditasi tingkat Paripurna karena telah memenuhi standar yang ditetapkan.

"Alhamdulillah, akreditasi ini kedua kalinya. Selanjutnya Komisi Akreditasi Rumah Sakit akan menyerahkan sertifikat akreditasi tersebut minggu depan di Jakarta," katanya.

Diakui dr Amir Addani, sertifikat ini merupakan sebuah pengakuan resmi, kalau Rumah Sakit Umum Bireuen ini telah memenuhi standar akreditasi rumah sakit dan dinyatakan lulus.


Capaian prestasi itu, sebutnya, tentu diperoleh berkat kerja sama sekaligus kerja cerdas dari seluruh civitas di rumah sakit selama ini.

Di bagian lain, Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Amir Addani M.Kes ikut mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya civitas rumah sakit, yang ikut terlibat dan bekerja keras dalam mendukung kemajuan Rumah Sakit dr Fauziah selama ini, sehingga kembali terakreditasi tingkat paripurna.

"Kita terus berharap pelayanan yang diberikan kepada pasien ke depannya, dapat terus ditingkatkan sehingga pelayanan di rumah sakit ini berjalan dengan baik," harapnya.

Dijelaskannya, akreditasi tingkat paripurna merupakan predikat hasil penilaian tertinggi yang diberikan berdasarkan penilaian terhadap manajemen mutu dan keselamatan pasien yang diterapkan di Rumah Sakit.

"Penilaian ini meliputi ketersediaan SDM, sarana prasarana, serta proses pelayanan yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan bagi rumah sakit," ucapnya. (Joniful)

Satu Tahun Menahan Rasa Sakit Akibat Kanker di Wajahnya, Karena Minimnya Biaya Bagi Keluarga Untuk Membawa Jahudin Ke Rumah Sakit

By On Sabtu, Juni 08, 2024



LEBAK, KabarViral79.Com – Sungguh sangat menghawatirkan bagi Jahudin pekerja buruh tani asal warga Kampung Lebak Peutey RT: 02/RW:06 Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten dia menderita tumor ganas di wajahnya, yang dideritanya sudah satu tahun. Dirinya harus menahan rasa sakit. Sabtu, (8 Juni 2024).

Menurut Nunung Istri dari Jahudin kepada awak media dirinya mengatakan bahwa awal mula suaminya Jahudin(Olet) nama akrabnya, merasa ada yang aneh di hidungnya karena seperti ada daging kecil dan lama kelamaan jadi membengkak ke arah matanya.

“Ini udah hampir satu tahun suami saya sakit begini. Sudah berobat tadinya di rumah Sakit Sekarwangi Sukabumi, dan Rumah Sakit Bunut selama hampir 2 bulan, terus di pinta untuk di rujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Namun baru di periksa saja, belum dilakukan tindakan, kondisinya kini makin parah sudah sebelah mukanya di tumbuhi Tumor tersebut bahkan sudah sampe mulut,” kata Nunung.

Memang kemarin kata Nunung, waktu di Bandung ada yang bantu dari yayasan dan tinggal di rumah singgah selama satu bulan setengah, kita memang terkendala keuangan untuk melakukan operasi langsung ke rumah sakit besar. Sebab, katanya penanganannya harus di rumah sakit yang besar, kita keluarga gak ada biaya ini pun berobat di bantu anak dan sodara,” ungkapnya dengan nada sedih.

Ditempat yang sama Ade Mahroni anak dari Jahudin menambahkan.

“kami keluarga sudah berupaya membawa bapak ke Rumah Sakit, bahkan udah hampir tiga bulan ini kita membawanya dari Rumah Sakit di Sukabumi sampe ke Bandung. Namun perkembangan masih belum ada titik terang untuk operasi bapak, kemaren di Bandung satu bulan setengah dan sekarang pulang setelah dilakukan pengecekan. Katanya pulang dulu setelah dua minggu disuruh di bawa lagi ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung,” ujarnya.

“Terus terang kita juga bingung dengan biayayanya karena pengobatan tersebut memerlukan biaya cukup besar,” ucap Ade.

Dari hasil komunikasi dengan pihak keluarga dan sebelumnya meminta ijin, kami mengajak pada semua hamba Allah untuk membantu dan meringankan. Beban Jahudin untuk operasi tumornya semoga dengan bantuan kita semua bisa membantu dan menyembuhkan Jahudin.

Untuk Donasi anda bisa menghubungi

Ade Mahroni. Nomor tlp. +62 853-1029-1011

Hasan Sadeli. Nomor tlp. 081324624838

Untuk donasi silahkan ke rekening anaknya.

An. Ade Mahroni Nomor rekeningi BRI 370201008118531

Semoga penderita penyakit Tumor tersebut segera di sembuhkan dan bantuan yang di berikan di balas Allah SWT berlipat ganda. Aamiin.

(Cup/Sane)

InterSystems, Pertamedika Bali Hospital, dan T-Systems Wujudkan Rumah Sakit Pintar untuk Optimalkan Perawatan Pasien dan Operasional

By On Senin, Agustus 12, 2024


JAKARTA, KabarViral79.Com – PT Pertamedika Bali Hospital (PBH), bagian dari perusahaan PT Pertamina Bina Medika IHC yang memiliki jaringan lebih dari 36 rumah sakit, berkomitmen mewujudkan keunggulan layanan Bali International Hospital yang mencakup layanan klinis berkualitas, layanan tepat waktu dengan waktu tunggu minimal, dan kenyamanan perawatan untuk aksesibilitas pasien.

Bali International Hospital juga berkomitmen untuk menjadi rumah sakit pintar dengan mengedepankan inovasi, digitalisasi, dan kolaborasi melalui kerja sama dengan T-Systems dan InterSystems dalam menerapkan InterSystems TrakCare® di seluruh rumah sakit.

Dalam kerja sama ini, T-Systems akan memberikan pendampingan dalam penerapan dan integrasi sistem TrakCare, sedangkan InterSystems akan memberikan pelatihan mendalam serta dukungan teknis yang berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan akan memperlancar operasional rumah sakit dan meningkatkan kualitas perawatan pasien di Bali International Hospital.

InterSystems TrakCare merupakan sistem informasi kesehatan dan rekam medis elektronik (EMR) yang dirancang untuk mendukung perawatan pasien, manajemen medis, serta fungsi bisnis departemen di seluruh institusi kesehatan. Dengan TrakCare, penggunaan kertas dapat diminimalisasi, akses lebih cepat ke data klinis pasien, serta proses bisnis dan klinis meningkat dengan kualitas lebih tinggi, termasuk administrasi obat secara elektronik. Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan komunikasi dan layanan kepada pasien secara keseluruhan.

Sebagai langkah konkret, PT Pertamedika Bali Hospital dan T-Systems telah menandatangani komitmen kerja sama dengan SIMRS Bali International Hospital yang dilakukan oleh Direktur Utama PT Pertamedika Bali Hospital, Dr. Dewi Fankhuningdyah Fitriana, MPH, Direktur PT T-Systems Indonesia, Bhuvaneswari Narayanan, dan Managing Director Regional InterSystems Asia Pacific, Luciano Brustia, di Denpasar, Bali.

Luciano Brustia, Managing Director Regional Asia Pacific di InterSystems, menyatakan antusiasmenya tentang kemitraan ini.

“Kolaborasi kami dengan PT Pertamedika Bali Hospital dan T-Systems adalah momen penting dalam memajukan teknologi kesehatan di Indonesia. Keberhasilan global TrakCare dan keahlian kami akan mendorong perbaikan transformasional dalam perawatan pasien dan operasi rumah sakit,” ujar Luciano Brustia, Managing Director Regional Asia Pacific di InterSystems.

Dr. Dewi Fankhuningdyah Fitriana, MPH, Direktur Utama PT Pertamedika Bali Hospital, menyatakan kepuasan dapat bermitra dengan InterSystems dan T-Systems karena mampu meningkatkan kualitas layanan dan mengurangi waktu tunggu.

“TrakCare telah terbukti secara global dalam mendukung aliran data yang mulus untuk mencapai standar perawatan tertinggi dan memungkinkan inovasi berbasis data. Inisiatif ini mencerminkan komitmen PT Pertamedika Bali Hospital terhadap inovasi dan digitalisasi guna memberikan pengalaman pasien yang berkualitas tinggi,” tutur Dewi.


Implementasi sistem informasi digital ini dijadwalkan selesai tahun ini bertepatan dengan pembukaan besar rumah sakit. Inovasi ini dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan layanan kesehatan dan pariwisata medis bagi masyarakat Bali dan Indonesia.

Bali International Hospital berkomitmen untuk menciptakan standar baru di sektor kesehatan regional dengan mengadopsi teknologi canggih. Inisiatif ini menempatkan rumah sakit sebagai pelopor transformasi digital kesehatan, mengatasi tantangan saat ini, dan membuka peluang untuk inovasi di masa depan.

Tentang InterSystems

Didirikan pada tahun 1978, InterSystems adalah penyedia solusi generasi berikutnya untuk transformasi digital perusahaan di sektor kesehatan, keuangan, manufaktur, dan rantai pasokan. Platform data berbasis cloud-nya memecahkan masalah interoperabilitas, kecepatan, dan skalabilitas bagi organisasi besar di seluruh dunia.

InterSystems berkomitmen pada keunggulan melalui dukungan 24×7 yang memenangkan penghargaan untuk pelanggan dan mitra di lebih dari 80 negara. Berkantor pusat di Cambridge, Massachusetts, InterSystems memiliki 39 kantor di 28 negara di seluruh dunia.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi InterSystems.com/sg.

Tentang T-Systems

“Your partner with industry expertise for shaping a secure and future-proof digital world” 

T-Systems menawarkan keandalan, keamanan, dan kedaulatan model bisnis digital melalui layanan dan solusi IT menyeluruh, mendorong transformasi digital.

T-Systems berfokus pada sektor otomotif, publik, kesehatan, dan transportasi umum dengan mengembangkan solusi yang spesifik untuk setiap industri, yang dikenal sebagai aplikasi vertikal.

Dengan kehadiran di lebih dari 20 negara dan lebih dari 26 ribu karyawan (per 31 Desember 2023), T-Systems adalah salah satu penyedia layanan digital terkemuka di Eropa. Anak perusahaan Deutsche Telekom ini berkantor pusat di Jerman dan memiliki jaringan luas di Eropa serta pasar-pasar inti dan lokasi produksi strategis.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: https://www.t-systems.com/sg/en

Tentang Bali International Hospital

Bali International Hospital (BIH), yang dimiliki dan dikelola oleh IHC, dirancang sebagai destinasi utama untuk wisata medis di Indonesia. Berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan yang baru dibangun di Sanur, rumah sakit ini mencakup area seluas 67.465 meter persegi yang terdiri atas empat lantai.

Fasilitasnya meliputi 255 tempat tidur, 38 kamar perawatan intensif, delapan ruang operasi, empat laboratorium kateterisasi, dan lima pusat keunggulan dengan fasilitas diagnostik mutakhir.

BIH mengorganisasi layanannya di sekitar pusat-pusat keunggulan khusus yang fokus pada penyakit kritis seperti kardiologi, onkologi, dan neurologi, serta menawarkan layanan di bidang gastroenterologi, ortopedi, dan pemeriksaan kesehatan.

Tim medis yang terdiri atas dokter spesialis, perawat, dan staf pendukung akan memberikan layanan perawatan yang terfokus pada kebutuhan pasien. 

Selain aspek klinis, BIH juga berkomitmen untuk menciptakan lingkungan pemulihan yang nyaman, dengan sentuhan keramahan Bali.

Dikelilingi oleh area hijau, rumah sakit ini menawarkan ruang yang tenang dan menyegarkan, memberikan pengalaman penyembuhan yang holistik dan berkualitas tinggi dekat dengan pantai Sanur. Komitmen ini menegaskan dedikasi rumah sakit terhadap perawatan pasien yang holistik dan kesejahteraan mereka. (*/red)

Dari Layar ke Pasien: Lompatan Indonesia Menuju Layanan Kesehatan Berbasis AI yang Mendapat Pengakuan Global

By On Kamis, November 06, 2025


JAKARTA, KabarViral79.Com Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan InterSystems IntelliCare, sistem rekam medis elektronik (RME) berbasis AI yang membantu dokter mengurangi waktu di depan layar komputer sehingga bisa lebih fokus pada pasien.

Terobosan besar ini membuat InterSystems meraih penghargaan Indonesia Technology Innovation of the Year - Healthcare Technology dalam ajang Asian Innovation Excellence Awards 2025.

Asian Innovation Excellence Awards, yang diselenggarakan oleh Asian Business Review, memberikan penghargaan kepada inovasi yang terbukti menghasilkan dampak nyata, menjawab tantangan penting, dan mendorong kemajuan di berbagai industri.

Penghargaan untuk InterSystems dalam kategori Healthcare Technology menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan layanan dan hasil perawatan pasien melalui sistem cerdas berbasis data.

Penghargaan ini menegaskan satu hal penting bahwa teknologi kesehatan modern seharusnya melayani manusia, bukan sebaliknya.

Terlebih, banyak tenaga medis di seluruh dunia  yang terbebani oleh sistem yang rumit dan pekerjaan administratif. InterSystems berupaya mengubah kondisi itu dengan memanfaatkan AI untuk mengurangi beban administratif, sehingga dokter bisa kembali fokus pada hal yang paling penting, yaitu pasien mereka.

Sebagai penyedia teknologi data yang mengelola lebih dari satu miliar rekam medis di seluruh dunia, InterSystems meluncurkan IntelliCare pada awal tahun ini dan dengan cepat mencapai tonggak penting melalui implementasi pertamanya di dunia di EMC Healthcare, salah satu grup rumah sakit terkemuka di Indonesia.

Dibangun di atas sistem InterSystems TrakCare, yang dipercaya oleh lebih dari 600 rumah sakit global, IntelliCare adalah generasi baru dari rekam medis elektronik (RME) dengan AI sebagai inti utamanya.

Sistem ini mencakup modul AI untuk kebutuhan klinis, administrasi, manajemen pendapatan, dan departemen rumah sakit.

Dengan kemampuan AI ini, dokter bisa lebih fokus pada pasien, tim medis dapat memberikan pengalaman yang lebih baik, dan lembaga kesehatan bisa meningkatkan efisiensi operasional dan kinerja finansialnya.

Lompatan Besar Indonesia dalam Transformasi Kesehatan Digital

Sistem kesehatan Indonesia masih menghadapi tantangan umum seperti sistem rumah sakit yang terpisah-pisah, data pasien yang tidak terhubung, dan pekerjaan administratif yang menyita waktu dokter.

Di sisi lain, pemerintah sedang mempercepat inisiatif SATUSEHAT, kerangka kerja kesehatan digital nasional yang bertujuan menciptakan konektivitas antara rumah sakit, laboratorium, asuransi, dan sistem kesehatan publik.

Untuk menjembatani tantangan tersebut, InterSystems menghadirkan kombinasi teknologi yang menyatukan data demi efisiensi dan hasil perawatan yang lebih baik.

Teknologi pertama adalah IntelliCare, sistem rekam medis elektronik (RME) berbasis AI yang mengotomatiskan pencatatan medis, menyederhanakan alur kerja, dan menghemat waktu dokter.

Teknologi kedua adalah InterSystems IRIS for Health, platform data yang menjadi “mesin utama” IntelliCare dan memungkinkan pertukaran data medis secara aman antar rumah sakit, laboratorium, perusahaan asuransi, dan instansi pemerintah yang mendukung inisiatif kesehatan masyarakat di era populasi menua.

Gabungan inovasi ini menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang menerapkan sistem kesehatan berbasis AI secara nasional, sekaligus menempatkannya sebagai pemimpin kawasan dalam transformasi kesehatan digital.

Solusi kesehatan InterSystems memungkinkan data kesehatan mengalir secara aman di seluruh ekosistem rumah sakit, laboratorium, perusahaan asuransi, dan lembaga pemerintah.

Teknologi ini dipercaya oleh banyak institusi kesehatan besar di Indonesia, termasuk EMC Healthcare, Prodia, Tzu Chi Hospital, EKA Hospital, Pondok Indah Group, Asia One Healthcare, dan Bali International Hospital untuk memodernisasi layanan, meningkatkan konektivitas, dan memperbaiki hasil perawatan pasien.

Untuk memastikan implementasi sesuai dengan kondisi sistem kesehatan Indonesia, InterSystems juga bekerja sama dengan mitra lokal, seperti Zi.Care, ICS Compute, dan BitHealth.

Melalui kemitraan ini, InterSystems mendukung prioritas Kementerian Kesehatan untuk menciptakan sistem kesehatan yang saling terhubung dan berpusat pada pasien agar setiap implementasi bersifat berkelanjutan, dapat diperluas, dan berdampak jangka panjang bagi Indonesia.


Hasil Nyata dari EMC Healthcare

Sebagai rumah sakit pertama di dunia yang menggunakan IntelliCare, EMC Healthcare (bagian dari EMTEK Group) menunjukkan hasil nyata dari uji coba awal, antara lain:

Pengurangan klik hingga 75 persen (dari 8 menjadi 2) untuk mengakses hasil laboratorium sehingga mempercepat pengambilan keputusan dokter.

Tingkat kelengkapan data meningkat dari 68 persen menjadi 98 persen di seluruh jaringan rumah sakit.

Tujuh rumah sakit EMC berhasil menerapkan sistem rekam medis elektronik (RME) dalam waktu 18 bulan setelah peluncuran pertama. Salah satu penerapan tercepat di dunia.

Lebih dari 700 dokter dan tenaga medis kini menggunakan dukungan dokumentasi dan pencarian data berbasis AI IntelliCare.

“Di EMC Healthcare, kami percaya teknologi seharusnya mempermudah, bukan menghambat pekerjaan dokter. Selama ini rekam medis elektronik (RME) belum efisien karena dokter harus berpindah layar untuk mencari data, padahal inti dari pekerjaan klinis adalah melihat gambaran menyeluruh sambil tetap fokus pada pasien. Dengan AI Ambience dan AI Assistant, kesenjangan itu bisa ditutup. Dokter tetap berada di satu layar, bertanya pada AI, dan langsung mendapatkan informasi medis secara real time tanpa kehilangan fokus. Ini bukan sekadar pembaruan teknologi, melainkan wujud pemahaman kami terhadap tantangan yang dihadapi tenaga medis di lapangan, sekaligus memberi mereka ruang untuk berpikir, menilai, dan merawat pasien dengan sepenuh hati,” ujar dr. Bella Desra Andae, Chief Medical Informatics Officer, EMC Healthcare.

“Dengan AI sebagai inti, IntelliCare membantu tenaga medis menghabiskan lebih banyak waktu bersama pasien dan lebih sedikit waktu mengerjakan dokumen. Penghargaan ini membuktikan bahwa inovasi kesehatan bukan sekadar pembaruan teknologi, melainkan membuat teknologi bekerja di balik layar agar manusia tetap menjadi fokus utama,” tutur Luciano Brustia, Regional Managing Director, Asia Pacific, InterSystems.

Sebelum ada IntelliCare, dokter menghabiskan banyak waktu untuk mengetik catatan medis. Sekarang, AI mendengarkan, menulis ulang, dan belajar sehingga dokter fokus menatap pasien mereka secara langsung.

Di EMC Healthcare Jakarta, AI pada IntelliCare kini dapat merekam percakapan dokter dan pasien (dengan persetujuan), membuat catatan medis terstruktur, dan menyiapkan tagihan secara otomatis. Pasien pun pulang dengan resep dan keyakinan bahwa dokter benar-benar hadir sepenuhnya untuk mereka.

“Tujuan kami di EMC selalu menggabungkan standar medis tertinggi agar terjadi interaksi yang berkualitas antara dokter dan pasien. IntelliCare membantu kami mencapai keseimbangan itu, teknologi di belakang layer dan manusia tetap di pusatnya,” kata Jusup Halimi, President Director, EMC Healthcare.

Lebih dari Sekadar Penghargaan, Sebuah Tanggung Jawab Baru

Bagi InterSystems, penghargaan ini bukan akhir, melainkan awal dari dampak yang lebih luas. Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk:

Memperluas penerapan IntelliCare ke lebih banyak rumah sakit dan jaringan kesehatan di Indonesia.

Bekerja sama dengan pemerintah dan mitra industri untuk memperkuat ekosistem data kesehatan nasional.

Membagikan kisah sukses Indonesia kepada negara-negara Asia Pasifik lainnya yang tengah mempercepat transformasi kesehatan digital.

“Penghargaan ini tidak hanya memperkuat arah kami, tetapi juga menegaskan tanggung jawab bahwa teknologi harus terus mendukung dokter dalam memberikan perawatan terbaik kepada pasien. Ke depan, misi kami adalah memperluas manfaat ini ke lebih banyak rumah sakit dan pasien,” kata Luciano Brustia.

Tentang InterSystems

InterSystems adalah penyedia teknologi data inovatif yang menyediakan fondasi terpadu untuk aplikasi generasi berikutnya di sektor kesehatan, keuangan, manufaktur, dan rantai pasok di lebih dari 80 negara.

Platform datanya memecahkan tantangan interoperabilitas, kecepatan, dan skalabilitas bagi perusahaan besar di seluruh dunia, membuka potensi data dan membantu orang memahami data dengan cara yang imajinatif.

Didirikan pada tahun 1978 dan berkantor pusat di Boston, Massachusetts, InterSystems memiliki 38 kantor di 28 negara dan memberikan dukungan 24 jam bagi pelanggan dan mitra di seluruh dunia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.intersystems.com


(*/red)

Miris Karena Kurang Uang Dan BPJS Nonaktif Nasib Warga Miskin di Banten Tidak Bisa Pulang Habis Melahirkan

By On Minggu, Januari 17, 2021

 


SERANG, KabarViral79.Com - Miris sekali karena kurang uang Ddn BPJS Nonaktif nasib warga miskin seperti yang dialami Jumriah(44) warga Kesampangan RT. 06 RW 04, Desa Gelam, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang. Pasalnya setelah melahirkan ia tidak bisa pulang begitu juga bayi kembarnya karena menunggak biaya persalinanya secara cecar sebesar Rp.14,6 juta di Rumah Sakit Ibunda.

"Saya sudah lima hari berada di Rumah Sakit, saya tidak bisa pulang bersama dengan bayi kembar saya, karena saya tidak bisa melunasi biaya persalinan sebesar Rp.14,6 juta,"ungkap Jumriah kepada Wartawan dengan mata berkaca - kaca. Sabtu, (16/1/2021) malam.

Jumriah menjelaskan, niat untuk membayar itu ada. Bahkan dari tunggakan sebesar Rp.17,6 juta pihaknya sudah mengangsur sebesar Rp.3.000.000. Namun karena posisinya saat ini tidak mempunyai uang lagi akhirnya pihak rumah sakit menahan dan  terpaksa harus menginap kembali di Rumah Sakit tersebut.

"Pihak Rumah Sakit sudah memperbolehkan pulang, tapi karena saya tidak mempunyai uang untuk melunasi biaya persalinan niat untuk pulang itu gagal,"katanya.

Jumriah menambahkan, suaminya saat ini tidak bekerja, sedangkan BPJS Kesehatan PBI yang diberikan oleh Pemerintah kini sudah tidak aktiv. Itu yang membuat ia dan suaminya menjadi pusing karena tidak ada biaya untuk biaya persalinanya.

"Suami saya semenjak pandemi covid - 19, kadang kerja kadang tidak di tambah BPJS Kesehatan PBI yang diberikan oleh pemerintah sudah tidak aktiv, saya bingung harus berbuat apa untuk melunaskan biaya persalinan ini,"isak Jumriah.

Ditempat yang sama Jumadi(18) putra sulung dari Jumriah mengaku sudah berupaya melakukan mediasi ke pihak Rumah Sakit. Namun upaya itu tidak ada titik temu karena pihak rumah sakit meminta agar melunasi biaya persalinan itu.

"Saya tidak tega melihat ibu saya, sehingga saya mendatangi pihak manajemen rumah sakit untuk bermediasi mencari solusi, tapi mediasi tersebut buntu karena rumah sakit

tetap mengharuskan untuk tetap melunasi biaya itu atau memberikan jaminan kepadanya berupa surat kendaraan dan unitnya, saya jadi bingung mas, sebab kalau motor itu jadi jaminan saya nanti bekerja pakai apa, karena motor itu satu - satunya kendaraan untuk mengais rejeki buat saya,"katanya.

"Saya berharap pihak rumah sakit tergugah hatinya dan segera memperbolehkan orang tua saya pulang dengan jaminan STNK saja jangan unitnya, karena kalau unitnya sebagai jaminan saya tidak bisa mencari uang untuk membayar tunggakan itu,"tukasnya

saat di konfirmasi Pihak RS. Ibunda melalui pesan whatsapp mengatakan bahwa sepengetahuannya belum bisa bayar, dan bilang nanti pada jam kerja dikarenakan lagi ada kegiatan pengajian.

"waalaikum salam setahu saya belum bisa bayar, nanti pada jam kerja, saya lagi ada pengajian" jelasnya

Saat tim Media  mencoba konfirmasi dengan kepala dinas kesehatan provinsi, kami (red) belum bisa mendapatkan keterangan sampai berita ini ditayangkan. (Rudi/red).

Danrem 064/MY Hadiri HUT Rumkit Kencana Serang

By On Rabu, Oktober 28, 2020

SERANG, KabarViral79.Com – Rumah Sakit DKT-Kencana merupakan Rumah Sakit milik TNI AD (Angkatan Darat) yang telah beroperasi sejak tahun 1945, yang awalnya hanya melayani rawat jalan saja namun seiring berjalannya waktu sekitar tahun 70an Rumah Sakit Kencana berkembang dengan adanya tambahan rawat inap yang terbatas. 

Rumah Sakit Kencana dapat berkembang seperti sekarang ini berkat jasa para pahlawan yang berjuang untuk mengembangkan Rumah Sakit DKT-Kencana. 

Dalam rangka memperingati hari jadi Rumah Sakit Kencana ke-27, merupakan langkah untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi ke depannya dan berkompetensi dalam mengoptimalkan pelayanan kesehatan terbaik.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kakesdam III/Siliwangi Brigjen TNI dr. Purwo, Danrem 064/MY Brigjen TNI Gumuruh Winardjatmiko, serta para tamu undangan lainnya menjadikan momentum ini sebagai ajang untuk memperkuat silaturahmi, Selasa, 27 Oktober 2020.

Kaskesdam III/Siliwangi, Brigjen TNI dr. Purwo menyampaikan, ada dua komponen sebagai penunjang Rumah Sakit Kencana agar tetap dikenal di kalangan masyarakat, yaitu introspeksi dan pengembangan diri.

“Dengan introspeksi itu, kita belajar dari sejarah dan belajar dari para pahlawan, bagaimana cara ‘up and down’, mengembangkan kreativitas, dan terobosan-terobosan untuk memajukan Rumah Sakit Kencana Serang,” ungkapnya.

 Brigjen TNI dr. Purwo mengungkapkan, Ia menaruh harapan besar dalam mengembangkan sarana dan prasarana ke depannya. Dengan adanya berbagai dukungan termasuk Danrem 064/Maulana Yusuf (MY) terhadap Rumah Sakit Kencana, sangat antusias dalam pengembangan berbagai sarana dan prasarana penunjang ke depannya.

Sementara itu, Danrem 064/MY, Brigjen TNI Gumuruh Winardjatmiko menambahkan, dengan berbagai dukungan diupayakan, tentunya dapat meningkatkan kualitas menjadi Rumah Sakit (RS) tingkat III.  

“Hal tersebut merupakan perubahan yang sangat signifikan sekali, serta dapat membuka ruang untuk para dokter spesialis agar bisa bertambah,” ungkap Danrem 064/MY. (*)

Sumber: Penrem 064/MY

Rumah Sakit Bireuen Batasi Pengunjung dan Pendamping Pasien saat Dirawat

By On Sabtu, Juni 26, 2021

Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Amir Addani M.Kes. 

BIREUEN, KabarViral79.Com – Akibat kondisi masa pandemi Covid-19, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen mulai menerapkan pembatasan warga  yang ingin menjenguk pasien di rumah sakit setempat.

Disamping dibatasinya pengunjung pasien, manajemen rumah sakit pelat merah itu juga membatasi jumlah orang yang akan mendampingi pasien selama rawat inap.

“Selama ini memang banyak warga yang datang menjenguk orang sakit, tapi sekarang mulai kita batasi. Artinya warga boleh datang menjenguk, apalagi bila ada famili yang sakit. Tetapi harus bergantian secara bergiliran dan tidak berdesak-desakan di satu ruangan,” kata Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Amir Addani M.Kes, Sabtu, 26 Juni 2021.

Dikatakan Amir Addani, untuk menghindari hal ini, maka pihaknya sudah meminta petugas Satpam serta perawat rumah sakit agar dapat menyampaikan ketentuan ini bagi masyarakat terkait pembatasan bagi warga dan keluarga pasien.

“Ini kita lakukan guna menghindari agar warga yang berkunjung ke rumah sakit, saat pulang agar Ia juga tidak jatuh sakit,” terangnya.

Ditegaskan, para tenaga medis yang bertugas di ruangan berkewajiban menjaga dan merawat orang sakit sebagaimana ketentuan di rumah sakit.

“Untuk itu kita sangat berharap warga atau keluarga pasien untuk dapat memahami hal ini. Karena kondisi saat ini sedang pandemi Covid-19, sehingga kita berharap warga dapat memahaminya,” pungkasnya.

Sejauh ini, sambung Amir Addani, pelayanan di rumah sakit terus berjalan dengan baik, walaupun ada beberapa pasien yang masih dirawat di Ruang Penire, dan berbeda dengan ruang rawat inap lainnya. 

Kentetuan lain, bagi pasien yang masuk ke RSUD Bireuen harus tetap dilakukan screening guna memastikan kondisi kesehatan pasien. Usai dipastikan jenis penyakit serta kondisi pasien, selanjutnya pasien yang harus dirawat inap, maka diarahkan ke ruangan.

“Begitupun, setiap pasien yang berobat tetap dilayani dengan baik, dan diberlakukan screening sesuai ketentuan, dan tidak serta merta divonis mengalami Covid-19. Jadi masyarakat tidak perlu was-was,” tutupnya. (Joniful)

Tingkatkan Kapasitas Pelayanan, RSUD dr Fauziah Bireuen Segara Menambah Fasilitas Ruangan Baru

By On Selasa, November 05, 2024

Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Mukhtar MARS. 

BIREUEN, KabarViral79.Com – Guna mengantisipasi membludaknya pasien yang berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen, tahun 2025 pihak rumah sakit setempat akan memperluas pembangunannya, lengkap dengan kamar pasien. 

Demikian dikatakan Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Mukhtar MARS kepada media ini menanggapi meningkatnya pasien yang berobat inap di rumah sakit pelat merah itu. 

Menurut Mukhtar, sejak setahun terakhir ini, pasien terus meningkat, sehingga tidak cukup lagi tempat tidur untuk rawat inap, sehinga banyak pasien yang harus ditangani di ruagan IGD. 

“Sejatinya ruang rawat inap perlu dilakukan penambahan, sehingga akan memberinya kenyaman bagi pasien. Sementara saat ini hanya 257 tempat tidur. Apabila perlu penambahan tempat tidur pasien, maka harus dilakukan penambahan ruangan, atau bangunan,” katanya. 

Menyahuti tuntutan ini, maka dalam waktu dekat ini akan dilakukan perluasan pembangunan areal rumah sakit, sehingga dapat dilakukan penambahan kamar rawat inap bagi pasien. 

Dijelaskannya, untuk lahannya sudah dilakukan pembebasan sekitar dua hektare, tepatnya di belakang rumah sakit sekarang, dan Insya Allah akan dibangunan tahun 2025 ini. 

“Rencana perluasan dan pembangunan rumah sakit nantinya akan dibangun empat lantai dengan kapasitas sekitar 600 ruang inap, dan dilengkapi dengan sarana lain, termasuk apoteker,” sebutnya. 

Untuk areal tersebut, direncanakan akhir tahun ini mulai dikosongkan, selanjutnya segera dilakukan pembenahan lokasi untuk dilakukan perluasan rumah sakit umum Bireuen. 

Ditambahkan Mukhtar Mars, atau sering disapa Abi Muktar itu, selama ini RSUD dr Fauziah sendiri tidak hanya melayani pasien dari Kabupaten Bireuen. 

Bahkan ikut menerima pasien rujukan dari Pidie Jaya, Lhokseumawe, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Utara, bahkan pasien rujukan dari Aceh Timur. 

Tak hanya itu, selama ini pasien rawat jalan juga cukup kawalahan, bahkan dalam satu hari mencapai 700 orang pasien. 

Saat ini, sambung Mukhtar Mars, runah sakit juga sedang dibangun ruangan khusus Cathlab dan ruangan Cytotoxid untuk penyakit kanker, dan penyakit jantung.

“Jadi, nantinya warga bisa langsung berobat di Rumah Sakit Umum Bireuen, apalagi dokternya sudah tersedia, dan kita juga akan terus berupaya melakukan pembenahan lainnya demi kemajuan rumah sakit,” sebutnya. (Joniful Bahri)

Kisah Haru Ibu 71 Tahun Pasien RS Siloam Bekasi Sembuh dari Covid-19

By On Selasa, April 14, 2020

Foto Ilustrasi. 
JAKARTA, KabarViral79.Com – Ruretno Sari (71) pasien positif corona atau Covid-19 kini bisa kembali menghirup udara segar, setelah sebelumnya menjalani perawatan di beberapa rumah sakit karena tertular virus Covid-19. Pada tanggal 30 Maret 2020, Ruretno dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan di RS Siloam Bekasi, perusahaan milik grup Lippo.

Bayi Tanpa Orang Tuanya Ditemukan Dekat Mushala Rumah SakIt Umum Bireuen

By On Kamis, April 14, 2022

Bayi yang ditemukan warga kini dirawat di ruang Ponek Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen.

BIREUEN, KabarViral79.Com - Seorang bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan di Mushalla, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen, Aceh, Rabu 13 April 2022, sekira pukul 01.00 WIB dini hari.

Menurut informasi, bayi tersebut awalnya ditemukan oleh Rosdiana, warga Desa Pulo Baroh, Kecamatan Samalanga, Bireuen. Belakangan Rosdiana ikut menjaga keluarganya di rumah sakit tersebut.

Usia ditemukan, bayi yang sudah diselimuti dengan kain berwarna merah jambu itu dilaporkan ke petugas rumah sakit itu dan langsung dibawa ke ruangan Ponek di UGD.

Menurut Rosdiana, usai salat Insya, tiba-tiba dirinya mendengar tangisan bayi. Awalnya, sambungnya, dirinya menduga suara tangisan tersebut berasal dari ruang bersalin bayi di rumah sakit.

"Saat itu kondisi di kompleks Mushala sepi, lalu saya terus mencari dimana suara tangisan bayi itu. Terakhir saya temukan bayi yang sudah dibungkus selimut dan disampingnya juga terdapat botol susu," katanya.

Bayi lelaki yang diperkirakan baru berumur lima atau tujuh hari itu hingga kini belum diketahui secara jelas siapa orang yang tega membuangnya. Terakhir bayi tersebut dibawa ke ruang Ponek rumah sakit pelat merah tersebut untuk penangan lebih lanjut.

Sementara Itu, Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bireuen ikut melakukan penyelidikan terhadap pelaku yang membuang bayi di mushalla rumah sakit pelat merah Bireuen.

Kapolres Bireuen, AKBP Mike Hardi Wirapraja, SIK MH melalui Kasatreskrim AKP Arief Sukmo Wibowo SIK mengatakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan terhadap pelaku yang membuang bayi tersebut.

"Kita akan segera menyelidiki siapa pelaku yang ikut membuang bayi di rumah sakit umum Bireuen, untuk sementara bayi tersebut kini masih dirawat di ruangan bayi," katanya. (Joniful)

Ahli Waris Supir Ambulance Terima Santunan Kematian BPJS dari Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen

By On Senin, Juli 18, 2022

Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Amir Addani MKes menyerahkan santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan kepada sopir ambulance, Syahrial Harun melalui ahli warisnya, Hidayat, di halaman rumah sakit setempat, Senin, 18 Juli 2022. 

BIREUEN, KabarViral79.Com – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen, dr Amir Addani MKes menyerahkan santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan kepada sopir ambulance, Syahrial Harun yang bekerja di rumah sakit setempat melalui ahli warisnya.

Penyerahan santunan kematian tersebut diterima oleh Hidayat, anak almarhum Syahrial Harun, bahkan Hidayat kini bekerja sebagai staf Ambulance guna mengantikan orang tuanya yang sudah almarhum di rumah sakit pelat merah itu.

Agenda penyerahan dana santunan kematian sebesar Rp 42 juta, berlangsung saat kegiatan apel pagi, Senin, 18 Juli 2022 yang ikut dihadiri Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bireuen, Mislina.

Untuk diketahui, program penyerahan biaya santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan tersebut merupakan program dari RSUD dr Fauziah yang digagas dan dicetus oleh Direktur Rumah Sakit setempat, dr. Amir Addani dan PPN Saifullah Amk tahun lalu, terakhir dilaunching oleh Bupati Bireuen, Muzakkar A Gani.

Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Amir Addani MKes menyebutkan, program tersebut khusus untuk para staf di rumah sakit umum non ASN dan mereka bekerja di rumah sakit dan kini berjumlah sekitar 600 orang semua profesi.

“Program tersebut merupakan bentuk perlindungan, mencakup asuransi kecelakaan kerja dan santunan kematian dan kita sangat berharap bermanfaat bagi keluarga almarhum,” imbuhnya. 

Sebelumnya, tambah Amir Addani, pihkanya juga sudah meyerahkan asuransi kecelakaan kerja kepada staf bagian cleaning servis.

“Kita terus berupaya membenah segala lini di rumah sakit umum Bireuen, tentunya dengan dukungan semua pihak, sehingga pelayanan di rumah sakit umum Bireuen terus lebih sempurna ke depan,” ucap Amir Addani. (Joniful)

Sidak RSUD dr Fauziah, Bupati Bireuen Temukan Alkes Miliaran Mangkrak

By On Selasa, Juni 03, 2025

Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, menunjukkan ekspresi geram saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen, Senin sore, 02 Juni 2025. 

BIREUEN, KabarViral79.Com - Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, menunjukkan ekspresi geram saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen, Senin sore, 02 Juni 2025.

Dalam kunjungannya, Bupati menemukan dua alat kesehatan canggih, Fluoroscopy dan C-arm, yang tidak difungsikan meskipun telah dibeli sejak tahun sebelumnya.

Sidak dilakukan Bupati bersama Ketua DPRK Bireuen, Juniadi, SH, Pj Sekretaris Daerah Hanafiah, SP, CGCAE, serta sejumlah pejabat daerah.

Rombongan mengunjungi beberapa bagian rumah sakit, termasuk Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang radiologi, dan ruang operasi.

Di ruang IGD, Bupati menemukan keterbatasan fasilitas seperti ranjang pasien yang tidak mencukupi dan keluhan mengenai kurangnya kamar rawat inap.

Kondisi ini dinilai tidak mencerminkan pelayanan kesehatan yang optimal, apalagi RSUD dr Fauziah berstatus sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang seharusnya lebih fleksibel dalam pengelolaan keuangan.

Namun temuan paling mengejutkan terjadi di ruang radiologi, ketika Bupati mendapati alat Fluoroscopy dan C-arm bernilai miliaran rupiah tidak berfungsi karena belum memiliki izin operasional.

Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST ikut melakukan Sidak ke ruang IGD RSUD dr Fauziah dan mendapati pasien yang tidak tersedia tempat tidur, Senin sore, 02 Juni 2025. 

Kedua alat tersebut dibeli sejak 2024, namun hingga kini belum dapat digunakan untuk melayani pasien.

“Bagaimana rumah sakit bisa terus merugi? Semua sudah didukung negara, tenaga medis, bangunan, operasional, tetapi masyarakat tetap tidak mendapat pelayanan maksimal. Obat tidak tersedia, sementara alat mahal dibiarkan mangkrak. Ini sangat menyakitkan,” ujar Bupati Mukhlis kepada awak media.

Bupati juga menyoroti indikasi proses pengadaan alat kesehatan yang tidak sesuai prosedur. Ia menduga terdapat praktik tidak transparan dan kemungkinan adanya kepentingan pribadi dalam pengadaan tersebut.

“Kami curiga ada proses pengadaan yang serampangan, bahkan diduga hanya demi cashback dari distributor. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi keuangan RSUD dr Fauziah yang saat ini menanggung utang lebih dari Rp 20 miliar. Kondisi ini kontras dengan sejumlah rumah sakit swasta di Bireuen yang tetap bisa bertahan dan bersaing dalam sistem layanan berbasis BPJS.

“Kita heran, kenapa rumah sakit swasta bisa sehat, sementara RSUD kita justru kolaps. Ada apa dengan manajemen?,” ungkapnya penuh tanya.

Sebagai tindak lanjut, Bupati langsung memerintahkan Inspektorat Daerah untuk melakukan audit investigatif terhadap manajemen RSUD dr Fauziah. Langkah ini diambil guna mencegah kerugian negara lebih lanjut dan memastikan akuntabilitas dalam pengelolaan rumah sakit.

Sidak ditutup dengan pertemuan bersama seluruh jajaran tenaga medis dan pegawai rumah sakit di aula utama. Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan semangat pelayanan kepada masyarakat.

“Ini bukan soal proyek atau jabatan. Ini soal nyawa dan pelayanan publik. Jika rumah sakit ini terus menggali lubang, kehancuran hanya tinggal menunggu waktu,” pungkas Bupati Mukhlis. (Joniful Bahri)

Tingkatkan Kualitas Perawatan Pasien, InterSystems Hadirkan Solusi Data Terintegrasi dan GenAI ke Institusi Kesehatan di Indonesia

By On Rabu, Januari 08, 2025


JAKARTA, KabarViral79.Com – Dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks di sektor kesehatan, institusi kesehatan dituntut untuk beradaptasi dan meningkatkan kualitas layanan mereka.

Pendekatan yang berfokus pada pasien, yang mengutamakan kebutuhan dan pengalaman pasien di setiap aspek perawatan, serta efisiensi operasional, menjadi sangat penting dalam lingkungan kesehatan saat ini.

Oleh karena itu, institusi kesehatan perlu mengadopsi teknologi inovatif yang berperan signifikan dalam mendukung pendekatan yang berpusat pada pasien ini.

InterSystems, penyedia teknologi data kreatif yang berkomitmen membantu pelanggan mengatasi masalah skalabilitas, interoperabilitas, dan kecepatan yang krusial, terus mengembangkan teknologi data terintegrasi dan aplikasi Generative AI (GenAI) yang dirancang untuk meningkatkan kualitas perawatan yang berfokus pada pasien di institusi kesehatan di Indonesia.

Selama lebih dari 45 tahun, InterSystems telah membantu penyedia layanan kesehatan di seluruh dunia melalui platform data berkinerja tinggi, Sistem Rekam Medis Elektronik (EMR), dan sistem Informasi Laboratorium (LIS). 

Di InterSystems, perawatan yang berfokus pada pasien berarti memberikan layanan kesehatan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu.

Pendekatan ini meningkatkan kualitas perawatan dan memperbaiki pengalaman pasien secara keseluruhan, mendorong keterlibatan yang lebih baik dan hasil kesehatan yang lebih baik.

Regional Managing Director Asia Pacific InterSystems, Luciano Brustia mengatakan, pihaknya berkomitmen terhadap perawatan yang berfokus pada pasien tidak hanya melibatkan teknologi, tetapi juga mengubah cara layanan kesehatan diberikan.

“Dengan menempatkan pasien di pusat perawatan, kami dapat secara signifikan meningkatkan hasil kesehatan dan kepuasan pasien,” ujarnya.

Untuk memberikan perawatan yang berfokus pada pasien secara efektif, penyedia layanan kesehatan memerlukan informasi pasien yang lengkap dan akurat.

Sistem EMR TrakCare dari InterSystems mengonsolidasikan data dari seluruh departemen, memungkinkan penyedia yang berwenang untuk mengakses informasi pasien secara instan, mengurangi waktu tunggu, dan memfasilitasi transisi yang mulus selama kunjungan rumah sakit.

Misalnya, penyedia perawatan diberi tahu segera ketika hasil laboratorium siap, memungkinkan koordinasi perawatan yang kompleks dengan efisien.

TrakCare dan TrakCare Lab Enterprise (TCLE) telah berhasil diterapkan di banyak rumah sakit dan laboratorium swasta terkemuka di Indonesia, seperti EMC Healthcare, Eka Hospital, Bali International Hospital, Tzu Chi Hospital, Prodia, dan Rumah Sakit Pondok Indah Group.

Di Indonesia, banyak rumah sakit memanfaatkan platform data InterSystems IRIS for Health™ untuk membangun repositori data pasien yang komprehensif.

Dengan menggunakan standar Fast Healthcare Interoperability Resources (FHIR®), rumah sakit dapat melakukan analisis dan informasi data secara real-time untuk meningkatkan manajemen dan operasi rumah sakit. 

Selain itu, mereka mengembangkan portal pasien yang memungkinkan akses mudah bagi pasien untuk melihat informasi kesehatan dan berinteraksi dengan penyedia layanan kesehatan.

Data juga dapat dibagikan secara aman dengan penyedia layanan kesehatan lainnya dalam ekosistem kesehatan, menghasilkan perawatan yang lebih terhubung dan berbasis data.

“Dengan memanfaatkan kekuatan platform data kami, institusi kesehatan dapat menciptakan sistem yang lebih terhubung dan efisien yang pada akhirnya menguntungkan pasien,” ujar Luciano Brustia menambahkan.

Dampak Nyata dari Teknologi AI InterSystems

Teknologi InterSystems telah secara signifikan meningkatkan perawatan pasien dan efektivitas operasional.

Misalnya, seorang penyedia layanan kesehatan menggunakan InterSystems IRIS for Health™ untuk mengembangkan model pembelajaran mesin yang memprioritaskan pesan mendesak di portal pasien mereka, memastikan komunikasi kritis ditangani dengan cepat.

Luciano mengungkapkan, “Integrasi GenAI ke dalam platform kami sedang merevolusi tenaga medis berinteraksi dengan data pasien, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih tepat waktu dan terinformasi yang pada akhirnya meningkatkan perawatan pasien.”

Contoh lain melibatkan model prediktif yang dikembangkan oleh salah satu mitra besar InterSystems untuk memprediksi ketidakhadiran pasien.

Dengan menganalisis variabel seperti kehadiran sebelumnya dan status sosial ekonomi, model ini memprediksi janji yang terlewat, membantu penyedia mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya dan mengurangi kehilangan pendapatan.

Inovasi Masa Depan dalam Perawatan Berfokus pada Pasien

InterSystems berkomitmen untuk terus berinovasi dalam perawatan yang berfokus pada pasien. Perusahaan bekerja sama dengan komunitas pelanggannya untuk menghadirkan solusi baru yang meningkatkan pengalaman pasien.

Inisiatif mendatang termasuk peluncuran berkelanjutan solusi FHIR-SATUSEHAT, sebuah ekstensi untuk IRIS for Health, yang memungkinkan organisasi kesehatan Indonesia terhubung dengan SATUSEHAT, BPJS, dan sistem kesehatan lainnya, baik itu rumah sakit, klinik, apotek, laboratorium, maupun bank darah, menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih terhubung.

InterSystems juga menjajaki penerapan teknologi GenAI baru ke dalam sistem TrakCare untuk memberdayakan tenaga medis dan meningkatkan perawatan pasien.

Dengan menggunakan Generative AI (GenAI) sebagai pendorong kuat perawatan yang berfokus pada pasien, InterSystems ingin memastikan penyedia layanan kesehatan memberikan perawatan yang terinformasi dan dipersonalisasi.

Teknologi ini memungkinkan tenaga medis berinteraksi dengan TrakCare melalui antarmuka percakapan serta menyederhanakan akses ke informasi pasien.

Tenaga medis dapat mengajukan pertanyaan sederhana tentang riwayat medis atau alergi, memastikan mereka mendapatkan informasi yang tepat.

Di samping itu, teknologi mendengarkan suara yang didukung GenAI dapat merekam, mentranskripsi, dan merangkum interaksi pasien, serta memperbarui catatan medis dengan efisien.

Inovasi ini mengurangi beban kerja tenaga medis yang berat dan memungkinkan mereka lebih fokus pada pasien.

Dengan demikian, hubungan tenaga medis-pasien meningkat dan memastikan akurasi informasi yang dicatat.

InterSystems mengelola lebih dari 1 miliar catatan kesehatan di seluruh dunia, dengan 100 persen rumah sakit yang terdaftar di U.S. News & World Report Honor Roll menggunakan produk mereka.

Teknologi data perusahaan mendukung sistem rekam medis elektronik terkemuka, termasuk Epic dan TrakCare, serta lebih dari 500 rumah sakit yang menjalankan sistem informasi kesehatan terintegrasi InterSystems TrakCare secara global.

Selain itu, lebih dari 20 mitra di Asia Tenggara membangun solusi atau menyediakan layanan integrasi berdasarkan platform data InterSystems.

Ketika institusi kesehatan menghadapi kompleksitas perawatan yang berfokus pada pasien, InterSystems tetap berkomitmen untuk memberdayakan penyedia layanan dengan teknologi inovatif yang dapat meningkatkan hasil pasien dan efisiensi operasional.

Dengan menempatkan pasien di pusat penyampaian layanan kesehatan, InterSystems berkontribusi dalam membentuk masa depan layanan kesehatan dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat untuk semua.

Tentang InterSystems

Didirikan pada tahun 1978, InterSystems adalah penyedia solusi generasi berikutnya untuk transformasi digital perusahaan di sektor kesehatan, keuangan, manufaktur, dan rantai pasokan.

Platform data berbasis cloud-nya memecahkan masalah interoperabilitas, kecepatan, dan skalabilitas bagi organisasi besar di seluruh dunia.

InterSystems berkomitmen pada keunggulan melalui dukungan 24×7 yang memenangkan penghargaan untuk pelanggan dan mitra di lebih dari 80 negara.

Berkantor pusat di Cambridge, Massachusetts, InterSystems memiliki 39 kantor di 28 negara di seluruh dunia. 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.intersystems.com/id.


(*/red)

Tenaga Medis RSUD Bireuen Dilakukan Pencanangan Vaksin Perdana

By On Jumat, Februari 05, 2021

Direktur BLU RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Amir Addani M Kes. 


BIREUEN, KabarViral79.Com - Pencanangan vaksin perdana di Kabupaten Bireuen yang dilaksanakan dalam waktu dekat akan diawali oleh tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah setempat.

Hal itu dikatakan Direktur Badan Layanan Umum (BLU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen, dr Amir Addani M Kes kepada media ini, Jumat sore, 05 Febuari 2021.

“Sasaran utama dilakukan vaksin tahap pertama akan dilakukan untuk tenaga medis di lingkungan rumah sakit, baik mulai tenaga kesehatan, dokter, tenaga medis dan non medis atau unsur manajemen di lingkungan rumah sakit Bireuen,” katanya.

Kata Amir Addani, sejauh ini tim medis RSUD Bireuen juga telah menyiapkan tenaga vaksinator atau tim yang melakukan vaksin perdana nantinya.

Selanjutnya, pencanangan penyuntikan vaksin ini sendiri, tim medis adalah sasaran pertama, lalu dilanjutkan para pejabat esensial di rumah sakit.

Agenda sasaran yang akan divaksin di lingkungan rumah sakit itu telah dilakukan verifikasi serta pendataan dengan mempedomani nomor NIK berdasarkan data terpadu.

“Bagi yang akan divaksin ini juga sudah dihubungi tim khusus, jawabannya siap untuk divaksin saat pencanangan nantinya, sehingga tidak ada kendala saat penacanagannya,” sebutnya.

Sementara itu, di tempat terpisah Kadis Kesahatan Bireuen, dr Irwan A Gani mengatakan, berbagai persiapan terus dilakukan untuk kegiatan pencanangan vaksin di Kabupaten Bireuen.

Pencanangan vaksin anti Covid-19 di Kabupaten Bireuen akan dipercepat dari jadwal yang diwacanakan sebelumnya, yakni ditetapkan 15 Februari 2021. 

Namun kegiatan ini dipercepat menjadi 10 Februari 2021 di lingkungan RSUD Bireuen.

“Kalau titik pencanangan Vaksin dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah, untuk agenda simulasi sendiri juga dilakukan di Rumah Sakit, Senin, 08 Febuari 2021,” ungkapnya.

Sementara kiriman vaksin sinovac pertama dan sejumlah bahan penting lainnya yang disuplai dari Dinkes Aceh itu telah tiba di Bireuen, Senin lalu, 01 Febuari 2021, sebanyak 4.734 pics.

“Kini seluruh vaksin sinovac dan pendukung lainnya telah disimpan di gudang Farmasi Dinkes Bireuen, ikut dijaga aparat TNI - Polri serta petugas lainnya,” terangnya. (Joniful)